Minggu, 27 Maret 2011

MENGAPA ALKITAB TERBAGI DUA dan MENGAPA ALKITAB ADA BANYAK BAHASA?


MENGAPA ALKITAB TERBAGI DUA?

Artikel ini kami tulis untuk menjawab pertanyaan dari salah seorang sahabat RHK yang ditanyakan dalam  Group Facebook RHK. Bagi yang mau melihat pertanyaan ini dapat dilihat di Group Facebook RHK (http://www.facebook.com/notes/renungan-harian-kristen/tritunggal/10150111274637036) dan kami baru bisa menjawabnya hari ini karena banyaknya pertanyaan lain dari sahabat-sahabat RHK lainnya.

Sebagai pembuka, kami akan menjelaskan sesingkat mungkin yaitu: Perjanjian Lama (PL) berisikan janji-janji Allah dan Perjanjian Baru (PB) berisikan penggenapan janji yang ada pada Perjanjian Lama. Jika ada  janji maka ada penggenapan. Sama halnya dengan kita berjanji kepada seseorang, tentu kita akan menepati janji kita bukan? Jika kita tidak menepati janji, maka kita akan dikatakan orang sebagai pembohong. Demikian juga halnya dengan ALLAH, ALLAH bukan pembohong dan tidak pernah berbohong. DIA menggenapi semua janji-janjinya. Dan itu tertuang dalam Perjanjian Baru. Jika janji dan penggenapan dipisah maka orang tidak tahu apa itu arti janji karena tidak ada  penggenapannya.

Perjanjian Lama adalah bagian pertama dalam Alkitab, biasanya dibagi kepada kategori-kategori hukum, sejarah, puisi dan nubuat. Semua buku-buku atau kitab-kitab tersebut ditulis sebelum kelahiran Yesus. Perjanjian Lama terkadang disebut Kitab Taurat atau Kitab-Kitab Ibrani, karena 97% isinya ditulis dalam bahasa Ibrani.

Walaupun Perjanjian Lama diturunkan oleh ALLAH sebelum kelahiran YESUS, namun umat Kristen menganggap Perjanjian Lama sebagai bagian dari Alkitab dan oleh karena itu kita menganggapnya juga sebagai bagian dari Alkitab. Kedua Perjanjian tersebut sama menariknya dan menyenangkan seperti sebuah cerita fiksi yang berisikan keajaiban-keajaiban, makhluk aneh, kejadian-kejadian yang terkadang tidak masuk akal, dan cerita-cerita mengaggumkan lainnya, namun semua itu benar-benar terjadi.

Isi Alkitab tidak dengan mudah dicerna oleh manusia biasa, apalagi bagi orang yang tidak mendalami Kitab Suci ini.  Walupun sudah diceritakan kembali oleh orang yang belajar Alkitab secara khusus dan berulang-ulang, susah bagi kita untuk mempercayainya 100%, ini karena orang tersebut  juga manusia.

Di dalan Perjanjian Lama, tidak banyak yang dapat kita komentari karena memang sangat  membingungkan, apalagi jika kita belum membaca Alkitab dengan utuh atau secara keseluruhan dengan tuntas.

Perjanjian Baru merupakan penggenapan dari Perjanjian Lama. Mungkin kita bingung apa arti ‘penggenapan’ itu. Penggenapan dapat kita artikan sebagai sebuah ‘penepatan janji’, ‘jawaban dari janji’, atau ‘bukti dari janji yang di ucapkan’.

Semua penggenapan ALLAH itu ada dalam Perjanjian Baru, yaitu dengan lahirnya YESUS KRISTUS di dunia ini. Dan TUHAN YESUS sendiri berkata dalam Kitab Matius, antara lain :

Matius 5:17 : “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”

Matius 5:18 : “Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”

Matius 5:19 : “Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.”

Matius 5:20 : “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Jika sudah ada penggenapan dalam Perjanjian Baru, mengapa kita harus mempelajari Perjanjian Lama?

Jika kita membaca suatu buku cerita dan melangkahi setengah dari buku itu, kemudian membacanya sampai tamat, tentu kita akan sulit untuk memahami para pemerannya, jalan ceritanya dan bagian akhirnya.

Demikian juga dengan Perjanjian Baru, hanya dapat dipahami secara utuh ketika dipandang sebagai sesuatu yang dibangun di atas dasar peristiwa-peristiwa, para pemeran, hukum, sistem persembahan, perjanjian dan berbagai janji ALLAH dalam Perjanjian Lama.

Jika kita hanya memiliki Perjanjian Baru, kita hanya mengetahui tentang Injil tanpa mengetahui mengapa orang-orang Yahudi mencari Mesias (Raja Penyelamat) sampai hari ini. Tanpa Perjanjian Lama, kita tidak akan mengerti mengapa Mesias datang (Yesaya 53). Kita tidak dapat mengenali Yesus, orang Nazaret itu, sebagai Mesias melalui berbagai nubuat mendetil mengenai Dia, antara lain :

1.       Tempat kelahiranNya = (Mikha 5:2).
2.       Cara kematianNya = (Mazmur 22, khusus ayat 1, 7-8, 14-18; Mazmur 69:21, dll).
3.       KebangkitanNya = (Mazmur 16:10).
4.       Dan masih banyak lagi detil pelayananNya = (Yesaya 52:13; 9:2, dll).


