Senin, 24 Desember 2012

Selamat Hari Natal dan Tahun Baru


Yesus telah lahir 2012 tahun lalu.
Namun hingga kini, Damai sejahtera-Nya selalu terpancar bagi umat-Nya.

Biarlah hari juga DIA lahir dalam hati dan hidup kita.
Dan mengubahkan kita menjadi semakin sempurna di dalam DIA.

Kami Renungan Harian Kristen mengucapkan "SELAMAT HARI NATAL" bagi kita semua.

Biarlah DAMAI NATAL selalu ada di hati kita meskipun kita tidak bersama-sama.
Namun DAMAI NATAL senantiasa mempersatukan kita dalam satu rasa kekeluargaan dalam IMAN dan KASIH TUHAN YESUS KRISTUS.

"IMANUEL - TUHAN MENYERTAI KITA"

Sabtu, 22 Desember 2012

Para Gembala, Orang Majus, dan Herodes

Kelahiran Yesus adalah sebuah sejarah dunia yang tidak bisa diabaikan oleh siapapun, khususnya bagi kita sebagai pengikut Kristus. Kita sudah sering mendengar, membaca, dan melihat drama atau film tentang kelahiran Yesus. Namun ada beberapa hal yang sering kita lupakan dari sejarah kelahiran-Nya. 
Bagi kita tentu sudah tidak asing lagi dengan Para Gembala yang pertama kali menyembah Yesus, Orang-orang Majus dari Timur, dan tentunya Herodes. 

Setiap kali kita merenungkan kisah tentang orang-orang majus dan para gembala, kita selalu melihat adegan-adegan tentang kasih, suka-cita dan penyembahan. Tetapi ketika kita merenungkan tentang Raja Herodes, kita melihat kegelapan, kebencian dan kematian. Dalam Matius 2:16 kita membaca suatu pernyataan yang mengerikan : "Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu."

Mengapa ada orang yang memberikan reaksi seperti apa yang dilakukan oleh Herodes? Mengapa sebagian orang dipenuhi dengan kasih dan suka-cita, sedangkan yang lainnya dipenuhi dengan kegelapan dan putus asa?

Kita bisa belajar sesuatu mengenai hal itu dengan merenungkan apa yang dikatakan oleh Alkitab mengenai gembala-gembala, orang majus dan Herodes. Dengan mempelajari kisah mereka, barangkali Natal akan memberikan makna lebih bagi kita semua.
Ada 3 kategori sifat dan sikap dari golongan orang-orang tersebut. Kita akan melihat sifat dan sikap dari ketiga golongan tersebut, dan tentunya berguna bagi kehidupan kita saat ini.

1. PARA GEMBALA

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang para gembala ini, ada baiknya kita membaca beberapa ayat yang berhubungan dengan para gembala ini. Secara keseluruhan tentang para gembala ini ditulis dalam Lukas 2:8-20. Untuk kali ini, kita akan melihat dalam ayat ke 8 sampai ayat 11, dikatakan demikian :

"Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud."

Ketika kita mendengar kisah tentang para gembala yang datang untuk menjumpai bayi Yesus, ada perasaan sukacita di dalam hati kita. Bagaimana tidak, seorang malaikat Tuhan memberitakan tentang kelahiran Yesus kepada para gembala. Tuhan memberi perintah kepada malaikat untuk memberitakan tentang kelahiran Yesus kepada mereka, padahal mereka hanyalah orang-orang biasa. Tapi para gembala itu sangat penting bagi Tuhan. Jika para gembala itu dinilai penting bagi Tuhan, maka kita juga sudah pasti sangat penting bagi Tuhan, karena Tuhan mengasihi orang-orang biasa seperti Saudara dan saya.

Mengapa Tuhan memilih para gembala menjadi orang-orang yang pertama kali untuk mendengar berita tentang kelahiran Yesus? Jawabannya sangat sederhana, yaitu : Pengorbanan. Pemahaman tentang pengorbanan hanya dimiliki oleh para gembala. 
Jarak antara Betlehem dan Yerusalem sangatlah dekat, hanya beberapa kilometer saja. Namun kedua kota tersebut dipisahkan oleh bukit-bukit, dan di bukit-bukit itu para gembala menggembalakan dombanya.

Sejarah menjelaskan kepada kita bahwa banyak domba digembalakan di bukit-bukit di antara Yerusalem dan Betlehem. Domba-domba itu dipelihara secara khusus untuk digunakan sebagai korban di Bait Allah di Yerusalem. Setahun sekali setiap keluarga Yahudi harus datang ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban di Bait Allah untuk menebus dosa-dosa mereka. Dan hewan yang mereka korbankan pada umumnya adalah domba.

Mereka tidak membawa domba korban dari kampung halaman mereka ke Yerusalem. Tetapi, mereka menunggu sampai tiba di Yerusalem, lalu membeli seekor domba untuk dipersembahkan sebagai korban.

Karena itu para gembala tahu mengenai pengorbanan. Para gembala menghabiskan hidupnya di bukit-bukit di luar kota Betlehem, mengamati domba kecil dilahirkan. Mengamati domba-domba itu tumbuh dewasa dan mereka menyadari bahwa pada suatu hari nanti seorang imam akan datang dan membeli somba-domba itu dan membawanya ke Bait Allah untuk dipersembahkan sebagai korban penebusan. 

2. ORANG MAJUS DARI TIMUR

Kisah tentang orang-orang majus adalah sebuah kisah tentang kasih, tentang penyembahan dan pemujaan. Mereka mewakili kaum ningrat pada zaman itu, yaitu orang-orang kaya, terpelajar dan memiliki pengetahuan tinggi. Dan mereka berharga bagi Tuhan, terbukti dengan adanya bintang yang ditunjukkan kepada mereka.

Mereka telah mempelajari tentang nabi-nabi besar di Israel. Orang-orang majus itu berasal dari Babel, yang saat ini disebut Irak. Mereka mungkin saja memiliki nubuatan Daniel yang tidak kita ketahui sekarang ini, karena orang-orang majus ini dulunya berada dibawah pimpinan Daniel ketika zaman Nebukadnezar. Hal ini dapat kita lihat dalam Daniel 5:11 - "sebab dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus! Dalam zaman ayah tuanku ada terdapat pada orang itu kecerahan, akal budi dan hikmat yang seperti hikmat para dewa. Ia telah diangkat oleh raja Nebukadnezar, ayah tuanku menjadi kepala orang-orang berilmu, para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum,". Ahli nujum pada ayat tersebut adalah para orang majus. Itu sebabnya mereka mengetahui segala nubuatan Daniel. Mereka mempelajarinya dan mereka tetap menunggu dan berharap. Dan ketika mereka melihat cahaya yang terang, bintang yang bersinar, mereka tahu bahwa itu adalah tanda dari sesuatu yang istimewa. Mereka mengingat-ingat lagi semua hal yang sudah mereka pelajari dan mereka siap untuk melakukan perjalanan, karena mereka tahu bahwa bintang itu merupakan pertanda bahwa di suatu tempat, seorang raja sudah dilahirkan dan mereka ingin menyembah Dia. Mereka siap untuk menyambut Natal.

3. HERODES

Jika para gembala dan orang-orang Majus siap menyambut kelahiran Yesus, tidak demikian halnya dengan raja Herodes, ia tidak siap menyambut kelahiran Yesus. Mungkin Saudara bertanya-tanya, mengapa Herodes tidak melihat bintang itu? Jika bintang itu cukup terang bagi para orang Majus di negeri yang jauh, seharusnya bintang itu juga cukup terang untuk dilihat oleh Herodes.

Mengapa Herodes tidak mendengar berita kelahiran dari para malaikat? Mengapa ia tidak melihat bahwa surga berhias pada malam Natal pertama itu? Seharusnya ia bisa melihatnya, tetapi ia tidak mempunyai mata untuk melihat. Dan ia juga tidak mempunyai telinga untuk mendengar.

Lalu pelajaran apa yang dapat kita ambil dari ketiga golongan orang-orang tersebut ?

A. PERTAMA : TUHAN BEKERJA MELALUI ORANG-ORANG YANG SIAP UNTUK MENYAMBUT PESAN-NYA.

Para gembala menyadari bahwa dosa itu begitu mengerikan dalam pandangan Tuhan sehingga untuk pengampunan diperlukan adanya darah yang ditumpahkan dan ada kehidupan yang diserahkan.
Jadi, memang sangat tepat, bahwa para gembala tersebut harus menjadi orang pertama yang mendengar kabar tentang  lahirnya "Anak Domba Allah"  yang akan menjadi "Juru Selamat, Tuhan Yesus Kristus."

Mereka siap untuk menyambut peristiwa  itu. Pikiran mereka tidak rumit. Mereka bukanlah ahli-ahli Theologi. Mereka tidak mencari-cari alasan untuk tidak percaya. Mereka percaya begitu saja.Hati dan jiwa mereka siap dan ketika Tuhan berbicara melalui para malaikat, mereka mendengarkan dan menerima berita itu dengan suka-cita yang besar.

Orang-orang majus juga siap menyambut kelahiran Yesus. Ketika mereka melihat cahaya yang terang, bintang yang bersinar, mereka tahu bahwa itu adalah tanda dari sesuatu yang istimewa. Mereka mengingat-ingat lagi semua hal yang sudah mereka pelajari dan mereka siap untuk melakukan perjalanan, karena mereka tahu bahwa bintang itu merupakan pertanda bahwa di suatu tempat, seorang raja sudah dilahirkan dan mereka ingin menyembah Dia. Mereka siap untuk menyambut Natal.

Tetapi raja Herodes sebaliknya, ia tidak siap. Tetapi ia tidak mempunyai mata untuk melihat. Ia juga tidak mempunyai telinga untuk mendengar. Natal datang kepada Herodes seperti juga datang kepada para orang majus dan para gembala. Tetapi Herodes tidak mengetahuinya karena Herodes tidak siap.


B. KEDUA : MEREKA MAU MENEMPUH PERJALANAN IMAN UNTUK BERTEMU DENGAN YESUS.

Ketika mereka mendengar berita, orang-orang majus dan para gembala mau melangkah dan menempuh perjalanan iman, tetapi Herodes tidak.

Saya menyukai tanggapan dari para gembala. Setelah para malaikat itu kembali ke surga, para gembala berkata satu kepada yang lain, "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana."
Mereka tidak berkata, "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apakah berita itu benar." Mereka tidak meragukan pesan dari Tuhan.Mereka tidak meragukan pengumuman dari para malaikat. Mereka tidak duduk-duduk saja dan merenungkan berita itu sebagai suatu hal yang mustahil atau secara logika tidak masuk di akal.
Tidak, mereka bergegas ke Betlehem untuk melihat bayi itu.Kepergian mereka adalah suatu perjalanan iman.

