Jumat, 28 September 2012

Renungan Kristen - KASIH MENGALAHKAN SEGALANYA

Bacaan Alkitab : 1 Korintus 13:1-13

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. 
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. (1 (Korintus 13:6).


Mungkin diantara kita pasti pernah berhadapan dengan pelanggan yang rewel. Atau berhadapan dengan orang-orang yang mau menang sendiri, tidak mau kalah, egois, dan tidak mau mendengarkan omongan.

Konon dalam sebuah cerita, hiduplah seorang jenderal yang sangat pintar. Ia menguasai sistem pemerintahan, tata negara, sastra, dan seni. Ia dipercaya oleh raja untuk menyerang sebuah daerah. Kemudian berangkatlah ia beserta pasukannya. Sebelum menyerang, ia memakai sebuah cara dan metode intimidasi terhadap warga di daerah yang akan diserang. Ia menebar teror dengan tujuan agar mereka takut dan menyerah. Namun tidak demikian yang terjadi, perkiraannya meleset. Semakin ia menjalankan strategi kekerasan itu, penduduk tersebut semakin bersatu padu dan bahkan menyerang balik pasukan jenderal tersebut.

Pasukan jenderal yang gagah perkasa tersebut dipukul mundur. Padahal secara logika, mereka mampu mengalahkan daerah tersebut. Kemudian sang jenderal kembali dan raja memanggilnya. Ia diminta menjelaskan penyebab kekalahan pasukannya. Dan diketahuilah bahwa intimidasi dan kekerasanlah yang menjadi penyebab kekalahan mereka. Lalu raja memerintahkan untuk menyerang kembali, tapi kali ini tanpa teror dan tanpa kekerasan. Dan penyerangan mereka berhasil, penduduk itu takluk dan daerah tersebut berhasil direbut.

Tuhan Yesus mengajar dengan kasih. Dan di dalam kasih itu ada kekuatan yang besar. Kasih adalah senjata ampuh yang dapat menaklukkan kekerasan dan dapat membebaskan kita dari segala kejahatan. Dan ini telah terbukti, kejahatan manusia ditutupi oleh Kasih Allah yang besar. Kasih itu jugalah yang mendorong Anak Allah meninggalkan tahta sorga dan menghampiri kita yang berdosa.

Kasih dapat membuat kita berlapang dada, sekalipun ada perlakuan yang tidak menyenangkan dan bahkan menyakiti perasaan kita. Bagaimana cara paling efektif menghadapi orang lain yang menyakiti hati kita atau orang-orang "bermulut tajam"? Hanya satu cara menaklukkan mereka, perlakukan mereka dengan kasih. Kelembutan kasih menaklukkan segala kejahatan. Menaklukkan dengan kasih bukan berarti tidak tulus. Dan hendaklah kasih itu jangan pura-pura. (Roma 12:9). 

Yang kita "taklukkan" bukanlah orangnya, tapi rasa marah dan benci yang ada pada diri kita dan orang lain yang menyakiti kita. Jika kita mau melakukan perintah untuk mengasihi ini, Tuhan juga akan berperkara dengan hati orang itu.

BAHASA KASIH ADALAH BAHASA YANG SANGGUP MENEMBUS 
SEGALA TEMBOK EMOSI.


    

Selasa, 25 September 2012

Renungan Kristen - MEMPERTAHANKAN IMAN

Bacaan Alkitab : 2 Petrus 1:3-15

Karena itu saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. 
(2 Petrus 1:10).


Tahukah Anda berapa batas waktu bagi seseorang untuk bertahan dalam iman? Pertanyaan ini jarang sekali kita dengar dan kita renungkan. Biasanya orang-orang yang merasa imannya “lebih baik” dari orang lain akan menganggap orang lain itu “kurang diberkati” dan tidak jarang juga orang seperti ini memandang rendah orang lain. Dan ini sangatlah berbahaya karena tanpa disadarinya, hal itu dapat membuatnya jatuh ke dalam dosa “kesombongan”.

Setiap orang pasti berbeda-beda dalam hal mempertahankan imannya secara utuh dan stabil, ada yang 1 tahun, 2 tahun, 5 tahun, atau cuma 1 bulan.

Seorang pendeta berkata seperti ini kepada saya, "Saya dahulu bekerja di dunia sekuler. Kamu tahu kan betapa beratnya bekerja di dunia sekuler itu ? Tetapi setelah saya menjadi orang kristen, ternyata ada pekerjaan yang lebih berat dari itu ?"

Saya balik bertanya, "Apa itu?" Pendeta itu berkata, "Mempertahankan keselamatan."

Kalau anda menjadi seorang kristen, camkan bahwa anda wajib berjuang untuk mempertahankan kesalamatan anda. Oh ya, saya percaya akan kasih karunia ALLAH yg menopang kita. Saya percaya akan kekuatan ALLAH yg turun atas kita. Saya percaya akan campur tangan ALLAH dalam hidup kita supaya kita tidak tersandung. Tetapi masih ada orang kristen yang iman nya berguguran. Masalahnya di mana? Masalahnya adalah kita tidak mengerjakan apa yang menjadi bagian kita?.

Pertama, menjauhi kejahatan. Salomo berkata, "Janganlah menyimpang ke kanan dan kekiri, jauhkan kakimu dari kejahatan." (Amsal 4:27).

Siapa yang dapat menghalangi kaki anda kepada kejahatan? Tidak ada.

