Senin, 30 April 2012

Cerpen Kristen - PENCURI KUE


Suatu malam, seorang wanita sedang menunggu di bandara. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di sebuah toko di bandara, lalu menemukan tempat duduk.

Sambil duduk, wanita tersebut memakan kue sambil membaca buku yang baru dibelinya. Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki di sebelahnya dengan begitu berani mengambil kue yang berada diantara mereka berdua.
Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si “Pencuri Kue” yang pemberani itu menghabiskan persediaannya. Ia makin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: (“Kalau aku bukan orang baik, tentu sudah kutonjok dia !”).

Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki itu juga mengambil satu. Ia menghela napas lega saat penerbangannya di umumkan, dan ia segera mengumpulkan barang-barang miliknya dan menuju pintu gerbang.

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari buku yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas karena kaget. Ternyata disitu ada kantong kuenya. Kok milikku ada di sini, jadi kue yang aku makan tadi itu milik siapa. Milik lelaki itu?
Ah, terlambat sudah untuk meminta maaf; ia tersandar dan sedih. Bahwa sesungguhnya akulah yang salah, tidak tahu berterima kasih dan akulah sesungguhnya sang pencuri kue itu, bukan dia!

Dalam hidup ini, kisah pencuri kue seperti tadi seringkali terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri, dan tak jarang kita berprasangka buruk. Orang lainlah yang selalu salah, orang lain yang patut disingkirkan, orang lain yang  tak tahu diri, orang lain yang berdosa, orang lain yang selalu bikin masalah.

Kita sering mengalami hal diatas, kita sering berpikir bahwa kita paling benar sendiri, kita paling suci, kita paling tinggi, kita paling pintar, dst.

Sejak detik ini, bisakah kita memulai untuk rendah hati? 
Dan tidak lagi menjadi “pencuri kue” yang teriak “maling” kepada orang lain?



Cerpen Kristen - Masih Ada Mukjizat Hari Ini


Seorang gadis berusia 17 tahun di kota New York terbaring sekarat oleh penyakit TBC. Separuh paru-parunya sudah rusak, separuh yang lain telah diangkat. Ia membutuhkan bantuan tabung oksigen.

Ia menghadiri sebuah gereja. Jemaat di gereja itu mengasihi Tuhan dan telah diselamatkan. Walaupun demikian, mereka tidak percaya akan terjadinya kesembuhan ilahi. Gadis muda ini sekarat, dokternya yang adalah orang Kristen berkata, ”Anda akan mati dan kami tidak bisa berbuat apa-apa. Saya akan mengirim anda pulang supaya anda bisa memanfaatkan waktu yang tersisa bersama keluarga”.

Gadis itu meghirup oksigen murni. Ia terbaring di tenda khusus oksigen dan menantikan maut. Berat badannya telah turun hingga hampir separuhnya. Ia seorang gadis muda yang menyenangkan. Dokter mengirim gadis itu pulang untuk menantikan ajalnya. Ia terbaring dengan posisi kepala menengadah supaya ia dapat membaca Alkitab. Gadis itu menyerah pada kenyataan bahwa ia akan mati. Itulah ajaran yang diterimanya. Logika terkadang lebih nyata dari apa yang tidak terlihat. Gadis itu terbaring dengan posisi demikian dan membaca ayat 1Petrus 2:24. 

Ketika membacanya, ia meletakkan Alkitabnya dan mulai memuji Tuhan. Dengan menangis, ia berkata : ”Tuhan, aku senang sekali akan berjumpa dengan-Mu, aku tahu bahwa aku akan mati. Para dokter tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Tetapi aku bersyukur karena Engkau telah menyelamatkan aku. Terima kasih karena Engkau telah membasuh dosaku dengan Darah-Mu”. Ia menyembah dan bersyukur pada Tuhan atas keselamatan dari-Nya dan kembali membaca ayat yang sama yang baru dibacanya dari Alkitabnya.
“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup oleh kebenaran…….” Tetapi kali ini ia tidak berhenti sampai disana. Ia melanjutkan membaca di ayat yang sama, “….oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh”.
Kata-kata itu menjadi terang seperti lampu neon. Ia berkata, ”Oh, lihat apa yang aku dapatkan”. Tidak ada pengkhotbah yang mengkhotbahi dia. Tak ada siapapun bersama dia kecuali Firman Allah. Ia kemudian berkata, ”Tuhan Yesus, aku baru saja selesai memuji-Mu untuk bagian pertama dan aku akan memuji-Mu untuk bagian yang kedua. Engkau telah menyembuhkan aku. Oh Yesus, maafkan aku tidak akan bertemu dengan-Mu sekarang. Aku berencana untuk tinggal lebih lama lagi di dunia ini, karena Engkau sendiri telah menyembuhkanku. 

Ia pun mulai memuji Tuhan untuk “KESEHATAN YANG SEMPURNA”. Tidak ada sesuatu yang berubah. Kemudian ia melepaskan tabung oksigennya dan berteriak pada ibunya, “Mama cepatlah kemari!”

Ibunya mengira itulah hari terakhir ia melihat putri satu-satunya. Segera ia memanjat tangga dengan tersandung-sandung, “Ada apa sayang?”

“Oh mama, lihat apa yang telah aku temukan. Bacalah ini”. Ibunya bergumam membaca Firman itu, kemudian berkata, ”Mama sudah membacanya, sekarang berbaringlah dan pakai lagi masker oksigennya”. Putrinya berkata, ”Mama tidak membaca dengan benar. Mama, tertulis disitu bahwa aku telah disembuhkan. Dua ribu tahun yang lalu Tuhan Yesus telah menyembuhkan aku”.

Ibu itu memandangi putrinya dan menangis, dia merenungkan apa yang  dikatakan dokter, “Biasanya dimana pada hari engkau akan mati, engkau akan kehilangan akal sehatmu, berhalusinasi dan sebagainya”.

Saudara, bukankah aneh dunia ini, justru pada saat anda mempercayai adanya mukjizat, maka anda dianggap aneh. tetapi sebaliknya saat anda mempercayai akan mati karena kesakitan, anda dianggap normal.

Kemudian gadis itu berkata, ”Mama, aku tidak akan mati, jadi tolong buatkan aku sarapan, aku ingin sekali makan roti bakar dan kopi”. Ibunya berkata, ”Aku tahu engkau mulai kehilangan akal sehatmu, sayang. Engkau sudah tidak makan apa-apa sejak 10 bulan yang lalu”.

Tetapi gadis belia ini berkata, ”Selama 10 bulan aku tidak mendengar kebenaran dahsyat ini. Sekarang, mama…. tolong turunlah ke bawah dan buatkan aku sarapan…. aku lapar”.

Ibu gadis itu memasukkan dia kembali kedalam tenda oksigen dan kemudian menyelinap keluar dengan perasaan hancur melihat anaknya mulai berhalusinasi dalam pikirannya. Begitu ibu ini keluar, maka gadis ini mulai membuka resleting tenda oksigennya, turun dari ranjang, membuka lemari pakaiannya dan mulai berganti baju. Gaun yang dipilihnya bagaikan “jubah” ketika dipakainya. Ya, karena berat badannya hilang hampir separuhnya. Ia kemudian berjalan terhuyung-huyung menuruni tangga dan berjalan ke dapur.

