Minggu, 27 Februari 2011

Renungan Harian Kristen - Kepekaan Rohani Yang Melindungi Kita

Bacaan Alkitab : 2 Petrus 3 : 14-18

"Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya." (2 Petrus 3:14).


Kepekaan rohani akan melindungi kita dari segala tipu daya. Dosa selalu kelihatan atau kedengaran indah dan menggoda, dan bila kita berpikir bahwa apa yang tampaknya baik dan rasanya benar pasti oke, maka sesungguhnya kita sedang masuk ke dalam perangkap dosa. Ketika setan mencobai kita, tentu ia tidak pernah memberitahukan akibat atau pengaruh negatif yang ditimbulkannya.

Kepekaan rohani adalah kapasitas yang ada pada kita, yang diberikan Allah agar kita dapat menilai apa yang benar dan salah. Kemampuan itu akan melindungi kita dari penderitaan yang akan muncul karena akan mencegah kita dari melakukan pemberontakan. Roh yang tajam senantiasa akan memberikan sistem peringatan dini yang akan menghindari kita dari melangkah kepada jalan dosa. Ketika kita memutar gelombang radio, kita menginginkan suatu penerimaan yang jelas, demikian juga dengan kehidupan kita. Kita memerlukan suatu koneksi yang jelas kepada Roh Kudus, agar kita dapat memperoleh damai sejahtera serta jaminan yang pasti bahwa kita sedang melakukan hal yang benar.

Seringkali kesempatan untuk berbuat dosa dapat muncul begitu saja tanpa melukai siapapun, bahkan sangat menarik. Namun bila Roh Kudus di dalam diri kita mengirimkan sebuah sinyal untuk tidak mengambil kesempatan itu, maka kita harus berhenti karena memang Allah tidak ingin kita berada di dalam situasi seperti itu. Apa yang akan terjadi bila kita menyerah kepada godaan itu? Kita masuk ke dalam bahaya, yang sebenarnya dapat kita hindari bila kita taat kepada suara Roh Kudus.

Dosa tidak pernah muncul dengan wajahnya yang asli yaitu pemberontakan yang buruk dan penuh tipu daya, melainkan datang dengan dibungkus paket yang cantik sehingga sangat sulit ditolak. Namun sebagai anak-anak Allah, kita dapat melihat kepalsuan dibalik keindahan yang gemerlap itu, asalkan kita melihatnya dengan hikmat. Hikmat ini muncul sebagai hasil dari hati yang bersih dan roh yang tajam. Itulah sebabnya, seorang percaya yang terlatih akan selalu menjadikan doa, pertobatan dan perenungan Firman sebagai bagian teratur di dalam hidupnya.
Baca Renungan Lainnya :




Renungan Harian Kristen - Mengapa Kita Memerlukan Kepekaan Rohani

Bacaan Alkitab : Filipi 1 : 8-11

"Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian." (Filipi 1:8).

"Segala sesuatu tidak selalu seperti yang tampak." Anda tahu bahwa kalimat itu adalah moto dari novel misteri, namun sebenarnya itu juga merupakan sikap yang bijak untuk suatu kehidupan yang berhasil. Terlalu banyak banyak orang yang berkeputusan berdasarkan perasaan atau menilai situasi berdasarkan apa yang tampak. Tuhan memberikan kepada setiap orang yang percaya suatu roh yang dapat membedakan, sehingga kita dapat menentukan apa yang terbaik.

Pikirkanlah berapa banyak keputusan yang harus dibuat seseorang dari pilihan-pilihanyang dihadapinya setiap hari : tentang keluarga, keuangan, pekerjaan, dan sebagainya. Didalam sebuah dunia yang ideal, suatu keputusan akan memiliki pilihan yang tepat dan tidak tepat. Namun pada kenyataannya, apa yang tampaknya benar tidak selalu merupakan yang terbaik. Beberapa hal, meskipun bukan merupakan dosa atau kesalahan ternyata berada diluar kehendak Allah. 