Meskipun ALLAH sendiri yang berbisik kepada anda, saya tidak yakin kalau anda akan menurutinya. Jadi yang penting disini adalah kemauan dengan kuat untuk menjauhi kejahatan. Langkah pertama itu yang penting untuk menentukan ke langkah-langkah berikutnya. Kebanyakan orang Kristen terjerambat kedalam persoalan, sebab ia tidak bijak memilih langkah yang pertama.

Sebagai contoh, ada kasus seseorang yang jatuh dalam dosa perzinahan dengan mantan pacarnya, sebab apa yang di lakukannya adalah fatal pada langkah pertama. Mulanya dia iseng menelepon mantan pacarnya itu, akhirnya obrolan yang mulanya biasa itu menjadi obrolan yang mesra dan menjadi keterusan, dan akhirnya tidak bisa mengontrol diri lagi.

Kedua, mendekat kepada ALLAH. Alkitab berkata, "Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-MU :segala jalan dusta aku benci." (Mazmur 119:128).

Semakin anda mendekat pada ALLAH, semakin anda akan membenci jalan dosa. Sebab hidup Anda dipenuhi dengan hadirat ALLAH. Otomatis anda menjadi manusia yang berjalan kesana kemari dengan di penuhi hadirat TUHAN. Dan anda akan membenci dosa dengan sendirinya.

JANGANLAH MENYIMPANG KEKANAN ATAU KEKIRI,
JAUHKAN KAKIMU DARI KEJAHATAN.

(Amsal 4:27)


Renungan Harian Kristen

Jumat, 21 September 2012

Renungan Kristen - BOLA KARET DAN BOLA KACA

Bacaan Alkitab : Kejadian 50:15-21

Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! 
(Mazmur 133:1).



Seorang mantan eksekutif Coca-Cola, Brian Dyson, pernah menyampaikan pidato yang sangat menarik, "Hidup itu seperti pemain akrobat dengan lima bola di udara. Anda bisa menamai bola itu dengan sebutan PEKERJAAN, KELUARGA, KESEHATAN, SAHABAT, dan SEMANGAT. Anda biasanya harus menjaga semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yang terjatuh. Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu di antara lima bola tersebut, LEPASKANLAH PEKERJAAN karena pekerjaan adalah BOLA KARET. Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung  kembali. Namun empat bola yang lain, seperti keluarga, sahabat, kesehatan, dan semangat adalah BOLA KACA. Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa fatal." 

Melalui penggambaran tersebut, Brian Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang. Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga pekerjaan yang adalah bola karet, bahkan kita mengorbankan keluarga, sahabat, kesehatan, dan semangat demi menyelamatkan bola karet tersebut. Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga. Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita jadi workaholik dan tidak memperhatikan kesehatan. Bahkan demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan sahabat atau keluarga yang telah kita bangun bertahun-tahun lamanya.

Bukan berarti pekerjaan tidak penting, tapi jangan sampai pekerjaan atau uang menjadi berala dalam hidup kita. Jangan sampai segala sesuatu kita korbankan demi uang, karir, maupun bisnis kita. Ingatlah bahwa kalaupun hilang, uang masih bisa dicari lagi, tapi kalau keluarga sudah terjual, kemana ita akan membelinya lagi?

Lihat kisah Yusuf yang meski pernah dibuat miskin, habis-habisan, dan sengsara oleh kakak-kakaknya tapi tetap tahu bahwa keluarga lebih penting dari penderitaannya itu. Uang hilang masih bisa dicari, tapi apa kita bisa membeli keluarga? Uang hilang masih bisa dicari, tapi apa kita bisa membeli sahabat? Uang hilang masih bisa dicari, tapi apakah kita bisa memulihkan kesehatan kita secara normal jika salah satu organ tubuh terkena penyakit kritis? Jangan keliru prioritas. Jagalah hidup Anda tetap seimbang. Jika mulai ritme hidup kita mengalami kekacauan, sebaliknya atur ulang prioritas hidup kita.

JAGALAH PRIORITAS ANDA TETAP SEIMBANG

Rabu, 19 September 2012

Renungan Kristen - SUKSES DAN GAGAL

Bacaan Alkitab : Mazmur 34:1-23

Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu. 
(Mazmur 34:20)


Hampir setiap manusia pernah mengalami kegagalan. Dr. Robert Schuller pernah mengatakan, "Jangan berhenti karena kelelahan, berhentilah jika Anda telah selesai". Ya, kegagalan hendaknya jangan menjadi alasan kita untuk berhenti melakukan dan mencoba sesuatu. Kita tahu ada begitu banyak kisah sukses pasti diawali dengan kegagalan.

Seorang pegawai bank yang sedang marah pernah menyarankan kepada Alexander Graham Bell agar membuang "barang mainan"nya. Barang mainan yang dimaksud adalah pesawat telepon. 

Thomas Alfa Edison juga pernah melakukan sekitar 1000 kali percobaan sebelum ia berhasil menemukan bola lampu. Tapi, cerita tidak berhenti disitu. Sekumpulan ahli juga pernah menganggap bola lampu sebagai temuan yang tidak akan ada manfaatnya bagi umat manusia. 

Selain itu, ada puluhan pernerbit telah menolak naskah buku "Chicken Soup for the Soul". Para editor beranggapan bahwa kumpulan cerita tersebut tidak akan laku dijual. Tapi apa yang terjadi? Pada tahun 1998, buku tersebut sudah terjual sampai 30 juta kopi dan sudah diterjemahkan ke dalam 30 bahasa. 

Tentu Anda mengenal merek Sony, tapi tahukah Anda bahwa Akio Morita, pendirinya, adalah murid yang pernah dianggap paling bodoh di kelas?. Ia pernah menempati perngkat terakhir dari 180 murid di kelasnya.

