Minggu, 28 Mei 2017

BUKTI YESUS ADALAH TUHAN

Apakah Yesus adalah Tuhan?
Apa buktinya? Mana ayatnya?
Tunjukkan bahwa Yesus pernah menyuruh murid-murid Nya untuk menyembah Dia.

Kita seringkali mendengar dan membaca pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Banyak orang yang selalu mencari-cari kesalahan dan celah tentang Ke-Tuhanan Yesus.

Bagi pengikut Kristus, bukti ini tidak diperlukan karena kita Percaya meskipun tidak melihat.

Dalam sebuah kerajaan, seorang raja tidak harus mengucapkan dengan mulutnya bahwa dirinya adalah raja. Karena tanpa diucapkan olehnya, semua rakyat sudah mengetahui siapa rajanya.

Meskipun banyak rakyat dalam kerajaan tersebut tidak pernah melihat sang raja, tapi sudah pasti mengetahui nama sang raja.

Dengan tindakan, peraturan, dan keamanan yang ada di negerinya, itu adalah sebagai beberapa bukti bahwa itu semua adalah perintah dan kebijakan dari sang raja, dan rakyat pasti percaya.

Demikian juga halnya dengan Yesus, kita yakin dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Raja kita, karena banyak bukti yang menjelaskannya.

BUKTI-BUKTI  KETUHANAN  YESUS KRISTUS

1. Kristus memiliki dan menunjukkan sifat-sifat Keilahian-Nya. Kristus berdasarkan pengakuan-Nya sendiri memiliki sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh Allah, yaitu:

(1a). Kekekalan: Ia mengaku sudah ada sejak kekal (Yohanes 8:58; 17:5).
(1b). Mahahadir: Ia mengaku hadir di mana-mana (Matius 18:20; 28:20).
(1c). Mahatahu: Ia memperlihatkan pengetahuan tentang hal-hal yang hanya dapat diketahui jika Ia Mahatahu (Matius16:21; Lukas 6:8; 11:7; Yohanes 4:29).
(1d). Mahakuasa: Ia memperagakan dan menyatakan kekuasaan satu Pribadi yang Mahakuasa (Matius 28:20; Markus 5:11-15; Yohanes 11:38-44).

Sifat-sifat Ilahi yang lain dinyatakan bagi diri-Nya oleh orang lain (misal "tak berubah", Ibrani 13:5), tetapi apa yang dikutip di atas tadi adalah apa yang diakui oleh-Nya bagi diri-Nya sendiri.

2. Kristus melakukan tindakan-tindakan yang hanya dilakukan oleh Allah. Perhatikanlah perkerjaan dan tindakan yang dilakukan oleh Kristus berikut ini:

(2a). Pengampunan: Ia mengampuni dosa selama-lamanya. Manusia mungkin dapat melakukannya untuk sementara,namun Kristus memberikan pengampunan kekal (Markus 2:1-12).
(2b). Kehidupan: Ia memberikan kehidupan rohani kepada barang siapa yang dihendaki-Nya (Yohanes 5:21);
(2c). Kebangkitan: Ia akan membangkitkan orang mati (Yohanes 11:43).
(3c). Penghakiman: Ia akan menghakimi semua orang (Yohanes 5:22, 27).

Lagi-lagi, semua contoh di atas adalah hal-hal yang Ia lakukan atau pengakuan yang diucapkan-Nya sendiri, bukan orang lain.

3. Kristus diberi Nama-nama dan Gelar-gelar Keallahan.

(3a). Anak Allah. Tuhan kita mempergunakan gelar bagi diri-Nya (meskipun hanya kadang-kadang, Yohanes 10:36), dan Ia mengakui kebenarannya ketika dipergunakan oleh orang lain untuk menunjuk kepada-Nya (Matius 26:63- 64). Apakah artinya? Meskipun frase "anak dari" dapat berarti "keturunan dari", hal ini juga mengandung arti "dari kaum". Jadi, dalam Perjanjian Lama "anak- anak para nabi" berarti dari kaum nabi (1 Raja-raja 20:35), dan “anak- anak penyanyi” berarti kaum penyanyi (Nehemia 12:28). Petunjuk "Anak Allah" apabila dipergunakan untuk Tuhan kita, berarti dari “kaum Allah dan merupakan suatu klaim yang kuat dan jelas untuk Keallahan yang penuh”. Dalam penggunaan di antara orang Yahudi, perkataan "Anak (dari)..." umumnya tidak berarti suatu pembawahan, tetapi lebih kepada persamaan dan jati diri hakikat. Contoh, nama “anak penghiburan” (Kisah Para Rasul 4:36) tak pelak lagi berarti, “si penghibur”. "Anak-anak guruh” (Markus 3:17) mungkin sekali berarti “penggeledek”. “Anak Manusia”, terutama sebagaimana berlaku untuk Kristus dalam Daniel 7:13 dan selalu dalam Perjanjian Baru, hakikatnya berarti "Orang yang Mewakili". Jadi, bagi Kristus untuk mengatakan, “Akulah Anak Allah” (Yohanes 10:36) dianggap oleh orang-orang pada masa-Nya sebagai memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah, sejajar dengan Bapa, yang menurut mereka tidak layak.

