Sabtu, 23 April 2011

Renungan Harian Kristen - Sesuaikan Dirimu Dengan Rencana Allah


Bacaan Alkitab - Kolose 3 : 1-3

"Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah." (Kolose 3:1).


Saya telah menjadi Kristen selama lebih dari 60 tahun dan sepanjang waktu itu Allah tidak pernah sekalipun berkata kepada saya, “Apa yang ingin kau lakukan?” Sebaliknya Dia selalu mengatakan kepada saya apa yang Dia ingin agar saya lakukan. Juga, Tuhan tidak pernah mengubah rencana-Nya agar cocok dengan tujuan saya, melainkan Dia selalu meminta sayalah yang menyesuaikan semua rencana saya dan rencana-Nya. Alasan mengapa Dia ingin mengarahkan kita orang percaya kepada jalan-Nya adalah karena Dia adalah Allah yang sempurna di dalam segala hikmat dan pengetahuan. Dia tahu apa yang terbaik bagi kita di sepanjang waktu.

Bapa kita rindu untuk melibatkan diri-Nya di dalam setiap aspek kehidupan kita, itulah sebabnya Dia selalu ingin memberikan arahan yang jelas sehingga kita dapat memahami kehendak-Nya di dalam setiap situasi yang kita hadapi. Dengan berjalan di dalam pusat kehendak Allah, kita menggenapi apa yang memang seharusnya kita lakukan. Dengan demikian, kita mengalami kehiudan dalam artinya yang terbaik bagi kita.

Kehendak manusia yang tidak sempurna seringkali bertentangan dengan kehendak Allah. Itulah sebabnya kita harus selalu berusaha memahami jalan-jalan-Nya serta hidup sesuai dengan prinsip-prinsip Firman-nya. Allah itu kekal adanya, dan Dia tidak akan berubah sehingga perlu mencocokkan rencana-Nya dengan rencana kita. Itu berarti kitalah yang harus membuat penyesuaian apapun yang diperluan sebagai bukti ketaatan kita kepada-Nya.

Sungguh menyedihkan melihat banyak sekali orang Kristen yang kehilangan yang terbaik dari Allah, karena mereka tidak mau menyesuaikan rencana dan pilihan-pilihan mereka dengan kehendak Allah. Allah menunjukkan kepada mereka perubahan apa saja yang harus dibuat, namun mereka menolak. Setelah itu barulah mereka akan bertanya-tanya, mengapa mereka tidak menemukan damai dan kepuasan, padahal mereka merasa telah mencapai yang paling baik bagi hidup mereka. Saudaraku, hanya ketaatan untuk hidup sesuai dengan rencana Bapa yang akan membawa kita mengalami kepuasan yang sejati.



Membangun Kepekaan Rohani


Bacaan Alkitab - Mazmur 116 : 97-100

Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.

“Kamu tahu bagaimana rasanya diperlakukan seperti itu!”. Mungkin anda pernah mengucapkan kata-kata itu ketika anda diremehkan, yang saat itu mungkin membuat anda merasa frustasi. Ya, kita semua tidak ingin bila kita diremehkan atau dianggap sepi.

Sekarang bayangkanlah betapa sedihnya hati Tuhan ketika orang-orang percaya tidak menaruh perhatian pada perasaan-Nya atau kata-kata-Nya. Kita diberikan dasar kepekaan rohani agar kita dapat menilai dengan bijak, namun karunia ini harus terus menerus kita pupuk dan kembangkan. Caranya adalah dengan mempelajari Alkitab. Bila kita ingin mengetahui pikiran Allah tentang suatu masalah, tidak ada sumber yang lebih baik selain Alkitab, karena Alkitab adalah buku penuntun yang ditulisNya sendiri untuk menyatakan tentang diri-Nya kepada dunia. Di dalam halaman-halaman Alkitab, Allah telah menggambarkan tentang diri-Nya dan bagaimana Dia bekerja sehingga kita dapat menilai dengan benar apa berasal dari Dia dan apa yang bukan.

Sebagai orang percaya kita tidak boleh bergantung pada kemampuan kita sendiri untuk dapat memiliki kepekaan rohani. Tuhan memberikan kepada pemimpin rohani suatu tugas untuk mengajarkan kepekaan rohani kepada umat-Nya (Yehezkiel 44:23). Dibawah bimbingan seorang mentor yang dewasa secara rohani, kita akan bertumbuh dalam kebenaran dengan mempelajari prinsip-prinsip Alkitab dan cara-cara menerapkannya.

Setiap aspek kehidupan ini dipengaruhi oleh kemampuan kita dalam membuat penilaian yang bijak dan sesuai dengan kehendak Allah. Prinsip-prinsip Alkitab yang kita pelajari melalui seorang pembimbing rohani kita padukan dengan nilai-nilai yang kita peroleh melalui perenungan alkitab secara pribadi. Dan kedua pendekatan ini akan membentuk suatu jalinan yang pada gilirannya akan menyaring segala sesuatu yang kita lihat, dengar dan alami. Setiap ketidakbenaran yang berusaha menembus jaringan itu segera akan membunyikan tanda peringatan dini di dalam roh kita. Itulah sebabnya, sangat penting bagi kita untuk selalu memenuhi pikiran kita dengan kebenaran. 