Henry Ford, penemu dan pendiri perusahaan mobil Ford, pernah gagal dan bangkrut lima kali, sebelum akhirnya ia memperoleh kesuksesan, dan masih banyak lagi kisah orang sukses yang pernah mengalami gagal sebelumnya.

Kisah kesuksesan hampir selalu diawali oleh kisah kegagalan. Alkitab bahkan mengatakan jika kemalangan orang benar itu banyak. Tetapi, ayat tersebut juga mengatakan, "Tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu."  Tuhan tidak selalu menghindarkan tapi DIA pasti melepaskan orang benar dari kemalangan. 

Ingatlah, bahwa kegagalan tidak menjadikan kita sebagai sebagai orang orang yang gagal. Namun, biarlah kita ingat bahwa kita baru benar-benar kalah ketika kita memutuskan untuk berhenti mencoba. Bahkan lebih dari itu, Tuhan sendiri berjanji bahwa anak Tuhan pasti akan dilepaskan dari kemalangan. Terpujilah Tuhan.

KEGAGALAN ADALAH KESEMPATAN UNTUK MEMULAI LAGI 
DENGAN CARA LEBIH CERDIK.

Jumat, 14 September 2012

Renungan Kristen - JANGAN EGOIS

Bacaan Alkitab : Lukas 6:27-36

“Dan Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” (Lukas 6:31).


Di sebuah seminar wiraniaga, seorang pendeta mengeluhkan usahanya yang selalu gagal. Ia mengaku pusing dengan keadaan tersebut dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Selepas sang pendeta mengeluarkan unek-uneknya, pembicara seminar itu pun akhirnya memberikan tanggapan. Namun, kali ini ia merespon dengan cara yang tidak biasa, yaitu dengan menceritakan mengenai hobinya:

“Saya mempunyai hobi bermain catur. Setiap kali saya kalah dalam permainan, saya akan berdiri di belakang lawan serta melihat papan catur dari sisinya. Kemudian saya mulai menemukan langkah bodoh yang saya buat dan mengakibatkan kekalahan. Hal itu karena saya ingin melihat dari sudut pandangnya. Tantangan bagi wiraniaga adalah melihat dunia dari sudut pandang calon pembeli.”

Dalam kehidupan ini ada begitu banyak permasalahan yang terjadi hanya karena tidak mau memahami orang lain. Berbagai kasus dapat kita saksikan setiap hari: keluarga yang tidak harmonis, perpecahan dalam rumah tangga, usaha yang gagal, persahabatan yang retak, bahkan yang paling ekstrim sampai terjadi pertumpahan darah. Jika kita tidak egois, hubungan komunikasi dengan orang lain pasti berjalan dengan baik. Ketika hubungan komunikasi sudah baik, apa yang ingin kita sampaikan kepada orang lain akan lebih mudah diterima.

Yesus memberikan contoh bagaimana menjalin komunikasi dengan memahami kebutuhan orang lain. Dalam Lukas 6:31, Yesus memberikan kunci untuk mengatasi sikap egois kita yang cenderung muncul. Jika kita mencoba melihat segala sesuatu dari perspektif orang lain, maka kita akan tahu bagaimana harus bersikap benar dan tepat.

Dalam berbagai hal yang kita lakukan, mengabarkan kebenaran tentang Yesus pun, hal ini akan sangat menjadi salah satu kunci yang penting. Mengatasi sikap egois kita sendiri akan menjadi kunci keberhasilan kita dalam hubungan pribadi, keluarga, dan kerja. Marilah kita kalahkan sikap egois dengan menganggap orang lain lebih utama. Bahkan, sesekali cobalah memandang sesuatu dari sudut pandang orang lain.

KEEGOISAN TIDAK AKAN PERNAH MEMBAWA KITA PADA KEADAAN DAN SITUASI YANG LEBIH BAIK.

Renungan Harian Kristen

Kamis, 13 September 2012

Renungan Kristen - MERASAKAN SENDIRI KUASA-NYA

Bacaan Alkitab : Ibrani 11:1-20

"Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, 
tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau". (Ayub 42:5).



Kita pasti pernah mendengar cerita seseorang tentang perjalanannya ke suatu tempat yang belum pernah kita kunjungi. Dia menceritakan awal perjalanan, sepanjang perjalanan, dan setelah sampai di tujuan. Sudah pasti dia menceritakan apa yang dia lihat dan apa yang dia rasakan. Dan biasanya kitapun menjadi tertarik dan ingin berkunjung ke tempat itu.

Demikian juga halnya dengan pengenalan akan Tuhan, akan jauh lebih menarik apabila kita mengalami sendiri berpetualang dengan Tuhan. Seperti halnya Daud, dia tidak akan pernah melupakan kemenangannya ketika melawan Goliat. Demikian juga ketika Allah meminta Abraham untuk memberikan Ishak di Gunung Moria dan Allah menggantikan dengan domba pada detik-detik terakhir. Atau ketika Mesir luluh-lantak dengan sepuluh tulah yang diberikan Allah untuk mengeluarkan bangsa  Israel dari Mesir.

Bagi para pelaku sejarah tersebut, berbagai peristiwa menakjubkan yang mereka alami tak ada habisnya untuk diceritakan dari generasi ke generasi. Bahkan kita masih bisa membacanya sampai sekarang. Semua kejadian diatas tidak akan pernah terjadi jika mereka tidak memutuskan untuk melibatkan Allah dalam seluruh kehidupan mereka.

