Selasa, 29 Desember 2009

Kutuk Menjadi Berkat

Bacaan Alkitab : Kejadian 50 : 15-21

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. (Kejadian 50 : 20).




Ibu Sutini pemilik warung nasi di dekat rumah saya mempunyai pengalaman pahit di masa lalunya. Umur 16 tahun, ia di nikahkan dengan pria yang tidak dicintainya, diceraikan lima tahun kemudian, dan harus berjuang bersama dua anaknya yang masih balita. Akan tetapi ia tidak menyalahkan siapapun, bahkan bertekad untuk tidak mengulangi hal yang sama terhadap kedua putranya. Mereka bebas memilih pasangan hidupnya masing-masing tanpa desakan atau paksaan.

Dalam perjalanan hidup, kita mungkin pernah mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan dari orang lain. Beberapa orang mungkin tidak mau mengingat-ingat hal itu seumur hidupnya. Namun ingatlah bahwa Tuhan dapat memakai hal-hal seperti itu untuk menjadi berkat bagi orang lain. Yusuf adalah salah satu contoh luar biasa bagaimana Allah sanggup mengubahkan hal yang sangat buruk dalam hidupnya menjadi kebaikan, bahkan Dia memberikan "hadiah" promosi yang luar biasa atas kesediaannya menjalani proses yang Allah berikan. Sebab itulah Yusuf dapat berkata, "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadaap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar."  Perkataan inimenandakan bahwa Yusuf telah di ucapkan oleh seseorang yang sudah dipulihkan dari kepahitan, sakit hati, serta keinginan untuk membalas.

Tuhan Yesus adalah teladan terbaik dalam hal ini. Dia mengalami aniaya, penolakan, dinyatakan bersalah tanpa sebab yang jelas, sampai mati di kayu salib. Tuhan Yesus tidak mau membalas dendam. Sebaliknya, penderitaan luar biasa yang dialami-Nya kelak dipakai Allah untuk menjadi berkat bagi setiap orang yang mau menerima Dia sebagai Juruselamat, tak terkecuali bagi para penganiaya-Nya.

hari-hari ini, mungkin kita sedang mengalami keadaan tidak mengenakkan dan ada banyak pertanyaan di benak kita. jangan terburu-buru menyalahkan Tuhan atau sesama manusia. Belajarlah untuk merespons seperti Yusuf dan Tuhan Yesus sampai rencana dan kehendak Allah dinyatakan dalam hidup kita.


Kebaikan seringkali tersembunyi di balik kemalangan.


Arah Kehidupan

Bacaan Alkitab : Filipi 3 : 13-16

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, 
tetapi ini yang kulakukan : aku melupakan apa yang telah di belakangku 
dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku. (Filipi 3 : 13).



Ketika ditanya komentar mengenai keadaan negara di bawah pemerintahan Presiden SBY (2004-2009), beberapa orang menyatakan bahwa keadaan pemerintah di Orde Baru relatif lebih baik, terutama menyangkut harga barang-barang kebutuhan sehari-hari yang terjangkau dibandingkan keadaan sekarang. Alih-alih menerima keadaan yang sedang mereka alami dan memikirkan apa yang dapat dilakukan untuk masa depan, mereka lebih memilih bernostalgia mengenai keadaan di masa lalu, bahkan sesekali menyalahkan pemerintahan yang ada.

Semula Paulus bertanya-tanya, bagaimana ia harus bertanggung jawab atas penganiayaan hebat yang dilakukannya terhadap umat Tuhan? Paulus menyaksikan dengan mata kepala sendiri ketika Stefanus di rajam batu sampai mati dan ia juga berusaha keras membinasakan para pengikut Jalan Tuhan. Tidak dapat dibayangkan bagaimana kira-kira perasaan Saulus ketika Tuhan Yesus menemuinya di jalan menuju Damsyik. Betapa pedih hati Paulus setelah mengetahui bahwa ia telah menganiaya anak-anak Allah dan berusaha keras melawan Kerajaan Allah. Namun, ia tidak mau di belenggu oleh masa lalu dan tidak ingin hidupnya tidak berdaya karena kekecewaan dan penyesalan yang tiada habisnya. Paulus memilih untuk lebih memusatkan perhatiannya untuk panggilan yang sudah Allah berikan padanya, yaitu untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa. Oleh karena itu, Paulus dengan tegas mengatakan, "...Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku" (Filipi 3 : 13). Paulus lebih tertarik pada sesuatu yang bisa di raih di masa depan daripada terkungkung dalam penjara masa lalu.

Sebagian besar manusia memiliki sejarah masa lalu yang kurang menyenangkan, bahkan kadangkala cukup buruk. Namun, tidak banyak yang meninggalkannya serta menaruh perhatian pada apa yang ada di depan. Bayangan masa lalu yang kelam dapat menyebabkan beban yang berat sehingga kita jatuh. Semua itu masa lalu, mari kita tinggalkan dan lupakan. Arahkan hidup pada apa yang ada di depan, bersama Tuhan, dengan kekuatan dan kuasa-Nya.


Masa lalu adalah pengalaman, sebagai cerminan masa depan yang akan kita alami.

Mau Dinasehati

Bacaan Alkitab : Keluaran 18 : 13-27

Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, 
tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak. (Amsal 12 : 15)




Bulan Maret 2009 yang lalu, publik Inggris dikejutkan dengan kemenangan dramatis Amir Khan atas sang legenda tinju Meksiko, Marco Antonio Barrera. Petinju Inggris ini dinyatakan menang technical decision.  

"Mengejutkan memang. Namun semua terjadi karena saya menuruti nasehat Manny Pacquiao. Cara yang saya gunakan serupa dengan cara Manny menaklukkan Barrera beberapa waktu lalu. Manny benar-benar membuat semuanya lebih mudah. Ia bilang, 'Pukul dan bergerak, pukul dan bergerak.' Menurut Manny, itulah cara mengalahkan  Barrera. Memang bermanfaat mengikuti saran orang yang tepat," katanya. 



Dari sekian banyak kesalahan yang seringkali kita lakukan, maka menganggap diri sebagai orang yang paling tahu segalanya merupakan salah satunya. Jika hal itu mulai muncul dalam diri seseorang, maka kesombongan akan datang padanya seperti jerat yang menjatuhkan. Ia akan lebih menuruti kehendak dan keinginannya sendiri serta mengabaikan nasehat orang lain. 

Musa memberikan sebuah teladan yang baik sebagai orang yang telah memiliki banyak pengalaman dalam hidupnya. Saat Yitro, mertuanya, menegur dan memberinya nasehat agar dapat menjalankan tugasnya sebagai pemimpin dengan lebih efektif, ia bersedia menerima dan menimbangnya. Jelaslah bahwa Musa bukan orang yang anti terhadap nasehat, kritik, atau pertimbangan dari orang lain walau ia memiliki status yang tinggi. Belakangan barulah nyata bahwa yang dikatakan Yitro adalah benar. setelah wasit menghentikan pertarungan pada ronde kelima. Saat konferensi pers, Khan membeberkan rahasia keberhasilannya.

Sebagai orang percaya, kita harus selalu membuka diri terhadap setiap nasehat yang datang, baik dari orang lain dan terutama dari Tuhan. Itulah sarana yang baik untuk kita dapat lebih mengenal diri sendiri sekaligus meningkatkan kompetensi diri ke arah yang lebih baik. Beberapa nasehat mungkin terasa keras dan menyakitkan, tetapi jangan pernah merasa alergi untuk mendengar nasehat. "Dengarkanlah nasehat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan" (Amsal 19 : 20)


Dengan nasehat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian
Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. (Mazmur 73 : 24)


RENUNGAN HARIAN KRISTEN


Kesaksian Mantan Ketua Tim Pemburu Hantu

Pada suatu hari di bulan Februari 2007 yang lalu seorang teman mengikuti sebuah persekutuan doa di Surabaya. Dalam acara itu ternyata ada pembicara tamu yang memberikan kesaksian. Dia adalah bapak Mahrus, seorang mantan Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) suatu front yang sangat terkenal di negeri ini, juga mantan Ketua Tim Pemburu Hantu di sebuah stasiun TV Swasta.

Pada suatu hari di akhir tahun 2005 bapak Mahrus diminta seorang pejabat di Jatim untuk mendapatkan bunga kencono wungu (?) yang dipercaya dapat mendatangkan kesaktian luar biasa sehingga bisa hidup selama-lamanya. Ketika ia melakukan tapa (semedi/meditasi) , ia kaget sekali karena melihat sebuah lengan terulur dari samping tubuhnya dan di tangan itu terdapat sebuah roti. Terdengar suara, “Inilah yang engkau cari…” Tiga kali hal itu terjadi, namun bapak Mahrus tak menanggapi, karena bukan itu yang ia cari. Ia sangat heran, tangan siapakah yang terulur tadi? Apa maksud roti di tangan itu?

Pada malam harinya bapak Mahrus didatangi sesosok tubuh yang pernah ia lihat fotonya di dalam buku atau majalah kekristenan. Ya, malam itu ia didatangi Isa Al-Masih. Tangan-Nya terulur, berisi roti, dan Ia mengatakan, “Inilah yang engkau cari…” Bapak Mahrus ragu-ragu, namun Tuhan Yesus memaksa memasukkan roti itu ke dalam mulutnya. Sejak saat itu ia mendapatkan damai sejahtera yang melampaui segala akal. Sosok Isa itu telah pergi, namun apa yang dirasakan bapak Mahrus tak dapat pergi. Sejak saat itu dia ingin tahu, roti apa yang ia telah telan.