Bagaimana dengan para orang majus?
Apakah Saudara pernah menempatkan diri Saudara pada posisi mereka?
Apakah Saudara dapat membayangkan mereka sedang berdiri di halaman rumah mereka dan mempersiapkan unta-unta mereka untuk perjalanan yang panjang? Mereka mengisi pelana mereka dengan makanan dan pakaian, emas, kemenyan dan mur.

Pada waktu itu beberapa tetangga mereka mungkin lewat dan bertanya, "Sedang apakah kalian?" Orang-orang majus itu menjawab, "Kami bersiap-siap untuk melakukan perjalanan." "Mau kemanakah kalian?" "Terus terang saja, kami juga tidak tahu. "Apakah kalian membawa peta?" "Tidak, kami akan mengikuti bintang."

"Oh! Apa yang akan kalian lakukan sesampainya di sana?" "Kami akan melihat seorang raja." "Siapa nama raja itu?" "Kami tidak tahu. Yang kami tahu adalah bahwa kami sudah melihat bintang-Nya dan kami akan mengikuti bintang itu karena bintang itu akan membawa kami kepada-Nya, lalu kami akan menyembah Dia."

Itu adalah suatu perjalanan iman! Iman tidak masuk akal bagi orang yang tidak tahu tentang pesanitu.
Itu adalah perjalanan iman. Iman hanya dapat dijelaskan oleh hati yang mengerti apa artinya iman.

Tetapi bagi Herodes tidak ada iman. Ia mendengar berita itu dari para orang majus. Orang-orang majus datang ke istana Herodes dan bertanya, "Di manakah Dia raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

Ketika Herodes mendengar hal ini, Herodes terkejut."Dimana? Dimana ada seorang raja? Aku belum pernah mendengar ada raja yang lain. Segera ia mengumpulkan semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi. Mereka memberitahu Herodes bahwa para nabi sudah bernubuat tentang Mesias, Kristus, yang akan dilahirkan di Betlehem.


Herodes menyuruh para orang majus itu ke Betlehem. Ia mempunyai kesempatan untuk menyelidiki tentang raja baru itu. Tetapi ia tidak memiliki mata iman. Ia juga tidak memiliki hati yang percaya. Maka, meskipun Sang Raja dilahirkan beberapa kilometer jauhnya dari istananya, ia tidak siap untuk menerima Dia karena tidak ada iman di dalam hatinya.

Banyak hal yang tidak dapat dijelaskan.
Tidak ada yang dapat menjelaskan mengapa seorang perawan melahirkan.
Tidak ada yang dapat menjelaskan menjelaskan bahwa surga berhias dan para malaikat mengumumkan lahirnya seorang raja.
Tidak ada yang dapat menjelaskan sebuah bintang yang misterius bersinar di langit.
Tidak ada yang dapat menjelaskan semua drama dan kemuliaan dan tanda-tanda heran.
Semuanya itu adalah suatu hal yang sifatnya Ilahi.
Kejadian itu hanya bisa dipahami dengan hati dan pikiran yang memiliki iman.

Sebelum Natal menjadi nyata bagi kita, perjalanan kita haruslah perjalanan iman juga.
Kita harus menyadari bahwa kita tidak akan pernah mengerti secara lengkap keajaiban dari kasih Allah, tetapi dalam iman kita harus siap menerimanya.

C. KETIGA : MEREKA MAU MEMBAYAR HARGA DAN MEMBERI PENGORBANAN.

Orang majus dan para gembala mau membayar harga dan memberi pengorbanan. Bayangkanlah para gembala. Ketika mereka berkata, "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana," itu adalah keputusan yang penting bagi mereka. Pada waktu mereka pergi ke Betlehem mereka harus meninggalkan domba-domba mereka. Semua harta mereka berada dalam bentuk domba-domba itu. Pada malam hari serigala bisa datang dan menyerang serta membunuh domba-domba mereka.

Jadi diperlukan iman. Mereka harus berkata, " Kami akan meninggalkan semua yang kami punya untuk mencari Domba Allah, dan kami akan mempercayakan kawanan domba kami kepada Gembala yang Baik yang akan menjaga mereka."

Saya selalu berharap bahwa ketika mereka pulang kembali ke padang, mereka akan menemukan semua domba-dombanya aman dan baik-baik saja, dan sejak saat itu Tuhan akan memberkati mereka dengan cara-cara yang tidak pernah mereka mimpikan, karena mereka mau menyerahkan segala sesuatunya ke dalam tangan Tuhan.

Orang-orang majus juga membayar harga. Mereka meninggalkan keluarga mereka, bisnis mereka dan semua hal lain yang disukai mereka. Mereka meninggalkan semuanya untuk mengikuti sebuah bintang – untuk melakukan suatu perjalanan yang aneh dan mungkin berbahaya – hanya untuk memberikan penghormatan kepada raja baru.Selain itu mereka juga memberi persembahan.

Matius 2:11b "Mereka-pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur." Mereka tahu bahwa memberi persembahan adalah bagian dari penyembahan yang sejati.

Ada pepatah yang mengatakan, "You can give without loving, but you can not love without giving." (Anda dapat memberi tanpa kasih, tetapi anda tidak dapat mengasihi tanpa memberi).

Ada perlambang dalam persembahan orang-orang majus yang terdiri dari emas, kemenyan dan mur.

a. Emas

Arti dari persembahan berupa emas yaitu: YESUS ADALAH RAJA KITA.
Emas pada masa itu pada umumnya disimpan oleh raja. Pajak yang dikumpulkan dari rakyat suatu kerajaan disimpan dalam rumah perbendaharaan raja. Jadi, orang-orang majus itu bukan membawa persembahan hanya untuk "orang yang baik," tetapi membawa persembahan untuk keluarga kerajaan, Raja di atas segala Raja dan Penguasa di atas semua Penguasa di bumi ini.

Raja Edward VIII dari Kerajaan Inggris sangat peduli dengan kondisi sosial di negrinya. Pada suatu hari ia berkunjung ke sebuah desa nelayan untuk meresmikan sebuah kapal. Ia menggunakan kesempatan itu untuk berkunjung ke rumah penduduk. Ia berhenti di pintu sebuah rumah yang dihuni oleh orang dengan reputasi yang kurang baik. Orang itu mendengar pintunya diketuk, dan berseru dengan suara kasar, "Siapa itu?" jawabannya, "Aku adalah raja-mu. Bolehkah aku masuk?" Orang itu berpikir, jangan-jangan ada orang yang ingin bergurau dengannya.Ia menolak untuk membuka pintu. Raja Edward VIII adalah orang yang menghargai hak seseorang di dalam rumahnya. Ia tidak akan memaksa untuk masuk, karena itu ia pergi meninggalkan rumah itu. Orang miskin itu kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan rajanya.

Ia lahir seperti bayi, tetapi Dia adalah Pencipta dan Raja kita yang menjadi manusia dan tinggal di antara kita.

b. Kemenyan
Arti dari persembahan berupa kemenyan yaitu : YESUS ADALAH IMAM AGUNG KITA.
Kemenyan digunakan sebagai salah satu elemen dalam penyembahan. Kemenyan itu dibakar dan asapnya disebarkan di sekeliling mezbah oleh imam yang memimpin ibadah.

Dalam Alkitab, kemenyan melambangkan doa dan kita harus berdoa di dalam nama Yesus.

Kitab Ibrani mengatakan bahwa Ia adalah satu-satunya Perantara di antara kita dan Bapa. Dia adalah Imam Agung kita yang memahami penderitaan kita dan Dia juga pernah mengalami pencobaan seperti kita.

Jangan membiarkan kesibukan menjelang Natal membuat Saudara tidak berdoa. Jangan membiarkan kesibukan Saudara itu memutus "hubungan" Saudara dengan Bapa melalui doa di dalam nama Yesus.

c. Mur
Arti dari persembahan dalam bentuk Mur adalah: YESUS ADALAH KORBAN KITA.
Mur adalah cairan untuk pembalseman jenazah pada masa itu. Betapa anehnya mur dijadikan pemberian untuk kelahiran bayi.

Persembahan mur itu mendapat konfirmasi melalui pernyataan Hana dan Simeon pada waktu Yesus berumur 8 hari dan diserahkan di Bait Allah untuk disunat, bahwa Anak tersebut dilahirkan untuk mati. Lukas 2:35 "Dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya nyata pikiran hati banyak orang."

Pada waktu Natal kita memberi perhatian pada palungan, tetapi palungan tidak ada artinya tanpa salib yang menyusulnya. Karena itu, setiap kali kita melihat palungan, kita harus ingat bahwa kelahiran Yesus akan memberi arti penuh melalui kematian dan kebangkitan-Nya.

Apakah orang-orang majus itu mengerti semua perlambang itu dan bagaimana nubuatan diungkapkan? Tampaknya tidak.

Mereka semata-mata mengijinkan Tuhan untuk memimpin mereka tentang apa yang harus diperbuat, kemana mereka harus pergi, dan apa yang harus diberikan.

Tetapi tidak demikian halnya dengan Herodes.
Herodes mendapat informasi tentang lahirnya seorang raja dan cepat- cepat ia kembali ke tahtanya. Sambil memegangi tahtanya, ia bertanya, "Dimana Dia?" Ia ingin memeluk semua harta kepunyaannya – emas dan perak, kekuasaannya dan kebanggaannya. Ia takut kehilangan semuanya itu.

Natal berarti penyerahan. Natal artinya adalah kedaulatan Allah di surga yang sedang melihat ke bawah dan melihat kita sedang menuju kematian karena dosa-dosa kita, dan Ia berkata, "Aku tidak akan membiarkan semuanya terjadi. Aku harus melakukan sesuatu."

Yesus menyerahkan kemuliaan-Nya dan kekuasaan-Nya. Ia menjadi bayi. Ia berjalan di antara kita. Ia menghirup debu kita. Ia mengijinkan kita untuk menganiaya Dia dan meludahi Dia dan memasang paku pada tangan dan kaki-Nya. Itulah penyerahan.

Natal berarti memberi.Bukan hanya membungkus kado dan memberikannya kepada orang yang kita kasihi, tetapi seharusnya memberi diri kita sendiri kepada Tuhan.

Mungkin ada beberapa yang seperti para gembala. Kita tidak mempunyai apa-apa dan mungkin kita tidak mengetahui banyak tentang apa yang dianggap penting oleh dunia. Tetapi kita siap untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Tuhan.
Sebagian lain di antara kita mungkin seperti orang-orang majus, mencari kebenaran, bertanya, tahu akan janji Tuhan. Jika kita mencari kebenaran dengan segenap hati kita, kita akan menemukan Dia.
Sayang sekali, di luar sana mungkin ada beberapa orang yang seperti Herodes yang bersifat menentang Tuhan – yang membenci Dia, bukannya mengasihi Dia dan tidak mau menerima apa yang akan diberikan oleh Tuhan.


