Senin, 26 Desember 2011

MERESPONS TEGURAN

Bacaan Alkitab : 2 Samuel 12:1-25
Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. (Ibrani 12:11)

Bukan hal yang menyenangkan apabila ada orang lain mulai mengkritik atau menegur cara hidup dan cara pandang kita terhadap suatu hal. Kritikan dan teguran seringkali mendorong kita untuk bersikap antipati tanpa memikirkan maksud yang sebenarnya. tak jarang pula hal itu dapat membuat kita marah atau emosi pada orang tersebut . Padahal tidak semua apa yang kita lakukan benar dan tidak semua kritikan bertujuan menjatuhkan kita. Kadangkala, kritikan dan tegoran merupakan bukti perhatian yang diberikan seseorang kepada kita. Hal yang perlu mendapat perhatian ketika akan memberi nasehat, tegoran, atau kritik adalah cara penyampaian dan waktu yang tepat sehingga orang lain bisa lebih menerima apa yang disampaikan , bukan malah bersikap antipati atau emosi.

Melalui renungan hari iniada dua hal yang dapat kita pelajari, yaitu :
  1. Nabi Natan adalah seorang nabi yang memakai hikmat dalam menyampaikan tegoran kepada raja Daud sehingga Daud pun menyadari kesalahannya. Dengan lemah lembut ia menunjukkan kesalahan Daud tanpa menjatuhkan wibawa Daud sebagai seorang raja.
  2. Respons Daud saat teguran tersebut disampaikan, ia tidak marah kepada Natan, sebaliknya dengan rendah hati mau menyadari kesalahannya dan langsung memohon pengampunan dari Tuhan. Sikap Daud yang terbuka membantunya segera menemukan solusi.

Saudara yang terkasih di dalam Yesus Kristus, apabila hari ini kita menerima teguran atau kritikan dari orang lain, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah sabar dan tenang. Jangan langsung mengambil sikap antipati karena belum tentu teguran itu bertujuan untuk menjatuhkan kita, meskipun kadangkala cara yang digunakan tidak berkenan di hati kita dan waktunya kurang tepat. Dan ingatlah selalu bahwa ada kemungkinan teguran tersebut dapat mendatangkan kebaikan bagi kita. Oleh sebab itu cobalah kita dengan berbesar hati menerimanya tanpa harus berdebat atau menyangkalnya. Siapa tahu, memang kita yang harus memperbaiki diri. Jika ini yang terjadi, bukankah kita akan bersyukur?


Orang yang rendah hati adalah orang yang mau menerima teguran orang lain dengan besar hati.

Renungan Harian Kristen

Kamis, 01 Desember 2011

HIDUP ADALAH PILIHAN

Bacaan Alkitab : Kejadian 37:1-11

"......kepadamu kuperhadapkan KEHIDUPAN dan KEMATIAN, BERKAT dan KUTUK. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu....." (Ulangan 30:19).

Kondisi keluarga, sedikit banyaknya mempengaruhi kehidupan seorang anak, walaupun hal ini tidak mutlak. Hal yang sama juga dialami oleh Yusuf ketika ia masih muda. Keluarganya bisa dikatakan "kacau". Ayahnya, Yakub; dikenal sebagai penipu ulung, pilih kasih terhadap anak-anaknya. Dan hal ini menyebabkan timbulnya IRI dan DENGKI dalam keluarganya.

Sebenarnya Yusuf punya alasan yang kuat untuk menyalahkan dan membenci keluarganya. Tapi Yusuf tidak melakukan hal itu karena ia SADAR bahwa. HIDUP itu adalah PILIHAN dan KEPUTUSAN. Dia sama sekali tidak terpengaruh dengan masa lalunya. Dia tidak mau melemahkan VISI yang Allah berikan kepadanya, yaitu : Menjadi pemimpin di masa depan (Kej. 37:5-9).

Mungkin saat ini kita sedang mengalami kondisi keluarga yang menyedihkan, orangtua RIBUT setiap hari, orangtua mau CERAI, masa lalu yang suram karena mungkin dulu kita lahir karena "kecelakaan", dan masih banyak HAL BURUK lainnya.

JANGAN IJINKAN MASA LALU MEMBUATMU MENGASIHANI DIRI SENDIRI dan MEMATIKAN POTENSIMU UNTUK MENJADI PAHLAWAN ALLAH.

Mungkin ada yang bertanya, "Bagaimana Caranya?"

PERTAMA : Percayalah bahwa Tuhan MAU dan SANGGUP mengubah kehidupanmu. Serahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan karena Dia mengasihimu.

KEDUA : Percayalah bahwa Dia sudah mengenalmu sejak dari dalam kandungan dan punya rencana spesial untukmu. Bertanyalah dan jalinlah kedekatan dengan bersekutu secara pribadi dengan-Nya.

KETIGA : Percayalah bahwa rancangan Tuhan selalu mendatangkan damai sejahtera dan masa depan yang penuh harapan. Ijinkan Dia memimpin langkah-langkah hidupmu.

KEEMPAT : Semuanya adalah KEPUTUSAN dan PILIHAN pribadimu. Allah memberikan pilihan, yakni Kehidupan dan Kematian, dan kita harus mengambil keputusan untuk memilihnya. Karena keputusan dalam menentukan pilihan, juga akan menentukan MASA DEPAN kita.

Tentukan Pilihanmu...!!!

*** Tuhan Memberkati ***

01 Februari - KEBAIKAN HATI
02 Februari - DALAM NAMA YESUS
03 Februari - THEISTIST
05 Februari - ALFA DAN OMEGA
06 Februari - JANGAN KUATIR
07 Februari - KEBEBASAN
08 Februari - STEPHANOS
09 Februari - KEAJAIBAN KECIL
11 Februari - ORANG-ORANG SISA
13 Februari - BERTAHAN
14 Februari - RESIKO IMAN
15 Februari - KEMERDEKAAN
16 Februari - BEDA
17 Februari - TO BE NUMBER ONE ?
18 Februari - MARAH
20 Februari - KEKUATAN SEPATAH KATA
21 Februari - MENGASAH
23 Februari - JODOH
24 Februari - BERKAT
26 Februari - CINTA ITU TERUS HIDUP
27 Februari - JIKA AYAH SIBUK
28 Februari - HIDUP ADALAH PILIHAN

Senin, 14 November 2011

JIKA AYAH SIBUK

Bacaan Alkitab : 1 Raja-raja 1:5-10

Selama hidup Adonia ayahnya belum pernah menegur dia dengan ucapan:
“Mengapa engkau berbuat begitu?” (1 Raja-raja 1:6).

Dalam adegan awal film Ip Man, Tuan Ip duduk-duduk di teras depan bersama istri, anak, dan tiga orang tamu. Anaknya asyik menggambar. Seorang tamu ingin menunjukkan jurus kunfu yang baru saja dipelajarinya, dan meminta Tuan Ip meladeninya berlatih. Sementara keduanya asyik menjajal kemampuan, anak Tuan Ip selesai menggambar dan berlari mendekat untuk menunjukkan hasilnya pada ayahnya. Namun, sang ayah menepiskannya, “Sebentar, Ayah sedang sibuk.”  Anak itu pun patah semangat dan selama beberapa hari tidak mau menyapa ayahnya.

Orangtua kerap kali lalai memperhatikan anaknya karena sibuk dengan pelayanan, pekerjaan, atau hobi. Kehadiran anak kadang-kadang bahkan dirasa sebagai gangguan di tengah kesibukan lain yang dianggap lebih penting. Daud menjadi salah satu contoh tragis dalam kasus ini. Ia adalah raja Israel  yang hebat dan orang yang sangat mengasihi Allah, tetapi bermasalah dalam kehidupan rumah tangganya, termasuk dalam mendidik anak-anaknya. Salah seorang anaknya, Adonia, dibiarkan berbuat sesuka hatinya, tidak pernah ditegur atau dinasehati. Ketika besar, Adonia membangkang pada ayahnya dengan mengangkat dirinya sebagai raja.

Untuk mendidik dan membentuk  karakter anak, diperlukan proses pendisiplinan selama bertahun-tahun. Kita perlu meluangkan waktu dan perhatian secara khusus, berkelanjutan, konsisten, dan penuh kesabaran. Jangan biarkan pelayanan, pekerjaan, atau hobi menguras waktu dan energy sampai-sampaikita tidak sempat lagi memenuhi peran dan tanggung jawab kita sebagai orangtua.

