Kamis, 31 Mei 2012

Renungan Harian Kristen - SAAT KITA TAK BERDAYA

Bacaan Alkitab : Matius 4:1-11

"Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus."
(Matius 4:2)


Iblis tahu benar bahwa setelah berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam Yesus pasti merasa lapar. Iblis berpikir inilah saat yang tepat untuk mencobai dan menjatuhkan Yesus. "Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepadaNya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu itu menjadi roti."" (ayat 3).

Yesus tidak emosi dengan membuktikan bahwa Ia adalah Anak Allah sehingga langsung mengubah batu menadi roti. Walaupun perut-Nya lapar, Yesus sadar betul dengan tidak menuruti permintaan Iblis untuk mengubah batu menadi roti. Tak perlu Ia membuktikan kuasanya mengubah batu menjadi roti untuk dapat disebut Anak Allah. Dia memang Anak Allah dan Dia tidak perlu mendemonstrasikan hal itu kepada Iblis, karena Iblis sendiri sudah tahu bahwa Yesus itu Anak Allah. Maka Yesus menjawab, "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (ayat 4).

Banyak orang diserang dan dicobai Iblis pada waktu mereka sedang sakit atau dalam keadaan lemah tak berdaya, di kala sedang mengalami krisis ekonomi, membutuhkan uang, atau keluarga butuh biaya untuk pengobatan. Secepat kilat Iblis pun akan datang bak malaikat menawarkan pertolongan, seperti katanya kepada Yesus, "Dan Iblis membawaNya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepadaNya semua kerjaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepadaNya: 'Semua itu akan kuberikan kepadaMu, jika Engkau sujud menyembah aku.' Maka berkatalah Yesus kepadanya: 'Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!' " (ayat 8:10).

Apabila Iblis berbisik atau teman mengajak kita untuk mencari pertolongan kepada kuasa gelap, dukun, paranormal dan sebagainya, janganlah takut untuk menolaknya! Pertolongan atau kekayaan yang diberikan Iblis hanyalah semu belaka, bahkan dapat menjerumuskan jiwa kita ke dalam kebinasaan kekal. Sebagai orang percaya, pertolongan kita hanya datang dari Tuhan, bukan dari yang lain. Gunakan firman Tuhan untuk mengusir Iblis, maka ia akan lari.

JIKA KITA MENGGUNAKAN FIRMAN TUHAN UNTUK MENGUSIR IBLIS ATAU SEGALA MACAM GODAAN, FIRMANNYA BEKERJA DAN DIA AKAN MEMBERI KEMENANGAN ATAS KITA.

Renungan Harian Kristen 

Rabu, 30 Mei 2012

Renungan Harian Kristen - TUHAN SELALU PUNYA CARA YANG AJAIB

Bacaan Alkitab : 2 Raja-Raja 3:1-20

"Beginilah firman Tuhan: Biarlah di lembah ini dibuat parit-parit," 2 Raja-Raja 3:16


Berkat dan pertolongan Tuhan seringkali datang justru pada saat harapan sepertinya tidak ada lagi dan secara logika manusia mengatakan itu sudah tak mungkin. Kesembuhan sering terjadi justru pada saat semua dokter mengangkat tangan dan mengatakan bahwa sakitnya sudah tidak dapat disembuhkan, apa pun caranya.

Mujizat Tuhan inilah yang sering membuat orang terpesona akan kebesaran dan keajaiban Tuhan. Kalau dokter berkata bahwa penyakit itu masih bisa disembuhkan, apa istimewanya kesembuhan yang dilakukan Tuhan? Sudah pasti jalan Tuhan selalu heran dan ajaib. Dia punya banyak cara untuk menolong umat-Nya, tidak pernah terlambat dan tidak pernah terlalu cepat. "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,..." (Pengkotbah 3:11). Tuhan berfirman: "Kamu tidak akan mendapatkan angin dan hujan, namun lembah ini akan penuh dengan air sehingga kamu serta ternak sembelihan dan hewan pengangkut dapat minum. Dan itupun adalah perkara yang ringan di mata Tuhan: juga orang Moab dan diserahkanNya ke dalam tanganmu." (2 Raja-Raja 3:17:18).

Bangsa Israel mendapat berkat ganda yang tak terduga yaitu air dan kemenangan atas orang Moab. Pada saat tidak ada angin dan hujan, melalui nabi Elisa, Tuhan justru memerintahkan mereka untuk membuat parit-parit. Secara manusia, hal itu tidak make sense. Namun andaikata mereka tidak taat pada perintah Tuhan yang diucapkan melalui Elisa, dan tidak menggali parit-parit, binasalah mereka: kalah di tangan bangsa Moab dan semua ternaknya akan mati karena kehausan. Di sini terkandung satu rahasia Ilahi yang besar, yaitu berkat Tuhan dan pertolonganNya tidak akan turun jika tak ada ketaatan dan iman yang disertai dengan perbuatan. Sekalipun Tuhan berkata, "Aku akan memberkati engkau", tapi jika yang akan diberkati berpikir, "Tak mungkin aku mendapat berkat, darimana berkat bisa datang? Tokoku sepi terus, usahaku hanya kecil begini, mana mungkin?", maka berkat Tuhan itu pun tak akan turun, sebab orang itu sendirilah yang menyumbat parit-paritnya, sehingga hujan tak tercurah.

Berkat dan pertolongan Tuhan datang secara ajaib, tak perlu kita reka-reka atau pikirkan cara-Nya. Cukup percaya dan beriman saja! Walaupun tak ada angin dan tak ada mendung Tuhan sanggup mencurahkan hujan lebat memenuhi semua parit kita sampai berlimpah. Kuncinya adalah taat saja.

JANGAN PIKIRKAN BAGAIMANA CARA TUHAN UNTUK MENOLONGMU, 
TAPI PERCAYALAH KEPADA-NYA BAHWA DIA SANGGUP MENOLONGMU

Renungan Harian Kristen 

Selasa, 29 Mei 2012

Renungan Harian Kristen - TIDAK ADA ALASAN UNTUK SOMBONG

Bacaan Alkitab : Mazmur 103:1-22

"Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi." (Mazmur 103:15-16)


Setuju atau tidak setuju, setiap manusia pasti pernah menyombongkan dirinya. Hal ini sudah menjadi sifat dasar manusia. Tapi banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang “menyombongkan diri” terhadap sesuatu hal kepada orang lain di sekitarnya. Mungkin ketika kita punya handphone baru, mobil baru, rumah, pendidikan tinggi, suami/istri kaya raya, lebih cantik atau lebih tampan dari orang lain, dan lain sebagainya. Apalagi di saat orang tersebut sedang berjaya, sukses, segala sesuatu tersedia, seakan kita tidak butuh Tuhan sehingga kita pun sering lupa pada Tuhan yang menjadi “Sumber Berkat” tersebut.

Di mata Tuhan kita ini tidak ubahnya seperti rumput yang sebentar tampak hijau dan indah, namun sebentar lagi akan layu dan kering. "Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat." (Mazmur 144:4).

Kesuksesan dan kekayaan yang kita miliki di dunia ini hanyalah sementara, sebentar saja bisa lenyap. Apa yang bisa kita banggakan? Siapakah kita ini sehingga harus bermegah dalam kekuatan, kepandaian, dan kekayaan kita? Tuhan Yesus berkata, "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" (Yohanes 15:5).

Jadi, kita ini hanyalah ranting-ranting yang sangat bergantung pada pokok anggur. Ranting tidak dapat berbuah jika tidak tinggal pada pokok anggur itu. Oleh karenanya tidak patut bagi kita untuk menyombongkan diri dengan prestasi yang kita raih, harta yang berlimpah, gelar yang kita miliki, sebab semuanya tidak berarti apa-apa di pemandangan Tuhan, sebab "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati." (1 Samuel 16:7b). Hati yang tulus adalah tempat yang tepat untuk Roh Kudus tinggal, sebab dari situlah terpancar kehidupan. Jika kita dapat menjaga hati untuk tetap taat dan setia pada perintahNya, kita akan merasakan betapa tidak berartinya hidup ini tanpa Tuhan.

Kita harus sadar bahwa hidup kita ini sangat ditentukan oleh perkataan dan kuasa Tuhan semata; Dia yang meninggikan dan merendahkan juga. Jadi, di luar Dia, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena itu jangan sekali-kali kita menyombongkan diri !


JANGAN PERNAH SOMBONG JIKA SAAT INI ENGKAU MEMILIKI KELEBIHAN DIBANDINGKAN ORANG-ORANG DI SEKITARMU. KARENA SEMUA ITU ADALAH PEMBERIAN DAN ANUGERAH TUHAN.

