Minggu, 08 Mei 2011

TUHAN YESUS MENGETUK PINTU HATI

Pernahkah Anda melihat gambar Tuhan Yesus yang sedang berdiri di depan sebuah pintu sambil mengetuk ? Gambar tersebut dibuat oleh seorang seniman bernama Holman Hunt.

Ada peristiwa menarik saat Holman Hunt membuat gambar tersebut. Ketika ia sudah selesai menggambar ia ingin mengetahui tanggapan dari rekan-rekannya terhadap gambar Tuhan Yesus yang sedang berdiri di depan pintu dan mengetuk. Semua rekan-rekannya dengan teliti dan kritis mencoba menemukan kesalahan dalam gambar tersebut. Namun, rekan-rekannya tersebut tidak dapat menemukan kesalahan, justru mereka memuji gambar tersebut.

Hal ini membuat Holman Hunt tidak merasa puas, ia memanggil rekan-rekannya yang lain dan memintanya mencari kesalahan dengan lebih teliti secara professional. Tetapi, merekapun tidak dapat menemukan kesalahan. Sampai salah seorang rekannya yang masih amatir merasa menemukan kesalahan yang sangat mendasar, yaitu bahwa Holman Hunt lupa membuat pegangan pembuka pintu. Akhirnya semua orang setuju itulah kesalahan mendasar yang dibuat Holman Hunt dalam gambar tersebut.

Tetapi, Holman Hunt memberikan jawaban yang mengejutkan semua orang bahwa itu bukan suatu kesalahan atau kelupaan yang dibuat. Ia dengan sengaja membuat gambar Tuhan Yesus berdiri di depan pintu tanpa pengangan pembuka pintu karena itu adalah gambar Tuhan Yesus berdiri di depan pintu hati bukan pintu rumah. Pintu Hati hanya bisa dibuka dari dalam, sehingga tidak ada pegangan pintu diluarnya.

Dalam kemahakuasaan-Nya, Tuhan Yesus tidak pernah memaksa seseorang untuk percaya kepadaNya. Dia tidak pernah menggunakan kuasa-Nya untuk memaksa Saudara bertobat dari dosa-dosa saudara. Tuhan Yesus mau setiap manusia menggunakan kehendak bebas yang mereka miliki untuk memilih Dia daripada hidup dalam dosa. Pilihan yang timbul dari dalam hati manusia sendiri yang sudah dicerahkan oleh Roh Kudus.

Bila saat ini kita masih jatuh bangun dalam dosa, masih menyembunyikan dosa, atau kita tidak bisa melepaskan dosa, ingatlah Tuhan Yesus sedang berdiri di pintu hati kita. Dia sedang menunggu kita agar membuka pintu hati untuk menerima-Nya.

Jangan keraskan hati, bukalah pintu hati dan ijinkan Tuhan Yesus masuk dan membersihkan dosa-dosa kita. Amin.

  1. Dimanakah Yesus Pada Usia 12 Hingga 30 Tahun ?
  2. Doa Mujizat
  3. Kasih Seorang Ibu - New !!
  4. Kematian dan Penderitaan Murid-Murid Yesus dan Rasul-Rasul Kristus
  5. Ketika Aku Meminta
  6. MENGAPA ALKITAB TERBAGI DUA dan MENGAPA ALKITAB ADA BANYAK BAHASA? - New !!
  7. Misteri Angka 666 dan Simbol Satanisme (Bagian I)
  8. Misteri Angka 666 dan Simbol Satanisme (Bagian II)
  9. Nubuatan Tuhan Pasti Terjadi
  10. Pertobatan: Perintah Yang Sangat Sulit Di Lakukan - New !!
  11. Sahabat
  12. TRITUNGGAL - New !!

Sabtu, 07 Mei 2011

Harga Sebuah Ketaatan

Kesaksian ini ditulis dan dialami langsung oleh Sdr. Samuel Sitanggang Love Jc

Senang sekali ketika saya tau tman2 membuka note yg saya tulis.. ^.^

Saya bingung harus memulai tulisan ini dari mana, tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi yang saya alami sendiri BARU SAJA BAHKAN MASIH SAYA ALAMI,, bagaimana Tuhan mengajari saya harga sebuah ketaatan itu menjadi hal yang penting sekali dalam hidup anak-anak Nya.

Kejadian di mulai ketika hari sabtu, sabtu pagi saya bangun seperti biasa, saya berdoa dan baca beberapa ayat, dalam doa saya saya hanya meminta Tuhan memimpin hidup saya sepenuhnya saat itu. Kemudian dengan sangat terburu2 saya bersiap2 pergi ke tawang mangu dalam rangka acara training organisasi himpunan mahasiswa (organisasi yg saya ikuti), tidak ada perasaan apa2 ketika saya berangkat. Bahkan saya sempat memimpin tman2 saya utk berdoa dalam bus.

Keanehan mulai muncul ketika saya sampai di villa (Villa Al-irsyad) tempat kami akan bernanung selama 2 hari, hati saya merasa tidak sejahtera (mungkin tman2 yg aktif fb an, d hari sabtu kmaren sempat membaca status saya yangmenyatakan saya merasa tidak sejahtera berada di villa t4 saya tinggal). Kemudian Roh Kudus sangat jelas berbicara dalam hati saya, menyuruh saya berpuasa d hari sabtu itu, berkali-kali hati ini ingin puasa berkeinginan ingin puasa, sampai akhirnya saya menanggapi tawaran makan bersama tman2 organisasi saya (krna saya begitu lapar padahal wktu itu baru jam 9 pagi).

