Senin, 14 November 2011

JIKA AYAH SIBUK

Bacaan Alkitab : 1 Raja-raja 1:5-10

Selama hidup Adonia ayahnya belum pernah menegur dia dengan ucapan:
“Mengapa engkau berbuat begitu?” (1 Raja-raja 1:6).

Dalam adegan awal film Ip Man, Tuan Ip duduk-duduk di teras depan bersama istri, anak, dan tiga orang tamu. Anaknya asyik menggambar. Seorang tamu ingin menunjukkan jurus kunfu yang baru saja dipelajarinya, dan meminta Tuan Ip meladeninya berlatih. Sementara keduanya asyik menjajal kemampuan, anak Tuan Ip selesai menggambar dan berlari mendekat untuk menunjukkan hasilnya pada ayahnya. Namun, sang ayah menepiskannya, “Sebentar, Ayah sedang sibuk.”  Anak itu pun patah semangat dan selama beberapa hari tidak mau menyapa ayahnya.

Orangtua kerap kali lalai memperhatikan anaknya karena sibuk dengan pelayanan, pekerjaan, atau hobi. Kehadiran anak kadang-kadang bahkan dirasa sebagai gangguan di tengah kesibukan lain yang dianggap lebih penting. Daud menjadi salah satu contoh tragis dalam kasus ini. Ia adalah raja Israel  yang hebat dan orang yang sangat mengasihi Allah, tetapi bermasalah dalam kehidupan rumah tangganya, termasuk dalam mendidik anak-anaknya. Salah seorang anaknya, Adonia, dibiarkan berbuat sesuka hatinya, tidak pernah ditegur atau dinasehati. Ketika besar, Adonia membangkang pada ayahnya dengan mengangkat dirinya sebagai raja.

Untuk mendidik dan membentuk  karakter anak, diperlukan proses pendisiplinan selama bertahun-tahun. Kita perlu meluangkan waktu dan perhatian secara khusus, berkelanjutan, konsisten, dan penuh kesabaran. Jangan biarkan pelayanan, pekerjaan, atau hobi menguras waktu dan energy sampai-sampaikita tidak sempat lagi memenuhi peran dan tanggung jawab kita sebagai orangtua.

ORANGTUA YANG “TIDAK SEMPAT” MEMPERHATIKAN ANAK 
PERLU MENATA ULANG PRIORITAS HIDUPNYA. 

.
RENUNGAN HARIAN KRISTEN 

01 Februari - KEBAIKAN HATI
02 Februari - DALAM NAMA YESUS
03 Februari - THEISTIST
05 Februari - ALFA DAN OMEGA
06 Februari - JANGAN KUATIR
07 Februari - KEBEBASAN
08 Februari - STEPHANOS
09 Februari - KEAJAIBAN KECIL
11 Februari - ORANG-ORANG SISA
13 Februari - BERTAHAN
14 Februari - RESIKO IMAN
15 Februari - KEMERDEKAAN
16 Februari - BEDA
17 Februari - TO BE NUMBER ONE ?
18 Februari - MARAH
20 Februari - KEKUATAN SEPATAH KATA
21 Februari - MENGASAH
23 Februari - JODOH
24 Februari - BERKAT
26 Februari - CINTA ITU TERUS HIDUP
27 Februari - JIKA AYAH SIBUK
28 Februari - HIDUP ADALAH PILIHAN

CINTA ITU TERUS HIDUP

Bacaan Alkitab : Kidung Agung 8:5-7


“….karena cinta kuat seperti maut….” (Kidung Agung 8:6).

Carmen Ruiz Perez dari Spanyol, jatuh cinta pada Steve Smith, ketika mereka bertemu 16 tahun lalu dalam pertukaran pelajar di Inggris. Setahun kemudian, mereka berpisah ketika program itu berakhir. Carmen kembali ke Spanyol, lalu pindah ke Perancis. Beberapa tahun kemudian Steve mengirim surat cinta kepada Carmen, ke alamat ibunya di Spanyol. Sayang, surat itu terselip di belakang perapian lebih dari satu decade, dan baru ditemukan ketika rumah itu di renovasi. Akhirnya, walau belasan tahun telah berlalu, cinta mereka bertaut kembali. Mereka pun menikah pada Juli 2009.

