Rabu, 24 Desember 2014

Selamat Natal 2014 dan Tahun Baru 2015


Allah telah membuktikan KASIH-Nya kepada kita.
KASIH itu diberikan cuma-cuma.
Namun tak semua manusia menerima KASIH itu.
Tapi engkau dan aku telah menerima KASIH itu.

KASIH itu telah lahir di dunia.
KASIH itu lemah lembut.
KASIH itu menyelamatkan engkau dan aku.
KASIH itu adalah YESUS.

Biarkan KASIH YESUS berdiam dalam hati kita.
Biarkan KASIH YESUS berdiam dalam rumah kita.
Biarkan KASIH YESUS berdiam dalam rumah tangga kita.
Biarkan KASIH YESUS berdiam dalam persahabatan kita.

SELAMAT HARI NATAL dan TAHUN BARU.

Selasa, 25 November 2014

BBM - BERKAT BAPA MELIMPAH

MUJIZAT ADA JIKA ADA MASALAH



 
JANGAN RISAU jika masalah menghadang di depanmu.
JANGAN KECEWA jika masalah menghampirimu.
JANGAN MARAH jika masalah membuatmu kehilangan.
JANGAN MENGELUH jika masalah datang bertubi-tubi.

BERSYUKURLAH jika masalah masih ada. 


Ingatlah...!!!
MUJIZAT terjadi jika ada masalah...

Undang Yesus hadir di dalam setiap masalahmu.
Karena bagi Yesus TIDAK ADA MASALAH yang besar.
Di dalam Yesus kita pasti MENANG...

Tetap semangat menjalani hari-harimu...
Berkat-Nya berlimpah bagimu dan bagiku...

Haleluya...
Amin...


Renungan Harian Kristen

Selasa, 06 Mei 2014

Tetap Percaya Bahwa Yesus adalah Tuhan

Banyak cara yang dilakukan oleh orang-orang dunia untuk menyangkal Yesus. Mereka mencari kesalahan-kesalahan tentang Yesus, mulai dari perkataan-perkataaan Yesus sampai ayat-ayat yang dianggap tidak relevan.

Tapi semua itu memang harus terjadi, bahkan ketika Yesus masih di dunia ini 2000 tahun yang lalu, banyak yang menyangkal dan membenci Yesus, dan diserahkan ke pengadilan untuk dihukum.

Jika kita lihat di jaman sekarang, tidak jauh berbeda dengan jaman Yesus 2000 tahun lalu, dan bahkan lebih terbuka dan terang-terangan.

Dalam 2 Petrus 3:3 dikatakan : "Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya."

Ayat diatas dengan sangat jelas mengatakan bahwa pada akhir zaman akan banyak orang yang saling ejek, saling serang dengan kata-kata yang menyakitkan dan bahkan dapat menggoncangkan iman.

Semua itu harus terjadi agar semakin NYATA perbedaan ORANG BENAR dan ORANG JAHAT. Dan pada akhirnya nanti akan ada tempat bagi setiap orang yang melakukan kejahatan dan kebenaran.

Dalam Matius 13:49 dikatakan sangat jelas : "Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."

Itu sebabnya, bagi sahabat2ku yang saat ini PERCAYA KEPADA YESUS sebagai Tuhan dan Juruselamat, tidak perlu kuatir akan perkataan-perkataan yang menghina dan mengejek orang-orang Kristen, doakan saja mereka.

Tuhan itu bukanlah Tuhan yang perlu dibela oleh manusia. Justru Tuhan lah yang membela manusia, Tuhan lah yang menolong manusia, dan Tuhan lah yang menyelamatkan manusia. Dalam Yohanes 15:16a dikatakan demikian : "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu...."

Kita hanya perlu PERCAYA dan berpegang teguh pada yang kita PERCAYA, bahwa YESUS adalah Tuhan dan Juruselamat. Jangan sampai iman kita tergoncang hanya karena mendengar ejekan-ejekan mereka.

JADILAH PERCAYA dan TETAP PERCAYA...
Kasih Karunia dari Yesus Kristus menyertai kita semua.

Jumat, 18 April 2014

Good Friday



YESUS KRISTUS benar-benar DISALIB dan MATI.

Kematian YESUS bukan suatu aib bagi kekristenan.
Sebab kematian-Nya adalah TUJUAN UTAMA datang ke dunia.

DIA mati untuk MENEBUS dan MENGHAPUS DOSA manusia.

DIA mati untuk MENDAMAIKAN manusia dari perseteruan dengan ALLAH.

DIA mati untuk memberikan HIDUP YANG KEKAL bagi setiap orang yang PERCAYA KEPADA-NYA.

Sudah Selesai


Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19:30).

Kamis, 17 April 2014

BUKTI YESUS MATI


Alkitab mengatakan bahwa Allah datang ke dunia sebagai manusia untuk membayar hukuman mati bagi dosa dunia (Yohanes 1:1-29; Roma 6:23). Alkitab juga mengatakan bahwa apabila Yesus tidak berkuasa atas kematian dan keluar dari kubur batu yang dingin itu, Dia tidak dapat memberikan kemenangan atas kematian bagi kita (1 Korintus 15:12-19).

Pertanyaannya, apakah Yesus benar-benar mati?

Kita harus memulainya dengan kabar buruk. Perseteruan antara Yesus dan para pemimpin agama Israel harus dibayar dengan hidup-Nya. Tatkala tubuh-Nya diturunkan dari kayu salib di Golgota, Dia telah mati. Kebenaran tentang kebangkitan itu benar-benar bergantung pada fakta ini.
Jika Yesus memang pingsan seperti yang dikatakan oleh beberapa pengkritik, maka tidak perlu ada kebangkitan. Untuk mengalami kebangkitan, seseorang harus mati terlebih dahulu. Menolak kematian Kristus berarti menghapus semua kemungkinan kebangkitan. Namun, Alkitab mengajarkan bahwa Dia sungguh-sungguh mati.

Dalam terjemahan New International Version (NIV), catatan keempat Injil tentang penyaliban Kristus mengungkapkan kematian-Nya dalam dua istilah yang berbeda. Dalam Matius 27:50 dan Yohanes 19:30, kedua penulis mengatakan bahwa Dia "menyerahkan" Roh-Nya. Sedangkan, Markus 15:37 dan Lukas 23:46 mencatat bahwa Dia "menghentikan napas-Nya" yang terakhir.

Sesungguhnya Matius, Markus, dan Lukas mencatat suatu peristiwa yang terjadi dalam waktu yang sama, tidak jauh dari Kalvari. Mereka menuliskan bahwa ketika Yesus mati, "tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah" (Markus 15:38). Mukjizat ini menandai berakhirnya era keterbatasan hubungan dengan Allah dan dihentikannya pengorbanan hewan seperti dalam Perjanjian Lama. 