“Mama, apakah sarapanku sudah siap?”. Ia duduk untuk makan pagi dan berkata, ”Tuhan berkati makanan ini untuk tubuhku yang baru ini. Aku tahu aku tidak akan mati, tetapi aku akan tetap hidup”.

Sekilas, tidak terjadi perubahan apapun pada gadis ini. Tubuhnya tetap kurus kering, kondisi badannya masih sama, lemah. Dengan mata telanjang, sekilas Tuhan tidak berbuat apapun.

Keesokan harinya ia pergi menemui dokternya. Hasil pemeriksaan sinar X menunjukkan bahwa ia memiliki sepasang paru-paru baru dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas TBC sama sekali!!! Dia menjadi kuat karena telah mendengar kebenaran. Ya…. Gadis muda ini telah menjadi SEMBUH TOTAL !!!

Gadis muda ini benar-benar sembuh, dari paru paru yang hanya bekerja seperempatnya menjadi pulih sempurna dengan adanya sepasang paru-paru yang baru! Orang dunia mengatakan ini adalah mustahil, tapi “Bukankah Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan kita?”. Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya!”

Saudaraku saat engkau membaca kesaksian di atas dan mungkin keadaanmu juga tidak baik hari ini, ingatlah bahwa selalu ada kesempatan bagimu untuk mengalami mukjizat hari ini. 

Banyak orang mulai meragukan adanya mujizat hari-hari ini, tetapi ingatlah bahwa Tuhan Yesus masih tetap sama. Kalau dahulu Dia buat mujizat, sekarangpun Dia tetap buat mukjizat untuk anda dan saya hari ini. 

Sumber Kesaksian : Miracles


Cerpen Kristen - Daun dan Ulat


Musim hujan sudah berlangsung selama dua bulan sehingga di mana-mana pepohonan tampak menjadi hijau. Seekor ulat menyeruak di antara daun-daun hijau yang bergoyang-goyang diterpa angin.  

“Apa kabar daun hijau!!!”, katanya. Tersentak daun hijau menoleh ke arah suara yang datang. “Oo, kamu ulat. Badanmu kelihatan kecil dan kurus, mengapa?”, tanya daun hijau. “Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku. Bisakah engkau membantuku sobat?”, kata ulat kecil. “Tentu … tentu … mendekatlah ke mari.” Daun hijau berpikir, jika aku memberikan sedikit dari tubuhku ini untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau, hanya saja aku akan kelihatan belobang-lobang, tapi tak apalah.

Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju daun hijau. Setelah makan dengan kenyang, ulat berterima kasih kepada daun hijau yang telah merelakan bagian tubuhnya menjadi makanan si ulat. Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat yang penuh kasih dan pengorbanan itu, ada rasa puas di dalam diri daun hijau. Sekalipun tubuhnya kini berlobang di sana sini, namun ia bahagia bisa melakukan bagi ulat kecil yang lapar. 

Tidak lama berselang ketika musim panas datang, daun hijau menjadi kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh ke tanah, disapu orang dan dibakar.

Apa yang terlalu berarti di dalam hidup kita sehingga kita enggan berkorban sedikit saja bagi sesama? Toh akhirnya semua yang ada akan binasa. Daun hijau yang baik mewakili orang-orang yang masih mempunyai “hati” bagi sesamanya, yang tidak menutup mata ketika melihat sesamanya dalam kesulitan dan yang tidak membelakangi dan seolah-olah tidak mendengar ketika sesamanya berteriak minta tolong. Ia rela melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain dan sejenak mengabaikan kepentingan diri sendiri. Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sesama memang tidak mudah, tetapi indah.

Ketika berkorban, diri kita sendiri menjadi seperti daun yang berlobang, namun itu sebenarnya tidak mempengaruhi hidup kita. Kita akan tetap hijau, Tuhan akan tetap memberkati dan memelihara kita.

Bagi “daun hijau”, berkorban merupakan satu hal yang mengesankan dan terasa indah serta memuaskan. Dia bahagia melihat sesamanya bisa tersenyum karena pengorbanan yang ia lakukan. Ia juga melakukannya karena menyadari bahwa ia tidak akan selamanya tinggal sebagai daun hijau. Suatu hari ia akan kering dan jatuh.

Demikianlah hidup kita, hidup ini hanya sementara kemudian kita akan mati. Itu sebabnya isilah hidup ini dengan perbuatan-perbuatan baik: kasih, pengorbanan, pengertian, kesetiaan, kesabaran dan kerendahan hati. 

BANTULAH ORANG-ORANG DI SEKITAR KITA, 
KARENA DISAAT TANGAN KITA MEMBERIKAN PERTOLONGAN, 
TUHAN PUN AKAN MELIPAT-GANDAKAN 
APA YANG TELAH KITA BERIKAN BAGI ORANG LAIN.




Cerpen Kristen - Berkat atau Kutuk

Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang tua yang miskin. Meskipun dia miskin, semua orang cemburu kepadanya karena ia memiliki kuda putih cantik. Bahkan raja menginginkan hartanya itu. Kuda seperti itu belum pernah dilihat oleh mereka. Kuda itu sangat terlihat kemegahannya, keagungannya dan kekuatannya. 

Orang menawarkan harga amat tinggi untuk kuda jantan itu, tetapi orang tua itu selalu menolak dan berkata, “Kuda ini bukan kuda bagi saya, ia adalah seperti seseorang. Bagaimana kita dapat menjual seseorang. Ia adalah sahabat bukan milik. Bagaimana kita dapat menjual seorang sahabat.”
 
Orang itu miskin dan godaan sangat besar. Tetapi ia tetap tidak menjual kuda itu. Suatu pagi ia menemukan bahwa kuda itu tidak ada di kandangnya. Seluruh penduduk desa datang menemuinya dan berkata, “Orang tua bodoh, sudah kami katakan bahwa seseorang akan mencuri kudamu. Kami sudah peringatkan bahwa kamu akan di rampok. Anda begitu miskin. Mana mungkin anda dapat melindungi binatang yang begitu berharga? Sebaiknya anda sudah menjualnya. Anda boleh minta harga berapa saja. Harga setinggi apapun akan di bayar juga. Sekarang kuda itu hilang dan anda dikutuk oleh kemalangan”.
Orang tua itu menjawab, “Jangan bicara terlalu cepat. Katakan saja bahwa kuda itu tidak berada di kandangnya. Itu saja yang kita tahu, selebihnya adalah penilaian. Apakah saya di kutuk atau tidak, bagaimana Anda dapat ketahui itu? Bagaimana Anda dapat menghakimi?”
Orang-orang itu protes, “Jangan menggambarkan kita sebagai orang bodoh! Mungkin kita bukan ahli filsafat, tetapi filsafat hebat tidak di perlukan. Fakta sederhana bahwa kudamu hilang adalah kutukan.”
 
