Rabu, 26 Mei 2010

Renungan Harian Kristen - Saudara Sekandung

Bacaan Alkitab - Kejadian 37 : 3 - 32

Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. (Kejadian 37 : 4)

Sebuah cerita humor. Seorang ibu sedang menggoreng donat untuk kedua jagoannya; Gilang, 5 tahun, dan Adit, 3 tahun. Sebelum donat pertama matang, dua anak itu sudah berebut, siapa akan makan lebih dulu. Sang ibu ingin bersikap adil, memakai kesempatan itu untuk mengajar mereka. "Jika Yesus yang disini, pasti Dia akan berkata, 'Biar saudaraKu makan dulu. Aku akan menunggu yang berikutnya." Mendengar itu, Gilang segera berpaling kepada adiknya dan berkata, "Adit, kamu yang jadi Yesus, ya!"

Perselisihan diantara saudara selalu ada. Saudara-saudara Yusuf yang cemburu, tak bisa akur dengannya. Menuduhnya tukang mimpi. Merencanakan hal buruk baginya (ayat 20). Tak mau menyebutnya "adik", tetapi "anak ayah" (ayat 32). Jika dirunut kebelakang, ternyata sang ayah turut bersalah. Yakub menampakkan kasih istimewa kepada Yusuf, karena lahir dari istri terkasih, Rahel. Puncaknya, saat Yakub memberi Yusuf jubah maha indah, disitu tampak kasihnya yang lebih (ayat 3, 4).

Kisah ini menyatakan, betapa tak berguna orangtua menunjukkan kasih yang lebih kepada seorang anak ketimbang saudaranya. Orangtua mesti membuat setiap anak merasa istimewa. Yakni dengan menemukan keunggulan setiap anak. Lalu memberi dukungan demi menguatkan kelebihan itu. Lewat sikap dan ucapan yang membuatnya merasa berharga. Hingga ia tak perlu iri kepada saudaranya, yang mungkin memiliki kelebihan lain. Orangtua juga perlu membimbing anak sejak dini tentang pentingnya kasih-mengasihi; saling berbagi dan memperhatikan antar saudara. Biarlah diantar saudara-bersaudara, kasih menjadi pengikat yang tak putus.


KARENA SETIAP ANAK BERHARGA 
MAKA KASIH YANG PENUH ADALAH HAK MEREKA

Renungan Lainnya :

Senin, 24 Mei 2010

Kematian dan Penderitaan Murid-Murid Yesus dan Rasul-Rasul Kristus


1. MATIUS
 
Matius meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Ethiopia.

2. MARKUS 


Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya di seret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya.

3. LUKAS


Lukas meninggal dunia di gantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana kepada orang-orang yg belum mengenal Tuhan.

4. YOHANES


Yohanes di goreng dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih lanjut, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah di goreng hidup-hidup, ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dah diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara. Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis kitab WAHYU. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali menjadi uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yg bisa mencapai lanjut usia dan meninggal dengan tenang.

5. PETRUS

 
Petrus telah di salib dengan kepala di bawah. Kayu salib untuk Petrus dipasang berbeda, ialah seperti huruf X. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti Tuhan Yesus.

6. YAKOBUS


Yakobus saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, dilempar kebawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yg sama di mana setan membawa Yesus untuk digoda. Ia meninggal dunia setelah dilempar dari tempat tersebut.

7. YAKOBUS ANAK ZEBEDEUS


Yakobus anak Zebedeus adalah nelayan dan murid pertama Yesus yg dipanggil, ia dipenggal kepalanya di Yerussalem. Pada saat-saat disiksapun, ia tidak pernah menyangkal TuhanYesus, bahkan ia berusaha berkhotbah trus, bukan hanya kepada tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yg menghukum dan meyiksa dia dengan kejamnya. Sehingga akhirnya orang Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia di hukum penggal, bukan sekedar hanya untuk menyaksikan, melainkan juga untuk turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doa nya yg terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus sebagai orang Kristen.

8. BARTOLOMEUS


Bartolomeus yang lebih di kenal sebagai Natanael ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman cambuk sehingga semua kulitnya menjadi hancur dan terlepas.

9. ANDREAS


Andreas juga di salib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum meninggal, ia di siksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yg turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yg telah di ucapkan oleh Andreas sebelum meninggal dunia : "Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul, dimana saya bisa turut merasakan saat-saat disiksa dan disalib seperti Yesus".
Bahkan pada saat ia disiksapun tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus, dua hari sebelum ajalnya tiba. Berkhotbah sambil dihukum cambuk.