Namun, bukan hanya itu. Mukjizat itu juga membuktikan kematian Yesus karena kematian-Nya memperlihatkan bahwa pengurbanan-Nya yang sempurna sesuai dengan kehendak Allah. Selama berabad-abad, Allah meminta hewan korban yang tidak bercacat cela sebagai penebus dosa. Kristus sebagai Domba Allah yang tidak bercacat cela telah menjadi kurban yang terakhir. Tabir tidak lagi dibutuhkan karena jalan masuk kepada Allah telah terbuka bagi orang yang percaya kepada-Nya.
Beberapa peristiwa yang terjadi di sekitar penyaliban membuktikan bahwa Yesus telah mati.
  • Para prajurit Romawi tidak mematahkan kaki Yesus karena mereka melihat bahwa "Ia telah mati" (Yohanes 19:33).
  • Para prajurit menikam lambung Yesus dengan tombak dan dari dalam lambungnya keluar air dan darah (Yohanes 19:34). Para ahli kedokteran mengatakan bahwa apabila Dia belum mati saat itu, maka tindakan ini benar-benar akan mengambil nyawanya. Sebagian orang yang lain menyimpulkan bahwa mengalirnya air dan darah dari lambung-Nya membuktikan bahwa Yesus benar-benar sudah mati.
  • Tatkala Yusuf dari Arimatea meminta tubuh Kristus sehingga ia dan Nikodemus dapat mengubur-Nya, Pontius Pilatus memerintahkan seorang kepala pasukan untuk membuktikan bahwa Yesus telah mati (Markus 15:43-45). Gubernur Romawi tidak akan memberikan tubuh itu kepada Yusuf sebelum kepala pasukan itu yakin bahwa sudah tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan pada tubuh Yesus. Anda boleh yakin bahwa seorang pejabat militer Romawi tidak mungkin melakukan kesalahan dalam hal sepenting ini, yang harus ia laporkan kepada pejabat yang lebih tinggi, seperti Pilatus.
  • Yusuf dan Nikodemus mempersiapkan penguburan bagi jasad tersebut secara adat Yahudi, termasuk mengafani-Nya dengan "kain lenan yang putih bersih" (Matius 15:46), mengurapi Tubuh itu dengan "campuran minyak mur dengan minyak gaharu" (Yohanes 19:39), dan membaringkan-Nya "di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu" (Markus 15:46). Sudah jelas di sini bahwa teman-teman yang merasa kehilangan sudah memeriksa semua tanda-tanda kehidupan yang mungkin masih ada. Mereka tentu saja tidak akan menguburkan Yesus yang masih hidup.
  • Kaum Farisi dan para pemuka agama bertemu dengan Pilatus untuk membicarakan peristiwa yang telah terjadi. Mereka ingat akan ucapan Yesus "sewaktu hidup-Nya" (Matius 27:63), dan mereka memerintahkan para prajurit untuk mengamankan kubur, yaitu menutupnya dengan batu. Tidak hanya itu, mereka juga lebih mengetatkan penjagaan dengan mengutus beberapa prajurit untuk mencegah para murid "mencuri-Nya (Matius 27:64). Tidak diragukan lagi, mereka juga tahu bahwa sesungguhnya Yesus telah mati.
Ignatius, seorang sejarawan abad ke-2 mengatakan, "Yesus disalibkan dan mati di bawah pemerintahan Pontius Pilatus. Dia sungguh-sungguh dan bukan sekadar kelihatan -- disalibkan, mati, disaksikan oleh seluruh makhluk di surga dan di bumi, serta di bawah bumi. Dia juga bangkit kembali pada hari yang ketiga."

 

Sabtu, 12 April 2014

Manusia Sombong Akan Ditundukkan

 
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sombong. Kesombongan itu berbahaya. "Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan" (Amsal 16:18).

Kerendahan-hati membawa kehormatan. "Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian" (Amsal 29:23).

Allah menetapkan diri-Nya menentang orang yang sombong. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya (1 Petrus 5:5-6).

Kesombongan dapat menjauhkan diri dari Allah dan dari orang-orang lain. "Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar". (Lukas 18:1-4).

Kerendahan-hati seperti anak-anak dihargai oleh surga. "Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga". (Matius 18:4).

Orang yang sombong akan dikecewakan. "Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan". (Matius 23:12).

Mereka yang sombong akan jatuh. "Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!" (1 Korintus 10:12).

Pendaratan yang Aman



Tuhan tidak menjanjikan PERJALANAN yang TENANG,
tetapi PENDARATAN yang AMAN.

Jumat, 11 April 2014

Benarkah Singkatan "LOL" Berhubungan Dengan Setan ?

Pernahkah Anda melihat atau bahkan menggunakan istilah-istilah untuk Facebook, Twitter, dan media sosial lainnya ? 
Istilah-istilah dalam media sosial memang sangat banyak yang berupa singkatan sebuah kata-kata. Akronim merupakan kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata. Anda pasti sering melihat istilah-istilah seperti LOL, ROFL, BRB, BTW, YOLO dan akronim lainnya. Singkatan kata yang digunakan seseorang saat menggunakan situs jejaring sosial memang lucu-lucu.

Bahkan belum lama ini, remaja Indonesia juga digemparkan dengan kata “ciyus” dan “miapah”. Kedua singkatan kata tersebut sempat menjadi heboh di kalangan media sosial, bahkan media elektronik, seperti televisi dan radio. Kabarnya, kedua singkatan itu memang berasal dari situs jejaring sosial.

Namun, ada kabar bahwa akronim-akronim tersebut merupakan singkatan yang berhubungan dengan setan. Apakah itu benar?

Akronim OMG, LOL, BRB, ROFL, dan lain sebagainya itu memang sering digunakan oleh para pengguna situs jejaring sosial, seperti Twitter, Facebook, Instagram, Path, dan situs jejaring sosial lainnya. Namun, kabar yang didapat dari livescience.com, akronim itu dianggap kerap digunakan oleh para pemuja setan.

Akronim LOL = Laughing Out Loud dan ROFL = Rolling On the Floor Laughing memang kerap dgunakan oleh para pengguna situs jejaring sosial. Kedua akronim tersebut untuk mengekspresikan tertawa terbahak-bahak.

Namun, ada pula yang mengartikan bahwa LOL merupakan singkatan dari Lucifer Our Lord. Istilah itu biasanya digunakan untuk pemujaan yang dilakukan para pemuja Lucifer. Lucifer merupakan nama yang seringkali diberikan kepada iblis dalam keyakinan Kristen karena penafsiran tertentu atas sebuah ayat dalam Kitab Yesaya.

Selain itu, ada juga yang memparodikan ROFL menjadi Rise Our Father, Lucifer yang memang terdengar kalimat untuk memuja setan.  
BRB yang artinya Be Right Back atau akan segera kembali juga diparodikan menjadi Beelzebul Rules Below. Beelzebul merupakan nama yang dipercaya bangsa Yahudi kuno sebagai dewa di kota Ekron, di Philistines, nama kuno untuk wilayah yang sekarang dikenal dengan sebutan Palestina. Selain itu, ada juga yang menyebut Beelzebul sebagai perwujudan setan. 
Kata YOLO juga sering kita lihat, singkatan sebenarnya adalah You Only Live Once. Namun istilah YOLO ini juga sering diartikan dengan Youth Obeying Lucifer's Orders. Kalimat ini seperti pesanan Lucifer berupa pemuda yang patuh.

Dilansir sumber yang sama, sebuah kelompok yang menamakan dirinya Westboro Baptist Church menyarankan kepada pengguna internet agar tidak lagi menggunakan istilah-istilah, seperti LOL, BRB, dan lain sebagainya karena akronim tersebut merupakan kata lain dari penyembahan setan.

Pro dan kontra akan arti akronim tersebut memang kerap muncul hingga saat ini. Pada tahun 2008, Katherine Barber, Chief Editor dari Canadian Oxford Dictionary menjelaskan bahwa akronim-akronim tersebut memang mirip dengan apa yang digunakan telegraf pada zaman dahulu.