Orang tua itu berbicara lagi, “Yang saya tahu hanyalah bahwa kandang itu kosong dan kuda itu pergi. Selebihnya saya tidak tahu. Apakah itu kutukan atau berkat, saya tidak dapat katakan. Yang dapat kita lihat hanyalah sepotong saja. Siapa tahu apa yang akan terjadi nanti?”

Orang-orang desa tertawa. Menurut mereka orang itu gila. Mereka memang selalu menganggap dia orang tolol, kalau tidak, ia akan menjual kuda itu dan hidup dari uang yang diterimanya. Sebaliknya, ia seorang tukang potong kayu miskin, orang tua yang memotong kayu bakar dan menariknya keluar hutan lalu menjualnya. Uang yang ia terima hanya cukup untuk membeli makanan, tidak lebih. Hidupnya sengsara sekali. Sekarang ia sudah membuktikan bahwa ia betul-betul tolol. Sesudah lima belas hari, kuda itu kembali. Ia tidak dicuri, ia lari ke dalam hutan. Ia tidak hanya kembali, ia juga membawa sekitar selusin kuda liar bersamanya. Sekali lagi penduduk desa berkumpul di sekeliling tukang potong kayu itu dan mengatakan, “Orang tua, kamu benar dan kami salah. Yang kami anggap kutukan sebenarnya berkat. Maafkan kami.”
 
Jawab orang itu, “Sekali lagi kalian bertindak gegabah. Katakan saja bahwa kuda itu sudah balik. Katakan saja bahwa selusin kuda balik bersama dia, tetapi jangan menilai. Bagaimana kalian tahu bahwa ini adalah berkat? Anda hanya melihat sepotong saja. Kecuali kalau kalian sudah mengetahui seluruh cerita, anda dapat menilainya. Kalian hanya membaca satu halaman dari sebuah buku. Dapatkah kalian menilai seluruh buku? Kalian hanya membaca satu kata dari sebuah ungkapan. Apakah kalian dapat mengerti seluruh ungkapan? Hidup ini begitu luas, namun Anda menilai seluruh hidup berdasarkan satu halaman atau satu kata. Yang anda tahu hanyalah sepotong ! Jangan katakan itu adalah berkat. Tidak ada yang tahu. Saya sudah puas dengan apa yang saya tahu. Saya tidak terganggu karena apa yang saya tidak tahu”.
 
“Barangkali orang tua itu benar,” mereka berkata satu kepada yang lain. Jadi mereka tidak banyak berkata-kata. Tetapi di dalam hati mereka tahu bahwa ia salah. Mereka tahu itu adalah berkat. Dua belas kuda liar pulang bersama satu kuda. Dengan kerja sedikit, binatang itu dapat dijinakkan dan dilatih, kemudian dijual untuk banyak uang.

Orang tua itu mempunyai seorang anak laki-laki. Anak muda itu mulai menjinakkan kuda-kuda liar itu. Setelah beberapa hari, ia terjatuh dari salah satu kuda dan kedua kakinya patah. Sekali lagi orang desa berkumpul disekitar orang tua itu dan menilai. “Kamu benar, kamu sudah buktikan bahwa kamu benar. Selusin kuda itu bukan berkat. Mereka adalah kutukan. Satu-satunya puteramu patah kedua kakinya dan sekarang dalam usia tuamu kamu tidak ada siapa-siapa untuk membantumu. Sekarang kamu lebih miskin lagi.”
Orang tua itu berbicara lagi, “Ya, kalian kesetanan dengan pikiran untuk menilai, menghakimi. Jangan keterlaluan. Katakan saja bahwa anak saya patah kaki. Siapa tahu itu berkat atau kutukan? Tidak ada yang tahu. Kita hanya mempunyai sepotong cerita. Hidup ini datang sepotong-sepotong.”
 
Sekitar  2 minggu kemudian, negeri itu berperang dengan negeri tetangga. Semua anak muda di desa diminta untuk menjadi tentara. Hanya anak si orang tua tidak diminta karena ia sedang terluka. Sekali lagi orang berkumpul sekitar orang tua itu sambil menangis dan berteriak karena anak-anak mereka sudah dipanggil untuk bertempur. Sedikit sekali kemungkinan mereka akan kembali. Musuh sangat kuat dan perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka mungkin tidak akan melihat anak-anak mereka kembali. 

“Kamu benar, orang tua,” mereka menangis, “Tuhan tahu kamu benar. Ini semua sebagai buktinya. Kecelakaan anakmu merupakan berkat. Kakinya patah, tetapi paling tidak ia ada bersamamu. Anak-anak kami pergi untuk selama-lamanya”

Orang tua itu berbicara lagi, “Tidak mungkin untuk berbicara dengan kalian. Kalian selalu menarik kesimpulan. Tidak ada yang tahu. Katakan saja anak-anak kalian harus pergi berperang, dan anak saya tidak. Tidak ada yang tahu apakah itu berkat atau kutukan. Tidak ada yang cukup bijaksana untuk mengetahui. Hanya Tuhan yang tahu.”

Orang tua itu benar. Kita hanya tahu sepotong dari seluruh kejadian. Kecelakaan-kecelakaan dan kengerian hidup ini hanya merupakan satu halaman dari buku besar. Kita jangan terlalu cepat menarik kesimpulan. Kita harus simpan dulu penilaian kita dari badai-badai kehidupan sampai kita ketahui seluruh cerita.


EVERYTHING HAPPENS FOR A REASON,
WE JUST HAVE TO WAIT OUT THE WHY




Cerpen Kristen - Burung Gagak


Seorang ayah bersama anaknya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting salah satu pohon di dekat mereka. 

Si ayah lalu menunjukkan jarinya ke arah gagak sambil bertanya, “Nak, apakah benda itu?”Burung gagak”, jawab si anak. Si ayah mengangguk-angguk, dan tak lama kemudian, sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, “Itu burung gagak, Ayah!”

Tetapi beberapa saat kemudian, si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa  agak sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, BURUNG GAGAK !!!”. Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian  sekali lagi sang ayah  mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah, “Itu gagak, Ayah.” Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.

“Ayah…!!! Saya tidak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi  sudah  5 kali Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan  jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya katakan??? Itu burung  gagak,  burung  gagak, Ayah….., kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan. Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama. “Coba kamu baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam  diary ini”, pinta si Ayah. Si anak setuju dan membaca tulisan yang ada pada diary itu.

“Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima  tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, “Ayah, apa itu?” Dan aku menjawab, “Burung gagak.” Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayangku aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.” 

Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara, “Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau telah hilang kesabaran serta marah.” Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya memohon ampun atas apa yang telah ia perbuat.


JAGALAH HATI DAN PERASAAN KEDUA ORANG TUAMU, HORMATILAH MEREKA.
SAYANGILAH MEREKA SEBAGAIMANA MEREKA MENYAYANGIMU DI WAKTU KECIL



Cerpen Kristen - Jika Esok Takkan Pernah Datang


Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu menganggap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain, mengganggu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.”

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar saja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya.

Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya itu. Alasannya, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.”.

Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, bermain, mengerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia bertemu seorang perempuan yang sangat cantik dan baik. Perempuan ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, “Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka.” Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja yang selalu mau diajak keluar. Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dapat membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, ataupun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.

Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya “Aku cinta kamu”, tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, “Tidak apa-apa, pasti besok saya akan mengatakannya.” Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan berpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata “Aku mencintaimu”, istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya. Tapi, dia baru sadar bahwa anak-anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya.

Waktu pun berlalu, anak-anaknya sudah dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orangtua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.

Saat mulai renta, dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi berlibur bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya. 

Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya, “Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu.” Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, dia meninggal dunia dengan air mata di pipinya.

Waktu itu tidak pernah berhenti, terus maju dan maju. Jika kita selalu pikir bahwa besok akan datang, maka “besok” akan pergi begitu cepatnya, hingga kita baru menyadari bahwa waktu telah meninggalkan kita.

CERPEN KRISTEN

Minggu, 29 April 2012

DOA BUKAN KEWAJIBAN TAPI KEBUTUHAN


Apakah Saudara pernah berdoa? Jika kita mendengar pertanyaan tersebut, kita pasti menjawab : “Ya, tentu saja pernah.” Tapi jika pertanyaannya diganti seperti ini : “Berapa kali Saudara berdoa dalam sehari?” Nah, itu baru bingung jawabnya. Pasti ada yang berpikir dulu, mencoba menghitung berapa kali dia berdoa dalam sehari. Ada yang mengatakan, “Setiap makan dan setiap mau tidur saya berdoa dulu kok?”

Jika kita mau jujur, banyak diantara kita yang berdoa secara serius hanya ketika kita sedang berada di gereja saja. Mungkin ada juga yang berdoa di rumah tapi biasanya doanya hanya sebagai formalitas, kebiasaan, atau tradisi keluarga. Dan karena hanya tradisi, biasanya doanya tidak lebih dari 1 menit. Tapi jika kita sedang di depan computer atau sedang “memainkan” handphone, kita sanggup berlama-lama sambil menyapa dan membalas status dari teman-teman kita di jejaring social, tetapi ketika kita berdoa 10 menit saja rasanya sangat membosankan dan ngantuk.

Mungkin diantara kita ada yang mampu berdoa selama 30 menit sampai 1 jam. Mengapa? Itu biasanya karena kita sedang ada masalah atau pergumulan. Kita berdoa lebih lama dari biasanya karena kita membutuhkan kuasa dan mujizat dari Tuhan. Tetapi ketika doa kita sudah terjawab dan semua kebutuhan kita sudah tercukupi, biasanya “back to the basic”, kembali seperti semula.

Sahabat-sahabat RHK yang disayang Tuhan, pada dasarnya setiap orang Kristen pasti tahu berdoa dan mengerti apa artinya doa. Walaupun mungkin ada yang masih malu-malu ketika diminta untuk berdoa. Namun pada dasarnya semua orang bisa berdoa dan mengetahui apa itu doa. Masalahnya sekarang adalah “Apakah kita mengerti makna doa yang sesungguhnya?”. Biasanya jika kita berdoa, yang kita lakukan adalah melipat tangan, menutup mata dan berkata-kata, tetapi tidak jelas apa sebenarnya yang ada dalam benak atau hati kita.

APA ITU DOA? 

Terlebih dahulu kita harus mengerti bahwa DOA ITU BUKAN KEWAJIBAN. Mengapa saya katakana bahwa doa itu bukan kewajiban? Doa itu hukumnya tidak wajib, doa itu bukan suatu keharusan. Mungkin Saudara agak sedikit kaget ketika membaca kalimat diatas, karena selama ini kita tahu bahwa orang Kristen itu harus dan wajib berdoa. Disini saya mau katakana bahwa DOA BUKAN KEWAJIBAN dan BUKAN PULA KEHARUSAN.

Jika doa itu suatu keharusan, berarti ada unsur terpaksa. Jika doa hanya suatu kewajiban, maka ada kemungkinan kita berdoa dengan hati yang terpaksa, bukan dengan hati rela. Jika doa sebuah kewajiban, maka suka atau tidak suka, kita harus berdoa walaupun hati kita tidak suka. Wah, kalau udah seperti ini bisa gawat karena kita sama saja dengan orang munafik. Tuhan pernah berkata dalam Matius 6:5 agar kita jangan berdoa seperti orang munafik, yang mengucapkan doanya di tikungan-tikungan jalan, di rumah-rumah ibadat, agar dlihat oleh banyak orang tetapi hatinya tidak tahu ke mana. Dengan kata lain, orang-orang seperti di atas melakukan doa hanya sebagai kewajiban ritual.

Saudaraku, buatlah doa itu sebagai sebuah KEBUTUHAN. Sama halnya seperti kita BUTUH MAKAN dan BUTUH MINUM. Makan dan minum adalah suatu kebutuhan yang tidak perlu diajarkan dan kebutuhan yang dilakukan dengan kerelaan. Coba seandainya jika makan itu suatu kewajiban, wah…bisa repot kita. Kita pasti tidak tenang karena melakukannya dengan terpaksa. Belum lapar tapi harus makan, belum haus tapi harus minum, yang ada malah keluar lagi dari mulut kita. Tetapi karena makan dan minum adalah sebuah kebutuhan maka kita pun bisa menikmatinya.

Bagi kita orang percaya, doa adalah sebuah kebutuhan yang tidak bisa jika tidak ada. Artinya, doa harus ada. Jika kita tidak makan dan tidak minum, maka kita akan mati. Demikian juga halnya dengan doa, jika kita tidak berdoa maka kita juga akan mati secara rohani. Namanya kebutuhan tidak pernah dilakukan dengan terpaksa melainkan dengan sikap enjoy dan sukacita. Jika kita menyadari bahwa doa adalah suatu kebutuhan, sudah pasti kita tidak akan pernah lupa berdoa karena kita memang BUTUH TUHAN, dan Tuhan hanya bisa kita temukan melalui doa. Saya percaya, kita semua suka dan senang bertemu dengan Tuhan tanpa ada paksaan. JIka kita senang bertemu dengan Tuhan, berbicara dengan Tuhan, pastinya kita tidak akan berdoa dengan terpaksa.

Doa juga bukanlah perilaku kristiani semata, sebab semua agama diluar Kristen juga melakukannya sebagai kewajiban. Jika kita sebagai orang Kristen berdoa hanya karena kewajiban, lalu apa bedanya kita dengan mereka? Doa bukanlah perilaku kristiani yang harus kita lakukan karena kita Kristen, tetapi doa adalah sebuah kehidupan. Doa juga bukan suatu tradisi yang dilakukan karena memang sudah begitu dari dulu. Sebagai contoh, sebelum makan kita berdoa itu hanya karena mengikuti orangtua kita tanpa mengetahui arti dari berdoa.