10. THOMAS


Thomas dilempar ke dalam perapian, tetapi karena masih tetap hidup, dia dihujani dengan tombak hingga mati. Dia mati di India.

11. YUDAS (Saudara Tuhan Yesus)

Yudas saudaranya dari Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.

12. MATIAS



Matias, Rasul pengganti Yudas Iskariot mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.

13. PAULUS


Paulus disiksa degan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaisar Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah yg paling lama mengalami masa siksaaan di penjara. Kebanyakan suratnya dibuat dan dikirim dari penjara.

Minggu, 16 Mei 2010

Renungan Harian Kristen - God Never Fails

Bacaan Alkitab : Keluaran 16 : 13 - 18

Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya. (Keluaran 16 : 18).



Awal tahun ini, panel perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta maaf kepada publik sekaligus mengaku telah melakukan kesalahan dalam memprediksi pemanasan global di Himalaya. Para ilmuwan anggota panel pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tersebut diharuskan meminta maaf dan berjanji akan lebih berhati-hati.

Dalam laporan resmi mengenai pemanasan global, ditemukan lima kesalahan nyata dalam satu paragraf. Kesalahan dalam laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tahun 2007 itu muncul dalam subseksi yang menyatakan bahwa gletser di Himalaya akan meleleh habis pada 2035, ratusan tahun lebih awal dibanding data yang tepat. Data yang benar menunjukkan pencairan Himalaya adalah tahun 2350, bukan 2035 seperti yang selama ini banyak ditulis.

Fakta bahwa para pakar pun bisa melakukan kesalahan dalam memprediksi tentu sulit kita terima. Namun itulah faktanya. Sepandai-pandainya manusia, potensi untuk melakukan kesalahan akan selalu ada. Jika kesalahan itu terkait dengan hal-hal sepele dan berdampak kecil mungkin tidak akan terlalu mengganggu. Namun jika sebaliknya, tentu akan berakibat fatal. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah Pribadi yang Luar Biasa. Dia bukan hanya memberikan apa yang diperlukan bangsa Israel saat itu, tetapi juga memberikan dalam jumlah yang cukup. Perhatikanlah, Firman Tuhan mengatakan bahwa orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan.

Untuk dapat memenuhi segala rencana dan cara kerja Tuhan memang tidak mungkin, sebab bagaimana juga, pengertian kita sangat terbatas (Roma 11 : 33). Oleh karena itu, bagian kita adalah percaya dan melakukan semuanya sebaik mungkin sesuai kehendak Firman-Nya. Oleh karenanya, apapun yang kita terima dan alami sepanjang hari ini, percayalah bahwa semua itu dalam rancangan Tuhan. Jangan pernah meragukan cara kerja dan keputusan-keputusan-Nya, sebab Dia tidak pernah salah untuk selalu memberikan hanya yang terbaik bagi kita, orang-orang yang dikasihi-Nya.

Tuhan tidak pernah salah dalam merencanakan dan merancang segala sesuatunya

Renungan Harian Kristen - Hidup Untuk Kristus

Bacaan Alkitab : Filipi 1 :  12 - 26

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. (Filipi 1 : 21).


Kecintaan para fans terhadap seorang idola terkadang memang tidak bisa dinalar. Berita meninggalnya Michael Jackson  membuat 12 orang fans fanatiknya hendak bunuh diri. Pengaruh yang sangat kuat dari Jacko membuat mereka sulit menerima kenyataannya dan berfikir bahwa dengan bunuh diri mereka bisa segera menyusul pujaannya ke alam baka. Tidak hanya itu, konon masih banyak penggemar setia Jacko  yang menganggap bila penyanyi pujaannya  itu masih hidup dan hanya pura-pura meninggal.

Bagi orang percaya, menjadi fans terhadap seseorang atau sebuah klub olahraga  bukan hal yang salah, tetapi ketika hal itu melewati batas normal, akan sangat berbahaya dan konyol. Bagi seorang fans, bila hanya sekedar meniru penampilan Jacko tidak masalah. Namun bila sampai meniru gaya hidupnya yang mewah, operasi berulang kali untuk merubah penampilan, mengikuti kepercayaannya, bahkan sampai rela bunuh diri, tentu saja hal tersebut sudah tidak wajar.

