Rabu, 31 Oktober 2012

Renungan Kristen - BUAH YANG INDAH

Bacaan Alkitab : 1 Samuel 26-27

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yohanes 15:4).

“Buah” apakah yang Tuhan ingin lihat dalam kehidupan kita? Dia tidak akan tertarik pada “kegiatan-kegiatan gereja”, tetapi hanya pada buah rohani yang dihasilkan kalau kita tinggal dalam persekutuan dengan Kristus. Terlalu banyak orang Kristen yang berusaha “menghasilkan buah” dengan upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan dengan tinggal dalam Kristus serta membiarkan kehidupan Kristus yang menghasilkan buah di dalam dirinya.

Pohon yang berbuah tidak menimbulkan suara-suara yang gaduh pada waktu ia memproduksi buahnya. Pohon itu hanya membiarkan kehidupan yang ada di dalam dirnya mengalir dengan cara yang sealami mungkin, dan buah itu adalah hasilnya. “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak bisa berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5).

Perbedaan antara buah rohani dan “kegiatan keagamaan” manusia adalah bahwa buah itu membawa kemuliaan bagi Yesus Kristus. Kalau kita melakukan apa pun dengan kekuatan sendiri, kita mempunyai kecenderungan untuk menyombongkan pekerjaan itu. Buah rohani yang sejati sangat indah dan mengagumkan, sehingga tak seorang pun bisa mengaku atau memperoleh pujian untuk itu; kemuliaan harus ditujukan bagi Allah sendiri.

Segala sesuatu yang kita kerjakan dalam Yesus Kristus, 
lakukanlah semuanya itu demi nama-Nya dimuliakan dan ditinggikan di atas bumi ini.

Sumber: Sepanjang Tahun Bersama Warren W. Wiersbe; Warren W.Wiersbe; Penerbit Gospel Press

Selasa, 30 Oktober 2012

Renungan Harian Kristen - JANGAN LIHAT SEBAGAI KEGAGALAN

Bacaan Alkitab : Amos 8-9

“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.” (Amsal 24:16).


Setiap manusia pasti punya rencana dan keinginan di masa yang akan datang. Dan dengan adanya rencana maupun keinginan-keinginan itu, seringkali kita membuat berbagai target pribadi dalam hidup. 
Setiap target yang telah kita buat, kita mau itu terjadi dalam kehidupan kita. Bahkan dengan keyakinan ‘saya sudah mendoakannya kepada Tuhan’, kita begitu percaya diri bahwa target kita tersebut akan terealisasi pada waktu yang sudah kita doakan. Akan tetapi, dalam kenyataannya hal ini kerap tak berjalan dengan semestinya.

Apa yang kita pikirkan akan berhasil atau tercapai ternyata dalam realisasinya tidaklah demikian. Kita mungkin di awal tahun membuat target agar di pertengahan tahun memiliki atau mendapatkan sesuatu. Tetapi, sampai waktu yang direncanakan, hal tersebut tidak terjadi. Rasa kecewa pasti ada ketika apa yang kita targetkan meleset. Namun, janganlah itu dilihat sebagai sebuah kegagalan.

Satu kekalahan atau tidak tercapainya target-target tertentu bukan berarti kita gagal. Justru ini adalah kesempatan terbaik untuk mengintrospeksi diri dan belajar bersyukur atas segala kebaikan yang sudah kita terima dari Tuhan.

ORANG BERHASIL BUKANLAH ORANG YANG TARGETNYA TIDAK PERNAH MELESET, TETAPI ORANG YANG TAK PERNAH PUTUS ASA SEKALIPUN APA YANG DITARGETKAN MELESET DARI YANG DIRENCANAKAN.

Renungan Harian Kristen



Renungan Kristen - BURU-BURU MEMBAWA CELAKA

Bacaan Alkitab : 1 Korintus 4:10-13

“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” (Amsal 16:32).

Suatu ketika di jaman dinasti Song, ada seorang petani yang tidak pernah sabar. Ia merasa padi di sawahnya tumbuh sangat lambat. Akhirnya ia berpikir, “Jika saya menarik-narik padi itu ke atas, bukankah saya membantunya bertumbuh lebih cepat?” Lalu ia menarik-narik semua padinya. Sampai di rumah, dengan bangga ia bercerita kepada istrinya bahwa ia baru saja membantu padinya bertumbuh lebih cepat.

Keesokkan harinya ia pergi ke sawah dengan bersemangat, tetapi betapa kecewanya ia ketika melihat bahwa semua padi yang kemarin ditariknya ke atas sudah mati. Karena tidak sabar, usahanya untuk membantu malah membuatnya rugi besar.

Demikian halnya dengan Saul, raja Israel. Sebelum Saul berperang ke Gilead melawan bangsa Filistin, Samuel sudah berpesan bahwa ia akan datang kepada Saul untuk mempersembahkan korban. Samuel meminta Saul menunggu ia datang untuk memberi instruksi (I Samuel 13:8). Namun, Saul tidak mengindahkan perintah Samuel maupun hukum Tuhan. Ia tidak sabar menunggu Samuel. Ia lebih takut ditinggalkan rakyatnya dari pada takut pada Tuhan. Ketidaksabarannya membawa dampak yang fatal, Tuhan menolaknya sebagai raja (ayat 14).