Kenapa kita berdoa sebelum makan? Mungkin sebagian dari kita menjawab agar makanan yang kita makan menjadi berkat buat tubuh kita karena “pada umumnya” doa makan orang Kristen seperti  itu adanya. Apakah itu salah? Tidak, itu tidak salah. Kita mendoakan makanan agar menjadi berkat dan kesehatan buat tubuh kita. Tapi hal yang terpenting selain itu adalah untuk bersyukur kepada Tuhan karena kita masih diberikan makanan, karena makanan yang kita makan itu bukan karena kekuatan kita melainkan karena kebaikan Tuhan, dan Tuhan yang memberikan. Jika kita menyadari bahwa makanan yang kita makan adalah pemberian Tuhan, sudah seharusnya kita mengucap syukur dan terima kasih kepada-Nya.

Kita semua mengakui bahwa apa yang kita miliki adalah pemberian Tuhan. Dan apa yang kita makan juga adalah karena pemberian Tuhan. Tapi, apakah saudara pernah berdoa jika saudara hendak makan kue, snack atau minuman yang kita beli di warung? Hanya saudara dan Tuhan yang tahu (sambil tersenyum).

Kalau memang berdoa adalah mengucap syukur karena ada makanan, apakah kue dan snack  bukan makanan? Apakah minuman yang kita beli di warung atau di minimarket bukan pemberian Tuhan? (Jawabnya dalam hati aja ya, saudaraku).
Sebenarnya, kalau mau jujur banyak di antara kita berdoa waktu makan karena tradisi ataupun kebiasaan keluarga, bukan karena kesadaran. Tetapi sekarang kita sudah mengetahui yang sebenarnya, untuk itu sudah seharusnya kita mengucap syukur, apapun yang kita makan atau minum, kita harus terlebih dahulu mengucapkan syukur kepada Tuhan. Berdoa itu tidak harus lipat tangan dan tidak harus tutup mata. Jika sedang makan di restoran atau warung pinggir jalan, mungkin kita tidak perlu melipat tangan, tapi paling tidak kita bisa mengatakan, “Terimakasih Tuhan untuk makanan ini.” Tuhan juga mendengar suara hati kita dan alangkah baiknya jika diucapkan melalui mulut kita. Doa bukan sekedar susunan kata yang indah, panjang dan puitis. Kalau suara mulut berbeda dengan suara hati, kita tidak sedang berdoa, tapi sedang berbasa-basi, dan mencoba menipu Tuhan dengan kalimat-kalimat indah. Apakah Tuhan senang? Tidak. Kita harus selalu berhati-hati karena Tuhan tahu isi hati kita.

Saudaraku, doa juga bukan suatu mantera yang jika diucapkan berkali-kali akan terwujud. Mungkin masih banyak orang Kristen yang membuat doa itu seperti mantera. Mereka memaksakan apa yang dia mau, bukan yang Tuhan mau. Kalau demikian adanya, apa bedanya dengan seorang dukun yang membaca-baca mantera. Doa bukan kata-kata magis. Doa adalah “ungkapan hati yang murni dan tulus” dari seorang anak Tuhan yang menyuarakan suara hati lewat mulut, yang tidak berbeda antara apa yang diucapkan dengan yang terkandung di dalam hatinya. Karena jika berbeda antara suara hati dan suara dari mulut, itu sama dengan orang munafik, antara perkataan dan perbuatan tidak sama. Saya percaya, tidak ada satupun diantara kita yang mau dikatakan sebagai orang munafik. 


TUHAN YESUS MEMBERKATI

By : Samuel Sadusi


Sabtu, 28 April 2012

Cerpen Kristen - Malaikat Dan Pengusaha

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya. 
Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!"

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang ...", kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit."

Dengan lembut si Malaikat berkata, "Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu."

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra-putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.

Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua, itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu."

Kembali terlihat di mana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, "Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tau dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tau dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar di hadapan-Mu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri". Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan kurus karena kurang istirahat.

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa, tapi waktunya sudah terlambat! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang!

Dengan setengah bergumam dia bertanya, "Apakah di antara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"

Jawab si Malaikat, "Ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah."

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan istrinya yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, "Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!!! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00."

Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

"Bukankah itu Panti Asuhan?", kata si pengusaha pelan.

"Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri."

"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka. Dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu." 
Pesan Moral :
Selama kita hidup, lakukanlah yang terbaik. Dan perlakukanlah orang-orang disekitar kita dengan baik. Berikan perhatian dan bantuan dengan hati yang tulus tanpa ada pamrih dan maksud-maksud tersembunyi di dalamnya.
Kita bisa sehat, mendapat berkat, sukses, selamat, terhindar dari bahaya, terhindar dari celaka, terhindar dari bencana, mungkin karena doa-doa mereka yang menyayangi kita. Jangan pernah sombong dan berlaku tidak adil/curang kepada siapapun.

Ingatlah, Tuhan mengetahui hati kita dan mengetahui apa yang telah kita perbuat. Karena Tuhan memiliki "kamera pengintai" selama 24 jam untuk setiap manusia.

DO THE BEST FOR EVERYONE 
AND 
BE THE BEST FOR GOD

Renungan Harian Kristen - Estafet

Bacaan Alkitab : Mazmur 78: l-8

Kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya. (Mazmur 78:4).


Pada waktu masih SD, kami sering mengikuti lari estafet di sekolah. Biasanya, kami akan dibagi menjadi 2 tim dan masing-masing tim mendapat sebuah tongkat. Pelari pertama harus berlari membawa tongkat tersebut dalam jarak tertentu, kemudian tongkat tersebut harus dioperkan kepada pelari ke-2. Demikian seterusnya sampai pelari terakhir. Siapa yang lebih dahulu sampai garis akhir dengan membawa tongkat tersebut dinyatakan sebagai pemenang.

Prinsip lari estafet ini pun sesungguhnya juga berlaku di dalam kehidupan kita. Di mana kita telah mengenyam kebaikan dan kasih Tuhan. Dia adalah Tuhan yang setia dan tidak pernah meninggalkan kita. Perbuatan-perbuatan ajaib telah dilakukannya sejak dahulu dan kita pun mengalaminya. Pemazmur tahu bagaimana ia harus meneruskan "tongkat estafet" kepada generasi berikutnya (Mzm. 78:2-4). Tujuannya adalah supaya perbuatan Tuhan dikenal dari generasi ke generasi (Mzm. 78:6).

Pemazmur tidak mau berdiam diri. Perbuatan Tuhan yang ajaib membuatnya tidak bisa diam. Ia ingin perbuatan Tuhan dapat dikenang dan dikenal dari generasi ke generasi. Olehnya karya abadi itu menjadi berarti bagi setiap pribadi. 
Apakah kita mempunyai sikap yang sama dengan pemazmur? Seberapa sering perbuatan-perbuatan.Tuhan telah kita ceritakan kepada orang di sekitar kita atau di keluarga kita sendiri? Sangatlah menolong bagi orang yang belum mengenal Yesus untuk mengenal kebaikan dan keajaiban Tuhan melalui cerita yang kita sampaikan kepada mereka. Sangatlah mudah pula bagi anak-anak kita untuk mengenal gambaran mengenai bagaimana pribadi Allah yang kita sembah, kasih dan kuasa-Nya, serta karya Roh Kudus melalui kesaksian-kesaksian kita tentang perbuatan-perbuatan-Nya yang dilakukan dari dahulu sampai sekarang.