Alkitab tidak berisi arahan-arahan terperinci tentang segala skenario kehidupan yang mungkin. Melainkan Alkitab berisi prinsip-prinsip yang diletakkan melalui kisah-kisah dan seringkali juga melalui pengajaran langsung. Sebagai orang percaya kita memiliki kapasitas untuk tumbuh di dalam kedewasaan rohani melalui prinsip-prinsip Alkitab itu yang digabungkan dengan bimbingan dari Roh Kudus, sebagai penolong untuk memahami penilaian yang berasal dari Allah. Jadi pertanyaannya bukanlah apakah suatu pilihan tertentu tampak baik atau terasa benar, melainkan apakah itu merupakan kehendak Allah atau bukan di dalam hidup kita. 

Suatu roh yang tajam yang dibangun dengan baik sangat kita perlukan agar kita dapat hidup di dalam kehendak Allah. Tanpa adanya kepekaan terhadap rencana Tuhan, maka kita akan membuat pilihan apapun tanpa mendalami terlebih dahulu nilai-nilai dan akibat-akibatnya. Banyak pilihan yang kelihatannya baik dan rasanya benar sesungguhnya berlawanan dengan kerinduan Allah bagi kehidupan orang percaya. Karena alasan itulah, kita harus mengevaluasi setiap situasi yang kita hadapi dan yang membutuhkan keputusan kita berdasarkan perspektif Alkitab


RENUNGAN HARIAN KRISTEN



Baca Renungan Lainnya :



Renungan Harian Kristen - Pencobaan Datang Bukan Dari Allah

Bacaan Alkitab : Yakobus 1:12-18
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. (Yakobus 1:13).

 
Dengan jelas ayat ini mengatakan bahwa pencobaan tidak berasal dari Allah dan Allah tidak pernah mencobai siapapun. Allah tidak pernah mencobai manusia tetapi malah sebaliknya manusialah yang sering mencobai Allah. Untuk lebih jelas mari kita perhatikan dua contoh kisah dibawah ini :
 
Kisah pertama, ada seorang ibu karena mengurus tiga anaknya yang masih kecil-kecil sering terlambat ketempat pekerjaannya. Akibatnya ia sering di tegur oleh atasannya. Karena tidak tahan hampir tiap hari di tegur, ia mengambil keputusan untuk berhenti dari pekerjaan dengan alasan dan berkeyakinan bahwa itu adalah kehendak Tuhan karena dengan demikian ia lebih memiliki waktu untuk memperhatikan dan merawat anak-anak serta memperhatikan suaminya. Ia berani mengambil keputusan itu karena ia yakin bahwa itu adalah kehendak Tuhan dan ia yakin bahwa anak Tuhan tidak akan pernah dipermalukan dan Tuhan pasti akan membuka jalan bagi mereka nantinya.

Saudaraku, apa yang menjadi alasan dari ibu tersebut adalah benar, namun apakah keputusan meninggalkan pekerjaannya itu adalah jalan terbaik dan sesuai dengan kehendak Tuhan terlebih lagi sesuai dengan waktunya Tuhan? Banyak orang mengambil keputusan yang salah karena sesuatu alasan yang mereka anggap benar dan sesuai dengan kehendak Tuhan padahal mereka lupa bahwa Tuhan juga mempunyai waktu yang tepat untuk menyatakannya. Sama seperti si ibu ini, alasannya untuk merawat, mendidik dan melayani suami adalah alasan yang benar dan pasti seturut dengan kehendak Tuhan, namun ia lupa bahwa Tuhan mempunyai waktu yang tepat sesuai dengan waktu-Nya dan tanpa disadari keputusan yang diambilnya adalah keputusan sendiri yang bukan merupakan kehendak Tuhan. Akibatnya selanjutnya adalah ia masuk kedalam zona penderitaan karena tidak lama berselang suaminya di berhentikan dari pekerjaannya karena sesuatu hal, dan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka mencoba usaha sana-sini namun gagal. Dan yang paling menyedihkan, demi sesuap nasi untuk anak-anaknya akhirnya sang suami jatuh dalam dosa pencurian.