Selain itu, Barber juga menjelaskan bahwa menggunakan akronim-akronim tersebut bukanlah suatu hal yang tidak sopan. Pemakaian singkatan kata tersebut berfungsi sebagai pemendek kata atau kalimat dengan penggabungan huruf kapital dan angka.

Dilansir dari Mashable.com, penggunaan akronim tersebut sebenarnya tergantung situasi dan siapa yang menggunakannya. Misalnya, LOL dalam terminologi dunia kesehatan memiliki arti Little Old Lady atau nenek-nenek bungkuk. 
Jadi, bisa ditarik kesimpulannya bahwa pengguna akronim-akronim tersebut di internet tergantung siapa yang memakainya, untuk apa, dan dalam kondisi atau konteks apa.

Selasa, 08 April 2014

TUHAN TAK PERNAH GAGAL


Engkau yang lebih tau
Cara untuk membuka jalanku
Engkau yang lebih mengerti
Cara untuk menolong hidupku

Ku percaya Kau Tuhan yang tak pernah gagal
Menjadikanku lebih dari pemenangKu percaya
Kau Tuhan yang tak pernah lalai
Menepati janji-janji-Mu


Minggu, 06 April 2014

AMARAH AKAN MEMBAWA PENYESALAN

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini adalah seorang perempuan cantik berusia 3 tahun. Setiap hari ia bermain sendirian di rumah karena kerap kali dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja di dapur. Dia bermain dengan apa saja yang ada di rumahnya, ayun-ayunan yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya pergi naik motor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembanturumah.

Sore harinya kedua orangtuanya pulang, dan sangat terkejut melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Mukanya merah padam ketakutan, apalagi melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan, "Saya tidak tahu, tuan."

"Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yang kamu lakukan?", hardik si isteri lagi. Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "Dita yang membuat gambar itu ayahhh, cantik kan!", katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan.

Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu haruus berbuat apa.

Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air.. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu..
Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!", jawab bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya.

Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah.

"Dita demam, Bu", jawab pembantunya ringkas.

"Kasih minum panadol aja", jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas.

"Sore nanti kita bawa ke klinik", kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan", kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut...

"Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah", kata dokter itu.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang dapat dikatakan lagi. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata, tangan mereka bergetar menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih.

Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi. Dita sayang ayah.. sayang ibu", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.

"Dita juga sayang Mbok Narti", katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

"Ayah, kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti? Bagaimana Dita mau bermain nanti? Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi", katanya berulang-ulang. 
Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Dia meraung-raung sekuat hati, namun semuanya sudah terjadi. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf.

Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat sang ayah tidak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi. Namun si anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya.

Renungan :
KEMARAHAN terjadi karena NAFSU, dan PENYESALAN yang akan terjadi jika kita menurutinya. Itu sebabnya, janganlah sekali-kali mengambil keputusan dalam keadaan MARAH. Dan biasakan kita untuk MEMAAFKAN orang lain dalam segala hal, baik dalam hubungan suami istri, pekerjaan, pemerintahan, politik dan sebagainya.

Janganlah terlalu MENCINTAI HARTA secara berlebihan, hal ini akan MEMBUTAKAN HATI.

"JADIKANLAH HARTA ITU DI DALAM GENGGAMAN TANGANMU, 
BUKAN DI DALAM HATIMU!"

Jumat, 04 April 2014

Bukti Bahwa Yesus Adalah Tuhan






Apakah Yesus benar-benar Tuhan ?

Pertanyaan ini sangat sering kita dengar. Banyak yang ragu dan bahkan tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Pada tulisan sebelumnya sudah pernah dibahas tentang Bukti Yesus Menyatakan Dirinya Adalah Tuhan. Namun pada kesempatan ini tidak ada salahnya kita kupas lagi secara mendalam.

Jika kita mendalami Alkitab lebih jauh, akan sangat banyak bukti yang mengungkapkan pernyataan bahwa Yesus adalah Tuhan dan mengenai ke-Ilahian-Nya. Pernyataan-pernyataan ini bisa kita jumpai dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. 

Dalam Perjanjian Lama, Tuhan menyatakan nama-Nya sebagai JHWH atau Jehovah. Dalam bahasa Indonesia ditulis sebagai TUHAN (semua huruf besar). Dalam Keluaran 6: 2-3 dikatakan : "Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN. Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri".
Perhatikan kalimat terakhir pada ayat diatas, "... tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri". Pada ayat tersebut, TUHAN memberitahukan bahwa DIA belum menyatakan diri. Semua ini digenapi ketika Yesus lahir ke dunia.

Bagi orang Yahudi, nama Jehovah (TUHAN) dianggap begitu suci, sehingga mereka tidak berani mengucapkannya. Jehovah adalah satu-satunya Tuhan, selain nama Jehovah, mereka anggap sebagai berhala atau tuhan yang palsu. Jehovah adalah Tuhan yang cemburu, yang tidak akan membagikan nama maupun kemulian-Nya kepada yang lain.

Mari kita perhatikan beberapa ayat yang ditulis dalam Kitab Yesaya : 

Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku." (Yesaya 44:6).

"Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung." (Yesaya 42:8).

"Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain". (Yesaya 48:11).

Dari ayat-ayat diatas dapat kita simpulkan bahwa TUHAN (Jehovah) tidak akan memberikan nama, hormat dan kemuliaan-Nya kepada yang lain. Ini salah satu yang menjadi pertanyaan bagi banyak orang, sudah jelas-jelas dikatakan bahwa TUHAN tidak akan memberikan nama, hormat, dan kemuliaan-Nya, tapi mengapa semua itu ada pada Yesus ?

Semakin menarik ya pembahasan kita kali ini. Jangankan bagi kita yang hidup di jaman sekarang, orang-orang Yahudi yang hidup ketika Yesus di dunia sangat geram ketika Yesus mengatakan beberapa hal tentang diri-Nya, dan juga melalui tindakan-tindakan-Nya. Hal ini juga yang membuat orang Yahudi abad pertama mengambil batu dan ingin melempari-Nya. Mereka menuduh Yesus menghujat karena menyamakan diri-Nya dengan TUHAN. 

Dalam Injil Yohanes dikatakan : "Pada mulanya adalah Firman (Yesus Kristus); Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu (Yesus Kristus) adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan." (Yohanes 1:1-3).

Mungkin ada yang mengatakan bahwa itu adalah perkataan Yohanes, bukan perkataan Yesus. Namun Yesus mengatakan bahwa Dia adalah kekal, Dia sudah ada sebelum Abraham ada (Yohanes 8:58).

Paulus juga mengatakan bahwa Yesus Kristus ke-Ilahian-Nya  setara dengan Allah. "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (Filipi 2:5-8).

Pada ayat diatas Paulus sudah sangat jelas mengatakan bahwa Yesus Kristus setara/sama dengan Allah. Seperti biasanya, diantara kita pasti ada yang bertanya : "Itu kan kata Paulus, bukan kata Yesus?".  Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sangat sering dilontarkan, semua itu karena tidak memberikan hatinya untuk percaya. Iman Kristen adalah iman tanpa melihat. Tapi tidak ada salahnya kita menjawab pertanyaan tersebut. Dalam hal menjawab, alangkah lebih baiknya kita mempunyai patokan kepada Alkitab. Biarlah Alkitab yang menjawab Alkitab.