Namun, di dalam pengiringan kita akan Kristus hal semacam ini tidak menjadi masalah. Tentu saja, hal ini tidak secara harfiah sehingga kita lantas berpakaian ala Yahudi, memelihara jenggot, memakai jubah seperti zaman Yesus, atau mempunyai potong rambut ala Yesus seperti yang ada di gambar-gambar. Aplikasi praktisnya adalah bagaimana seorang percaya meneladani Kristus di dalam hidupnya bahan rela menderita dan mati karena nama Yesus. Ketika Para murid menahan supaya Paulus tidak pergi ke Yerusalem, Paulus berkata, "Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku?  Sebab aku ini bukan hanya rela untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus"  (Kisah Para Rasul 21 : 13). Paulus mengerti bahwa ada harga yang harus dibayar untuk mengikut Kristus. Bila perlu, nyawapun akan dikorbankannya.

Bagaimana dengan kesungguhan kita dalam mengiringi Tuhan? Apakah kecintaan kita terhadap seorang idola atau sebuah kelompok melebihi kecintaan terhadap Yesus? Kiranya apa yang pernah diikrarkan oleh Rasul Paulus menjadi tekad kita, "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."

Kristus adalah alasan untuk kita hidup dan memberi buah bagi kemuliaan-Nya.


RENUNGAN HARIAN


Renungan Harian Kristen - Nilai Sebuah Ketaatan

Bacaan Alkitab : 1 Samuel 13 : 1-14

Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. 
Yang penting adalah mentaati hukum-hukum Allah. (1 Korintus 7 : 19). 


Ketika Saul berada di Gilgal, ia dihadapkan pada sebuah situasi dilematis. Di satu sisi pasukan Filistin bergerak semakin mendekati barisan orang-orang Israel, sementara itu pasukan Israel malah semakin berkurang karena ketakutan akibat tidak kunjung datangnya perintah untuk maju berperang. Saul tahu bahwa tidak ada yang boleh dilakukannya sebelum Samuel datang., tetapi karena desakan keadaan akhirnya ia membakar korban sebelum waktunya sebagai persiapan perang. Akhir dari kisah ini sungguh tragis, Saul harus kehilangan berkat yang sebenarnya telah disediakan Tuhan baginya (ay.13-14).

Dari sekian banyak penghambat seseorang untuk maju dan berkembang, salah satunya adalah ketidaktaatan. Karena ketidaktaatan, Adam dan Hawa harus terusir dari Taman Eden, Musa tidak diperkenankan masuk Tanah Perjanjian, dan Saul kehilangan haknya atas takhta Israel. Sebaliknya, kataatan menyebabkan Nuh dan keluarganya selamat dari bencana air bah, Abraham memperoleh keturunan, dan Daud berkenan dihadapan Tuhan. Sebagai seorang percaya, ketaatan kepada Tuhan adalah suatu sikap yang harus kita miliki.

Dari Firman Tuhan hari ini setidaknya ada dua pelajaran penting tentang ketaatan.

Pertama, ketaatan memerlukan totalitas. Sadari dan akuilah bahwa kapasitas kita terlalu kecil untuk memahami pikiran dan rencana Tuhan. Karena itulah Tuhan tidak pernah meminta kita untuk selalu mengerti rencana-Nya. Tetapi Dia hanya meminta kita untuk mentaati-Nya dalam segala hal. Inilah yang disebut hidup dengan Iman. "O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya, dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya.!" (Roma 11:33).

Kedua, ketaatan berarti tanpa kompromi.

Untuk menjadi pribadi yang taat, kita harus berani mengesampingkan hal-hal lain yang dapat melemahkan komitmen kita. Inilah yang tidak dilakukan oleh Saul, sehingga terpengaruh oleh keadaan dan tindakan oleh orang-orang disekitarnya. Sungguh, itu adalah suatu kompromi kecil yang mahal. Akhirnya, hari ini, sudahkah ketaatan pada Tuhan menjadi gaya hidup kita?

Renungan Harian Kristen - Jangan Diremehkan

Bacaan Alkitab : Kejadian 4 : 1-16

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. ( I Petrus 5 : 8).


"Gempa tektonik berkekuatan kecil harus tetap diwaspadai karena ada tipe gempa besar yang diawali dengan gempa-gempa kecil," demikian dikatakan oleh Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Budi Waluyo.

Budi menyebutkan ada tiga tipe gempa tektonik.
Pertama, tipe gempa besar yang diawali gempa-gempa kecil.
Kedua, tipe gempa besar yang kemudian diikuti gempa-gempa susulan. Ketiga adalah gempa swarm. Gempa ini tidak terlalu besar kekuatannya, tetapi terjadi terus-menerus dalam waktu lama, dan dalam frekuensi yang tinggi. Ketiga gempa tersebut berbahaya.