(3b). Tuhan dan Allah. Yesus disebut Yahweh dalam Perjanjian Baru. Hal ini menunjukkan Keallahan-Nya yang penuh (bandingkan Lukas 1:76 dengan Maleakhi 3:1 dan Amsal 10:13 dengan Yoel 2:32). Ia juga disebut Allah (Yohanes 1:1; 20:28; Ibrani 1:8), Tuhan (Matius 22:43-45), dan Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuan (Wahyu 19:16).

4. Kristus Mengakui diri-Nya sebagai Allah. Mungkin peristiwa yang paling kuat dan jelas tentang pengakuan ini, terjadi pada waktu hari raya penahbisan Bait Allah di Yerusalem, ketika Ia berkata, "Aku dan Bapa adalah satu" (Yoh. 10:30).

Kata "satu" di sini bukan berarti Ia dan Bapa merupakan satu Pribadi melainkan bahwa mereka merupakan kesatuan dalam sifat dan kegiatannya, suatu fakta yang benar, hanya jika Ia sama Ke-Allahan-Nya dengan Bapa.

Orang-orang yang mendengar pengakuan ini memahaminya demikian karena itu mereka segera berupaya merajam-Nya dengan alasan penghujatan karena Ia menyatakan diri-Nya sebagai Allah (Ayub 33).

Bagaimana seseorang dapat mengatakan bahwa Yesus dari Nazaret sendiri tak pernah mengaku sebagai Allah? Dan bahwa pengikut-Nya lah yang menyatakan demi Dia? Kebanyakan dari kutipan diatas berasal dari kata-kata Kristus Sendiri.

Karena itu, kita haruslah menghadapi satu-satunya pilihan: apakah yang diakui-Nya itu memang benar ataukah Ia seorang pembohong. Dan apa yang diakui-Nya itu merupakan Ke-Allahan yang penuh dan sempurna - tak ada yang kurang atau dikurangkan semasa hidup-Nya di bumi.

5. Kristus Menyatakan Mempunyai Penghormatan yang Sama dengan Allah

Dalam Yohanes 5:23 berkata: "Supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia".

Dalam ayat ini, Yesus menyatakan dengan jelas bahwa manusia akan menghormati Dia sebagaimana mereka menghormati Bapa.

Jika Anda mulai membaca dari ayat 16, Anda akan menemukan bahwa orang-orang Yahudi mau membunuh Yesus. Orang-orang Yahudi berkata bahwa Yesus telah mengajar bahwa Dia sama dengan Allah (ayat 18).

Jika Yesus tidak menjadi sama dengan Allah, Dia sudah tentu akan membenarkan mereka. Dia akan membuat itu jelas bagi mereka bahwa Ia tidak sama dengan Allah. Apakah Dia melakukan ini? Tidak. Malahan Yesus memberitahukan kepada mereka bahwa "Semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa."
Perhatikan dalam Filipi 2:6, "yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan"

Ayat ini menceritakan bahwa Yesus telah menjadi Allah sebelum Ia datang di dunia. Yesus tidak pernah berpikir bahwa Dia merampas hak Allah dengan menjadi sejajar dengan Allah, melainkan Ia sedang menyatakan sejajar dengan Allah karena Ia adalah Allah itu sendiri.