Senin, 28 Mei 2012

Renungan Harian Kristen - HATI YANG MAU DIBENTUK

Bacaan Alkitab : Yeremia 18:1-17

"Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya." (Yeremia 18:4).

Kita pasti sudah pernah melihat seorang pemulung, dan biasanya kita menganggap bahwa seseorang yang bekerja sebagai pemulung adalah pekerjaan rendahan dan kita pun memandangnya dengan sebelah mata. Namun, tahukah Saudara bahwa pemulung mencari barang-barang yang masih bisa di daur ulang untuk menjadi barang yang dapat dipergunakan dan mempunyai nilai jual?

Demikian juga halnya dengan kita, Tuhan rela datang sebagai manusia untuk mengambil kita dari sampah dunia ini dan 'didaur ulang' menjadi sesuatu yang berharga. Dengan darah-Nya yang kudus tiada bernoda cela, Yesus rela mati untuk menebus kita dari kutuk dosa, sebab firman-Nya berkata, "...Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba" (Yesaya 1:18).

Karya penebusan Tuhan tidak hanya datang melalui ucapan-Nya saja tapi juga melalui tindakan yang nyata, dan Dia sudah membayar harganya dengan begitu mahal, bahkan di batas akhir kekuatan-Nya. Hal ini jelas tertulis di dalam Alkitab : "...mulailah Ia merasa sedih dan gentar” (Matius 26:37b), “Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39). Begitu berat pergumulan Yesus menjelang penyaliban-Nya, hingga peluhNya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. (Lukas 22:44b)

Ibarat seorang pemulung, Yesus mengambil dan memilih sampah-sampah yang dapat didaur ulang. Dia pun mengambil kita untuk mengembalikan gambar Bapa-Nya yang sudah rusak oleh karena dosa kita. Seperti bejana di tangan Sang penjunan, Dia memproses kita dan itu mungkin menyakitkan bagi daging kita. Tetapi apabila bejana sudah jadi, maka sungguh akan berharga nilainya. Yesus hanya butuh hati yang mau taat dan rela dibentuk untuk menjadi bejana yang indah di mataNya. Memang tidak mudah untuk hidup taat melakukan kehendak Tuhan, karena semua itu berlawanan dengan keinginan daging kita!


JIKA KITA BERJALAN DALAM PIMPINAN ROH KUDUS, DIALAH YANG MEMBERI KITA KEKUATAN UNTUK MELEWATI PROSES DEMI PROSES!

Renungan Harian Kristen 

Sabtu, 26 Mei 2012

Renungan Harian Kristen - MENGHORMATI TUHAN

Bacaan Alkitab : Maleakhi 3:13-18

"Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman Tuhan." 
(Maleakhi 3:13a)



Manusia seringkali tidak menyadari akan pertolongan dan bimbingan Tuhan dalam hidupnya. Mereka menganggap bahwa semua yang telah mereka capai selama ini adalah buah dari kerja kerasnya sendiri, tanpa embel-embel. Namun, pada saat manusia mengalami kesulitan atau kegagalan, mereka mulai mengkambinghitamkan Tuhan dan menganggap bahwa Tuhan tidak peduli terhadap dirinya.


Banyak orang beranggapan bahwa apa pun yang kita lakukan secara sembunyi-sembunyi, tidak diketahui Tuhan. Namun Alkitab jelas menyatakan: "...tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapanNya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepadaNya kita harus memberikan pertanggungan jawab." (Ibrani 4:13).


Bangsa Israel, yang adalah bangsa pilihan Tuhan dan umat kesayangan-Nya sendiri, justru menanggapi apa yang Tuhan telah berikan dan nyatakan sebagai kasihNya terhadap bangsa itu dengan meragukan kesungguhan hati Tuhan. Ketika Tuhan meminta supaya bangsa itu kembali kepada-Nya dan mau bertobat dari jalannya yang sesat dan kurang percaya itu, agar mereka kembali menerima apa yang baik dari Tuhan, mereka malah balik bertanya dan menantang Tuhan dengan berkata, "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?" (Maleakhi 3:7b).

Kita pun seringkali bersikap demikian, setengah hati dalam iman. Tampaknya kita begitu mengasihi Tuhan dan melayani Dia, padahal sesungguhnya kita sedang mengasihi dan melayani diri sendiri atau ego kita. Kita melakukan segala sesuatu bukan untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan, tetapi mencari nama dan hormat untuk diri kita sendiri.

Saat ini Tuhan sedang mencari orang-orang yang menghormati nama-Nya (ayat 16) yaitu orang-orang yang takut akan Dia, bukan orang yang suka membantah kehendak Tuhan, orang-orang yang mau berbicara kepada yang lain tentang perbuatan-Nya yang besar. Merekalah yang akan menjadi milik kesayangan Tuhan (ayat 17). Apakah kita termasuk di dalamnya? Ataukah kita seperti bangsa Israel yang tidak menghormati Tuhan?



HORMATILAH TUHAN ALLAHMU DAN JANGAN PERNAH SEMBUNYIKAN DOSA DAN KESALAHANMU DARI DIA YANG MAHA MENGETAHUI




Renungan Harian Kristen

Jumat, 25 Mei 2012

Renungan Harian Kristen - TUHAN TAHU MASALAHMU

Bacaan Alkitab : 1 Samuel 2:1-10

"Hatiku bersukaria karena Tuhan, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh Tuhan; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolonganMu." 
 (1 Samuel 2:1)



Dalam 1 Samuel 1 dikisahkan seorang wanita bernama Hana, istri Elkana. Ia adalah seorang perempuan yang mandul, "...sebab Tuhan telah menutup kandungannya." (1 Samuel 1:5). Artinya Hana tidak mungkin memiliki anak karena kandungannya telah tertutup. 

Pada zaman itu tidak memiliki anak merupakan aib bagi para perempuan karena seorang perempuan yang mandul dianggap tidak diberkati Tuhan. Itulah sebabnya Hana mengalami pergumulan yang cukup berat. Hampir setiap hari ia menerima ejekan, cibiran dan juga hinaan karena ia tidak mempunyai keturunan, apalagi yang menghinanya adalah 'madu' nya sendiri yaitu Penina. Bisa dibayangkan betapa sakit dan hancurnya hati Hana! Meskipun demikian Hana tidak menyerah begitu saja. Ia tekun mencari Tuhan serta mencurahkan isi hati dan kesedihannya itu kepada Tuhan. Dan akhirnya jeritan hati Hana itu menggerakkan hati Tuhan. Hana memperoleh jawaban doa; Tuhan menjamah kandungannya hingga ia dapat mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Bahkan anaknya bukanlah sembarang anak, anak itu adalah seorang nabi Allah di jaman raja Saul dan Daud, dialah nabi Samuel yang lahir dari rahimnya.

Mungkin apa yang terjadi dalam diri Hana juga sedang kita alami: pergumulan yang sangat berat seperti 'langit yang tertutup awan tebal'. Berbagai cara sudah kita tempuh, tapi seolah-olah 'mendung itu tetap kelabu', dan akhirnya kita pun putus asa. Dalam kondisi terpuruk seperti ini yang kita butuhkan adalah perubahan dalam hidup kita. Suatu ketika Hana bernazar kepada Tuhan, dan ia berjanji apabila Tuhan menjawab doanya dan memberikan seorang anak baginya, ia akan menyerahkan anak itu kepada Tuhan. Dan Hana menepati janji itu, padahal anak itu sangat berharga dalam hidup Hana, tapi ia rela menyerahkan kepada Tuhan.

Bagaimana kita? Adakah kita memiliki penyerahan diri kepada Tuhan sepenuhnya? Selain itu, Hana memiliki ketekunan dalam memelihara jam-jam ibadahnya. Tertulis: "Keesokan harinya bangunlah mereka itu pagi-pagi, lalu sujud menyembah di hadapan Tuhan;" (1 Samuel 1:19a).



BILA SAMPAI SAAT INI KITA BELUM MENIKMATI JANJI TUHAN,
BELAJARLAH PUNYA PENYERAHAN DIRI KEPADA TUHAN
DAN JANGAN ABAIKAN JAM-JAM IBADAH YANG ADA!


Renungan Harian Kristen 

Kamis, 24 Mei 2012

Renungan Harian Kristen - BAHAGIA


Bacaan Alkitab : Filipi 4:10-14

Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. (Filipi 4:11)


Negara mana menurut Anda yang Penduduknya paling bahagia di dunia? Amerika Serikat? Bukan. China? Bukan. Uni Emirat Arab? Juga bukan. Menurut survei yang dilakukan Adrian White dari Universitas Leicester Inggris, negara yang penduduknya paling bahagia di dunia adalah Denmark. Nomor dua Swiss. Setelah itu Austria. Indonesia berada di urutan ke-64. Ini masih lebih baik dibandingkan, misalnya, Thailand (76), China (82), Jepang (90), Korea Selatan (102), dan India (125).