Saudara, setiap tahun, pada masa Natal, garis pemisah ini digoreskan. Ada orang-orang yang seperti para gembala dan orang-orang majus yang datang kepada Yesus untuk menyembah Dia. Dan ada orang-orang yang seperti Herodes yang berdiri dengan tegang dan dingin, menolak semua yang Tuhan ingin lakukan di dalam hidup mereka.

Saudara berada dalam kategori yang mana? Kelompok mana yang paling tepat mewakili Saudara?

Tuhan ingin mengubah semua Herodes dan membuat mereka menjadi gembala-gembala dan orang-orang majus.

Tetapi hal itu hanya dapat terjadi jika kita mau semuanya itu terjadi, yaitu :
• Jika Saudara siap untuk menyambut kabar baik Tuhan
• Jika Saudara mau melakukan perjalanan iman
• Jika Saudara mau membayar harga dan melakukan pengorbanan.

Tuhan mengundang Saudara untuk datang ke palungan-Nya
Tuhan mengundang Saudara untuk datang ke tahta-Nya,
Tuhan mengundang Saudara untuk datang ke salib-Nya dan untuk mengenal kasih-Nya.

Apakah Saudara paham, jika Saudara menolak Yesus; jika Saudara mengabaikan apa yang telah diperbuat oleh Tuhan melalui Yesus Kristus, maka Natal akan datang pada tanggal 25 Desember seperti biasanya, tetapi hal itu hampir tidak membawa arti apa-apa bagi Saudara karena hati Saudara dingin dan tidak sensitif terhadap apa yang ingin dilakukan Tuhan di dalam hidup kita.

Natal hampir tiba.
Apakah Saudara siap?
Apakah hati Saudara lembut?
Apakah telinga Saudara sensitive?
Apakah Saudara dapat mendengar Tuhan yang sedang memberitahukan kepada Saudara bahwa Dia mengasihi Saudara?


Jumat, 14 Desember 2012

Renungan Kristen - Kristen Amfibi

Bacaan Alkitab : Matius 6:19-24

"Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24).


Dalam dunia hewan, kita tahu bahwa katak dapat hidup di dalam dua alam, yaitu di darat dan air. Sifat ini disebut amfibi. Hewan ini merasa aman-aman saja serta tidak merasa canggung karena memang Tuhan sudah menciptakannya demikian.

Lain halnya dengan sifat manusia. Tuhan sang Pencipta tidak ingin kita menduakan hati terhadap Dia. Dia ingin kita memilih, ikut Dia atau ikut dunia. Keinginan untuk mengikuti Tuhan sekaligus dunia sama halnya seperti sifat katak. Kehidupan seperti itu pasti tidak akan membuat kita merasa nyaman sebab bukan demikian semestinya.

Sebenarnya, selama hayat masih di kandung badan, seharusnya kita mempunyai pilihan pasti apakah kita mau tinggal bersama-Nya kelak di sorga atau terpisah dari-Nya di neraka.

Jika kita sudah memilih ikut Tuhan, identitas kita semestinya sudah berubah. Karakter kita pun semestinya berubah pula sebab Roh Kudus tinggal di dalam hati kita. Kita sudah menjadi anak Tuhan (Yohanes 1:12). Jadi, sekalipun kita hidup di dunia, namun bukan dunia yang menjadi tuan kita, melainkan hanya Tuhan, Tuan kita diatas segala tuan.

Jika kita menjadikan-Nya sebagai Tuan maka kita pasti akan berjalan dalam Dia dan membuahkan kebenaran. Mari kita ambil keputusan menjadikan-Nya sebagai Tuan.

KEPUTUSAN KITA SEKARANG AKAN MENGUBAH KEHIDUPAN KITA SETERUSNYA.    


Humor Kristen, Cerita Lucu Kristen, Cerpen Kristen, dan  Renungan Harian yang ada pada Blog Renungan Harian Kristen ini tidak bermaksud untuk menyinggung pihak lain. Baik itu berupa nama orang, nama tempat, nama suku, nama gereja, profesi, dan lain-lain.

KONDISI PERNIKAHAN DI AKHIR ZAMAN

Jika kita melihat keadaan dunia saat ini yang super canggih dan super instant, mustahil rasanya kehidupan yang akan datang menjadi super susah dan super hancur. Bagaimana tidak, kemajuan teknologi dunia yang begitu membawa banyak manfaat dan meringankan pekerjaan bagi umat manusia. Selain sisi positifnya, kemajuan teknologi juga membawa dampak negatif bagi kehidupan manusia. Segala informasi dapat dengan dengan mudah di akses saat ini. Komunikasi dengan orang lain juga sangat mudah dengan adanya handphone, jejaring sosial, email, blackberry, dan lain sebagainya.

Namun dengan kemudahan dan kecanggihan teknologi saat ini, seringkali dimanfaatkan untuk melakukan dosa. Tidak jarang kita mendengar berita di televisi atau media elektronik lainnya tentang pemerkosaan,  penculikan, dan penipuan melalui SMS, BBM, Facebook, dan yang lainnya. Semua itu terjadi dan dilakukan oleh orang-orang yang memanfaatkan kecanggihan teknologi secara negatif. Mungkin bagi mereka yang melakukan hal itu adalah suatu hal yang wajar dan biasa, karena memang mereka tidak perduli dengan dosa.

Ternyata kemajuan teknologi tidak menjamin dapat menghentikan pertumbuhan dosa yang begitu dahsyat penyebarannya. Segala nafsu jahat dan kotor di dalam hati manusia tidak dapat dihentikan, bahkan justru kemajuan teknologi itu mempercepat laju kebejatan manusia. Kita ambil beberapa contoh dari perkembangan teknologi saat ini yang dimanfaatkan sebagai "pengaman" untuk melakukan dosa. Alat kontrasepsi dan peralatan KB lainnya dibuat dengan teknologi yang canggih, tujuannya untuk menolong banyak umat manusia. Namun bagi mereka yang moralnya rusak dan tidak perduli dengan dosa akan semakin “aman” dan semakin ganas. Tidak ada yang dapat menghentikan orang-orang yang memang dipenuhi oleh nafsu-nafsu seperti itu, kecuali penyakit yang menimpa mereka.

APA KATA ALKITAB ???

Mungkin jarang kita memperhatikan nubuatan-nubuatan yang ada dalam Alkitab tentang kondisi pernikahan di akhir zaman. Namun jika kita selidiki lebih dalam lagi, ternyata ada banyak nubuat dalam Alkitab yang menceritakan bagaimana bejatnya manusia di akhir zaman. Semua itu dituliskan untuk mengingatkan kita sebagai orang yang benar-benar menjadi Pengikut Kristus (Kristen) dan benar-benar percaya kepada Yesus, agar senantiasa berjaga-jaga dan tidak mengikuti segala perbuatan dosa yang dilakukan oleh orang-orang dunia, khususnya di akhir zaman ini.

Kejadian 6:1-2. "Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka." 

Ayat diatas adalah keadaan pada zaman Nuh, dan ini akan terulang lagi pada akhir zaman ini. Perhatikan kalimat terakhir pada ayat diatas : "..... lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka." 

Melihat keadaan seperti itu, apakah TUHAN hanya diam saja ? Tentu tidak. TUHAN melihat semua perbuatan manusia itu dan bahkan Allah sangat menyesal telah menciptakan manusia. Semua itu dituliskan dalam ayat berikutnya :

Kejadian 6:5-6. "Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya."

Dengan penyesalan itu, maka TUHAN membinasakan seluruh manusia yang ada di muka bumi pada saat itu dengan mendatangkan air bah. Seperti kita ketahui, dari sekian banyaknya manusia pada zaman itu, hanya Nuh yang selamat beserta istri, tiga orang anaknya dan tiga menantunya, keseluruhannya berjumlah delapan orang. Luar biasa bukan ??? Alkitab tidak tidak menuliskan jumlah manusia secara spesifik pada zaman itu, tapi yang jelas jumlahnya sudah sangat banyak (Kejadian 6:1), namun yang selamat hanya 8 orang saja. Mereka yang tidak mau mendengarkan Firman TUHAN semuanya binasa karena kekerasan hati mereka.  

Lalu bagaimana dengan zaman akhir ? Apakah hal itu akan terulang kembali ? Ya, semua itu akan terulang kembali. Namun TUHAN membinasakan manusia bukan lagi dengan AIR BAH, karena TUHAN sudah berjanji tidak akan mendatangkan air bah kembali di muka bumi. Hal ini dibuktikan dengan adanya BUSUR TUHAN atau yang lebih kita kenal dengan PELANGI. (Kejadian 9:1-17). Lalu dengan bagaimana kelak kesudahan manusia ? Kesudahannya adalah Sorga atau Neraka. Bumi dan segala isinya akan hilang lenyap, yang ada hanyalah Bumi yang Baru. (Wahyu 21:1).
    
Matius 24:37-39. “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia."

Sebelum TUHAN mendatangkan air bah, kehidupan manusia pada saat itu sangatlah bebas. Pikiran manusia hanya penuh dengan makanan dan minuman yang enak, kehidupan mewah dan sex. Mereka tidak memperdulikan dan tidak menghormati TUHAN. Semuanya berbuat sesuai kehendaknya masing-masing. Dan semua itu berakhir setelah Nuh dan keluarganya masuk ke dalam bahtera, dan air bah membinasakan mereka.

Hal ini pun sudah kembali terulang pada zaman sekarang. Banyak orang yang tidak percaya kepaya YESUS, tidak mendengarkan Firman-Nya, tidak melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya, berbuat sekehendak hatinya, tidak mengasihi sesama, melakukan perzinahan, menjadi hamba uang, dan berbagai kehidupan duniawi lainnya. Namun bagi yang percaya kepada Tuhan Yesus dan melakukan kehendak-NYA akan masuk ke dalam "Bahtera Sorgawi", yaitu Kerajaan Allah yang Kudus dan Kekal.

Saat ini banyak orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus dan tidak melakukan kehendak-Nya, dan mereka menutup hati, mata, dan telinga mereka terhadap Firman Tuhan, dan itu membuat mereka tidak tahu akan sesuatu, seperti yang dilakukan oleh manusia pada zaman Nuh (Matius 24:39), sampai air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua. Dan nanti bukan lagi yang air bah yang akan datang, melainkan Tuhan Yesus sendiri yang akan datang. Dan DIA lah nanti yang akan membinasakan orang-orang yang tidak percaya kepada-Nya.

Dalam Kitab Daniel diceritakan nubuatan tentang jeleknya moral manusia di akhir zaman ini. Kitab Daniel menggambarkan perilaku manusia di akhir zaman ini seperti perilaku binatang yang selalu menuruti nafsunya.

Daniel 7:5. "Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak."

