Sabtu, 30 Juni 2012

Renungan Harian Kristen - MUSUH MENJADI KEUNTUNGAN


Bacaan Alkitab : 1 Samuel 18:21-29

Maka makin takutlah Saul kepada Daud. Saul tetap menjadi musuh Daud seumur hidupnya. (1 Samuel 18:29) 


Suatu kali saya pernah bertemu dengan seorang pimpinan redaksi sebuah penerbitan buku yang sudah cukup maju. Dalam obrolan itu, ada sebuah ungkapan yang membuat saya terkejut saat mendengarnya. Pimpinan itu berkata, “Saya lagi bingung. Saya merasa tidak ada musuh. Jadi saya merasa takut kalau tidak ada ancaman”. 

Saya jadi bertanya-tanya dengan hal ini. “Bukankah lebih bagus kalau tidak ada musuh? Bukankah kita akan lebih tenang jika tidak ada kompetitor dalam usaha kita?” Saya pun kemudian menanyakan alasannya dan pimpinan itu dengan bijaksana menjawab, “Sekarang perusahaan saya berada di level atas. Jika tidak ada musuh atau kompetitor yang selevel, kami akan menjadi sombong. Akibatnya kami bisa lengah dan kehilangan motivasi untuk menghasilkan buku-buku yang berkelas bagi pelanggan kami.”

Bagi Saul, Daud adalah kompetitor dan musuh yang sangat menakutkan. Saul sangat takut jika jabatan raja itu diambil oleh Daud. Sehingga timbul dalam hatinya kebencian yang besar untuk menyingkirkan Daud. Itu sebabnya mengapa Saul tidak bisa berubah hidupnya. Ketakutan dan kebencian telah mematikan motivasinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Orang yang berpikir positif akan berkata bahwa munculnya kompetitor baru adalah sebuah keuntungan. Mengapa? Karena ia bisa belajar rendah hati, belajar untuk makin kreatif serta bertumbuh pada kedewasaan. Bukankah ini sebuah keuntungan?

SEMAKIN BANYAK MUSUH DAN SEMAKIN BANYAK TANTANGAN,
AKAN MENJADIKAN KITA MAKIN KREATIF.   


Jumat, 29 Juni 2012

Renungan Harian Kristen - Mengingkari Perjanjian


Bacaan Alkitab : Ulangan 4:23-40

Hati-hatilah, supaya jangan kamu melupakan perjanjian TUHAN, Allahmu,- 
(Ulangan 4:23).



Pernahkan Anda membuat sebuah perjanjian dengan orang lain? Jika pernah, tentu Anda mengetahui dengan pasti isi dari perjanjian tersebut. Dalam perjanjian yang dibuat oleh kedua belah pihak sudah pasti mempunyai beberapa butir-butir kesepakatan. Dan kesepakatan tersebut dipastikan tidak akan merugikan pihak manapun dan tidak ada yang merasa dirugikan di kemudian hari. Sebagai tanda kesepakatan, perjanjian itu akan disertai dengan materai dan tanda tangan.

Dalam kekristenan juga mengenal sebuah perjanjian, yaitu perjanjian dengan Tuhan Yesus. Perjanjian itu diadakan dengan pengorbanan Tuhan Yesus di atas kayu salib, dan sebagai “materai” nya adalah Darah-Nya. Siapapun yang menerima perjanjian-Nya dengan menerima baptisan dalam Nama-Nya harus memperhatikan butir-butir perjanjian dengan-Nya, supaya nanti jangan terkejut apabila ditolak oleh-Nya, kata-Nya : “Aku tidak pernah mengenal kamu. Enyahlah daripadaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:23). Oleh sebab itu, jangan pernah mengingkari  Perjanjian Allah ini.

Sebagai umat Tuhan, marilah kita hidup dalam “Perjanjian Allah”. Ia yang telah memanggil kita, telah menetapkan supaya kita hidup di dalam berkat dan kasih karunia-Nya. Semua diberikan-Nya bagi setiap kita yang mendengarkan suara Tuhan, taat dan setia melakukannya. Dia tidak akan lalai menepati janji-Nya. Setiap janji-Nya akan digenapi dalam kehidupan kita. Tidak ada siapapun yang dapat menghalangi berkat Tuhan dating kepada kita, ketika kita tetap berada di dalam kasih-Nya. Walaupun ada orang-orang yang ingin mencelakai kita, tetapi ketika kita tetap berada di dalam Tuhan, maka Tuhan akan menyatakan perlindungan-Nya bagi kehidupan kita. Dan tidak akan ada satu orang pun yang akan dapat mencelakai kita.