Kisah kedua, ada seorang Bapak demi melakukan yang terbaik, memasukkan anaknya yang masih kecil pada sebuah asuransi kesehatan. Asuransi ini akan mengganti setiap biaya perawatan anaknya di rumah sakit. Jadi, setiap anaknya sakit apakah itu parah atau ringan ia memasukkan anaknya kerumah sakit untuk di rawat inap kemudian ia akan mengklaim semua biaya rawat inap tersebut kepada asuransi. Akibat yang terjadi bukan anaknya menjadi lebih sehat, malah sebaliknya anaknya semakin sering masuk rumah sakit bahkan akhirnya Dokter memvonis anaknya terkena kanker yang ganas yang gejalanya tidak pernah ada sebelumnya dan penyakit ini sulit di sembuhkan. Menurut saya pribadi peyakit ini bisa saja muncul karena didalam tubuh sang anak sudah terlalu banyak zat kimia yang berasal dari obat-obatan  yang dikonsumsinya selama berobat di rumah sakit.

Saudaraku, saya tidak menyatakan asuransi itu tidak baik. Asuransi itu baik kalau kita gunakan dengan benar dan jujur namun menjadi tidak baik kalau kita menggunakannya dengan tidak jujur dan didalamnya ada roh ketamakan.

Nah, dari kedua kisah ini apa jawaban mereka ketika hal ini dipertanyakan? Jawabannya adalah Tuhan sedang mencobai kami. Apakah benar demikian?  Tidak! Seperti yang dinyatakan pada ayat pembuka diatas, Tuhan tidak pernah mencobai siapapun. Yang sebenarnya adalah mereka jatuh dalam pencobaan karena perbuatan mereka sendiri dan hal itu dikuatkan oleh apa yang ditulis pada ayat dibawah:

Yakobus 1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Tanpa disadari manusia sering jatuh kedalam pencobaan karena perbuatan dan keinginannya sendiri. Dan ketika hal itu terjadi mereka mempersalahkan Tuhan bahkan tidak jarang ada yang bersungut-sungut dan marah kepada Tuhan.  Seperti si ibu, sebenarnya masalahnya sepele, bukankah dengan lebih mempercepat jam bangun sudah dapat mengatasi masalahnya yang awalnya disebabkan oleh sering terlambat masuk kerja? Juga sama halnya dengan si bapak, bukankah dengan mengikuti segala ketentuan asuransi dengan benar dan jujur dan tidak memaksakan anaknya untuk selalu di rawat dirumah sakit dapat menghindarkan anaknya dari kelebihan zat kimia di dalam tubuh akibat obatan-obatan?

Jadi intinya, pencobaan itu bukan berasal dari Tuhan melainkan akibat dari keputusan kita yang salah. Oleh sebab itu mari, berhati-hatilah dalam mengambil tindakan. Jangan kita mengambil keputusan sembarangn dan berkata itu sudah kehendak Tuhan, dan mari hindarkan diri dari roh ketamakan agar kita tidak jatuh dalam pencobaan. Dan sekali lagi harus kita ingat bahwa Tuhan tidak penah mencobai kita, melainkan kita di cobai oleh keinginan kita sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Amin


RENUNGAN HARIAN KRISTEN




Baca Renungan Lainnya :

Sabtu, 12 Februari 2011

Cerpen Kristen - Yakin dan Berserah

Ada sebuah kisah tentang seorang anak muda berkebangsaan Afrika yang tinggal di Inggris, dia bernama Jones itulah panggilan akrabnya. Jones hidup sendirian di Inggris karena seluruh keluarga nya berada di Afrika keluarga Jones menjadi kekurangan setelah terjadi pemberontakan di Afrika dan kini harapan hanya berada di Jones, namun tanpa keluarganya tau jones hidup sangat buruk di Inggris dia sering pergi berjudi, minuman keras, bahkan karena situasi memaksa nya dia juga ikut dengan teman-temannya memakai narkoba.

Suatu hari ketika jones mendapat telepon dari org tua nya dia berkata “aku sudah sukses disini dan aku takkan pulang lagi ke Afrika” saat jones berkata seperti itu telepon langsung terputus..
Disana jones tetap pergi ke gereja meski hidupnya tidak benar namun setiap pendeta dan pelayan org2 yg ingin dia bertobat diabaikan nya begitu saja sampai suatu saat ada seorg pendeta yg masa kecilnya lbh parah dari jones berdoa bagi jones meski jones mengabaikan, dan pendeta itu berkata “Tuhan hari ini lah kemuliaan-Mu menyala dalam anak ini”seketika jones langsung berkata Tuhan inilah aku kuserahkan yg ada dalam hidupku seluruhnya hanya pada-Mu dan langsung jones tersungkur disitulah terjadi titik balik pada hidup jones dia mulai melayani, diberkati dan selama 1 tahun Jones sudah pulang sebanyak 32 kali seluruh keluarganya melayani Tuhan dan kesaksian nya memulihkan beribu-ribu jiwa.