Firman Tuhan mengajar agar kita waspada terhadap dosa. Melalui jebakannya iblis selalu berusaha mencari celah untuk menjatuhkan kita. Tuhan menegur Kain karena menuruti hawa nafsu iri hati dan tidak mengatasi perasaan itu supaya menjauh darinya. Ia justru melampiaskan dorongan untuk membinasakan Habel saat melihat kenyataan bahwa kurban sang adik diterima oleh Allah sedangkan kurbannya ditolak. Bukannya melakukan intropeksi, Kain malah membenarkan diri, membiarkan dirinya dikuasai amarah sehingga akhirnya ia pun melakukan pembunuhan.

Rasul Petrus mengingatkan kita bahwa iblis senantiasa mengintai orang seperti singa yang mengaum. Sepertinya, dosa begitu berkuasa sehingga orang percaya seakan tak berdaya menghadapinya. Padahal, singa yang mengaum itu telah ditaklukkan oleh Tuhan. Memang, terkadang iblis membenarkan perilaku dosa dengan ungkapan yang terkesan logis : "Selama masih ada darah dan dagingnya, manusia masih bisa melakukan dosa. Orang Kristen juga manusia sehingga masih mungkin jatuh dalam dosa."  Kita perlu mewaspadai jebakan ini. Sekali kita membenarkan ungkapan yang menjerumuskan ini, maka selanjutnya kita akan terbiasa juga untuk berbuat dosa tanpa merasa bersalah.

Marilah kita meneladani Habel, Tuhan Yesus, Petrus, Paulus, serta para pahlawan iman lain yang berani menolak tegas terhadap perilaku dosa karena menyadari potensi penghancuran yang bisa diakibatkan oleh hal itu.

Dosa seperti candu, sekali diamini, selamanya akan menghampiri. 
Berbahagialah kita yang berani menolak kehadirannya.


RENUNGAN HARIAN






Renungan Harian Kristen - Menjadi Berkat

Bacaan Alkitab : I Korintus 12 : 12-26

Supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, 
tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. (I Korintus 12 : 25).


Munculnya berbagai krisis belakangan ini telah membuat banyak orang menghadapi masa-masa kesukaran. Sebagai orang percaya, kita pun tidak kebal terhadap hal itu. Bagi beberapa orang hal tersebut dapat berarti akhir dari segalanya. Namun tidak demikian halnya dengan kita, orang-orang yang telah dipersatukan Tuhan dalam kasih-Nya.  

Segala krisis yang terjadi seharusnya dimaknai sebagai suatu kesempatan untuk lebih menyatakan kasih kepada sesama melalui setiap perhatian yang kita berikan. Semangat inilah yang memotivasi Gereja First Baptist yang ada di Dallas, Amerika Serikat, untuk berbuat sesuatu bagi setiap orang yang memerlukan bantuan untuk mencari kerja. Para pemimpin gereja tersebut tidak hanya mendoakan para pencari kerja, tetapi juga mengajarkan cara membuat resume yang baik, kiat menghadapi wawancara kerja, dan menjadi mediator dengan para pemilik lapangan kerja.

Dalam bahasannya tentang kesatuan Tubuh Kristus, Rasul Paulus menggunakan kata "saling memperhatikan."  Artinya bukan sekedar memandang atau melihat, tetapi juga memahami apa yang menjadi kebutuhan orang lain. Lebih jauh lagi, kata ini merupakan salah satu ciri khas kekristenan, yaitu tidak berfokus pada diri sendiri, tetapi kasih pada sesama dengan cara tidak menutup diri, mata, atau telinga terhadap orang lain. Secara praktis, hal ini dapat dinyatakan dalam bentuk saling mengunjungi, saling menguatkan, saling mendoakan, dan saling memperlengkapi. Saya sangat terharu ketika mendengar cerita tentang ibu Sukemi, seorang wanita sederhana dari sebuah gereja kecil di Jawa Tengah. Wanita renta yang kini lumpuh karena stroke ini tidak menjadikan penyakit sebagai alasan untuk berhenti melayani. Dari atas tempat tidurnya ia menyatakan perhatiannya dengan mendoakan pergumulan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Hari ini, apapun masalah yang sedang kita hadapi, janganlah membuat kita menutup diri dan melupakan panggilan hidup kita untuk menjadi berkat bagi sesama. Walau kita bukan satu-satunya orang yang menghadapi masalah. Namun ingatlah, siapa yang memberkati akan diberkati.