Dalam hidup ini, kita juga kerap tidak sabar menunggu waktu Tuhan. Ketika pertolongan Tuhan rasanya tak kunjung tiba, jangan tergesa mengambil jalan. Bukannya menyelesaikan masalah, malah sering kali mendatangkan masalah baru yang justru lebih besar! Akar ketidaksabaran adalah tidak percaya. Jika kita sungguh-sungguh percaya Allah mampu menolong, kita akan menanti Dia dengan sabar.

PANJANG SABAR LEBIH BAIK DARI PADA TINGGI HATI.

Senin, 29 Oktober 2012

Renungan Kristen - KEBAIKAN YANG TERSEMBUNYI

Bacaan Alkitab : Amsal 11:1-31

"Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan". (Amsal 11:27).

Seorang suami yang sedang duduk santai di rumahnya sambil membaca koran, dikejutkan oleh istrinya yang tiba-tiba masuk setelah pulang dari pusat kota. Sang istri berkata pada suaminya, "Sayang, bagaimana jika kita menukarkan mobil kita dengan sebuah minibus Mazda?" "Hmmmh," gumam suaminya itu. "Mobil minibus kan sangat bagus dan sesuai dengan keperluan kita," timpal istrinya lagi.

Suaminya menjawab dan berkata, "Mazda kan tidak membuat minibus ?" Ia berkata demikian karena memang selama ini ia tidak pernah melihat minibus dengan merk Mazda. "Mazda mengeluarkan minibus kok, saya pernah melihatnya dan sangat menyukainya."

Akhirnya mereka memutuskan pergi ke pusat kota untuk melihat mobil yang dimaksud, selama di perjalanan mereka tidak kurang dari enam buah mobil minibus Mazda berpapasan dengan mobil mereka, dan setiap kali juga dengan senyum kemenangan si istri selalu menunjukkan bahwa Mazda memang membuat minibus.

Cerita diatas sama halnya dengan kita. Sebenarnya orang-orang disekitar kita banyak sekali hal baik yang bisa kita lihat dan memberikan pandangan positif bagi kita dan lingkungan pergaulan sekitar. Jika kita sungguh-sungguh mencarinya dengan seksama, barulah kita sadari, ternyata kebaikan itu bertaburan di segala tempat.

Sebagai contoh, kebaikan rekan-rekan kerja dan teman-teman sekolah kita ada di mana-mana, tapi karena sikap acuh dan karena tidak mencarinya, terkadang menyebabkan kita tidak melihatnya bahkan cenderung tidak puas terhadap rekan-rekan kerja.

Hari ini kita di ingatkan untuk mulai mencari mutiara-mutiara kebaikan dari rekan-rekan dan sahabat-sahabat kita. Hal ini akan menambahkan keindahan pada hari-hari kerja yang kita lalui.

TUHAN MENGIRIMKAN KEBAIKAN SETIAP HARI, 
TEMUKANLAH KEBAIKAN TERSEBUT DI SEKITAR ANDA.


Senin, 15 Oktober 2012

Renungan Kristen - TELUR DAN BALON

Bacaan Alkitab : 1 Samuel 16:1-13.

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: ”Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7).
Telur dan balon adalah dua hal yang tidak asing dalam kehidupan manusia. Dari muda sampai tua, pria atau pun wanita pasti mengenal keduanya. Namun, siapa yang mengetahui bahwa telor dan balon bisa digunakan sebagai bahan refleksi kehidupan kita sehari-hari?

Tahukah Anda bahwa telur dan balon walaupun memiliki bentuk yang sama, tetapi ada perbedaan tajam antara keduanya? Balon kelihatannya indah dan menarik, coraknya meriah dan berwarna-warni,lincah dan riang bergerak kesana-kemari. Namun, itu hanya penampilan dari luar saja, sedangkan di dalamnya kosong. Hanya angin. Berbeda dengan telur, dari luar memang tidak semenarik dan secantik balon, tetapi di dalamnya terkandung potensi kehidupan.

Perbandingan diatas mengingatkan kita bahwa ternyata penampilan yang di dalam lebih penting daripada yang diluar. Dan kebenarannya, Tuhan memang lebih tertarik pada kualitas hati dan karakter kita, daripada memperhatikan bagi luar kita. Namun, ini bukan berarti bahwa kita tidak perlu berpenampilan menarik atau asal-asalan. Apalagi bila pekerjaan kita berhubungan dengan orang banyak. Ada banyak mata yang melihat kita. Bila kita seorang sales lalu mengenakan pakaian yang tidak disetrika, tidak harum, bisa Anda bayangkan bagaimana respon pembeli? Apakah konsumen akan respek dan tertarik untuk membeli produk atau jasa Anda? Saya rasa tidak.