TUHAN TIDAK PERNAH LALAI MENEPATI JANJI-NYA




Rabu, 27 Juni 2012

Renungan Harian Kristen - MAKANAN DAN FIRMAN

Bacaan Alkitab : Yeremia 15:15-21


Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku,.... (Yeremia 15:16).


Pernahkah Saudara mengalami lapar?  Tentu setiap orang pernah merasakan lapar. Jika rasa lapar itu sudah semakin kuat, biasanya tubuh kita gemetar, lemas, dan tidak bisa konsentrasi dalam berpikir maupun bekerja. Jika kita sedang berada di rumah, mungkin kita akan cepat-cepat bergegas ke dapur membuka lemari makanan lalu memakannya. Atau mungkin jika kita sedang bekerja di kantor atau sedang berada di sekolah, tentu sudah tidak sabar ingin cepat-cepat keluar dan membeli makanan di kantin. Jika sudah lapar, apapun makanannya pasti terasa lezat, terkadang kita sudah tidak perduli dengan kondisi makanan yang kita makan.

Di jaman sekarang ini, banyak orang menjadi perampok, pencuri, pembunuh, dan perbuatan kriminal lainnya. Semua itu mereka lakukan dengan berbagai alasan, diantaranya adalah untuk mengisi perutnya dan juga keluarganya. Tentu apa yang mereka lakukan itu semuanya salah dan tidak berkenan dihadapan Tuhan. Namun dari semua itu, kita bisa melihat betapa pentingnya makanan nagi kehidupan manusia. Karena melalui makanan manusia akan mengalami pertumbuhan dan memiliki sumber energi sehingga mampu melakukan aktifitas dan bekerja dengan baik, dan tentunya bisa bertahan hidup.

Kehidupan rohani juga seperti itu, kita membutuhkan makanan rohani. Banyak orang yang mengaku sebagai orang percaya, namun sangat jarang sekali mengisi hidupnya dengan makanan rohani. Mereka terlena dan terlalu sibuk dengan kegiatan maupun pekerjaannya setiap hari. Mereka beranggapan bahwa pekerjaan dan mencari uang itu lebih penting dibandingkan membaca alkitab, mendengar firman, dan ibadah. Karena menurut mereka, semua itu bisa dilakukan ketika meeka sudah tua. Ini adalah pemikiran dan pemahaman yang salah. Kitab Mazmur menulis ciri dari kehidupan orang percaya yaitu bahwa Firman Allah menjadi kesukaannya (makanannya), sehingga siang dan malam Firman itu direnungkannya (Mazmur 1:2), dan sebagai akibatnya ia akan mengalami pertumbuhan rohani, imannya semakin kuat, sekalipun di dalam perjalanan hidupnya ada banyak badai persoalan yang menerpa, dia akan memperoleh kekuatan dan pembaharuan.

Oleh sebab itu, selagi masih ada kesempatan, janganlah kita menyia-nyiakan berkat makanan rohani yang datang kepada kita, tetapi marilah kita nikmati demi suatu kehidupan yang kekal di sorga nanti. (Samuel Sadusi).

ORANG YANG ENGGAN DAN TIDAK PERDULI DENGAN PERTUMBUHAN 
ROHANINYA ADALAH ORANG-ORANG YANG TIDAK SIAP KE SORGA.





Senin, 25 Juni 2012

Renungan Harian Kristen - KAYA DI DALAM TUHAN


Bacaan Alkitab : Ulangan 8:1-20

Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, …. (Ulangan 8:18).


Banyak orang berpikir bahwa menjadi kaya adalah sebuah dosa. Itu sebabnya mereka tidak pernah mengalami kelimpahan. Padahal Tuhan menginginkan agar anak-anak-Nya diberkati sehingga bisa MENJADI BERKAT BAGI BANYAK ORANG. Sebagian orang lagi menganggap bahwa mereka memang ditakdirkan dan dilahirkan untuk hidup susah, maka jadilah menurut pikiran dan iman mereka.