Ia segera mendatangi sebuah gereja besar di Surabaya, namun karena mereka tahu dari penampilan wajah bapak Mahrus yang keturunan Arab ini dan mereka tahu bahwa beliau ini adalah Ketua DPD suatu ormas terkenal, maka tak ada hamba Tuhan di situ yang berani melayani bapak Mahrus. Namun seorang pengerja di situ memberi nama seorang hamba Tuhan yang tidak terkait dengan gereja apapun. Kepada hamba Tuhan ini bapak Mahrus bersoal jawab tentang kekristenan dan akhirnya ia minta dilayani pelayanan pelepasan. Sebelumnya bapak Mahrus adalah seorang yang memiliki “ilmu” bermacam-macam, memiliki banyak jin penolong dan memiliki ilmu kekebalan tubuh. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, semua ilmu itu dilepaskan, hubungan dengan kuasa-kuasa lain dilepaskan. Ia menerima kelahiran kembali dalam roh dan hatinya. Ia menjadi ciptaan baru di dalam Kristus, kehidupan yang lama telah berlalu, sesungguhnya kehidupan yang baru sudah datang.

Setelah mendapatkan penjelasan dari hamba Tuhan ini ia sekarang mengerti apa yang sebenarnya ia cari. Dari penjelasan itu ia tahu apa yang telah ia makan. “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya,” (Yohanes 6 : 51). Bapak Mahrus telah memakan roti hidup itu.

Ketika kisah tentang hal ini diceritakan kepada isterinya, sang isteri hanya berkata, “Umi sih terserah Abi saja!” Jadilah, satu keluarga ini percaya dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Nah, mulailah persoalan berdatangan. Seperti kita ketahui, seseorang yang murtad dari agama sebelumnya, maka darah orang itu halal untuk dicurahkan. Pada suatu hari rumah bapak Mahrus di Surabaya dikepung puluhan anggota dari ormas ini. Hukuman mati telah dijatuhkan oleh pimpinannya. Bagaimana keluarga Bapak Mahrus dapat luput dari kepungan pasukan yang dilengkapi berbagai senjata tajam ini? Pada saat itu semua ilmu kekebalan tubuh bapak Mahrus telah dilepaskan dan ia sepenuhnya bersandar pada perlindungan Bapa Sorgawi. Secara luar biasa dan penuh mukjizat bapak Mahrus dan keluarganya diloloskan oleh pertolongan Bapa Yang Mahakuasa, Pencipta Langit dan Bumi. Ia tidak mengerti betapa tak terduga dalamnya hikmat Bapa Sorgawi itu. Hikmat-Nya melebihi hikmat manusia. Puluhan orang itu tidak dapat menangkap atau mencederai bapak Mahrus, tanpa seizin Pencipta Langit dan Bumi.

Kehidupan beliau saat ini sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan dirinya lagi. Ia hidup oleh anugerah Tuhan semata-mata. Oleh karena kasih karunia Tuhan bapak Mahrus telah diselamatkan oleh iman. Ia telah mendapatkan apa yang ia cari. Itulah roti kehidupan. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.





Kesaksian Lainnya :

Senin, 28 Desember 2009

Kesaksian Dari Balikpapan

Saya dibesarkan oleh Kakek dan Nenek yang berpindah-pindah dari Jawa ke Sumatera dan akhirnya tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur. Saya masuk SD di sana dan diberi pelajaran agama Islam sampai semester akhir kelas VI.

Setiap hari sesudah pulang dan habis makan saya selalu pergi ke Mesjid untuk mempelajari agama Islam. Juga pada sore hari sebab saya ingin sekali keselamatan itu baik dalam hidup ini terlebih setelah meninggal dunia. Karena saya begitu rajin maka seringkali di sekolah saya menjadi contoh membaca doa dan cara sembahyang untuk teman-teman sekelas. Saya juga selalu pergi ke Mesjid belajar agama dan melakukan sembahyang lima waktu jum'atan tetapi dalam diri saya tidak pernah tumbuh belas kasihan terhadap sesama bahkan saya dibenci oleh tetangga karena menjadi biang-keladi anak-anak nakal.

Saya mulai sangat benci terhadap orang-orang Kristen, bahkan di Mesjid saya berjanji (sumpah) demi Nama Allah, Nabi Muhammad, dan isi alam semesta, saya tidak akan meninggalkan ajaran Islam. Saya mulai membenci gambar Isa [Yesus]. Dalam puncak kebencian inilah setiap saya menemukan gambar Isa saya cungkil matanya sehingga gambar Isa itu menjadi buta.

Pada suatu sore saya tidak pergi ke Mesjid, dan saat-saat termenung saya mendengar nyanyian-nyanyian orang Kristen dari tetangga yang satu-satunya orang Kristen di tempat itu. Karena puji-pujian itu, timbul dalam hati saya suatu kerinduan untuk mempelajari Injil. Ternyata dalam Injil itu juga menawarkan keselamatan baik untuk hidup kini maupun untuk hidup yang akan datang. Tanpa malu-malu saya datang pada tetangga untuk meminjam buku-buku Kristen dan juga Alkitab. Saya makin dipengaruhi oleh isi Alkitab sehingga selama dua tahun saya berusaha mengikuti baik agama Islam maupun agama Kristen. Akhirnya, sesudah lama mempertimbangkan kedua-duanya, saya mengambil keputusan untuk menjadi pengikut Isa Al-Masih.

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri." (Injil, Surat Efesus 2:8-9)

Baca juga Kesaksian berikut :

    1. Kesaksian Dari Balikpapan
    2. Kesaksian Hamran Ambrie - New !!
    3. Kesaksian Mantan Ketua Tim Pemburu Hantu
    4. Kesaksian Pendeta Yusuf Roni
    5. Kesaksian Puan Maharani (Tragedi Tsunami Aceh)
    6. Kesaksian Siti Zainab
    7. LUKISAN DARI JURANG MAUT - New !!
    8. Persiapkan Dirimu Untuk Bertemu Dengan Allah! - New !!

    Sumber : www.isadanislam.com

    Dimanakah Yesus Pada Usia 12 Hingga 30 Tahun ?

    Seperti kita ketahui bahwa keberadaan Yesus Kristus pada usia 12 hingga 30 tahun tidak tercatat di dalam Alkitab. Masih banyak hal lain yang dilakukan oleh Yesus, seandainya semuanya itu ditulis satu per satu, sudah pasti tidak akan bisa dimuat dalam buku di seluruh bumi.

    Di dalam Injil hanya menceritakan kehidupan Yesus ketika :
    1. Dilahirkan (Matius 1:18-25; Lukas 2:1-7)
    2. Disunat pada usia 8 hari dan diserahkan di Bait Allah (Lukas 2:21-40)
    3. Muncul kembali di tempat Bait Allah yang sama pada umur 12 tahun (Lukas 2:41-52)
    4. Penampilan diri-Nya di depan umum setelah di baptis oleh Yohanes 
    5. Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira 30 tahun (Lukas 2:23)
      Dari uraian diatas, kita bisa melihat bahwa ada "waktu kosong" (The Silent Period) selama 18 tahun, antara usia 12 hingga 30 tahun. "Kekosongan" ini telah menyebabkan banyak penulis mencoba mengisinya menurut tuntutan kepentingan mereka.

      Mengapa Yesus hanya ditampilkan hanya kelahiran-Nya, usia 12 tahun dan baru ditulis lagi setelah berusia 30 tahun? Dari perspektif Yahudi, hal itu bukan hal yang aneh, sebab menurut budaya Yahudi seorang laki-laki baru boleh mengajar di depan umum pada usia 30 tahun.

      Menurut hukum Yahudi, usia seorang anak di golongkan dalam 8 tahapan, yaitu :

      1. Yeled   = Usia Bayi
      2. Yonek  = Usia Menyusu
      3. Olel      = Lebih Tua Lagi Dari Menyusu
      4. Gemul  = Usia Disapih
      5. Taph    = Usia mulai berjalan
      6. Ulem    = Anak-anak
      7. Na'ar   = Mulai Tumbuh Remaja
      8. Bahar  = Usia Remaja

      Dari catatan tentang kehidupan Yesus dalam Injil, kita hanya membaca tiga klasifikasi usia saja yang dimuat, yaitu bayi (yeled), usia disapih (gemul), ketika ia diserahkan di Bait Allah di hadapan Simeon dan Anna, dan remaja (bahar, 12 tahun) ketika Yesus diajak Mar Yusuf dan Sayidatina Maryam, kedua orang tuanya, ke Yerusalem.

      Mengapa Yesus muncul pada usia 12 tahun? Karena usia 12 bagi tradisi Yahudi zaman Yesus begitu penting, karena seorang anak laki-laki Yahudi harus melakukan upacara yang disebut Bar Mitzvah (anak Hukum).