6. Ke-Ilahian Kristus berdasarkan kesatuannya dalam Trinitas.

Dalam Matius 28:19 dikatakan “dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus”. Secara khusus, frase Yunani yang tertulis di Matius 28:19 yaitu “Baptizontes autous eis to onoma tou patros kai tou uiou kai tou agiou pneumatos” yang diterjemahkan menjadi “Baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus”, dimana hal yang menarik adalah bahwa sekalipun di sini disebutkan tiga buah nama yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus, tetapi kata kata Yunani “eis to onomo” yang diterjemahkan “dalam nama” adalah nominatif singular (bentuk tunggal, bukan bentuk jamak)!

Bentuk jamak dari kata Yunani “onomo (nama)” adalah “onomata”.
Dalam bahasa Inggris diterjemahkan name (bentuk tunggal), bukan names (bentuk jamak). Karena itu ayat ini bukan hanya menunjukkan bahwa ketiga Pribadi itu setara, tetapi juga menunjukkan bahwa ketiga Pribadi itu adalah satu atau esa.

Kata “esa” yang digunakan dalam Ulangan 6:4 dalam bahasa Ibraninya adalah “Ekhad” yang menunjuk kepada “satu kesatuan yang mengandung makna kejamakan; dan bukan satu yang mutlak”.

Jika yang dimaksud “satu-satunya; atau satu yang mutlak” maka dalam bahasa Ibrani yang digunakan adalah “yakhid”.

Ada banyak bukti yang mengungkapkan pernyataan Yesus mengenai keilahiannya, yaitu :

A. Yesus menyatakan dirinya sebagai Jehovah (Tuhan dalam Perjanjian Lama).
B. Yesus menyatakan sebagai Mesias.
C. Yesus menerima penyembahan.
D. Otoritas perkataan-perkataan Yesus.
E. Yesus memerintahkan berdoa dalam nama-Nya

** Yesus menyatakan diri sebagai Jehovah **

Dalam Perjanjian Lama, Tuhan menyatakan nama-Nya sebagai JHWH atau Jehovah. Dalam bahasa Indonesia ditulis sebagai TUHAN (kata 'tuhan' dengan huruf besar semua).

Misal dalam Keluaran 6: 2-3,
'Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN.
Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.'

Orang Yahudi menganggap nama Jehovah (TUHAN) begitu suci, sehingga mereka tidak berani mengucapkannya. Jehovah adalah satu-satunya Tuhan, selain itu adalah berhala atau tuhan yang palsu.

Jehovah adalah Tuhan yang cemburu, yang tidak akan membagikan nama maupun kemulian-Nya kepada yang lain.

Yesaya menulis : Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku." (Yesaya 44:6).

'Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.' (Yesaya 42:8).

'Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain'. (Yesaya 48:11).

TUHAN (Jehovah) tidak akan membagikan nama, hormat dan kemuliaan-Nya kepada yang lain. Yang menarik adalah perkataan-perkataan Yesus dan tindakan-tindakan-Nya membuat orang Yahudi abad pertama mengambil batu dan menuduh Yesus menghujat (menyamakan diri-Nya dengan TUHAN).

Beberapa perkataan Yesus yang menarik dipelajari:

a. Yesus mengatakan, 'Akulah gembala yang baik' (Yohanes 10:11), sedangkan Perjanjian Lama mengatakan, 'TUHAN adalah gembalaku' (Mazmur 23:1).

b. Yesus menyatakan Dia adalah hakim atas segala bangsa (Yohanes 5:27; Matius 25:31), Perjanjian Lama mengatakan TUHAN adalah hakim segala bangsa (Yoel 3:12).

c. Yesus mengatakan, 'Akulah terang dunia' (Yohanes 8:12), Perjanjian Lama mengatakan ''TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu" (Yesaya 60:19).

d. Yesus berdoa kepada Bapa untuk berbagi kemuliaan kekal-Nya, "Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada" (Yohanes 17:5).

e. Yesus mengatakan Dia adalah yang pertama dan yang akhir (Wahyu 1:17), sama seperti Yehovah dalam Perjanjian Lama (Yesaya 44:6).

Pernyataan keIlahian Yesus sangat jelas di Yohanes 8:58, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada" (Yohanes 8:58).

Orang Yahudi tanpa ragu-ragu mengerti maksud perkataan ini . Mereka tahu bahwa Yesus tidak hanya menyatakan keberadaan-Nya sebelum Abraham, tetapi Yesus juga menyatakan sama dengan Tuhan. Ini menyebabkan mereka mengambil batu hendak melempari Yesus.

Dalam beberapa peristiwa Yesus menyatakan diri-Nya sama dengan Tuhan dengan cara yang lain misal dalam memberikan pengampunan dosa, suatu pekerjaan yang hanya bisa dilakukan Tuhan.