Jika Perjanjian Lama tidak ada, kita tidak akan dapat memahami adat istiadat orang-orang Yahudi yang disebutkan dalam Perjanjian Lama secara sambil lalu dalam Perjanjian Baru. Kita tidak akan dapat memahami pemutarbalikan yang dilakukan orang-orang Farisi terhadap hukum Allah saat mereka menambahkan kebiasaan mereka sendiri pada hukum itu. Kita tidak akan mengerti mengapa Yesus begitu marah ketika Dia menyucikan halaman Bait Allah. Kita tidak akan mengerti bahwa kita dapat menggunakan hikmat yang sama yang digunakan Kristus ketika berulang kali Dia menanggapi para seterunya (baik manusia maupun Iblis).

Tanpa Perjanjian Lama kita akan kehilangan berbagai detil nubuat yang hanya dapat digenapi kalau Alkitab adalah Firman Allah, dan bukan dari manusia. Lihat para nabi besar dan kecil, sebagai contoh tertulis dalam Daniel 7 dan pasal-pasal berikutnya. Nubuat-nubuat ini memberi detil terperinci mengenai bangkit dan jatuhnya bangsa-bangsa, bagaimana mereka akan jatuh, apakah mereka akan bangkit atau tidak.

Jadi sudah jelas, mengapa Alkitab itu terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama dan bagian kedua tidak dapat dipisahkan,semua menjadi satu kesatuan.

MENGAPA ALKITAB ADA BANYAK BAHASA ?

Alkitab adalah buku terlaris di dunia. Tidak ada buku lain yang telah diterjemahkan ke dalam begitu banyak bahasa – lebih dari 2.426 bahasa pada akhir tahun 2006 - dan yang disebarkan dalam jumlah ratusan juta eksemplar setiap tahun, baik dalam bentuk Alkitab ataupun dalam bentuk testamen, portion (kitab) atau selection (petikan).

Sampai saat ini, Alkitab beserta bagian-bagiannya telah diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa di dunia. Alkitab bukan saja diterjamahkan ke dalam lebih dari 2.426 bahasa, tetapi pada saat ini ada ratusan proyek penerjemahan Alkitab sedang diselenggarakan di seluruh dunia, termasuk puluhan proyek penerjemahan yang sedang dikerjakan Lembaga Alkitab Indonesia. Bila terjemahan-terjemahan ini selesai, berarti lebih dari 97% penduduk di seluruh dunia akan dapat membaca atau mendengar Firman Allah dalam bahasa mereka sendiri.

Penyediaan beberapa versi Alkitab dengan metoda penerjemahan yang berbeda, dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan segmen pembaca yang berbeda. Hal inin dilakukan bukan hanya pada Alkitab dalam bahasa Indonesia melainkan juga dalam bahasa-bahasa daerah. Semuanya itu dilakukan tidak lain dengan maksud agar Firman Allah dapat dibaca dan dimengerti oleh semakin banyak orang.

Dari keterangan diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa terjemahan Alkitab dalam berbagai bahasa itu sangat penting agar setiap manusia yang terbagi dalam beberapa bahasa dan suku, dapat mengerti Firman yang disampaikan Tuhan kepada manusia.
  