ORANGTUA YANG “TIDAK SEMPAT” MEMPERHATIKAN ANAK 
PERLU MENATA ULANG PRIORITAS HIDUPNYA. 

.
RENUNGAN HARIAN KRISTEN 

01 Februari - KEBAIKAN HATI
02 Februari - DALAM NAMA YESUS
03 Februari - THEISTIST
05 Februari - ALFA DAN OMEGA
06 Februari - JANGAN KUATIR
07 Februari - KEBEBASAN
08 Februari - STEPHANOS
09 Februari - KEAJAIBAN KECIL
11 Februari - ORANG-ORANG SISA
13 Februari - BERTAHAN
14 Februari - RESIKO IMAN
15 Februari - KEMERDEKAAN
16 Februari - BEDA
17 Februari - TO BE NUMBER ONE ?
18 Februari - MARAH
20 Februari - KEKUATAN SEPATAH KATA
21 Februari - MENGASAH
23 Februari - JODOH
24 Februari - BERKAT
26 Februari - CINTA ITU TERUS HIDUP
27 Februari - JIKA AYAH SIBUK
28 Februari - HIDUP ADALAH PILIHAN

CINTA ITU TERUS HIDUP

Bacaan Alkitab : Kidung Agung 8:5-7


“….karena cinta kuat seperti maut….” (Kidung Agung 8:6).

Carmen Ruiz Perez dari Spanyol, jatuh cinta pada Steve Smith, ketika mereka bertemu 16 tahun lalu dalam pertukaran pelajar di Inggris. Setahun kemudian, mereka berpisah ketika program itu berakhir. Carmen kembali ke Spanyol, lalu pindah ke Perancis. Beberapa tahun kemudian Steve mengirim surat cinta kepada Carmen, ke alamat ibunya di Spanyol. Sayang, surat itu terselip di belakang perapian lebih dari satu decade, dan baru ditemukan ketika rumah itu di renovasi. Akhirnya, walau belasan tahun telah berlalu, cinta mereka bertaut kembali. Mereka pun menikah pada Juli 2009.

Kerap kali cinta suami istri tampak menggebu di awal, tetapi luntur seiring berlalunya waktu. Bisa karena cinta hanya untuk memuaskan nafsu, mengangkat gengsi, mengisi hati yang sepi.  Atau, cinta dianggap barang; menarik dan enak dipakai ketika masih baru. Lalu bias dibuang jika sudah bosan, untuk diganti yang baru. Atau, ketika kelemahan pasangan tampak, lunturlah cinta. Padahal kelemahan dan kekurangan seharusnya menyatukan pasangan, karena timbul kebutuhan untuk saling menopang.

Salomo yang diyakini menuliskan Kidung Agung, mengungkap makna cinta sejati. Di masa jayanya, ia kerap menerima upeti dari Negara tetangga, berupa gundik. Namun, cintanya terhadap sang istri, gadis Mesir yang hitam manis, tetap bertahan. Cintanya kuat bagai maut. Semakin lama semakin lekat. Bagaimana cinta kita terhadap pasangan? Adakah cinta itu semakin kuat, khususnya saat badai menerpa? Atau, cinta itu mulai goyah karena terkikis oleh kesibukan, kekecewaan , dan tumpukan masalah kecil? Ambillah waktu untuk hadir bagi satu sama lain; tak hanya raga, tetapi juga jiwa dan roh. Cabutlah duri yang merusak cinta, agar cinta it uterus hidup.


PERNIKAHAN YANG BAIK TIDAK TREJADI SECARA ALAMIAH. 
ITU ADALAH HASIL KERJA KERAS PASANGAN MENIKAH TERSEBUT.
.




Renungan Harian Kristen - KELEMAHAN YANG MENGUATKAN

Bacaan Alkitab : 2 Korintus 12:1-10

Tetapi jawab Tuhan kepadaku, “Cukuplah anugerah-Ku bagimu, 
sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. 
(2 Korintus 12:9).


Suatu saat, seorang pendeta naik kapal dari Pontianak, hendak menuju ke Semarang. Di tengah laut lepas, seorang penumpang yang diduga stres melompat ke laut. Semua penumpang menjadi gaduh. Awak kapal pun segera mematikan mesin, tetapi mereka tidak segera menolongnya. Baru setelah orang tersebut tampak lemas tak bertenaga, para awak menurunkan sekoci, berenang menjangkau si korban, dan mengangkatnya ke sekoci. Mengapa orang tersebut dibiarkan lemas? Awak kapal menjawab, “Orang yang sudah lemas pasti lebih mudah ditolong. Kalau seseorang masih bertenaga, maka ia cenderung memberontak dan sulit diangkat.”

Paulus adalah orang hebat. Dalam kitab Kisah Para Rasul, kita membaca bahwa ia menyembuhkan orang lumpuh (14:8-10). Sapu tangannya bisa mendatangkan mujizat (19:12). Ia menghidupkan orang mati (20:9-10). Ia banyak membuat mujizat (28:9). Akan tetapi, ia diizinkan berada dalam kondisi tidak berdaya. Ia tidak bisa menolong dirinya sendiri. Tiga kali sudah ia berseru, tetapi Tuhan juga tidak melepaskannya (2 Korintus 12:8).


Barangkali kita juga mengalami bahwa kepandaian, pengalaman, dan kemampuan kita,  tidak membebaskan kita dari masalah. Kita telah berkali-kali berdoa, tetapi Allah sepertinya mengizinkan kita “lemas tidak berdaya”. Mengapa? Firman-Nya : “…… justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Itulah yang akhirnya membuat Paulus berani berkata : “Sebab itu, aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku” (2 Korintus 12:9).

Kala kita benar-benar sudah angkat tangan, Tuhan pasti akan segera turun tangan.


Jumat, 07 Oktober 2011

YESUS MENAMPAKKAN DIRI DI SOLO

[JAKARTA] Blackberry Messanger (BBM) saya Rabu, (5/10) hari ini mendapat sebuah gambar unik yaitu cahaya matahari yang menerobos awan. Hasilnya tampak seperti gambar Yesus Kristus berkilau cahaya, persis seperti gambar Yesus yang naik ke Surga, seperti yang lazim digambarkan pada hari Paskah.

Dalam teksnya, gambar tersebut diambil di Solo Jawa Tengah pada Selasa, (4/10) siang dan diambil melalui Blackberry. Gambarnya memang tidak terlalu besar karena resolusinya kecil. Tetapi "Yesus yang Naik ke Surga itu" tampak jelas di belakang tiang-tiang listrik. Foto ini ramai dikomentari di grup BBM. Komentar itu antara lain, "Puji Tuhan, Solo diberkati."

Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton Solo yang menewaskan dua orang yaitu pelaku bom bunuh diri itu sendiri dan seorang jemaat lainnya yang meninggal di rumah sakit serta melukai sejumlah orang lainnya.

Sumber : http://www.suarapembaruan.com/nasional/yesus-menampakkan-diri-di-solo/12045

KESAKSIAN DARI KERUSUHAN MEI 1998

Sudah jamak jika kita mendengar kesaksian dari para saksi mata mau pun korban dari suatu kejadian. Tetapi kali ini saya mendapatkan sebuah kisah kesaksian yang justru dari pelaku tindakan kekerasan. Saya melihat bahwa ada suatu hal yang dapat dipetik dari cerita ini, yaitu: jamahan kasih Allah. Ya, pelaku tindak kekerasan dijamah hatinya oleh Yesus Kristus sehingga hidupnya berubah 180 derajat.

Sungguh indah, Yesus pergi meninggalkan 99 domba yang tidak tersesat untuk mencari domba yang sesat. Betapa gemuruhnya Sorga dengan nyanyian puji-pujian kepada Allah ketika si domba yang tersesat telah ditemukan. Dalam kisah ini Yesus sendirilah yang menemukan si domba tersesat.

Berikut adalah kisah kesaksian Andryansah:

Awalnya saya mengenal Isa Almasih berawal dari kejadian yang hampir tidak masuk akal. Bermula dari kerusuhan mei 1998 pada waktu itu.