      Menurut legenda Yahudi, pada usia 12 tahun Nabi Musa meninggalkan rumah putri Firaun, Samuel menerima suara yang berisi visi Ilahi, Salomo (Nabi Sulaiman) mulai menerima Hikmat Allah dan Raja Yosia menerima visi reformasi agung di Yerusalem. Dalam rangkaian ritus Yahudi itu Yesus harus melakukan 'aliyah (naik) dan Bemah (menghadap mimbar untuk menerima kuk hukum Taurat). Upacara ini dilakukan pada hari Sabat, karena itu disebut juga thepilin Shabat. Sejak abad-abad Pertengahan, usia Bar Mitzvah dilakukan pada usia 13 tahun. Menurut literatur Yahudi abad pertengahan Sepher Gilgulim, semua anak Yahudi sejak usia 12 tahun, mulai menerima ruah (roh hikmat) dan pada usia 20 tahun ditambahkan baginya nishama (reasonable soul, "jiwa akali").

      Mulai usia 20 tahun tersebut seseorang harus memasuki sekolah khusus Yahudi (Bet Midrash). Sedangkan tahapan-tahapan pendidikan Yahudi adalah sebagai berikut: Mikra (membaca Taurat) mulai usia 5 tahun, Mishna mulai usia 10 tahun, Talmud pada usia 13 tahun (zaman Yesus 12 tahun); Midrash pada usia 20 tahun, dan sejak usia 30 tahun baru boleh mengajar di depan umum.

      Dari tahapan-tahapan pendidikan Yahudi pada zaman Yesus serta latar belakang agama dan budayanya, jelas bahwa spekulasi-spekulasi mengenai 18 tahun kehidupan Yesus yang hilang, sama sekali tidak mempunyai landasan sejarah. Jadi, kemana Yesus selama 12 tahun sampai 30? Jawabannya, berdasarkan data-data Injil sendiri (Matius 13:55; Markus 6:3), Yesus menjalani kehidupan sebagaimana layaknya anak-anak Yahudi dan ia bersama keluarganya bekerja di Nazaret sebagai tukang kayu.

      Mengapa kisah kehidupan-Nya baru dicatat setelah usia 30 tahun? Karena memang demikianlah lazimnya kehidupan orang Yahudi, sedangkan usia 12 tahun juga disinggung karena sebagai usia Bar Mitzvah. Maka adanya spekulasi-spekulasi Yesus sampai di India untuk belajar yoga bersama guru-guru dari Timur jauh, adalah fiksi yang hanya menarik didengar, ketimbang dibuktikan secara historis.

      Dikatakan bahwa Yesus sejak berusia 13 tahun hingga 29 tahun melakukan perjalanan ke India, Nepal, Ladakh, da Tibet. Perjalanan ini dilakukan baik sebagai murid maupun sebagai guru.

      Mau tau perjalanan Yesus Kristus selama 18 tahun pada masa "The Silent Period" ???

      Dapatkan segera informasinya...!!!
      Hanya Rp. 39.000,- 

      Pembayaran dapat di transfer melalui :


      Rekening BNI
      Nomor Rekening : 017-403-4860
      Atas Nama          : Annisa Rahmi
      Cabang              : Bukittinggi

      Setelah melakukan pembayaran, harap konfirmasi melalui email : renunganhariankristen@gmail.com.Anda akan segera mendapatkan link dan password melalui email dari saya untuk mendownload informasi tentang perjalanan Yesus Kristus selama 18 tahun pada masa "The Silent Period"

      Artikel terkait :







      Kesaksian Pendeta Yusuf Roni

      Kesaksian Y. Roni (Palembang)

      Sejak kecil saya dididik oleh keluarga dalam agama Islam yang sudah menjadi agama turun temurun bagi keluarga “KEMAS” di Palembang. Saya sebagai anak tunggal yang dididik dan dimiliki oleh seluruh keluarga, dalam arti saya dididik oleh orang tua saya, juga oleh kakek saya dan juga oleh paman-paman saya turut bertanggung jawab mengarahkan saya, demikianlah sistem ke-keluargaan kami, yang saya kenal dan alami sejak kecil. Jadi apabila ada keputusan yang akan diambil mengenai diri saya, maka orang tua saya tidak berhak mutlak, sebab harus dimusyawarahkan terlebih dahulu oleh keluarga besar seperti yang saya katakan diatas…..

      Yang dominan mendidik saya adalah kakek saya, karena itu sering saya disebut anak kakek (note: kakeknya adalah keturunan langsung dari Daeng Ario Wongso, anak Tumenggung Nogowongso, cucu pangeran Fatahillah, totalnya 10 keturunan dari Pangeran Fatahillah ke kakenya). Karena saya kagum dengan kakek yang wibawa dan kharismanya sangat besar ditengah-tengah keluarga kami, dan dalam masyarakat Islam Palembang! Sejak kecilpun saya sudah cenderung mempelajari agama Islam dan melaksanakan syariat-syariat agama dengan baik sampai saya dewasa tetap konsisten.
      Sebab rotanlah bagian saya ketika kecil apabila saya malas dalam melaksanakan ibadat. Demikian kerasnya keluarga saya mendidik saya dalam agama Islam, sehingga saya bertumbuh menjadi penganut yang fanatik dalam agama Islam! Setelah keluarga kami pindah ke Bandung, maka saya dimasukkan ke Pesantren YPI (Yayasan Pesantren Islam) Jln. Muhammad 16 Bandung yang dipimpin oleh Bapak K.H. Udung Abdurahman.

      Saya aktif dalam organisasi muda Islam yaitu sebagai :

      (1) Ketua Umum SEPMI(Serikat Pelajar Muslimin Indonesia) cabang Bandung.
      (2) Ketua I SEPMI Wilayah Jawa-Barat….
      (3) Ketua Lembaga Da’wah SEPMI Pusat ….
      (4) Ketua Seksi Pendidikan PSII (Partai Syarikat Islam indonesia, Cabang Bandung.
      (5) Ketua Seksi Pemuda PSII Kabupaten Bandung….
      (6) Ketua seksi Dawah dan Pers Pemuda Muslimin Indonesia WIlayah Jawa Barat.
      (7) Anggota GUSII (Gerakan Ulama Syarikat Islam Indonesia) wilayah Jawa Barat.
      (8) Salah satu anggotak pimpinan DPHD(Dewan Pimpinan Harian Daerah) KAPPI.

      Saya aktif dengan gigih memperjoangkan ideologi islam dalam kesempatan apapun, termasuk membendung perkembangan agama Kristen di Jawa Barat. Namun saya tidak pernah mendapat kepuasan rohani, dan hidup saya selalu gelisah karena rohani saya tidak mendapat ketenangan, bahkan diliputi tanda tanya tentang “Kepastian Keselamatan”. Dalam situasi inilah saya terpikat dengan Yesus Kristus yang memberikan keselamatan yang pasti sehingga sekarang saya mendapat “Damai Sejahtera” dari Tuhan dan sekarang ada ketenangan rohani sejak saya terima Yesus sebagai Juru Selamat…..

      Mengapa saya tertarik pada Kristen?

      Saya merasa perlu menjelaskan sebab-sebab saya tertarik kepada Kristen. Apa sebabnya Kristen itu, demikian menarik, dan apa daya tariknya, sehingga saya rela melepaskan agama Islam yang saya anut sejak dari turun temurun, dan pindah ke agama Kristen…..

      Hal ini bukanlah karena daya tarik materi, atau bujukan-bujukan pendeta atau orang-orang Kristen, sebagaimana sering diduga oleh sementara orang atau pihak orang luar bahwa orang-orang pindah ke agama Kristen, disebabkan bujukan-bujukan materi. Dalam kesempatan ini saya ingin menjelaskan bahwa pandangan-pandangan seperti ini sungguh sangat keliru!…..
      Yang benar, ialah karena “Panggilan dari Tuhan Yesus”, secara pribadi pada tiap-tiap orang yang dikehendakiNya. Sedangkan saya secara pribadi sangat terpikat dengan “Kepastian Keselamatan” yang diberikan oleh Yesus Kristus dalam ajaran-ajaranNya yang tertera di dalam Al Kitab.

      Secara terperinci saya uraikan sebagai berikut:

      A. Pertobatan dari Dosa


      (A) Soal Dosa
      Dosa yang menyerang dan melekat pada manusia tanpa terkecuali, tiada satu manusiapun yang terluput dari dosa. Dan dosa dari dahulu sampai sekarang tetap sama… Apa itu dosa sehingga memberatkan manusia?…

      (1) Asalnya Dosa.

      Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam bujukan Iblis, maka manusia telah hilang segala kemulian Allah yang ada padanya. Adam dan Hawa jatuh di dalam dosa karena melanggar perintah Allah.
      “Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan ALlah. Ular itu berkta kepada perempuan itu:”Tentulah Allah berfirman : Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buah nya bukan?…” “lalu sahut perempuan itu kepada ular itu : “Buah phon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada ditengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati” “Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi ALlah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka dan kamu akan menjadi seperti Allah tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
      “Perempuan itu melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian.

      Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia dan suaminya memakannya” “Maka itulah dosa manusia yang pertama dan akibatnya besar lagi hebat dan hukumannya segera datang. Sebab Adam dan Hawa telah memperoleh sifat-sifat yang suci dari Allah maka dosa itu datangnya dari luar mereka.
      Asalnya dari Iblis dengan perantaraan ular.
      Dengan Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka segala sifat-sifat yang suci dari Allah itu telah hilang, karena itu mereka mendapatkan dirinya telanjang, setelah melanggar perintah Allah dengan memakan buah larangan tersebut.