Keinginan yang kuat ditambah dengan kerja keras akan menghasilkan sebuah kesuksesan. Kita harus membuat cita-cita yang jelas di dalam benak kita, lalu mewujudkannya dengan action. Karena itu, penting bagi kita untuk menuliskan cita-cita kita pada sehelai kertas, bahkan bila perlu memberi pigura dan memasangnya di tempat yang selalu terlihat. Dengan menuliskannya, kita bisa mendapatkan tenaga untuk mewujudkannya. Percayalah, apapun yang dapat kita visualisasikan dengan jelas dan benar-benar menginginkannya dan dengan tulus meyakininya dan secara antusias mengambil tindakan, akhirnya apa yang kita inginkan akan menjadi kenyataan. Dan tentunya tidak lupa berdoa dan meminta kepada Tuhan yang punya segala kekayaan. 

Kemakmuran berbicara tentang bagaimana kita mengelola kekayaan yang Tuhan beri dengan bijak, termasuk tentang PERPULUHAN. 

Banyak orang yang salah dalam mengelola kekayaan yang mereka miliki. Mereka menganggap bahwa apa yang mereka miliki saat ini adalah karena kerja keras, kekuatan, dan kepintaran mereka sendiri, sehingga mereka lupa dan bahkan tidak mau menolong orang lain yang sedang dalam kesusahan, walaupun itu saudara mereka sendiri. Dan lebih parahnya lagi, mereka lupa kepada Tuhan, lupa berterima kasih kepada Tuhan, dan lupa mengembalikan apa yang menjadi bagian Tuhan. 

Tokoh-tokoh di dunia bisnis yang sukses besar seperti John D. Rockefeller, Heinz, dan Colgate memberikan apa yang menjadi hak-Nya Tuhan. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengembalikan apa yang menjadi bagian Tuhan?

BERHENTILAH MEMIKIRKAN KEKAYAAN SEBAGAI KEBURUKAN,
DAN KEMISKINAN SEBAGAI KEBAJIKAN
    


Kamis, 21 Juni 2012

BUKTI YESUS MENYATAKAN DIRI-NYA ADALAH TUHAN

BUKTI YESUS MENYATAKAN DIRI-NYA ADALAH TUHAN YANG DICATAT ALKITAB
1. YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH ABRAHAM, ISHAK, DAN YAKUB (MERUPAKAN ALLAH ORANG YANG HIDUP, DIBANGKITKAN DARI KEMATIAN).

Matius 22:32 “Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup”.  
2. YESUS KRISTUS SUDAH ADA SEBELUM ABRAHAM ADA, YESUS KRISTUS MENYEBUT DIRINYA SAMA DENGAN ALLAH.

Yohanes 8:57 - “Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”

Yohanes 8:58 - “Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

3. YESUS KRISTUS ITU SATU DENGAN ALLAH (DISEBUT BAPA).

Yohanes 10:30 - “Aku dan Bapa adalah satu.” 
Sekilas, ini kelihatannya bukan merupakan sebuah klaim bahwa Dia adalah Allah. Namun kalau dilihat dari reaksi orang-orang Yahudi terhadap pernyataan ini “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.” (Yohanes 10:33).

Orang-orang Yahudi mengerti pernyataan Yesus sebagai sebuah klaim bahwa Dia adalah Allah.

Dalam ayat-ayat berikutnya Yesus tidak pernah mengoreksi orang-orang Yahudi dengan mengatakan, “Saya tidak mengaku diri sebagai Allah.” Hal ini menunjukkan bahwa Yesus betul-betul mengatakan bahwa Dia adalah Allah dengan mengumumkan, “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30).

Yohanes 8:58 adalah contoh lainnya. Yesus memproklamirkan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Kembali orang-orang Yahudi berespon dengan mengambil batu dan berusaha melempari Yesus (Yohanes 8:59)

Yesus mengumumkan identitasnya dengan menggunakan “Aku adalah” yang adalah merupakan penerapan langsung dari nama Allah dalam Perjanjian Lama (Keluaran 3:14). Mengapa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu kalau bukan karena Dia mengatakan sesuatu yang mereka anggap menghujat Allah, yaitu dengan mengaku diri sebagai Allah?

4. YESUS KRISTUS ITU ADALAH FIRMAN ALLAH YANG MENCIPTAKAN SEGALA SESUATU, DAN YANG MENJADI MANUSIA DENGAN TUJUAN MENYELAMATKAN / MENGAMPUNI DOSA-DOSA MANUSIA YANG SUDAH JATUH DI DALAM DOSA DI TAMAN EDEN.