Jumat, 25 Maret 2011

Cerpen Kristen - Kasih Seorang Ibu

Jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia memunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal di rumah jompo, karena kehadirannya tidak diinginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut. Ayah dari anak tersebut minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya.
-
Di samping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yang belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu memunyai seorang putri yang hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahakannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya. Selain aib yang harus ditanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yang ia dapatkan hanya cemoohan, karena telah melahirkan seorang bayi haram tanpa bapa.
-
Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yang didapatkannya dari Tuhan di mana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love -- Kasih. Siang ia harus bekerja berat di pabrik dan di waktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yang ia bisa dapatkan.
-
Terkadang ia harus menjahit sampai pukul 2 pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu dan Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restoran. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya. Di samping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.
-
Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian sampai dengan makanan. Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca di luar sangat dingin sekali, karena pada saat itu sedang musim dingin menjelang hari Natal. Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang telah dikumpulkannya belum mencukupi. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca di luar dingin sekali, bahkan dalam keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja.
-
Sejak saat itu ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yang terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi dalam keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yang tercinta.
-
Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya di luar kota. Di sana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih memunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan memunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restoran. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.
-
Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak diundang, bahkan kehadirannya tidak diinginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yang tercinta. Sejak saat itu bertahun-tahun ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah memunyai seorang cucu.
-
Ia sangat mendambakan untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya. Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja di sana. Di rumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai bibi pembantu dari keluarga tersebut. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan, bahwa permohonannya telah dikabulkan.
-
Di rumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinya daripada dirinya sendiri. Di samping itu sering sekali dibentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dalam kamarnya yang kecil di belakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.
-
Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya di rumah tersebut, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo. Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dengan putri kesayangannya. Uang pensiun yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.
-
Pada tahun lampau beberapa hari sebelum Natal, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yang ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Di samping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yang ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.
-
Suhu di luar telah mencapai 17 derajat di bawah nol dan salju pun turun dengan lebatnya. Jangankan manusia, anjing pun pada saat ini tidak mau ke luar rumah lagi, karena di luar sangat dingin, tetapi nenek tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi ke rumah putrinya. Ia ingin betemu dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali. Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus berjam-jam. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yang berada dalam keadaan sakit.
-
Setiba di rumah putrinya dalam keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata putrinya sendiri yang membukakan pintu rumah. Apakah ucapan selamat datang yang diucapkan putrinya? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia ditegor: "Kamu sudah bekerja di rumah kami puluhan tahun sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu di belakang rumah!"
-
"Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena di luar dingin sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi, Nak!" kata wanita tua itu. "Maaf saya tidak ada waktu, di samping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!" ucap putrinya dengan nada kesal. Setelah itu pintu ditutup dengan keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis. Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih, belas kasihan pun tidak ada.
-
Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon di rumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelepon ke kantor polisi, sebab di halte bus di depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!" Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yang tercinta yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.
Ibu saya tidak melek komputer, bahkan beliau seorang wanita yang buta aksara, tetapi untuk Mang Ucup pribadi beliau adalah wanita yang paling hebat, di mana sampai dengan detik ini Mang Ucup masih bisa belajar dari padanya. Belajar memberikan dan membagikan kasih tanpa pamrih dan tanpa lagas. Ibunya Mang Ucup menderita sakit kanker, tetapi ia tidak pernah mengeluh. Tiap kali saya menelpon Ibu, pertanyaan standar selalu diajukan kepada saya: "Apa yang Ibu bisa bantu untukmu, Nak?" Ia tidak memohon untuk dirinya sendiri dalam doanya, yang ia utamakan selalu hanyalah kami anak-anaknya! Ia selalu mendoakan kami siang dan malam.
-
Maka dari itulah untuk Mang Ucup, Ibu saya adalah wanita yang tercantik sejagat raya, melebihi daripada Michael Preifer walaupun ia barusan saja terpilih oleh majalah People sebagai wanita tercantik sedunia tahun 1999. Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga.
-
Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dalam setahun.
Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu. Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah.
-
Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita? Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.
-
"When Mother prayed, she found sweet rest, When Mother prayed, her soul was blest; Her heart and mind on Christ were stayed, And God was there when Mother prayed!"
-
"Our thanks, O God, for mothers Who show, by word and deed, Commitment to Thy will and plan And Thy commandments heed."
-
"A thousand men may build a city, but it takes a mother to make a home."
-
Apabila Anda mengasihi Ibunda Anda sebarkanlah tulisan ini kepada rekan-rekan lainnya, agar mereka juga sadar selama Ibunda mereka masih hidup berikanlah bakti kasih Anda kepada Ibunda terkasih sebelumnya terlambat.

-----------------

Kamis, 24 Maret 2011

Pertobatan: Perintah Yang Sangat Sulit Di Lakukan


Kata “pertobatan” dalam berbagai macam bentuk nampaknya disebutkan lebih dari 100 kali dalam Alkitab. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya “pertobatan” itu. Hampir semua gereja, termasuk di dalamnya denominasi, menuntut dan menganjurkan mereka yang ingin menjadi anggotanya untuk bertobat dari dosa. Walaupun cara dan pelaksanaannya tergantung dari apa yang ditetapkan oleh masing-masing gereja atau jemaat.

Namun Alkitab mengatakan bahwa “pertobatan” yang sesungguhnya haruslah sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah dalam firman-Nya. “Pertobatan” adalah perintah yang paling sulit ditaati manusia, bukan karena tidak dimengerti tetapi karena dianggap itu tidak penting. Bahkan beberapa orang berkata bahwa ini adalah perintah yang paling sulit dalam Alkitab

Apakah Pertobatan Itu ?
Kadang-kadang cara yang paling baik untuk mengerti apa yang dimaksud dalam sebuah kata ini pertama-tama harus mengerti apa yang bukan pertobatan? Banyak orang berpikir bahwa pertobatan adalah sekedar mengatakan maaf atas dosa-dosa. Ini bukan pertobatan! Rasul Paulus menulis, Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.” (2 Korintus 7:10).

Jika seseorang menyesali dosa-dosanya yang telah dia lakukan, itu akan menyebabkan dia bertobat dari dosa-dosanya. Pada hari Raya Pantekosta orang-orang Yahudi mendengar khotbah Petrus tentang Yesus Kristus, yang mereka salibkan dan hati orang-orang Yahudi “terharu, ”ini menunjukan bahwa mereka sangat menyesal, tetapi penyesalan mereka atas dosa-dosa itu bukanlah “pertobatan.”

Petrus berkata bahwa mereka perlu melakukan sesuatu, “bertobat dan dibaptiskan di dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan segala dosa.” (Kisah Para Rasul 2:37-38). Jika pertobatan bukan hanya mengatakan maaf, menyesal atas perbuatan dosa-dosa, maka apakah pertobatan? Menurut defenisi Alkitab, pertobatan adalah merobah pikiran terhadap dosa yang menghasilkan dukacita Ilahi atas dosa. Hasilnya pikiran akan berubah terhadap dosa dan kehidupan akan berubah menuju kebaikan.

Contoh yang terbaik tentang apakah pertobatan seperti yang di katakan Yesus dalam perumpamaan, “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.” (Matius 21:28-29).  Anak itu tidak mematuhi perintah bapaknya. Ketika dia menyesali (bersesal) atas ketidakpatuhannya, dia merubah pikirannya tentang keputusannya, kemudian melakukan apa yang dipesankan bapanya.