      (2) Dosa Warisan

      Semua orang telah lahir di dalam dosa, maksudnya manusia itu cenderung atau mempunyai tabiat-tabiat dosa, atau karakter dosa, inilah maksud dosa warisan.
      Dulu saya menyangka bahwa dosa warisan itu adalah dosa turunan dengan pengertian; dosa bapak kita, kitalah yang menanggungnya, atau dosa kita, anak kitalah yang menanggungnya. Bukan ini maksudnya dosa warisan! Maksud dosa warisan ialah kecenderungan manusia berbuat dosa atau pengaruh dosa itu telah mempengaruhi hidup manusia turun temurun, tabiat-tabiat dosa melekat pada manusai antara lain; menentang kepada Allah, berontak kepada segala perintah-perintahNya, itulah sifat-sifat manusia. Buktinya dosa bohong, sejak kecil tidak ada yang mengajari bohong, namun manusia sudah pandai berbohong. Siapakah manusia yang tidak pernah berbohong?

      Itulah pengaruh dosa yang melekat pada manusia sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, dan pengaruh itu terus diwarisi oleh manusia turun temurun. Dan manusia tidak bisa keluar dari dosa ini dengan segala ikhtiar dan usahanya sendiri. Contohnya : orang yang jatuh ke dalam lumpur, makin dia berusaha sendiri, makin orang itu masuk lumpur lebih dalam, itulah sebabnya manusia yang berusaha sendiri, terkecuali ada orang lain yang menolongnya di luar lumpur itu, barulah dia dapat keluar dari dalam lumpur itu. Orang yang dapat menolong kita keluar dari lumpur dosa ialah satu-satunya, Yesus Kristus!
      “Sebab semua orang telah berdosa!
      “TIdak ada yang benar, seorangpun tidak.”
      “Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!”

      (3) Hakekat dosa

      DOsa harus ditanggung oleh manusia-manusia harus menanggung segala kesalahaan-kesalahannya.
      “Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati!” Karena itu manusia berusaha akan menghapus dosanya dengan berbagai cara, namun sia-sia, sebab pasti manusia itu jatuh lagi, jatuh lagi, dan tidak luput dari dosanya.
      Hakekat dosa terletak di dalam hati manusia, bila hatinya busuk, dia lebih berdosa dari apa yang bisa dilihat oleh manusia secar lahiriah. Dan saya sependapat juga dengan pengajaran Ki Agen Suryomentaram, bahwa segala sesuatu kebaikan atau kejahatan terletak pada hati manusia!
      Hanya Yesus Kristus yang dapat menyucikan manusia dari segala dosanya!. “Dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”

      Sebab itu manusia hidupnya tidak ada damai, disana-sini terjadi kekacauan karena dosa. Manusia berkeinginan berbuat baik namun tidak pernah terlaksana, disebabkan dorongan hawa nafsu lebih menguasainya. Keinginan daging lebih menguasai manusia, daripada keinginan Roh Kebenaran.
      “Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.” Sebab perbuatan dosa itulah keinginan daging, nafsu manusia yang melekat pada tabiat manusia. Keinginan daging, kata-kata Yunaninya Sarx, maksudnya keinginan hawa nafsu manusia yang tidak dapat dilepaskan oleh manusia itu! “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseturuan, perselisihan, irihati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.” Itulah hakekat dosa yang tidak bisa dihindar oleh manusia, dan apa akibatnya. “Sebab upah dosa ialah maut”.

      Dosa inilah menjadi pemikiran dalam kehidupan manusia, juga dalam kehidupan saya yang ingin mencari kebenaran, dan ternyata hanya dalam Yesus saja ada jalan keluar dari lingkaran dosa!

      (B) Soal pertobatan

      Bertobat adalah bukan hanya kesediaan manusia, tapi juga karya Allah. Jadi kesediaan manusia dan kehendak Allah harus berpadu menjadi satu. Bertobat adalah ajakan Allah kepada kita.
      “Waktunya telah genap; Kerajaaan ALlah sudah dekat, bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”…. dan tawaran Allah harus disambut oleh manusia “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini jika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman.”
      Sebab Allah datang buat orang-orang berdosa.
      “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” Saya merasa orang berdosa yang amat sangat, hidup saya dulu penuh dengan kemunafikan, kenajisan dan kekotoran. Biarpun orang memandang secara lahiriah saya beragama dengan baik, namun hati saya busuk dan kotor, karena pengaruh dosa yang sudah melekat pada manusia. Saya telah berulang kali, berusaha sekuat tenaga untuk hidup berbuat baik, namun hati saya gelisah, tiada damai, karena itu saya tertarik kepada Tuhan Yesus yang dapat menebus dosa saya dengan pasti,seperti firmanNya.
      “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” Setelah saya menerima Yesus dalam hati, dan bertobat padaNya, maka hati saya ada damai, karena kepastian yang sepasti-pastinya dosa saya diampuniNya, dan saya menjadi orang yang berbahagia, “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya dan ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.” Itulah saya merasa tertarik pada Yesus, yang begitu menjamin bahwa dosa saya sudah dihapuskan dengan pasti. Dan saya merasa tidak ada lagi yang dapat menjamin begitu pasti selain Dia ialah Yesus Kristus!

      (B) KEPASTIAN KESELAMATAN (HIDUP YANG KEKAL)

      Terus terang saya katakan bahwa sebelum saya masuk Kristen, diri saya selalu diperhadapkan oleh pertanyaan yang timbul dalam hati saya: ‘Pastikah saya masuk sorga?’ Sebab tidak ada kepastian yang menjamin bahwa ‘pasti selamat’ dan bila mati kelak ‘Pasti masuk sorga’. Semua hanya mengira-ngira saja, bila berbuat ini dan beramal itu, maka kelak mudah-mudahan masuk sorga. Atau sorga itu, soal bagaimana nanti masuk sorga seperti dapat lotere saja!
      Namun dalam Kristen, Yesus menjamin dengan pasti!
      “Supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal.” Yesus datang ke dunia menawarkan keselamatan yang pasti bagi manusia, sebab apa? Dia-lah Juru Selamat.

      (1) Juru Selamat

      Yesus Kristus, dari namaNya saja sudah menandakan DIa sebagai ‘Juru Selamat’ (Pelepas). Yesus dari bahasa Ibrani “Jusa”, Isa dari bahasa Arab ‘Ja’su’ berarti Pelepas atau Juru Selamat.
      Sang Juru Selamat ini sudah dijanjikan sejak ketika manusia jatuh di dalam dosa. “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya” (Kejadian) Benih perempuan yang menjadi musuh si ular adalah Yesus. Bahwa benih perempuan itulah yang akan mengalahkan Iblis dan menyelamatkan manusia dari dosa, dari hukuman Allah. Karena itu kelahiran Yesus ke dunia ini adalah kelahiran Sang Juru Selamat. “Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud” (Lukas)

      Dan Juru Selamat ini telah dijanjikan ALlah sejak dahulu kala dan hanya Dialah yang dapat menyelamatkan!. “Aku, AKulah Tuhan dan tidak ada juruselamat selain dari padaKu”(Yesaya)
      “Tetapi Aku adalah TUhan, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal Allah kecuali Aku, dan tidak ada juru selamat selain dari Aku.” (Hosea)
      Benar! hanya Tuhan saja yang datang menjadi Anak Manusia sebagai juru Selamat manusia. Sebab manusia sesama manusia tidak bisa menyelamatkan, bahkan justru sering terjadi sebaliknya, seperti kata pepatah mengatakan:’Homo Homini Lupus’ manusia yang saya akan menjadi serigala terhadap manusia lainnya.’ Karena itulah Yesus-lah Juru selamat dunia.

      “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kau katakan, sebab kami sendiri telah mendengar DIa dan kami tahu, bahwa DIalah benar-benar Juru Selamat dunia.” “Dan kami telah melihat dan bersaksi bahwa Bapa telah mengutus AnakNya menjadi Juru Selamat dunia.” Dan Yesus-lah Juru Selamat untuk semua manusia, inilah tawaranNya, tidak terbatas siapa saja yang mau percaya, dan juga Dia tidak memaksa. Kenapa saya begitu tertarik dan yakin bahkan haqqul yakin pada Juru Selamat adalah Yesus, saya illustrasikan sebagai berikut: “Seandainya ada orang yang mengajak dan menawarkan saya pergi ke negeri Amerika Serikat. Orang yang mengajak ini secara pribadi tidak diragukan kejujuran nya dan kesetiaannya dan kebaikannya buat mengantar saya ke AS, namun sayang pengantar itu sendiri belum pernah ke Amerika. Tapi sekarang Presiden AS Jimmy Carter menawarkan kepada saya untuk berkunjung ke Amerika. Saya pribadi akan memilih tawaran Presiden Jimmy Carter, sebab beliau orang Amerika, tahu seluk beluk Amerika, dan berkuasa di sana, jelas tidak akan kesasar lagi, pasti saya sampai di Amerika dengan pasti. Begitu juga ke sorga, saya menerima tawaran Yesus, dan pasti ke sorga! kenapa? Sebab Yesus datang dari sorga, Pemilik sorga, dengan sendirinya barang siapa menerima ajakanNya pasti sampai ke sorga!