Seperti kita ketahui bahwa beruang adalah binatang yang sangat buas, kebuasan dan kejahatannya sama dengan singa. (1 Samuel 17:34; Ratapan 3:10; Hosea 13:7-8; Ams 28:15).

Daniel 7:17. "Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi;"

Pengertian ayat diatas adalah "raja-raja dosa" yang hidupnya seperti binatang buas, jahat, keji seperti beruang. Manusia-manusia yang melakukan dosa akan sangat bebas melakukan dosa dan menuruti hawa nafsunya.  Segala jenis dosa yang sangat menjijikkan akan diperbuat olehnya, diantaranya :

- Dosa kedagingan dan hawa nafsu (2 Petrus 2:10; 3:3).
- Tidak ada rasa takut akan Allah dalam matanya (Mazmur 36:1)
- Durhaka, tidak mau tunduk, tidak mau diperintah (1Timotius 1:9)
- Menyesatkan dan menjatuhkan orang beriman ke dalam dosa (1 Petrus 2:18, 5:8).

Siapapun orang-orang yang bergaul dengannya akan terpengaruh dan akan merusak rohaninya, seperti orang yang dirobek-robek oleh singa yang buas sebagai mangsanya sehingga hancur berantakan kehidupan rumah tangganya (Titus 1:11).

Dan lebih hebatnya lagi, jumlah orang-orang yang melakukan dosa seperti ini akan sangat banyak pada akhir zaman, dan orang-orang beriman yang tidak berjaga-jaga akan diseret dalam segala kenajisan dosanya.

Jika kita perhatikan dalam Wahyu 13, sifat ke empat binatang ini terkumpul dalam binatang Antikris, namun  dalam Daniel 7 diuraikan dalam 4 binatang, sehingga kita lebih mudah mengikuti perkembangannya.

Sebelum antikris muncul, orang-orang yang seperti raja-raja dalam dosa ini akan limpah bermunculan dan Antikris adalah puncaknya.

Seperti yang dijelaskan dalam Wahyu 13:2, kaki binatang Antikris itu disebutkan seperti kaki beruang. Jadi sifat-sifat beruang yang dipakai di sini yang terutama adalah kakinya. Mengapa harus kaki beruang ? Ya, salah satu fungsi kaki adalah untuk memikul berat badan dan untuk berjalan. Ia memikul beban beruang, artinya "beban hawa nafsu". Seluruh hidupnya untuk hawa nafsu atau kedagingan saja.

Tujuan hidupnya hanya untuk bersenang-senang, makan minum, kawin, berkelahi, memuaskan nafsunya dan sebagainya. Tidak peduli lagi itu dosa atau tidak, yang penting hatinya puas. Jumlah mereka semakin bertambah-tambah terus di dalam dosa sampai hukuman jatuh atasnya, baru mereka terpaksa berhenti menuruti hawa nafsunya.

Semua itu mereka lakukan karena mereka buta dan sesat. Penyebabnya adalah :
  • Mereka mengira bahwa inilah jalan yang menyenangkan, tetapi sesungguhnya ini jalan kematian. Bukan jalan sejahtera (Roma 3:17). Dalam Amsal 14:12-13 dikatakan : "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut. Di dalam tertawapun hati dapat merana, dan kesukaan dapat berakhir dengan kedukaan." Mereka akan berduyun-duyun berjalan dalam jalan lebar yang ramai ini, tetapi akhirnya kebinasaan. Matius 7:13-14 mengatakan : "Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."
  • Mereka mengira bahwa cara hidup demikian ini dari kehendak dirinya sendiri, keinginannya sendiri, tetapi sebetulnya mereka “diperbudak” dan "diperhamba" oleh setan. (Roma 7:18, Galatia 5:17, Yohanes 8:34). Namun bagi kita yang mengerti akan kebenaran. jangan lagi mau diperbudak oleh setan. Sudah seharusnya setiap orang Kristen bebas dari perhambaan setan dan menang di dalam Kristus. Tuhan Yesus telah menang untuk kita, terimalah kemenangan atas dosa dengan iman. Keinginan daging harus disalibkan dan dimatikan (Galatia 5:24; Kolose 3:5) dan dengan sukacita mau tunduk dan taat dipimpin oleh Roh Kudus seperti Paulus. Janganlah berjalan dalam cara hidup seperti beruang ini (1 Petrus 4:2). Orang yang berjalan menuruti hawa nafsunya akan masuk jerat iblis yang lebih dalam (Luk 21:34).
Mari kita perhatikan lagi Daniel 7:5. "Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak."

Perhatikan kalimat "berdiri pada satu sisi", hal ini mempunyai makna "pincang",  tidak lurus, tidak jujur. Karena orang yang berjalan menuruti hawa nafsunya itu tidak akan berjalan jujur, tetapi hidupnya bengkok (Filipi 2:15). Hawa nafsu itu tidak tahu aturan dan tidak jujur, selalu berdusta asal dapat menuruti kehendak dagingnya. Inilah ciri-ciri raja dosa, selalu berdusta, sombong dan lain-lain. Semua dosa itu sejenis, yaitu gelap dan tiap-tiap dosa akan beranakkan dosa- dosa yang lain lagi.

Pada ayat diatas juga disebutkan "tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya". Rusuk adalah gambaran seorang istri. Karena memang Tuhan menjadikan Hawa dari tulang rusuknya Adam sebagai pendampingnya. (Kejadian 2:22). Kita semua tentu setuju bahwa rusuk seharusnya ada di bagian dada, karena memang demikianlah adanya, bukan digigit dalam mulut. Digigit dalam mulut berarti mencerminkan kehidupan penikahan yang rusak, yang tidak wajar, dan tidak seperti yang seharusnya.

Binatang ini adalah binatang nubuatan di akhir zaman. Inilah ciri-ciri kerusakan kehidupan pernikahan di akhir zaman. Adapun kerusakan-kerusakan kehidupan pernikahan itu adalah :

1. MEMPUNYAI ISTRI LEBIH DARI SATU

Pernikahan dalam Kristen hanya memperbolehkan satu suami atau satu istri. Dalam Matius 19:6 dikatakan : "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." Ayat ini dengan jelas mengatakan "dua menjadi satu", bukan "tiga menjadi satu" atau "empat menjadi satu". Dan dalam Ibrani 13:4 dengan jelas mengatakan "Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah." 

Namun di akhir zaman, bagi orang-orang yang tidak percaya dan tidak memperdulikan Firman Tuhan, semua itu akan dilanggar. Artinya mereka akan mempunyai pasangan lebih dari satu, terlebih-lebih bagi seorang laki-laki akan memiliki istri lebih dari satu (Kejadian 6:2). Mereka kawin dan mengawinkan seperti binatang, lebih dari satu, dengan siapa saja yang disukainya, baik dalam pikiran dan dalam perbuatan.

Raja-raja dalam dosa ini penuh dengan kenajisan semacam ini. Dalam masyarakat umum, kebebasan dan kesempatan untuk mengulurkan hawa nafsu perzinahan seperti ini akan makin banyak, sehingga hampir semua rumah tangga terkena racunnya. Di mana-mana kehidupan pernikahan menjadi retak, pecah, cerai bahkan hancur berantakan.


Dalam rumah tangga Kristen, hal itu juga bisa terjadi jika tidak berdiri di dalam kebenaran Firman Tuhan, yaitu percaya dan sungguh-sungguh memegang rumus Firman Tuhan : “2 menjadi 1″ (Matius 19:6), tidak penuh dengan kuasa Roh Kudus, yang tidak dapat bertahan dalam zaman yang semakin rusak ini dan akhirnya ikut hancur.

Peganglah prinsip nikah ini dengan banyak berdoa dalam Roh, kalau tidak rumah tangga akan hanyut dalam arus perzinahan ini dan hancur, rohani hancur, akhirnya neraka yang menjadi tempatnya.

2. MENGUTAMAKAN NAFSU DAN KENIKMATAN

Dalam Daniel 7:5 dikatakan "...... dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak."

Mulut berfungsi untuk merasakan dan menikmati. Mereka mengambil istri hanya untuk dirasakan dengan hawa nafsunya saja, sebagai mangsa atau akibat perbudakan hawa nafsunya belaka. Sebab itu hidup nikah seperti ini tidak tahan lama, hanya sebentar saja, sebab nafsu itu cepat bosan. Rumah tangga menjadi tawar, rusak dan berantakan. Nafsu itu tidak stabil, tidak setia, tidak tetap, dapat cepat berubah. Baca 2 Samuel 13:15, habis manis sepah dibuang.

Nafsu itu seringkali tidak mengandung kasih. Nafsu dan Kasih itu tidak sama. Ingatlah akan laba-laba betina yang besar nafsunya tetapi tiada kasih. Ada sejenis binatang dari golongan laba-laba yang mempunyai naluri sex yang kuat, tetapi tidak mempunyai kasih. Laba-laba betinanya sangat kuat dan sangat besar dibandingkan dengan yang jantan (yang sangat kecil).

Pada waktu musim kawin, laba-laba jantan mendatangi sang betina; tetapi segera selesai, si jantan langsung melompat lari secepat kilat! Mengapa? Sebab kalau si jantan tidak lari, ia akan dibunuh dan dimakan oleh sang betina “kekasihnya” yang sangat lapar! Ada naluri sex (bahkan sangat besar) tetapi tidak ada kasih.

Definisi Kasih menurut dunia dan menurut Alkitab itu lain. Dunia sulit membedakan antara nafsu dan kasih. Tetapi Firman Tuhan memberikan definisi yang jelas tentang kasih/cinta ini (1 Korintus 13). Nafsu itu tidak dapat menunggu, egoistis, tidak berani korban, suka mencuri, tidak berjalan dalam terang, tidak tahu aturan dan seterusnya. Jangan hidup menuruti nafsu saja seperti beruang ini. Jangan meniru cara raja-raja dosa ini, kawin hanya berdasar- kan hawa nafsunya saja, sehingga lekas bosan lalu kawin berulang-ulang dan bersundal tanpa batas dan tanpa malu. Semua orang-orang yang akan menikah hendaknya memilih istri dalam hal yang kudus dan hormat (1 Tesalonika 4:4).

3. TERJADI PERCERAIAN

Dalam ayat yang sama, yaitu Daniel 7:5 dikatakan  ""...... dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya." Seperti yang sudah dijelaskan diatas, tulang rusuk adalah gambaran seorang istri. Istri itu untuk dicintai dan dilindungi (Efesus 5:28-29), bukan untuk digigit. Istri bukan untuk digigit dan sewaktu-waktu diludahkan keluar. Istri itu seperti badan/tubuh bagi suami (yang menjadi kepala dari tubuh tersebut).