Dari sini lah kita sebagai orang Kristen belajar berserah meski jiwa kita dan kehidupan kita terpuruk ingat Tuhan tak pernah melupakan mu,Dia tak pernah membuangmu Dian slalu mengasihimu bahkan Dia rela mati di kayu salib untuk dosa-dosa kita.

Mulai saat ini berserah lah dan yakin biarkan Tuhan yg selesaikan setiap masalah dalam hidup-Mu karena Dia Tuhan yg menompang anak-anak-Nya dengan kasih.

Mulai detik ini ketika sahabat Kristen membaca renungan ini buat suatu komitmen yg besar katakan kalau sahabat Kristen mau berserah dan yakin akan Bapa yg mengasihi kita semua. Belum pernah ada yg terlambat bertobat di hadapan Tuhan Yesus Kristus.

Cerpen Lainnya :

RENUNGAN HARIAN KRISTEN


Sahabat

Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya.

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya..

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian..

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan.
Siapa yang berada di samping anda ???
Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai ??
Siapa yang ingin bersama anda saat anda tak bisa memberikan apa-apa ??

MEREKALAH SAHABAT ANDA

Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. Amsal 17:17.

Artikel terkait :

RENUNGAN HARIAN KRISTEN


Ketika Aku Meminta

Aku minta Tuhan menyingkirkan deritaku. Tuhan menjawab, “Tidak. Itu bukan untuk Kusingkirkan tetapi agar kau mengalahkannya.”

Aku minta Tuhan menyerpurnakan kecacatanku. Tuhan menjawab, “Tidak. Jiwa itu sempurna, badan hanyalah sementara.”

Aku minta Tuhan untuk memberiku kesabaran. Tuhan menjawab, “Tidak. Kesabaran adalah hasil dari kesulitan. Itu tidak dihadiahkan, itu dipelajari.”

Aku minta Tuhan agar memberiku kebahagiaan. Tuhan menjawab, “Tidak. Aku memberimu berkat. Kebahagiaan itu tergantung padamu.”

Aku minta Tuhan untuk menjauhkan penderitaan. Tuhan menjawab, “Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi, dan membawamu dekat kepada-Ku.”

Aku minta Tuhan untuk menumbuhkan rohku. Tuhan menjawab, “Tidak. Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Aku akan memangkas untuk membuat kamu berbuah.”

Aku minta Tuhan segala hal yang membuatku menikmati hidup. Tuhan menjawab, “Tidak. Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal.”

Aku minta Tuhan membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia mengasihi aku. Tuhan menjawab, “Ahhh…, akhirnya kau mengerti. Hari ini adalah milikmu, jangan sia-siakan. Tuhan memberkatimu. Bagi dunia mungkin kau hanyalah seseorang, tetapi bagi seseorang kau mungkin dunianya.”

- Tuhan Memberkati - 

Artikel terkait :
 
  •  

Cerpen Kristen - Pengorbanan Seorang Ibu

Seseorang berkisah tentang pengorbanan ibunya. Aku lahir didalam keluarga miskin yang seringkali kekurangan makanan Ibu mengetahui bahwa aku belum kenyang, sehinga ia memindahkan nasinya kepiringku sembari berkata, “Ini untukmu Nak, Ibu tidak lapar.” Padahal aku tahu persis bahwa ibu belum makan, ibu pasti lapar.

Agar aku mendapatkan makanan bergizi, ibu sering pergi memancing. Sepulangnya dari memancing, ia memasak sup ikan yang lezat dan memberikannya kepadaku. Aku memakannya dengan lahap, tetapi aku memperhatikan bahwa ibu mengambil tulang ikan bekas aku makan dan mulai memakan daging ikan yang masih tersisa ditulang tersebut. Aku sedih melihat Ibu. Kemudian dengan sumpitku aku memberikan daging ikan kepadanya, tetapi ia berkata, “Buat kamu saja Nak, Ibu tidak suka ikan.” Ibu berkata begitu meskipun aku tahu bahwa ibu suka ikan.