      (2) Keselamatan

      Keselamatan yang ditawarkan Yesus Kristus adalah keselamatn yang pasti, sesuai dengan janjiNya. “AKulah Pintu; barangsiapa masuk melalui Aku (Yesus), ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar menemukan padang rumput.” “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Dan sekarang janjiNya itu ada pada firmanNya yang disebut Injil, dan Injil itu adalah berita keselamatan, Injil itu adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan, “Sebab aku (Paulus) mempunyai keyakinan yang kokok dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.” Hanya Yesus-lah yang dapat menjamin memberikan keselamatan yang pasti. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusaia yang olehNya kita dapat diselamatkan.” Keselamatan yang pasti inilah membuat saya tertawan pada Yesus Kristus, dan saya seperti mendapat permata berlian yang tiada ternilai, sebab percumalah hidup di dunia ini senang, tanpa jaminan keselamatan yang pasti.

      Dan setelah saya beroleh keselamatan yang pasti ini maka hidup saya mendapat ketenangan, kedamaian. Hilang semua kekuatiran dan kegelisahan saya yang dahulu, apakah saya pasti masuk sorga atau tidak. Tapi sekarang dengan segala jaminan yang diberikan oleh Yesus, maka saya pasti bersama-sama Dia di Sorga bila saya dipanggilNya kelak.

      C. KELAHIRAN BARU


      Tentang ajaran mengenai “kelahiran baru”, barulah dalam Injil saya dapati pelajaran ini, sejak dulu belum pernah saya mendengar dan ketahui. Rupanya ajaran tentang kelahiran baru, adalah kunci dari kehidupan iman Kristen! Pantas saja! dahulu saya berkeinginan hidup selalu suci, hidup dalam kebaikan, tapi nyatanya tidak bisa, disebabkan tabiat dosa itu menguasai hidup saya. Tapi hidup dalam Kristus, kita menjadi “hidup baru”, karena kita harus dilahirkan kembali.
      “Yesus menjawab, katanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Dilahirkan kembali, berarti dilahirkan oleh air dan Roh.
      “Jawab Yesus “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Maksudnya adalah air baptisan dan pengurapan Roh Kudus!

      (1) Baptisan

      Ialah sebagai materai, atau sebagai simbol bahwa seseorang sudah menjadi kristen karena percaya kepada Allah, dalam Kristus. “jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”
      Air Baptisan itu hanya simbol saja, tapi baptisan itu sendiri berarti menanggalkan cara hidup kita yang lama, mematikan “ego” atau “aku” kita dan hidup yang baru di dalam Kristus, hidup di dalam penguasaan Rohul Kudus, karena itu baptisan bukan dengan air saja tapi dengan kuat kuasa Rohul Kudus.

      (2) Hidup di dalam Roh

      Hidup yang lama adalah hidup di dalam kedagingan, “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseturuan, perselisihan, irihati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraaan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.”
      Sedangkan hidup yang baru adalah hidup di dalam penguasaan Rohul Kudus, dan hidup itu berbuahkan Roh yaitu, “Tetapi buah Roh ialah: Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri: Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”
      “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah kita juga dipimpin oleh Roh.”
      Berarti yang menguasai hidup baru bukan lagi “ego” atau “aku”nya, tetapi Roh Allah itu bertahta di dalam hati, di dalam seluruh kehidupan, hidupnya sehari-hari.

      Sehingga yang menguasai hidupnya bukan “ak”nya lagi, tapi Kristus, sebab “aku”nya sudah turut disalibkan, mati, ketika Kristus disalibkan, dan sekarang yang hidup adalah Kristus.
      “supaya aku hidup untuk ALlah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup didalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan dirinya untuk aku.”

      Dan hidup baru, berarti ada perubahan di dalam Kristus, perubahan itu ada yang sekaligus, dan ada yang bertahap, dan itu adalah pekerjaan Roh Allah, misteri Ilahi.
      Sedikit saya bersaksi tentang kelahiran baru ini, yang saya alami secara pribati; ketika saya bertobat dan dibaptis, saya belum lahir baru secara total, yaitu “ego” saya masih menguasai hidup saya. Baru di dalam tahanan saya merasa ada perubahan yang total oleh Rohul Kudus, lahir baru 100 prosen. Sehingga Jusuf Roni yang lama telah mati, tapi sekarang yang hidup adalah Kristus.
      “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi”. “dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya”. Itulah hikmahnya selama saya di dalam tahanan. Penjara itu secara rohani saya anggap sekolah Tuhan buat mendidik saya, tapi bukan berarti secara hukum saya mentolelir penahanan yang berlarut-larut boleh dibiarkan!

      Dan juga salah-lah pendapat bahwa dengan menahan saya berlarut-larut bisa mengubah iman Kristen saya, karena iman percaya itu datangnya dari Tuhan, maka justru iman Kristen saya bertambah-tambah! (note: di dalam penjara dan dalam penderitaan yang sulit inilah, Jusuf Roni pernah merasakan dirinya benar-benar dibawa pergi ke atas dan bertemu dengan Juru Selamat kita Yesus Kristus. Ia diperlihatkan Sorga yang indah itu oleh Tuhan Yesus, sebenarnya ia tidak ingin kembali, namun Yesus menyuruh dia kembali untuk menjadi saksiNya.)

      “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.” Perkara kelahiran baru ini adalah perkara rohani, hendaknya dengan mata rohani pula barulah kita dapat mengertinya, dan berbahagialah orang-orang yang mata
      rohaninya dicelikkan oleh Tuhan.
      “Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.”

      D. KASIH

      Ajaran tentang Kasih di dalam agama Kristen adalah menempati pusat pemberitaan dalam firman Allah.!
      “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang palin gbesar diantaranya ialah kasih.”
      Sebab karena Kasih Allah juga, maka manusia beroleh keselamatan, hidup yang kekal, oleh sebab itu manifestasi iman Kristen adalah di dalam mengasihi sesama manusia. “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih” “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh Kasih” Karena kasih Allah itu terlebih dahulu, maka yang percaya beroleh keselamatan.
      “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia itu, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
      Kasih Allah itu tidak terbatas, dan sangat besar, dan karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita, maka kita baru dapat mengasihi dan mempunyai kasih, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahuli mengasihi kita” Karena itu kewajiban sebagai orang Kristen untuk memanifestasikan kasih Allah itu di dalam sikap hidupnya sehari-hari. Oleh sebab itu apabila gereja memberikan bantuan materiil atau aksi-aksi sosial, hal ini bukanlah dalam rangka untuk mengubah iman orang yang diberi bantuan, namun untuk melaksanakan ajaran tentang kasih, dan menyaksikan kasih Allah itu kepada manusia siapa saja tanpa pilih bulu, karena Allah mengasihi seluruh dunia.

      E. Pekabaran Injil

      Pekabaran Injil adalah merupakan suatu keharusan dalam ajaran Kristen, karena ini merupakan perintah Tuhan yang tidak dapat tawar-menawar, sesuai dengan (SK) Tuhan nomor 28 yaitu Injil Matius pasal 28 ayat 18,19,20 sebagai berikut:
      “Yesus mendekati mereka dan berkata:”KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Karena itu Kristen adalah agama missioner atau agama da’wah, yang mempunyai kewajiban buat memberitakan Injil Keselamatan ke seluruh dunia. Namun patut diketahui hal ini bukanlah Kristenisasi, sebab Pekabaran Injil mengandung maksud ialah tiga bagian;

      (a) Informasi : Memberikan penerangan dan pemberitaan tentang iman kristen, tentang jalan keselamatan kepada siapa saja, agar orang tahu bahwa Yesus adalah Juru Selamat
      (b) Persuasi : Menjawab setiap pertanyaan dari siapa saja yang ingin bertanya atau mempertanyakan tentang Yesus Kristus itu, sesuai apa yang ada dalam AlKitab.
      (c) Edukasi: Mendidik umat Tuhan dalam melaksanakan ajaran Tuhan.

      Hal ini jelas tidak ada Kristenisasi, sebab untuk menjadi Kristen atau percaya kepada Yesus bukanlah hasil pekerjaan manusia, bukan juga hasil penginjil atau pendeta, namun adalah pekerjaan Tuhan, atau pekerjaan Rohul Kudus itu sendiri di dalam hati manusia, yang dipilihNya agar selamat!
      Demikianlah apa sebabnya sehingga saya tertarik pada ajaran Kristen, sebagaimana sudah saya jelaskan pada keterangan diatas, untuk sebagai gambaran bahwa sungguh saya tertarik pada Kristen karena ajarannya dapat saya terima dalam segala hal, dan inilah pilihan saya secara pribadi!.
      Banyak orang menduga mustahil, saya percaya kepada Tuhan Yesus, apabila melihat latar belakang saya, namun inilah kenyataannya bahwa apa apa yang dianggap mustahil oleh manusia, akan tetapi apabila Allah berkehendak, tidak ada mustahil.
      “Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah”.