Jikalau Anda pribadi yang murah hati dan rindu melihat orang lain serta keluarga kita mengalami kebesaran Tuhan, jangan genggam "tongkat estafet" pengenalan akan Allah untuk diri sendiri. Operkan kepada orang lain dan biarkan berlari dan mengalaminya juga.

HATI YANG PALING BERHARGA ADALAH HATI YANG MAU BERBAGI KEBAIKAN TUHAN PADA ORANG LAIN DAN MEMBIARKAN ORANG LAIN MENGECAPNYA JUGA


Renungan Harian Kristen - Tindakan Kasih

Bacaan Alkitab : 1 Yohanes 3:11-18

Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. (1 Yoh.3:18).

Carla Bruni-Sarkozy, ibu negara Perancis, belum lama ini mendirikan yayasan untuk menggalang dana bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan, gelandangan, penghuni penjara, dan masyarakat buta huruf di Perancis. Yayasan bernama Fondation de France ini mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan lembaga-lembaga di bidang pendidikan dan kebudayaan. "Tujuan yayasan ini adalah menggalang dana untuk mendukung dan mendanai berbagai kegiatan. Kami akan bekerjasama dengan banyak lembaga", tutur istri Presiden Perancis Nicolas Sarkozy ini. Bruni menambahkan, "Perang melawan buta huruf adalah perjuangan yang nyata".

Dalam wawancara dengan harian La Tribune, Bruni mengatakan bahwa ia amat terpukul dengan data
terbaru yang menyebutkan tiga juta warga Perancis buta huruf. 
Aku mengasihimu. Kita tentu sudah akrab dengan kalimat tersebut, atau bahkan kerap mengucapkannya kepada orang yang kita kasihi. Sayangnya, seiring perkembangan zaman, makna kata-kata tersebut semakin tergerus. Banyak orang suka mengucapkannya tanpa mengetahui arti atau tanggung-jawab yang mengikutinya. Saat ini Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak sekedar menjadi orang yang hanya fasih mengucapkan sesuatu, tetapi juga harus mampu menyatakannya dalam perbuatan yang dilandasi dengan kasih.

Dalam kehidupan kita, ada banyak orang yang membutuhkan sentuhan kasih kita. Misalnya keluarga, rekan, sahabat, atau orang-orang asing yang kita temui di jalanan. Pertanyaannya, maukah kita menjadi berkat bagi kehidupan mereka?

Kasih yang sejati bukan tentang sekedar berkata "Aku mengasihimu", tetapi juga tentang mengenai kepekaan, kepedulian, empati, kesediaan untuk berkorban, berbagi, dan lain sebagainya. Kasih adalah tentang bagaimana hati kita terhadap sesama. Mungkin kita bukan orang seperti Clara Bruni yang memiliki uang atau harta berlimpah, tetapi itu bukanlah alasan untuk kita diam dan berpangku tangan. Karena sesungguhnya ada banyak cara untuk menyatakan kasih kepada sesama kita. Masalahnya sekarang, maukah kita melakukannya?

LEBIH BAIK TEGURAN YANG NYATA-NYATA DARIPADA KASIH YANG TERSEMBUNYI. (AMSAL 27:5)


Renungan Harian Kristen - Rahasia Menjaga Iman

Bacaan Alkitab : Roma 8:31-39

Atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 8:39).


Dewasa ini, banyak orang percaya di seluruh dunia sedang mengalami tekanan yang semakin berat. Berbagai peristiwa yang terjadi di berbagai belahan bumi membuktikan hal tersebut: perang, penindasan, serta bencana alam menjadi pintu masuknya. Tetapi, sebagai orang percaya, ketika kita mengingat perkataan Tuhan dalam Mat. 5:10-12, maka sesungguhnya kita dapat menerima keadaan tersebut dengan penuh ketabahan, bahkan dengan sukacita yang dari Tuhan. Ketidakmampuan menghadapi tekanan-tekanan itu akan berakibat pada lemahnya iman kita. Dengan demikian, maka berita sukacita yang harusnya kita bawa dan sampaikan kepada dunia menjadi terbengkelai. Hidup kita akan jatuh pada keraguan dan keputusasaan yang berkepanjangan. 

Rasul Paulus mengajak kita supaya memiliki keyakinan yang teguh. Ia sendiri merasa yakin bahwa Allah sepenuhnya berpihak kepadanya (Roma 8:31). Jika demikian halnya, maka Dia akan mengaru niakan segala sesuatu, termasuk berkat-berkat-Nya, supaya iman kita tetap teguh. Bahkan dikatakan bahwa Yesus Kristus sendiri akan menjadi Pembela bagi kita (ay. 34). Oleh karena itulah, Rasul Paulus sangat yakin bahwa tidak ada sesuatu pun yang mampu memisahkan kita dari kasih Allah. 

"Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?" (ay. 35). Dalam situasi yang semacam itu, ingatlah, bahwa kita telah menerima keselamatan ketika kita percaya dalam Tuhan (Yoh. 3:16; Kis.4:12; Ef. 1:13-14). Demikian pula ketika ada kemantapan di dalam pengiringan kita akan Dia, sebenarnya tidak ada satu kekuatan pun di dunia yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah, di dalam Yesus Kristus yang telah kita terima.

Seperti terdapat dalam sebuah Nyanyian Rohani, biarlah menjadi pujian dan doa kita dalam menghadapi berbagai masalah yang menerpa iman kita. "Batu karang yang teguh, Engkau perlindunganku. Engkau tidak tergerak, di gelora tegak. Tuhon Yesus, kuseru, tolong, tolong anakMu...".


KETEGUHAN IMAN TERJADI HANYA DI DALAM TUHAN


Renungan Harian Kristen - Penguasaan Diri

Bacaan Alkitab : Amsal 16:21-32

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. (Amsal 15:32).


Seorang psikolog pernah mengadakan sebuah eksperimen dengan anak-anak berkaitan dengan penguasaan diri. Seorang anak akan ditinggal sendirian dalam sebuah ruangan dengan diberi sebuah lonceng dan manisan. Seberapa tahan anak tersebut dengan manisannya dalam kesendiriannya di dalam ruangan tersebut itulah yang akan dinilai. Ada anak yang tidak dapat bertahan lama dalam ruangan dan gelisah kemudian membunyikan lonceng sebagai tanda menyerah. Adapula yang bertahan sampai jangka waktu yang diberikan. Puluhan tahun kemudian dilakukan evaluasi pada obyek yang sama. Anak yang mampu menguasai dirinya berhasil dalam hidupnya, sementara yang cepat membunyikan lonceng menjadi preman yang merugikan masyarakat dan negara.

Penguasaan diri adalah hal yang penting dalam kehidupan seseorang. Raja Daud tidak dapat menguasai hawa nafsunya, sehingga ia berbuat zinah dan akhirnya membunuh suami Batsyeba. Akibatnya, keluarganya pun mengalami masalah. Raja Daud adalah seorang yang luar biasa namun gagal penguasaan nasfu birahinya.
Contoh lain adalah Yudas Iskariot. Ia termasuk dalam 12 murid Yesus dan mengikuti seluruh pelayananYesus. Seharusnya ia setia kepada Yesus. Akan tetapi apa yang terjadi? Kegagalan menguasai diri dan keserakahan harta membuai mata rohaninya buta. Padahal selama ini ia selalu mendengar pengajaran-pengajaran Yesus.