Setara dengan Allah berarti sama dengan Allah. Dalam Yohanes 10:30 dikatakan : "Aku dan Bapa adalah satu." Itu artinya sama dan setara, karena Yesus di dalam Allah dan Allah di dalam Dia. "Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;..." (Yohanes 14:11).

Dalam pembicaraan dengan murid-Nya, Yesus berkata bahwa jika murid mengenal Yesus Kristus, itu berarti mereka mengenal Allah. "Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia. Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri." (Yohanes 14:7-11)

Ternyata, para murid, yang rasul itu, juga tak mudah untuk mengenal Yesus Kristus dengan benar. Maka tak heran, jika manusia masa kini juga mengalami kebingungan dengan ke-Tuhanan Yesus Kristus.

Sekarang kita perhatikan dialog langsung Tuhan Yesus dengan murid-murid-Nya tentang siapa Dia. Ini dicatat oleh Matius dalam pasal 16:13-16. Tuhan Yesus bertanya kepada murid Nya, kata orang siapakah Dia? Beruntun jawabannya, ada yang berkata Yesus adalah Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia, atau salah seorang dari para nabi. Bayangkan betapa beraneka ragamnya pendapat orang tentang Tuhan Yesus pada jamannya. Bisa dibayangkan di jaman ini.

Ketika Tuhan Yesus bertanya, menurut kalian siapakah Aku ini? Maka Petrus menjawab: Engkaulah Mesias Anak Allah yang hidup. Dan, Tuhan Yesus berkata kepada Petrus: Berbahagialah engkau Petrus. Jelas Tuhan Yesus tak menyanggah bahwa Dia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Memang Dia tak mengucapkannya sendiri, tetapi pengakuan Petrus diresponNya dengan jelas, dengan menyebut Petrus berbahagia. Tapi mungkin, akan ada yang berkata, itukan tidak menunjukkan bahwa Dia Tuhan, melainkan Mesias! Sekalipun mengenai Mesias sangat jelas dalam PL, bahwa Dia adalah Yang Diurapi, Sang Kekal. Tapi baiklah, kita menerima keberatan itu. Sekalipun, sekali lagi, data-data di atas yang dikatakan Yohanes, Paulus, jelas menunjukkan ke-Tuhanan Yesus Kristus.  

Dan, ini adalah peristiwa setelah kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, Dia menampakkan diri kepada para murid. Di sana ada Thomas yang belum bertemu Tuhan Yesus setelah kebangkitan-Nya. Thomas tidak percaya kepada cerita para murid tentang kebangkitan, dan butuh pembuktian rasional (Yohanes 20:24-29). Di pertemuan itu, Thomas sangat terpana dengan realita yang ada. Yesus Kristus sungguh bangkit dari kematian. Ketika Yesus Kristus menyapa Thomas, dia tak berani menerima tantangan Yesus Kristus untuk meneliti diriNya. Thomas berseru dengan jelas: Ya Tuhanku dan Allah! Kalimat syahadat (pengakuan iman) Thomas tentang ke-Illahian. Jelas sekali, Yesus Kristus, disebut Tuhan (Kurios) dan Allah (Theos). Lalu apa reaksi Tuhan Yesus? Juga sangat jelas sekali: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang percaya sekalipun tidak melihat.” Yesus tak membantah bahwa Dia adalah Tuhan, Allah, bahkan mengiyakan pengakuan Thomas, yang agak terlambat itu. Tidakkah semua fakta ini lebih dari cukup untuk menjadi kesaksian bahwa Alkitab mencatat dengan jelas ke Illahian Yesus Kristus, bahkan sejak PL?

Dalam Matius 8:28-32, dengan jelas dikisahkan, bagaimana setan dengan jelas bisa mengenali Tuhan Yesus Kristus, sebagai anak Allah yang hidup, dan menjadi ketakutan. Agak aneh juga, karena setan dengan segera bisa mengenali Yesus dan memohon belas kasihan, sementara manusia, justru gagal total dan menyalibkan Dia. Hanya saja, setan memang tak pernah mempercayakan diri kepada Tuhan melainkan memberontak. Karena itu setan giat untuk mencari pengikut dengan memperdaya sebanyak mungkin orang untuk tak percaya kepada Tuhan Yesus, yang setan sendiri takuti.

Yakobus 2:19 juga mencatat tentang setan yang juga percaya bahwa Allah itu ada, dan gemetar, namun seperti yang disebut di atas, tak pernah menaklukkan diri. Coba pikirkan, jika setan saja mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan memohon belas kasihan, ketakutan. Mengapa? Karena setan memang dulu adalah penghuni surga yang diusir dari surga, karena pemberontakannya yang ingin sama dengan Allah. Dan, ide yang sama juga ditawarkannya kepada Hawa dan Adam. Celakanya, Hawa dan Adam memakan umpan setan sehingga juga menjadi terhukum.

Sementara, seorang serdadu Roma (kafir), pemimpin pasukan (terdidik), terpana dengan peristiwa di penyaliban Yesus Kristus, dan berkata dengan jelas: Sungguh Dia ini adalah Anak Allah (Matius 27:54). Luar biasa, kesaksian tentang Yesus Kristus; Mesias, Anak Allah, Tuhan dan Allah, terdapat di mana-mana di dalam Alkitab, dan keluar dari berbagai mulut, bahkan hingga setan sekalipun.  

Jika kita meneliti Alkitab, dan bersyukurlah bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang hidup. Dia tak mengucapkan itu dari mulut-Nya  sendiri, tetapi sebaliknya datang dari berbagai mulut (kesaksian yang mengiyakan), bahwa Dia adalah Yesus Kristus Tuhan.

Mari kita lihat beberapa perkataan Yesus yang menarik untuk dipelajari:

Yesus mengatakan : "Akulah gembala yang baik..." (Yohanes 10:11)
Perjanjian Lama mengatakan : "TUHAN adalah gembalaku." (Mazmur 23:1).

Yesus menyatakan bahwa Dia adalah hakim atas segala bangsa (Yohanes 5:27; Matius 25:31). 
Perjanjian Lama mengatakan : TUHAN adalah hakim segala bangsa. (Yoel 3:12).

Yesus mengatakan : "Akulah terang dunia" (Yohanes 8:12)
Perjanjian Lama mengatakan : ''TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu". (Yesaya 60:19).

Yesus berdoa kepada Bapa agar dipermuliakan dengan kemuliaan-Nya yang sudah ada sebelum dunia ada :"Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada". (Yohanes 17:5).
Perjanjian Lama mengatakan : "Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain". (Yesaya 48:11). Artinya kemuliaan Yesus sudah ada sebelum dunia ada, dan kemuliaan itu tidak akan pernah diberikan kepada yang lain.

Yesus mengatakan : "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa. (Wahyu 1:8). "...Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,..." (Wahyu 1:17)
Perjanjian Lama mengatakan : "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku." (Yesaya 44:6).

Dari ayat-ayat diatas dapat kita simpulkan bahwa Yesus adalah TUHAN. Yesus adalah terang, Yesus adalah hakim, Yesus adalah yang awal dan yang akhir, Yesus adalah gembala, dan kemuliaan-Nya sudah ada sebelum dunia ada.