Pertobatan meliputi “pemulihan” atau “gantikerugian” artinya kita akan mengganti kebaikan atas kejahatan yang telah kita lakukan. Jika seseorang telah merugikan orang lain seperti mencuri atau merampas maka pertobatan berarti mengembalikan atau mengganti barang yang telah kita ambil. Jika membunuh tentu saja kita tidak bisa mengembalikan jiwanya tetapi yang harus dilakukan adalah menolong janda dan anak-anaknya dengan penggantian material yang dibutuhkan mereka.

Siapa yang Harus Bertobat?

Tentu saja mereka yang berdosa dan yang masih tetap tinggal dalam perbuatan hawa nafsu duniawi agar mereka dapat dilepaskan dari segala dosa. Orang-orang Kristen berkewajiban untuk memberitakan firman Allah tentang pertobatan. (Lukas 24:47). Paulus mengatakan kepada orang-orang Athena bahwa Allah, “sekarang ini memerintahkan semua orang di mana-mana untuk bertobat.” (Kisah Para Rasul 1:30).
Pada Hari Raya Pentakosta, Petrus berkata, kepada orang-orang Yahudi yang mendengarkan Injil dan, berseru, “Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Jawab Petrus kepada mereka: Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu . ”(Kisah Para Rasul 2:37-38).

Orang-orang Kristen yang telah jatuh ke dalam dosa juga perlu bertobat. Ketika Filipus berkhotbah di Samaria, Simon, si penyihir menjadi orang Kristen. Tetapi ketika dia melihat rasul-rasul melakukan tanda ajaib dengan meletakan tangan ke atas orang-orang Kristen, Simon berusaha untuk membeli kuasa itu, “Tetapi Petrus berkata kepadanya : Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini. (Kisah Para Rasul 8:20-22)

Mengapa Harus Bertobat?

Kita telah belajar bahwa dukacita Ilahi menghasilkan pertobatan (2 Korintus 7:10). Yesus dalam perumpamaan 2 orang anak menggambarkan bahwa dukacita Ilahi menyebabkan anak pertama bertobat untuk melakukan perintah bapanya. (Matius 21:28-29). Seseorang bertobat apabila dia telah mengerti bagaimana kebaikan Allah yang dicurahkan kepadanya. (Roma 2:4; Yohanes 3:16; 1 Yohanes 4:10; Roma 5:6-8). Kebaikan Allah harus membuat kita berkeinginan untuk bertobat dari dosa-dosa melawan Allah.

Seseorang juga harus bertobat dari dosa-dosanya sebab hari penghakiman akan segera datang. Paulus berkata kepada penyembah-penyembah berhala di Athena, “Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.” (Kisah Para Rasul 17:30). Kita harus bertobat dari segala dosa kita supaya penghukuman dalam penghakiman Tuhan tidak menimpa kita semua. (2 Korintus 5:10).

Kapan Harus Bertobat ?

Karena seseorang tidak dapat diselamatkan tanpa pertobatan, maka perlu bagi seseorang untuk bertobat sesegera mungkin dan jangan menunda-nunda karena waktu tidak bisa ditentukan. (Lukas 13:3). Kehidupan ini sangat singkat dan tidak bisa dipastikan. Kematian adalah pasti dan akan menimpa siapa saja, cepat atau lambat (Ibrani 9:27).

Kita semua akan dihakimi dan tidak ada yang bisa lepas dari hukuman Allah, sesuai dengan segala perbuatan dalam kehidupan kita. Maka kita perlu untuk bertobat sesegera mungkin (2 Petrus3:9). Apakah saudara belum bertobat dari dosa saudara? Lakukanlah sekarang juga, jika tidak maka saudara harus bertanggung jawab atas segala dosa saudara kepada Tuhan (2 Korintus 5:10). 

Minggu, 20 Maret 2011

Persiapkan Dirimu Untuk Bertemu Dengan Allah!


Kerajaan Surga & Neraka, dan Kedatangan Kristus by Angelica Zambrano
(Judul asli: Prepare To Meet Your God) 
.
Date of Death Experience was Nov.7th, 2009) Kesaksian ini bukan tulisan pengelola tetapi diterjemahkan dari Sumber: www.DivineRevelations.info/23.

.


Selama periode 23 jam, seorang anak perempuan Ecuardo bernama Angelica diperlihatkan Kerajaan Surga dan Neraka, dan Kedatangan Kristus. Ia menyaksikan Yesus menangis ketika Ia melihat banyak sekali jiwa-jiwa yg hilang selamanya, sebuah dunia yg menolakNya, sebuah Gereja yg lebih kebanyakan tidak siap utk Dia, orang-orang yg telah berhenti bersaksi kpd yg terhilang, dan sebuah industri entertainmen yg menyeret anak-anak kpd setan. Ia menyaksikan banyak dari ikon budaya kita yg terpandang menderita di dalam Lubang neraka; penyanyi, entertainer/penghibur, dan juga seorang paus. Angelica juga diperlihatkan bagaimana Kerajaan Surga semua sudah dipersiapkan dgn begitu indah dan siap, sebuah tempat mulia yg tak terbayangkan, di mana tidak ada kejahatan. Walaupun Yesus HANYA datang kembali utk Orang-orang Kudus, dan banyak dari anak-anak Tuhan TIDAK akan siap pada hari itu, dan akan tertinggal di dunia yg akan berantakan.