Apa kunci kebahagiaan orang Denmark? Menurut survei itu, orang Denmark umumnya hidup dengan rasa cukup. Mereka memang tidak sekaya orang Amerika atau orang Jepang, tetapi mereka selalu bersyukur dengan apa yang ada. Selain itu mereka cenderung punya keinginan yang realistis, tidak pernah berharap macam-macam. Hal ini membuat setiap kesuksesan kecil pun bisa membuat mereka begitu gembira. Jika menemui kegagalan, biasanya mereka lebih mudah menerima dan akan berusaha lagi.

Paulus juga bisa digolongkan sebagai orang yang bahagia. Betul, hidupnya tidak berkelimpahan secara materi. Bahkan tidak jarang ia harus menderita kekurangan dan kelaparan (2 Korintus 11:27). Namun dari surat-suratnya kita bisa melihat, betapa ia tidak pernah kehilangan semangat dan sukacita. Mengapa? Karena Paulus selalu belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan (Filipi 4:11).

Kita juga bisa mengalami kebahagiaan, pun jika hidup kita biasa-biasa saja, tidak secermelang atau sehebat orang lain, asal kita mau belajar mencukupkan diri dan selalu bersyukur dengan apa yang ada pada kita.

KEBAHAGIAAN LETAKNYA TIDAK DI LUAR DIRI KITA
TETAPI DI DALAM HATI KITA

Rabu, 23 Mei 2012

Renungan Harian Kristen - KELELAHAN


 Bacaan Alkitab : Keluaran 18:13-23

Tidak baik seperti yang kaulakukan itu. Engkau akan menjadi sangat lelah, 
baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini; sebab pekerjaan ini terlalu 
berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri saja. 
(Keluaran 18:17b-18)


Anda lelah, tetapi tugas masih menumpuk? Kini tersedia banyak produk minuman yang dipercaya bisa memberi tenaga ekstra. Kafein di dalamnya memacu pikiran menjadi lebih aktif dan bersemangat. Namun, obat kuat itu sebenarnya tidak mengusir kelelahan. Ia hanya menundanya! Tubuh Anda tidak bisa dipaksa bekerja di luar batas. Kelelahan adalah tanda bahwa tubuh sudah mencapai beban puncak. Yang Anda perlukan hanyalah istirahat.

Ketika Yitro mengunjungi Musa, dilihatnya sang menantu sangat kelelahan. Sepanjang hari Musa mendengar dan menyelesaikan perkara seluruh umat sendirian, satu per satu. Bayangkan: satu orang melayani ratusan ribu, bahkan jutaan orang! Musa kekurangan waktu istirahat. Dengan memaksa diri bekerja saat tubuh lelah, produktivitasnya pasti menurun. Umat pun tidak bisa terlayani dengan baik. Maka, Yitro mengusulkan agar Musa membentuk tim kerja. Dengan belajar percaya kepada orang lain dan rnembagi-bagi tugas, Musa tak perlu sendirian bekerja sampai di luar batas. Yitro yakin, Tuhan tak pernah memberi tugas kepada seseorang di luar kesanggupannya.

Orang yang bekerja mati-matian tanpa kenal istirahat sering dianggap orang yang tekun dan penuh dedikasi. Ini keliru. Menolak untuk beristirahat itu tidak berhikmat. Tidak menghargai bagaimana Allah merancang tubuh kita. Betapa sering kualitas kerja malah menjadi melorot atau emosi menjadi labil saat kita kelelahan. Lalu, kita jadi cepat marah! Jika beban kerja Anda berlebihan, kurangilah atau minta bantuan orang lain mengerjakannya. Jangan memaksakan diri!

BEKERJA DI LUAR BATAS KEMAMPUAN
JELAS BUKANLAH KEHENDAK TUHAN


Selasa, 22 Mei 2012

Renungan Harian Kristen - MY LORD


Bacaan Alkitab : Lukas 6:46-49

Mengapa kamu berseru kepada-Ku:
Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? 
(Lukas 6:46)


Kita kerap mendengar istilah My Lord dalam film-film yang bertema kerajaan. Biasanya sebutan itu ditujukan kepada seorang raja, ratu, pangeran atau permaisuri. Sebutan itu tidak sekadar menunjukkan rasa hormat, tetapi sekaligus menunjukkan siapa yang menjadi tuan dan siapa yang menjadi hamba. Dan sebagai konsekuensi dari sebutan itu, maka sang hamba mesti bersedia menghormati dan menuruti segala perintah sang tuan.

Di dalam Alkitab, sebuatan Lord juga dipakai sebagai sebutan kepada Tuhan. Artinya sama, yaitu menunjuk kepada kemahakuasaan Tuhan. Tuhan adalah Tuan dan kita  yang memanggil-Nya adalah hamba. Konsekuensinya juga sama, yaitu kita sebagai hamba mesti memiliki kerelaan untuk melakukan segala perintah-Nya.

Pada zaman Yesus, rupanya ada orang-orang yang mengaku sebagai murid Tuhan dan memanggil Yesus dengan sebutan "Tuhan". Namun, Yesus menegur mereka, "Mengapa kamu memanggil-Ku Tuhan padahal kamu tidak melakukan perintah-Ku?" Teguran ini dilontarkan karena orang-orang tersebut mengaku sebagai murid Tuhan, tetapi tidak pernah belajar firman Tuhan. Mereka memanggil-manggil nama Tirhan, tetapi tidak pernah taat pada perintah dan ajaran Tuhan.

Di dalam doa, kita kerap menggunakan kalimat, "Ya, Tuhan", tanpa mengetahui arti dan konsekuensi dari sebutan tersebut. Ada baiknya pertanyaan yang Yesus ajukan dalam firman Tuhan hari ini menjadi bahan perenungan kita. Ketika kita menyapa Dia, Tuhan, sudahkah kita berlaku sebagai hamba?


TUGAS SEORANG HAMBA ADALAH
MENURUTI SEGALA PERINTAH TUANNYA

Senin, 21 Mei 2012

TANPA TUHAN HIDUPKU SIA-SIA


  TANPA TUHAN HIDUPKU SIA-SIA




Renungan Harian Kristen
 

Renungan Harian Kristen - KASIH KARUNIA-NYA


Bacaan Alkitab : Roma 8:1-11

Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
(Roma 8:8)


Pernahkah Anda melihat hidup Anda dan berpikir, bagaimana Tuhan mau berurusan dengan seseorang seperti saya? Mungkin Anda pernah mengalami luka hati, pergumulan dan kesulitan di masa lalu. Atau mungkin dunia menilai Anda sebagai orang yang tidak penting. Oleh karena kesalahan dan kegagalan Anda, Anda tidak melihat banyak harapan di masa depan. Kabar baiknya adalah bahwa Tuhan dapat mengubahkan hidup Anda dan situasi Anda, apapun itu.

Kehidupan rohani kita mati sebelum kita menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi kita. Bahkan setelah kita menjadi orang percaya, kita masih memiliki sifat dosa dan membutuhkan Tuhan untuk mengubahkan kita. Renungkanlah kehidupan rasul Paulus. Paulus, yang bemama Saulus sebelum ia bertobat, menjadi teladan paling besar tentang perbedaan yang dihasilkan kasih karunia dalam kehidupan seseorang. Tujuannya dahulu adalah untuk menghancurkan jemaat. 

Setelah ia bertobat, ia menyadari bahwa ia telah menimbulkan luka bagi banyak orang yang menunjuk dirinya sebagai orang paling berdosa (I Timotius 1:15). Ia menyadari bahwi tanpa kasih karunia, ia adalah orang fasik yang tidak memiliki pengharapan: "Aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman. Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus” (l Timotius 1:13-14).

Saudara, apakah Anda merasa tidak pantas karena masa lalu Anda? Kebenarannya adalah bahwa Tuhan telah memberikan awal yang baru pada saat Anda minta untuk diselamatkan. Anda telah menjadi ciptaan yang baru di dalam Kristus Yesus. Anda tidak perlu berkubang dalam rasa malu sebagai akibat dari apa yang  Anda pernah lakukan; kasih karunia Allah menjadikan Anda layak untuk melayani Dia. Apakah Anda bersedia untuk memberikan kendali hidup Anda kepada-Nya dan ikut kemana pun Ia akan menuntun Anda?