Renungan Harian Kristen - Hidup Dengan Hikmat

Bacaan Alkitab : Amsal 2 : 1-22

Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu; kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau. (Amsal 2 : 10-11)


Romi adalah pria yang dikenal sangat cerdik oleh teman-temannya. Ia menjadi satu-satunya pria yang tidak tersentuh oleh "siasat jahat" teman-teman satu kontrakan semasa masih mahasiswa. Berbagai cara dicoba selama bertahun-tahun tetap tidak berhasil karena entah bagaimana ia selalu tahu dan berhasil meloloskan diri. Nampaknya, ada hikmat khusus diberikan oleh Tuhan kepada Romi yang juga dikenal sangat brilian di dalam menjalani proses perkuliahan di universitas yang sangat ternama di Yogyakarta.

Sejak semula, Allah sudah memberikan hikmat atau kebijaksanaan dalam diri setiap orang. Allah mengerti bahwa hal ini diperlukan untuk manusia menjalani hidupnya. Sebagai umat Tuhan, Dia mengharapkan agar kita menimba ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan yang datangnya dari Tuhan. "Karena Tuhanlah yang memberi hikmat dan dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian" (Amsal 2 : 6).

Wejangan hikmat ini ditujukan kepada manusia yang ingin mengerti dan mengalami hal-hal yang dalam. Orang yang menerima hikmat dari Tuhan akan menjadi sosok yang luar biasa. Salomo adalah manusia paling berhikmat yang pernah ada di bumi yang menerima hikmat dari Tuhan. Hikmat yang dari Tuhan membuat seseorang: mengerti kebenaran, keadilan, kejujuran, dan setiap jalan yang baik. Kebijaksanaan serta kepandaian juga akan menjadi bagian kita, yang akan memelihara hidup kita serta menjaga dari hal-hal yang dapat merusak dan menghancurkan hidup kita. Hikmat juga membuat kita bisa memetik pelajaran dari masa lalu, terutama terhadap kegagalan yang pernah kita alami. Hikmat ini dapat diperoleh saat seseorang membina relasi dengan Tuhan, bersekutu dengan Firman-Nya yang menerangi hati, pikiran, dan jalan-jalan hidup kita.

Hari ini, sejauh mana kita merindukan hidup dengan hikmat yang berasal dari Tuhan? Mintalah hikmat itu dari Tuhan, hiduplah dalam persekutuan dengan Dia dan Firman-Nya, serta nikmatilah indahnya hidup di dalam pimpinan Firman dan Hikmat-Nya. Mau...???


Renungan Harian Kristen - Perlindungan Sempurna

Bacaan Alkitab : Keluaran 13 : 17 - 22

Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. (Matius 8 : 26).



Polisi menyebutnya keajaiban ketika pada akhir April lalu seorang anak laki-laki berusia satu tahun ditemukan dalam kondisi baik setelah bermalam sendirian di hutan di Provinsi Quebec, Kanada Timur.

Anak tersebut menghabiskan waktu 12 jam di hutan pada Sabtu malam dengan hanya memakai kaos dan popok di bawah guyuran hujan dengan temperatur 5 derajat celcius. Diduga ia ditinggalkan begitu saja oleh ayahnya. Setelah mendapat pemberitahuan dari ibu bocah tersebut, pihak berwenang mengatakan. "Ayah anak itu telah meninggalkan rumah dengan keadaan mabuk dan mengendarai mobil bersama seorang anak berusia satu tahun."

Kesempurnaan perlindungan Tuhan antara lain dapat kita lihat dalam kehidupan orang Israel saat di padang gurun. Untuk mengayomi kaum Israel di padang gurun yang panas, pada siang hari Allah menghadirkan tiang awan sehingga mereka terhindar dari dehidrasi dan segala kemungkinanburuk lainnya akibat kondisi semacam itu. Sebaliknya, pada malam hari Tuhan menghadirkan tiang api yang menerangi dan melindungi dari kedinginan. Peristiwa lain yang menggambarkan kesempurnaan Tuhan dalam melindungi umat-Nya, saat Petrus dan kawan-kawannya diombang-ambingkan angin di tengah danau. Rasa takut yang memuncak membuat mereka menuduh Tuhan bersikap masa bodoh seandainya mereka binasa. Akhirnya, Tuhan pun bertindak dan meredakan gelombang yang sedang mengamuk. Lalu, Dia menegur murid-murid-Nya karena kurang percaya kepada-Nya.