Yohanes 1:1 - “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Yohanes 1:2 - “Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Yohanes 1:3 - “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Yohanes 1:4 - “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Yohanes 1:5 - “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

JELAS, MAKSUDNYA AYAT ALKITAB TERSEBUT “IA PADA MULANYA BERSAMA-SAMA DENGAN ALLAH, DI DALAM DIA ADA HIDUP DAN HIDUP ITU ADALAH TERANG MANUSIA” ADALAH YESUS KRISTUS

Yohanes 1:9 - “Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
Yohanes 1:10 - “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
Yohanes 1:11 - “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
Yohanes 1:12 - “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

TERANG MANUSIA ADALAH MAKSUDNYA KEMULIAAN YESUS KRISTUS YAITU FIRMAN ALLAH YANG MENJADI MANUSIA.

Yohanes 1:12-13 - “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah”.

Yohanes 1:14 - “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Yohanes 1:16 - “Ia penuh kasih; tiada hentinya, Ia memberkati kita.

Yohanes 1:17 - “sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

Yohanes 1:18 - “Tak ada yang pernah melihat Allah, selain anak tunggal Bapa, yang sama dengan Bapa dan erat sekali kepada-Nya. Dialah yang menyatakan Bapa kepada kita.

JELAS MEMBUKTIKAN AYAT ALKITAB TERSEBUT MERUJUK KEPADA YESUS KRISTUS (TERANG MANUSIA YANG SAMA DENGAN ALLAH).

Yesus mengumumkan identitasnya dengan menggunakan “Aku adalah” yang adalah merupakan penerapan langsung dari nama Allah dalam Perjanjian Lama (Keluaran 3:14).

Mengapa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu kalau bukan karena Dia mengatakan sesuatu yang mereka anggap menghujat Allah, yaitu dengan mengaku diri sebagai Allah?

5. YESUS KRISTUS ITU BERTUJUAN MURNI UNTUK MENYELAMATKAN MANUSIA DARI PENGHUKUMAN DOSA KARENA MEMAKAN BUAH YANG DILARANG MAKAN DI TAMAN EDEN (DOSA KEMATIAN).

Yohanes 3:16 - “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yohanes 3:17 - “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Yohanes 3:18 - “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

TEPAT SEKALI, BERDASARKAN AYAT ALKITAB DI ATAS.. TUHAN DATANG KE DUNIA INI UNTUK MENYELAMATKAN MANUSIA BUKAN UNTUK MENGHUKUMNYA, “BARANGSIAPA PERCAYA KEPADA-NYA MAKA ORANG ITU TIDAK AKAN DIHUKUM MELAINKAN BEROLEH HIDUP KEKAL DI KERAJAAN SORGA SELAMANYA BERSAMA TUHAN YESUS.

Yohanes 3:19 - “Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Yohanes 3:20 - “Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;

Yohanes 3:21 - “tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

6. YESUS KRISTUS MENYATAKAN DIRI-NYA HANYA SATU-SATUNYA JALAN, KEBENARAN, DAN HIDUP MENUJU KEPADA ALLAH BAPA DI SORGA.
Yohanes 14:6 - “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Yohanes 14:7 - “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

Yohanes 14:11 - “Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

Haleluya.. Amin.

7. YESUS KRISTUS MENYATAKAN DIRINYA ADALAH KEBANGKITAN DAN HIDUP.

Yohanes 11:25 - “Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
Yohanes 11:26 - “dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.
8. YESUS KRISTUS MENYATAKAN DIRINYA DATANG UNTUK MEMBERIKAN TUBUH DAN DARAHNYA BUAT PENGAMPUNAN DOSA DAN KEHIDUPAN KEKAL DI SORGA.

Yohanes 6:51 - “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Matius 26:28 - Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa".

9. YESUS MENYATAKAN DIRINYA MEMILIKI KUASA DI KERAJAAN SORGA.DAN DI BUMI.

Matius 28:18 - “Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.


Jadi, dengan sebegitu banyak ayat alkitab yang jelas-jelas sangat welas asih, penuh kasih, enak dibaca, direnungkan dan sangat jelas maknanya.. Inilah yang membuktikan kebenaran dan keabsolutan alkitab merupakan kitab suci yang benar dari allah, dan yesus kristus merupakan juruselamat dan tuhan allah untuk kerajaan sorga dan seluruh alam semesta untuk selama-lamanya.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

Sabtu, 09 Juni 2012

Renungan Harian Kristen - ANAK YANG HILANG

Bacaan Alkitab : Lukas 15:11-32

Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. (Lukas 15:24).