Oleh karena itu, hendaklah penampilan di dalam hati kita berpadanan dengan yang di luar. Bila karakter dan sikap kita baik, bukankah akan lebih baik lagi dan sempurna, jika kita juga memiliki penampilan luar yang baik? Saya percaya apabila yang luar dan dalam sudah excellent, kita akan disukai tidak hanya oleh Allah tetapi juga manusia.

Kecantikan hati yang didukung dengan penampilan fisik yang menarik merupakan perpaduan yang sempurna dalam kehidupan Anda.

Renungan Harian Kristen

Minggu, 14 Oktober 2012

Renungan Kristen - BUKAN SUPERMAN

Bacaan Alkitab : 1 Korintus 13:1-13

"Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku." (1 Korintus 13:3).

Banyak orang kadang kagum akan kemampuan atau ketrampilan yang dimiliki seorang rekan kerja yang serba bisa. Mengerjakan sistem, managing produksi, ketrampilan berbahasa asing dan melobi, dikuasai dengan sangat baik. Hampir tiap pekerjaan yang ada di tempat kerja dapat ia kerjakan. Sepertinya ia tidak membutuhkan orang lain. Hasil pekerjaannya sering dibilang orang almost perfect
Tapi suatu ketika beban pekerjaannya menumpuk, ia kelelahan, rekan kerja juga enggan membantu karena biasanya ia lebih suka bekerja sendiri. Akhirnya alur pekerjaan terhambat di bagiannya, antri untuk dikerjakan. Ketrampilannya bagai superman yang segala bisa kali itu menciut dan tidak lagi mengundang kagum.

Memiliki berbagai kemampuan itu pasti berkat Tuhan, namun IA memberikannya bukan supaya kita menjadi seorang superman, tapi untuk saling bekerja sama. Bukan juga untuk saling mengunggulkan diri atau merendahkan orang lain, tapi untuk menggunakannya dalam kasih. 
Seorang yang memiliki keyakinan diri tidak akan takut untuk mengajari orang lain atau merasa tersaingi. Dengan membangun rekan kerja yang lain, kita sedang membagi diri dan berbagi kasih bahkan mengasah karakter kita. Selain itu, kita akan memiliki bantuan saat diperlukan dan pekerjaan menjadi lebih ringan.

Jadikanlah kemampuan dan ketrampilan kita sebagai sarana untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Apakah kemampuan yang Anda miliki dapat terealisasi, jika hanya menyimpannya untuk diri Anda sendiri?


Sabtu, 13 Oktober 2012

Renungan Kristen - MAAF, SAYA TIDAK PUNYA WAKTU !

Bacaan Alkitab : Efesus 5:1-21

"dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat". (Efesus 5:16).


Kalimat di atas bukan hal yang asing, tapi pasti kita sering mendengarnya. Mungkin baru beberapa menit yang lalu ada seseorang yang mengatakannya. Tapi kalimat itu kontra produktif dengan karakter Allah yang selalu punya waktu untuk beraktivitas. Mungkin sedikit dari kita yang menganalisa, betapa destruktifnya makna dibalik kalimat tersebut. 
Ketika Rasul Paulus mengatakan agar kita menggunakan waktu yang ada, ia ingin menekankan kita harus bekerja lebih keras dari iblis. Ini lebih berupa perintah daripada sekedar himbauan. 2 Petrus 5:8 mengingatkan kita untuk sadar dan berjaga-jaga, sebab lawan kita, si iblis sedang berkeliling mencari siapa saja yang dapat ditelannya alias ia sedang bekerja keras. Jika Anda tidak punya waktu untuk berjaga-jaga, Anda akan ditelannya.

Pernahkah Anda renungkan bagaimana perasaan Allah ketika kita berkata untuk melayani-Nya, "Maaf, saya tidak punya waktu!" 
Dan bagaimana jika Ia juga berkata, "Engkau menyebut Aku Bapa, tapi tidak menghormati Aku. Engkau menyebut Aku Tuhan, tapi tidak melayani Aku. Engkau menyebut Aku sahabat, tapi tidak meyembah Aku. Maaf bila suatu saat engkau bertanya apakah namamu tercantum dalam kitab Kehidupan-Ku, saat itulah Aku akan berkata, ‘Maaf, Aku tidak punya waktu untuk menuliskannya.'" 
Jelas penyesalan tidak berguna, karena itu selagi masih ada waktu mari kita sediakan waktu untuk Dia.

Milikilah waktu bersama dengan Dia, sebagai bukti Anda sungguh mengasihi-Nya.

TIPS MEMILIH PASANGAN HIDUP MENURUT IMAN KRISTEN

Bagi sebagian orang, untuk memilih pasangan hidup bukanlah perkara mudah. Banyak sekali orang yang merasa kuatir ketika harus memutuskan untuk memilih suami atau memilih istri, tidak seperti memilih pacar yang bisa dengan mudah dilakukan. Karena bagi mereka, pasangan hidup itu adalah orang yang akan diajak untuk hidup susah maupun senang selamanya. 

Tidak seperti memilih pekerjaan, tempat sekolah, atau memilih suatu barang, memilih pasangan hidup jauh lebih susah. Setiap orang pasti menginginkan pasangan hidup yang baik. Tidak ada manusia di dunia ini yang bercita-cita untuk memilih pasangan hidup yang tidak baik. 