Maxima (the Mother) : Namaku Maxima Zambrano Mora dan kami menghadiri Gereja “Casa de Oracion” di El Empalme. Kami berpuasa selama 15 hari, dan berseru kepada Tuhan. Anak perempuanku Angelica juga ikut bergabung. Selama lima belas hari puasa itu, aku dapat melihat melampaui hal biasa, yg mana aku tak pernah melakukannya sebelumnya. Kami berdoa dan berpuasa di retret, dan bahkan terus berdoa dan berseru di rumah, menantikan Tuhan berbicara kpd kami.
 .
Tuhan memberikan kami penghiburan. Karena cobaan-cobaan hidup, kami seringkali siap utk menyerah, tetapi Tuhan ada di sana utk menolong kami. Ia memberikan kami Yeremia 33:3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” Anak perempuanku telah tegas memintanya dari Tuhan, tanpa sepengetahuanku.
Angelica (The daughter) : Namaku Angelica Elizabeth Zambrano Mora. Aku 18 tahun, dan belajar di ” Colegio José María Velazco Ibarra”, di El Cantón, El Empalme, Ecuador. Aku menerima Kristus pertama kali ketika saya 12 tahun, tetapi aku berkata kpd diriku sendiri, “Tdk ada seorangpun dari teman-temanku yg evangelikal/injili dan saya merasa aneh di tengah-tengah mereka”, jadi aku pergi menjauh dari Tuhan, dan hidup dgn kehidupan yg buruk dan mengerikan. Tetapi Tuhan mengangkatku keluar dari sana. Di ulang tahunku yg ke-15, aku berdamai dgn Tuhan, tetapi aku masih mendua hati. Alkitab mengatakan, Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.” Yakobus 1:8 dan aku salah satunya. Ayahku akan berkata,”Engkau tak usah menjadi seperti itu, itu kelihatan buruk, itu salah.” tetapi aku akan menjawab, “Ini caraku, dan aku mau jadi apa, tidak seorangpun harus mengatakan kpdku bagaimana aku seharusnya, ataupun apa yg harus aku lakukan, ataupun bagaimana aku harus berpakaian, atau bersikap.” Ia akan menanggapi, “Tuhan yg akan berurusan dgnmu. Ia yg akan mengubahmu.” 
 .
Saat ulang tahunku ke-17, aku datang mendekat kpd Tuhan. Bulan April tgl 28 aku datang kpdNya dan berkata, “Tuhan, ampuni aku. Aku mau Engkau menulis namaku di Buku Kehidupan dan menerimaku sebagai anakMu.” Aku bertobat dan memberikan kembali hidupku kpd Tuhan. Aku berkata, “Tuhan, aku mau Engkau mengubahku, utk membuat perbedaan di dlmku.” Aku menangis dgn seluruh hati, meminta Tuhan utk mengubahku. Tetapi, waktu berlalu aku tidak merasakan perbedaan. Perbedaan satu-satunya hanyalah aku mulai menghadiri gereja, membaca Alkitab dan berdoa. Hanya itu yg berbeda di dlm hidupku.
Kemudian, di bulan Agustus, aku diundang utk berpuasa selama 15 hari. Aku memutuskan utk ikut, tetapi sebelum masuk aku berkata, “Tuhan, aku mau Engkau berurusan dgnku di sini.” Selama berpuasa, Tuhan berbicara kpd hampir setiap orang, kecuali aku! Itu seolah-olah Tuhan tidak melihatku, dan itu menyakitkan. Aku akan berdoa, “Tuhan, bukankan Engkau akan berperkara dgnku?” Aku akan menangis sendiri dan meneruskan, “Tuhan, apakah Engkau mengasihiku? Apakah Engkau di sini? Apakah Engkau dgnku? Mengapa Engkau tdk berbicara kpdku seperti yg Engkau lakukan kpd yg lain. Engkau berbicara ttg banyak hal kpd org lain, bahkan kata-kata nubuatan, tetapi tdk kpdku.” Aku meminta tanda bahwa Ia bersamaku, dan Tuhan memberikanku Yeremia 33:3, Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” Aku berkata, “Tuhan apakah Engkau baru berbicara dgnku?” Karena aku mendengar suaraNya jelas dan mendapat penglihatan kata-kata tertulis di Yeremia 33:3.
Aku berkata Tuhan, “Tuhan, apakah itu utkku?” Aku menyimpannya utk diri sendiri, sementara orang-orang lain bersaksi apa yg Tuhan berikan kpd mereka dan apa yg mereka lihat. Tetapi aku menyimpannya rahasia dan hanya akan merenungkan kata-kata di : Berserulah kepada-Ku” artinya berdoa, tetapi apa arti dari “hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami”? Aku berpikir, “Ini hanya bisa berarti surga dan neraka.” Jadi aku berkata, “Tuhan, aku hanya mau Engkau memberitahukan surga, tetapi tidak neraka, karena aku telah mendengar itu adalah tempat yg menyeramkan.” Tetapi aku kemudian berdoa dgn seluruh hati, “Tuhan jika ini kehendakMu utk menunjukkan apa yg Engkau harus lakukan, maka lakukanlah, tetapi ubah aku dahulu. Aku mau Engkau membuat perbedaan di dlmku; Aku mau berbeda.”