Kalau “kepala” dan “tubuh” dipisah, maka ia akan mati. Firman Tuhan tidak mengizinkan perceraian dengan alasan apapun juga (Matius 19:6). Perceraian itu dosa perzinahan dan jahat. Niat ceraipun tidak boleh, itu merusak keharmonisan dan ketenangan rumah tangga. Kalau hati sesudah penuh dengan dosa, lebih-lebih dosa perzinahan, maka kasih suami istri menjadi tawar. Dengan istri sendiri tidak cinta, tetapi “cinta” (=bernafsu) dengan perempuan lain. Kalau tidak ada kasih, tetapi dekat terus satu sama lain, maka akan timbul kebosanan, mudah salah faham, mudah berkelahi kemudian benci sehingga niat perceraianpun tumbuh makin kuat. Suami atau istri yang mempunyai niat cerai, (sebab dosa-dosa zinah sudah masuk), akan saling bergigit-gigitan terus, dan saling telan menelan.

Galatia 5:15. "Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan."

Percekcokan dalam rumah tangga adalah hal yang biasa jika hanya sebatas perselisihan kecil dan kesalahpahaman, dan tidak menjadi pemicu rusaknya keharmonisan rumah tangga atau pemicu terjadinya perceraian. Ayat diatas dengan jelas mengatakan bahwa akan ada percekcokan, tidak ada damai, selalu ribut dan berkelahi, saling menyakiti, seperti tulang-tulang rusuk yang digigit beruang ini, dan bahkan saling membunuh dan membinasakan. Ini keadaan yang tidak baik dan merupakan kehidupan pernikahan yang rusak.

Jangan saling menggigit, tapi saling mengasihi. Orang yang rusak kehidupan pernikahannya juga rusak hidup rohaninya. Dan ini kerusakan yang berat, sebab ini erat hubungannya dengan kerusakan hidup kekalnya.

Zinah itu dosa yang lain dari pada yang lain (1 Korintus 6:18, 2 Korintus 7:1), itu merusak rencana Allah yang indah dalam hidup seseorang (Kejadian 49:1-4; Matius 1:25). Taburlah hidup ini dalam kesucian, baik waktu bujang juga waktu sudah menikah, maka kita akan heran dan penuh syukur melihat penuaian yang indah dari Tuhan (Galatia 6:7-8).

Di akhir zaman, hal perzinahan sudah menjadi umum dan menjadi "kebudayaan baru”, yaitu kebudayaan hawa nafsu, kebudayaan porno, kebudayaan daging. Akan ada banyak kesempatan untuk menuruti hawa nafsu, sebab ini sudah menjadi kebudayaannya bahkan menjadi kemuliaannya (Filipi 3:19). Kalau tidak di rem oleh Allah (dengan penyakit-penyakit yang hebat seperti AIDS, Hepatitis-B dan lain-lain, sesuai dengan nubuatan Firman Tuhan dalam Wahyu 2:22, maka lebih banyak lagi orang-orang beriman yang gugur dalam kebudayaan dosa yang hebat di akhir zaman ini.

Wahyu 2:22. "Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu."

Bagi kita yang sudah mengerti kebenaran Firman Tuhan, jangan lagi mengikuti orang-orang yang melakukan dosa, seperti yang dikatakan dalam Keluaran 23:2a "Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan." Keluarlah dari segala kebudayaan yang bejat ini, supaya jangan terkena hukumannya bersama-sama dengan mereka yang melakukannya.

Wahyu 18:4. "Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya."

Dari ayat diatas, Tuhan dengan jelas memberikan perintah kepada kita agar kita tidak mengambil bagian dalam dosa-dosa itu, agar kita tidak terkena hukuman dan malapetaka. Jangan pernah sekalipun menjamah, mencoba atau mencicipi dosa itu, karena nanti akan terjerat di dalamnya, tidak dapat lepas lagi dan itu berarti binasa selama-lamanya.

Memang tidak mudah hidup melawan arus. Ikan yang hidup yang mempunyai sirip dan sisik (Imamat 11) dapat hidup melawan arus, tetapi ikan yang mati akan hanyut terbawa arus. Begitu juga orang-orang yang rohaninya mati (sekalipun masih mengaku Kristus) akan hanyut dalam arus kebudayaan dosa yang bejat ini, hanyut dan binasa. Tetapi orang-orang beriman yang dipimpin Roh, ia dapat hidup melawan arus dunia yang najis ini.

4. MENGIKUTI ARUS DUNIAWI

Masih dalam Daniel 7:5 "...... Ayo, makanlah daging banyak-banyak." Perhatikan perkataan "Ayo" pada ayat diatas. Ini adalah perkataan ajakan untuk mengikuti dosa. Dan dorongan itu akan makin bertambah-tambah kuat di mana- mana di seluruh dunia, dalam segala segi hidup.

Saat ini banyak sekali rangsangan dan godaan hawa nafsu yang nyata-nyata dan tidak malu-malu. Gambar-gambar, film-film, video, percakapan dan pergaulan porno, semua penuh dengan perangsangan-perangsangan. Hampir kebanyakan rekreasi dan hiburan dalam dunia ini “bernafas porno” sehingga di mana-mana orang dirangsang terus menerus. Apalagi manusia itu lemah, tidak mempunyai cukup kemampuan untuk menguasai hawa nafsunya sendiri, bahkan manusia itu budak hawa nafsunya. Tidak heran kalau semua orang rusak, juga orang-orang Kristen yang “mati”.

5. HIDUP DALAM KEDAGINGAN

Slogan orang-orang akhir zaman, melahap daging sebanyak-banyaknya, terus menerus menuruti daging dan nafsunya dengan rakus. Mereka selalu dipimpin oleh hawa nafsunya, baik dalam berkata-kata dan bersikap, baik dalam bekerja dan berpikir, dalam rencana dan angan- angannya, bahkan dalam segala perbuatannya. Apalagi iblis sudah membuka jalan sehingga ada kesempatan yang limpah untuk hidup dalam kedagingan. Segala macam dosa dilegalisir, diizinkan, diresmikan, bahkan orang berlomba-lomba merebutnya menjadi kemuliaannya (Filipi 3:19) sehingga kesempatan untuk hidup sebagai binatang makin terbuka amat luas.


Hanya hidup yang beralas dalam Firman Tuhan serta doa dalam Roh dan kebenaran yang dapat menyelamatkan kita dari kejatuhan. Nuh taat kepada Firman Tuhan dengan segenap hatinya, sebab itu ia sekeluarga terpelihara (Kejadian 6:22). Tetapi hidup seperti ini bagi ukuran orang pada zamannya dianggap seperti orang gila; sehari-harian hanya membangun kapal untuk bahaya yang tidak tampak.

Begitu juga dengan orang-orang beriman pada akhir zaman ini, hidupnya penuh dengan usaha membangun kapal rohani untuk kehidupan kekal yang belum kelihatan secara kasat mata. Hanya orang-orang semacam ini yang dapat lepas dari pengaruh dunia yang jahat. Orang yang tidak mau menjadi “gila” seperti Nuh akan menjadi gila dalam dosa-dosa orang dunia. Betapa sukarnya bertahan dalam masa- masa yang jahat ini, bagi orang yang hanya “asal selamat”. Sebab mereka hanya membangun hidup jasmaninya dan tidak mau membangun kapal rohaninya seperti Nuh (Matius 19:23).

Jangan ikut cara hidup “melahap daging sebanyak-banyaknya”, nanti mabuk, pasti jatuh dan binasa. Jangan ingin, jangan dijamah, larilah daripadanya dan masuklah dalam kesu- kaan anggur yang baru dari Rohkudus dan FirmanNya (1 Tesalonika 5:22, 2 Korintus 6:17).


Bagaimana caranya kita menghadapi hari-hari yang akan datang yang jenuh dengan segala macam dosa, termasuk dosa-dosa sex ini. Kita akan melihat ada 2 golongan yang dapat menjadi contoh bagi kita, yaitu:

  1. Golongan yang tetap mau menuruti hawa nafsunya dan melawan Allah, akhirnya akan binasa dan dibuang ke Neraka kekal.
  2. Golongan yang lain, yiatu yang tetap memelihara kesuciannya sehingga tumbuh dalam rencana Allah yang indah-indah. Juga termasuk orang-orang yang rusak tetapi mau sungguh-sungguh bertobat sehingga hidupnya yang luka dan rusak diperbaiki dan ia masih dapat menikmati hidup yang bahagia di dalam Tuhan sampai kekal selama-lamanya di dalam Kerajaan Sorga.

A. KERAS HATI DI DALAM HAWA NAFSUNYA

Markus 6:17. "Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri."


Herodias adalah seorang perempuan yang cantik, genit dan jahat, penuh dengan ketamakan yang keji. Herodes adalah raja yang jaya, besar dan berkuasa, tetapi sangat bengis. Mula-mula Herodiah adalah istri Filipus, yaitu saudara Herodes. Tetapi Herodias yang tamak yakin kalau ia menjadi istri Herodes (yang lebih besar dari suaminya yang sekarang, yaitu saudara Herodes) dan ia akan lebih senang. Memang orang berdosa itu selalu kena tipu oleh setan. Mereka mengira dengan banyak uang dan kuasa ia akan menjadi lebih bahagia sekalipun harus menempuh jalan maksiat. Sebab itu Herodias “pindah” dengan begitu gampang, dari Filipus kepada Herodes. Memang perasaan hatinya sudah rusak, asal senang, semua jalan dihalalkan, inilah kesesatan orang yang gila hormat, gila kedudukan, gila kekayaan (gila = ikatan !!!).

Yohanes Pembaptis datang menegur dan Herodes yang jahat itu mulai gelisah, tetapi Herodias sama sekali tidak peduli, bahkan ia memaksa Herodes untuk menangkap Yohanes. Lalu Herodias mencari jalan untuk membunuh Yohanes dan akhirnya ia berhasil mendapatkan kepala Yohanes di atas baki (hanya kepala, tanpa tubuh, kaki dan tangan!).

Ini orang yang gelap mata,  sebab menuruti hawa nafsunya, jadi begitu kejam. Ingin harta, ingin kuasa dan kedudukan, ingin kemewahan lalu menjual diri, selagi masih laku, sebelum layu. Memang manusia diciptakan sebagai mahluk yang bebas, boleh berbuat sesuka hatinya, tetapi satu kali kelak ia harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di hadapan pengadilan Allah untuk kekal!

Orang-orang di dunia saat ini semakin banyak yang seperti Herodes dan Herodias ini, sebab mereka tidak mau berhenti menuruti hawa nafsunya, seperti binatang yang tidak tahu malu dan tidak tahu batas. Banyak orang mengira bahwa dirinya bukan seperti itu. Tetapi makin lama akan ternyata bahwa benih-benih Herodes dan Herodias itu ada dalam tabiat manusia!

Memang tumbuhnya tidak sama, tetapi kalau tumbuh terus, semua akan menjadi gelap mata, atau “gila” seperti Herodes dan Herodias!