Saya berkesimpulan  mengapa Roh kudus memerintahkan saya untuk puasa adalah, karna saya berfikiran kejadian 2 tahun lalu (kesurupan tman seangkatan ketika malam kekraban di tawang mangu) akan terulang kembali, tetapi dengan pede nya saya menolak perintah itu karna saya merasa iman saya sudah cukup untuk mengusir setan  jika kejadian 2 tahun yang lalu di acara makrab jurusan akan terulang lagi.

HARI MINGGU berlalu dengan penuh kelelahan, sampai di kost (jam3) saya tidur (hujan deras sekali) bangun tidur badan meriang sekal (jam 5)i, namun saya mengira itu hanya demam biasa dan akan sembuh sepulang saya dari gereja.
dengan penuh iman dan percaya diri saya pergi beribadah jam 7 dengan teman saya (Reja framika), pake mantel hujan, di gereja saya begitu menikmati firman yg d sampaikan oleh pdm.Rebbeca 'mengenai hidup dalam hadirat Allah' (sekalipun firman nya baru selesai pada jam sembilan lewat 5), namun entah kenapa pdm.Rebbeca dan bpk gembala (Pdt.Obaja tanto) diakhir khotbahnya begitu menekankan 'nilai sebuah ketaatan', termasuk ketaatan utk melekat pada pokok anggur dan ketaatan utk mendengar suara RK dengan ikut puasa masal 50 hari.
tibalah saat nya pulang ke kost, gatal2 yang muncul d hari minggu pagi melebar dari kepala ke kelopak mata (namun saya mengira rasa gatal itu karena nyamuk)

Ternyata tman2, kesombongan saya akan ‘ketidaktaatan saya’ (saya berharap tman2 tidak menirunnya) membuahkan hasil sebuah penyakit CACAR AIR di hari minggu, dan baru sadar ketika kemarin senin saya melihat wajah saya ditumbuhi ruam2, bintil2 isi cairan

Ketika saya melakukan browsing di internet, ada banyak sumber yang mengatakan bahwa cacar air disebabkan oleh menurunnya daya tahan tubuh seseoran ketika virus vericela zoster (kalo tidak salah)meninveksi korban. Beberapa sumber  juga mengatakan bahwa virus vericela ini dapat di tularkan dengan vector udara, makanan, dan minuman yang dihinggapi virus ini.

(1 hari penuh saya lakukan utk berdoa mencari tahu kehendak Tuhan dan browsing2 mencari tahu tentang penyakit cacar air ini)

Kemudian saya mengevaluasi diri saya tadi siang, saya bertanya2 mengapa Tuhan Yesus mempersilahkan penyakit ini hinggap d tubuh saya, padahal tubuh kita anak2 Nya disebut sebagai bait suci Roh Kudus??.  Tuhan mengingatkan saya keadaan saya sebelum berangkat (sehat, penuh sukacita, semanggat sekali, penuh pengharapan), Tuhan juga mengingatkan betapa banyak nya makanan yang saya makan dan minum di villa dimana saya tinggal selama 2 hari.
Secara manusiawi, adalah mustahil ketika seseorang yang begitu taat dalam hal menjaga kesehatan (saya yg rutin olahraga, minum scott emulsion hehe sebut merek,minum  madu propolis, dll ditambah makan 4 kali sehari ketika di villa) bisa terinfeksi virus verisela zoster. Akhirnya saya mengambil kesimpulan makanan atau minuman atau udara yang saya minum kemarin telah di hinggapi virus ini (berdasarkan hasil browsing2 yg saya sebutkan diatas)
Melalui tulisan ini saya hanya ingin mengingatkan tman2, betapa Tuhan Yesus itu perhatian dalam hidup kita, betapa harga sebuah ketaatan itu sangat besar.

SAYA TIDAK MENULIS INI SUPAYA DIANGGAP SEBAGAI SEORANG YANG RELIGIUS, NGE-ROOH, dsb,,

Percayalah setiap suara Roh Kudus tidak pernah salah, selalu ada maksud yang baik ketika Ia berbicara secara khusus kepada kita.
Sekalipun saya sekarang masih hidup dengan cacar air (bahkan ketika menulis ini saya ingin sekali menggaruk kepala dan muka saya dengan beling, begitu gatal.!) saya sangat percaya bahwa Tuhan tetap akan menyembuhkan saya yang tidak taat ini karna Ia sudah berjanji hari ini dalam yeremia 29 : 11-14.

Mungkin itu dulu yah teman2 kesaksian singkat dari saya, sekalipun muka, kepala saya masih belum disembuhkan oleh Tuhan, semoga kesaksian singkat ini memberkati tman2, minimal bisa buat tmen2 lebih peka danga pernah  ragu sama suara Roh Kudus.


KESAKSIAN LAINNYA :

  1. Kesaksian Mantan Ketua Tim Pemburu Hantu
  2. Kesaksian Puan Maharani (Tragedi Tsunami Aceh)
  3. Kesaksian Siti Zainab
  4. Kesaksian Pendeta Yusuf Roni
  5. Kesaksian Dari Balikpapan
  6. Kesaksian Hamran Ambrie
  7. Harga Sebuah Ketaatan

RENUNGAN HARIAN KRISTEN