JANGAN PERDULIKAN MASA LALUMU. 
HIDUPLAH DI DALAM KASIH KARUNIA TUHAN.
KARENA KASIH KARUNIA-NYA MENJADIKAN ANDA LAYAK KETIKA ANDA MENYERAHKAN KENDALI HIDUP ANDA KEPADA-NYA.

Minggu, 20 Mei 2012

Renungan Harian Kristen - Jangan Takut Jatuh


Bacaan Alkitab : Mazmur 83; Roma 11; Ulangan 13-14

Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia. (Ulangan 32:11-12)


 
Siapa yang tak kenal rajawali, burung yang terkenal dengan ketangguhannya menghadapi segala badai. Kekuatan sayapnya yang mampu terbang tinggi dan ketajaman inderanya saat mengejar mangsanya. Semua kekuatan yang didambakan burung mana pun sepertinya dimiliki oleh burung rajawali. Namun kekuatan terbang burung rajawali tidak datang dengan sendirinya.

Rajawali selalu membangun sarang di pohon yang tertinggi di puncak bukit yang tinggi dan terjal. Ketika anak-anak rajawali lahir, induk rajawali menjaganya dengan segenap hidup mereka. Semua kebutuhan anak-anak bayi rajawali dipenuhi oleh induknya. Dengan kata lain, bayi rajawali kecil tahu beres akan hidupnya dan tidak dikuatirkan oleh apa pun juga.

Tapi ketika tiba saatnya bagi anak rajawali untuk belajar terbang, ‘tanpa perasaan' induknya akan menjungkirbalikkan sarang yang selama ini menjadi tempat berlindung yang nyaman baginya. Tidak tanggung-tanggung, rajawali kecil itu akan terjun bebas beribu-ribu meter menuju batu-batu tajam yang ada di bawahnya. Dalam kepanikannya, ia akan berusaha mengepak-kepakkan sayapnya. Dan di detik terakhir sebelum ia menghujam batu-batu tajam itu, induk rajawali dengan sigap menyambar anaknya, membawanya terbang tinggi ke angkasa, dan menjatuhkan anaknya kembali. Hal ini dilakukannya berulang-ulang sampai sayap anaknya menjadi cukup kuat dan akhirnya ia mampu terbang sendiri.

Pada awalnya mungkin saja anak-anak rajawali itu tidak mengerti maksud dari ‘kekejaman' induknya. Tapi ketika induknya melakukannya berulang-ulang, ia pun mengerti dan menikmati proses belajarnya sampai akhirnya ia bertumbuh menjadi rajawali yang perkasa, sama seperti induknya.

Demikian juga dengan hidup kita. Saat kita masih menjadi bayi-bayi rohani, seringkali kita mendapati segala kebutuhan dan keinginan kita terpenuhi dengan instan. Tapi ada saatnya ketika kegoncangan itu datang dan kita terjun bebas, sadarilah bahwa saat itu Allah sedang melatih Anda untuk terbang. Karena kerinduan Tuhan yang terbesar adalah melihat Anda menjadi kuat dan bertumbuh dalam pengenalan yang lebih dalam akan Dia. Tidakkah Anda sadari justru di saat kesesakanlah kita mengalami keperkasaan Allah kita secara nyata?


JANGAN TAKUT JATUH KARENA JATUH ITU ADALAH ANUGERAH.
NIKMATI DENGAN PENUH UCAPAN SYUKUR DAN JADILAH KUAT.



Renungan Harian Kristen - JANGAN PERNAH LARI

Bacaan Alkitab : Yunus 1:1-17

Celakalah mereka, sebab mereka melarikan diri dari pada-Ku! Binasalah mereka, sebab mereka memberontak terhadap Aku! Aku ini mau menebus mereka, tetapi mereka berdusta terhadap Aku. (Hosea 7:13)


Setiap orang memiliki panggilan masing-masing di dalam Tuhan. Ada yang dipanggil menjadi seorang rasul, pengajar, gembala sidang, dan lain sebagainya. Demikian juga dengan Yunus, ia memiliki panggilan

sebagai seorang nabi Tuhan. Namun sayang, ternyata suatu kali ia mengingkari panggilannya dengan melarikan diri dari tugas yang Tuhan berikan. la berpikir dapat melarikan diri dari Tuhan. Bukannya untung, ia malah harus menghadapi kesusahan besar.

Di tengah laut yang sedang diamuk badai besar ia dilempar keluar dari kapal yang ditumpanginya, kemudian ditelan oleh seekor ikan besar. Yunus pun harus menginap selama tiga hari tiga malam di sana. Menjalani panggilan bukan suatu perkara yang mudah untuk dilakukan. Selalu ada pengorbanan yang harus dilakukan. Beberapa orang mengalaminya saat mengorbankan kenyamanan hidup, status sosial, kebanggaan diri, atau cita-cita masa kecilnya.

Langkah selanjutnya pun tidak mudah. ltulah sebabnya banyak orang akhirnya memilih mangkir dari panggilannya dan berjalan di jalannya sendiri. Namun, seperti yang dialami Yunus, akhirnya mereka pun mendapati diri dan hidupnya berada di tengah berbagai-bagai kesukaran. Apa yang dialami oleh Yunus memberikan pelajaran bahwa melarikan diri dari panggilan bukanlah suatu pilihan yang bijaksana. Karena panggilan Tuhan adalah cara atau jalan Tuhan untuk membuat hidup kita maksimal sesuai dengan rencana-Nya.

Rancangan Tuhan adalah rancangan yang terbaik, ingatlah itu senantiasa. "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancangan-mu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu". (Yesaya 55:8-9).

Hari ini, mari kita renungkan kembali kehidupan kita. Adakah hari-hari ini kita masih setia dengan panggilan kita? Jangan pernah izinkan hal apapun melemahkan panggilan kita. Jadilah pribadi yang berkenan dan menyenangkan hati Tuhan dengan tetap setia sampai akhir. "……. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan". (Wahyu 2:10).



JANGAN PERNAH LARI DARI KEHIDUPAN DAN PANGGILAN HIDUP.

HADAPI SEMUANYA BERSAMA TUHAN.



Renungan Harian Kristen

Selasa, 15 Mei 2012

Renungan Harian Kristen - PENDERITAAN YANG MENUMBUHKAN

Bacaan Alkitab : Yakobus 1:2

"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan" (Yakobus 1:2).


Jika Anda sedang dalam permasalahan dan penderitaan, apa yang akan anda lakukan? Apakah anda mencari tahu penyebab mengapa anda mengalami penderitaan tersebut? Atau justru mengambil sikap seperti Tuhan Yesus, yang tetap menjalani penderitaan-Nya dengan ketaatan penuh kepada Allah Bapa?

Pengarang James Stalker menulis dalam sebuah bukunya, "Penderitaan tidak selalu menyucikan. Penderitaan dapat membuat watak menjadi buruk dan egois. Namun, ada banyak pula keberhasilan yang timbul dari pencobaan. Ada banyak kamar orang sakit yang merupakan suatu kehormatan untuk dikunjungi."

Suatu ketika J. Oswald Sanders pernah bercerita tentang kunjungannya ke tempat semacam itu di Australia, tempat dimana Nona Higgens tinggal. Dalam keadaan sakit terus-menerus, Nona Higgens tidak pernah meninggalkan kamarnya selama lebih dari 40 tahun. Kedua tangan dan kakinya telah diamputasi untuk menahan penyebaran penyakitnya ke seluruh tubuhnya.

Setelah memutuskan untuk hidup secara kreatif, ia menamai pondok tempat tinggalnya dengan nama "Pondok Harapan Sukacita". Di pondok inilah ia menyerahkan dirinya dalam doa kepada Tuhan dan aktif pelayanan rohani. Dengan pena yang diikatkan pada ujung lengannya yang buntung, ia berkirim surat ke seluruh dunia selama bertahun-tahun dan membimbing ratusan orang kepada Kristus.

Penderitaan yang dialami Nona Higgens tidaklah membuatnya patah semangat dan menjadikan dirinya sebagai orang yang tidak berguna, justru sebaliknya, penderitaannya justru mendorongnya untuk menjadi lebih kreatif di dalam hidup dan pelayanannya.

Jadi, jika saat ini Anda untuk hidup lebih kreatif, "Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan" (Yakobus 1:2). Sebutlah pergumulan-pergumulan dan derita hati Anda dengan sebutan "derita yang menumbuhkan," dengan penekanan pada kata menumbuhkan!


  Bila kita memuji Allah dalam ujian hidup kita, beban kita akan berubah menjadi berkat. 