      KESAKSIAN

      Dalam kehidupan seorang Kristen; kesaksian menempati tempat yang terpenting, sebab kesaksian adalah manifestasi dari pengakuan iman percaya seorang Kristen. Kesaksian seorang Kristen dalam sikap hidupnya sehari-hari dan dalam ucapannya baik secara lisan maupun tulisan, tercermin dan terpancarlah bahwa ia seorang Kristen. Kekristenan tanpa kesaksian adalah ke Kristenan yang lumpuh, berarti juga iman Kristianinya kering dan tandus karena tidak ada hujan berkat dari sorgawi. Kesaksian berarti menceritakan, memberitahukan, mengkhabarkan kepada orang lain, agar orang lain tahu, segala perbuatan Allah terhadap dirinya secara pribadi, apa yang dialaminya sehingga dia menemukan dan mendapatkan Kasih Tuhan Yesus terhadap diri pribadinya.
      Untuk lebih jelas saya uraikan sebagai berikut :

      A. Kedudukan Kesaksian
      Kesaksian adalah inherent dari identitas Kristen, merupakan suatu kewajiban yang mutlak, keharusan yang tidak boleh ditawar lagi, sebab kesaksian merupakan realisasi dari pengakuan iman percaya ke-Kristenan, sebagaimana dalam firman Tuhan.
      “Setiap orang yang mengaku Aku(Yesus) di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya didepan BapaKu yang di sorga. Tetapi barang siapa menyangkal Aku didepan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang disorga.”
      TIdak ada pilihan lain bagi seorang Kristen untuk bersaksi tentang iman percayanya. “Tetapi kami juga *harus bersaksi*, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku”
      Kata-kata “harus bersaksi” saya garis bawahi, menunjukkan suatu kewajiban yang mutlak. Untuk itu saya tidak berbuat lain, selain harus konsekwen melaksanakan firman Tuhan ini.!

      B. Maksud dan Tujuan Kesaksian
      Maksudnya ialah menceritakan segala perbuatan Allah, apa yang telah Allah lakukan terhadap kita, bahwa kita telah diselamatkan dari kematian yang kekal. Dari hasil pergumulan itu, dalam mencari kebenaran yang hakiki, maka Yesuslah kebenaran yang sejati, itulah perbuatan Allah yang ajaib! “Sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring, dan menceritakan
      segala perbuatanMu yang ajaib” Pulanglah kerumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihi engkau!
      Dengan kesaksian itu kita menjadi saksi Tuhan.
      “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau ROh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu (Yesus) di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai keujung bumi.”
      Bahwa orang Kristen harus menjadi terang dunia. “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak diatas gunung tidak mungkin tersembunyi.” Menjadi terang dunia berarti supaya orang lain tahu, dan menerangi manusia-manusia lainnya, dalam hal ini terkandung makna tentang mengabarkan kepada orang lain.
      Jadi tujuannya ialah memberikan kekuatan impian percaya terhadap sesama saudara seiman agar iman yang lemah dikuatkan, dan yang kuat makin bertambah-tabah, sehingga tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan.
      Bersaksi berarti menerangi, menerangi berarti juga menegur yang didalam kesesatan, dan apabila yang beriman tidak menegur, maka sangsinya bagi yang tidak menegur ialah hukuman Allah,
      “Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggung jawab atas nyawanya daripadamu.”
      Oleh dasar-dasar itulah saya berkeharusan bersaksi, menceritakan pengalaman pergumulan di dalam mencari kebenaran yang hakiki, sampai saya mendapatkannya, bahkan mendapat jaminan “Keselamatan” yang pasti di dalam Kristus Yesus!

      Kesaksian Lain :

      Kesaksian Siti Zainab

      Nama saya Siti Zainab. Saya seorang wanita Melayu Muslim dari rantau Asia Tenggara. Saya dilahirkan dalam keluarga Muslim yang cukup tradisional dan kuat berpegangan pada agama Islam. Sejak semula saya telah di-didik dengan keagamaan Islam yang mendalam lagi mantap. Pada tingkat sekolah dasar, saya juga di-didik di sekolah madrasah dan bermuqaddam, mengaji dan telah belajar tentang rukun-rukun Islam serta al-Quran dengan ustazah-ustazah dan guru-guru agama Islam yang lain. Disana saya diajar untuk patuh kepada Allah s.w.t. serta tunduk kepada Dia dan meneladani Nabi Muhammad dan sunnahnya sebagaimana yang terdapat di dalam Hadis. Saya mengaji dengan sempurna dan kedua ibu-bapa saya sangat puas hati dengan pembentukan keislaman saya. Pendek kata, saya telah mengalami pertumbuhan yang cukup mantap sebagai seorang muslimah Islam.

      Saya tidak pernah tinggalkan ibadat sholat lima kali sehari saya, dan saya juga berpuasa secukup cukupnya setiap bulan Ramadhan. Saya juga menegakkan rukun-rukun Islam itu tanpa diminta atau disuruh oleh siapapun, terutamanya orang-orang tua saya. Pendek kata, pengalaman saya sebagai seorang Muslimah yang saleh tidak pernah dipertikaikan oleh sesiapapun. Walaupun saya telah mengerjakan rukun-rukun Islam saya dengan rajin, tekun dan taat-setia. Setelah bertahun-tahun menunaikan kewajiban Islam saya tidak pernah mempersoalkan pentingnya atau keistimewaan ibadat Islam saya itu. Tetapi, lama kelamaan, kegiatan-kegiatan tersebut hanya menjadi ritual dan keharusan yang semakin kehilangan makna dan kekhusyukannya bagi saya. Apakah semua ini merupakan rutinitas sebagai tanda hubungan seorang hamba dengan Tuannya saja? Dilakukan yang hanya untuk mendapatkan pahala semata-mata!

      Saya bertanya demikian di dalam hati saya sendiri, dan tidak mengemukakannya secara terbuka karena tidak ingin menyinggung perasaan sahabat-sahabat Islam saya dan saya juga ingat telah dilarang dengan keras oleh guru-guru agama saya sewaktu saya menanyakan permasalahan serta kesulitan saya seperti itu kepada mereka. Tetapi, masalah itu masih tetap berada di dalam jiwa dan fikiran saya, lebih-lebih lagi ketika usia saya bertambah, terutamanya ketika saya belajar di Sekolah Tinggi! Saat saya semakin matang dalam kedewasaan, saya dapati bahwa ibadat-ibadat Islam itu menjadi semakin cetek, dangkal dan kosong saja dalam arti kata hassanah dan anugerah Tuhan yang sebenarnya. Saya mencoba memfokuskan perhatian saya kepada yang indah dan murni setiap kali usai mengerjakan ibadah itu, tetapi tidak dapat menghilangkan kesadaran akan kedangkalan dan kekosongan didalam menjalankan semua ibadat Islam itu! Inikah cara yang terbaik bagi Manusia menjalinkan hubungannya dengan Tuhan ?

      Setelah menyelesaikan Sekolah Tinggi, saya berhasil masuk Institusi Pengajian Tinggi (IPT) dalam jurusan pilihan saya. Di situ saya telah memperbanyak bahan pembacaan saya, karena masih mencari jawaban akan kekosongan seperti yang saya sebutkan di atas. Saya mulai tertarik pada sebuah buku yang berjudul “Appointment in Jerusalem atau diterjemahkan “Pertemuan di Yerusalem”. Buku ini hasil karya seorang wanita bangsa Danish. Buku ini menceritakan tentang pencarian wanita ini untuk makna dan kepuasan rohani dalam keagamaannya. Saya tertarik dengan isinya, karena sangat mirip dengan pergumulan rohani saya sendiri!

      Saya agak terkejut ketika mendapati bahwa wanita Danish ini memperoleh keinsafan dan kesedaran rohaninya melalui hubungan secara langsung dengan Tuhan. Yaitu manusia boleh berhubungan dengan Tuhan bukan hanya melalui peraturan-peraturan keharusan ibadah mereka, tetapi manusia sudah boleh mengalami satu hubungan peribadi dan secara langsung dengan Pencipta, ‘mereka sebagai anak-anak dengan Tuhan sebagai Bapa mereka!‘ Hubungan ini adalah suatu hubungan peribadi serta dinamik, yaitu manusia sekarang boleh mengenali Tuhan secara peribadi dalam pengertian Ayahanda dan anakanda.

      Mungkin pertalian rohaniah inilah yang saya cari-cari selama ini? Di dalam Kelas IPT saya ada beberapa orang Kristen yang peramah lagi budiman. Tetapi saya tidak terlalu bergaul dekat dengan mereka dan hanya memperhatikan mereka dari jarak jauh. Saya ingin perhatikan jika iman mereka mirip dengan pengalaman saya sendiri dalam keislaman saya atau juga pengalaman rohani merekapun dangkal seperti diceritakan di atas! Walau orang-orang Kristen ini kelihatan kuat imannya, tetapi mereka tidak ‘menginjilkan’ saya dengan agama Kristen. Setelah beberapa bulan berlalu, barulah saya mulai menanyakan mereka tentang pengalaman keagamaan dan rohani mereka. Mereka sangat heran bahwa saya, seorang Islam, ingin berbicara tentang keagamaan dengan mereka, umat Kristen! Tapi saya sangat menghormati mereka karena tidak mencoba ‘menjual’ agama mereka kepada saya. Sebaliknya kami bersama-sama dapat bercerita tentang pengalaman rohani dan keagamaan kami sebagai orang dewasa yang matang.