Ketika aku masuk SMP, biaya yang kuperlukan semakin banyak. Untuk mendapatkan uang tambahan, ibu bekerja menempel kotak korek api. Walau sudah larut malam, aku masih melihat ibu menempel kotak korek api dengan penerangan lilin yang kecil, “Ibu tidak mengantuk?” tanyaku. “Tidurlah Nak, Ibu belum mengantuk,” jawabnya. Padahal aku melihat matanya sudah hampir terpejam karena mengantuk.

Ketika aku menjalani ujian, Ibu cuti dari pekerjaan untuk menemaniku pergi ujian. Walau terik matahari terasa menyengat, Ibu tetap menungguku diluar. Selesai ujian, Ibu memberiku teh manis. Karena aku melihat Ibu kepanasan dan pasti haus, maka aku memberikan gelas berisi teh kepada Ibu, tetapi ia berkata, “Minumlah Nak, Ibu tidak haus.”

Singkat cerita, setelah lulus S1, aku melanjutkan ke S2 dan bekerja di sebuah perusahaan di Amerika. Gajiku cukup besar, sehingga aku bermaksud mengajak Ibu tinggal bersamaku dan menikmati hidup di Amerika. Tetapi Ibu berkata, “Aku tidak terbiasa hidup disana.” Aku tahu Ibu mengatakan itu karena tidak mau merepotkan.

Diusianya yang sudah tua, ibu terkena kanker lambung dan penyakit itu membuatnya tersiksa. Aku pulang dan melihat Ibu terbaring lemah menahan sakit. Ia memandangku dengan tatapan rindu. Aku menangis melihat penderitaan Ibu, tapi ia berkata, “Jangan menangis Nak, Ibu tidak merasa sakit.” Itu adalah ucapan terakhir Ibu sebelum ia menutup matanya dan kembali ke pangkuan Tuhan.

Kisah diatas adalah gambaran kasih dan pengorbanan seorang ibu. Sebagai anak, kasihi, hormati dan balaslah budi baik Ibu kita, karena ia adalah kehendak Tuhan. Renungkanlah sejenak apa yang sudah Anda lakukan bagi Ibu yagn sudah melahirkan dan membesarkan Anda. Jika saat ini Anda sedang mengalami keretakan hubungan dengan Ibu Anda, adakan pemberesan sehingga berkat-berkat Tuhan tidak terhambat.

1 Timotius 5:4 - Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah.

Amsal 23:22 - Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.

Cerpen Lainnya :

RENUNGAN HARIAN KRISTEN



    Renungan Harian Kristen - Bersandar Pada Tuhan

    Banyak manusia yang terlalu percaya diri dengan kemampuannya & terlalu mengandalkan dirinya sendiri, sehingga dia lupa bahwa sebenarnya seluruh kehidupannya sudah ada yang mengaturnya. Dan ketika semuanyat telah berlalu barulah disadarinya bahwa manusia tidak dapat mengandalkan dirinya sendiri, melainkan harus mengandalkan TUHAN di dalam hidupnya. Karena itu :

    1. Jangan bersandar pada manusia 

    Manusia adalah makhluk yang terbatas, dalam posisinya apapun itu, tetap punya keterbatasan. Adalah fakta bahwa semua orang pernah dikecewakan oleh sesamanya. Mungkin dalam bisnis, rumah tangga, atau di gereja sekalipun. Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, firman Tuhan katakan. Jadi jangan bersandar pada manusia supaya tidak kecewa dan bersyukurlah karena firman Tuhan sudah mengingatkan kita akan hal itu.

    2. Bersandarlah pada TUHAN 

    Yang berarti percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Di dalam Yesus ada jaminan hidup kekal, dimana keselamatan manusia sudah terjamin. Dalam percaya pada Yesus ada damai sejahtera. Jika ada masalah dan persoalan yang mengakibatkan damai sejahtera itu hilang, maka perlu dipertanyakan apakah Yesus sudah menjadi Tuhan dalam hidup kita dan sungguhkah kita mau bersandar pada-Nya? Ada banyak janji Tuhan yang pasti digenapi jika kita melakukan kebenaran Firman (Yeremia 33:14). Memulai aktivitas hidup dengan selalu bersandar kepada TUHAN akan mengantarkan kita kepada keberhasilan.