Renungan Harian Kristen

Bersama YESUS Ada MUJIZAT


Bersama YESUS ada MUJIZAT


Renungan Harian Kristen

Jesus Save My Life


Jesus Save My Life


Renungan Harian Kristen

Di Materaikan Menjadi Warga Sorga

Kepastian masuk SORGA adalah jaminan dari Tuhan Yesus, 
bahkan dalam Alkitab tertulis bahwa KESELAMATAN itu di MATERAIKAN, 
dan jaminannya adalah Roh Kudus.
 

Senin, 14 Mei 2012

TUHAN SELALU PUNYA CARA

Bacaan Alkitab : Mazmur 105:40-41

Mereka meminta, maka didatangkan-Nya burung puyuh, dan dengan roti dari langit dikenyangkan-Nya mereka. Dibuka-Nya gunung batu, maka terpancarlah air, lalu mengalir di padang-padang kering seperti sungai;” (Mazmur 105:40-41).



Saudara pasti sudah mengetahui peristiwa bangsa Israel ketika Tuhan membawa dan memelihara mereka di padang gurun selama 40 tahun. Setiap hari Tuhan memberikan roti manna kepada bangsa itu selama 40 tahun. Waktu yang sangat lama bagi kita manusia. Sampai saat ini, tidak ada manusia yang sanggup melakukan seperti yang dilakukan Tuhan kepada bangsa Israel kala itu, meskipun dunia semakin maju, teknologi semakin canggih, dan pengetahuan manusia semakin cerdas. 

Alkitab mencatat bahwa selama di padang gurun, bangsa Israel tidak pernah kekurangan makanan ataupun minuman, mereka tidak pernah kelaparan dan tidak pernah kehausan. Kebutuhan hidup mereka selalu terpenuhi. Bahkan tiang awan dan tiang api disediakan-Nya agar mereka tidak kepanasan ketika tengah hari atau kedinginan di malam hari. Dan menariknya, kisah bagaiman Tuhan memelihara umat-Nya terus berlanjut di pasal-pasal selanjutnya bahkan hingga sekarang ini.

Tuhan tidak pernah kehabisan cara untuk memberikan pertolongan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Dia bisa menggunakan orang lain, lingkungan sekitar kita, dan bahkan sebuah peristiwa di sekitar kita untuk selalu menjaga dan memenuhi kebutuhan kita. Kita tetap terpelihara, sesuai dengan janji-Nya bagi kita dan tidak ada satu orangpun yang dapat menghalangi-Nya.

Sahabat-sahabat RHK, jika saat ini ada diantara kita yang merasa seorang diri atau sedang dalam permasalahan yang berat, berdoalah kepada Tuhan. Mintalah pertolongan-Nya dan jalan keluar kepada-Nya. Percayalah, Dia selalu punya cara untuk membuat kita bersukacita dan terjaga di muka bumi ini.

Tuhan tidak pernah terlelap, Dia selalu memperhatikan setiap kebutuhan kita dan selalu menjaga kita setiap saat. Mulai saat ini, jangan lagi tanyakan “Bagaimana cara untuk lepas dari suatu permasalahan”, tapi yang perlu kita ketahui adalah “Siapa yang memberikan jalan keluar”. Dan jika kita sudah mengetahui siapa yang memberikan jalan keluar, BERDOALAH dan minta kepada-Nya. (Samuel Sadusi)


TUHAN PUNYA BANYAK CARA UNTUK MEMBERIKAN JALAN KELUAR BAGI UMAT-NYA



Minggu, 13 Mei 2012

Renungan Harian Kristen - DOA YANG BENAR

Bacaan Alkitab : Markus 11:24

Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, 
percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. 
(Markus 11:24).


Jumlah manusia di dunia saat ini ada sekitar 7 milyar. Kita bisa bayangkan betapa banyaknya jumlah manusia yang menghuni bumi saat ini. Dengan jumlah manusia sebanyak itu, mungkin ada diantara kita yang bertanya : “Apakah Tuhan bisa mendengarkan doa semua orang di dunia ini?”. Berbagai macam masalah yang dihadapi oleh manusia. Ada yang berdoa dalam hati, berdoa di rumah ibadah, berdoa bersama dalam keluarga, dan lain sebagainya.

Setiap manusia mempunyai masalah yang berbeda-beda. Ada yang minta pekerjaan, minta rumah, minta gar usaha dan pekerjaan diberkati, minta agar naik jabatan, minta agar Tuhan campur tangan dalam masalah keluarga, minta jodoh, minta ini dan itu. Dan setiap manusia mau agar doanya di dengar dan dijawab oleh Tuhan. 

Sahabat-sahabat RHK yang disayang Tuhan, semua pertanyaan-pertanyaan seperti ini sebenarnya tidak perlu kita pikirkan. Bagi Tuhan, semua itu bukanlah hal yang sulit. Tuhan tidak punya batas (Omnipresence) dan Tuhan berkuasa atas segalanya (Omniptence). Tuhan dapat hadir dimanapun dan kapanpun, Dia tidak terbatas ruang dan waktu. Tuhan mendengarkan semua doa manusia. Tapi satu hal yang perlu kita ingat adalah bahwa Tuhan hanya mendengarkan doa orang yang benar dan tidak bermaksud jahat.

Kita harus memahami kaitan antara iman dan doa yang disampaikan kepada Tuhan. Bila kita berdoa dengan iman, maka kita tidak perlu dilihat orang berdoa, karena itu adalah hubungan dan iman kita pribadi dengan Tuhan, kecuali berdoa dalam sebuah persekutuan dua atau tiga orang. Ketika kita menghadap Tuhan, kita harus berdamai dulu dengan orang lain. Apa yang kita minta kepada Tuhan melalui doa harus benar-benar sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan sesuai dengan kehendak Tuhan. 

Tapi banyak diantara kita yang berdoa dan meminta agar Tuhan menjawab dan memberikan apa yang kita inginkan. Hal ini sama saja kita yang mengatur Tuhan, padahal seharusnya Tuhan lah yang mengatur kita. Tuhan Yesus sudah mengajarkan kepada kita seperti doa-Nya : “....... tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi”. (Lukas 22:42).

Jika kita sudah memahami doa yang benar, percayalah bahwa Tuhan akan menjawab doa-doa kita. Kita harus dapat menerima apapun jawaban dari Tuhan. Karena Tuhan tidak pernah memberikan “sesuatu” jika kita tidak mampu untuk mempertanggungjawabkan pemberian Tuhan. Tuhan lebih mengetahui kemampuan yang kita miliki. Jika jawaban doa kita tidak sesuai dengan yang kita inginkan, mengucap syukurlah, karena Tuhan sedang membentuk hidup kita agar semakin dewasa, semakin kuat, dan semakin mengerti kehendak-Nya dalam hidup kita. (Samuel Sadusi).


MINTALAH APA YANG MENJADI KEBUTUHANMU,
BUKAN APA YANG ENGKAU KEHENDAKI

Renungan Harian Kristen - BUTUH MAKANAN

Bacaan Alkitab : Yeremia 15:15-21 


 "Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, ... (Yeremia 15:16). 
 


Anak jalanan yang masih kecil itu sibuk mengais-ngais gundukan sampah, tidak memperdulikan bau busuk yang menyengat dan kuman-kuman penyakit yang bersarang. Sudah seharian dan hampir malam perutnya belum terisi oleh makanan. Akhirnya perutnya memaksa dia untuk mencari dan mencari makanan, sekalipun yang dilakukan di tempat yang salah, yaitu tempat sampah. Ketika ditemukan sisa makanan, diambil dan dinikmatinya dengan lahapnya serasa makan makanan lezat.

Betapa pentingnya makanan bagi kehidupan manusia. Karena melalui makanan, manusia akan mengalami pertumbuhan, memiliki sumber energy (tenaga), sehingga mampu untuk beraktifitas dan bekerja dengan baik. Dan juga sel-sel tubuh manusia yang rusak dapat diperbaharui (regenerasi).

Demikian juga halnya dengan kehidupan rohani, betapa pentingnya peranan makanan rohani itu. Kitab Mazmur menulis ciri dari kehidupan orang percaya yaitu bahwa Firman Allah menjadi kesukaannya (makanannya), sehingga siang dan malam Firman Allah itu direnungkannya (Mazmur 1:2). Sebagai akibatnya ia akan mengalami pertumbuhan rohani, imannya semakin kuat, sekalipun di dalam perjalanan hidupnya ada banyak badai persoalan yang menerpa, dia akan memperoleh kekuatan dan pembaharuan.

Oleh karena itu, selagi ada kesempatan, janganlah kita menyia-nyiakan berkat makanan rohani yang datang kepada kita, tetapi marilah kita nikmati agar kehidupan rohani kita semakin bertumbuh.