Itulah sebabnya, setelah mengalami ujian yang sangat berat menurut ukuran manusia biasa, Ayub berkata, "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau". (Ayub 42:5). Alkitab menyediakan banyak kisah mengenai para tokoh iman yang bisa kita pelajari dan teladani sepanjang hidup kita.

Mungkin sampai hari ini kita sering mendengar kesaksian atau cerita mengenai kasih dan kuasa Tuhan dari orang lain, namun belum pernah mengalaminya sendiri. Hari ini, mintalah kepada Tuhan untuk diberi kesempatan mengenal DIA lebih lagi melalui berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. 

LEBIH BAIK MENGALAMI SENDIRI AKAN KUASA TUHAN, 
DARIPADA HANYA MENDENGAR DARI ORANG LAIN

 

BOLEHKAH MEROKOK ?


Ada gak ayat di Alkitab yang melarang merokok? Kalau ada, tunjukin ayatnya...!!!

Pertanyaan seperti ini sering kita dengar, khususnya dari para perokok. Masalah merokok, dari dulu sampai sekarang memang menjadi perdebatan. Mungkin bagi sebagian para perokok tidak terlalu perduli dengan pro dan kontra tersebut. Atau mungkin juga bagi sebagian orang yang merokok menganggap bahwa merokok itu hal yang wajar. Bagi orang Kristen yang merokok, hal inipun banyak menjadi perdebatan, karena di dalam Alkitab memang tidak ada tertulis “Dilarang Merokok”. 

Memang benar, di Alkitab tidak ada ayat yang secara gamblang atau secara spesifik yang menyebutkan bahwa merokok itu dilarang. Kita bisa cari dari Kitab Kejadian sampai Wahyu dalam terjemahan bahasa mana pun, dari bahasa di seluruh dunia, bahasa daerah, dari bahasa Jawa, Batak, Manado, hingga ke Papua, kita tidak akan menemukan kata-kata “Dilarang merokok”. Tapi kalau kita ke SPBU, kita pasti akan menemukan tulisan “Dilarang Merokok” yang tertempel di mana-mana. 

Meskipun demikian, jika kita mencermati Alkitab dengan mendalam, kita bisa menemukan beberapa ayat yang mendekati dengan kata-kata “Dilarang Merokok” tersebut. Tapi inipun hanya ayat-ayat yang mendekati larangan untuk merokok.

Seperti kita ketahui, Alkitab itu relevan sampai kapanpun, bahkan sampai akhir zaman. Meskipun demikian, kita juga harus mengetahui bahwa Alkitab itu ditulis dalam situasi dan keadaan yang berbeda dengan zaman sekarang dan yang akan datang, baik dari segi adat istiadat, budaya, ekonomi, politik, dan bahasa. Tapi satu hal yang perlu kita perhatikan dan pahami, dalam Alkitab seringkali memakai istilah dalam bahasa nubuatan yang perlu kita penafsiran agar kita dapat memahaminya dalam kondisi dan keadaan saat ini. 

Beberapa ayat dalam Alkitab yang membahasakan sesuatu benda atau keadaan zaman sekarang dapat kita lihat beberapa contohnya. Kita dapat menemukan beberapa kata "Sampar" dalam Alkitab, diantaranya dalam Mazmur 91:6; Yeremia 21:6; Wahyu 6:8; Wahyu 18:8; dan masih banyak lagi ayat yang menuliskan kata "Sampar". Penyakit sampar itu adalah sejenis penyakit yang "sangat menular" dan mematikan. Seperti kita ketahui, pada zaman sekarang banyak sekali jenis-jenis penyakit yang sangat menular dan mematikan, diantaranya penyakit PES, penyakit AIDS, EBOLA, SARS, FLU BURUNG, FLU BABI dan berbagai wabah penyakit lainnya dengan sebutan ‘Penyakit Sampar’.  

Selain itu, kita juga dapat menemukan kata "panah" atau "panah api" dalam Alkitab. Dan ini mengarah pada peluru kendali dengan ‘panah api’ (Amsal 26:18; Yesaya 50:11). Atau tank/panser dan pesawat tempur yang ada sekarang di bahasakan dalam Alkitab dengan ‘belalang perang’ (Wahyu 9:7-10). 

Beberapa tafsiran lain juga dapat kita lihat dalam Amos 9:2 - "..... sekalipun mereka naik ke langit,....", dan Obaja 1:4 - “… sekalipun sarangmu ditempatkan di antara bintang-bintang, .....”, kemungkinan Alkitab sedang membicarakan tentang penjelajahan luar angkasa dan kecanggihan satelit yang ada saat ini.

Ayat diatas hanyalah beberapa contoh dalam Alkitab yang membahasakan sesuatu dengan istilah lain yang telah sejak lama di nubuatkan. Mungkin bagi kita hal ini adalah suatu hal yang baru, tapi tidak demikian dengan Alkitab yang telah sejak lama memberikan informasi bagi kita, seperti yang dikatakan dalam Pengkhotbah 1:9-10 - "Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada".

Lalu mengapa Alkitab tidak menuliskan secara spesifik tentang hal-hal diatas? Jawabannya, karena Tuhan tidak mau membuat orang-orang di masa Alkitab ditulis menjadi bingung dengan istilah AIDS, PES, RUDAL, PESAWAT, TANK, SATELIT, dan lain sebagainya. Karena memang pada saat itu Tuhan belum "memunculkan" benda-benda tersebut. Bukan berarti Tuhan belum menciptakannya ataupun belum mengetahuinya. Oleh karena itulah Tuhan memakai berbagai ‘istilah’ yang dapat dipahami oleh orang-orang pada masa itu dan juga dapat dipahami oleh orang-orang pada masa sekarang.