Dalam Markus 2:10-11, Yesus melakukan mujizat sekaligus memberikan pengampunan dosa:
"Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa".

Yesus juga menyatakan bahwa Dia mempunya kuasa kehidupan, kuasa yang hanya dimiliki TUHAN saja.
"Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya" (Yohanes 5:21).

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup" (Yohanes 5:25).

Yesus mengatakan bahwa 'supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa' (Yohanes 5:23).

Dalam kategori yang sama Yesus mendorong murid-murid-Nya, 'percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku' (Yohanes 14:1).

Yesus tanpa meninggalkan keraguan, menyatakan diri-Nya sejajar dengan Allah.

Bukti-Bukti tentang KEILAHIAN atau KETUHANAN  YESUS KRISTUS.

KeTuhanan atau Keilahian Yesus Kristus dibuktikan dalam:

- Penggenapan nubuatan/ramalan mengenai mesias di Perjanjian Lama.
- Ketidakberdosaan Yesus.
- Mujizat-mujizat Yesus.
- Kebangkitan Yesus dari kematian

Penggenapan nubuatan mengenai mesias di Perjanjian Lama bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.

Banyak sekali nubuat tentang mesias/Kristus dalam Perjanjian Lama. Berikut nubuat-nubuat yang secara jelas berbicara tentang kedatangan mesias:
- Mesias akan lahir dari seorang perempuan.
Nubuat: Kejadian 3:15.
Penggenapan : Galatia 4:4.

- Mesias akan dilahirkan dari seorang perawan.
Nubuat: Yesaya 7:14.
Penggenapan: Matius 1:18-25.

- Mesias merupakan keturunan Abraham.
Nubuat: Kejadian 12:1-3; Kejadian 22:18.
Penggenapan: Matius 1:1; Galatia 3:16.

- Mesias dari suku Yehuda.
Nubuat: Kejadian 49:10.
Penggenapan: Lukas 3:23,33; Ibrani 7:14.

- Mesias merupakan keturunan Daud.
Nubuat: 2 Samuel 7:12.
Penggenapan: Matius 1:1,6
   
- Mesias akan lahir di Betlehem.
Nubuat: Mikha 5:1-2.
Penggenapan: Matius 2:1; Lukas 2:4-7.
   
- Mesias akan diurapi oleh Roh Kudus.
Nubuat: Yesaya 11:1-2.
Penggenapan: Matius 3:16,17.
   
- Ada yang mempersiapkan jalan bagi Mesias.
Nubuat: Yesaya 40:3; Maleakhi 3:1.
Penggenapan: Matius 3:1-3.
   
- Mesias akan mengadakan mujizat-mujizat.
Nubuat: Yesaya 35:5,6.
Penggenapan: Matius 9:35
   
Mesias akan ditolak oleh orang Yahudi.
Nubuat: Mazmur 118:22. Penggenapan: I Petrus 2:7
   
- Mesias akan ditolak oleh kerabat-Nya sendiri.
Nubuat: Yesaya 53:3.
Penggenapan: Yohanes 1:10,11; Yohanes 7:5,48
   
- Mesias akan dielu-elukan waktu menunggang keledai memasuki Yerusalem
Nubuat: Zakharia 9:9.
Penggenapan: Matius 21:1-7
   
Mesias akan mati dengan kematian yang mengenaskan.
Nubuat: Mazmur 22; Yesaya 53.
Penggenapan: Matius 27.
       
Diam dihadapan penuduh-Nya.
Nubuat: Yesaya 53:7.
Penggenapan: Matius 27:12-14
       
- Mesias Dihina
Nubuat: Mazmur 22:7,8.
Penggenapan: Matius 27:31.
       
- Dipaku tangan dan kaki-Nya.
Nubuat: Mazmur 22:17. Penggenapan: Lukas 23:33.
       
- Disalib di antara penjahat-penjahat.
Nubuat: Yesaya 53:12.
Penggenapan: Matius 27:38
       
- Lambung-Nya ditikam.
Nubuat: Zakaria 12:10.
Penggenapan: Yohanes 19:34
       
Tak ada tulang yang dipatahkan.
Nubuat: Keluaran 12:46.
Penggenapan: Yohanes 19:36
       
- Jubah-Nya akan diundi.
Nubuat: Mazmur 22:18.
Penggenapan: Yohanes 19:23,24
       
- Mesias menderita karena dosa kita.
Nubuat: Yesaya 53:5-6.
Penggenapan: 1 Petrus 2:24
   
- Mesias akan bangkit dari kematian
Nubuat: Mazmur 16:10.
Penggenapan: Kisah Para Rasul 2:31; Markus 16:6.