 

SETIAP ORANG YANG MAU HIDUP DAN BERTUMBUH ROHANINYA 
MEMBUTUHKAN FIRMAN ALLAH SEBAGAI MAKANANNYA.


Renungan Harian Kristen

Sabtu, 12 Mei 2012

Jesus is King of kings



☑ JESUS is King of kings
☑ JESUS is Lord
☑ JESUS is Messiah
☑ JESUS is Prince of Peace
☑ JESUS is Savior
☑ JESUS is Anointed One
☑ JESUS is Emmanuel
☑ JESUS is The Way
☑ JESUS is The Truth
☑ JESUS is The Life
☑ JESUS is Son of God
☑ JESUS is Son of Man
☑ JESUS is Light of The World
☑ JESUS is Morning Star
☑ JESUS is Alpha and Omega




Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen - Produk Kristus

Bacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 2:41-47

"..... Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan." (Kisah Para Rasul 2:47).



Kita sebagai konsumen sebuah produk pasti selalu ingin membeli merek-merek terkenal. Baik produk makanan, kosmetik, pakaian, kendaraan, dan sebagainya. Tapi taukah anda bahwa setiap merek itu harus terlebih dahulu di daftarkan ke Dirjen HAKI?

Mengapa merek dagang harus di daftarkan? Alasannya adalah agar si pemilik merek dapat memasarkan produknya seluas-luasnya tanpa kuatir dicekal, dipermasalahkan, atau bahkan ditiru oleh pihak lain. Dan hal ini juga mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap KUALITAS produk tersebut.

Kita sebagai anak Tuhan juga adalah PRODUK KRISTUS. Jika kita adalah Produk Kristus, sudah seharusnya kita menjaga Kualitas Hidup kita sebagai Kristen. Perkataan dan perbuatan kita harus menunjukkan bahwa kita adalah Merek Kristen yang ASLI, bukan cuma merek yang hanya tertera di KTP. Kita harus menunjukkan bahwa Produk Kristus itu adalah yang TERBAIK.

Dari perkataan dan perbuatan kita, orang lain akan dengan MUDAH mengenali kita sebagai orang Kristen. Seperti halnya produk-produk makanan yang mempunyai "label" pada bungkus atau kemasannya, demikian juga kita harus menunjukkan label kita sebagai Kristen. Sebagai contoh sederhana, banyak diantara kita yang mempunyai akun Facebook, tapi tidak ada label Kristen pada profilnya.

Jika labelnya sudah beres, yang berikutnya adalah KUALITAS. Kita harus mempertanggungjawabkan merek kita sebagai Kristen. Jangan sampai berbeda ISI dengan LABEL yang tertera. Pada kemasan tertulis 'keripik singkong' tapi rasanya 'keripik jengkol'.

Demikian juga kita sebagai Kristen harus menunjukkan bahwa ISI dari label kita adalah KASIH, SUKA MENOLONG, TIDAK DENDAM, TIDAK ADA IRI HATI, TIDAK ADA DENGKI, dan lain sebagainya. Karena kita adalah Surat-surat Kristus, melalui sikap, perkataan, dan perbuatan kitalah Kristus dikenal oleh orang-orang disekitar kita. (Samuel Sadusi).



JIKA ANDA PRODUK KRISTUS, 
TUNJUKKAN BAHWA ANDA ADALAH PRODUK YANG ASLI.


Renungan Harian Kristen

Jumat, 11 Mei 2012

Cerpen Kristen - KESOMBONGAN PENDOA

Sebuah kapal karam diterjang badai hebat. Hanya dua lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan kecuali berdoa. Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat membagi pulau kecil itu menjadi dua dan mereka tinggal berseberangan.

Doa pertama, mereka memohon diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki pertama melihat sebuah pohon penuh buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.

Seminggu kemudian, lelaki pertama merasa kesepian dan memutuskan berdoa agar diberikan istri, keesokan harinya, ada kapal karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang terdampar di sisi pulau tepat lelaki ke satu tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki kedua tetap saja tidak ada apa-apanya.

Segera saja, lelaki pertama ini berdoa memohon rumah, pakaian dan makanan. Keesokan harinya, seperti keajaiban, semua yang diminta hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa. Akhirnya, lelaki pertama ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. Pagi hari mereka menemukan kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki pertama dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan meninggalkan lelaki kedua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya lelaki kedua itu tidak pantas menerima berkat tersebut karena doa-doanya tak pernah terkabulkan.

Begitu kapal siap berangkat, lelaki pertama mendengar suara dari langit, "Hai....Mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?"
"Berkatku hanyalah milikku sendiri, hanya karena doakulah yang dikabulkan," jawab lelaki pertama. "Doa temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka ia tak pantas mendapatkan apa-apa."

"Kau salah!", suara itu membahana. "Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa."

Lelaki pertama itu bertanya, "Doa macam apa yang ia panjatkan sehingga aku harus berhutang atas semua ini padanya?"

"Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan"

Kesombongan macam apakah yang membuat kita merasa lebih baik dari yang lain? Banyak orang yang telah mengorbankan segala sesutau demi keberhasilan kita. Tak selayaknya kita mengabaikan peran orang lain, dan janganlah menilai sesuatu hanya dari "yang terlihat" saja.

Sadarkah kita apabila doa kita dijawab Tuhan, sebenarnya karena orang lain selalu berdoa untuk kita, entah itu orang tua, kakak rohani, adik rohani teman-teman kita atau orang lain yang dekat dengan kita.Sudahkan kita memberkati mereka dengan doa-doa kita?

Kamis, 10 Mei 2012

Renungan Harian Kristen - AKHIR YANG BURUK

Bacaan Alkitab : 1 Raja-raja 11:1-6

"Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, 
maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?
(Galatia 3:3).

 
Pernahkah Saudara membaca kisah hidup Raja Salomo? Ia adalah seorang yang memulai sebuah kehidupan dengan sangat baik. Dan saat yang paling mengesankan adalah "kasih mula-mulanya" dengan Tuhan yang telah ia bangun dengan begitu hebat. Hidup mengutamakan Tuhan adalah suatu prestasi yang begitu menonjol dalam hidup Salomo. Hal ini terlihat dari doanya yang lebih menginginkan hikmat Tuhan daripada kekayaan yang besar. 
Tetapi sungguh sangat disayangkan, Salomo yang telah memulai sebuah awal yang baik itu akhirnya harus mengakhiri dengan sangat buruk. Ia begitu mudah mencintai dan hidup bersama 700 istri dan 300 gundik yang telah menjauhkan hatinya dari Tuhan. Dan gambaran yang paling jelas dari hal ini adalah Salomo telah meninggalkan kasihnya yang mula-mula.

Jika pengalaman Salomo ini ditulis, tentu hal ini juga menjadi sebuah peringatan untuk kita. Adalah menjadi hal yang membanggakan jika kita menjadi seorang yang begitu bersemangat dalam Tuhan hari ini. Tetapi bukanlah hal yang mudah untuk mempertahankan hal itu, mengingat iblis selalu menunggu waktu yang tepat untuk menjatuhkan kita. 
Itu sebabnya Tuhan mengingatkan supaya kita berhati-hati (1 Korintus 10:11). Dan tidak ada cara lain untuk tetap memiliki kehidupan yang penuh kewaspadaan selain kita berdoa dan berjaga-jaga seperti yang diminta Yesus dalam hidup kita, agar kita tidak jatuh. Jadi, jagalah hubungan dan bersekutulah akrab dengan Tuhan setiap hari.

Jika kita telah memulai awal yang baik, 
pertahankanlah hingga kita mengakhirinya dengan baik.

Rabu, 09 Mei 2012

Renungan Harian Kristen - ARTI KEPUASAN

Bacaan Alkitab : Ibrani 13:1-6

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5).

Kita sebagai manusia seringkali tidak pernah puas dengan keadaan kita saat ini. Banyak impian dan keinginan kita yang hendak kita wujudkan, namun kita berada pada suatu tempat yang kurang mendukung.

Tuhan berkehendak agar kita hidup dalam kepuasan dan mencukupkan diri kepada apa yang kita miliki dan kita peroleh saat ini. Mungkin kita sering berpikir, mengapa Tuhan mengijinkan semua masalah-masalah terjadi dalam hidup kita? Dan mengapa Tuhan selalu membawa kita ke tempat dan keadaan yang sama sekali tidak kita harapkan? Sebenarnya Tuhan sedang menguji kita, apakah kita tetap puas dan bersyukur dengan keadaan itu.