Ketika kami selesai berpuasa, ada cobaan-cobaan dan kesulitan-kesulitan dan terkadang aku merasa lemah, tidak mampu terus berjalan dgn Tuhan. Tetapi Ia memberikanku kekuatan. Aku mulai mendengar suaraNya dan mengenalNya lebih baik. Kami menjadi teman baik. Tuhan adalah teman terbaik kita, Roh Kudus. Aku berkata kpdNya, “Tuhan Engkau adalah teman terbaikku. Aku mau mengenalMu lebih baik lagi,” dan membagi seluruh pikiranku dgnNya.
Aku berpuasa selama bulan Agustus dan kemudian di bulan November, seorang hamba Tuhan datang ke rumah kami dan berkata, “Semoga Tuhan memberkatimu.” Aku menjawab, “Amen.” Lalu ia berkata, Aku di sini membawa pesan dari Tuhan…engkau harus menyiapkan dirimu, karena Tuhan akan memberitahukanmu hal-hal yg besar dan perkasa yg engkau tidak ketahui. Ia akan memberitahukanmu Surga dan Neraka karena engkau memintanya, dari Yeremia 33:3″ Aku bertanya, “Ya, bagaimana engkau tahu? Aku tidak pernah memberitahukan itu kpd siapapun.” Ia menjawab, “Allah yg sama yg engkau layani dan sembah, Allah yg sama yg aku sembah itu yg memberitahukanku ttg semuanya.”
Seketika kami mulai berdoa. Saudari-saudari dari gereja kami, dan yg lainnya dari keluargaku ada di sana dgn kami berdoa. Tetapi segera saat kami mulai berdoa, aku melihat surga terbuka. Jadi aku berkata, “Aku melihat surga terbuka, dan 2 malaikat turun ke bawah!” Pria itu berkata, “Tanyakan mengapa mereka di sini.”
Mereka tinggi dan indah; dgn sayap-sayap yg indah. Mereka besar dan bersinar, dan kelihatan transparan, cemerlang seperti emas. Mereka mengenakan sandal kristal dan jubah kekudusan. “Mengapa engkau di sini?” Mereka tersenyum dan berkata, “Kami di sini karena kami membawa sebuah tugas utk dilaksanakan… Kami di sini karena engkau harus mengunjungi Surga dan Neraka dan kami tidak akan pergi sampai semua ini sudah selesai.” Aku menjawab, “Baiklah, tetapi aku hanya mau mengunjungi surga, bukan neraka.” Mereka tersenyum, dan tinggal di sana, tetapi tidak berkata apa-apa lagi. Setelah kami selesai berdoa, aku masih dapat melihat mereka di sana.
Aku juga mulai melihat Roh Kudus; Ia adalah teman baikku; Ia Kudus, Ia maha tahu; Ia hadir di mana-mana! Aku dapat melihatNya, transparan dan cemerlang bersamaan; dgn wajah yg cemerlang, aku dapat melihat senyumNya dan tatapanNya yg penuh kasih! Aku hampir tidak dapat menjelaskanNya, karena Ia lebih indah dari malaikat-malaikat. Malaikat-malaikat memiliki keindahan mereka sendiri, tetapi Roh Kudus jauh lebih indah dari mereka! Aku dapat mendengar suaraNya jelas, suara yg penuh dgn kasih, suara yg menggairahkan. Aku hanya tidak dapat menjelaskan suaraNya; suara seperti petir, tetapi jg bersamaan Ia akan berkata, “Aku menyertaimu.” Jadi aku akan berjuang terus berjalan dgn Tuhan, walaupun cobaan-cobaan itu mengelilingi kami. Kami berjalan melalui masa-masa sangat sulit, tetapi juga menang di saat bersamaan. Aku berkata, “Tuhan, biarlah kehendakMu jadi.” Aku terus menyadari malaikat-malaikat juga ada di sekolah, dan di dlm kelasku. Aku begitu senang, begitu sukacita karena sebenarnya aku dpt melihatnya!
Hamba Tuhan, yg mengunjungi rumahku, berkata kpdku utk bersiap-siap karena aku akan melihat Surga dan Neraka. Tetapi ia juga berkata kpdku sesuatu yg sulit. Ia berkata, “Engkau akan mati.” Itu bukanlah hal yg mudah ketika mendengarnya.
“Bagaimana aku akan mati? Aku begitu muda”, aku bertanya. Ia menjawab,“Jangan kuatir ttg apapun, semua yg Tuhan lakukan sempurna, dan Ia akan membawamu kembali hidup, jadi engkau dapat bersaksi ttg Surga dan Neraka, itu yg Tuhan mau agar kita smua mengetahuinya.” Aku berkata, “Amen, tetapi akankah aku ditabrak sebuah mobil, bagaimana aku akan meninggal?” Ide-ide datang dlm pikiranku, tetapi Tuhan berkata utk tidak kuatir, semuanya dlm kendali. Aku berkata, “Terimakasih, Tuhan!”