- Mesias akan naik ke surga.
Nubuat: Mazmur 68:19. Penggenapan: Kisah Para Rasul 1:9.

- Mesias akan duduk di sebelah kanan Allah Bapa.
Nubuat: Mazmur 110:1.
Penggenapan: Ibrani 1:3.

Nubuat-nubuat ini ditulis ratusan tahun sebelum Yesus lahir ke dalam dunia. Tidak ada alasan bahwa nubuat-nubuat itu adalah 'tebakan yang sangat cerdas', atau 'merupakan trend kecenderungan sejarah', atau 'pikiran kreatif pembaca Alkitab'. Bahkan para kritikus sendiri mengakui bahwa nubuat-nubuat tersebut  selesai ditulis lengkap 400 tahun sebelum  Yesus lahir.  Nubuat-nubuat tersebut secara sempurna digenapkan  oleh Yesus.

Tuhan tidak pernah membuat kesalahan. Tuhan mengendalikan sejarah dan jika Tuhan membuat nubuat/ramalan lebih dari 400 tahun sebelumnya mengenai rencana keselamatan bagi manusia maka tidak ada penggenapan yang terjadi secara kebetulan, semua penggenapan yang dilakukan terjadi karena kedaulatan-Nya atas sejarah umat manusia.

Jika Yesus, yang menyatakan bahwa Dia menggenapkan apa yang tertulis ratusan tahun sebelum kelahiran-Nya,  dan benar-benar Yesus menggenapinya, maka diambil kesimpulan bahwa Yesus adalah Mesias, Yesus adalah Tuhan.

Ketidakberdosaan Yesus. Bahwa Yesus tidak membawa sifat dosa dari Manusia. Bukti atau alasan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Ilahi adanya

Semua orang berdosa, Tuhan dan kita mengetahui hal ini. Jika seseorang hidupnya sangat baik, sempurna,  berusaha tidak berdosa sebisa mungkin, tidak membuktikan ia Tuhan.

Tetapi kalau seseorang melakukan 2 hal tersebut yakni mengakui dirinya Tuhan kemudian menawarkan hidupnya yang tanpa dosa sebagai bukti, kita harus serius memperhatikannya.

Saat Pilatus mengadili Yesus, Pilatus menyimpulkan, 'Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini' (Lukas 23:4).  Kepala pasukan yang melihat penyaliban Yesus mengatakan, 'Sungguh, Orang ini adalah orang benar!' (Lukas 23:47).

Penjahat yang disalib bersama Yesus mengatakan, 'Orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah' (Lukas 23:41).

Kesaksian yang paling penting terhadap karakter seseorang adalah dari orang terdekat. Petrus,  murid yang paling dekat dengan Yesus mengatakan bahwa Kristus tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya (1 Petrus 2:22).

Yohanes berkata 'Kristus adalah benar' (1 Yohanes 3:7). Rasul Paulus mengatakan 'Dia tidak mengenal dosa' (2 Korintus 5:21).

Penulis kitab Ibrani berkata 'Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa' (Ibrani 4:15).

Yesus sendiri memberikan tantangan kepada lawan-lawan-Nya, 'Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?' (Yohanes 8:46).

Yesus menyatakan diri-Nya Tuhan dan membuktikannya dengan kehidupannya yang tanpa dosa, memberikan kesimpulan bahwa Yesus benar-benar Tuhan.

Mujizat-mujizat Yesus

Hidup Yesus penuh mujizat sejak awal dia berada di bumi.  Dia lahir dari seorang perawan (Matius 1:18,20-21), Yesus mengubah air menjadi anggur (Yohanes 2:1-11), berjalan di atas air (Matius 14:25), melipat gandakan roti (Yohanes 6:11), memelekkan mata orang buta (Yohanes 9:7), membuat orang lumpuh bisa berjalan (Markus 2:1-12), mengusir setan (Markus 5:1-20), menyembuhkan berbagai penyakit (Matius 9:35), dan beberapa kali membangkitkan orang dari kematian (Matius 9:23-26;Lukas 7:11-17;Yohanes 11:38-44).