Sebelum saya mengenal Isa Almasih, saya di didik oleh orangtua saya maupun para ulama baik di bangku sekolah, musholla, maupun masjid bahwa orang di luar penganut Islam adalah kafir dan Islam merupakan ajaran yg paling benar dari segala kitab yang ada di muka bumi ini, dan yang paling utama. Apabila ada di antara kami yg dapat mengenyahkan penganut di luar Islam, adalah merupakan suatu pahala yg besar, sebab menurut apa yg telah mereka ajarkan kepada saya inti nya adalah penganut di luar Islam merupakan jamaah syaithon yang harus segera di musnahkan dari muka bumi ini. Dan bahaya yg paling besar pada saat itu adalah kaum nashara (Nasrani) yang selalu berkembang di Indonesia secara perlahan-lahan yang mana pada saat itu saya selalu di cekoki pelajaran yg terdapat di dalam quran maupun hadist. Begitulah bagaimana sikap saya yang bagaikan iblis semula sebelum mengenal Isa Almasih yang mulia di bumi maupun akhirat dengan kasihNya.

Dan pada suatu waktu tepatnya awal kerusuhan Mei 1998, saya bersama kawan-kawan saya (penganut Islam) mengendarai sepeda motor beramai-ramai dengan tujuan untuk menjarah toko-toko milik non muslim. Sebelum kami berangkat melakukan hal tersebut, sebenarnya saya enggan mengikuti mereka karena keluarga kami pun orang yg hidup di atas rata-rata dan hal tersebut sepertinya merupakan sesuatu yg memalukan. Dan pada saat itu saya telah menyelesaikan study di perguruan tinggi dan saya masih dalam status penggaguran dan hal inilah yg membuat saya mengikuti ajakan teman saya, terutama apalagi bila ada salah satu dari mereka berteriak mari kita hancurkan para kafir, hal inilah yg membuat semangat saya menggebu-gebu.

Sampai pada suatu saat kami telah sampai di depan toko yg bernama El-Shadai, dan kami yakin bahwa toko itu adalah toko milik kafir Nasrani. Dan akhirnya kamipun melempari toko tsb sambil meneriakan Allahuakbar bersama-sama dan meneriakan “kafir, keluar lu dari dalam toko lu!”

Pada waktu itu ada beberapa orang yg berhamburan keluar. Salah satu dari mereka mengendarai motor untuk melarikan diri dari kami. Kami melihat pria itu mengenakan kalung salib di lehernya. Lalu teman saya yang bernama Sultan (nama samaran) berseru kepada saya, “Ndry, mari kita kejar dia!”

Saya pun bergegas untuk membonceng teman saya. Sebelum saya membonceng motor kawan saya, saya mengambil sepotong besi. Dan akhirnya kami pun mengejar pria itu. Dan yg mana pada waktu itu keadaan di jalan sangat carut marut, tetapi pria itu tetap menancap gas. Mungkin saking takutnya berusaha menyelamatkan diri dari kejaran kami. Kawan saya pun mempercepat laju motornya. Berhubung motor yg kami tunggangi adalah motor king sedangkan pria tersebut menggunakan motor bebek, maka perlahan-lahan kami dapat menyusulnya.

Pada suatu saat pria itu membelokkan motornya pada persimpangan dengan cepatnya. Dan pada saat itulah kami tidak tahu darimana mobil tersebut datang. Seingat saya, kamipun akhirnya menabrak mobil tersebut dan saya serasa terbang di udara. Sesudah itu saya tidak sadar lagi.

Pada waktu saya sadar, saya melihat banyak kerumunan di sekitar saya. Dan dengan reflek saya mencari teman saya untuk melihat kondisinya. Lalu saya pun memisahkan diri untuk mencari teman saya dari kerumunan orang tersebut.

Tetapi saya tidak tahu mengapa orang tersebut masih berkerumun di tempat saya berada tadi. Lalu saya pun melangkah ke jalan, dan saya mendapati kerumunan di sisi jalan yang lain. Saya pun berpikir itu pasti teman saya. Lalu saya pun melangkah mendekatinya.

Tiba-tiba saya berhenti sontak di tengah jalan karena saya melihat di beberapa kerumunan teman saya, saya melihat teman saya jadi dua. Dan ada banyak orang yg berwajah bengis dan hewan kurus seperti anjing yg hendak memperebutkannya. Saya mengucek mata saya sebab saya pikir saya masih belum sadar. Setelah itu saya melihat teman saya yang ada dua tersebut. Salah satunya di seret-seret oleh mereka untuk keluar dari kerumunan tersebut. Dan teman saya itu berteriak, “Ndry, Ndry, tolong saya!” Saya pun tak berani melangkah karena saya takut. Dan saya tetap diam terpaku di tengah jalan raya tersebut.

Pada waktu itu ada sinar datang dari sebelah kanan saya. Waktu saya menoleh, ternyata mobil ambulance pas di samping kanan saya dan menabrak saya. Saya pun tersontak dan menyebut Masyaallah sambil memejamkan mata. Tetapi mobil itu serasa melintasi tubuh saya. Lalu sayapun membuka mata saya dan dengan reflek saya memegang tangan saya sendiri. Lalu saya pun melihat mobil ambulance tersebut berhenti pas di tempat saya jatuh tadi. Dan yang membuat saya terdiam seribu bahasa adalah ketika saya melihat tubuh saya dimasukkan ke dalam ambulance tersebut. Hal ini yg membuat saya seperti gila. Sayapun akhirnya berlari tanpa tujuan dan saya tidak berani mendatangi kerumunan di mana saya jatuh sebelumnya karena saya takut setelah melihat kejadian teman saya.

Tidak jelas kemana saya berlari, tiba tiba saya sampai di sebuah taman dan saya duduk sambil menangis. Apakah saya sudah mati? Saya terus mencubit-cubit tangan saya, tapi saya tidak merasakan apapun. Lalu saya menangis lebih keras. Dan sayapun tersungkur menangis di atas tanah. Dan pada saat saya tersungkur, saya melihat sepasang kaki di depan mata saya. Sayapun sontak mundur ke belakang karena saya teringat langsung apa yg dialami teman saya. Tapi pada saat saya mau bangun dan melarikan diri, saya seperti lumpuh tidak bisa bergerak. Dan saya pun memberanikan diri untuk menatap siapakah yg ada di depan saya. Tapi saya tidak bisa melihat wajahnya karena sangat silau. Dan hal itu membuat saya pasrah dan menundukkan muka.

Lalu orang yg berpakaian putih di depan saya itu pun bertanya kepada saya, “Nak, mengapa engkau menganiaya AKU?”

Lalu saya pun menjawabnya, “Setan, pergi kau jangan ganggu saya!”

Sayapun akhirnya mengucapkan ayat-ayat kursi untuk mengusirnya.

Lalu Dia pun berkata lagi “Nak, mengapa engkau menganiaya Aku?”

Sayapun masih melafalkan ayat kursi di bibir saya dan saya mengucapkan “Ya Allah, usirlah setan itu dari hadapanku.”

Lalu Dia berkata lagi, “Nak, apakah kesalahanKu hingga kau menganiaya Aku?”

Lalu setelah saya sadar ayat kursi tidak ampuh untuk menghadapi-Nya, sayapun tersungkur di bawah kakiNya dan menangis tersedu-sedu dan akhirnya akupun menjawabnya, “Saya tidak tahu kenapa saya melakukannya. Maafkanlah saya.”

Dan saya pun meraung-raung di bawah kakinya. Dan Diapun berkata, “Bangunlah. Jangan takut. Peganglah tanganKu.” Dan sayapun berdiri di depanNya sambil menundukkan muka saya (dan pada waktu itu sayapun masih berpikir bagaimana cara melarikan diri dariNya). Sepertinya Dia tahu pikiran saya, dan Dia berkata lagi, “Jangan takut akan Aku karena Aku lembut dan murah hati.”

Dan akhirnya saya pun memberanikan diri untuk menatapNya. Saya merasakan kesedihan yg ada di hati saya menjadi sirna seketika dan saya pun memberanikan diri untuk bertanya kepadaNya, “Siapakah kamu sesungguhnya?”

Lalu Dia menjawab, “Akulah yang selalu di perdebatkan oleh banyak anak manusia. Akulah jalan yang lurus. Akulah yang telah membangkitkan orang dari kematian.”

Setelah saya mendengar Dia berkata “Akulah yang telah membangkitkan orang dari kematian”, sayapun langsung tersadar bahwa Dialah Isa Almasih atau Yesus Kristus yang banyak sekali dipuja puja oleh kaum Nasrani sebagai TuhanNya. Lalu sayapun tersungkur di bawah kakiNya kembali dan pada saat itu secara tak sadar saya memperhatikan kakiNya yg mempunyai tanda berlobang bekas luka. Saya pun berkata “Ya Nabi Isa, ampunilah segala sesuatu yang pernah saya perbuat terhadap pengikutMu. Ampunilah saya.”