Kerap kali cinta suami istri tampak menggebu di awal, tetapi luntur seiring berlalunya waktu. Bisa karena cinta hanya untuk memuaskan nafsu, mengangkat gengsi, mengisi hati yang sepi.  Atau, cinta dianggap barang; menarik dan enak dipakai ketika masih baru. Lalu bias dibuang jika sudah bosan, untuk diganti yang baru. Atau, ketika kelemahan pasangan tampak, lunturlah cinta. Padahal kelemahan dan kekurangan seharusnya menyatukan pasangan, karena timbul kebutuhan untuk saling menopang.

Salomo yang diyakini menuliskan Kidung Agung, mengungkap makna cinta sejati. Di masa jayanya, ia kerap menerima upeti dari Negara tetangga, berupa gundik. Namun, cintanya terhadap sang istri, gadis Mesir yang hitam manis, tetap bertahan. Cintanya kuat bagai maut. Semakin lama semakin lekat. Bagaimana cinta kita terhadap pasangan? Adakah cinta itu semakin kuat, khususnya saat badai menerpa? Atau, cinta itu mulai goyah karena terkikis oleh kesibukan, kekecewaan , dan tumpukan masalah kecil? Ambillah waktu untuk hadir bagi satu sama lain; tak hanya raga, tetapi juga jiwa dan roh. Cabutlah duri yang merusak cinta, agar cinta it uterus hidup.


PERNIKAHAN YANG BAIK TIDAK TREJADI SECARA ALAMIAH. 
ITU ADALAH HASIL KERJA KERAS PASANGAN MENIKAH TERSEBUT.
.




Renungan Harian Kristen - KELEMAHAN YANG MENGUATKAN

Bacaan Alkitab : 2 Korintus 12:1-10

Tetapi jawab Tuhan kepadaku, “Cukuplah anugerah-Ku bagimu, 
sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. 
(2 Korintus 12:9).


Suatu saat, seorang pendeta naik kapal dari Pontianak, hendak menuju ke Semarang. Di tengah laut lepas, seorang penumpang yang diduga stres melompat ke laut. Semua penumpang menjadi gaduh. Awak kapal pun segera mematikan mesin, tetapi mereka tidak segera menolongnya. Baru setelah orang tersebut tampak lemas tak bertenaga, para awak menurunkan sekoci, berenang menjangkau si korban, dan mengangkatnya ke sekoci. Mengapa orang tersebut dibiarkan lemas? Awak kapal menjawab, “Orang yang sudah lemas pasti lebih mudah ditolong. Kalau seseorang masih bertenaga, maka ia cenderung memberontak dan sulit diangkat.”

Paulus adalah orang hebat. Dalam kitab Kisah Para Rasul, kita membaca bahwa ia menyembuhkan orang lumpuh (14:8-10). Sapu tangannya bisa mendatangkan mujizat (19:12). Ia menghidupkan orang mati (20:9-10). Ia banyak membuat mujizat (28:9). Akan tetapi, ia diizinkan berada dalam kondisi tidak berdaya. Ia tidak bisa menolong dirinya sendiri. Tiga kali sudah ia berseru, tetapi Tuhan juga tidak melepaskannya (2 Korintus 12:8).


Barangkali kita juga mengalami bahwa kepandaian, pengalaman, dan kemampuan kita,  tidak membebaskan kita dari masalah. Kita telah berkali-kali berdoa, tetapi Allah sepertinya mengizinkan kita “lemas tidak berdaya”. Mengapa? Firman-Nya : “…… justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Itulah yang akhirnya membuat Paulus berani berkata : “Sebab itu, aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku” (2 Korintus 12:9).

Kala kita benar-benar sudah angkat tangan, Tuhan pasti akan segera turun tangan.