      Dari berinteraksi dengan pelajar-pelajar sekelas saya inilah, saya telah peroleh fahaman lebih dalam tentang ajaran Kristen dan apa yang diceritakan di dalam buku “Appointment in Jerusalem itu. Akan tetapi, selama dua tahun dalam kelas IPT itu saya tidak berbuat apa-apa. Saya masih ingin mencari dalam agama Islam saya tentang hubungan yang sejati di antara Tuhan dan manusia, dan membandingkannya dengan ajaran-ajaran Injil. Dan selama dua tahun itu teman-teman Kristen yang sekelas dengan saya sangat sabar atas pertanyaan serta permasalahan-permasalahan saya, terkadang ada pemasalahan yang dangkal dan ada juga yang sulit! Tetapi sayapun sangat tertarik dengan kesopanan, keramahan serta keikhlasan mereka ini.
      Sesudah dua tahun telah berlalu, bersama-sama dengan pencarian saya itu, saya akhirnya membuat keputusan untuk memeluk ajaran Injil sesungguhnya yang diwartakan oleh Al-Masih Isa itu. Sejak itu, ibadat sembahyang, puasa serta amal-amal salih saya yang lain telah diperkayakan dan dianugerahi hassanah dan kurnia ilahi berlipat ganda yang tak terbanding nikmatnya! Barulah saya sadar bahawa manusia tidak hanya seperti ‘robot’ dan memiliki perhubungan dengan Tuhan hanya sebagai khadam-Nya atau sekadar hamba-Nya sahaja!

      Sebaliknya, di dalam ajaran Kitab Suci Injil semua insan yang menerima Jalan dan Hakikat Allah yang benar akan memiliki hubungan yang baru dan dinamik dengan-Nya, yakni bergelar sebagai anak-anak Allah; seperti yang tercatat dalam Nas Alkitab :
      ‘Tetapi kepada orang yang menerima-Nya diberi-Nya hak untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu kepada mereka yang percaya kepada nama-Nya.
      Kelahiran mereka bukan dari darah, bukan dari keinginan daging, dan bukan dari keinginan seorang lelaki, melainkan dari Allah.’ Yohanes (Yahya) 1 : 12-13

      Setelah menerima anugerah dari Tuhan sebagai anak-Nya, kehidupan saya mulai berubah dan keluarga saya mulai memperhatikan saya. Akhirnya, mereka mengetahui bahwa saya telah bertobat dan memeluk ajaran Isa al-Masih yang terdapat di dalam Al-Kitab/Bible itu. Pada saat itu, mereka tidak dapat menerima saya sebagai seorang pengikut Isa al-Masih. Dan saya terpaksa mengharungi banyak rintangan-rintangan yang cukup rumit dan sulit dalam keluarga saya.

      Walaupun begitu, Tuhan Allah telah mempersiapkan saya dengan semangat kesabaran yang tepat, terutama untuk menghadapi pahit-manis reaksi awal keluarga saya, diawal saya menerima Isa sebagai Penebus, Firman dan Kalimat Allah yang hidup itu (Yohanes 1:1-5, Surah 3/45, surah 4/171) ke dalam kehidupan saya peribadi. Saya rasa mereka hanya tidak memahami saja apa yang sebenarnya saya lakukan itu. Sekarang, puji Tuhan, keadaannya sudah berubah bertambah baik dan pulih kembali. Yang paling penting, sekarang saya sudah menyadari akan hubungan saya dengan Tuhan Allah yang penuh dengan keberkeyakinan, tidak sama seperti dahulu di mana tidak ada keyakinan yang dapat saya rasakan dengan ibadah dan amal-amal saleh saya sebagai seorang Muslimah walaupun yang cukup beriman. Saya tidak pernah pasti jika sebagai hamba Allah, segala ibadah soleh saya telah memberikan kepuasan kepada Allah sebagai Tuhan saya.
      Tetapi sekarang sebagai anak-Nya, saya sudah mempunyai keyakinan dan kepastian yang kekal abadi diatas korban yang sudah di sempurnakan oleh pemberian kiffarat Si-Penebus Yesus (Isa) itu. Demi itulah, sekarang Rohul-Kudus Allah sendiri yang menghasilkan dan melimpahkan segala sesuatu anugerah dan berkat rohani-Nya melalui kehidupan saya sebagai anak-Nya dan hamba-Nya yang setia. Saya mengundang dan menjemput saudara untuk mengalami pelepasan dan nikmat-nikmat rohani dari sisi Allah yang tidak terbanding ini bagi diri anda sendiri. Saya sendiri tidak pernah menyesal atas keputusan saya untuk mengikuti Isa al-Masih pada hari ini dan hari esok!

      Kesaksian Lainnya :

      Kesaksian Puan Maharani (Tragedi Tsunami Aceh)

      Dear All,

      Perkenalkan saya Puan,

      Saya udah lama nimbrung di Al-Islah Online, tapi pas kasih kesaksian ini komentarku nggak ditampilin, jadi aku mau kasih kesaksianku ini di situs Kristen aja.

      Sekedar cuma supaya tahu aja, aku ini anak korban tsunami aceh. Aku dijadikan anak angkat sama mama dan papa dari keluarga Kristen. Sebaliknya aku dulunya bisa dibilang nggak beragama (Islam KTP doang).

      Mama dan Papa kasih kebebasan sama aku, mau beragama Kristen atau Islam terserah. Kata Mama, meski aku nggak mau masuk Kristen, kelak aku juga akan turut diselamatkan oleh Tuhan berkat orang tua Puan. Mereka menafsirkan ayat Alkitab yang ditulis Rasul Paulus (1 Korintus 7:10-16) bahwa anak-anak akan selamat berkat orang tuanya yang percaya sama Tuhan Yesus.

      Tadinya aku bingung, aku mau pilih Islam atau Kristen. Setelah baca-baca di Al-Islah, aku juga sempat interaksi dengan Bapak-bapak di sana, sama Om Robert, Om Duladi, Om Bravo, Kak Saiful, Om Romadi, dll.

      Kini, hati Puan udah bulat tekadnya. Puan menyatakan masuk Kristen.

      Berikut ini adalah pendapat Puan mengapa kok Puan lebih memilih Kristen:

      Kami di surga nanti akan tetap bersama dalam satu keluarga, tidak akan ada yang dipisahkan.

      Karena menurut mama, Tuhan Yesus tidak picik. Tuhan Yesus penuh kasih. Demi melihat mama dan papa yang begitu tulus percaya dan taat kepada Tuhan, maka Tuhan pun akan menyelamatkan saya walaupun saya tidak percaya kepadaNya. (Tapi kini Puan udah percaya)

      Ini juga doa syafaat mama dan papa. Mama dan papa sangat percaya bahwa Tuhan tidak mungkin memisahkan salah satu dari kami, sebagian di surga dan sebagian yang lain ditempatkan di neraka. Sesuatu yang rasanya nggak adil, dan Puan yakin Tuhan tidak sekejam itu. (Sangat beda dengan tuhan dalam agama Islam)

      Mereka begitu yakin, bahwa kami sebagai satu keluarga akan tetap abadi dan selalu bersama sampai di surga nanti, tidak akan terpisahkan.

      Hati saya menjadi iba. Begitu baikkah Tuhan pada saya? Sedemikian besarkah sifat kasih Tuhan kepada saya? Saya jadi ingin menangis rasanya. Saya merasa diri saya tidak pantas diperlakukan demikian. Tuhan di mata saya begitu baik dan penuh kasih.

      Dan kalau saya bandingkan dengan Tuhan dalam agama Islam, sepertinya sangat berbeda. Tuhan yang ada dalam agama Islam sangat kejam dan suka mengutuk manusia masuk neraka. Ada banyak sekali ayat-ayat kitab suci Alquran yang isinya kutukan-kutukan neraka jahanam dan siksa-siksa pedih di dunia dan di akhirat.

      Juga saya dapati, bahkan terhadap kesalahan-kesalahan yang bagi saya tidak begitu adil, misalnya gara-gara menentang Rasulullah SAW saja, manusia harus disiksa di dunia dan di akhirat. Yesus saja walaupun dirinya dipukuli dan dicambuki, Yesus tidak membalas dan tidak mengutuk. Betapa berbedanya nabi Muhammad SAW dengan Yesus.

      Begitu juga tentang ayat Alquran yang mengatakan kalau laki-laki di surga nanti akan dikaruniai istri-istri baru.

      Saya jadi kasihan sama Mama, kalau memang begitu jadinya di surga, lalu bagaimana dengan Mama? Mama mau dikemanakan?

      Saya yakin Papa tidak akan tega mengkhianati Mama. Di dunia ini saja, Papa begitu sayang sama Mama. Kalau di surga nanti Papa diberi istri-istri baru, Mama tentu akan sakit hati dan nelangsa.

      Dan saya jadi ragu, bagaimana mungkin Tuhan kok seperti itu? Ini rasanya tidak adil dan hanya mengumbar nafsu laki-laki saja.

      Saya juga jadi lebih tahu seperti apa agama Islam itu sebenarnya setelah buka-buka situsnya Om Duladi di mengenal-islam.t35.com.