Ketika murid-murid Yohanes Pembaptis menanyakan kepada-Nya apakah Dia mesias, Yesus menjawab mujizatnya sebagai bukti bahwa Dia mesias: 'Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.' (Matius 11:4,5).

Mujizat-mujizat seperti ini merupakan tanda adanya persetujuan Tuhan kepada orang yang melakukan mujizat.

Mujizat-mujizat ini merupakan penggenapan dari apa yang ditulis Yesaya 700 tahun sebelum Yesus lahir ke bumi: 'Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai.' (Yesaya 35:5,6).

Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya. (Yohanes 3:1-2).

Pada waktu Yesus dibaptis, muncul suatu suara dari sorga 'Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.' (Matius 3:17). Ini merupakan tanda dukungan Allah Bapa terhadap pekerjaan dan keilahian Yesus.

Mujizat adalah suatu bentuk konfirmasi/persetujuan ilahi atas suatu kebenaran/pekerjaan yang dikerjakan seseorang yang diutus Tuhan. Mujizat yang dihubungkan dengan pernyataan Yesus tentang keilahian diri-Nya, mengkonfirmasi bahwa Dia benar-benar Tuhan.

Kebangkitan Yesus dari Kematian.

Hanya Tuhan yang hanya memberi kehidupan (Ulangan 32:39; 1 Samuel 2:6). Di sini kebangkitan Yesus dari kematian merupakan bukti adanya persetujuan dari Tuhan terhadap siapa yang diutus-Nya. Perjanjian Lama dan Yesus sendiri menubuatkan kebangkitan-Nya. Mazmur 16:10 berbicara tentang kebangkitan mesias.

Perjanjian Lama menubuatkan bahwa
1.  Mesias akan datang dan mati (Yesaya 53; Mazmur 22).
2.  Mesias akan memerintah selamanya (Yesaya 9:6; Daniel 2:44;).

Satu-satunya jalan supaya mesias bisa memenuhi keduanya adalah mati kemudian bangkit.

Yesus sejak awal pelayanan-Nya telah menubuatkan kebangkitan-Nya sendiri. (Yohanes 2:19,21).
Setelah pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias, Yesus berkata : 'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.' (Markus 8:31).

Yesus mengulangi perkataan ini saat dalam perjalanan melewati Galilea (Markus 9:30-31), dan dalam perjalanan ke Yerusalem (Markus 10:32-34).

Yesus juga mengatakan 'Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali.' (Yohanes 10:18).

** Kematian dan Kebangkitan Yesus **

Yesus mati, dan Dia mempunyai 5 luka dan berada di atas kayu salib  mulai  jam  9 pagi (Markus 15:25) hingga jam 3 sore (Markus 15:42).

- Yesus menyerahkan nyawa-Nya (Yohanes 19:30).

- Ketika lambungnya ditusuk tombak keluar darah dan air (Yohanes 19:34). Secara medis membuktikan bahwa Yesus sudah mati.

- Tentara Roma yang berpengalaman dalam menangani kematian menyatakan Yesus mati (Yohanes 19:33).

- Pilatus memastikan bahwa Yesus mati sebelum diserahkan mayat-Nya ke Yusuf dari Arimatea.(Markus 15:42-47).

- Mayat Yesus dikafani dengan kain lenan dan dibubuhi dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. (Yohanes 19:40).

- Hari Minggu kubur Yesus kosong, Yesus telah bangkit (Matius 28; Markus 16; Lukas 24; Yohanes 20,21). 

** Penampakan Yesus Setelah Kebangkitan **

- Kepada Maria Magdalena (Markus 16:9; Yohanes 20:11-14).

- Kepada perempuan sekembalinya dari kubur (Matius 28:9,10).

- Kepada Petrus (Lukas 24:34; 1 Korintus 15:5).

- Kepada murid-murid di Emaus (Lukas 24:13-32).

- Kepada rasul-rasul kecuali Tomas (Lukas 24:36-43;Yohanes 20:19-24).

- Kepada rasul-rasul, Tomas hadir (Yohanes 20:26-29).

- Kepada 7 orang di danau Tiberias (Yohanes 21:1-23).

- Kepada lebih dari 500 orang percaya di bukit Galilea (1 Korintus 15:6).

- Kepada Yakobus (1 Korintus 15:7).

- Kepada murid-murid (Matius 28:16-20; Lukas 24:33-52; Kisah Para Rasul 1:3-12).