Justru di akhir zaman ini, dengan teknologi yang canggih, kemakmuran yang meningkat dengan liburan setiap Sabtu Minggu dan dengan segala perangsangan dan dorongan dosa yang kuat, hampir semua orang akan terjerumus ke jalan Herodes dan Herodias. Kecuali kalau ia mau percaya kepada Tuhan Yesus, maka ia akan bebas dari segala pengaruh jahat ini.

Percayalah kepada Tuhan Yesus, maka kita akan disucikan sehingga terlepas dari hidup yang pahit, menderita dan tersiksa seperti orang-orang “binatang” yang dipimpin hawa nafsunya ini. Hidup seperti binatang ini bukanlah hidup yang bahagia. Sesungguhnya hidup dalam dosa seperti ini adalah hidup yang menderita, gelisah dan tiada damai yang sesungguhnya, sebab api neraka sudah pasti baginya, belum lagi hukuman Allah selama di dunia seperti Kanker dan AIDS, mati mendadak dan dibunuh orang!

Hidup seperti Herodes dan Herodias sekalipun mewah, itu tidak akan bahagia. Percayalah akan Tuhan Yesus maka hidup kita akan menang atas dosa dan hawa nafsu, sehingga tidak dirusakkan pengaruh dosa yang limpah ini dan tetap bahagia sampai sesudah matipun, di Surga yang indah dan kekal selama-lamanya.

B. BAHAGIA DAN SUCI DI DALAM TUHAN

Ada orang yang luka dan rusak hidupnya, tetapi sebab mau bertobat dan percaya kepada Tuhan, Tuhan menyembuhkannya dan ia masih dapat berbahagia di dunia dan di Surga. Salah satu contoh orang semacam itu ialah raja Daud.

Mula-mula matanya tidak pernah puas melihat dan menuruti nafsunya, sebab itu hidup dan rumah tangganya rusak. Anak dengan anak memperkosa, berbunuh-bunuhan, tidak terdidik, kacau balau sehingga seluruh kerajaan juga kacau balau sebab keluarga Daud sendiri kacau akibat terlalu banyak mengejar perempuan.

Semua ini karena nafsunya yang terus dituruti. tetapi sesudah ditegur nabi Natan, ia sadar dan sungguh- sungguh bertobat.

2 Samuel 12:13-14. "Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati."

Sesudah bertobat ia mulai memakai imannya untuk mengalahkan nafsunya, sehingga hidup yang suci dan bahagia mulai bersemi lagi, dan luka-lukanya mulai sembuh, bahkan tabiatnya yang rusak berubah menjadi baru. Memang kerusakan dosa yang berat seringkali menghancurkan rencana Allah yang indah-indah di dalam kehidupan anak-anak Allah, sehingga masa depannya rusak sama sekali.

Ada seorang penderita AIDS yang bertobat sungguh-sungguh, tetapi Tuhan membiarkannya mati sebab waktu dan kesempatannya sudah diobral habis dalam nafsu-nafsu dosanya. Meskipun ia mati, dosanya sudah diampuni dan jiwanya selamat. Kalau waktunya masih ada, Tuhan akan dan sanggup menyembuhkan sekalipun dari maut (1 Petrus 2:24).

Bertobatlah dan percayalah kepada Tuhan sebelum habis waktu dan kesempatan kita. Bawa semua luka-luka dan kerusakan hidup saudara kepada Tuhan, ia penuh kasih dan pengampunan, asalkan kita mau bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus dengan sungguh- sungguh.

Pemuda-pemudi yang sudah salah jalan, bertobatlah kepada Tuhan, percayalah kepada Tuhan Yesus, supaya jangan seluruh masa depan saudara rusak total. Bertobatlah sekarang sebelum hati saudara menjadi keras oleh tipu daya kemanisan racun dosa. Tuhan masih akan membuat suatu hidup yang baik dan Ia akan memberkati bahkan sampai kekal di Surga. Rumah tangga yang rusak, penuh kebencian, tidak dapat mengampuni satu sama lain, sudah hampir mau bercerai atau sudah bercerai, bertobatlah. Jangan terus dengan hidup yang pahit di dalam dosa. Percayalah pada Tuhan Yesus, Dia sanggup memperbaharui hidup yang rusak. Kalau kita masih hidup, itu berarti masih ada kesempatan untuk bertobat dan mengalami kasih Allah yang luarbiasa!


Percayalah akan Tuhan Yesus, maka Tuhan akan mengubah hidup kita menjadi baru, bebas dari dosa dan nafsu-nafsunya, lalu Tuhan akan membangun kembali hidup kita di atas puing-puing yang berserakkan ini. Sesudah percaya, datanglah ke Gereja yang benar, yang melepaskan orang dari dosa dan mengajarkan segenap kebenaran Allah.

Bergabunglah dengan orang-orang yang sudah dilepaskan oleh Tuhan Yesus supaya saling menguatkan dan hidup ini akan menjadi bahagia! Saudara yang sunggug-sungguh mau percaya kepada Tuhan Yesus, berdoalah dengan segenap hati.

Kamis, 13 Desember 2012

Renungan Kristen - Jangan Putus Asa

Bacaan Alkitab : 2 Korintus 4:7-9

"Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa". (2 Korintus 4:8).


Untuk mencapai keberhasilan tidak ada jalan yang mudah. Terkadang seseorang harus melalui "padang gurun" sebelum memperoleh keberhasilan dalam hidup. Jennifer Hudson mengatakan bahwa keberhasilannya meraih Oscar untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik tahun 2007 didasari atas dua hal, yaitu sikap tidak putus asa dan selalu memiliki keyakinan yang kuat saat melakukan pekerjaannya.

Pada dasarnya selalu ada alasan untuk merasa putus asa dan tidak meyakini setiap langkah yang kita ambil. Apalagi kecenderungan masyarakat sekitar kita adalah bersikap pasif terhadap segala sesuatu. Namun berani melawan keputus-asaan, mengambil komitmen baru dalam bekerja, dan melakukannya secara konsisten akan menjadi kekuatan untuk meraih masa depan lebih baik.

Salah satu fungsi Roh Kudus dalam kehidupan setiap orang percaya adalah memberikan kekuatan dan kemampuan untuk melakukan terobosan hidup. Marilah kita belajar untuk menyadari bahwa kita selalu memiliki pengharapan dalam Tuhan.

Dengan demikian tidak ada alasan untuk hidup dalam keputus-asaan. Kegagalan yang pernah terjadi dalam hidup kita harus dipahami sebagai sarana membangun hubungan yang lebih baik lagi dengan Tuhan dan sesama. Tidak ada keberhasilan tanpa ujian dan kegagalan.

KEPUTUS-ASAAN ADALAH RINTANGAN TERBESAR 
ANTARA KITA DENGAN MIMPI KITA.
   

Humor Kristen, Cerita Lucu Kristen, Cerpen Kristen, dan  Renungan Harian yang ada pada Blog Renungan Harian Kristen ini tidak bermaksud untuk menyinggung pihak lain. Baik itu berupa nama orang, nama tempat, nama suku, nama gereja, profesi, dan lain-lain.

Rabu, 12 Desember 2012

Renungan Kristen - BERKAT ATAU KUTUK

Bacaan Alkitab : Bilangan 6:22-27

"TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera". (Bilangan 6:24-26).


Seorang ibu berkonsultasi tentang kehidupannya. "Saya dan keluarga saya sudah dikutuk ayah. Sejak saya menikah sampai sekarang, sudah lima tahun ini, hidup keluarga saya terlunta-lunta", katanya dengan sedih. Pendeta mendengarkan semua keluhan itu dengan seksama dan bertanya, "Orang tua pernah mengutuk Ibu?"

Ibu yang sedang menghadapi masalah rumah tangga ini kemudian bercerita panjang lebar betapa ayahnya pernah mengutuk. Hal itu terjadi karena sang ayah tidak setuju kalau anaknya menikah dengan laki-laki yang belum mempunyai pekerjaan mapan.

Ucapan berkuasa. Kutukan yang diucapkan orangtua kepada anaknya, akan benar-benar terjadi. Karenanya, orangtua hendaknya hati-hati terhadap perkataannya. Mulut kita dapat megeluarkan kutuk dan berkat. Lebih baik kita memberkati daripada mengutuk. Kalau kita mengutuk, kita pun akan mendapatkan akibat buruk dari kutuk itu. Sebaliknya, kalau kita memberkati, kita pun akan diberkati.

Firman Tuhan saat ini mengajak kita untuk senantiasa menjadi berkat bagi sesama. Berkat perkataan bagi orang-orang di sekitar kita. Sekali lagi, ucapan kita berkuasa. Marilah kita berhati-hati dalam berkata-kata. Karena setiap perkataan yang keluar dari mulut kita akan dipertanggung-jawabkan di hadapan Tuhan pada suatu saat nanti.

MULUT KITA ADALAH SUMBER BERKAT. PANCARKANLAH BERKAT ITU.


Humor Kristen, Cerita Lucu Kristen, Cerpen Kristen, dan  Renungan Harian yang ada pada Blog Renungan Harian Kristen ini tidak bermaksud untuk menyinggung pihak lain. Baik itu berupa nama orang, nama tempat, nama suku, nama gereja, profesi, dan lain-lain.

Renungan Harian Kristen - DIMURNIKAN SEPERTI PERAK

Bacaan Alkitab : Maleakhi 3:3
"Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak."
(Maleakhi 3:3a)
Ayat ini sangat mengusik beberapa jemaat yang sedang mengadakan Penelaahan Alkitab, dan mereka bertanya-tanya apa maksud Firman Tuhan ini mengenai KARAKTER dan SIFAT Allah.

Salah seorang anggota jemaat itu akhirnya menawarkan diri untuk mencari tahu PROSES PEMURNIAN PERAK, dan akan menjelaskannya pada pertemuan Penelaahan Alkitab berikutnya.


Minggu itu, jemaat tersebut membuat perjanjian dengan seorang pengrajin perak untuk melihat bagaimana proses kerjanya saat memurnikan perak. Dia tidak menyebutkan sama sekali alasannya mengapa dia ingin mencari tahu proses pemurnian perak.


Dia menyaksikan pengrajin perak itu sedang memanaskan perak di atas api. Pengrajin itu menjelaskan bahwa ketika hendak memurnikan perak, dia harus MENJAGA agar perak itu TETAP ADA DI TENGAH-TENGAH PERAPIAN, dimana terdapat SUHU YANG PALING PANAS, agar supaya perak itu dapat dimurnikan dari segala debu, batu, dan berbagai kekotoran yang melekat pada perak itu.


Jemaat itu kemudian membayangkan bagaimana Allah "menjaga" kita pada titik api yang TERPANAS, dan kemudian teringat kembali pada ayat yang mereka renungkan: "Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak".