Pernyataan keilahian Yesus yang sangat jelas terdapat di Yohanes 8:58 ~ "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada". Orang Yahudi tanpa ragu-ragu mengerti maksud perkataan ini. Mereka tahu bahwa Yesus tidak hanya menyatakan keberadaan-Nya sebelum Abraham, tetapi Yesus juga menyatakan diri-Nya sama dengan Tuhan. Ini yang menyebabkan mereka mengambil batu hendak melempari Yesus. 

Selain itu, dalam beberapa peristiwa, Yesus juga menyatakan diri-Nya adalah Tuhan dengan cara yang lain, antara lain dalam hal memberikan pengampunan dosa. Sudah tentu ini adalah suatu pekerjaan yang hanya bisa dilakukan Tuhan. 

Dalam Markus 2:10-11, Yesus melakukan mujizat sekaligus memberikan pengampunan dosa: "Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--: Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"


Yesus juga menyatakan bahwa Dia mempunya kuasa kehidupan, kuasa yang hanya dimiliki TUHAN saja :
 "Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya." (Yohanes 5:21).

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup." (Yohanes 5:25).


Yesus mengatakan bahwa 'supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.' (Yohanes 5:23)

Dalam kategori yang sama Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, "...percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku." (Yohanes 14:1)

Tanpa ada keraguan sedikitpun, Yesus telah menyatakan diri-Nya sejajar dengan Allah. 

Kamis, 03 April 2014

Bagaimana Agar Tetap Bersukacita ?

Bacaan Alkitab : Mazmur 113:1-9

"Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur." (Mazmur 113:7).
 
Akhir-akhir ini banyak orang kehilangan sukacita karena peliknya masalah yang dialami. Ada yang berkata : 
 
  • "Bagaimana saya bisa bersukacita, penghasilan saja pas-pasan, sedangkan biaya sekolah untuk anak-anak mahal". 
  • "Bagaimana saya bisa bersukacita, tinggal saja di kos-kosan ukuran 5S (sangat sempit sekali sampai sumpek)". 
  • "Bagaimana saya bisa bersukacita, di usia yang sudah di atas 30 tahun belum juga menemukan jodoh." 
 
Seringkali keadaan dan situasi yang ada begitu mempengaruhi kondisi hati kita. Sebaliknya, ada juga orang yang punya uang banyak dan tinggal di kawasan elite tapi hatinya tetap tidak ada sukacita. Selalu saja ada rasa was-was atau kuatir. Ternyata, memiliki uang atau kekayaan melimpah tidak menjamin seseorang merasakan sukacita, karena uang tidak bisa membeli sukacita.

Sebagai orang percaya tidak seharusnya kita kehilangan sukacita, meski situasinya mungkin tidak mendukung. Tuhan menghendaki agar kita senantiasa memiliki sukacita di segala situasi, entah itu susah atau senang, punya duit atau bokek, karena sukacita adalah kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan hidup. 
 
Ada pun kunci untuk tetap mengalami sukacita adalah bermula dari pikiran kita, karena "...seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia." (Amsal 23:7a). 
 
Pertama-tama, kita harus tanamkan dalam hati dan pikiran kita bahwa: 
 
  1. Kita punya Tuhan yang dahsyat. Pemazmur berkata, "Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita," (Mazmur 47:3-4). Sebesar apa pun masalah yang kita alami, serahkan semuanya pada Tuhan, Dia pasti sanggup menolong kita karena kuasaNya tak terbatas. 
  2. Masalah adalah proses pendewasaan iman. Jika kita diijinkan mengalami masalah, berarti Tuhan sedang mendidik kita supaya kita makin dewasa di dalam iman. Jadi, tetaplah bersukacita! Seperti dikatakan, "Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas." (Ayub 23:10). 
  3. Ada Roh Kudus yang senantiasa memberi kekuatan dan penghiburan kepada kita.

Oleh sebab itu mari kita jalani hari dengan penuh sukacita, karena kita punya Tuhan yang dahsyat dan Roh Kudus yang senantiasa menopang!

Untung Hati Ini Buatan Tuhan

Ketika Hatiku telah Disakiti
Ajarku Memberi Hati Mengampuni
Ketika Hidupku telah Dihakimi
Ajarku Memberi Hati Mengasihi

Ampuni Bila Kami Tak Mampu Mengampuni
Yang Bersalah Kepada Kami
Seperti Hati Bapa Mengampuni
Mengasihi Tiada Pamrih

Cerita Motivasi : Kisah Semut dan Lalat

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”

Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda.

Rabu, 02 April 2014

Apakah semua doa dijawab?

Apakah semua doa dijawab? Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan menjawab semua doa (Yohanes 16:24); tapi Alkitab juga mengajarkan bahwa ada beberapa kondisi yang menyebabkan doa menjadi sangat efektif. Apakah yang menjadi alasan Alkitab bahwa Tuhan tidak menjawab doa kita?



1. Kita tidak percaya bahwa Tuhan dapat menjawab doa kita.
Tuhan Yesus berkata: "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Matius 21:22).

Yakobus menulis: "Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya." (Yakobus 1:6-8)

Percaya merupakan bagian utama dalam doa. Tapi masih ada beberapa alasan lagi yang menyebakan doa tak terjawab.

2. Kita meminta dengan motivasi yang tak benar.
"Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yakobus 4:3)

3. Dosa yang tak diakui memisahkan kita dari Tuhan, sehingga Ia tak dapat mendengar doa kita.
"Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu, ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengarmu, Ialah segala dosamu." (Yesaya 59:1-2)

4. Kita lebih mengutamakan sesuatu yang lain dalam hati kita sehingga Tuhan menjadi hal nomor dua, sehingga menghalangi kita dengan Tuhan.

"Hai, anak manusia, orang-orang ini menjunjung berhala-berhala mereka dalam hatinya dan menempatkan di hadapan mereka batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan. Apakah Aku mau mereka meminta petunjuk dari padaKu" (Yehezkiel 14:3)

5. Kita tidak menjawab mereka yang meminta pertolongan kita.

"Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban kalau ia sendiri berseru-seru." (Amsal 21:13)

6. Kita tidak berada dalam Dia karena itu firmanNya juga tidak ada dalam kita.
"Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." (Yohanes 15:7)
 

Cerita Motivasi : Penjara Pikiran

Kita semua pasti mengenal sikat gigi. Ya, setiap hari kita menggunakan benda yang satu ini. Tapi tahukah Anda penemu sikat gigi modern ? Dia bernama William Addis, seorang berkebangsaan Inggris. Dia memakai tulang yang dilubanginya kecil-kecil, kemudian mengisinya dengan bulu binatang, serta mengelemnya menjadi satu.

William pun menjadi jutawan setelah idenya dikembangkan menjadi sikat gigi berbulu nilon dan diproduksi oleh perusahaan Amerika bernama "Du Pont" pada tahun 1938.

Tahukah Anda, bahwa saat William Addis menemukan konsep sikat gigi, ia sedang mendekam di dalam penjara? Tubuhnya di penjara, tapi pikirannya tidak terpenjara. 
 
Sementara banyak orang yang tidak di penjara, tetapi seringkali memenjarakan pikirannya sendiri. Penjara itu berupa kata-kata:
  • “Tidak Mungkin”
  • “Tidak Bisa”
  • “Tidak Mau”
  • “Tidak Berani” dan tidak-tidak lainnya, yang kerap menjadi penghalang kita untuk berkembang.
Tuhan memberikan kita potensi untuk dikembangkan, secara positif dan semaksimal mungkin. Jadi, jangan mengizinkan keadaan apapun memenjarakan pikiran kita.