Kekurangpercayaan semacam ini juga sering menghinggapi orang-orang percaya. Alih-alih mengandalkan Tuhan dengan sepenuh hati, terkadang kita justru melakukan berbagai upaya lain--mencari pertolongan orang pintar, penguasa, atau kekayaan maupun pengalaman yang kita miliki--yang seringkali justru menghasilkan penderitaan maupun rasa malu. Marilah kita merenung. Upaya apakah yang telah kita lakukan dalam mengatasi persoalan di tempat berkarya atau dalam kehidupan ini pada umumnya. Apakah kita senantiasa memegang Firman Tuhan yang menjamin bahwa perlindungan-Nya sempurna?


Renungan Harian Kristen - Kekudusan Pernikahan

Bacaan Alkitab : Maleakhi 2 : 10 - 16

Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan ini? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. (Maleakhi 2 : 15).



Ibadah pemberkatan pernikahan kudus merupakan salah satu acara terfavorit yang sebisa mungkin tidak akan saya lewatkan. Terutama  bila yang sedang diberkati adalah teman, kenalan, sahabat, atau saudara saya.

Ada dua hal yang sangat menarik bagi saya dalam acara tersebut :  atmosfer ketika ibadah berlangsung serta Firman Tuhan  yang disampaikan. Atmosfer akan sangat ditentukan oleh bagaimana kedua mempelai menjalani masa-masa sebelum pernikahan, sementara pemberitaan Firman Tuhan selain melandasi sepasang mempelai yang akan diberkati, juga dapat menjadi bekal berharga bagi kaum muda yang nantinya akan menikah. 

Dalam perikop ini, Allah memperingatkan orang Israel mengenai perilaku kawin campur dan perceraian. Keseriusan Allah sangat terlihat ketika Dia berkata bahwa orang-orang yang mengabaikan perintah ini akan dilenyapkan dari hadapan-Nya dan kurban persembahannya tidak akan diterima. Hukum ini  masih berlaku sampai saat ini dan tidak boleh dilanggar dengan alasan apapun. Sebuah pernikahan memiliki arti yang sangat penting di hadapan Allah. Dia ingin agar keluarga Kristiani menjadi contoh yang paling tepat dimana orang-orang yang belum mengenal Tuhan boleh belajar.

Namun sayangnya, hari-hari ini kita terpaksa menyaksikan bahwa anak-anak Tuhan pun, yang mengerti kebenaran serta konsekuensinya, mengabaikan hal ini. Menikah dengan orang yang belum percaya, melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga, bahkan bercerai karena merasa sudah tidak ada kecocokan  dengan mudahnya dilakukan. Parahnya lagi, oknum yang melakukan hal demikian merasa bahwa Allah tidak bereaksi apa-apa dengan perilaku ngawur yang mereka lakukan. Sangat menyedihkan, bukan?

Saat ini, biarlah Firman Allah kembali mengingatkan kita akan kesakralan pernikahan. Bagi kita yang sudah menikah, tidak ada salahnya untuk sejenak kita melakukan evaluasi kehidupan rumah tangga kita sampai saat ini. Dan bagi kita yang belum menikah, persiapkan diri dengan baik, dan jangan pernah main-main dengan pernikahan kita nanti. Mari ambil komitmen baru hari ini juga!


Renungan Harian Kristen - Peringatan Bagi Hidup

Bacaan Alkitab : Yosua 1 : 1 - 9

"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung." (Yosua 1 : 8)



Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Departemen Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya Nasional Amerika Serikat menyatakan bahwa banyak kasus kecelakaan terjadi karena roda kendaraan yang tidak layak pakai. Pasalnya, banyak pengemudi kendaraan kurang memperhatikan perawatan roda kendaraannya sebelum berkendara, padahal pemerintah dan produsen kendaraan telah berkali-kali mengingatkan akan hal ini.

Laporan tersebut diatas diperkuat oleh data dari Rubber Manufactures Association (RMA) yang menyebutkan bahwa hanya satu dari lima pengendara yang melakukan pemeriksaan roda dan tekanan ban secara rutin. Kelalaian seperti itu sebenarnya sangat merugikan pengendara. Selain nyawa mereka terancam, pemborosan keuangan pun terjadi karena jumlah bahan bakar yang diperlukan pun menjadi lebih banyak.