Tuhan memberikan kebebasan dalam memilih pasangan hidup. Karena DIA menciptakan manusia dengan kemampuan untuk merasa dan berpikir dengan baik. Dengan kemampuan yang diberikan ini, seharusnya manusia memilih seseorang untuk menjadi pendamping hidupnya berdasarkan yang Tuhan kehendaki juga. 
Untuk memilih pasangan hidup, Alkitab memberikan beberapa pandangan :

1. PILIH PASANGAN YANG SEIMAN
Dalam 2 Korintus 6:14-15 dikatakan : "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?"

Pasangan yang seiman sangat penting untuk diperhatikan, karena itu menyangkut hal yang sangat mendasar, yaitu dasar dan pandangan hidup. Perbedaan iman dan keyakinan akan mempersulit proses komunikasi dan penerimaan satu dengan yang lain.

2. ADANYA KESESUAIAN (COMPATIBILITIES)
  
Tuhan menghendaki agar setiap orang Kristen mendapatkan pasangan yang seimbang dan sesuai di dalam kehidupannya. Seperti tertulis dalam Kejadian 2:20 - "Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia."

Kesesuaian artinya mempunyai perbedaan tetapi bisa saling melengkapi dan saling menerima. Kesesuaian adalah kunci untuk sebuah hubungan yang kuat. Kesesuaian tidak berarti harus sama persis. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kesesuaian ini, yaitu meliputi bidang-bidang: kerohanian, kemampuan rasio, dan kematangan sikap hidup. Semakin sedikit kesesuaian yang ada, semakin sulit untuk membangun relasi yang kuat dan mantap. Oleh karena itu, sebelum hubungan bergerak terlalu jauh, perhatikanlah masalah kesesuaian ini. Ingatlah, pernikahan hanyalah pengalaman sekali seumur hidup.

3. KARAKTER YANG BAIK 
Dalam Kejadian 24:13-14 dikatakan - "Di sini aku berdiri di dekat mata air, dan anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk menimba air. Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum--dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu." 
Ayat diatas adalah kisah Eliezer ketika menemukan Ribka. Eliezer meminta Tuhan untuk menunjukkan kepadanya seorang wanita yang tindakannya menunjukkan kerendahan hati, ketaatan, dan sikap melayani.
Dari kisah Eliezer menemukan Ribka bagi Ishak, terdapat beberapa tips yang berguna dalam proses menemukan pasangan hidup yang cocok. Perhatikanlah beberapa tips sederhana berikut ini:
1. Carilah di tempat yang tepat.
Eliezer tidak mencari pasangan bagi Ishak di kampung orang Kanaan. Ia mencari pasangan bagi Ishak di tempat di mana orang- orang juga menyembah Tuhan yang benar. Demikian juga bagi kita sekarang. Temukanlah calon pasangan hidup kita, di tempat yang tepat.

2. Minta pertolongan Tuhan.
Eliezer berdoa dan memohon pimpinan Tuhan (Kejadian 24:12). Demikianlah juga hendaknya yang kita lakukan. Dengan berdoa berarti kita mengakui keterbatasan yang ada, dan sekaligus mengakui keutamaan Tuhan di dalam kehidupan kita.

3. Jangan mendasarkan keputusan semata-mata mengikuti satu "tanda".

Meskipun kita menyakini "tanda" itu berasal dari Allah, tetapi kita harus tetap mempergunakan akal sehat. Eliezer terus menerus mengamati dan menilai Ribka, walaupun ia sudah mendapati bahwa "tanda" yang dimintanya telah terpenuhi (Kejadian 24:21).

4. Meminta pertimbangan orang lain.
Ribka pun sebelum ia akhirnya bersedia mengikuti Eliezar, terlebih dahulu mendengarkan pendapat dari keluarganya (Keluaran 24:51,58-61). Satu hal yang perlu diingat dalam masa pencarian pasangan hidup adalah : "TRUE LOVE TAKES TIME".

Memilih pasangan hidup memang ditentukan oleh cara pandang dan perilaku seseorang dalam kehidupannya. Cara pandang tentang kehidupan yakni agama menjadi salah satu tolak ukur seseorang dalam menentukan pasangan hidup. Seseorang tidak akan mudah memilih calon pasangan hidup yang tidak seagama, kalau pun ada kejadian seperti itu maka kedua pasangan tersebut telah cinta buta. Ya, bisa dikatakan juga cinta setengah mati yakni kecintaan kepada seseorang dengan meninggalkan nilai dan aturan dalam hidup.

Perilaku yang dapat mempengaruhi tolak ukur penentuan calon pasangan hidup adalah kebiasaan seseorang sehari-hari. Seseorang yang hedonis, suka pergi ke diskotik. Maka biasanya dia akan lebih suka memilih pasangan yang hedonis juga. Kenapa bisa demikian? Karena standar bahagia antara orang yang tinggi rohaninya berbeda dengan orang hedonis (menempatkan kesenangan kepada kebahagiaan materi yang sesaat).