Dan sayapun menangis kembali karena merasa berdosa terhadapNya. Lalu dia pun berkata, “Mengapa kamu menganiaya mereka?”

Sayapun menjawabNya, “Saya tidak tahu. Atau mungkin karena mereka menganggapMu sebagai Allah dan menduakan Allah?”

Lalu Dia pun berkata “Segala apa yang ada padaKu adalah milik BapaKu yang di Sorga. Dan segala apa yang ada pada BapaKu di Sorga adalah MilikKu juga, karena olehNya segala kekuasaan baik di bumi maupun di sorga telah dise rahkanNya kepadaKu. Karena Aku dan Bapa adalah satu. Begitu juga kau, kau sekarang adalah milikKu.”

Sayapun masih menangis di bawah kakiNya pada saat Dia menerangkan tentang siapa diriNya sebenarNya, yaitu Dia adalah Allah itu sendiri. Lalu sayapun berkata, “Ya Isa Allahku, ampunilah segala sesuatu yang pernah saya lakukan.”

Di sinilah saya pertama kali menyatakan Isa adalah Allah saya. Lalu Isa Almasih berkata, “Pulanglah dan beritakanlah tentang Aku, tentang apa yang pernah kau lihat. Aku akan menyertai kalian semua hingga zaman akhir.”

Dan pada saat itu pula sontak saya terbangun. Ternyata saya sudah berada di Rumah Sakit, tepatnya di ruang ICU kurang lebih selama 2 minggu dalam keadaan koma. Pada saat saya terbangun, saya langsung menangis dan menyebut, “Ya Isa, ya Tuhanku, ampunilah saya.”

Pada saat itu ibu dan saudara-saudara saya sedang menunggu di luar dan bergegas masuk saat mendengar suara saya. Tetapi kebanyakan dari mereka heran mengapa saya menyebut Isa sebagai Tuhan saya. Banyak di antara mereka yg menganggap saya kerasukan iblis membaca ayat kursi bersama sama. Ini membuat saya tertawa terpingkal-pingkal setiap saya mengingat mereka melakukan hal tersebut. Akhirnya sayapun dibawa pulang ke rumah setelah kondisi saya membaik. Pada saat itu merupakan kegoncangan iman yg terbesar dalam hidup saya, tentang apa yg pernah saya percayai sebelumnya, yg selalu penuh dengan kekerasan, iri, dan dengki. Dan saya mengingat tentang pertemuan saya dengan Tuhan kita Yesus Kristus, betapa baiknya Dia terhadap saya. Dia tahu saya telah menganiaya pengikutNya, seharusnya Dia memenggal kepala saya, tetapi Dia malah mengampuni saya dan mengembalikan Roh saya menyatu kembali denganjiwa dan tubuh saya. Padahal ibu saya pernah berkata bahwa pada saat saya di rumah sakit dokter telah mengatakan bahwa saya telah mengalami pendarahan otak dan mustahil bisa di sembuhkan. Dan sekalipun saya sembuh, saya akan mengalami kelumpuhan total. Banyak para dokter yg merasa aneh pada kejadian saya yg ajaib.

Dan apabila mereka bertanya saya hanya menjawab Isa atau Yesus Kristus lah yg menyembuhkan saya. Kadang-kadang hal ini membuat mereka yg belum menerima Yesus di dalam hatinya menganggap saya kerasukan iblis. Begitu juga saudara-saudara saya maupun bapak saya sendiri. Sehingga sering bapak saya mengundang para kiai maupun dai untuk mengkotbahi saya.

Lalu saya bertanya kepada mereka, “Sudahkah kalian pernah merasakan kematian?”

Merekapun jawab, “Belum.”

Lalu sayapun bilang kepada mereka, “Percayalah kepada Isa, karena Isa lah yang menyelamatkan saya dari kematian.”

Akhirnya banyak dari antara mereka yg pergi dengan hati yg dongkol.

Untungnya bapak saya merupakan muslim yg liberal. Akhirnya sayapun menceritakan tentang semua kejadian yg pernah saya alami pada waktu itu. (mungkin bapak saya mendengarkannya dengan cara masuk kuping kiri, keluar kuping kanan). Akhirnya bapak saya berkata, seandainya apa yg saya alami itu memang benar, maka bapak akan mengucap sukur kepada Nabi Isa yg telah menyelamatkan saya. Dan sayapun selalu berdebat dengan bapak saya. Sampai akhirnya saya berkata kepada bapak saya, “Sungguh apa yang semua saya alami adalah benar karena saya melihatnya dengan kepala dan mata saya sendiri.”

Dan bapak sayapun bilang, “Bagaimana mungkin kamu melihatNya, orang pada saat itu bapak bersama ibumu selalu menunggui kamu di rumah sakit? Kapan kamu keluar dan bertemu denganNya? Tahukah kamu ndry, semua itu karena ridho Allah, titik!”

Pada waktu itu saya pun bingung menjawab pertanyaan yg dilontarkan bapak kepada saya. Ibu saya pun menangis dan memeluk saya ketika melihat kami berdebat dengan keras dan menyuruh saya diam dan meninggalkannya. Tanpa sebab saya berkata kepada bapak, “Ya benar, Isa Almasih adalah Tuhan saya sekarang ini. Pelangi adalah saksi apa yg pernah saya katakan.”

Lalu bapak saya tertawa menyindir kepada saya, “Di musim kemarau begini mana mungkin ada pelangi?”

Dan sayapun akhirnya pergi meninggalkan tempat saya berdebat dengan ayah saya itu dan menuju pintu rumah untuk pergi keluar. Pada saat saya di luar rumah sayapun menangis dan berbicara sendiri, “Ya Isa Tuhanku, mengapa begitu keraskah hati bapak saya seperti batu?”

Lalu saya pun mendongak ke atas langit, dan anehnya saya melihat pelangi. Lalu saya menangis dengan penuh suka cita, dan sayapun lari kembali ke dalam rumah untuk menemui bapak saya. Dan saya memanggilnya untuk menunjukkannya.

Setelah bapak saya melihat pelangi tersebut diapun diam seribu bahasa. Dan setelah kejadian itu bapakku seperti mengalami kegoncangan iman, seperti yang pernah saya alami sebelumnya.

Sayapun mulai mencari lebih dalam tentang siapa Isa Almasih sebenarnya melalui Al-Quran maupun hadist, dan saya menemukan hal-hal yg membuat saya terharu. Misalnya ayat surat-surat di bawah ini:

  1. (Maryam, 19:19) Hanya Isa Anak Maryam yang langsung masuk Syurga kerana Dia suci.
  2. (Al Imran, 3:45) Bahkan Dia (Isa Almasih) terkemuka di dunia dan di akhirat.
  3. (Al Fatihah, 1:6) “Indinash shiraathal mustaqiim” Artinya: Tunjukilah kami jalan yang lurus
  4. (Az Zukhruf, 43:61) “Wa innahu la’ilmu lis saa’ati fa laa tamtarunna bihaa wa tabi’unni haadzaa shiraathum mustaqiim.” Artinya: Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat kerana itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus.
  5. (Az Zukhruf, 43:63) “Wa lammaa jaa-a ‘Isa bil bayyinaati qaala qad ji’tukum bil hikmati wa li ubayina lakum ba’dhal ladzii tathtalifuuna fiihi fat taqullaaha wa athii’u.” Artinya: Dan tatkala Isa datang membawa keterangan. Dia berkata sesungguhnya Aku datang membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian yang apa kamu perselisihkan tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaKu.
  6. (An Nisa, 4:171) “Inamal Masihu ‘isabnu Maryama rasullahi wa kalimatuhu.” Artinya: Sesungguhnya Isa Al Masih putra Maryam itu utusan Allah dan FirmanNya.
  7. (Hadis Anas bin Malik hal.72) “Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu.” Artinya: Isa itu sesungguhNya Roh Allah dan FirmanNya.
  8. (Maryam, 19:17) ”arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran sawiyya.” Artinya: Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya menjadi Manusia yang sempurna.
  9. (Hadis Ibnu Majah) “Laa mahdia illa isabnu Maryama.” Artinya: Tidak ada Imam MAHDI selain Isa putra Maryam.
  10. (Al Anbiyaa, 21:91) “Wallatii ahshanat farjahaa fa nafakhnaa fiihaa mir ruuhinaa Wa ja’alnaahaa wabnahaa ayatal lil ‘aalamiin” Artinya: Ingatlah kisah seorang perempuan yang memelihara kehormatannya (Maryam) lalu Kami tiupkan kepadanya Roh Kami (Roh Allah) dan Kami jadikan dia dan Anaknya tanda (kuasa Allah) bagi semesta alam.
  11. (Maryam, 19:33) “Wa salaamu ‘alayya yauma wulittu, wa yauma amuutu, wa yauma ub’atsu hayaa.” Artinya: Dan sejahtera atasNya pada hari Dia dilahirkan, pada hari Dia wafat, dan pada hari Dia dibangkitkan hidup kembali.”
  12. (Al Imran, 3:55) “Idz qaalallahu yaa Isa, innii mutawafiika, wa raafi’uka ilayya, wa muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu, wa jaa’ilul ladzina tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati.” Artinya: Ingatlah tatkala Allah berfirman; Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanMu, dan mengangkatMu kepadaKu, dan akan menyucikan Engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutiMu di atas mereka yang kafir hingga hari kiamat.”
  13. (Al Baqarah, 2:253) “Wa aatainaa ‘isabna Maryam bayyinaati wa ayyadnaahu bi ruuhil qudusi.” Artinya: Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam, beberapa mujizat serta Kami perkuat Dia dengan Roh Kudus.
  14. (An Nisa, 4:156) “Wa bi kufrihim wa qaulihim ‘alaa Maryama buhtaanan ‘azhiimaa.” Artinya: Dan kerana kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zinah).
  15. (Al Imran, 3:45) “Idz qalatil malaikatu yaa Maryama innallaaha yubasyiruki bi kalimatim minhus muhul masihu ‘isabnu Maryama wajihan fiddun-yaa wal akhirati wa minal muqarrabiin.” Artinya: Ketika malaikat berkata, hai Maryam sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimah daripadaNya namanya Al Masih putra Maryam, terkemuka di dunia dan di akhirat dan orang yang paling dekat pada Allah.
Dan sayapun akhirnya menelusuri dan mencari segala hal tentang Isa Almasih Tuhan kita. Akhirnya sayapun berpikir bahwa saya harus mendapatkan Injil itu sendiri untuk memahami siapa Isa Almasih itu sesungguhNya. Ada keinginan yang sangat kuat di hati saya untuk mendapatkannya (Injil). Lalu saya pun teringat akan toko yang pernah kami (saya bersama kawan saya dulu) rusakkan, yaitu toko buku El-Shadai, lalu sayapun pergi kesana.

Pada saat saya sampai di toko tersebut, toko itu masih kelihatan rapi, baik kaca-kacanya yg dulu kamu lempari dengan batu hingga pecah, telah rapi terenovasi kembali. Lalu sayapun menghampiri toko tersebut dan akhirnya saya berbicara dengan salah satu penjaganya, “Mbak, apakah Anda menjual Injil?”

“Ya.” jawabnya.

Lalu penjaga itu pun mencarikan Injil tersebut. Lalu dia pun menyerahkan kepada saya Kitab Perjanjian Baru. Lalu saya bertanya lagi kepadanya, “Apakah ini Injil Isa Almasih punya?”

Mbak penjaga itupun berkata sambil tertawa kecil, “Iya, Perjanjian Baru itu adalah Injil.”

Lalu mbak itu pun berkata kepada saya, “Apakah kamu non Kristen?”

Sayapun bingung menjawabnya. Karena agak takut oleh sebab sebelumnya, seandainya mbak itu tahu apabila saya muslim mungkin dia akan benci kepada saya, pikir saya dalam hati. Akhirnya dengan berat hati sayapun menjawabnya, “Ya, saya muslim.” sambil saya menundukkan muka.

Lalu mbak itu pun berkata, “Ah itu tak masalah bagi kami.” sambil tersenyum. Hal ini yang membuat saya heran kenapa mereka yg begitu ramah bisa kami benci tanpa sebab sebelumnya? Lalu sayapun bertanya kepada dia, “Mbak, adakah buku-buku tentang kisah nabi-nabi menurut Kristen?”

Lalu mbak itupun mencarikannya. Sesudah itu sayapun mananyakan harga totalnya untuk membayar buku-buku tersebut. Dan sebelumnya saya pun berta nya kepadanya, “Mbak, apakah ada di antara pegawai toko ini yang celaka pada saat kerusuhan sebelumnya?”

Mbak itupun menjawab saya, “Pada waktu kejadian tersebut toko ini telah kami tutup lebih awal kira-kira jam sepuluh pagi.”

Lalu saya bertanya lagi, “Apakah ada yg menempati toko ini sebagai tempat tinggal?”

“Ah tidak mas,” jawabnya, “hanya satpam yg menjaga toko-toko di sekitar kami. Itupun juga mereka hanya menjaga di luaran saja untuk keamanan sekitarnya.”

Hal ini yang membuat saya sangat bingung dalam hati. Seingat saya waktu kami merusak dan menjebol toko ini pada waktu petang hari masih ada beberapa orang yg di dalamnya, sedangkan mbak itu bilang toko telah tutup sejak jam 10 pagi dan tidak ada satupun penghuni yg menempatinya. Lalu siapakah di antara mreka yg kami kejar pada waktu itu? Hal ini yang membuat saya heran hingga sekarang. Seandainya apabila saya menemui pria yg kami kejar-kejar dulu, mungkin saya akan berlutut untuk meminta maaf kepadanya.

Dan akhirnya sayapun kembali kerumah, dan sayapun mulai membaca Injil satu persatu di kamar saya. Saya sangat terenyuh, sedih, dan bangga pada saat saya membaca kisah Injil, betapa mulianya segala sesuatu yang pernah diperbuat oleh Isa Almasih / Yesus Kristus. Begitu pun juga ucapan-ucapanNya yang bagaikan pisau belati langsung menusuk hati mengajarkan tentang kasih yang tulus, kerendahan hati, maupun keselamatan. Hal ini yang belum pernah saya peroleh sebelumnya semenjak saya hidup di muka bumi yang mana sebelumnya saya menganggap diri kami sebagai muslim adalah yg tertinggi dari golongan lain kafir yang mana para golongan kafir itu harus tunduk kepada kami, yaitu para penganut Islam, sebab ada di quran yg mengatakan, “hanya penganut Islam lah yang masuk Sorga” dan hal ini sangat tidak masuk akal. Bagaimana mungkin nabi-nabi sebelum Muhammad bisa disebut Islam, karena mereka pun tidak pernah sekalipun mengucapkan kalimat syahadat? Dan juga pada saat saya mengalami kejadian yg aneh di mana roh saya berpisah dengan tubuh saya pada waktu kecelakaan dan mengalami koma, kenapa yg menemui saya justeru Isa Almasih / Yesus Kristus? Dan akhirnya sayapun menyerahkan diri saya sepenuhnya untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan saya dan Juruselamat saya. Pada tanggal 27 Oktober 2000 saya pun dibaptis dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Halleluya. Saya telah menerima kasih karuniaNya. Baik susah maupun senang

Tuhan Yesus selalu menyertai saya.

Amin

Solo, Indonesia, 3 Mei 2006

Nama asli saya Ahmad Andryansah bin Abdul Jalil dan saya akhirnya mengganti nama saya menjadi Christian Andryansah, dan saya menghapus nama Ahmad karena nama tersebut selalu mengingatkan saya akan kekejian.

Sabtu, 13 Agustus 2011

PUASA DALAM KRISTEN


A.    APA TUJUAN KITA BERPUASA?
  1. Merendahkan diri di hadapan Allah
  2. Menyatakan rasa kasih kita kepada Tuhan Yesus
  3. Mendisiplinkan tubuh kita dari keinginan duniawi, salah satu cara untuk menyangkal diri.
  4. Menambah rasa simpati kepada sesama, agar bisa merasakan penderitaan orang lain.
  5. Meminta jawaban Tuhan atas permasalahan kita.
  6. Mengusir jenis setan tertentu yang hanya bisa diusir dengan doa puasa.
B. APAKAH PUASA ADA DALAM KRISTEN
Bagi Kristen Protestan tidak mewajibkan untuk berpuasa, sedangkan Kristen Katolik mewajibkan untuk berpuasa pada masa pra-paskah.