Sewaktu bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian, Tuhan menegaskan kembali agar bangsa itu tidak melalaikan hukum-hukum (Taurat) Tuhan yang telah diajarkan-Nya selama masa pengembaraan di padang gurun. Tujuannya jelas, yaitu untuk menjamin kehidupan bangsa itu di tempat yang telah disediakan Tuhan. Namun ternyata, peringatan ini tidak diperhatikan benar-benar oleh bangsa Israel sehingga kehidupan mereka di tanah yang dijanjikan Tuhan tak seindah yang dibayangkan sebelumnya. Bukan hanya itu, bangsa Israel pun akhirnya terusir  dari  Tanah Perjanjian dan menjadi tawanan bangsa asing.  Jelas ini bukan suatu hal yang dikehendaki  Tuhan terjadi atas umat-Nya, tetapi bukankah Dia telah memperingatkan semuanya sebelumnya?
Sebenarnya ada banyak permasalahan hidup ini yang terjadi  karena kelalaian kita sendiri. Terutama karena kita melalaikan peringatan-peringatan yang diberikan Tuhan. Akibatnya usaha kita tidak mengalami kemajuan, atau bahkan berbagai-bagai kendala terus merintangi jalan kita meraih kesuksesan hidup. Bagaimanapun, saat ini belum terlambat untuk memperbaiki itu semua. Tuhan masih memberi kesempatan untuk berbenah diri. Yang terpenting sekarang adalah menjaga diri kita agar tidak melalaikan setiap Firman dan peringatan Tuhan.

Renungan Harian Kristen - Murah Hati

Bacaan Alkitab : Amsal 3 : 27 -35

Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. (Lukas 6 : 36). 



Zaman sekarang menawar biaya pemeriksaan dokter ? Kemungkinan besar pasti akan ditertawakan orang. Namun, karena sudah tidak tahan dengan flu yang sudah dideritanya selama tiga hari, seorang bapak tua yang sangat miskin memberanikan diri pergi ke dokter. Ia pun memohon kepada sang dokter untuk membayar setengah harga dari biaya seharusnya. Namun, jawaban yang didapatnya sangat tajam, "Biaya sekolah saja sudah mahal, pak!"

Betapa sulitnya mendapatkan pertolongan di zaman sekarang, apalagi jika sudah menyangkut uang. Keadaan ekonomi dan tingginya biaya hidup membuat banyak orang akan berpikir panjang untuk menolong. Memang, ketika kita tidak menolong orang lain karena ketidakmampuan kita bukanlah dosa, namun hal itu juga bukan menjadi alasan untuk kita enggan menolong orang lain. Namun, ketika sebenarnya kita mampu namun menolak memberikan pertolongan, kita akan dipersalahkan. Firman Tuhan menegaskan untuk kita tidak menahan kebaikan daripada orang-orang yang berhak menerimanya. Terlebih, jika apa yang diminta sebenarnya kita punyai. Memberi bukanlah sebuah pilihan, sebab Tuhan memandang hal itu sebagai suatu kewajiban.
Manusia menentukan kemampuan memberi dari kemampuan atau seberapa banyak harta yang dimiliki, namun Tuhan lebih melihat kepada kerelaan serta iman dari si pemberi. Memberi tidak boleh merampas sukacita dan iman kita karena Dia adalah Sang Pemelihara hidup kita. Selain itu, pemberian tidak hanya identik dengan uang, sebab kita dapat memberi dalam bentuk moril, misalnya memberi nasihat, penghiburan, doa, bahkan teguran yang membangun iman. Hal yang sederhana dan tidak membutuhkan biaya adalah memberikan waktu atau telinga untuk mendengarkan. Semua itu sama nilainya di hadapan Tuhan.

Hari ini, ada anjuran untuk berbuat baik diberikan Tuhan kepada kita. Sejauh mana kita ingin memberikan nilai tambah kepada orang lain melalui pemberian kita? Berilah, maka kita akan diberi juga dan jadilah murah hati, sebab Allah kita adalah Pribadi yang murah hati.

Renungan Harian Kristen - Selamatkan Generasi

Bacaan Alkitab : Amsal 22 : 1 - 6

"Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." (Amsal 22:6).



Dapatkah anda menyebutkan  setidaknya  lima dari  sepuluh  Hukum Taurat  dan nama keempat kitab Injil yang ada di Perjanjian Baru? Jika anda bisa melakukannya, setidaknya anda tidak menambah kekuatiran para pemimpin Kristiani di Amerika yang sedang resah. Mereka menganggap generasi muda sekarang sebagai generasi yang buta Alkitab. Hal ini tentu saja akan membahayakan, terutama bagi kekristenan di Amerika. Sebuah studi terbaru memaparkan, selain ketidakmampuan dalam kedua hal diatas, lebih dari 30 persen percaya bahwa orang baik bisa memiliki jalannya sendiri ke surga.