Itu sebabnya, bagi Anda yang belum menikah sebaiknya melakukan perbaikan diri. Menjaga pergaulan sehari-hari dengan memperhatikan nilai agama dan sosial. Percayalah, Anda akan mendapatkan pasangan hidup yang baik, dan akan menghampiri Anda. 

Bila ingin pintar, seseorang harus rajin belajar, bila ingin kaya seseorang harus berhemat, begitu pula tentang pasangan hidup. Bila menginginkan pasangan hidup yang baik maka kita juga harus baik. Tak ada sesuatu di dunia ini yang untuk mendapatkannya tidak memerlukan pengorbanan. Segala sesuatu ada harganya termasuk bila ingin mendapatkan pasangan hidup yang baik.

Ya, dimulai dari diri sendiri. Bila kita bercita-cita untuk mendapatkan pasangan hidup yang baik, maka kita sendiri harus baik. Percayalah, Tuhan telah memasangkan manusia sesuai dengan karakter dan derajat mereka masing-masing. Manusia yang baik hanyalah untuk manusia yang baik pula, begitu pula sebaliknya.

Berikutnya adalah tentang masalah fisik. Banyak yang berkata bahwa wanita cantik hanya pantas untuk laki-laki tampan, begitu pula sebaliknya. Dan apa yang terjadi ketika teman kita yang mungkin tak begitu cantik mendapatkan suami yang tampan dan juga kaya, maka kita biasanya akan protes. Kita merasa bahwa dirinya tak pantas dan kitalah yang lebih pantas.

Inilah yang menutupi rezeki kita. Perasaan iri dan dengki menutupi rezeki kita untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Orang yang hatinya dipenuhi penyakit hati biasanya akan memancarkan aura negatif. Sebaliknya, orang yang hatinya bersih maka aura positiflah yang akan terpancar keluar dari dalam jiwanya. Tentunya siapa pun pasti akan lebih memilih orang yang memiliki aura positif daripada negatif.

Intinya, bila kita menginginkan pasangan hidup yang baik yang sesuai dengan keinginan kita, maka hal penting dan sederhana yang harus kita lakukan adalah berkaca dan berkaca serta terus-menerus memperbaiki diri sendiri. Tak ada artinya kita menuntut orang lain berbuat sesuatu, bila kita sendiri juga tidak berbuat. Hal tersebut akan sia-sia.

Perbaikan diri memang sangat sulit untuk dimulai apabila kita belum lapang dalam menilai diri kita sendiri. Intropeksi kepada semua yang telah kita lakukan di masa lampau hingga kini. Bercerminlah pada aturan agama, apakah yang kita lakukan sudah benar atau kurang optimal dalam menjalankan perintah Tuhan. Manusia adalah tempat kesalahan dan kelalaian, jadi bila belum mengaku sebagai insan yang berdosa dan lemah, maka ada sesuatu yang salah pada diri kita saat ini.

Kepribadian seseorang dapat dinilai dari raut mukanya ketika kita bertemu pertama kali. Seseorang yang sering cemberut dan muram itu menandakan dirinya berada dalam kondisi yang tidak mengenakkan hati dan pikiran. Artinya dia seseorang yang bermasalah. Berbeda halnya dengan seorang yang tampak selalu tenang dan murah senyum. Maka itu penampakan dari hati yang tenang dan pikiran yang bersih. 
Selain itu, seseorang yang dekat dengan Tuhan pasti akan disayangi oleh manusia sekitarnya. Seorang yang taat beragama dibutuhkan di mana pun dia berada. Karena seseorang yang taat beragama akan bergaul dengan baik dengan orang-orang yang ditemuinya.

Mendekatkan diri pada Tuhan tidak harus pamer kepada orang lain bahwa kita sering pergi ke gereja. Justru bila kita diam-diam dan benar-benar ingin mendekatkan diri pada Tuhan, akan  menghasilkan pengaruh yang besar dalam perubahan diri kita. Seseorang yang biasa menjaga dirinya dengan aturan agama akan mempunyai kebiasaan untuk menjaga tingkah laku dan perkataannya.

Manusia tidak ada yang sempurna! Itu yang harus ada dalam benak seseorang yang sulit menemukan pasangan hidup. Bisa saja kita terlalu mematok standar pasangan ideal yang terlalu tinggi, bila dibandingkan dengan kuantitas kita sebagai insan. Misalnya kita inginkan adalah seseorang yang baik dan jujur sebagai pendamping hidup, tetapi kita tidak pernah memperhatikan kebaikan dan kejujuran diri kita sendiri.

Tips paling jitu untuk mendapatkan pasangan hidup adalah doa. Ya, doa adalah senjata terbaik bagi orang beriman. Dengan doa yang kita panjatkan kepada Tuhan akan memberikan hasil yang luar biasa kepada diri kita sendiri. Berdoa dapat meningkatkan kemampuan komunikasi kita. Berdoalah kepada Tuhan secara detail. 