C. BAGAIMANA CARA KITA BERPUASA?
Cara berpuasa dalam Kristen ditentukan oleh kita sendiri, terserah pribadi masing-masing. Kita dapat menentukan sendiri jangka waktunya. Sebagai contoh :
  • 8 jam
  • 1 hari
  • 1 hari 1 malam
  • 3 hari
  • 7 hari
  • 40 hari
  • dst.
Untuk jenis puasanya, kita dapat menentukannya sendiri. Sebagai contoh :
·         Tidak Makan
·         Hanya makan sayuran
·         Tidak makan dan tidak minum
·         Puasa kebiasaan jelek, seperti : Tidak Merokok, dll.
Selama kita berpuasa, disarankan agar lebih banyak doa, pujian penyembahan dan membaca Alkitab.

D. APAKAH TUHAN YESUS MENGAJARKAN AGAR KITA BERPUASA?
Ya, Yesus mengajarkan agar murid-muridNya untuk berpuasa. Tuhan Yesus berkata: "Dan apabila kamu berpuasa,…" (Mat 6:16). Kata apabila artinya adalah sebagai orang Kristen pada suatu saat kita akan berpuasa. Hanya waktunya sebaiknya tidak diwajibkan oleh agama, karena niat berpuasa timbul dari masing-masing pribadi.

E. APA YANG YESUS AJARKAN KETIKA KITA BERPUASA?
Sedapat mungkin agar tidak ada orang lain yang tahu jika kita berpuasa. Biar hanya Tuhan yang tahu dan memberi upah kepada kita. Oleh karena itu agama Kristen tidak menentukan waktu untuk berpuasa.

F. MENGAPA MURID-MURID YESUS TIDAK BERPUASA KETIKA IA BERSAMA MEREKA?
Karena puasa adalah untuk menunjukkan kepada Allah, sedangkan Yesus adalah Imanuel (=Allah beserta kita).

G. UNTUK APA BERPUASA JIKA ALLAH SUDAH ADA DI TENGAH-TENGAH MEREKA?
Yesus telah menjelaskan dalam Mat 9:15. Yesus juga menerangkan lewat perumpamaan bahwa puasa dalam Perjanjian Lama berbeda dengan puasa dalam Perjanjian Baru. (Mat 9:16-17).

H. APAKAH BEDANYA PUASA DALAM PL DAN PB?
Puasa dalam PL yang dilakukan secara rutin oleh bangsa Israel adalah untuk menantikan kedatangan Mesias, Penyelamat bangsa Israel yang dijanjikan dalam kitab Taurat dan kitab para nabi. Sedangkan dalam PB, Mesias telah datang dan berkarya. Artinya Keselamatan sudah datang, dan kita berpuasa untuk menjaga keselamatan yang sudah kita miliki.

I. APAKAH ADA NIAT PUASA SELAIN JAWABAN DIATAS?
Ya, seperti Musa dan Elia, mereka berpuasa karena memang Tuhan memberikan kekuatan untuk bersekutu secara intim dengan Tuhan, sehingga mereka tidak merasa lapar dan haus, seperti keadaan di sorga. Lainnya untuk situasi yang mendesak, untuk meminta belas kasihan dati Tuhan, untuk meminta agar Tuhan bertindak dalam masalah kehidupan kita, untuk meminta kekuatan Allah dalam pelayanan.

J. APA SAJA PUASA YANG TERCATAT DALAM PL?
1.      Puasa Musa, 40 hari 40 malam tidak makan dan tidak minum (Kel 24:16 dan Kel 34:28)
2.      Puasa Daud, tidak makan dan semalaman berbaring di tanah (2 Sam 12:16)
3.      Puasa Elia, 40 hari 40 malam berjalan kaki (1 Raj 19:8)
4.      Puasa Ester, 3 hari 3 malam tidak makan dan tidak minum (Est 4:16)
5.      Puasa Ayub, 7 hari 7 malam tidak bersuara (2:13)
6.      Puasa Daniel, 10 hari hanya makan sayur dan minum air putih (Dan 1:12), doa dan puasa (Dan 9:3), berkabung selama 21 hari (Dan 10:2)
7.      Puasa Yunus, 3 hari 3 malam dalam perut ikan (Yunus 1:17)
8.      Puasa Niniwe, 40 hari 40 malam tidak makan, tidak minum dan tidak berbuat jahat (Yunus 3:7)

K. APA SAJA PUASA YANG TERCATAT DALAM PB?
1.      Puasa Yesus, 40 hari 40 malam tidak makan (Mat 4:2)
2.      Puasa Yohanes pembabtis, tidak makan dan tidak minum (Mat 11:18)
3.      Puasa Paulus, 3 hari 3 malam tidak makan, tidak minum dan tidak melihat (Kis 9:9)
4.      Puasa Jemaat mula-mula, untuk menguatkan Paulus dan Barnabas dalam pelayanan (Kis 13:2-3)

SELAMAT BERPUASA!
TUHAN YESUS MEMBERKATI.

Rabu, 29 Juni 2011

Renungan Harian Kristen - BERKAT

Bacaan Alkitab : Ayub 42:1-17

“TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu;…” (Ayub 42:12a)


Ada seseorang yang menemui saya dan menceritakan niatnya untuk masuk agama Kristen. Ia mengatakan: “Hidup saya sangat susah, Pak. Saya lihat orang Kristen itu kaya-kaya, makanya saya mau masuk Kristen.” Lalu saya bertanya kepadanya, “Tapi nanti kalau kamu masuk Kristen, terus hidupmu malah bertambah sengsara, usahamu bangkrut, kamu akan bagaimana?” Tampaknya, ia agak terkejut mendengar pertanyaan saya, mungkin ia tidak menyangka saya akan bertanya seperti itu.

Dalam penderitaannya, Ayub berani berdebat dengan Allah. Bahkan hamper keseluruhan kitab Ayub sebenarnya berisikan pembelaan Ayub yang ditujukan kepada Allah, mengapa semua peristiwa-peristiwa buruk itu terjadi dalam hidupnya. Meski demikian, pada akhirnya, Ayub harus menerima keterbatasan-keterbatasannya. Tuhan menjawab pertanyaan dan keluh kesah Ayub, tetapi tidak semua pertanyaan dan keluh kesah itu terjawab. Ada hal-hal yang tetap tinggal menjadi misteri. Tetapi jawaban Tuhan telah mengubah sikap Ayub. Ia mencabut perkataannya dan menyesali diri (42:6). Tuhan kemudian memulihkan keadaan Ayub dan memberkatinya lebih dari sebelumnya.

Tentu Saudara juga mendambakan berkat-berkat dari Tuhan. Ada orang yang berpandangan: kalau ada keluarga Kristen yang selalu menderita, pastilah bukan keluarga Kristen yang diberkati. Namun dari kisah hidup Ayub, kita belajar bahwa penderitaan bukanlah pertanda bahwa hidup kita tidak diberkati. Namun juga sebaliknya, kesuksesan hidup bukanlah pertanda bahwa kita sudah diberkati. Yang terpenting ialah bahwa dalam pengalaman suka maupun duka, dengan penuh kesabaran kita tetap mengarahkan hidup kita kepada Tuhan. 


TUHAN MEMBERKATI


Penderitaan tidak selamanya berdiam dalam hidup kita, semua itu hanyalah pembentukan dan pembelajaran agar kita lebih kuat dalam hidup dan lebih peka terhadap orang-orang yang susah dan menderita, seperti yang kita alami sebelumnya. (Samuel Sadusi).


Renungan Harian Kristen - JODOH

Bacaan Alkitab : Kejadian 2:8-25

“…tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.”
(Kejadian 2:20b).


Seorang pemuda di sebuah gereja menceritakan dengan penuh kesedihan kegagalannya untuk mendapatkan jodoh. Beberapa kali ia telah “menembak” beberapa orang pemudi, tetapi selalu ditolak. Sekali ia mendapatkan gadis idamannya, ehh…orangtuanya lagi yang keberatan dengan pilihannya itu.

Manusia pertama, Adam, juga kesulitan mencari jodoh. Tuhan telah menciptakan segala binatang di darat dan burung-burung di udara dan membawanya kepada Adam untuk diberi nama, sekaligus juga memberi kesempatan bagi Adam untuk mencari jodohnya. Tetapi ternyata Adam tidak menemukannya. Dari segala binatang yang ada, tak ada satu pun yang sepadan dengan Adam. Itulah sebabnya Tuhan kemudian menciptakan perempuan, Hawa, sebagai penolong yang sepadan bagi Adam.