Dalam pengajaran-Nya selama di dunia, Tuhan Yesus banyak mengajarkan murid-murid Nya dan orang-orang yang mengikuti-Nya dengan berbagai perumpamaan.

Salah satunya adalah perumpamaan tentang ANAK YANG HILANG. Jika kita membaca cerita ini, biasanya kita selalu TERFOKUS kepada SI BUNGSU.

Si Bungsu menuntut harta warisan yang menjadi bagiannya, pergi dari rumah, lalu menghambur-hamburkan harta miliknya, jatuh miskin, menyadari dan menyesali perbuatannya, kemudian kembali ke rumah ayahnya.

Kisah Si Bungsu ini adalah suatu gambaran tentang kita. Setelah terjerumus dalam DOSA, lalu BERTOBAT, dan mendapat pengasihan dan ampunan dari Bapa Surgawi.

Namun jika kita melihat dari sosok Si Sulung, itu juga seringkali menjadi gambaran tentang kita. Bahkan, mungkin kita lebih sering seperti Si Sulung.

Coba kita perhatikan, apa yang dikatakan oleh Si Sulung kepada bapanya : "Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia". (Lukas 15:29-30).

Kita memang tidak sampai "terhilang" seperti Si Bungsu. Kita tetap pergi ke gereja, aktif dalam pelayanan, dan rajin berdoa. Kita selalu menjadi orang baik-baik dan tidak terjerumus dalam "kemabukan duniawi".

Namun seringkali kita hidup dalam KETIDAKTULUSAN. Kita melakukan semua kebaikan itu dengan "PAMRIH" dan mengharapkan IMBALAN, BALASAN, atau UPAH.

Tidak jarang kita PROTES dan IRI jika melihat ada orang di sekitar kita yang berlatar belakang seorang PENJAHAT atau seorang PENDOSA yang BERTOBAT dan mendapat pengasihan dan ampunan dari Tuhan. Kita tidak bisa terima karena kita MERASA LEBIH LAYAK dan LEBIH BAIK dari orang tersebut. Tanpa kita sadari, diam-diam kita telah menjadi HAKIM atas sesama kita.

Sahabat-sahabat RHK yang disayang Tuhan, marilah kita sama-sama intropeksi diri kita masing-masing. Jangan ada dendam, jangan ada iri dan dengki. Mari kita MAJU dan BANGKIT bersama-sama dalam Tuhan. Saling mengasihi dan saling menguatkan dalam IMAN.

Renungan Harian Kristen - MEMAAFKAN

Bacaan Alkitab : Matius 18:21-35

Dan ampunilah kami dari kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami. (Matius 6:12).

Seorang pemuda duduk di kursi terdakwa karena didakwa membunuh teman sebayanya. Sebelum membaca keputusan, sang hakim bertanya kepada ayah si anak yang menjadi korban, "Pemuda ini terbukti bersalah telah membunuh putra anda. Menurut anda, hukuman apa yang setimpal untuknya?"

Sang ayah menjawab, "Pak Hakim, anak saya satu-satunya telah meninggal. Hukuman apapun tidak akan mengembalikan hidupnya. Saya sangat mengasihinya, dan sekarang saya tidak punya siapa-siapa lagi untuk saya kasihi. Tolong kirimkan terdakwa ke rumah saya untuk menjadi anak saya."

Apa reaksi kita terhadap orang yang pernah menyakiti kita? Ingin menghukumnya? Mencoba untuk membuatnya merasakan penderitaan yang kita rasakan, bahkan kalau bisa lebih menderita, biar tahu rasa?

Memaafkan memang bukan perkara semudah membalikkan telapak tangan. Namun, begitulah yang Tuhan ingin kita lakukan (ayat 22). Lalu, bagaimana melaksanakan kehendak Tuhan itu di tengah keterbatasan kita?

Pertama, sadari bahwa ibarat orang berhutang, kita punya lebih banyak hutang kepada Tuhan daripada orang lain kepada kita. Dosa kita yang begitu banyak, oleh Kasih Kristus lunas dibayar di kayu salib. Jadi, kalau hutang kita yang segitu banyaknya sudah Tuhan bayar lunas, mengapa kita masih terus menuntut orang lain "membayar" utangnya kepada kita (ayat 33)?