Ada beberapa kualitas karakter yang penting bagi orang Kristen yang akan memasuki pernikahan pada masa kini, yaitu :
  1. Kesediaan untuk melayani, kerendahan hati (Yohanes 13:1-7, Roma 12:16).
  2. Kemurnian dalam hal seksual (Roma 13:13-14,Ibrani 13:4).
  3. Prioritas yang benar dalam hidup (Pengkhotbah 2:1-11).
  4. Komitmen untuk bergereja dan melayani (Ibrani 10:24-25).
  5. Sikap mengasihi (Yohanes 13:35).
  6. Penguasaan diri (Amsal 23:20-21).
  7. Tanggung jawab (1 Timotius 5:8).
Tentunya daftar ini tidak seharusnya menjadikan kita mencari orang yang sempurna. Tidak ada orang yang sempurna, tetapi kesediaan untuk terus belajar dan bertumbuh dalam karakter-karakter di atas sangatlah penting.

Selamat mencari bersama dengan Tuhan!

Jumat, 12 Oktober 2012

Renungan Kristen - JADILAH TERANG

Bacaan Alkitab : Yesaya 60:1-22
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. (Yesaya 60:1).

Ketika aliran listrik tiba-tiba padam pada malam hari, apa yang akan kita lakukan? Pasti kita akan segera mencari lilin untuk penerangan darurat. Ketika lilin dinyalakan, kita akan segera melihat cahaya terang yang keluar dari lilin tersebut, dan kegelapan pun terusir. 
Keadaan dunia saat ini boleh dibilang semakin gelap, seperti gelapnya malam ketika aliran listrik padam. Dan yang dibutuhkan dunia adalah seberkas cahaya terang dari orang-orang yang mau menjadi seperti lilin tersebut.

Sebuah lilin dapat menerangi sekelilingnya dengan melelehkan dirinya, membakar dirinya sehingga ada nyala api yang memberikan terang. Demikian juga dengan hidup kita, saat kita berkomitmen menjadi terang bagi sekeliling kita, mungkin kita akan merasa sakit ‘terbakar' , merasa dikucilkan saat kita harus menjadi terang bagi orang lain, bagi rekan kerja kita, atau bagi siapapun.

Tetapi saat kita mau setia, kemuliaan Tuhan akan dinyatakan melalui kehidupan kita, dan kehidupan kita akan menjadi berkat bagi orang lain. Mari, bangkit dan menjadi terang!

Bangkitlah dan menjadi terang, maka kemuliaan Tuhan akan diyatakan!

Kamis, 11 Oktober 2012

Renungan Kristen - GENGSIMU ADALAH PEMBUNUHMU

Bacaan Alkitab : Yesaya 2:6-22

Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati. (Amsal 11:2).

Amsal 11:2 diatas adalah gambaran yang tepat bagaimana ganjaran untuk orang angkuh. Golongan orang ini biasanya sulit menerima pendapat orang lain, merasa diri selalu benar. Sangat menjunjung tinggi harga diri dan kehormatan, meski jika kita perhatikan itu adalah kebodohan dan kesombongan yang akhirnya merugikan diri mereka sendiri. Biasanya bukan penghargaan atau kehormatan yang mereka dapatkan, tapi justru cemooh yang memalukan.

Dalam Yesaya 2:17 dikatakan : "Manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan direndahkan; hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu." Dari ayat ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa jika kita menyadari bahwa hanya TUHAN saja yang maha tinggi, maka kita tidak akan mungkin pernah untuk menjadi orang yang angkuh dan menyombongkan diri. Tapi sayangnya, manusia seringkali lupa karena terlena dengan kehidupan duniawi, terlena dengan harta, terlena dengan uang, terlena dengan jabatan, terlena dengan pasangan, terlena dengan pujian.
Untuk menjadi orang-orang sukses, sesungguhnya mereka hanya perlu bekerja keras dan dengan rendah hati menerima pembentukan Allah. Yang menyebabkan mereka terpuruk adalah sikap hidup mereka, dan seringkali bukan karena mereka tidak mampu melakukan sesuatu. Sebab keberhasilan 85% ditentukan oleh sikap dan bukan kemampuan (skill). 

Gambaran ini diperankan secara apik oleh Rut wanita Moab, menantu Naomi. Sikapnya yang rendah hati dan tidak angkuh yang membuatnya menjadi nyonya besar dan bukan kemampuannya. Apakah Anda termasuk orang yang mati-matian mempertahankan gengsi? Hari ini ubahlah paradigma Anda, sebab hikmat ada pada orang yang rendah hati. Hikmat itulah yang akan menuntun Anda menjadi pribadi yang berhasil.

HIKMAT HANYA TINGGAL PADA ORANG YANG RENDAH HATI


Rabu, 10 Oktober 2012

Lebih baik GAGAL dalam PACARAN daripada GAGAL dalam PERNIKAHAN


Lebih baik GAGAL dalam PACARAN, daripada GAGAL dalam PERNIKAHAN.
Pernikahan bukanlah untuk sementara, melainkan untuk selamanya. Karena pernikahan terjadi bukan untuk PERCERAIAN.

"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Matius 19:6).