Saya sangat percaya bahwa Firman Tuhan memiliki kuasa dalam kehidupan seseorang termasuk Yudas. Sayangnya, ia membiarkan dirinya dipikat dan diseret dengan keinginan dagingnya dan hidupnya berakhir dengan tragis. 
Banyak orang yang tidak berhasil dalam hidupnya meski memiliki IQ (tingkat intelegensia) tinggi, tetapi memliki EQ (tingkat penguasaan emosi) yang rendah. Apapun yang dibangun dengan susah payah akhirnya ambruk karena penguasaan diri yang lemah.
Jika Anda memiliki penguasaan diri yang lemah, kini tiba saatnya untuk berlatih menguasai diri. Jangan pernah menyerah untuk melatihnya dan sejalan waktu akan tercipta karakter yang sabar. 
SEMUA ORANG MEMPUNYAI KESABARAN. NAMUN HANYA ORANG SUKSES YANG BERSEDIA BELAJAR MEMANFAATKANNYA

Renungan Harian Kristen - Mujizat Pembawa Bencana

Bacaan Alkitab : Bilangan 11:31-35

Sebab itu dinamailah tempat itu Kibrot-Taawa, karena di sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus. (Bilangan 11:34).

Adalah hal yang luar biasa ketika Allah mengizinkan seseorang untuk mengalami mukjizat atau hal-hal yang ajaib di dalam hidupnya. Tapi semuanya menjadi lain ketika apa yang Tuhan berikan berbalik menjadi sesuatu yang menghancurkan oleh karena keteledoran kita. Seperti itulah yang terjadi di kehi-
dupan bangsa lsrael! 
Masalah utama yang membuat Tuhan murka sebenarnya bukan terletak pada keinginan mereka untuk makan daging, tapi karena mereka menyangsikan kuasa Tuhan dan menganggap kalau Tuhan hanya bisa memberi makan manna sampai badan mereka kurus kering (Bil.11:4-6). 
Memang, Tuhan mengabulkan keinginan mereka, tapi hal itu harus dibayar mahal berupa kematian orang-orang bernafsu rakus yang ada di antara bangsa lsrael. Mukjizat Allah malah menjadi kutuk dalam hidup mereka ketika mereka menuntut Allah untuk memenuhi keinginan daging mereka. Oleh karena itu, tempat tersebut diberi nama Kibrot-Taawa karena di sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus.

Ketika berada dalam masa-masa sulit, dan seolah-olah Tuhan tidak melakukan sesuatu seperti yang diharapkan, ada kecenderungan untuk membandingkan dengan keadaan sebelum mengenal Tuhan, seperti bangsa lsrael merindukan makanan berlimpah yang ada di tanah Mesir. Keinginan semacam ini dapat mendukakan hati Tuhan dan membuat murka Tuhan menyala dalam hidup kita. Seolah-olah Dia tidak bertanggung jawab ketika memanggil, menebus, dan menyelamatkan umat-Nya. Di titik ini, ketika kita tetap memaksa Tuhan, meskipun akhirnya Tuhan mengabulkan tetapi risiko yang harus ditanggung akan sangat berat. Berkat yang diharapkan bisa berubah menjadi sesuatu yang menghancurkan hidup kita.

Tidak ada seorang pun yang senang diduakan serta diragukan kuasanya, begitu juga dengan Allah kita. Mari kita belajar untuk percaya kepada-Nya. Kasihilah Allah dengan segenap hati, jiwa, dan roh, supaya murka Allah tidak melanda hidup kita. Tetaplah mengikuti Dia dengan sepenuh hati, bahkan ketika sepertinya Dia mengabaikan kita.

ALLAH TIDAK LAYAK DAN TIDAK BOLEH DIRAGUKAN KUASA-NYA, KARENA DIA ADALAH ALLAH YANG MAHA KUASA

Renungan Harian Kristen - Berpakaian Lengkap

Bacaan Alkitab : Wahyu 3:14-22

"Maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat". (Wahyu 3:18).


Suatu hari ketika sedang beribadah, seorang jemaat dibuka mata rohaninya oleh Tuhan untuk melihat realita di dalam gerejanya. Alangkah terkejutnya ketika ia melihat bahwa di hadapan Tuhan, hampir semuanya terlihat tidak berpakaian, termasuk pendetanya. Hanya satu orang yang terlihat berpakaian lengkap, yaitu seorang tukang becak yang belum lama bertobat. Sehari-hari, ia mengayuh becaknya sambil memberitakan Injil. Tuhan pun menjelaskan selain tukang becak tersebut, semuanya tidak menjalani hidup yang sungguh-sungguh di hadapan Tuhan. Penglihatan ini akhirnya menyadarkan dirinya akan kenyataan bahwa Tuhan lebih melihat apa yang ada di dalam diri manusia daripada yang kasat mata.

Dalam surat peringatan yang ditujukan kepada jemaat Laodikia, Allah mengingatkan agar mereka lebih memperhatikan apa yang "tidak kelihatan" daripada apa yang nampak dari luar. Sementara mereka merasa baik-baik saja, berapi-api secara rohani, kaya dan tidak kekurangan apapun, namun kenyataan di hadapan Allah sangat berbeda. Mereka dianggap suam-suam kuku, tidak jelas keseriusannya di dalam mengikut Tuhan, melarat, malang, miskin, buta, bahkan telanjang! Melalui perikop ini, Tuhan ingin agar kita lebih memperhatikan kondisi "di dalam" daripada apa yang kasat mata. Hidup benar
di hadapan Allah bukan hal yang mudah dan gratis. Setiap orang perlu membayar harganya. Salah satu yang Allah peringatkan kepada mereka adalah untuk membeli pakaian putih supaya tidak terlihat ketelanjangan mereka di hadapan Tuhan. Pakaian putih berbicara mengenai kekudusan dan hidup benar di hadapan Allah.

Sungguh menyenangkan ketika Tuhan mendapati diri kita berpakaian, bukan telanjang oleh karena hidup kita yang sembarangan. Hal yang lain adalah, janganlah kita mudah menghakimi sesama kita, bahkan ketika ada orang yang terlihat biasa-biasa saja atau sederhana. Mungkin di hadapan Tuhan, justru keadaan mereka jauh lebih baik daripada orang yang terlihat hebat. Anda pilih yang mana, berkenan di hadapan Tuhan atau hanya sekadar terlihat hebat di hadapan manusia? Mari kita mengejar hidup yang berkenan di hadapan Allah.


JALANI HIDUP YANG SUNGGUH-SUNGGUH DI HADAPAN TUHAN, SUPAYA KITA TETAP TERLIHAT BERPAKAIAN LENGKAP DI HADAPAN-NYA.

Renungan Harian Kristen - Berkorban Itu Indah

Bacaan Alkitab : Matius 25:31-46

Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Matius 25:40).