Kedua, sadari bahwa menyimpan dendam dan kebencian dalam hati hanya akan menimbulkan ketidaksejahteraan. Hanya menambah beban. Dengan memaafkan, sebenarnya kita telah berbuat baik kepada diri sendiri.

KEKUATAN SESEORANG TERLETAK KETIKA IA BISA 
MEMAAFKAN ORANG YANG MENYAKITINYA.

Minggu, 03 Juni 2012

Renungan Harian Kristen - JANGAN KUATIR DAN TETAP BERSYUKUR

Bacaan Alkitab : Filipi 4:4-9

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." (Filipi 4:6).


Firman Tuhan mengajarkan kita untuk menyatakan permohonan kepada Allah dalam segala hal. Segala hal berarti seluruhnya, tanpa ada pengecualian. Jadi dalam segala hal, dengan doa dan permohonan dengan ucapan syukur, kita menyampaikan permohonan kepada Allah. Banyak orang datang kepada Tuhan dengan doa dan permohonan tetapi masih saja kuatir, mengeluh serta menggerutu. Jika kita terus menggerutu tentang permasalahan yang ada dan berusaha menyelesaikannya dengan kekuatan sendiri, maka berarti kita tidak perlu lagi berdoa dan datang kepada Tuhan, bukan? Selama kita terpaku dan memegang erat-erat masalah kita tidak ada gunanya untuk berdoa, karena berarti kita belum mau melepaskan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan.

Mari perhatikan apa yang Alkitab ajarkan tentang masalah yang kita alami: "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu." (1 Petrus 5:7). Jika kita menyerahkan masalah kita kepada Tuhan, kita tidak perlu memikirkan masalah itu lagi karena masalah itu sudah ada di tangan Tuhan. Dia mau menanggung kekuatiran kita sehingga kita pun tidak perlu menanggungnya lagi. Amin? Tuhan memerintahkan kita untuk tidak kuatir dengan menyerahkan kekuatiran itu kepadaNya dalam doa dan permohonan serta ucapan syukur.

Kunci utama untuk lepas dari kekuatiran adalah memuji Tuhan. Tuhan akan membebaskan kita dari semua permasalahan yang ada jika kita mau belajar memuji dan bersyukur kepadaNya. Mengucap syukur dalam segala perkara kepada Tuhan adalah penting. Ada banyak ayat dalam Perjanjian Lama yang berbicara mengenai ucapan syukur kepada Tuhan. Salah satunya adalah: "Masuklah melalui pintu gerbangNya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataranNya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepadaNya dan pujilah namaNya! Sebab Tuhan iu baik, kasih setiaNya untuk selama-lamanya, dan kesetiaanNya tetap turun-temurun." (Mazmur 100:4-5). Memasuki gerbang Allah dan pelataranNya dengan pujian adalah menunjuk kepada hal berdoa.

"Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah...Berserulah kepadaKu pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Mazmur 50:14-15

Sabtu, 02 Juni 2012

Renungan Harian Kristen - LIDAH ITU TAJAM DAN BERBAHAYA

Bacaan Alkitab : Mazmur 52:1-11

"Engkau merancangkan penghancuran, lidahmu sepeti pisau cukur yang diasah,..." 
(Mazmur 52:4).


Lidah kita ini tajam ibarat sebuah pisau, karena itu kita harus berhati-hati menggunakannya. Manfaat sebuah pisau sangat bergantung di tangan siapa pisau tersebut berada. Pada dasarnya pisau berfungsi untuk mengupas atau memotong sayur, buah-buahan dan sebagainya. Namun jika kita tidak berhati-hati, pisau bisa saja melukai dan menyakiti kita sendiri atau orang lain. Tuhan menciptakan lidah untuk tujuan yang positif, dan pada saatnya Dia akan meminta pertanggungjawaban dari tiap-tiap kita.

Apa yang harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan berkenaan dengan lidah atau ucapan kita? Ialah bagaimana kita menggunakan lidah kita setiap hari. Apakah perkataan kita sudah menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekitar kita? Berapa jiwa yang sudah kita menangkan melalui perkataan kita? Ataukah banyak orang menjadi terluka karena lidah kita yang tajam, perkataan kita sangat kasar, pedas dan menyakitkan? Apakah lidah kita selalu menggemakan kata-kata negatif dan kutuk? Tuhan menghendaki agar dari lidah kita keluar kata-kata berkat yang menguatkan semangat orang lain sehingga kita menyelamatkan mereka dari keputusasaan dan kekecewaan.