Kemudian dia bertanya kepada pengrajin perak itu apakah benar bahwa dia harus duduk di depan api sepanjang waktu hingga perak itu menjadi murni ?


Pengrajin itu berkata "YA", dia bukan hanya harus duduk menjaga perak itu, tetapi juga harus terus-menerus MEMPERHATIKAN perak di atas api itu setiap saat. Jika TERLAMBAT DIANGKAT sedikit saja, perak itu akan RUSAK.


Jemaat itu terdiam sebentar, dan kemudian bertanya, "Bagaimana anda tahu bahwa perak itu sudah benar-benar murni?"


Pengrajin itu tersenyum dan menjawab, "Oh, itu sangat mudah. Perak itu telah murni ketika saya BISA MELIHAT WAJAH SAYA DI DALAMNYA.


Jika hari ini engkau merasa sedang berada di tengah api yang panas, ingatlah bahwa Allah sedang memandang engkau, dan akan terus memandangmu hingga Dia dapat melihat Wajah-Nya di dalam engkau.
Renungan Harian Kristen 

Renungan Harian Kristen - Bukti Kesembuhan

Bacaan Alkitab :  Lukos 17:l1-19

Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. (Lukas 17:14).


Dalam ilmu kedokteran, untuk memastikan seseorang menderita penyakit tertentu harus melalui beberapa tahap. Dalam menangani pasien, seorang dokter wajib melakukan wawancara singkat dengan
pasien yang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan fisik yang bisa dilakukan dengan melihat, meraba, dan mengetuk tubuh pasien. Kalau masih ragu, seorang dokter bisa melakukan pengujian laboratoris dan rontgen. Pengalaman Prita Mulyasari yang membawa kehebohan pada awal Juni lalu merupakan tantangan bagi dokter. Untuk menjawab tantangan itu, seorang dokter tidak boleh lagi tertutup dan pelit dalam memberikan informasi mengenai penyakit terhadap pasien.

Tuhan Yesus menyuruh si kusta menunjukkan diri pada para imam. Merekalah pemegang otoritas untuk menentukan, apakah seorang penderita kusta telah sembuh. Tanpa bukti berupa pernyataan imam, seorang penderita kusta tidak akan bisa kembali ke kehidupan normal. Sepuluh orang kusta yang telah menjadi tahir namun hanya satu orang yang kembali kepada Tuhan untuk berterima kasih atas kesembuhan itu. Anehnya lagi, orang tersebut oleh Tuhan Yesus disebut sebagai orang asing, atau orang yang tidak mengenal tata krama pergaulan ala lsrael. Orang yang sembilan penderita kusta lainnya, mungkin tidak masuk hitungan berkait dengan asal-usulnya. Namun justru orang inilah yang mampu mempraktikkan respons dengan benar atas pertolongan Tuhan! Orang ini memiliki pengenalan dan pemahaman yang benar atas Pribadi Tuhan. Ia mampu menempatkan diri dengan benar.

Sejatinya, kita juga orang-orang yang secara rohani mengalami kusta. Kuasa dosa bukan hanya dapat membusukkan akan tetapi juga mengikis habis potensi kita sebagai manusia rohani di dalam Kristus. Syukur, Allah yang menjelma menjadi Manusia itu benar-benar melepaskan kita dari segala dosa sehingga segala akibat buruk kusta rohani yang kita sandang disembuhkan. Pertanyaannya adalah, apakah kita mampu berlaku sebagaimana satu orang yang oleh Tuhan disebut sebagai orang asing itu? Keputusan ada pada setiap kita!
BUKTI KESEMBUHAN ROHANI KITA TERGAMBAR DALAM PERILAKU SEHARI-HARI


Renungan Harian Kristen - Sobat Setia

Bacaan Alkitab : Yohones 15 : 9 - 15

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (Yohanes 15:13).



Dunia yang kita hidupi saat ini adalah dunia yang penuh dengan kompetisi. Banyak cara akan dilakukan seseorang untuk berhasil. Tidak jarang, hal tersebut akan menimbulkan banyak tekanan. Seseorang memerlukan setidaknya seorang sahabat yang dapat saling menguatkan di tengah keadaan ini. Saya senang dengan hubungan persahabatan di mana kami dapat saling berbagi beban dan saling menguatkan sehingga hidup saya pun terasa lebih ringan. Sampai suatu hari saya menyadari sebuah fakta bahwa sahabat saya tidak dapat selalu menemani selama 24 jam. Mereka pun perlu beristirahat juga. 

Firman Tuhan hari ini berbicara mengenai sahabat. Kita mempunyai sahabat yang sudah teruji. Yesus adalah sahabat yang mengerti, memahami, bahkan sangat mengenal kita. Kadangkala, dalam persahabatan dengan seseorang dapat terjadi kesalahpahaman. Tetapi Yesus kita adalah sahabat yang tidak pernah salah paham dengan kita. Kitalah yang seringkali salah mengartikan akan kebaikan dan kasih-Nya. Dia adalah pribadi yang setia dan senantiasa ada, kapanpun kita mau berkomunikasi denganNya, Dia menyediakan diri-Nya. 

Yesaya 59:1 berkata, "Sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar." Luar biasa bukan? Bahkan Ia adalah sahabat yang sangat mempercayai kita. "...Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.'' 

Dipercaya oleh orang lain saja kita merasa senang apalagi kalau kita dipercaya oleh Yesus, Raja segala raja. Kasih dan kesetiaan-Nya sudah terbukti. Dia telah memberikan nyawanya untuk kita (Yohanes 15:13). 

Walau kadangkala kita berubah setia dan seringkali mengecewakan-Nya, Dia tidak pernah mengecewakan kita. Dia tetap sahabat yang setia sehingga seharusnya kita perlu merasa bangga dipanggil sebagai sahabat-Nya. Yesus mau menyebut kita sebagai sahabat, bukan lagi hamba (Yoh15:15). Tetapi, apakah kita mau bersahabat dengan-Nya? Apakah kita mau menjadi sahabat yang menyenangkan hati-Nya?


TAK AKAN ADA PERSAHABATAN TANPA RASA PERCAYA, DAN TAK ADA RASA PERCAYA TANPA INTEGRITAS


Renungan Harian Kristen - Tak Semua Bahagia

Bacaan Alkitab : Rut 4:13-17

Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya pada pangkuannya dan dialah yang mengasuhnya. (Rut 4:16).


Menikah adalah impian sebagian besar manusia. Namun, ternyata tidak semua pernikahan membawa kebahagiaan. "Tidak semua pernikahan membawa kebahagiaan, ada beberapa yang justru merugikan kaum perempuan", ujar Azriana, ketua Sub Komisi Pemulihan Komnas perempuan pada acara peluncuran dan diskusi sebuah buku bertajuk Memecah Kebisuan: Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan demi Keadilan, di Hotel Harris, Jakarta beberapa waktu lalu.

Alkitab mengisahkan, ada dua orang wanita Moab yang menikah dengan dua bersaudara dari Israel. Orpa menikah dengan Kilyon dan Rut menikah dengan Mahlon. Dua wanita itu merupakan menantu pasangan Elimelekh dan Naomi. Perjumpaan keduanya dengan pasangan masing-masing terjadi saat keluarga itu mengungsi ke Moab karena di Israel sedang terjadi bencana kelaparan. Mereka berharap dengan mengungsi akan mengalami perubahan nasib. Namun apa yang terjadi? Naomi, Orpa, dan Rut harus kehilangan suami masing-masing karena meninggal.

Naomi meminta agar kedua menantunya itu menikah lagi dan tetap tinggal di Moab. Orpa menerima saran itu dan segera kembali ke Moab. Sementara Rut bersikukuh mengikuti mertuanya kemana pun perempuan itu pergi. Bagi Rut, Allah Naomi juga Allahnya. Kemanapun Naomi pergi, dirinya akan ikut. Setelah ditinggal suami dan anak-anaknya, Naomi memutuskan kembali ke Bethlehem. Dan disinilah akhimya ia bisa menernukan jodoh bagi menantu yang sangat mengasihi Naomi. Rut bertemu dengan Boaz dan dari keluarga ini akhirnya lahir seseorang bernama Obed yang menjadi kakek Raja Daud yang kelak merahirkan Kristus.

Dari kisah keluarga itu kita diingatkan bahwa sumber kebahagiaan sejati hanyalah Tuhan. Pernikahan, karier, pergaulan, dan sebagainya akan menemukan arti dan keindahan yang akan melahirkan kebahagiaan bagi para pelakunya, ketika mereka mendasarkan semua dalam rencana dan maksud Tuhan. 
Marilah kita berintrospeksi, apakah kehidupan pernikahan dan semua karya yang telah kita kerjakan, tetap dalam kerangka kehendak dan maksud Tuhan?


KEBAHAGIAAN SEJATI HANYA BERASAL DARI ALLAH YANG MENGASIHI SETIAP PRIBADI MELALUI PENGORBANAN DIRI-NYA DI KAYU SALIB



Renungan Harian Kristen - Tidak Cengeng

Bacaan Alkitab : Yeremia l2: 1-6

Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda? Dan jika di negeri yang damai engkau tidak merasa tenteram, apakah yang akan engkau perbuat di hutan belukar sungai Yordan? (Yeremia 12:5).


Ketka pemerintah memutuskan kenaikan harga BBM, banyak orang yang mengeluh. Sebab, biasanya kenaikan harga BBM akan diikuti oleh kenaikan harga kebutuhan lainnya. Dengan adanya kenaikan BBM, biaya hidup tambah mahal, demikian pun dengan biaya pendidikan dan kesehatan. Di sisi lain, demo yang sering terjadi tidak jarang membuat jalan menjadi macet. Belum lagi, musim kemarau menyebabkan berhektar-hektar sawah kekeringan dan panen gagal. Sebaliknya bila musim hujan, maka
bahaya banjir dan longsor mengancam. Tidak heran kalau banyak orang yang mengeluh. 
Menarik sekali jawaban Tuhan ketika nabi Yeremia mengeluh kepada Tuhan. Ia mengeluh tentang orang-orang jahat yang tidak setia kepada Tuhan namun hidup makmur, tentang orang yang memuji Tuhan dengan bibirnya namun sesungguhnya hatinya jauh dari Tuhan. Ia mengeluh tentang orang-orang Anatot yang mau membunuhnya.

Jawaban Tuhan dalam ayat ke-5sangat tegas dan jelas bagi Yeremia. Hamba Tuhan itu justru sedang diajar untuk menjadi pribadi yang kuat dan tidak cengeng. Pribadi yang tetap kuat meski diliputi situasi kehidupan yang berat. Bila perlombaan dengan jalan kaki saja sudah terlalu berat baginya, bagaimana mau berpacu melawan kuda? Bila di negeri yang damai Yeremia sudah mengeluh, bagaimana menghadapi keadaan yang lebih sulit kelak? Yeremia harus kuat menghadapi situasi kehidupan yang keras. Bukan hanya Yeremia, kita pun harus siap menghadapi segala situasi di kehidupan ini, termasuk situasi yang keras. Seperti apakah situasi hidup yang keras itu? Hal itu antara lain bisa berupa situasi yang tiba-tiba berubah, atau situasi yang tidak juga mengalami perubahan, meski kita telah melakukan bagian kita, dan seterusnya.