Pada tgl 6 November, setelah aku pulang ke rumah dari sekolah, malaikat-malaikat masih denganku, bahkan ketika memuji Tuhan. Mereka tidak akan berbicara kpdku; semua yg mereka katakan hanya, “Kudus, Kudus, Kudus, Haleluyah,” memberikan kemuliaan, kehormatan dan pujian kpd Bapa kita di Surga. Roh Kudus di sana jg bersama para malaikat dan aku bersukacita. Banyak orang berkata bahwa injil itu membosankan, tetapi itu adalah tipuan besar dari setan utk mencegah orang-orang mencari hadirat Tuhan. Aku dulu juga percaya akan hal ini, tetapi setelah aku bertemu Tuhan dan Roh Kudus, aku tahu injil tidak membosankan, itu adalah pengalaman paling terindah yg engkau dapatkan di bumi!
Aku dpt melihat; bermain, dan bahkan berbicara dgn Roh Kudus. Tetapi para malaikat tdk akan berbicara kpdku, tetapi mereka akan memuji Tuhan. Aku akan berkata, “Roh Kudus datang bersama dgnku melakukan ini atau itu” dan Ia akan ada di sana. Aku dapat merasakan dan melihatNya.
Aku melihatNya ketika Ia bangkit dari kakiNya, dan bahkan akan menyiapkan tempat duduk utkNya. Walaupun banyak yg tdk dpt melihatNya, Ia ada di sini! Hubungan ini terus berjalan, tdk ada alasan utk menghentikannya, sekali engkau mengalaminya.. tdk ada hal yg membuatku ingin mundur. Ketika aku mempertimbangkan di mana Ia menarikku keluar dari keadaanku sebelumnya, aku begitu bersyukur atas anugrahNya, utk semua kasihNya kepada manusia dan kpdku!
Pada tgl 7 November, ketika aku dlm perjalanan kembali ke rumah, aku mendengar suatu suara berkata, “Siapkan dirimu, karena engkau akan mati hari ini,” Aku tahu itu adalah Roh Kudus karena aku dapat melihatNya. Aku mengacuhkan suaraNya dan berkata, “Tuhan, aku tidak mau mati hari ini!” Tetapi Ia mengulanginya, “Siapkan dirimu, karena engkau akan mati hari ini!” Kali ini Ia berkata semakin keras dan dgn kekuatan yg lebih besar. Aku menjawab, “Tuhan, aku tahu itu Engkau yg berbicara kpdku; aku hanya minta dikonfirmasi dan setelah itu, lakukan kpdku sesuai kehendakMu. Aku akan melakukan apapun tugasMu, aku akan berserah, bahkan jika aku takut, karena aku tahu Engkau bersamaku dan Engkau hidup.” Aku berdoa, “Biarlah orang yg Engkau pakai sebelumnya, membawa pesan ini kpdku. Biarkan ia ada di rumahku saat ini jg, sebelum aku sampai, dan biarkan ia mengatakan kpdku bhw hari ini saya akan meninggal.” Tuhan tahu kehidupan masa lalu, sekarang dan masa depan kita, Ia tahu apa yg kuminta dari Dia. Jadi ketika aku tiba di rumah, hamba Tuhan itu sudah ada di sana.
Maxima : Ketika anak perempuanku tiba di rumah, kami ada di dapur. Ketika ia melihat hamba Tuhan ia berkata, “Semoga Tuhan memberkatimu.” Orang itu menjawab, “Tuhan memberkatimu. Apakah engkau siap? Hari ini adalah hari Tuhan akan mengambilmu, pk.4 sore.” Ia hanya berdiri di sana, terkagum bahwa Tuhan telah mengabulkan permintaannya.
Angelica : Ketika aku mendengarnya aku berkata, “Amen.. tetapi aku tidak mau mati, aku tidak dapat mati! Tidak, Tuhan, aku takut, sangat takut, takut sekali!” Hamba Tuhan itu berkata, “Mari kita berdoa supaya ketakutanmu pergi sekarang di dalam nama Tuhan.” Aku berkata, “Amen” dan kami berdoa. Segera aku merasakan semua ketakukan itu meninggalkanku, dan sukacita yg tdk dpt dijelaskan datang, berpikir bahwa kematian adalah hal terindah yg dpt terjadi pd diriku! Aku mulai tersenyum dan tertawa sementara semua orang memperhatikanku. Mereka dapat melihatku yg tadinya cemas menjadi penuh sukacita. Aku tertawa, melompat dan bernyanyi.
Maxima : Anakku segera merasakan sukacita di dlm hatinya dan mulai mau makan. Ia sedikit makan dari kesemuanya, ia berkata, “Jika aku tidak kembali, paling tidak aku sudah makan dan aku kenyang.”