Hati-hatilah dengan lidah kita, karena bila salah menggunakannya akan sangat berbahaya. Alkitab mengingatkan kita tentang lidah yang berbahaya, di antaranya lidah yang tidak dikekang. "Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya." (Yakobus 1:26). Adalah percuma kita rajin ibadah ke gereja atau persekutuan jika kita tidak bisa mengekang lidah kita dari ucapan-ucapan yang jahat. Selain itu lidah juga bisa 'membunuh' orang lain (baca Yeremia 9:8); lidah yang mengacaukan: suka memfitnah, mengadu domba atau menipu (baca Mazmur 52:6); lidah yang bercabang (Amsal 10:31).

Bila kita menyadari betapa berbahayanya lidah, kita pun harus berhati-hati. Bagaimana kita menggemakan lidah itu sangat mempengaruhi kehidupan kekristenan kita. Kita harus melatih lidah kita agar selaras dengan firman Tuhan: selalu bersih, selalu menjadi berkat dan menyenangkan hati Tuhan.


PERGUNAKAN LIDAH UNTUK MELUASKAN KERAJAANNYA DI BUMI: 
UNTUK BERSAKSI, MENAIKKAN PUJIAN BAGI TUHAN, MEMBERIKAN FIRMANNYA; BUKAN UNTUK PERKARA SIA-SIA!

Renungan Harian Kristen

Jumat, 01 Juni 2012

Renungan Harian Kristen - DALAM KESESAKAN BERSERULAH KEPADA TUHAN

Bacaan Alkitab : Yeremia 38:1-13

"Kemudian mereka menarik dan mengangkat Yeremia dengan tali dari perigi itu." 
(Yeremia 38:13a)

Menjadi orang percaya ternyata tidak mudah, seringkali kita diperhadapkan pada masalah atau kesesakan. Tapi bukan hanya orang Kristen saja yang punya masalah, semua orang tanpa terkecuali (selama masih bernafas di dunia ini) pasti punya masalah. Jadi kita tidak mengalaminya sendiri! Karena itu, stop mengasihani diri sendiri karena ada satu hal yang pasti, yaitu jaminan pemeliharaan Tuhan bagi anak-anakNya. 
Pemazmur berkata, "Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu;" (Mazmur 34:20). Tuhan selalu punya cara ajaib untuk menolong dan menyediakan jalan keluar bagi setiap permasalahan. Masalah tidak hanya dialami orang Kristen awam, tapi bisa terjadi dalam kehidupan pelayan Tuhan atau orang-orang yang terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan.

Yeremia, meskipun sebagai nabi Tuhan, pun mengalami masa-masa yang sulit. Ketika menyampaikan nubuat yang diperintahkan Tuhan kepadanya, Yeremia dibenci dan dianiaya. Tertulis: "Maka mereka mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam perigi..., mereka menurunkan Yeremia dengan tali. Di perigi itu tidak ada air, hanya lumpur, lalu terperosoklah Yeremia ke dalam lumpur itu." (Yeremia 38:6). Dalam keadaan demikian, sudah tentu sebagai manusia Yeremia merasa takut dan nyaris putus asa. Tetapi Yeremia tidak berteriak-teriak minta tolong kepada manusia. Alkitab mencatat Yeremia berseru kepada Tuhan, "Ya Tuhan, aku memanggil namaMu dari dasar lobang yang dalam. Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telingaMu terhadap kesahku dan teriak tolongku!" (Ratapan 3:55-56).

Sungguh, Tuhan itu bukan Tuhan yang tuli, Dia mendengar teriak anak-anakNya yang berada dalam kesesakan. Maka Tuhan memakai Ebed-Melekh untuk menyelamatkan Yeremia. Orang Etiopia itu melapor kepada raja bahwa Yeremia telah dimasukkan dalam perigi (Yeremia 38:7-9). Lalu raja menyuruh Ebed-Malekh untuk membebaskan Yeremia, "Bawalah tiga orang dari sini dan angkatlah nabi Yeremia dari perigi itu sebelum ia mati!" (Yeremia 38:10). Bila saat ini kita sedang dalam 'perigi masalah' dan sepertinya tidak ada harapan, berserulah kepada Tuhan, Dia pasti akan memberikan jalan keluar yang terbaik. Kata Yeremia, "Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku." (Ratapan 3:58).

Renungan Harian Kristen