- Saat kenaikan Yesus ke surga (Kisah Para rasul 1:3-12).

- Kepada Stefanus (Kisah Para Rasul 7:55).

- Kepada Paulus (Kisah Para Rasul 9:3-6; 1 Korintus 15:8).

- Kepada Paulus saat di Bait Allah (Kisah Para Rasul 22:17-21;23:11).

- Kepada Yohanes di pulau Patmos (Wahyu 1:9-20). 

Kebangkitan Yesus secara tubuh fisik dibuktikan bahwa setelah kebangkitannya :
- Yesus dilihat lebih dari 500 orang (1 Korintus 15:6)
- Yesus menyatakan mempunyai daging dan tulang (Lukas 24:39) ,
- Yesus makan ikan (Lukas 24:42,43).

Bagi yang meragukan kebangkitan-Nya secara fisik,  Yesus menantang: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah" (Yohanes 20:27).

Yesus menyatakan diri-Nya Tuhan. Yesus bangkit dari kematian, ini menggenapi apa yang Dia dan Perjanjian Lama katakan. Yesus benar-benar Tuhan.

Senin, 15 Mei 2017

TUHAN MEMAKAI ORANG BIASA

Tuhan itu benar-benar Maha Adil, berikut ini adalah kisah seorang pria bernama Nick Vijicic. Nick Vijicic terlahir tanpa tangan dan kaki namun ia berhasil menjadi inspirasi bagi banyak orang di dunia.

Nick Vujicic lahir di Kota Melbourne pada tanggal 4 Desember 1982. Kedua orangtuanya sangat terkejut ketika melihat keadaan putra mereka yang lahir tanpa dua lengan dan dua kaki. Menurut dokter yang menanganginya, Nick terkena penyakit Tetra-amelia yang sangat langka. Kondisi ini kontan membuat ayah Nick (seorang pemuka agama dan programmer komputer) dan ibu Nick (seorang perawat) bertanya-tanya dalam hati, kesalahan besar apa yang telah mereka perbuat hingga putranya terlahir tanpa anggota-anggota tubuh.

Seringkali mereka menyalahkan diri sendiri atas keadaan Nick. Namun, hal ini tidak berlangsung lama. Ayah dan ibu Nick melihat putranya, biarpun cacat tubuh, tetap tumbuh kuat, sehat, dan ceria, sama seperti anak-anak lainnya yang terlihat begitu tampan serta menggemaskan! Matanya pun sangat indah dan menawan. Mereka mulai bisa menerima keadaan putranya, mensyukuri keberadaannya, dan segera mengajarinya untuk hidup mandiri.

Nick memiliki sebuah telapak kaki kecil di dekat pinggul kirinya. Sang ayah membimbingnya untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, dan berenang sejak Nick berusia 18 bulan. Kemudian, dengan tekun dan sabar, sejak usia 6 tahun, Nick belajar menggunakan jari-jari kakinya untuk menulis, mengambil barang, dan mengetik. Kini, Nick menyebut telapak kakinya yang berharga itu sebagai "My Chicken Drumstick."
Agar bisa hidup lebih mandiri, kuat secara mental, dan bisa bergaul dengan luwes, ibu Nick memasukkan putranya ke sekolah biasa. Segera saja, Nick menyadari bahwa keadaannya sangat berbeda dengan anak-anak lainnya. Ia juga mengalami berbagai penolakan, ejekan, dan gertakan dari teman-teman sekolahnya. Hal ini membuatnya merasa begitu sedih dan putus asa. Pada usia 8 tahun, Nick sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun, kasih dan dukungan orangtuanya, serta hiburan dari para sahabatnya, mampu membuat Nick mengenyahkan pikiran tersebut. Ia menjadi lebih bijaksana dan berani dalam menjalani kehidupan.

Pada suatu pagi, saat usia 12 tahun, Nick mendapat pengalaman tak terlupakan. Saat bangun dan membuka matanya, tiba-tiba saja ia menyadari betapa beruntungnya dirinya. Ia sehat, serta punya keluarga dan para sahabat yang menyayanginya. Ia juga hidup dalam keluarga yang berkecukupan.

Setahun kemudian, ketika membaca surat kabar, Nick dan ibunya menemukan sebuah artikel yang sangat menggugah jiwanya. Artikel itu, berkisah tentang seorang pria cacat tubuh yang mampu melakukan hal-hal hebat, termasuk menolong banyak orang.