Kamis, 10 Maret 2011

TRITUNGGAL


Tritunggal atau Trinitas adalah doktrin Iman Kristen yang mengakui Satu Allah Yang Esa, namun hadir dalam Tiga Pribadi : Allah Bapa dan Putra dan Roh Kudus, di mana ketiganya adalah sama esensinya, sama kedudukannnya, sama kuasanya, dan sama kemuliaannya. Istilah Tritunggal (Inggris: trinity, Latin: trinitas) mengandung arti tiga Pribadi dalam satu kesatuan esensi Allah. Istilah "pribadi" dalam bahasa Yunani adalah hupostasis, diterjemahkan ke Latin sebagai persona (Inggris: Person).
Masalah Tritunggal ini sering menjadi pertanyaan, baik bagi orang Kristen sendiri maupun orang di luar Kristen. “SAYA SIH NGERTI, TAPI SUSAH MENJELASKANNYA.” Mungkin perkataan ini yang sering kita ucapkan setiap kali ada yang bertanya tentang Tritunggal.

Saudaraku, disini saya akan mencoba menjelaskannya. Sebenarnya pengertian diatas sudah cukup kuat bahkan sangat jelas. Tapi mungkin hanya orang-orang yang diberikan hikmat dan pengertian oleh Roh Kudus yang bisa menerimanya, seperti saudara dan saya. Berarti orang-orang yang tidak mengerti itu adalah orang-orang yang BEBAL. Gak percaya…? Nih ayatnya : “Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu.” (Mazmur 92:7). Benar kan, saudara?

Okelah kalau begitu, saya lanjutin lagi masalah Tritunggal-nya. Saudara pernah baca Alkitab gak? Puji Tuhan, ternyata saudara dan saya tiap hari baca Alkitab (kalau gak lupa). Becanda kok, saudaraku. Saya percaya, saudara semua rajin baca Alkitab. Karena Alkitab itu adalah sumber ilmu pengetahuan. Nah, ngelantur lagi nih pembicaraannya….!!!

Langsung aja deh…!

Manusia itu diciptakan oleh Allah serupa dan segambar dengan siapa ya?

Betulll, seratus buat anda.

Allah menciptakan manusia serupa dan segambar dengan Allah. Gak percaya…??? Saya juga awalnya gak percaya, tapi ini ada ayatnya, tertulis di Kejadian 1:26-27.

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Pada ayat di atas ada tertulis : “MENURUT GAMBAR DAN RUPA KITA”. Ini artinya, manusia serupa dan segambar dengan Allah. Kok bisa ya ??? Ya bisa-lah, nama-Nya juga Allah. Itu udah hak Prerogatif-nya Allah. Hak Khusus dan Hak Istimewa yang ada pada Allah, tidak bisa diganggu-gugat.

Kita sebagai manusia seringkali tidak menyadari bahwa kita terdiri dari 3 (tiga) unsur, SAMA SEPERTI ALLAH (namanya juga serupa dan segambar). Manusia mempunyai JIWA, TUBUH,  dan ROH. Hayooo, ada gak diantara saudara-saudara yang gak punya jiwa (pikiran, akal, dan kepribadian)? Atau gak punya tubuh? Atau gak punya roh?

Weleh…weleh…kalau manusia gak punya salah satunya, jadi apa ya? Saudara bisa menjawabnya dalam hati masing-masing ya.

PENJELASAN

Lho, kok judulnya penjelasan? Yang diatas tadi apaan? Hehehe, itu pengantarnya aja, biar gak ngantuk. Saya akan memaparkannya secara singkat aja ya? Ntar saudara aja yang menjelaskannya panjang x lebar.

TRITUNGGAL = ALLAH BAPAPUTRAROH KUDUS

MANUSIA = JIWATUBUH - ROH

ALLAH BAPA = JIWA
Allah adalah Tuhan dan Tuhan adalah Allah. Allah menciptakan bumi dan segala isinya dengan Firman. Firman itu adalah Allah sendiri. Manusia jika hendak melakukan sesuatu pekerjaan, harus terlebih dahulu menggunakan “akal” dan “pikiran”. Manusia jika hendak menciptakan sesuatu benda harus menggunakan akal dan pikirannya terlebih dahulu.

Dulu gak ada yang namanya handphone. Tapi manusia berpikir dengan akal dan pikirannya cara membuat benda yang dapat membuat orang bisa berkomunikasi dimanapun dan kapanpun. Akhirnya terciptalah apa yang disebut dengan handphone. Begitu juga dengan semua benda-benda yang ada di sekitar kita sekarang. Semua itu manusia yang membuatnya dengan akal dan pikiran. Tentu hal itu tidak terlepas dari campur tangan Tuhan. Karena apa yang kelihatan sekarang, Tuhan sudah terlebih dahulu menciptakannya.

PUTRA = TUBUH
Yesus adalah Putra Allah dan Yesus adalah Tuhan, yang turun ke bumi menjadi manusia. Yesus mati di atas Kayu Salib untuk menebus dosa-dosa manusia. Dia menyerahkan Nyawa, Tubuh, dan Darah-Nya. Tubuh-Nya tergantung di atas Kayu Salib supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16).

Ibrani 10:10 - Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Roma 12:5 - demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

ROH KUDUS = ROH
Allah punya Roh, yaitu Roh Kudus. Tuhan menciptakan manusia serupa dan segambar dengan Dia. Karena itu, Tuhan juga menciptakan manusia mempunyai roh. Tanpa roh, manusia tidak bisa hidup.

Yohanes 6:63 - Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Jadi saudaraku, kalau ada orang yang bertanya atau menyangkal tentang TRINITAS / TRITUNGGAL, ingatkan dia bahwa dia juga tritunggal, punya jiwa, tubuh, dan roh. Sama seperti Allah, TRITUNGGAL. Sekali lagi saya katakan, manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Punya Jiwa, Tubuh, dan Roh.

Kalau ada yang bertanya : “Nama kamu siapa?” Tentu anda akan menjawab nama anda, bukan? Misalkan saja nama anda Toni. Padahal Toni punya tubuh, jiwa, dan roh. Tapi tetap aja menjadi satu kesatuan, namanya ya tetap aja Toni. Begitu juga dengan Allah,  walapun disebutkan Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, ya tetap aja nama-Nya Allah.

Semoga penjelasan dari saya ini dapat membantu saudara-saudara.