Mulailah memikirkan sebuah kemenangan daripada sebuah kekalahan.

Cerita Motivasi : Mengontrol Emosi

Kecerdasan Emosi (Emotional Quotient=EQ) sangatlah penting kita terapkan dalam kehidupan setiap hari. Karena hal ini adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, serta kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain.

Dalam sebuah perusahaan dikisahkan ada 2 orang pegawai, sebut saja Andi dan Budi. Mereka sama-sama bergabung sebagai pegawai baru di perusahaan tersebut. Tingkat kecerdasan yang mereka miliki (IQ=Intelligence Quotient) relatif sama.

Untuk meningkatkan kompetensi karyawan, kantor tempat mereka bekerja memberi kepada karyawan untuk mengambil kuliah sore. Dalam hal ini, Andi tampaknya lebih aktif, sedangkan Budi-karena kesibukannya-tidak memiliki kesempatan untuk mengambil kuliah sore. Akan tetapi, pengetahuan Andi yang semakin banyak ternyata tidak sebanding dengan caranya membawa diri di tengah lingkungan kerja.

Kerapkali dia sok pintar dan memotong pembicaraan orang tanpa mengenali dulu isi pembicaraan tersebut. Tidak hanya itu, banyak keluhan yang muncul dari teman-temannya terhadap sikap Andi. Hanya karena masalah sepele dia sering menunjukkan raut muka yang tidak bersahabat, membanting telepon ketika idenya tidak diterima, dsb.

Alhasil, Andi semakin tidak disenangi oleh pelanggan maupun rekan-rekan pegawai. Sementara si Budi, yang notabene tidak memperoleh tambahan pengetahuan untuk mengembangkan diri ternyata memiliki tingkah laku yang berbeda dalam membina relasi. Dia lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Baginya, teman-teman kerja dan atasan adalah orang yang harus didengarkan serta dilayani sungguh-sungguh. Bahkan, di hadapan rekan-rekan kerja dan pimpinannya dia memposisikan diri sebagai pelayan, tahu bagaimana membagi waktu yang proporsional antara kepentingan pribadi dan kepentingan perusahaan. 
 
Ketika Budi memegang dana anggaran belanja di kantor, dia mampu membuat pos tersendiri agar tidak berbaur dengan uang pribadinya. Di tengah-tengah unit kerjanya dia adalah smart people – pegawai yang disenangi. Alhasil, dalam waktu yang tidak terlalu lama Budi telah dipromosikan menjadi salah satu pejabat dilingkungan perusahaannya, mendahului rekan seangkatannya, Andi.

Ilustrasi di atas kiranya dapat menunjukkan bahwa Kecerdasan Emosi (Emotional Quotient=EQ) Budi lebih menonjol dibandingkan Andi. Dan tak dapat dipungkiri bahwa kemampuan mengelola emosi jelas merupakan hal yang mutlak diperlukan dalam membina hubungan antar sesama manusia karena penilaian sikap dan perilaku kita bukan dinilai oleh diri sendiri tetapi kita dinilai oleh orang lain. 
 

Cerita Motivasi : Kerja Keras Tidak Pernah Sia-Sia

Seorang aktor yang bernama Coba Gooding Jr. dikenal sebagai aktor yang memiliki karakter kuat. Sejumlah filmnya laris di pasaran dan mendapat berbagai penghargaan. Selain Jerry Maguire di mana ia bermain dengan Tom Cruise, Gooding juga main bagus dalam film A View Good Men (film peraih 4 Oscar) bersama Cruise, Demi Moore, dan Jack Nicholson, di As Good as It Gets (2 Oscar) bersama Jack Nicholson, Men of Honor bersama Robert de Niro di mana ia dinominasikan meraih Oscar keduanya, dan sejumlah film lain.

Gooding lahir di New York pada 2 Januari 1968. Keluarganya pindah ke Los Angeles saat Gooding berusia 4 tahun. Di kota ini grup band ayahnya meraih kesuksesan dengan single lagunya yang populer, Everybody Plays the Fool. Tetapi sukses itu berujung buruk karena sang ayah meninggalkan mereka.

Dengan tanpa seorang ayah, sekolah Gooding jadi berantakan. Ia berkali-kali pindah sekolah. Meski begitu, saat duduk di bangku SMA ia mulai mengembangkan bakat seninya dengan ikut kegiatan drama sekolah.

Selain drama ia juga ikut kegiatan ekstra kulikuler cross country dan juga break dance. Kemampuannya bermain break dance tertangkap pemandu bakat Hollywood yang kemudian mengajaknya main sebagai pembuka pertunjukan penyanyi Lionel Richie dan Paula Abdul pada tahun 1984. Berkat break dance juga ia tampil sebagai penari pada pembukaan Olimpiade Los Angeles 1984.

Meski seni peran ia tekuni dengan baik, selepas SMA ia malah berlatih beladiri Jepang. Saat itu prospeknya di dunia akting belum ia dapatkan. Namun usaha kerasnya akhirnya membawa hasil. Pada tahun 1986 ia mendapat peran pertama di serial televisi Hill Street Blues meski hanya dua episode. Setelah itu ia berperan kecil dalam beberapa serial televisi lain, termasuk salah satunya serial McGyver yang terkenal itu.

Ia mulai main di layar lebar tahun 1988 melalui film Coming to America. Ia berperan menjadi figuran seorang anak yang tengah dicukur. Lama kelamaan perannya makin besar sampai main cukup panjang di film Boyz n the Hood (1991). Film ini masuk nominasi peraih Oscar untuk sutradara terbaik dan skenario terbaik dan Gooding ikut menjadi sorotan karena berperan baik sebagai Tré Styles. Dari sinilah kebintangannya mulai kelihatan. Sejak itu ia mendapat berbagai tawaran untuk main dengan sejumlah bintang film besar.

Sukses memang sudah ia raih saat ini. Namun waktu krusialnya, menurut Gooding, saat di SMA. Ia begitu serius belajar drama tak peduli apa halangannya. “Waktu terberat adalah saat SMA, (saat itu) saya tak punya pekerjaan dan selalu kesulitan. Saya pergi untuk audisi naik bis atau jalan kaki (karena tak punya uang)”, katanya. Terbukti kerja keras tak pernah sia-sia.
 
 

Cerita Motivasi : Buah Kerja Keras Pencuci Piring Di AS

Pada tahun 2005, seorang pria yang bernama Rudi Suparto terbang ke Amerika Serikat demi mencari uang lebih. Namun ternyata, mantan sales manager ini tak bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik selain tukang cuci piring di sebuah restoran.

Awal kehidupannya di Amerika Serikat terbilang tidak mudah bagi pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur ini. Betapa tidak, ia sebenarnya tidak bisa berbahasa Inggris. Alhasil, hanya tukang cuci piringlah yang bisa dijadikan nafkah penghidupannya di tahun-tahun pertama di negeri Paman Sam ini. “Sedih sekali sebenarnya waktu itu. Saya tidak biasanya memegang sampah dan kotoran makanan”, kisah Rudi.

Luar biasanya, kondisi menyedihkan ini tidak membuat Rudi pantang menyerah. Justru ia menjadikan keadaannya itu sebagai bahan pelajaran sehingga pada akhirnya ia mengetahui cara memasak dan seluk beluk restoran.