Senin, 08 Oktober 2012

SIKLUS HIDUP

Hidup ini bagaikan siklus yang selalu diulang. Makan makanan yang sama, hari yang sama (senin ketemu senin), bulan yang sama setiap tahun, tanggal yang sama. Bumi juga berputar mengelilingi matahari, dan selalu berulang-ulang.

Mengapa???

Semua itu agar kita mengingat dan mengerti bahwa Tuhan lah Sang Pencipta dan agar kita selalu MENGUCAP SYUKUR akan hidup dan hari-hari yang diberikan Tuhan bagi kita.

Mungkin banyak diantara kita yang mulai bosan dan jenuh karena selalu diperhadapkan pada keadaan dan hal yang sama. Padahal Tuhan mau agar kita mengucap syukur akan keadaan dan hal-hal yang selalu berulangkali kita hadapi. Tapi pada kenyataannya, kita bukannya mengucap syukur melainkan MENGELUH.

Hal yang berulang-ulang ini juga dialami oleh bangsa Israel ketika Tuhan membawa mereka keluar dari Mesir. Selama di padang gurun, Tuhan memberikan mereka ROTI MANNA setiap hari. Mereka tidak perlu bersusah payah bekerja untuk memperoleh makanan, Tuhan telah menyediakan semuanya setiap hari. Namun yang terjadi, bangsa Israel bukannya mengucap syukur, mereka malah MENGELUH karena mereka merasa BOSAN dengan makanan dan kehidupan mereka setiap hari.

Jika kita haus dan ingin minum dari suatu botol, terlebih dahulu kita harus membuka tutup botol tersebut dengan cara diputar. Dan tutup botol tersebut harus diputar pada arah yang benar agar dapat terbuka. Jika kita salah arah memutarnya, tutup botol tersebut bukannya terbuka melainkan semakin TERTUTUP RAPAT.

Demikian juga dengan HIDUP kita, harus lah berputar pada ARAH YANG BENAR. Karena jika salah, BERKAT Tuhan akan "tertutup rapat", sama seperti tutup botol tadi, jika salah memutar akan semakin tertutup.

Pastikan Hidupmu Berjalan Pada Arah Yang Benar. Bersama Yesus, arah hidupmu tidak akan pernah salah.
 
 

Cerpen Kristen - Batu Kecil

Suatu hari di sebuah proyek pembangunan sebuah gedung, seorang pekerja bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.

Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.

Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang kedua pun memperoleh hasil yang sama.
Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.

Renungan : 
Tuhan kadang-kadang menguji dengan ujian yang ringan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Seringkali Tuhan melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Karena itu, agar kita selalu mengingat kepada-Nya, Tuhan sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita.

Renungan Kristen - PASTI BERES

Bacaan Alkitab : Kejadian 39:1-23


“Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.” (Kejadian 39:6).



Sejak Potifar, kepala pengawal raja Firaun, menyerahkan segala miliknya pada kekuasaan Yusuf, maka berkat Tuhan ada atas segala miliknya, baik yang ada di rumah, pekerjaannya, maupun ladangnya.

Orang Kristen hari ini juga dapat menemukan berkat rohani, bila saja ia mau menyerahkan semua miliknya dalam tangan 'Yusuf yang lebih besar', yaitu Tuhan Yesus Kristus! 
Dalam Kejadian 39:4 dikatakan : "maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf". Segala milik Potifar diserahkan pada kekuasaan Yusuf. Yusuf layak mendapat kepercayaan Potifar, diserahkannya segala miliknya, keuntungannya dan segala persoalannya kepada Yusuf.

Apakah Saudara secara pasti sudah menyerahkan rumah tanggamu, bisnismu dan segala milikmu pada Kristus?

Setelah Potifar menyerahkan segalanya dalam kekuasaan Yusuf, Potifar tidak lagi ikut mengurusinya. Kadang-kadang dalam prakteknya hal ini merupakan sesuatu yang paling sulit untuk dikerjakan.

Mungkin juga kita telah menyerahkan pada Tuhan segala problem dan rencana yang membebani kita, tapi ketika perasaan kuatir meneror kita, biasanya kita segera mengambil kembali beban itu dan menariknya dari tangan Tuhan. Maka yang ada, persoalan kita semakin menjadi berat dan kecemasan pun menjadi-jadi.

Saat ini Juruselamat itu berkata lagi, “Serahkan persoalan itu ke dalam tanganKu!”. Yesus cukup untuk segala keadaan dan problema. Dia sanggup menyelesaikan. Dia ingin kita menyerahkan segala yang kita miliki, kesusahan atau kesenangan ke dalam penguasaanNya. Dia akan mengampuni semua dosa, menyucikan hidup kita dan melenyapkan segala ketakutan. Dia menunjukkan jalan dan memberi jaminan sepenuhnya. Dia akan mengubahkan segala perkara, tak ada yang mustahil bagi-Nya. Keadaan yang jelek jadi baik, semua pasti beres di tangan-Nya !
ORANG YANG BENAR-BENAR PERCAYA KEPADA KUASA TUHAN AKAN MENYERAHKAN SEGALA PERSOALAN HIDUPNYA KEDALAM TANGAN-NYA.