Dalam 1 Korintus 6:12 dikatakan "Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun."

Memang benar bahwa segala sesuatu pasti ada yang bermanfaat dan ada juga yang tidak bermanfaat.  Ada yang tidak merugikan dan ada juga yang merugikan. Bagaimana dengan merokok ? Apakah merokok leboh banyak merugikan atau tidak ? Jika kita mengajukan pertanyaan ini kepada perokok, mungkin akan ada yang mengatakan bahwa selama dia merokok, dia merasa sehat-sehat saja dan tidak pernah sakit. Walaupun dalam setiap kemasan dan iklan rokok selalu dituliskan “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN".

Nah, kalau sudah mengetahui bahwa merokok itu tidak sehat dan akan menimbulkan penyakit, kenapa masih banyak yang merokok? Salah satu faktor penyebabnya adalah karena orang tersebut "sudah terikat" dengan rokok. Dengan kata lain, ia sudah menjadi hamba rokok. Dalam ayat 1 Korintus 6:12, Paulus mengatakan bahwa baginya semuanya halal, tapi dia tidak mau diperhamba oleh apapun.

Selain berpengaruh pada kesehatan, bagi seseorang yang sudah kecanduan atau ketagihan merokok, dapat menghabiskan uangnya untuk membeli rokok. Mungkin uang tersebut akan lebih bermanfaat jika dipakai untuk hal-hal yang lebih berguna, seperti yang dikatakan dalam Yesaya 55:2 - "Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat."

Coba kita perhatikan lagi ayat yang tertulis dalam Ayub 20:12-16, "Sungguhpun kejahatan manis rasanya di dalam mulutnya, sekalipun ia menyembunyikannya di bawah lidahnya, menikmatinya serta tidak melepaskannya, dan menahannya pada langit-langitnya, namun berubah juga makanannya di dalam perutnya, menjadi bisa ular tedung di dalamnya. Harta benda ditelannya, tetapi dimuntahkannya lagi, Allah yang mengeluarkannya dari dalam perutnya. Bisa ular tedung akan diisapnya, ia akan dibunuh oleh lidah ular.

Kira-kira apa yang sedang dibicarakan oleh ayat-ayat tersebut? Dengan menggunakan analogi "bisa ular tedung" atau "kejahatan yang manis" dan menceritakan proses maupun akibat dari menikmatinya, apakah hal ini dapat diartikan bahwa Tuhan sebenarnya sedang berkata: “JANGAN MEROKOK”? Semua tergantung dari pribadi kita masing-masing untuk mencerna dan memahaminya.

Di dunia ini, banyak hal-hal yang tidak berguna. Jika kita menggunakan kata "berguna", mungkin akan banyak juga pro dan kontra.

Bagi sebagian orang, merokok itu tidak berguna. Tapi bagi sebagian orang, merokok itu katanya dapat menghilangkan stress dan membuat pikiran menjadi rileks.

Bagi sebagian orang, minuman keras itu tidak berguna. Tapi bagi sebagian orang, minuman keras itu katanya juga dapat menghilangkan stress, membuat pikiran menjadi rileks, membuat lupa akan masalah-masalah yang ada, dan sebagainya.

Bagi sebagian orang, "dugem" itu tidak berguna. Tapi bagi sebagian orang, "dugem" itu katanya dapat menghibur, enjoy, happy, bebas, melepaskan kepenatan hidup, dan terlepas dari beban hidup.  

Itu sebabnya, terjadi banyak perdebatan, pro dan kontra. Bagi sebagian orang yang "berduit", hal-hal diatas tidak menjadi masalah ketika mereka harus mengeluarkan uang yang lumayan besar dan bahkan sangat besar bagi orang-orang yang hidupnya pas-pasan.


Mari kita perhatikan dan renungkan ayat-ayat dalam 1 Korintus 6:12-20 berikut :


6:12 - Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.

6:13 - Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

6:14 - Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.

6:15 - Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!

6:16 - Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging."

6:17 - Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

6:19 - Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20 - Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!


Apakah MEROKOK itu DILARANG ?
Semua tergantung dari diri kita sendiri, tergantung dari pemahaman setiap orang, dan tergantung dari tingkat kesadaran masing-masing. 
Dan yang sudah pasti adalah : 
MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, 
IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN"

Rabu, 12 September 2012

ARTI KATA ALLAH DAN SIAPAKAH ALLAH ITU ?

ARTI KATA ALLAH

ALLAH

GOD → NKJV → Gelar yang diberikan kepada sang pencipta (Divine Title)

ELOHIM → Ibrani


Kejadian 1
Dalam kitab Kejadian 1, tidak pernah mucul kata Tuhan. Dalam Kejadian 1:1 dikatakan bahwa pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Karena Kata Allah disini menunjuk sebagai seorang pencipta / creator.

Kejadian 6:12-13
Allah menilik bumi itu dan sungguh rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi aku akan memusnakan mereka bersama-sama dengan bumi.

Dalam Kejadian 6:12-13 ini Allah bertindak sebagai penguasa atau Allah dalam tindakanNYA sebagai Pencipta / the creator.


ARTI KATA TUHAN

TUHAN

LORD → NKJV → Namanya ALLAH

YHVH → Ibrani


Keluaran 6:2
Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak, dan Yakub sebagai Allah yang mahakuasa, tetapi dengan nama-KU TUHAN, Aku belum menyatakan diri.