Ketekunan dan kegigihannya selama beberapa tahun tersebut akhirnya menghasilkan sebuah restoran cepat saji miliknya sendiri, yang diberi nama Wok Express. Restoran ini terletak di jalan utama kompleks kasino, Las Vegas, Amerika Serikat.

Ibarat kacang yang tak lupa akan kulitnya, Rudi pun ikut membantu sesama imigran asal Indonesia. Seluruh karyawannya adalah orang Indonesia, dan hanya juru masaknya saja yang warga China.

Meski sudah memiliki kehidupan mapan di Amerika, Rudi tetap berencana untuk menghabiskan masa tuanya di Indonesia. Karena itu, ia selalu berusaha berbahasa Indonesia dengan anak-anaknya supaya bahasa ibu mereka tidak hilang.

Pencapaian Rudi Suparto ini membuktikan bahwa setiap peluh kerja keras di bidang apa pun bila ditekuni dengan niat baik dapat berbuahkan kesuksesan yang manis. Selain itu, apa yang dilakukan Rudi juga patut dicontoh. 
 
Sejauh apa pun kita melanglang buana dan apalagi menuai keberhasilan di negeri orang, layaknya kita tidak melupakan kampung halaman.

Cerita Motivasi : Kerja Adalah Kehormatan

Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.

”Om beli bunga Om.”

”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.

”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.

Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”

Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.

”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.

”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana.

Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”

Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.

Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan.

Penulis : Andrie Wongso

Cerita Motivasi : Kisah Si Penebang Pohon

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?”, pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”.
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.

“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!”, perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !

Penulis : Andrie Wongso

Ada Yang Mengalirkan

Bacaan Alkitab : Nehemia 2:1-8

Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku. (Nehemia 2:8). 


Orang yang berkedudukan tinggi bisa jadi menimbulkan rasa takut di hati kita. Kita mungkin takut secara berlebihan pada pimpinan, orangtua, bos, majikan, karena mereka memiliki otoritas untuk memerintah kita melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan.

Kita memang patut menghormati mereka, tetapi tidak seharusnya kita menganggap mereka memiliki otoritas mutlak atas hidup kita. Sebagai orang percaya, kita tahu hanya ada satu pemegang otoritas mutlak, yakni Allah kita. Atasan atau pemimpin kaita hanyalah alat di tangan Allah untuk melaksanakan rencana-Nya.

Kisah Nehemia memberi sebuah bukti nyata akan kebenaran ini. Setelah mendengar kondisi buruk Yerusalem, Nehemia sangat ingin kembali membangun kembali tembok kota itu. Ia sadar, untuk melakukannya perlu sumber daya yang tidak sedikit. Ia pun memberanikan diri mengajukan permohonan kepada raja Artahsasta. Sang raja tentu saja memiliki otoritas untuk menjawab ya atau tidak. Nyatanya, ia memutuskan mengabulkan permohonan Nehemia. Bagi Nehemia, hal itu terjadi karena Allah menggerakkan hati sang raja.

Meskipun kelihatannya pemimpin atau atasan memiliki kuasa atas diri kita, sejatinya mereka seperti batang air yang dikendalikan Allah untuk mengalir sesuai dengan kehendak-Nya (Amsal 21:1). Tindakan mereka tidak mungkin melampaui kedaulatan Allah. Merekapun dapat dipakai Allah menggenapi rencana-Nya atas hidup kita. Kesadaran ini akan  mendorong kita memiliki sikap yang benar terhadap mereka: hormat, namun tidak ketakutan.


Mengetahui siapa yang memegang kendali atas hidup kita, 
membebaskan kita dari rasa takut akan manusia.


Asmirandah Masuk Kristen

Menanggapi kabar Asmirandah yang telah berpindah agama dan masuk Kristen, ayah Asmirandah, M Farmidji Zantman akhirnya angkat bicara. Meskipun kabar simpang siur terus bermunculan, seperti kabar kalau Asmirandah sudah dibaptis di Gereja Tiberias Kelapa Gading dan sering melakukan ibadah di sana bersama Jonas Rivanno. Yang terbaru menyebutkan kalau Asmirandah juga melakukan ibadah di Gereja Tiberias Grand Indonesia (GI) Jakarta Pusat. Menurut sang ayah, Asmirandah putri yang sangat dicintainya itu kini sudah dewasa sehingga ia tidak mau lagi ikut campur urusan Asmirandah karena semua yang dilakukan putrinya akan menjadi tanggung jawab sang putri sendiri. Walaupun mengaku kecewa, namun Farmidji tidak bisa berbuat apa-apa karena ia tak mau ikut campur lagi soal prinsip yang dipegang Asmirandah. "Saya memang kecewa, sangat kecewa. Tapi saya tidak akan mencampuri urusannya, Asmirandah kan sudah dewasa. Apa yang dilakukannya akan menjadi tanggung jawabnya," ucap Farmidji seperti dilansir Was Was, Selasa 17 Desember 2013. Soal Asmirandah yang kabarnya telah berpindah keyakinan agar bisa menikah dengan Jonas Rivanno, Farmidji menyerahkan semuanya kepada Asmirandah. Menurutnya, walaupun berbeda prinsip, Asmirandah tetaplah putrinya dan itu tidak akan pernah berubah. Terbukti, Farmidji dan sang istri tetap menerima kedatangan Asmirandah saat ibundanya berulang tahun. "Asmirandah tetap anak kami. Dia juga sempat datang ke ulang tahun ibunya karena ia memang masih mengakui kami sebagai keluarganya. Walaupun berbeda prinsip, Asmirandah tetap anak kami," ungkapnya. Mengenai dimana keberadaan Asmirandah sekarang, Farmidji mengaku baru mengetahui kalau anaknya sekarang tinggal di Cibubur. Ia tahu hal ini dari Asmirandah langsung. "Saya juga baru tahu, Asmirandah yang bilang kalau dia tinggal di Cibubur sekarang," jelas pria asal Belanda yang sudah lama menjadi mualaf ini.

Read more at: http://www.slidegossip.com/2013/12/komentar-sang-ayah-soal-asmirandah-masuk-kristen-dan-sudah-dibaptis-di-gereja-tiberias.html
Artikel ini diambil dari www.slidegossip.com sebagai sumbernya

Kabar tentang Asmirandah berpindah agama sudah menyebar di masyarakat Indonesia. Awalnya, kabar tentang Asmirandah pindah agama masih banyak yang simpang siur, namun setelah ada konfirmasi dan video kesaksian Asmirandah, berita ini sudah benar adanya, bukan lagi sekedar isu.

Mengapa Asmirandah menjadi Kristen? ini menjadi pertanyaan banyak orang. Menurut kesaksian Asmiranda di Tiberias Gading Nias Kelapa Gading, dia bermimpi sebanyak 3 kali. Dalam mimpinya, dia bertemu dengan orang yang memakai jubah putih. Orang tersebut mengatakan : "Kalau kamu ikut Aku, kamu selamat dan Masuk Surga". Orang dalam mimpinya tersebut juga mengatakan: "Akulah jalan Kebenaran Hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku"
Asmirandah mencari perkataan yang di dengarnya dalam mimpi di kitab suci agama yang dianutnya pada saat itu, namun Asmirandah tidak menemukan ayat tersebut. Dia bertanya kepada Jonas Rivanno, suaminya; Jonas mengatakan bahwa itu ayat di Alkitab. Ayatnya tertulis di Yohanes 14:6. 
Menurut kabar yang beredar, Asmirandah sudah di baptis di Gereja Tiberias Jakarta. Mereka sering ibadah di Gereja Tiberias Mall Of Indonesia Kelapa Gading jam 2 siang. Asmirandah juga sudah bersaksi di Gereja Tiberias Grand Indonesia Menara BCA lantai 42.