Mencari jodoh itu memang tidak mudah. Ada banyak faktor yang membuat kita bisa tertarik pada orang lain, ataupun sebaliknya, yang membuat orang lain tertarik kepada kita. Tidak perlu malu jika sampai sekarang Saudara masih jomblo. Tak perlu kuatir bahwa Saudara tidak akan mendapat jodoh sepanjang hidup. Sean Covey dalam bukunya The 7 Habits Highly Effective Teens, menuliskan: Kamu seharusnya tidak merasa berkecil hati kalau ada lawan jenis (yang sungguh kamu ingin jadikan pacar) tidak mau sama kamu. Mungkin kamu anggur yang paling menggiurkan, tetapi mungkin saja yang ia cari adalah pisang. Tetapi jangan kuatir, pasti akan ada yang mencari anggur. Oleh sebab itu, bersabarlah juga dalam mencari jodoh, Tuhan sendiri yang akan mempertemukanmu  dengan dia yang akan menjadi penolong yang sepadan bagimu.


TUHAN MEMBERKATI


Teruslah berjalan kedepan karena pasangan yang sepadan dengan Anda juga
sedang berjalan ke arah Anda.
(Samuel Sadusi).

 

Renungan Harian Kristen - DIMULAI DARI YANG KECIL

Bacaan Alkitab : Yohanes 6:1-15

“Disini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan, 
tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (Yohanes 6:9)


Pernahkah Saudara mendengar kata-kata bijak ini : Dengan kapak kecil orang dapat merobohkan pohon besar? Kata-kata ini mengingatkan kita supaya tidak meremehkan hal-hal yang kecil atau yang sedikit. Sebab dari apa yang kecil dan sedikit itu seringkali justru menjadi awal sejarah yang besar.

Inilah yang barangkali terlupakan oleh Filipus dan Andreas. “Uang yang ada pada kita hanya dua ratus dinar,” keluh Filipus. “Kita hanya punya lima roti jelai dan dua ikan”, sambung Andreas. Sedangkan kebutuhan begitu banyaknya. Persoalan begitu besarnya! Ada 5000 orang laki-laki yang belum makan, belum lagi anak-anak dan perempuan. Ini terlalu kecil, terlalu sedikit. Akan tetapi Yesus mengajak para murid untuk mulai dengan yang kecil dan sedikit itu, memulai pelayanan mereka dengan apa yang ada pada mereka, walau kecil dan sedikit, walau cuma dua roti dan dua ikan. Dan ketika mereka mau memulai karya mereka dengan yang kecil dan sedikit itulah, mereka justru menyaksikan mujizat Tuhan. Andaikan mereka enggan memulai dengan yang kecil dan sedikit itu, barangkali mereka tidak akan pernah menyaksikan mujizat Tuhan hari itu.

Apakah Saudara ingin menyaksikan mujizat Tuhan terjadi dalam hidup Saudara hari ini? Bahkan dalam persoalan-persoalan hidup yang sekarang sedang Saudara hadapi? Mulailah dengan apa yang kamu punyai dan tetaplah melangkah, walaupun itu mungkin kecildan sedikit sekali. Jikalau dengan penuh kesabaran Saudara mau memulai dengan yang kecil dan sedikit itu, Saudara akan menyaksikan Tuhan yang akan menolong Saudara melalui apa yang Saudara anggap kecil atau sedikit itu.


TUHAN MEMBERKATI


Kerjakanlah apa saja yang bisa Anda kerjakan walaupun itu pekerjaan yang kecil dan sepele bagi orang lain, tapi itu akan membawa dampak yang besar jika Anda mengerjakannya dengan sukacita.
(Samuel Sadusi).




Renungan Harian Kristen - MENGASAH

Bacaan Alkitab : Matius 4:12-17

“Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.” 
(Matius 4:12)


Abraham Lincoln, presiden AS yang menghapus sistem perbudakan, pada suatu waktu ditanya, “Apa yang akan Bapak lakukan kalau punya waktu delapan jam untuk menebang pohon?”. Lincoln menjawab, “Empat jam pertama akan saya gunakan terlebih dahulu untuk mengasah gergajinya.”

Bagi Yesus, Yohanes Pembaptis adalah seorang yang lebih dari sekedar orang yang telah membaptis-Nya. Bagi-Nya, Yohanes adalah seorang sahabat dan teman seperjuangan. Ia dan Yohanes memiliki kepedulian yang sama. Mereka sama-sama mewartakan pesan yang sama dari Bapa, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! (Matius 3:1-2). Bagi pemerintah Romawi, berita tentang Kerajaan Sorga dimengerti secara politis, yakni sebagai suatu bentuk perlawanan terhadap pemerintah. Oleh karena itu, ketika Yesus mendengar bahwa Yohanes telah ditangkap, Yesus segera menyingkir ke Galilea. Ia bisa saja memiliki nasib yang sama seperti Yohanes, ditangkap karena pemberitaan tentang Kerajaan Sorga. Penangkapan Yohanes mau tidak mau mendorong Yesus untuk melihat ulang apa yang menjadi panggilan hidup-Nya. Apakah Ia akan tetap mewujudkan panggilan hidup-Nya itu, ataukah tidak. Dan di Galilea, Yesus rupanya “mengasah gergaji”-Nya untuk mempertajam dan meneruskan panggilan hidup-Nya.

Setiap orang perlu “mengasah gergaji”-nya masing-masing, yakni saat dimana kita meluangkan waktu bagi batin kita untuk mempertajam dan mengembangkan keimanan kita. “Mengasah gergaji” iman tentu saja butuh waktu dan kesabaran. Meskipun demikian, semakin sering kita mengasahnya, semakin kita lebih peka mengenal kehendak Tuhan dalam hidup kita dan setia pada panggilan hidup kita.


TUHAN MEMBERKATI

Keinginan duniawi akan membuat seseorang lupa akan tujuan dan panggilan hidupnya. (Samuel Sadusi).

Minggu, 26 Juni 2011

RENUNGAN HARIAN KRISTEN

Renungan Harian Kristen adalah sebuah catatan renungan yang membantu Anda untuk merenungkan perjalanan hidup sehari-hari. Renungan Harian Kristen ini bertujuan untuk menjadikan Saudara dan saya sebagai manusia yang kuat dalam Tuhan dan bisa semakin meneguhkan iman kita kepada Kristus, dan akan menuntun hidup kita setiap hari.

Dalam Blog Yesmaya ini, Anda dapat menemukan kumpulan Renungan Kristen, Kumpulan Khotbah, Kata-kata Bijak Kristen, Kata-kata Motivasi Kristen, Kesaksian, Video Kesaksian, Kumpulan Lagu Rohani Kristen, Humor KristenArtikel Kristen, Cerpen Kristen, dan masih banyak lagi.

Kami berharap agar hidup saya dan Anda semua bisa di ubahkan melalui Renungan Harian Kristen ini. Karena kita sama-sama mengetahui, hidup di akhir zaman ini sangatlah susah. Saat ini, banyak orang-orang Kristen yang stress, depresi, dan putus asa. Semua itu disebabkan karena kurangnya iman dan pengetahuan tentang Firman Tuhan.
Dengan adanya Blog Renungan Harian Kristen ini, kita semua bisa semakin mengerti arti dan tujuan hidup kita yang sebenarnya. Kami menyadari, Blog ini masih sangat sederhana dibandingkan Blog-blog sejenis maupun situs-situs Kristen lainnya. Tapi kami yakin dan percaya, semuanya mempunyai tujuan yang sama.

Anda juga dapat begabung bersama kami di Facebook. Terimakasih bagi Saudara/i yang telah bergabung di Facebook Renungan Harian Kristen.  

Akhir kata, kami mengucapkan terimakasih bagi Anda yang mengunjungi Blog ini, dan kami sangat menghargai komentar maupun kritik yang membangun demi kemajuan Blog ini dan untuk kepentingan kita bersama.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

By : Renungan Harian Kristen


Renungan Harian Kristen - KEKUATAN SEPATAH KATA

Bacaan Alkitab : Matius 8:5-13

Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, 
katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. (Matius 8:8)


Apakah kamu pernah merasa menyesal telah mengucapkan kata-kata tertentu kepada orang lain yang kemudian kamu tahu kata-kata itu melukai hatinya? Atau, apakah kamu pernah merasa senang setelah kamu tahu kata-kata yang kamu ucapkan kepada seseorang ternyata membuatnya berbahagia, bersemangat dan tidak lagi berputus asa? Kata-kata memang tidak pernah bersifat netral. Kata-kata bisa melukai hati, tetapi sebaliknya, juga bisa menyembuhkan luka hati.

