Rabu, 12 Desember 2012

Renungan Harian Kristen - Garam dan Terang Dunia

Bacaan Alkitab : Matius 5:13

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang." (Matius 5:13).


ADA 3 KEGUNAAN GARAM

1. Sebagai Penambah Rasa/Kwalitas
Garam dipergunakan untuk penyedap masakan. Dengan garam, maka rasa masakan akan bertambah gurih.

Demikian juga halnya dengan kita sebagai orang Kristen. Tuhan Yesus menyuruh kita untuk menjadi Garam Dunia. Jadi orang Kristen harus menjadi Penambah Rasa/Kwalitas bagi sesama. Pernahkah kita berkata kepada orang lain (istri/suami/anak/orang-tua), "Apakah keberadaanku membuat kamu semakin nyaman?"

2. Sebagai Pengawet

Garam juga bisa mempertahankan makanan menjadi tahan dalam jangka waktu yang lebih lama, seperti ikan asin.

Lalu, apa yang harus diawetkan dalam hidup kekristenan ?
Yang harus diawetkan adalah Kwalitas sebagai orang kristen !

Seringkali kita menulis kata-kata yang rohani, firman Tuhan dan Alkitabiah. Bagi mereka yang membacanya, tentu akan mendapatkan kekuatan maupun kesadaran, oleh karena tulisan kita. Tapi kita cuma seorang manusia biasa, yang bisa bete, yang bisa bad mood, yang bisa marah, dan sebagainya.

Ketika kita sedang bad mood, dan disapa oleh teman-teman, apa jawaban kita ?
"Bodo !" atau "Sorry ga tau tuh" atau tidak menjawab sama sekali. "Garam" yang sudah kita taburkan ke teman-teman, tiba-tiba berubah menjadi "tawar" bahkan "pahit".

Inilah yang harus kita jaga! Jangan sampai kwalitas yang sudah kita tanamkan kepada orang disekitar kita, menjadi hambar lagi. Sebagai Garam Dunia, pertahankanlah kwalitas yang sudah kita sebarkan kepada orang di sekitar kita.

3. Sebagai Pengusir

Garam sebagai pengusir? Ya...! Kalau kita berkemah, maka di sekeliling kemah kita perlu menaburi garam, supaya serangga-serangga atau ular tidak masuk ke kemah.

Apakah garam juga digunakan oleh orang kristen untuk mengusir roh jahat ? Bisa jadi. Tapi bukan "roh jahat" yang sesungguhnya. Kita telah menjadi Garam Dunia, sebagai garam dunia, kita juga perlu untuk mengusir hal-hal negatif yang ada di dalam diri kita. Misalnya, istri/suami sudah sore tapi belum pulang juga. Sering hal ini terjadi dalam pikiran kita, "jangan-jangan ada musibah... " atau "jangan-jangan pergi ama boss/sekretarisnya..."

Kalau sudah jadi Garam Dunia...., usir pikiran-pikiran negatif itu ! Serahkan segalanya kepada Allah Bapa, imankan hal ini.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.





Artikel Terkait:

Comments