      Maka dari itu, saya putuskan dalam hati saya, mulai kini saya menerima Tuhan Yesus dan bersedia patuh dan taat menjalankan perintahNya. Tuhan dalam agama Kristen begitu menyentuh hati saya, dan menurut saya, DIA itulah Tuhan yang benar.

      Kepada Bapak-bapak Muslim dan Bapak-bapak Kristen di situs ini maupun Al-Islah, saya ucapkan banyak terima kasih atas bimbingan dan petunjuk kalian selama ini.

      Terutama kepada Om Robert dan Om Duladi yang begitu tulus dalam memberikan jawaban-jawaban atas pertanyaan saya. Saya mohon doa kalian agar saya bisa menjadi seorang Kristen yang sejati, dan juga agar bisa berguna bagi orang tua, masyarakat dan negara.

      NB.

      Di mata Puan, semua agama baik (Islam, Kristen, Hindu, dll). Puan yakin, pasti semua agama di dunia mengajarkan kebaikan buat para penganutnya. Cuman khusus untuk agama Kristen, lebih pas deh di hati Puan. Menurut pendapatku agama Kristen lebih murni 1000% (nggak ada yang bertentangan dengan hati nurani) dibandingkan agama-agama lain.

      Hormat saya,

      Puan Maharani – Lhokseumawe

      =============

      SURAT KEDUA
      =============

      Dear,

      Puan sudah yatim piatu sejak umur 5 tahun dan sebelum malapetaka (tsunami) hidup Puan merana (tinggal bersama nenek yang seorang diri juga). Ketika itu Puan bisa bersekolah sampai SMP berkat bantuan dari Pemerintah. Nenek Puan meninggal secara mengerikan akibat malapetaka itu. Itu masa lalu Puan… Puan nggak mau mengingatnya lagi…

      Di hati Puan, cuma ada Mama dan Papa (orang tua angkat). Mereka sangat baik dan cinta banget sama aku.
      Puan berusaha lupakan masa lalu, kata teman-teman aku trauma. Tapi terlepas trauma atau tidak, kini Puan merasa bahagia dan Puan sayang sama Mama dan Papa. Puan nggak perlu berpanjang lebar, ini adalah hidup Puan, dan Puan sudah memilih jalan yang menurut Puan adalah BENAR.

      Teman-teman Puan sering menuduh Puan telah dikristenisasi oleh ortu. Bagi Puan, Kristenisasi atau bukan Kristenisasi itu nggak penting. Karena bagi Puan, Kristen adalah Kebenaran Sejati. Kristen tidak pernah mencelakakan orang lain. Kristen adalah agama yang baik dan penuh kasih.
      Puan selalu berusaha menjelaskan kepada teman-teman kalau pun Kristenisasi itu ada, Kristenisasi adalah untuk MENYELAMATKAN bukan untuk MENCELAKAKAN seperti yang disangkakan teman-teman Puan yang Muslim.
       
      Orang yang menolak Kristenisasi adalah orang yang hatinya beku karena belum kenal siapa Tuhan Yesus yang sebenarnya. Justru Islamisasi itulah yang membuat orang celaka karena hanya ngajarin rasa benci. Contohnya artikel “ada apa di Poso” yang ditampilkan di al-islahonline.com. Trus satunya lagi, kalau nggak salah “kisah paderi Malaysia masuk Kristen”. Sebagian besar isinya jelek-jelekkin agama Kristen.
      Trus fitnah-fitnah Alquran terhadap agama Kristen juga sempat ditayangkan sama Om Robert, tapi nggak pernah dijawab sama Bapak-bapak Muslim. 
       
      Tapi sesungguhnya ajaran Islam yang membuat Puan paling tidak suka adalah mengenai anugerah istri-istri baru untuk laki-laki di surga nanti. Puan yakin, ini salah. Nggak mungkin lha seperti itu. Kalau Tuhan berbuat begitu, bagaimana dengan Mama? Mama mau dikemanakan? Mengapa perasaan wanita begitu dikesampingkan demi nafsu syahwat laki-laki? Sepertinya wanita cuma dijadikan media pelampiasan nafsu saja tapi nggak pernah dihargai perasaannya. Puan nggak sudi kawin sama pria Islam, Puan muak!

      Sudah jelas kalau pria Islam itu egois, apalagi mereka sangat suka sekali kawin, atau dibolehkan sama nabi Muhammad untuk poligami. Sewaktu Bapak-bapak Kristen di Al-Islah protes, Bapak-bapak Muslim pada marah dan ibu Ummu juga marah-marah. Puan jadi heran, kenapa poligami begitu dibela mati-matian? Padahal itu merugikan kaum perempuan. Cinta sejati hanya bisa dipelajari dari kitab agama Kristen. Dari kitab suci Alquran, Puan nggak dapat apa-apa selain Puan diajari untuk benci sama orang Kristen dan Israel. 

      Di Alquran, orang-orang Kristen atau Israel disebut kafir. Karena orang kafir dilaknat sama Tuhan, mereka adalah calon penghuni neraka, maka mereka boleh diperlakukan sewenang-wenang. Benar kata Om Duladi, Alquran isinya cuma kebencian. Makanya nggak heran kalau pulau Bali pernah dibom sama orang Muslim. Pendeta di Sulawesi juga pernah ditembak sewaktu khotbah. Anak-anak Kristen pernah dipotong lehernya di Poso. Puan ingin ikut bergabung sama Om Duladi untuk menguak Islam yang sebenarnya. Puan kasihan sama teman-teman Puan yang Muslim, karena mereka kebanyakan nggak tahu Islam yang sebenarnya. Dikiranya Islam itu agama yang baik. 

      Thanks Om Duladi dan Om Robert! Puan sedang mengoleksi ayat-ayat kitab suci Alquran yang Puan rasa jahat dan tidak layak disebut firman Tuhan. Nanti kalau sudah selesai, Puan akan kasih lewat email kepada Om Duladi, mudah-mudahan bisa menambah koleksi artikel di situsnya Om.
      NB. Tulisan ini juga puan kirim ke alamat emailnya Om Duladi.

      - Puan Maharani -

      ===========
      TAMBAHAN
      ===========

      Puan juga berharap Tuhan akan menyelamatkan orang tua kandung Puan sehingga kami (keluarga Puan yang sekarang dan ortu asli Puan) dapat hidup bersama di surga nanti. Puan sangat yakin dan percaya kalau Tuhan tidaklah picik. Demi Puan yang tulus menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dan akan mengabdikan hidup Puan untuk Tuhan, saya yakin Tuhan tidak akan tega memasukkan orang tua asli Puan ke dalam siksaan (neraka).

      Seperti Mama dan Papa yang begitu percaya kalau Puan (sebelum bertobat) pasti akan diselamatkan oleh Tuhan berkat Mama dan Papa yang percaya sama Tuhan Yesus, Puan kini juga percaya kalau ortu Puan yang sudah meninggal kelak juga akan dibangkitkan kembali untuk memperoleh hidup kekal di dalam surga demi Puan yang kini sudah mau percaya kepada-Nya. Bacalah 1 Korintus 7:12-16. Ajaran seperti ini tidak ada dalam agama Islam. Menurut Puan, ini adalah ajaran yang sungguh mulia dan menunjukkan betapa Tuhan memang Maha Pengasih dan Maha Penyayang (Maaf, saya menolak komentar Kak Saiful, karena menurut Puan Tuhan dalam agama Islam terlalu otoriter dan egois. Puan tidak akan memanfaatkan kebaikan Tuhan itu dengan menjalankan politik yang Kak Saiful ajarkan. Puan memilih Kristen bukan hanya karena surga, tetapi karena Puan sudah melihat sendiri bahwa dalam Kristen ada kebenaran, sebaliknya dalam Islam Puan banyak menemukan hal-hal yang bertentangan dengan hati nurani).

      Tuhan yang benar adalah Tuhan yang penuh Rakhmat dan Kasih Karunia (begitu kita-kira kata Om Robert) dan saya sudah merasakan kasih Tuhan itu. Tuhan lebih dahulu memberikan kasih karuniaNya kepada manusia, dan kini sudah menjadi kewajiban manusia untuk membalas kebaikan Tuhan yang tiada terbatas itu dengan menjalani hidup kudus (saya sudah menyerap kata-kata Om Duladi). Dengan menerapkan hukum kasih, kita akan dijauhkan dari perbuatan dosa.

      Saya bisa berdoa dan berkomunikasi dengan Tuhan kapan pun dan dengan menggunakan bahasa saya sendiri, karena segala bahasa adalah milik Tuhan. Sungguh nggak masuk akal apabila Tuhan pakai bahasa Arab (saya sudah memahami penjelasan Om Bravo). 

      Saya menyadari keberdosaan saya, dan saya harus senantiasa merendahkan diri dan memuliakan Tuhan dalam setiap tingkah laku dan perbuatan saya sehari-hari. Saya sebenarnya tidak layak mendapatkan kasih sayang Tuhan, tetapi Tuhan berkenan untuk mengasihi saya dan membolehkan saya hidup sampai pada hari ini. Saya tahu, tsunami dapat saja membunuh saya, tetapi Tuhan rupanya punya rencana lain untuk hidup saya.

      Thx