Perwira di Kapernaum itu sadar betul terhadap daya dan pengaruh sepatah kata. Sebenarnya, perwira itu tidak perlu mencari penyembuhan bagi  hambanya itu (terjemahan lebih tepat: budaknya). Ia berhak menjual budak yang lumpuh ini dan membeli budak lain yang lebih kuat. Tetapi ternyata perwira itu memperlakukan budaknya dengan penuh kasih. Ia datang kepada Yesus dan memohon supaya Yesus menyembuhkan budak itu. Ia yakin, asal Yesus mau mengucapkan sepatah kata saja, budak itu akan sembuh. Keyakinannya itu menggambarkan imannya yang besar kepada Yesus dan bahwa kata-kata Yesus memiliki kuasa dan daya teraupetis/penyembuhan yang luar biasa.

Ketika kita tahu bahwa kata-kata yang kita ucapkan bisa menyembuhkan dan membangun kehidupan seseorang, atau sebaliknya, juga dapat melukai dan menghancurkan kehidupan seseorang, bukankah saatnya bagi kita untuk lebih bijak dalam berkata-kata? Adalah penting untuk juga sabar dalam berkata-kata. Coba perhatikanlah kata-kata yang kita ucapkan akhir-akhir ini, manakah yang lebih banyak: kata-kata yang menyakitkan hati, ataukah yang membangun hidup orang lain?


TUHAN MEMBERKATI

Kata-kata yang kita ucapkan dapat menjadi berkat dan juga menjadi bencana bagi orang lain. 
Karena setiap perkataan yang kita ucapkan mempunyai kuasa. (Samuel Sadusi).


RENUNGAN HARIAN KRISTEN

Renungan Harian Kristen - DAYA TRANSFORMATIF FIRMAN

Bacaan Alkitab : Mazmur 119:89-105

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” 
(Mazmur 119:105)


Seorang bapak, dalam suatu Penelaahan Alkitab, bercerita bahwa dulunya ia beragama lain, dan ia begitu membenci orang Kristen. Jika kini ia beriman kepada Yesus, itu bukan karena ia diajak oleh seorang Kristen, melainkan karena ia sering membaca Alkitab. Walaupun semula ia membaca Alkitab dengan tujuan untuk mencari kelemahan-kelemahan Alkitab dan iman Kristen. Namun pada waktu membaca Alkitab itulah, ternyata ia justru menemukan kebenaran yang membimbingnya untuk percaya pada Yesus. Jadi, bapak ini telah mengalami daya transformatif Alkitab.

Pemazmur pun mengalami hal yang sama. Hidupnya mengalami proses transformasi (perubahan) ketika ia merenungkan Firman Tuhan setiap hari. Firman Tuhan itu membuatnya menjadi semakin bijaksana, menjadi semakin berakal budi, dan semakin dalam pemahamannya akan kehidupan ini dibandingkan dengan orang-orang seusianya atau yang lebih tua usianya.

Firman Tuhan itu juga membuatnya tidak tergoda untuk berbuat jahat dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Dengan kata lain, Pemazmur telah mengalami daya transformatif Firman Tuhan, sehingga ia berkata bahwa Firman Tuhan menjadi pelita dan terang bagi hidupnya.  

Apakah Saudara pun ingin merasakan daya transformatif Alkitab? Bacalah Alkitab dengan pikiran dan hati yang terbuka, bukan dengan pikiran dan hati yang tertutup. Pikiran dan hati kita tertutup, jikalau kita membaca Alkitab dengan tergesa-gesa, tanpa meresapkan dan merasakan apa yang kita baca. Itu berarti, agar kita bisa mengalami daya transformatif Alkitab, kita harus membaca Alkitab dengan kesabaran.

TUHAN MEMBERKATI


Ketekunan membaca Firman Tuhan akan membuat hidup kita lebih berarti, lebih mengasihi sesama, dan lebih peka terhadap keadaan orang lain. (Samuel Sadusi).


RENUNGAN HARIAN KRISTEN

Renungan Harian Kristen - MARAH

Bacaan Alkitab : Yeremia 32:36-41

“Sesungguhnya, Aku mengumpulkan mereka dari segala negeri, ke mana Aku menceraiberaikan mereka karena murka-Ku, kehangatan amarah-Ku dan gusar-Ku yang besar, dan Aku akan mengembalikan mereka ke tempat ini dan akan membuat mereka diam dengan tenteram.” (Yeremia 32:37)


Apakah Saudara termasuk tipe orang yang mudah marah ketika kamu dikecewakan oleh seseorang? Ataukah kamu termasuk orang yang sabar dan tidak mudah marah, atau bahkan kamu orang yang tidak bisa marah, walaupun mungkin kamu merasa disakiti?

Ternyata Tuhan pun bisa marah. Tuhan marah terhadap umat Israel. Kepada umat yang adalah umat kesayangan-Nya itu, Tuhan murka. Tuhan gusar melihat ketidaksetiaan mereka. Dia selalu mengasihi umat-Nya itu, tetapi umat Israel justru selalu menyakiti hati Tuhan. Tuhan menampakkan kemarahan-Nya dengan membiarkan kerajaan Yehuda berada dalam tawanan bangsa Babel. Namun Tuhan tidak marah untuk selamanya. Kemarahan Tuhan ada batasnya. Setelah menampakkan kemarahan-Nya, Tuhan merawat umat-Nya itu kembali, disembuhkan-Nya luka-luka mereka dan dipulihkan-Nya keadaan mereka. Kemarahan Tuhan tidak berakhir dengan kemarahan. Kemarahan Tuhan justru berakhir dengan pengampunan dan rehabilitasi bagi umat yang disayangi-Nya itu.

Tidak ada yang salah dengan kemarahan, jika itu dengan alasan dan cara yang tepat. Orang Kristen boleh saja marah ketika merasa disakiti, diperlakukan tidak adil, dan tidak dihargai nilai-nilai kemanusiaannya. Menjadi orang yang sabar, tidak berarti tidak boleh marah. Kemarahan adalah suatu bentuk protes kita terhadap ketidakadilan dan dehumanisasi. Yang penting, kemarahan itu diungkapkan untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi semuanya, bukan dengan menghancurkannya.   


TUHAN MEMBERKATI

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: 
janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu. (Efesus 4:26)


Renungan Harian Kristen - TO BE NUMBER ONE ?

Bacaan Alkitab : Lukas 1:67-80

“Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya. (Lukas 1:76)



Children of Heaven adalah salah satu film yang mengesankan hati saya. Ceritanya tentang seorang anak kecil bernama Ali Mandegar yang tidak ingin menjadi juara pertama dalam suatu perlombaan lari. Ia kukuh hanya ingin menjadi juara ketiga. Mengapa? Karena hadiah untuk juara ketiga itu adalah sepasang sepatu olahraga. Ia telah menghilangkan sepatu milik adik perempuannya, Zahra. Ali dan Zahra yang masih SD itu adalah anak dari keluarga miskin yang tinggal di pinggiran Teheran. Dan jalan satu-satunya untuk mempunyai sepatu adalah memenangkan juara ketiga dalam lomba lari tersebut. Jadi dalam lomba itu, Ali mengatur timing larinya, supaya selalu bisa berada dalam posisi nomor tiga.

Zakharia merelakan anaknya tidak menjadi orang nomor satu dalam rangkaian karya Allah untuk menyelamatkan umat-Nya. Ia tidak protes ketika anaknya hanya sekedar menjadi bayang-bayang bagi kehadiran Yesus. Ia tidak mengeluh ketika anaknya hanya akan menjadi perintis jalan bagi kedatangan Yesus. Bukan Yohanes yang akan menjadi nomor satu, tetapi Yesus! Meskipun demikian, ia menerima itu dengan kerendahan hati dan penuh ucapan syukur!

Banyak orang tidak sabar untuk menjadi orang nomor satu. Bahkan untuk menjadi nomor satu itulah, banyak orang yang tega mengorbankan sesamanya. Manakah yang akan kamu pilih; menjadi nomor satu tetapi mengorbankan sesama, ataukah tidak menjadi nomor satu juga tidak apa-apa, asalkan tidak mengorbankan sesama?


TUHAN MEMBERKATI

Kebahagiaan yang sejati tidak harus menjadi yang utama dalam bidangnya, 
melainkan kerendahan hati dan ucapan syukur atas apa yang dimilikinya. (Samuel Sadusi).