Satu hal yang tidak dapat dipungkiri mengenai Alkitab adalah dampak positif yang dihasilkan oleh apa yang tertulis di dalamnya. Alkitab tidak hanya menunjukkan jalan bagaimana seseorang bisa masuk ke surga, namun lebih dari itu. Lihatlah bagaimana kehidupan pribadi dan keluarga yang dipulihkan, tatanan masyarakat menjadi lebih baik, bahkan beberapa negara mengalami transformasi karena meyakini apa yang tertulis di dalam Alkitab. Tidak bisa di bayangkan apa yang akan terjadi apabila generasi muda kristiani mengalami buta Alkitab. Keadaan ini akan sangat berbahaya mengingat Alkitab adalah sumber kebenaran yang sejati. Apa yang akan terjadi pada sebuah bangsa apabila nantinya sebagian besar penduduknya mendasarkan kehidupannya pada kebenaran diri sendiri? Bila hal semacam itu bisa terjadi di negara yang banyak melahirkan hamba-hamba Tuhan kaliber dunia, mengapa kita berfikir hal yang sama mustahil terjadi dengan generasi muda Kristiani di negara ini?

Peran orang tua dan gereja sangatlah penting untuk mencegah kebutaan yang satu ini. Hal-hal mendasar seperti mengajar berdoa, mengenali isi Alkitab, hidup benar dan takut akan Allah adalah beberapa hal yang harus terus-menerus ditekankan sedini mungkin kepada generasi ini supaya kelak mereka tidak menyimpang dari kebenaran.

Panggilan serta tanggung jawab yang sama Allah berikan untuk kita menjadi generasi yang tidak buta Alkitab serta berperan aktif dalam mencegah hal ini terjadi. Bersediakah anda melakukannya?!.

Setiap orang percaya memiliki panggilan untuk mencegah 
kebutaan yang sedang meracuni generasi ini.

Renungan Harian Kristen - Hati-hati Berbicara

Bacaan Alkitab - Amsal 15 : 1-33

Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan,
tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan. (Amsal 15 : 2).



Berdiri dalam kereta api atau bus antarkota itu biasa, tetapi berdiri dalam pesawat komersial selama 5 jam penerbangan bukan hal yang biasa. Gokhan Mutlu, warga New York, AS mengalami hal ini dalam penerbangan menggunakan Jet Blue Airways dari San Diego ke New York.

Setelah mendapat laporan bahwa kursi sudah penuh, Mutlu diperbolehkan naik setelah seorang awak  pesawat mengatakan akan memberikan kursinya. Tetapi kenyataan berbicara lain, setelah 90 menit penerbangan, Mutlu diminta untuk kembali menyerahkan kursinya ke awak pesawat itu, tidak diberi tempat duduk lain, dan disuruh bertahan di kamar kecil. Pokoknya, Mutlu dibuat malu yang luar biasa selama penerbangan itu. Karena itu, pria ini mengajukan tuntutan ganti rugi sekitar 2 juta dollar AS atau setara Rp. 18,4 miliar kepada perusahaan penerbangan Jet Blue.

Mungkin ketika tulisan ini dimuat, keputusan sudah dibuat dengan senyum ada di pihak Mutlu atau maskapai JetBlue, namun peristiwa tersebut mengajarkan kepada kita hal yang sangat penting: berhati-hati dengan perkataan  yang kita ucapkan tanpa berpikir panjang. Perkataan adalah sesuatu yang tidak dapat ditarik kembali ketika  sudah terlanjur terucap.

Perkataan yang positif  dapat menyenangkan hati orang lain, namun perkataan yang negatif termasuk janji palsu dapat menimbulkan masalah. Apa yang dialami oleh Gokhan Mutlu sungguh memalukan dan menjadi kenangan yang tidak terlupakan. Apabila gugatan Mutlu dinyatakan menang, mungkin itu dapat mengobati kekesalannya, sedangkan bagi awak tersebut seharusnya menjadi pelajaran berharga untuk berpikir panjang sebelum mengambil sebuah keputusan. Salomo berkata bahwa lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan. Artinya, apa yang terucap dari bibir orang bijak telah melalui proses telaah pengetahuan, bukan asal terucap.

Hari ini adalah kesempatan kita untuk melakukan intropeksi. Apakah sepanjang hari ini masih mudah dan begitu enteng berbicara mengambil keputusan tanpa berpikir panjang. Mohonlah kekuatan dari-Nya agar esok kita menjadi orang bijak sehingga setiap keputusan kita dapat bermanfaat bagi banyak orang.

Berpikir panjang sebelum berkata-kata dapat menghindarkan kita dari masalah-masalah yang sebenarnya dapat dihindari.