Kejadian 7:1
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: “Masuklah kedalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang kulihat benar dihadapan-Ku diantara orang zaman ini.

Dalam Kitab Kejadian 7:1, Allah dalam Kasih karuniaNYA untuk menyelamatkan Nuh.

Kejadian 7:16
Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh.

Pada ayat 16a, memakai kata Allah karena Allah bertindak sebagai penguasa / Allah dan pekerjaan tangannya, saat itu Allah ingin memusnakan bumi. dan Pada Ayat 16b. bukan Kata Allah lagi melainkan kata Tuhan yang dipakai karena Allah ingin berbelas kasih pada Nuh bahkan Allah menutup pintu dibelakang Nuh supaya Nuh tidak bisa melihat kengerian diluar. dalam Hal ini Nuh mendapat Kasih Karunia Tuhan.

Itu sebabnya agar kita pahami, ketika Alkitab berbicara tentang kata : ALLAH = ELOHIM, itu berarti Alkitab sedang berbicara tentang Allah dalam tindakan-NYA sebagai PENGUASA atau PENCIPTA (The Creator) atau Allah dalam pekerjaan-NYA / Allah dalam Tindakan-NYA (The Hands of GOD).

Dan ketika Alkitab berbicara tentang kata TUHAN = YAHWEH, Alkitab sedang berbicara tentang isi hati Allah (The Heart of GOD) atau Allah dan Kasih Karunia-NYA.

Dalam Alphabet Ibrani terdapat simbol-simbol yang mewakili dari huruf pertama sampai terakhir. Contohnya:

THE HEBREW LETTERS, THEIR VALUES AND SYMBOLS


SYMBOL NUMBER
ENGLISH
HEBREW
1
Head of
Bull/Ox
Alef
2
House
Beth

SYMBOL NUMBER
ENGLISH
HEBREW
3
Camel
Gimel
4
Door
Daleth

SYMBOL NUMBER
ENGLISH
HEBREW
5
Window
He
6
Hook/Nail
Waw

SYMBOL NUMBER
ENGLISH
HEBREW
9
Womb
Thet
10
Hand
Jod


Alef (the head of bull/ox) dan Beth (House) jika digabungkan akan membentuk Kata Abba atau yang artinya Bapak kepala rumah tangga atau orang yg berkorban untuk keluarganya.

Jadi Siapakah Tuhan atau הוהי = YHVH ?
Y = Yod
 Ini adalah huruf ke 10 dalam abjad Ibrani. Simbol dari “yod” adalah “open hand “tangan yang terbuka”. Symbol tangan juga menunjukan pada kekuatan / power.
H = Heh
Ini adalah huruf ke 5 dalam abjad Ibrani. Symbol dari huruf “Heh” adalah “Jendela” ¢. Akar kata dari symbol jendela ini yaitu “to breath” bernafas. Dimana melalui jendela udara dan cahaya bisa masuk menjangkau kita. Karena dengan melihat dan bernafas merupakan 2 aspek terpenting dalam hidup manusia. Atau dpat diartikan juga sebagai kasih karunia.
V = Vav
Ini adalah huruf ke 6 dalam abjad Ibrani. Symbol dari huruf “vav” adalah “paku/nail” ו. Fungsi dari paku unruk menggambungkan dua benda.
H = Heh
Ini adalah huruf ke 5 dalam abjad Ibrani. Symbol dari huruf “Heh” adalah “Jendela” ¢. Akar kata dari symbol jendela ini yaitu “to breath” bernafas. Dimana melalui jendela berfungsi sebagai sirkulasi udara dan cahaya bisa masuk menjangkau kita. Karena dengan melihat dan bernafas merupakan 2 aspek terpenting dalam hidup manusia. Hal ini juga melambangkan nafasnya hidup dari Allah / kasih karunia.
Y - H - W - H
Hand - Grace - Nail - Grace
Jadi Siapakah Tuhan itu Sebenarnya? 


.

 
Yesus adalah Tuhan – YHVH – Lord. Kata YHVH = Open hands of grace / Nailed in Grace. 

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-NYA yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16).

Yesus adalah terang dunia dan dengan hembusan nafasnya kita memperoleh hidup. Dia adalah satu-satunya jalan kebenaran dan hidup. Orang Israel sampai saat ini mengganti nama YHVH dengan ADONAI karena mereka percaya Mesias belum datang. 

Itu sebabnya, nama YHVH sangat dikuduskan bagi mereka. Mengapa orang Israel takut menyebut nama YHVH? Karena mereka berada di bawah kuasa roh perbudakan hukum taurat, dimana dalam Keluaran 20:7 mengatakan bahwa: Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan. Sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

Bagaimana dengan kita?
Dalam Perjanjian baru / New Testament pada kitab Roma 6:14 mengatakan bahwa: Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada dibawah hukum Taurat, tetapi dibawah kasih karunia (Grace).
Kasih Karunia seperti apa?Kasih karunia yang memerdekakan kita sebagai anak Allah. Karena 2000 tahun yang lalu, Yesus telah menyerahkan nyawanya, mati tergantung, tertikam, tertombak, terkapar di tiang kayu salib untuk menebus segala dosa dunia. Sehingga dengan Tubuh dan darah-NYA kita dipersatukan kembali dengan Bapa di Surga. 

Dengan kasih karunia Allah itulah we are set free / kita dibebaskan dari segala penghukuman untuk kembali pada Bapa di surga dan untuk menerima kehidupan kekal, masuk kedalam kerajaan-Nya yang Mulia. 