Menurut sang ayah, Asmirandah putri yang sangat dicintainya itu kini sudah dewasa sehingga ia tidak mau lagi ikut campur urusan Asmirandah karena semua yang dilakukan putrinya akan menjadi tanggung jawab sang putri sendiri. Walaupun mengaku kecewa, namun Farmidji tidak bisa berbuat apa-apa karena ia tak mau ikut campur lagi soal prinsip yang dipegang Asmirandah. "Saya memang kecewa, sangat kecewa. Tapi saya tidak akan mencampuri urusannya, Asmirandah kan sudah dewasa. Apa yang dilakukannya akan menjadi tanggung jawabnya," ucap Farmidji seperti dilansir Was Was, Selasa 17 Desember 2013. 
Soal Asmirandah yang kabarnya telah berpindah keyakinan agar bisa menikah dengan Jonas Rivanno, Farmidji menyerahkan semuanya kepada Asmirandah. Menurutnya, walaupun berbeda prinsip, Asmirandah tetaplah putrinya dan itu tidak akan pernah berubah. Terbukti, Farmidji dan sang istri tetap menerima kedatangan Asmirandah saat ibundanya berulang tahun. "Asmirandah tetap anak kami. Dia juga sempat datang ke ulang tahun ibunya karena ia memang masih mengakui kami sebagai keluarganya. Walaupun berbeda prinsip, Asmirandah tetap anak kami," ungkapnya. Mengenai dimana keberadaan Asmirandah sekarang, Farmidji mengaku baru mengetahui kalau anaknya sekarang tinggal di Cibubur. Ia tahu hal ini dari Asmirandah langsung. "Saya juga baru tahu, Asmirandah yang bilang kalau dia tinggal di Cibubur sekarang," jelas pria asal Belanda yang sudah lama menjadi mualaf ini.

Asmirandah menyadari betul setiap orang berhak memberikan komentar dan penilaian terhadap dirinya yang pindah keyakinan. Namun, ia enggan berpusing-pusing dengan cibiran tersebut.

"Orang-orang di luar mencibir, saya enggak permasalahkan itu. Buat saya semua orang bebas dan punya hak menilai saya seperti apa," ucapnya, Rabu, (29/1/2014), ditemui di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), kawasan Jalan Gajahmada, Jakarta Pusat.

Namun, ia berharap orang lain menghargai keputusan yang telah diambilnya. Lagipula orangtuanya sudah mengetahui tentang perkembangan hubungannya bersama Jonas Rivanno, pria menikahinya tersebut. "Tolong hargai keputusan saya," lanjutnya.

Selain itu, ia juga mengatakan kepada awak media supaya tidak lagi mengorek tentang kehidupan pribadinya terlalu dalam. "Saya hanya manusia biasa. Saya punya hak untuk privasi saya," tandasnya.

Rabu, 26 Maret 2014

Nothing is Impossible

 



Nothing Is Impossible :PLANETSHAKERS


[Chorus]
Through You,
I can do anything,
I can do all things,
For it’s You who give me strength,
Nothing is impossible
Through You,
Blind eyes are opened,
Strongholds are broken,
I am living by faith,
Nothing is impossible!

[Verse]
I’m not gonna live by what I see,
I’m not gonna live by what I feel

[Pre-chorus]
Deep down I,
Know that You’re here with me
I know that, You can do anything

[Bridge]
I believe, I believe,
I believe, I believe in You

God is Working

Jangan pernah mengeluh dengan keadaanmu saat ini.
Pastikan engkau sudah berdoa dan meminta apa yang sedang engkau butuhkan.
Percayalah, DIA sedang mempersiapkan segala sesuatu yang engkau butuhkan. 

Senin, 20 Januari 2014

TANDA PERINGATAN !!!

Bacaan Alkitab : 2 Petrus 3:10-16

"Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap."



Bencana yang terjadi kurun waktu 10 tahun ini sudah sangat banyak. Mulai dari gempa yang mengguncang Aceh dan Sumatera Utara pada tahun 2004 lalu, gempa bumi di Bengkulu tahun 2007, gempa bumi di Sumatera Barat tahun 2009, erupsi gunung merapi di Yogyakarta, dan masih banyak lagi bencana alam lainnya yang terjadi di Indonesia maupun di luar negeri. Dan semua bencana diatas memakan korban yang tidak sedikit.

Memasuki awal tahun 2014, kita bisa melihat bencana banjir dimana-mana. Seperti yang kita ketahui, banjir yang melanda kota Manado minggu lalu juga memakan korban. Belum lagi bencana banjir yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya yang membuat banyak penduduk yang mengungsi, aktifitas terganggu, dan berbagai penyakit mulai menyerang.

Jika ada bencana, setiap orang akan bergegas menyelamatkan diri secepat mungkin, keluar dari daerah rawan atau mencari daerah aman. Demikian juga dengan kita sebagai pengikut Kristus, setiap bencana yang terjadi adalah peringatan bagi kita untuk selalu mengingat Tuhan dan bertobat.

Tuhan telah mengingatkan kita mengenai hal-hal ini, bahkan bencana yang lebih mengerikan dari yang pernah terjadi di dunia ini akan terjadi. Tapi sangat disayangkan, bukan hanya saudara-saudara kita yang belum mengenal Kristus, kita yang mengaku anak-anak Nya pun seringkali lalai dan masih bergelimang dosa, tidak patuh pada firman-Nya, pada apa yang menjadi kehendak-Nya, dan tidak memperhatikan apa yang menjadi isi hati Tuhan.

Aneh memang, jika tanda peringatan untuk sebuah bencana alam akan serta merta kita patuhi, tapi hari penghakiman yang telah diingatkan sejak dulu tidak kita pedulikan. Ketika hari Tuhan datang, yang akan datang tiba-tiba, disaat itulah akan terlihat bagaimana selama ini kita mempersiapkan diri kita, apakah kita peka dan peduli pada peringatan Tuhan yang telah Dia berikan sejak lama.

Perlu kita ketahui bahwa sangat penting bagi kita untuk hidup kudus sesuai dengan firman Tuhan, dan mempersiapkan diri setiap saat. Tanda-tanda akhir jaman jelas disebutkan dalam kitab Wahyu, dan kita sedang menuju kesana. Sebagai anak-anak Nya, kita harus selalu siap untuk itu. Jangan lalai, dan jangan pernah menunda lagi. Baca firman-Nya dan lakukan seperti yang Tuhan mau.

Jangan sampai ketika Tuhan datang, kita masih kotor dan penuh dengan dosa. "Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia." (2 Petrus 3:14).

Jika diantara kita masih merasa punya banyak hal yang dapat mengecewakan Dia, datanglah pada-Nya dan bertobatlah. Mari kita semua memulai hidup baru, hidup yang diberkati, agar ketika hari Tuhan datang, kita akan kedapatan sebagai anak-anakNya yang setia. (Sadusi).