Seorang anak perempuan lndian terlihat sedang mendekati sebuah batu besar dekat tempat ia bermain di dekat gubuknya. Ia tidak mengetahui kalau di samping batu itu ada seekor ular berbisa. Ular itu pun bergulung kemudian menyerang anak perempuan itu, lalu membenamkan taringnya dalam-dalam pada kaki si anak itu. Jeritan kerasnya mengundang saudara lelakinya keluar dari dalam rumah dan bergegas menolongnya. Anak itu membunuh si ular dan mulai mengisap bisa mematikan dari kaki si adik. Namun sayang, mulut si kakak sedang terluka, jadi racun ular langsung masuk dan mengenai luka tersebut. Tak lama berselang ia meninggal. Hidupnya diberikan demi menyelamatkan nyawa sang adik!

Pengorbanan selalu menuntut kita memberikan sesuatu bagi orang lain, entah itu nyawa, materi, tenaga, pikiran, perhatian, waktu, dan lain sebagainya. Tuhan mengajarkan kita untuk berkorban dan
hal tersebut sudah lebih dulu dipraktekkan-Nya dengan mati tergantung di kayu salib. Pengorbanan Tuhan Yesus itu cukup sekali untuk selama-lamanya dan berlaku bagi semua orang yang bersedia menerima serta mempercayai-Nya.

Dalam kehidupan sekarang ini, kita dapat meneladani-Nya. Bagaimana caranya? Apakah kita juga harus mengorbankan nyawa pula? Tidak harus seperti itu! Kita dapat melakukan hal yang sama seturut dengan keberadaan dan kesanggupan kita dengan melakukan hal yang sederhana: memberi waktu dan perhatian kepada teman atau anggota keluarga yang sedang mencurahkan isi hatinya; memberikan persembahan bagi orang yang kurang mampu; mengunjungi orang sakit; pelayanan di penjara; dan masih banyak hal lain yang dapat kita lakukan untuk orang lain. Namun, yakinlah ketika kita melakukan pengorbanan dengan tulus dan penuh sukacita, maka orang lain akan diberkati oleh tindakan kita. 

Hari ini, mari kita minta Roh Kudus memberikan kita hati yang rela berkorban. Sekecil apapun tindakan yang kita lakukan bagi sesama, dapat memberi dampak besar bagi mereka yang benar-benar membutuhkannya. 

TANGAN YANG RELA MEMBERI TAK AKAN PERNAH MENGALAMI KEKURANGAN


Renungan Harian Kristen - BAIKKAH HATIMU ?

Bacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 17:10-15

Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian. (Kis. l7:l l)


"Ah...! Firman Tuhan-Nya begitu-begitu saja, sering diulang. Kalau itu sih saya sudah tahu sejak
ikut Sekoloh Minggu. Firman Tuhan yang disampaikan terlalu berlebihan dan tidak logis. Kita kan masih hidup di bumi, bukan di surga". Seringkali banyak kalimat-kalimat negatif yang saya dengar dari beberapa orang percaya ketika mendengar khotbah di ibadah. Tidak jarang beberapa di antaranya justru aktivis-aktivis gereja. 
Firman Tuhan hari ini bercerita bagaimana respons dan kerinduan orang-orang Yahudi di Berea. Dikatakan pada ayat yang ke-11 bahwa: 
  1. Mereka menerima Firman dengan segala kerelaan hati. Jadi bukan dengan setengah hati atau dengan terpaksa. Tetapi dengan segala kerelaan hati. 
  2. Setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci. Mereka benar-benar bertekun dengan Firman setiap hari. Jadi bukan pada saat mood sedang bagus saja, tetapi setiap hari. Luar biasa bukan? 
Hal itu menandakan begitu besarnya kerinduan mereka terhadap kebenaran Firman Tuhan. Hasilnya, hati mereka lebih baik dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika (Kis 17:11), dan banyak di antara mereka yang menjadi percaya (Kis 77:12).

Kita dapat melihat dampak dari orang yang memiliki kerelaan hati dan kerinduan bersekutu dengan Firman setiap hari. Bagaimana dengan kehidupan kerohanian kita serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar? Apakah kita juga mempunyai kerelaan hati untuk menerima Firman dan bertekun di dalamnya? Atau mungkln kerinduan tersebut telah menjadi padam? Jika kita senang bersekutu dengan Firman serta menjadikan sebagai prioritas utama, otomatis hati kita pun akan diubahkan. Hasilnya, orang-orang di sekitar akan dapat menilai kondisi hati kita, dan nama Tuhan akan dipermuliakan.

Apakah kita mau dikenal sebagai orang yang baik hati? Bersekutulah dengan Firman-Nya setiap hari. Hasilnya adalah, bukan hanya kita akan dikenal memiliki kebaikan hati, tetapi bonusnya, melalui hidup kita, orang lain dapat menjadi percaya kepada Kristus.

ORANG TIDAK PEDULI BERAPA BANYAK PENGETAHUAN ANDA, SEBELUM MEREKA MELIHATNYA MELALUI KEHIDUPAN ANDA


Mengapa Cincin Pernikahan Berada Di Jari Manis ???



KASIHI DAN CINTAI PASANGANMU

Mengapa Cincin Pernikahan berada di jari manis ???

Ini BUKAN MITOS tapi KEAJAIBAN coba ikuti langkah-langkah berikut:

1. Gabungkan kedua telapak tangan anda.

2. Kemudian JARI TENGAH ditekuk ke dalam.

3. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.

4. Sekarang ada 4 pasang jari, tetapi akan ada "1 PASANG" yang tidak terpisahkan.

5. Cobalah membuka IBU JARI anda. Ibu jari mewakili ORANG TUA. Ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.

6. Tutup kembali ibu jari anda. Kemudian buka JARI TELUNJUK anda. Jari telunjuk mewakili KΑKΑK dan ΑDIK. Mereka memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.

7. Sekarang tutup kembali jari telunjuk anda. Lalu buka JARI KELINGKING. Jari kelingking ini mewakili ΑNΑK-ΑNΑK. Cepat atau lambat anak-anak juga akan meninggalkan kita.

8. Selanjutnya, tutup jari kelingking anda. Dan cobalah buka JARI MANIS anda, tempat dimana kita menaruh cincin pernikahan.

Pasti anda akan heran karena jari tersebut TIDAK AKAN BISA DIBUKA. Mengapa…????? Karena jari manis mewakili SUAMI-ISƬERI. Selama hidup, kita dan pasangan kita akan melekat satu sama lain.

Oleh karena itu selama masih ada waktu, jangan sia-siakan dan jangan sakiti pasangan kita. Berusahalah untuk membahagiakan pasangan kita, baik dalam SUKA maupun DUKA.

Buat semua yang sudah menikah, dan bagi yang belum menikah, pakailah ini sebagai pembelajaran. Hingga kelak bisa saling menghargai dan mengasihi pasangan yang TUHAN berikan bagi hidup kita.

MATIUS 19:6 - "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

TUHAN YESUS MEMBERKATI

ARTIKEL KRISTEN