Orang dunia mempersembahkan korban berkali-kali untuk menebus dosa mereka, tapi Yesus hanya sekali untuk selamanya menebus dosa dunia. 

Orang dunia hanya mengenal Allah sebagai Penguasa, pencipta / the creator, tapi kita memiliki kasih-NYA yang luar biasa dan bahkan mengenal isi hati-Nya Allah dengan memanggil-Nya Tuhan.
Selama Yesus hidup di dunia, DIA selalu memanggil Allah dengan sebutan Bapa. Tapi Untuk pertama kali Yesus Memanggil Bapa di surga dengan kata ELI (singular), e.g. Eli Eli lama sabakthani ketika diatas kayu salib. 

ELOHIM (akhiran "IM" = jamak = Bapa, Putra, Roh Kudus) = ALLAH, untuk pertama kali Yesus berseru pada Bapa di surga dengan Kata ELI / ALLAH, karena Yesus menggantikan posisi manusia sebagai orang berdosa yang terpaku dan tergantung di Tiang kayu Salib, supaya sampai saat ini kita bisa memanggil Bapa disurga dengan seruan “Ya Abba, Ya Bapa”

Karena dengan kematian Yesus di atas tiang kayu salib, kita bukan lagi hamba melainkan menjadi anak-anak Allah yang diperdamaikan dengan Bapa disurga melalui His only beloved Son, JESUS CHRIST, Messiah, King of all kings, name above all names

Bahkan dalam kitab Roma 8:15-17 mengatakan bahwa: Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”. Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.


ALL GLORY, ALL POWER, and PRAISE Just for You JESUS

Selasa, 11 September 2012

Renungan Kristen - JADILAH TENANG

Bacaan Alkitab : Markus 4:35-41

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" (Markus 4:35-41).


Kehidupan kita ini ibarat perahu yang sedang mengarungi lautan yang tidak menentu. Badai atau gelombang bisa datang kapan saja, bisa besar atau kecil. Ada saatnya badai besar atau taufan di izinkan melanda hidup kita walaupun Yesus ada di dalamnya. Ombak menyembur ke dalam sehingga perahu kita penuh dengan air dan hampir tenggelam, namun Yesus sepertinya tidak melakukan apa-apa.

Respons kita mungkin seperti murid-murid Yesus, dan berpikir bahwa Yesus cuek dan tidak peduli dengan kondisi kita. Kita merasa seolah-olah Tuhan Yesus tertidur. Saat itulah kepecayaan kita pada Yesus di uji. Satu hal yang perlu kita yakini adalah bahwa Yesus tidak pernah membiarkan hidup kita hancur karena terpaan badai kehidupan.

Ketika seolah-olah Tuhan membiarkan hal buruk terjadi, hal itu sama dengn kesengajaan Yesus untuk menunda kedatangan-Nya ke rumah Maria. Padahal Lazarus sudah hampir mati. Yesus ingin agar murid-murid-Nya dan keluarga Lazarus belajar percaya kepada-Nya.

Itulah sebabnya Yesus berkata, "Tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya." (Yohanes 11:15).

Mungkin kita pernah merasakan ketika orang lain meragukan kemampuan kita. Begitu juga dengan Tuhan Yesus. Bila kita yakin bahwa Yesus berkuasa, maka meragukan kuasa-Nya tentulah sangat menyedihkan hati-Nya. Mulai hari ini, belajarlah untuk mempercayai DIA lebih lagi. Penyertaan-Nya sempurna, walaupun di tengah badai, Allah akan memberikan damai di hati kita.

KEYAKINAN AKAN PENYERTAAN ALLAH 
MENJADIKAN KITA MENJALANI HIDUP DENGAN TENANG

Senin, 10 September 2012

KEKUASAAN MANUSIA

Bacaan Alkitab : Mazmur 37:34-40

Aku melihat seorang fasik yang gagah sombong, yang tumbuh mekar seperti pohon aras Libanon; ketika aku lewat, lenyaplah ia, aku mencarinya, tetapi tidak ditemui. (Mazmur 37:35, 36).


Sejak manusia diciptakan, manusia seringkali tergoda ingin menjadi penguasa dan berkuasa. Manusia selalu ingin punya kekuasaan dan menjadi orang yang berpengaruh. Majalah TIME setiap tahunnya menetapkan 100 nama orang yang paling berpengaruh di dunia. Namun jika kita perhatikan, nama-nama itu selalu berubah setiap tahunnya. Mereka yang tahun lalu dipandang paling berpengaruh, bisa jadi tahun ini tidak lagi masuk hitungan.

Kejayaan manusia bisa sirna hanya dalam hitungan bulan. Banyak orang yang sangat berpengaruh namun beberapa bulan kemudian tidak lagi berpengaruh karena berbagai masalah atau karena meninggal dunia. 

Pemazmur sadar benar akan keringkihan manusia. Seseorang bisa saja sangat kuat kuasanya, ia bisa seperti pohon aras Libanon (Mazmur 37:35). Pohon aras Libanon terkenal dengan kayunya yang kokoh, kuat, tak tergoyahkan. Orang yang sedang berkuasa bisa memakai kuasanya untuk menindas kaum lemah, atau pamer kuasa kepada orang lain. 