    Bersandarlah hanya kepada Tuhan, jangan yang lain!
    (Yeremia 17:5 - Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!)

    Cerpen Kristen - Tuhan Tahu Dimana Anda Berada

    Apakah anda percaya bahwa Bapa tidak hanya mengasihi anda, tetapi tahu dimana anda berada dan apa yang anda sedang lakukan setiap menit? Saya sungguh percaya setelah pengalaman yang sangat menakjubkan yang saya alami beberapa tahun yang lalu. Pada saat itu saya sedang berkendaraan di jalan bebas hambatan 1-75 dekat Dayton, Ohio, bersama dengan isteri dan anak-anak saya. Kami keluar dari jalan bebas hambatan itu di sebuah tempat peristirahatan.

    Isteri saya, Barbara, dan anak-anak pergi ke restoran. Saya tiba-tiba merasa butuh meregangkan kaki-kaki saya, sehingga saya menyuruh mereka pergi duluan dan saya katakan akan menyusul mereka kemudian. Saya membeli sekaleng minuman ringan, dan ketika saya sedang berjalan ke toko Dairy Queen, perasaan mengasihani diri sendiri mulai menyelimuti pikiran saya. Saya mengasihi Tuhan, tetapi saya merasa kering dan berbeban berat. Hati saya
    kosong.

    Tiba-tiba deringan tak sabar dari sebuah telpon umum terdekat mengembalikan kesadaran saya. Suara dering telpon itu berasal dari kotak telpon umum di sebuah pompa bensin di sudut jalan. Apakah tidak ada orang yang akan menjawab telpon itu? Suara berisik dari lalu lintas yang ramai ini pastilah menenggelamkan deringan telpon itu karena penjaga pompa bensin terusmengurus para pengendara yang ingin mengisi bahan bakar, tak sadar akan bunyi dering telpon tanpa henti itu.

    “Mengapa tidak ada orang yang menjawab telpon itu?” tanya saya. Saya mulai berpikir. "Mungkin telpon itu penting. Bagaimana kalau telpon itu merupakan panggilan darurat?” Rasa ingin tahu mulai mengatasi ketidak-pedulian saya.

    Saya melangkah masuk ke telpon umum itu dan mengangkat gagang telpon. “Halo?” kata saya ringan dan menyedot minuman saya.

    Dari seberang sana terdengar suara operator yang berkata, “Ini telpon interlokal untuk Pak Ken Gaub.”

    Mata saya terbelalak, dan saya hampir tersedak oleh es batu yang ada di mulut saya. Setelah menelan dengan susah payah, saya katakan, “Anda gila deh!” Kemudian karena saya menyadari bahwa saya seharusnya tak berkata begitu kepada seorang operator telpon, saya menambahkan, “Ini tak mungkin! Saya sedang berjalan-jalan, tak menunggu telpon dari siapapun, dan tadi tiba-tiba telpon umum ini berdering…”

    “Apakah Pak Ken Gaub ada di sana?” operator telpon itu menyela.

    “Ya, ia ada di sini.” Sambil memikirkan penjelasan yang masuk akal, saya was-was apakah ada kamera tersembunyi yang melacak keberadaan saya! Apakah saya sedang dikerjai dalam sebuah acara reality show? Masih kaget dan bingung, saya bertanya, “Bagaimana caranya anda menemukan saya di sini? Saya sedang berjalan-jalan, lalu telpon umum ini berdering, dan saya mengangkat panggilan telpon ini asal-asalan saja. Mungkinkah anda salah panggil?”

    “Baiklah,” operator telpon itu bertanya, “apakah Pak Gaub ada di sana atau tidak?” “Ya, saya adalah Ken Gaub,” kata saya, setelah saya akhirnya yakin bahwa panggilan telpon ini sungguhan. Kemudian saya mendengar suara lain berkata, “Ya, itulah dia orangnya, operator. Itulah Ken Gaub.”

    Saya mendengarkan seperti orang kebingungan pada suatu suara yang mengenalkan dirinya sendiri, “Saya adalah Millie dari Harrisburg, Pennsylvania. Anda tidak mengenal saya, Pak Gaub, tetapi saya sedang putus asa. Tolonglah saya.”