Cerpen Kristen - PELAJARAN DARI SANG KELEDAI

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, ia memutuskan menimbun keledai tersebut karena hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena sangat berbahaya. Si petani berpikiran bahwa tidak gunanya menolong si keledai. Lalu ia mengajak tetangganya untuk membantunya menimbun sumur tersebut yang di dalamnya ada seekor keledai miliknya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian melarikan diri.

Renungan:

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari "sumur" (kesedihan dan masalah) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari "sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik.

Minggu, 07 Oktober 2012

Renungan Kristen - NIKMATI SAJA PROSESNYA

Bacaan Alkitab : Yakobus 1:2-3

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. (Yakobus 1:2).

Jika kita perhatikan, teknologi di jaman sekarang sudah sangat canggih. Hampir semua kecanggihan teknologi menawarkan segala sesuatu yang instan dan cepat. Mulai dari remote control, alat memasak, handphone, komputer, robot, dan masih banyak lagi. 
Tanpa kita sadari, saat ini kita hidup dalam sebuah budaya yang instant. Mulai dari makanan hingga keberhasilan atau kesuksesan, kita selalu menginginkan yang instant. Ada yang berpikir bahwa jika tidak cepat dalam menyelesaikan sesuatu, itu pertanda tidak diberkati Tuhan. Karena orang-orang seperti ini beranggapan bahwa ketika dia mengharapkan sesuatu, itu harus terkabul dan harus dengan segera.

Namun Allah tidak bekerja dengan cara instant ini. Dia menciptakan bumi, alam semesta, dan segala isinya dalam enam hari. Bukan tidak mungkin Tuhan bisa menyelesaikan semua penciptaan "hanya" dalam satu hari saja. Tapi dari sini kita diajarkan bahwa segala sesuatunya butuh proses. 
Tuhan membuat kita mencapai keberhasilan dengan menjalani proses. Tuhan ingin kita memiliki kesabaran dan stabilitas dalam diri kita sehingga kita menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun. (Yakobus 1:4).

F.B Mayer seorang pendeta Babtis asal Inggris pernah memberikan sebuah ilustrasi tentang proses yang menghasilkan kualitas ini seperti berikut: Sepotong besi seharga $2.50, kalau di tempa menjadi tapal kuda akan menjadi seharga $5. Jika ditempa menjadi jarum, harganya naik menjadi $175. Kalau ditempa dan dibentuk menjadi pisau silat harganya akan berlipatganda menjadi $1.625. Kalau dibentuk menjadi jarum penunjuk arloji, harganya melonjak lagi menjadi $125.000.

Setiap tempaan dan pembentukan terhadap besi tersebut akan meningkatkan nilai jualnya. Lebih banyak di tempa, dipukul, dibakar, maka nilainya semakin tinggi. 
Demikian juga dengan manusia. Jika Anda mengalami banyak pembentukan, tempaan, dan ujian, maka karakter mulia yang ada di dalam diri Anda semakin terbentuk.

TIDAK PERLU MENJALANI KEHIDUPAN INI DENGAN TERGESA-GESA,
NIKMATI SAJA PROSESNYA DAN BIARKAN KETEKUNAN ITU MEMPEROLEH BUAH YANG MATANG.




Senin, 01 Oktober 2012

Renungan Kristen - BIJAKSANA

Bacaan Alkitab : Yakobus 1:1-8

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya. (Yakobus 1:5).


Suatu hari, seorang pemburu pergi ke hutan. Dia membawa busur dan tombak sebagai alat untuk memburu binatang buruannya. Dia menunggu sasarannya sambil berkhayal membawa seekor rusa ketika pulang nanti. Tidak lama menunggu, seekor kelelawar besar yang kesiangan hinggap di sebuah pohon, tepat di depannya, namun ia mengabaikannya. Tidak lama kemudian, seekor babi lewat dan berhenti di sampingnya. Pemburu itu menggerutu berharap babi itu segera pergi.

Setelah agak lama pemburu menunggu, tiba-tiba terdengar langkah kaki binatang. Ia mulai siaga, tapi ternyata hanya seekor kijang. Ia pun membiarkan kijang tersebut lewat begitu saja. Setelah sore, rusa yang ditunggu pun lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tapi sang pemburu sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, "Rusa!", sehingga rusa pun kaget dan lari sebelum ia menombaknya. Alhasil, ia pulang tanpa membawa apa-apa.

Demikian halnya dengan kita, banyak yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh yang diinginkannya. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewatkan begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu berharga. Tidak jarang orang-orang seperti itu akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

Berpikir sederhana, bukan berarti tanpa logika yang sehat. Tapi ingatlah bahwa Tuhan mengajarkan kita setia pada perkara-perkara kecil lebih dulu sebelum dipercayakan perkara yang besar. Dengan penuh hikmat, marilah kita belajar berpikir bijak sebelum mengambil keputusan. Orang bijak dapat melihat sesuatu yang berharga dalam setiap kesempatan yang ada.

ORANG BODOH BERJALAN MENUJU KEHANCURAN, 
ORANG BIJAKSANA BERJALAN MERAIH KEMENANGAN