Ketika kuasa itu dimiliki seseorang, tanpa disadarinya ia sudah mengandalkan kekuatannya sendiri dan mengabaikan kekuasaan Tuhan. Namun orang seperti ini bisa dengan mudah dilenyapkan oleh Tuhan. Kuasa manusia berada dibawah Kuasa Tuhan. Sebaliknya, orang yang tulus hati dan jujur akan diteguhkan oleh Kuasa Tuhan. Mungkin di mata manusia, mereka tidak punya kuasa istimewa alias orang-orang biasa saja. Tetapi naungan Kuasa Tuhan membuat mereka bisa luput dari pengaruh kuasa orang fasik (Mazmur 37:40).

Kita hidup di tengah masyarakat yang "gila kuasa". Dari panggung politik sampai ruang rapat gereja, orang berebut mencari kuasa. Kadang dengan cara yang licik. Daripada menjadi penguasa yang dibenci oleh manusia dan Tuhan, lebih baik dan lebih penting menjadi orang yang dikuasai dan dipengaruhi oleh Allah. 

ORANG YANG DIKUASAI OLEH ALLAH 
TIDAK AKAN TAKUT OLEH KUASA APAPUN DAN SIAPAPUN

Renungan Harian Kristen

Minggu, 09 September 2012

JADILAH PENDENGAR YANG BAIK

.
Bacaan Alkitab : Yohanes 11:31-36

Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah  dengan orang yang menangis! 
(Roma 12:15)


Ketika menghadiri sebuah pemakaman, seorang ibu bermaksud baik ingin mengajak ngobrol sang istri yang sedang berduka karena suaminya meninggal. Namun, kenyataannya ia malah semakin menyusahkan. Bagaimana tidak, ibu tersebut malah banyak bertanya, mulai tentang kondisi sang suami sebelum meninggal, apa penyakitnya, kapan meniggalnya, dimana, dan sebagainya.

Akibatnya, sang istri yang ditinggal oleh suaminya tersebut bukannya malah terhibur tetapi justru semakin sedih karena harus mengingat-ingat kembali tentang suaminya.

Ada sebuah kutipan dalam buku Something Else to Smile About karya Zig Ziglar : "Satu alasan mengapa anjing begitu menghibur ketika Anda sedih adalah karena ia tidak berusaha mencari tahu mengapa Anda bersedih". Sadar atau tidak, kadang kita TIDAK MEMBERI DIRI untuk mendengar ketika teman kita berduka atau mengalami masalah, tetapi malah sibuk bertanya atau memberikan komentar yang malah membuatnya semakin pusing dengan masalahnya.

Ketika Yesus melihat Maria menangis, Yesus tidak lantas menghujani Maria dengan berbagai pertanyaan. Dia hanya bertanya, "Dimanakah dia kamu baringkan?". Setelah itu, Yesus menangis bersama maria (Yohanes 11:35). Dengan cara demikian, Yesus telah menunjukkan empati-Nya kepada Maria yang sedang dirundung kesedihan karena baru ditinggal Lazarus, saudaranya. 

Dalam kepedihan dan derita kadang yang diperlukan bukan banyaknya kata-kata yang di ucapkan, cukup empati dan simpati yang terwujud dalam kehadiran kita dan telinga yang mau mendengarkan.

Sudahkah kita menunjukkan sikap yang benar kepada teman, sahabat, atau keluarga yang sedang berduka dan mengalami masalah? Jadilah pendengar yang baik dan turut merasakan kesedihan mereka.

DIAM DAN MENDENGARKAN TERKADANG LEBIH BERARTI 
DARIPADA RIBUAN NASEHAT

RENUNGAN HARIAN KRISTEN 

Jumat, 07 September 2012

BERBOHONG ITU MAHAL

 Bacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 5:1-11

Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, 
karena kita adalah sesama anggota. (Efesus 4:25).


Fakultas kedokteran Temple University pernah mengadakan penelitian menarik tentang kebohongan. Mereka membentuk dua kelompok. Kelompok pertama diminta menceritakan sebuah kebohongan dan kelompok kedua diminta untuk berkata benar.

Selama aktivitas itu, respons otak mereka dianalisa dengan mesin MRI. Hasilnya sangat mencengangkan! Ternyata para "pembohong" mengaktifkan sembilan area di otaknya, sedangkan orang yang berkata jujur hanya memakai empat area. Untuk berdusta, ternyata otak bekerja dua kali lebih keras.

Berbohong itu mahal ongkosnya. Tidak hanya melelahkan otak, tetapi juga menambah dosa. Tentu kita pernah membaca tentang Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 5:1-11), mereka harus menanggung akibat dari dari kebohongan mereka. Mereka memberi persembahan dengan motivasi yang salah, yaitu ingin mendapat nama. Meniru anggota jemaat lain, mereka pun menjual tanah, namun hasil penjualannya hanya dipersembahkan sebagian saja. Ketika ditanya, mereka mengaku sudah memberi semuanya. Agar dikenal sebagai dermawan atau donatur utama gereja, mereka rela berbohong di hadapan Tuhan dan jemaat.

Godaan berbohong muncul saat kita ingin orang lain memandang kita lebih dari orang-orang lain. Lalu kita mulai membual dan mengarang cerita hebat tentang diri kita agar terkesan betapa rohaninya hidup kita dan betapa harmonisnya keluarga kita. Topeng tebal kita pakai supaya dianggap "orang berkelas". Betapa melelahkannya hidup seperti itu. Seorang pendusta akan dibenci Tuhan dan tidak dipercaya oleh sesama dan reputasinya bakal mati. Lebih baik jujurlah tentang diri kita dan apa adanya. Tidak perlu menjadi orang hebat, tapi cukuplah menjadi orang yang jujur dan bersahaja.

BERSIKAPLAH APA ADANYA MAKA ANDA TAK AKAN MERASA PERLU BERDUSTA.