Untuk meraih mimpinya, Nick belajar dengan giat. Otak yang encer, membantunya untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan pada usia 21 tahun. Setelah itu, ia mengembangkan lembaga Non-Profit ‘Life Without Limbs' (Hidup Tanpa Anggota-Anggota Tubuh), yang didirikannya pada usia 17 tahun, untuk membantunya berkarya dalam bidang motivasi.

Kini, Nick Vujicic adalah motivator/pembicara internasional yang gilang-gemilang. Ia sudah berkeliling ke lebih dari 24 negara di empat benua (termasuk Indonesia), untuk memotivasi lebih dari 2 juta orang, khususnya kaum muda. Berkali-kali, ia diwawancarai oleh stasiun televisi dengan jangkauan internasional, seperti ABC (pada 28 Maret 2008). Produknya yang terkenal adalah DVD motivasi "Life's Greater Purpose", "No Arms, No Legs, No Worries", serta film "The Butterfly Circus."

"Pada saat itulah, saya menyadari bahwa Tuhan memang menciptakan kita untuk berguna bagi orang lain. Saya memutuskan untuk bersyukur, bukannya marah, atas keadaan diri sendiri! Saya juga berharap, suatu saat bisa menjadi seperti pria luar biasa itu-yakni bisa menolong dan menginspirasi banyak orang!", demikian ujar Nick, dalam sebuah wawancara.

Nick menikah dengan seorang wanita keturunan Jepang bernama Kanae Miyahara pada tanggal 12 Februari 2012. Kanae Miyahara bertemu dengan Nick Vujicic ketika Nick berada di Texas pada tahun 2008 ketika mengisi sebuah acara dimana ia sebagai pembicara. Dari pernikahannya tersebut, ia kemudian dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Kiyoshi James Vujicic.

Mungkin sosok Nick bisa kita jadikan sebagai inspirasi, dengan keterbatasan diri mulai dari lahir banyak sekali kesuksesan dah hal yang bisa dia perbuat untuk pencerahan ribuan orang yang dia berikan motivasi. Tidak kah kita tergerak untuk melakukan lebih karena Tuhan menciptakan kita sebaik mungkin?

Bila kita belum bisa memahami makna pemberian dan karunia dari Tuhan Sang Pencipta Alam, mungkin kita akan berprasangka buruk pada-Nya, kenapa kok ada yang terlahir ke dunia tidak sempurna selayaknya manusia lain, apakah Tuhan tidak adil?

Bila kita beriman kepada-Nya kita tetap akan mengatakan Tuhan Maha Adil dan yang paling adil. Semua hal apapun tidak mungkin terjadi tanpa sepengetahuan dan kehendak Tuhan.

Tuhan Maha Mengerti apa yang terbaik bagi umat-Nya, oleh karena itu apa yang kita miliki, apapun kondisinya, itulah yang terbaik bagi kita saat ini.






Rabu, 03 Mei 2017

BERKAT TUHANLAH YANG MENJADIKAN KAYA



Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. (Amsal 10:22).

MUJIZAT MASIH ADA



MUJIZAT MASIH ADA...

Pernahkah Saudara Mengalami Mujizat ???

Yukkk, bagikan Mujizat yang Saudara alami.
Kiranya bisa memberikan KEKUATAN IMAN dan PENGHARAPAN bagi Saudara-saudara kita...

MASA DEPAN SUNGGUH ADA


Jangan KECEWA dan PUTUS ASA dengan keadaanmu saat ini meskipun sepertinya TIDAK ADA HARAPAN.

Percayalah, DIBALIK MASALAH dan KECEWA yang engkau alami, Tuhan SANGGUP memberikan MUJIZAT bagimu.

Agar semakin NYATA bahwa semua itu bukan karena Kekuatanmu dan bukan karena Pertolongan manusia, melainkan karena KUASA TUHAN.

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. (Amsal 23:18).

APAKAH SANGGUP PERCAYA KUASA TUHAN ???



Jangan tanya : "Apakah Tuhan Sanggup Menolongku?", "Apakah Tuhan Bisa Selesaikan Masalahku?", "Apakah Tuhan Bisa Sembuhkan Penyakitku?"

Tapi Bertanyalah Pada Dirimu Sendiri : "APAKAH ENGKAU SANGGUP PERCAYA KUASA TUHAN?"