Kita pasti sudah mengetahui kehidupan Yusuf. Tuhan tidak membawa Yusuf ke tempat yang di impikannya, malah sebaliknya Tuhan membawanya ke tempat-tempat yang gelap dan penuh penderitaan. Tetapi Yusuf belajar untuk puas dan bersyukur dengan semua keadaan itu. Dan dia tetap percaya bahwa Tuhan itu setia dan tidak akan pernah meninggalkannya.

Jika kita mengeluh, frustasi, dan tidak puas disaat kondisi dan keadaan kita tidak baik, itu menandakan bahwa kita lupa kepada Bapa di surga yang lebih mengetahui segala kebutuhan kita dan yang sanggup mencukupi kebutuhan kita. Salah satu ujian yang harus dilewati setiap orang percaya adalah tetap puas dalam kondisi apapun. Apa yang ada padamu hari ini, cukupkanlah dirimu, bersyukurlah kepada Tuhan dan tetap percaya bahwa Ia setia.

SALAH SATU UJIAN YANG HARUS KITA LEWATI ADALAH : 
KEPUASAN TERHADAP APA YANG DISEDIAKAN ALLAH.

Renungan Harian Kristen

Selasa, 08 Mei 2012

Renungan Harian Kristen - MASALAH ITU MEMANG ADA

Bacaan Alkitab : 1 Samuel 17

"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku". 
(Filipi 4:13).


Dalam kehidupan ini seringkali kita takut akan hal-hal yang "belum tentu" terjadi. Tidak jarang kita kuatir terhadap masa depan kita, masa depan anak-anak kita, pekerjaan kita, karir kita, biaya-biaya yang harus dikeluarkan tiap bulannya, dan sebagainya. Itu adalah sebagian dari beberapa contoh ketakutan yang belum tentu terjadi. Tapi hari ini kita belajar menghadapi ketakutan yang memang benar-benar terjadi, bukan ketakutan yang belum tentu terjadi.

Masalah itu memang benar-benar ada, musuh yang nyata. Bangsa Israel dibuat takut oleh pendekar raksasa yang bernama Goliat. Nyali para prajurit Israel langsung ciut, mereka ketakutan. Dan Goliat itu memang benar-benar ada, dia bukan fatamorgana.

Saat ini kita mungkin menghadapi rasa takut yang sama. Masalah keuangan yang benar-benar terjadi di dalam keluarga, usaha kita yang terancam bangkrut, atau penyakit kronis yang sedang merongrong. Intinya, Goliat yang kita hadapi benar-benar nyata. Setiap hari ia "berdiri" melemahkan pengharapan kita. Begitu kita bangun pagi, yang ada di pikiran kita adalah beban masalah kita, dan mau tidur pun hal yang sama menghantui pikiran kita.

Saudaraku, apapun wujud Goliat dalam hidup kita, baik itu masalah keuangan, sakit penyakit, atau masalah-masalah besar yang membuat kita takut, pada akhirnya ia akan kalah juga, tumbang karena batu umban Daud.

Goliat memang ada, tapi siapa yang lebih kita percaya? Kalau kita bersikap sama seperti Daud, yang lebih percaya kepada Tuhan daripada apa yang ia hadapi, maka kita juga akan membuat "Goliat-Goliat" yang kita hadapi bakal terjungkal. Dan tentu saja, kalau Allah di pihak kita, cerita Daud akan menjadi cerita kita, dan kemenangan adalah milik kita.

BERSAMA ALLAH, KITA MELAKUKAN PERKARA YANG BESAR

Senin, 07 Mei 2012

Jangan Tunggu Hari Esok Untuk Melakukan Kebaikan

Waktu itu tidak pernah berhenti, terus maju dan maju. 
Jika kita selalu pikir bahwa besok akan datang, maka “besok” akan pergi begitu cepatnya, 
hingga kita baru menyadari bahwa waktu telah meninggalkan kita.



Renungan Harian Kristen

I Love Jesus

I Love Jesus.
Do you Love Him, too...???

Renungan Harian Kristen

Salib Yesus



- Kasih YESUS Tidak Pernah Berhenti
- Kasih YESUS Sangat Indah
- Kasih YESUS Selalu Baru
- Kasih YESUS Tak Terhingga
- Kasih YESUS Memberi Hidup
- Kasih YESUS Menyelamatkan
- Kasih YESUS Tanpa Syarat
- Kasih YESUS Mengalahkan Segalanya
- Kasih YESUS SEMPURNA dan ISTIMEWA....



Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen - PONDASI YANG KUAT

Bacaan Alkitab : Matius 7:24-27

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (Matius 7:24).


Ketika seseorang hendak membeli rumah, hal apakah yang biasanya diperhatikan? Biasanya hal pertama yang akan diperhatikan adalah lokasi rumah itu, kemudian luas tanahnyan bentuk bangunannya, modelnya, dan fasilitasnya. Namun sangat jarang orang bertanya mengenai pondasi rumah itu. Berapa kekuatannya, dan dari bahan apa pondasi itu dibuat. Padahal itu sangat menentukan. Apa artinya sebuah bangunan yang bagus dengan fasilitas mewah namun tanpa pondasi yang kuat?

Dalam pengajaran-Nya, Yesus menggambarkan pertumbuhan rohani kita seperti waktu kita membangun sebuah rumah. Ia berkata bahwa seorang yang bijaksana akan mendirikan rumahnya di atas batu. Dengan kata lain, Yesus menasihatkan supaya kita menjadikan Firman Tuhan sebagai pondasi bangunan rohani kita. Firman Tuhan harus berakar dengan kuat dalam hidup kita supaya pertumbuhan dan bangunan kita pun juga menjadi kuat. Jika pondasi kita kuat maka goncangan seperti apapun tidak akan mampu menghancurkan bangunan rohani kita.

Jika kita ingin menjadi seorang yang tangguh dan kuat dalam menghadapi setiap kesulitan, maka kita harus berakar makin ke dalam. Jalan di hadapan kita penuh dengan goncangan dan kesulitan, tetapi orang-orang yang berakar makin kuat dalam Tuhan akan tetap berdiri dengan kuat.

Kita sudah harus berakar dengan kuat sebelum kesulitan dan goncangan datang.

Minggu, 06 Mei 2012

Renungan Harian Kristen - Tipe Manusia

Bacaan Alkitab : 2 Korintus 4:16-18

Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. (2 Korintus 4:17).



Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari tekanan. Ketika tekanan hidup itu datang, maka berbagai macam reaksi timbul dari diri kita. Cara pandang dan sikap kita pada saat menghadapi tekanan hidup sangat menentukan kualitas hidup kita. Dan berdasarkan hal itu, setidaknya ada empat tipe atau kualitas manusia yang dihasilkan  dari datangnya sebuah tekanan hidup.

TIPE KAYU RAPUH
Manusia tipe ini biasanya kalau mengalami sedikit tekanan saja akan membuat orang ini patah arang. Orang seperti ini dalam kesehariannya terlihat bagus, tetapi sebenarnya hatinya rapuh. Sehingga orang ini akan gampang sekali mengeluh pada saat tekanan terjadi.

TIPE LEMPENG BESI
Orang tipe ini biasanya bisa bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika tekanan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Tipe ini menunjukkan seorang yang belum terlatih, tambahan sedikit tekanan saja ia mudah putus asa.

TIPE KAPAS
Tipe manusia ini cukup lentur saat mengalami tekanan. Ia mampu menyesuaikan  diri saat terjadi tekanan. Setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali pada keadaan semula. Ia cepat untuk melupakan masa lalu dan memulai lagi ke titik awal untuk memulai.

TIPE BOLA PINGPONG
Tipe seperti inilah yang seharusnya menjadi karakter umat Tuhan. Semakin besar tekanan datang, semakin tinggi ia akan memantul ke atas. Hadirnya tekanan justru dijadikannya sebagai pendorong yang kuat untuk mencapai hidup yang maksimal dan lebih baik.