    “Apa yang saya dapat bantu?”
    Ia mulai menangis. Akhirnya ia dapat mengendalikan dirinya dan melanjutkan.

    “Saya hampir saja bunuh diri, dan telah menulis surat terakhir saya, ketika saya mulai berdoa dan berkata kepada Tuhan bahwa saya sebenarnya tidak mau bunuh diri. Kemudian tiba-tiba saya ingat bahwa saya pernah melihat anda di televisi dan saya pikir seandainya saja saya dapat berbicara dengan anda, anda mungkin dapat menolong saya. Saya tahu bahwa hal itu mustahil karena saya tidak tahu bagaimana saya dapat menghubungi anda. Saya juga tidak tahu siapa yang dapat menolong saya untuk menghubungi anda. Kemudian beberapa angka datang ke pikiran saya, dan saya menuliskannya. Sampai titik ini wanita itu mulai menangis lagi, dan saya berdoa di dalam hati memohon hikmat Tuhan untuk menolongnya. Ia melanjutkan, “Saya melihat deretan angka itu dan berpikir, ‘Mungkinkah saya mendapat mukjizat dari Tuhan, dan Ia memberikan telpon Pak Ken’ Saya akhirnya memutuskan untuk mencoba menelpon anda dengan menggunakan deretan angka itu. Saya tak habis mengerti bahwa sekarang saya sedang berbicara dengan Bapak. Apakah anda mempunyai kantor di Kalifornia?”

    Saya menjawab, “Bu, saya tidak punya kantor di Kalifornia. Kantor saya di Yakima, Washington.”

    Dengan terkejut dia bertanya, “Oh, ya? Lalu anda sekarang ada dimana?”

    “Apakah anda tidak tahu?” jawab saya. “Kan anda yang menelpon saya duluan.”

    Wanita itu menjelaskan, “Tetapi saya bahkan tidak tahu saya sedang menelpon kemana. Saya hanya meminta operator untuk menekan tombol telpon sesuai dengan deretan angka yang saya tulis di kertas ini.”

    “Bu, mungkin anda tidak percaya, tetapi saya sekarang sedang berada di sebuah telpon umum di Dayton, Ohio!”

    “Sungguh?” serunya. “Jadi, sedang apa anda sekarang?”

    Saya menggodanya, “Yah, sekarang saya sedang menelpon anda. Saya sedang berada di sebuah tempat peristirahatan di jalan bebas hambatan menuju Dayton, Ohio. Telpon ini berdering ketika saya sedang berjalan-jalan, sehingga saya mengangkatnya.”

    Karena saya tahu bahwa pertemuan ini mustahil terjadi tanpa pengaturan Tuhan, saya mulai mengonseling wanita itu. Setelah wanita itu menceritakan keputus-asaannya dan frustrasinya, hadirat Roh Kudus membanjiri kotak telpon umum itu dan memberi saya perkataan hikmat di luar kemampuan saya. Dalam waktu beberapa saat, akhirnya wanita itu mau menyerahkan dirinya kepada Tuhan dalam sebuah doa pertobatan dan bertemu dengan Pribadi yang akan
    menuntunnya keluar dari situasinya yang buruk dan memulai hidup baru.

    Saya berjalan keluar dari kotak telpon umum itu dengan perasaan merinding tentang kepedulian Bapa Sorgawi terhadap setiap anak-anak-Nya. Bagaimana mungkin hal ini merupakan suatu peristiwa kebetulan? Dengan semua telpon umum yang berjumlah jutaan dan kombinasi angka yang tak terhitung, hanya Bapa yang Mahatahu yang dapat menyebabkan wanita itu menghubungi kotak telpon umum itu dalam waktu yang tepat. Dengan melupakan minuman ringan saya dan sangat takjub dengan pengalaman ini, saya berjalan kembali menuju keluarga saya, sambil mengira-ngira apakah isteri saya akan mempercayai kisah saya. Mungkin saya sebaiknya tidak menceritakan hal ini, saya pikir, tetapi saya tak dapat menahannya. “Barbara, kamu pasti tidak percaya! Tuhan tahu dimana saya berada lho!”

    "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akanmemberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” (Yeremia 33:3).

    Cerpen Lainnya :

    RENUNGAN HARIAN KRISTEN