Renungan Harian Kristen - Cara Memperoleh Kepekaan Rohani


Bacaan Alkitab - Ibrani 5 : 12-14

"Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat." (Ibrani 5:12).


Di dalam bacaan Renungan Harian Kristen hari ini, orang-orang percaya di ingatkan bahwa pertumbuhan rohani, seperti juga pertumbuhan fisik, adalah suatu proses yang panjang. Kita tidak dapat secara instan memahami segala hal yang rohani setelah kita diselamatkan, melainkan kita harus membangun hikmat terus menerus melalui perenungan Firman, doa dan mengamati prinsip-prinsip Allah melalui pengalaman. Dan lebih khusus lagi, kita harus membangun kepekaan rohani, yaitu kemampuan untuk menilai yang benar dan yang salah, yang baik dan terbaik, kehendak Allah dan keinginan diri sendiri.

Orang-orang yang tidak percaya menanggap bahwa mereka mampu membuat pilihan-pilihan yang bijak tanpa bantuan Allah; bahkan banyak orang Kristen pun menjalani kehidupan mereka tanpa menyadari bahwa Allah sangat peduli dengan keputusan-keputusan yang mereka buat. Betapa tragisnya bila orang percaya gagal memahami bahwa Tuhan telah menyediakan Penasihat pribadi untuk menolong mereka membuat segala keputusan yang bijak. Setiap orang yang percaya bahwa Kristus adalah Jurus’lamat mereka, pasti didiami oleh Roh Kudus yang menawarkan bimbingan, penyataan dan kekuatan-Nya.

Melalui karunia-Nya yang memberdayakan itu, kita dapat memahami kebenran dari situasi yang sedang kita hadapi serta cara terbaik untuk menghadapinya. Jadi, yang dikehendaki Allah adalah agar kita meninggalkan keegoisan dan keangkuhan kita, maka kita akan dibawa kepada berkat yang muncul dari kebergantungan kita kepada-Nya. Roh Kudus mengetahui pikiran tiap-tiap kita. Dia tinggal di dalam kita. Dan sebagai anggota Tritunggal, Dia juga mengetahui pikiran Allah. Dengan pengetahuan yang lengkap ini, Dia pasti dapat mengarahkan kita kepada keputusan-keputusan yang sejalan dengan kehendak Allah, dan memberikan dampak yang positif bagi orang lain. Bagian kita hanyalah tunduk pada tuntutan-Nya.

Untuk dapat meiliki roh yang tajam, kita memerlukan Roh Allah untuk menerangi pikiran dan hati kita. Dia menunjukkan kebenaran dan perspektif-Nya sendiri, dan perspektif-Nya itulah satu-satunya yang penting.



RENUNGAN HARIAN KRISTEN


Renungan Harian Lainnya :

  1. Arah Kehidupan
  2. Berdoa dan Bekerja
  3. Bersandar Pada Tuhan
  4. Buah Keserakahan
  5. Buat Apa Khawatir ?
  6. Bukan Garam Tawar
  7. Burning The Bridge
  8. Cara Memperoleh Kepekaan Rohani - New !!
  9. Dengan Cara Tuhan
  10. God Never Fails
  11. Hal Kecil Yang Menjengkelkan
  12. Hasrat Hati Kita
  13. Hati-hati Berbicara
  14. Hidup Dengan Hikmat
  15. Hidup Untuk Kristus
  16. Jangan Diremehkan
  17. Janji Tuhan
  18. Jawaban
  19. Kasih Yang Tetap
  20. Kekayaan Jadi Kutukan
  21. Kekudusan Pernikahan
  22. Kepekaan Rohani Yang Melindungi Kita
  23. Ketika Kita Membutuhkan
  24. Kutuk Menjadi Berkat
  25. Mau Dinasehati
  26. Melindungi Iman
  27. Membangun Kepekaan Rohani - New !!
  28. Mempergunakan Waktu
  29. Mengapa Kita Memerlukan Kepekaan Rohani
  30. Menjadi Berkat
  31. Menuju Kesejatian
  32. Mujizat Masih Ada
  33. Murah Hati
  34. Nilai Sebuah Ketaatan
  35. Paradigma Allah
  36. Penantian Kasih
  37. Pencobaan Datang Bukan Dari Allah
  38. Pendakwa vs Pemulih
  39. Percaya Saja
  40. Peringatan Bagi Hidup
  41. Perlindungan Sempurna
  42. Pertobatan Sejati
  43. Saudara Sekandung
  44. Selamatkan Generasi
  45. Sesuaikan Dirimu Dengan Rencana Allah - New !!
  46. Setelah Bencana Usai
  47. Sinyal Surgawi
  48. Sugesti atau Iman
  49. Tanda Kehadiran-Nya
  50. Trust vs Fear
  51. Tuhan Yang Memulihkan
  52. Walau Harus Sendiri