CARA PANDANG DAN SIKAP KITA MENGHADAPI TEKANAN HIDUP,
MENUNJUKKAN KUALITAS HIDUP KITA




Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen - PENGAMPUNAN

Bacaan Alkitab : Yesaya 55:5-7 
Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. (Yes. 55:7)


Hidup yang belum mengalami pengampunan amat menderita. Setidaknya itulah pengalaman Frank Clark. Orang ini terlibat dalam 35 misi pemboman di beberapa tempat. Yang paling membekas adalah ketika ia membom Angkatan Udara Amerika Serikat. Akibat tug€as yang dijalankannya tersebut, Frank amat tersiksa dan batinnya tertindas. Di hadapannya sering terbayang wajah-wajah tak bersalah yang pernah ia bunuh. 
Akibat tekanan itu, tahun 1981, ia pernah berniat bunuh diri. Ia juga terlibat mabuk-mabukan dan perbuatan amoral lainnya. Sebenarnya, ia melakukan itu sebagai bentuk pelarian akibat hidup yang hampa. Rasa bersalah terus menghantuinya. Walaupun ia hanya menjalankan tugas, namun rasa bersalah tak mampu ia hindari. 
Akibat tekanan batin yang amat kuat, ia melayangkan surat permohonan maaf. Tidak tanggung-tanggung. Kepada 320 kota di Jerman ia surati untuk meminta maaf. Syukurlah pemerintah kota mengabulkan permohonan pengampunan yang ia harapkan. Tidak heran, ketika ia mendengar berita bahagia itu, ia menangis tersedu-sedu. Bagaikan anak kecil yang meraung-raung, Frank berlaku
demikian. Mengapa demikian? Karena, kini ia lega mendapatkan pengampunan dari sesama. Lalu, bagaimana dengan Tuhan? Jelas, Tuhan pun mengampuni tatkala ia memohon dengan hati yang bertobat.

Kita beroleh kabar gembira hari ini. Firman Tuhan menuliskan bahwa Tuhan kita pemurah. Dia mengampuni siapa saja yang memohon kepada-Nya. Ketika ayat-ayat ini ditulis, umat Yehuda dalam pembuangan. Mereka jauh dari Tuhan. Pula, jauh dari Bait Allah, mereka membelakangi anugerah. Maka, Yesaya mengingatkan untuk kembali kepada Allah. Mengapa harus kembali kepada-Nya? Firman Tuhan menjawab dengan sangat tepat, di dalam Tuhan ada pengampunan. Semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Rm.3:23). Karena itu, manusia membutuhkan pengampunan agar relasi dengan-Nya menjadi harmonis. Kalau tidak, seumur hidup dosa akan mengejari sebagaimana khotbah Jonathan Edwards di awal Kebangunan Rohani diAmerika abad ke-18.
PENGAMPUNAN MEMULUSKAN HUBUNGAN KITA DENGAN ALLAH

Renungan Harian Kristen - Marah Yang Positif

Bacaan Alkitab : Yohanes 2:13-25

Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." (Yohanes 2:16).



Saat ini tampaknya banyak orang yang mudah marah atau terpancing emosinya. Bisa jadi marah karena masalah yang besar atau marah karena hal sepele. Contoh yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari misalnya kemarahan di jalan raya. Seseorang yang sedang berkendara atau berjalan kaki, yang semula tenang dalam sekejap berubah dan marah-marah karena ada pengendara lain yang memotong jalan atau hampir menabraknya. Kejadian yang lebih parah adalah ketika akhirnya sepanjang
hari itu menjadi kacau akibat kemarahan tersebut.

Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah: Apakah seseorong tidak boleh marah? Apakah amarah selalu berakibat buruk? " Seseorang boleh saja marah dan kemarahan tidak selalu berakibat buruk.

Tuhan Yesus pernah marah di Bait Allah saat Dia melihat kenyataan yang sangat menggusarkan hati-Nya. Bait Allah yang seharusnya dijadikan tempat untuk beribadah dan memuliakan Dia justru menjadi tempat melakukan kejahatan. Bentuk kejahatan itu antara lain : pemerasan, penumpukan kekayaan, dan komersialisasi kedudukan. Bahkan, Yesus menyebut tempat tersebut tidak ubahnya seperti sarang penyamun.

Tuhan Yesus mengarahkan kemarahan-Nya dengan tujuan agar Bait Allah kembali pada fungsinya. perjumpaan Tuhan dengan manusia dan pertemuan manusia dengan sesama yang saling menghargai harkatnya. Adalah keputusan tiap-tiap orang untuk menerima atau menolak kemarahan itu. Mereka yang merespons dengan benar akan mendapat kasih karunia: kesadaran diri untuk kembali pada yang
benar. Mereka adalah orang yang beruntung karena tidak menolak kemarahan yang beralasan, atau sebaliknya.

Kita juga pernah marah. Namun, apakah kemarahan kita merupakan kemarahan yang memiliki tujuan, bukan pelampiasan emosi yang berakibat merusak? Kiranya Tuhan menurunkan rahma-Nya sehingga mulai hari ini kita lebih dimampukan untuk menggunakan semua energi-termasuk energi untuk marah dengan tujuan yang konstruktif sehingga berdampak posinf.


KEMARAHAN YANG BERTUJUAN BAIK ADALAH ALTERNATIF PILIHAN YANG BISA BAIK SEBAGAI RASA TANGGUNG JAWAB KEPADA TUHAN MAUPUN SESAMA


Renungan Harian Kristen



Sabtu, 05 Mei 2012

Dimana Letak Ke-Tuhan-an Yesus, ketika mengucapkan, "Eli, Eli lama sabhaktani?"

Pertanyaan ini seringkali ditanyakan oleh saudara-saudara kita yang berbeda keyakinan. Mengapa? Karena mereka hanya memakai pengetahuan mereka secara duniawi. Namun bagi kita yang percaya, Roh Kudus telah mengaruniakan pengertian tentang ini.

Saya akan coba menjawab pertanyaan ini dari sisi Iman Kristiani. Mungkin bagi saudara-saudara kita yang "belum dikaruniakan" akan pengertian ini, mungkin agak sedikit sulit untuk memahaminya.

Dalam Matius 27:46 dikatakan demikian :
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Ayat ini jika kita artikan HANYA dari sudut pandang kita sebagai manusia biasa, mungkin pengertiannya akan sama dengan saudara-saudara kita yang berbeda keyakinan dengan kita.

Perlu kita ketahui bahwa "Eli, Eli, lama sabakhtani" BUKANLAH sebuah Doktrin Tuhan memanggil Tuhan seperti pemahaman saudara-saudara kita diluar Kristen. "Eli, Eli, lama sabakhtani" adalah sebuah UNGKAPAN yang BIASA diucapkan "untuk mengungkapkan suatu penderitaan" atau "kesengsaraan".

Mungkin saudara bingung dan bertanya, "Masa sih?". Seperti biasa, kita selalu membutuhkan BUKTI agar bisa lebih yakin. Oke, kita akan coba telusuri, darimana Yesus mengutip perkataan : "Eli, Eli, lama sabakhtani?"

Mari kita lihat Mazmur 22:2 - "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku."

Apakah kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dengan mengutip perkataan tersebut mengartikan bahwa YESUS bukan Tuhan?

Itu adalah pemahaman yang salah dan keliru. Yesus dan Bapa adalah SATU, dan memiliki suatu hubungan yang SANGAT TERAMAT KHUSUS yaitu hubungan dalam hakikat ilahi.

Apakah ada ayatnya? Lagi-lagi kita membutuhkan BUKTI (Udah seperti Thomas ya? Heheheee....). Mari kita lihat beberapa perkataan-perkataan Tuhan Yesus :

Yohanes 10:30 - Aku dan Bapa adalah satu.

Yohanes 10:38 - tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.

Yohanes 14:10 - Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Yohanes 14:11 - Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
Yohanes 14:20 - Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Ternyata ada juga ya ayatnya? Tuhan itu memang baik ya? Dia tidak mau kita anak-anak Nya menjadi bingung. Dia sudah menyediakan semua jawaban. Jadi tidak salah jika dikatakan bahwa Alkitab adalah JAWABAN atas setiap masalah manusia.

Kita lanjut lagi ya...!

Tuhan Yesus disalib merupakan sebuah kondisi dan suatu tanggungan yang "tidak bisa" digambarkan. Dia harus disalib untuk mengakhiri misi-Nya. Pada saat seperti itu, Yesus mengutip suatu ungkapan yang menggambarkan betapa beratnya tanggungan yang harus Ia pikul demi suatu misi yang dirancangkan Allah yaitu untuk MENYELAMATKAN manusia dari kebinasaan akan dosa (Yohanes 3:16).

Dan untuk mengakhiri dan menyelesaikan misi ini secara TUNTAS, Yesus harus rela mengalami Tubuh Jasmani-Nya "terpisah" dari Roh Allah yaitu dengan kematian-Nya untuk penebusan.

Yesus mau melakukan itu agar manusia tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal di Sorga (bagi yang percaya). Dan Yesus datang ke dunia bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Markus 10:45).

Pada kondisi inilah Yesus mengutip ungkapan “'Eli, Eli, lama sabakhtani"..

Hal ini sama sekali TIDAK menunjukkan bahwa Yesus bukanlah Tuhan yang sehakikat dengan Allah. Justru melalui itu kita bisa melihat hubungan yang sangat khusus antara Yesus dan Allah bahkan disaat-saat terakhir Yesus menjalankan misi penyelamatan terhadap semua manusia.