Ketika kita membiarkan Allah bekerja di dalam kehidupan kita yang penuh dengan tekanan, maka masih ada harapan untuk mengalami kemenangan. Ingat: selalu ada Tuhan yang memberi kekuatan kepada kita. Marilah kita gantikan segala keluhan dengan ucapan syukur dan hidup yang penuh harapan.
TUHAN MENYERTAI KITA SEHINGGA KITA KUAT MENGHADAPI SEGALA SESUATU

Renungan Harian Kristen - Respons Yang Tepat

Bacaan Alkitab : Amsal 25:1-28

Orang yang menyanyikan nyanyian untuk hati yang sedih adalah seperti orang yang menanggalkan baju di musim dingin, dan seperti cuka pada luka. (Amsal 25:20).


Peristiwa jebolnya tanggul Situ Gintung mengejutkan banyak orang. Bagi bintang sinetron Intan Nuraini yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian, satu hal yang membuatnya kecewa adalah tragedi itu malah dijadikan bahan tontotan oleh sekelompok orang. "Kenapa banyak masyarakat datang hanya untuk menonton dan seperti melakukan kunjungan wisata? Lebih baik mereka datang membawa sesuatu yang berguna", ujarnya. 

Tidak dapat disangkali bahwa di dunia ini selalu ada orang-orang yang memanfaatkan musibah yang dialami orang lain untuk kepentingan pribadi. Sudah terlalu banyak cerita bagaimana orang yang mengalami kecelakaan di jalan malah kehilangan barang berharga seperti handphone, dompet, bahkan helm karena "diamankan" oleh oknum yang berpura-pura untuk menolongnya. Orang yang sedang dirundung duka karena bencana alam pun banyak yang mengalami kekecewaan bahkan tempat wisata baru! Keadaan semacam ini ibarat sebuah peribahasa, "Sudah jatuh tertimpa tangga". Sebagai orang percaya, sudah selayaknya merespons dengan tepat ketika ada orang lain sedang mengalami masalah, pergumulan hidup, bahkan menjadi korban bencana alam. Jangan sampai, karena sikap, perkataan, dan tindakan yang kurang tepat membuat orang lain kecewa, terluka, bahkan makin menderita. Mengenai hal ini, Amsal 25:20 menuliskan, "Orong yang menyanyikan nyanyian untuk hati yang sedih adalah seperti orang yang menanggalkan baiu di musim dingin, dan seperti cuka pada luka". Empati, dukungan doa, bantuan materi, atau dorongan semangat sangatlah diperlukan dalam masa-masa sulit yang dialami oleh sesama kita.

Ketika ada seseorang mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya, sudahkah kita meresponi dengan tepat? Sebagai orang yang mengasihi Allah, mari kita nyatakan kasih kepala sesama kita melalui respons yang tepat untuk segala situasi. Berdoalah supaya Allah memampukan kita untuk melakukan hal ini sehingga orang lain akan diberkati dengan keberadaan kita.



RESPONS YANG TEPAT AKAN SESUATU AKAN MEMBUAT 
KEADAAN ORANG MENJADI LEBIH BAIK



Renungan Harian Kristen - Tidak Mudah Menyerah

Bacaan Alkitab : 2 Samuel 5:1-10

Daud telah berkata pada waktu itu: "Siapa yang hendak memukul kalah orang Yebus, 
haruslah ia masuk melalui saluran air itu; ....." (2 Samuel 5:8).


Slamet Riyadi adalah seorang pengusaha kerajinan berbahan sampah aluminium yang sukses. Ia mengisahkan bahwa usahanya bermula dari keterpaksaan. Tahun 1998, mantan karyawan perusahaan swasta ini menjadi salah satu korban PHK. "Saya mulai memanfaatkan limbah pabrik dan sampah rumah tangga. Bahannya tak perlu beli. Bisa arnbil di mana saja. Mau di sekolah, mal, atau pasar. Saya sulap jadi aneka kerajinan anak-anak, seperti bentuk kupu-kupu, bunga hias, dan lainnya. Ternyata laku. Ibu-ibu yang mengantar anaknya ke sekoloh menyukai kerajinan ini."

Saat itu Daud sedang berperang melawan orang Yebus yang tinggal di Yerusalem. Orang Yebus yang merasa sedang berjaya mungkin berpikir bahwa Daud dan pasukannya tidak akan menyerang. Orang-orang itu merasa terlindungi oleh benteng yang sangat kuat dan tak mungkin tertembus oleh barisan pahlawan iman yang berhasil menjungkalkan raksasa Filistin bernama Goliat itu. Tetapi Daud bukanlah orang yang mudah menyerah. Baginya selalu ada jalan keluar. Setelah menyelidik, akhirnya Daud menemukan celah: memasuki kota mereka melalui saluran air.

Orang Yebus sama sekali tidak menyangka rencana ini. Fokus pertahanan mereka hanya berpusat pada benteng dengan pintu gerbangnya. Benteng yang kuat dengan penjagaan yang ketat membuat mereka merasa aman. Serangan Daud yang bermula dari saluran air membuyarkan fokus dan mengacaukan strategi perang yang telah mereka persiapkan dengan baik. Mereka tidak sanggup melakukan perlawanan yang berarti. Akhirnya, Daud pun berhasil menduduki dan menguasai kota itu. Orang Yebus yang sombong itu kena batunya.

Tuhan selalu memberi kesempatan kepada umat-Nya yang mau berupaya. Persoalannya, untuk melakukan itu bukan perkara mudah. Kita harus mampu bangkit dari puing-puing reruntuhan kegagalan berupa keputusasaan, merasa dilecehkan, tak berdaya, dan berbagai perasaan negatif lainnya. Marilah kita bangkit untuk sekali lagi melakukan upaya guna menemukan solusi.



KESEMPATAN SELALU TERBUKA BAGI KITA YANG SELALU BERUPAYA



Renungan Harian Kristen - Kekuatan Ucapan Syukur

Bacaan Alkitab : 1 Tesalonika 5:12-22

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah 
di dalam Kristus Yesus bagi kamu". (I Tesoloniko 5:18).


Mengucap syukur ketika mengalami hal-hal yang menyenangkan, menguntungkan, dan penuh berkat adalah hal yang mudah. Namun, mengucap syukur dalam hal-hal yang buruk, kurang menyenangkan, dan merugikan tidaklah mudah. Alkitab memberi jawaban atas permasalahan ini. Ketika kita mengalami hal itu, kita harus belajar untuk dapat melihat hal-hal yang positif di tengah-tengah keburukan, kemalangan, kesulitan, kerugian, dan sakit penyakit yang kita alami. 
Misalnya, ketika tangan kita terluka oleh pisau, kita dapat bersyukur bahwa jari kita tidak putus. Saat mobil mengalami tabrakan, namun kita selamat, kita dapat bersyukur karenanya. Mengalami penipuan atau uang hilang, kita dapat bersyukur tidak semua yang kita miliki hasil kerja keras selama ini habis. Mengalami kejahatan dan perampokan, kita dapat bersyukur badan kita tidak terluka dan kita selamat. Mengalami kebangkrutan atau di-PHK, kita masih dapat bersyukur karena masih hidup sehingga memungkinkan untuk tetap berjuang, bekerja, dan berusaha. Sekalipun mengalami sakit-penyakit, kita tetap dapat bersyukur bahwa Tuhan itu baik sehingga melalui sakit-penyakit mengajari kita untuk menjaga kesehatan, bahwa sesungguhnya tubuh manusia itu lemah dan dapat sakit. 
Hal ini harus membuat kita mau senantiasa bersandar kepada Tuhan, hidup dengan rendah hati. Kita tidak alergi untuk selalu memerika diri, apakah ada dosa-dosa yang harus dibereskan di hadapan Tuhan
dan manusia. Kita bisa menetapkan hati untuk sungguh-sungguh percaya dan berharap kepada Tuhan di tengah-tengah sakit penyakit yang kita alami.

Mengucap syukur dalam segala hal membuat para pelakunya memiliki kesanggupan prima untuk menahan tantangan hidup dan mengalami kemenangan dari berbagai masalah yang harus dihadapi. Itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kita. Ini membuat kita mengalami kebaikan Tuhan. Dijauhkan dari kehidupan penuh sungut-sungut, tidak tahu berterima kasih, ketidakpuasan, amarah, maupun menyalahkan orang lain. Ucapan syukur membuat kita menemukan terobosan baru.



BERSYUKUR JAUH LEBIH BAIK DIBANDING BERSUNGUT-SUNGUT




Renungan Harian Kristen - Seandainya Tuhan Tidak Menolong

Bacaan Alkitab : Daniel 3:16-18

Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: 
"Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." (Daniel 3:16-18).


Saya sangat menyukai kisah tiga pria yang imannya begitu bulat ini, bahkan mereka tidak tergoyahkan sekalipun di perhadapkan kepada kematian. Anda lihat pada ayat di atas, Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak tahu apakah Tuhan akan menyelamatkan mereka atau tidak. Tetapi ada dua hal yang mereka ketahui dengan pasti: Tuhan berdaulat atas segala sesuatunya dan mereka tidak bersedia menyembah Allah lain!

Anda tentu tahu cerita selanjutnya, Anda pasti tahu Tuhan menyelamatkan ketiga orang pria berani tersebut. Tetapi apa yang Anda pelajari dari iman yang dipertontonkan oleh tiga orang pria tersebut?

Kematian itu pasti. Jadi yang perlu Anda tanyakan bukan, “Bagaimana saya akan mati?” Tetapi pertanyaan yang seharusnya diajukan adalah, “Bagaimana saya akan hidup?” Cara hidup kita menunjukkan siapa Allah yang kita percaya. Jadi, hiduplah sebagai pribadi-pribadi dewasa yang kuat. Tidak terus menjadi umat yang ke kanak-kanakan, yang marah kepada Tuhan ketika pertolongan Tuhan tidak datang seperti yang kita mau.

Mulai hari ini, mari kita belajar menjadi seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan berkata, “Tetapi seandainya Tuhan tidak menolong, kami tetap tidak akan melepaskan iman percaya kami.” Mari menjadi dewasa dalam iman kita.

Jangan pikirkan bagaimana akhir hidup Anda, 
namun pikirkan bagaimana Anda akan menjalani setiap detik kehidupan Anda. 
Itu adalah pola pikir seorang pengubah sejarah.