Tampilkan postingan dengan label Akhir Zaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhir Zaman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Desember 2017

KEADAAN MANUSIA PADA AKHIR ZAMAN - 4

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! (2 Timotius 3:1, 5).

KEADAAN MANUSIA PADA AKHIR ZAMAN - 3

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
Orang-orang akan suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. (2 Timotius 3:1, 4).

KEADAAN MANUSIA PADA AKHIR ZAMAN - 2

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
Tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
2 Timotius 3:1, 3

KEADAAN MANUSIA PADA AKHIR ZAMAN - 1





Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.

Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang.
Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama.
2 Timotius 3:1-2

BICARA TENTANG TUHAN


Dunia ini sedang menuju KEBINASAAN.
Satu demi satu PENGGENAPAN atas NUBUAT yang tertulis dalam Alkitab sudah mulai terjadi.

Banyak orang yang merasa PALING MENGERTI tentang Tuhan dan BERBICARA TENTANG TUHAN. Tapi mereka tidak pernah mau BERBICARA dengan Tuhan.

Mereka hanya mengandalkan PIKIRAN dan KEPINTARAN mereka sendiri. Dan sebagian lagi ada yang hanya memiliki TUJUAN tertentu untuk kepentingan pribadi.

"Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin." (Matius 24:11-12).

Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan kebenaran firman-Nya, kita senantiasa selalu WASPADA supaya kita tidak tersesat dan disesatkan.

“Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!” (Matius 24:4).

Selain sikap waspada, kita juga harus BERJAGA-JAGA dan tidak usah cemas dan gelisah tentang hal itu, karena semuanya itu memang harus terjadi sebagai penggenapan dari janji Tuhan Yesus.

“Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya” (Matius 24:6).

Tuhan Yesus Memberkati

#RenunganHarianKristen

KISAH AKHIR HIDUP PARA RASUL


BERIKUT INI KISAH AKHIR HIDUP PARA RASUL KRISTUS.

1.MATIUS.

Matius meninggal dunia karena disiksa dan di bunuh dengan pedang di Ethiopia .

2. MARKUS.

Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir) setelah badannya di seret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya .

3. LUKAS.

Lukas meninggal dunia di gantung di Yunani setelah ia berkhotbah kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan .

4. YOHANES.

Yohanes digoreng dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih lanjut, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng hidup-hidup, ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan di asingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara . Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis kitab WAHYU. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali menjadi uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yang bisa mencapai lanjut usia dan meninggal dengan tenang.

5. PETRUS.

Petrus telah di salib dengan kepala di bawah dan kaki diatas. Ia merasa tidak layak untuk mati dan di salib seperti Tuhan Yesus.

6. YAKOBUS.

Yakobus saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, di lempar kebawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yang sama di mana setan membawa Yesus untuk dicobai. Ia meninggal dunia setelah di lempar dari tempat tersebut .

7. YAKOBUS ANAK ZEBEDEUS.

Yakobus anak Zebedeus adalah nelayan dan murid pertama Yesus yg dipanggil, kepalanya dipenggal di Yerussalem. Pada saat-saat disiksapun, ia tidak pernah menyangkal Tuhan Yesus, bahkan ia berusaha berkhotbah terus bukan hanya kepada tawanan lainnya saja bahkan kepada orang yang menghukum dan meyiksa dia dengan kejamnya sehingga akhirnya orang Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia dihukum penggal, bukan sekedar hanya untuk menyaksikan, melainkan juga untuk turut di hukum dan di penggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doanya yg terakhir sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus sebagai orang Kristen.

8. BARTOLOMEUS.

Bartolomeus yang lebih dikenal sebagai Natanael, ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman cambuk sehingga semua kulitnya menjadi hancur dan terlepas .

9. ANDREAS.

Andreas juga disalib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum meninggal, ia disiksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan di ikat disalib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yg turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah di ucapkan oleh Andreas sebelum meninggal dunia : “Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul, dimana saya bisa turut merasakan saat-saat disiksa dan disalib seperti Yesus”. Pada saat dicambuk ia tidak henti-hentinya berkhotbah terus hingga ajal.

10. THOMAS.

Thomas dilempar ke dalam perapian, tetapi karena masih tetap hidup, ia dihujani dengan tombak hingga mati. Dia mati di India.

11. YUDAS.

Yudas saudaranya Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.

12. MATIAS.

Matias adalah Rasul pengganti Yudas Iskariot. Matias mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.

13. PAULUS. 

Paulus disiksa degan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaisar Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah yang paling lama mengalami masa siksaan di penjara. Kebanyakan suratnya dibuat dan dikirim dari penjara.

#RenunganHarianKristen

Rabu, 26 April 2017

MENJELANG AKHIR ZAMAN BANYAK PENGEJEK



Hari-hari ini, sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah melakukan GOSIP, EJEKAN, CACI MAKI, FITNAH, MENJELEKKAN ORANG LAIN.

Apakah kita sebagai ORANG PERCAYA ikut serta masuk ke dalam LINGKARAN DUNIAWI seperti itu ???

"Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya." (2 Petrus 3:3)

Kamis, 19 November 2015

Mengapa Banyak Yang Dipanggil Tetapi Sedikit Yang Dipilih ?


Ayat Alkitab : Matius 22:1-14
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.(Matius 22:14).

Kenapa dipanggil tapi tidak dipilih? Mungkin pertanyaan ini sering kita dengar atau bahkan kita sendiri pernah menanyakannya.

Jika kita mau sedikit lebih mengerti tentang kehendak Tuhan, kita akan mengerti arti kalimat diatas.
Seperti kita ketahui bahwa YESUS sering memakai perumpamaan dalam pengajaran-Nya untuk menggambarkan seperti apakah Kerajaan Sorga itu. Lebih dari sepertiga pengajaran Yesus di Injil dalam bentuk perumpamaan. 

Perumpamaan adalah pengajaran dalam bentuk cerita–cerita yang bermaksud untuk menjelaskan hal-hal yang tersembunyi, khususnya cerita-cerita yang mengandung hal-hal yang nyata dalam kehidupan manusia sehari-hari-hari. 

Sekarang mari kita pelajari perumpamaan Tuhan Yesus yang tertulis dalam Matius 22:1-14.  Ada beberapa respon dari orang-orang yang diundang untuk datang masuk Kerajaan Sorga yaitu :

1. Tidak Mau Datang 

Banyak yang diundang tapi mereka menolak untuk datang (Matius 22:1-3). Berita tentang Kerajaan Sorga pertama kali ditujukan kepada orang-orang Yahudi, bangsa pilihan Allah. Mereka adalah orang-orang yang telah diundang, tetapi mereka menolak dan tidak mau datang. 

Perhatikan ayat 3 : Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang

Apa maksud “memanggil orang-orang yang telah diundang”? Ini adalah kebiasaan Timur yang terdiri atas undangan pertama dan undangan kedua pada saat perayaan. Orang-orang yang diundang, jelas disini adalah orang-orang Israel, namun tidak ada yang mau datang. Tamu-tamu yang istimewa ini adalah bangsa Israel yang menantikan Mesias seperti yang dinubuatkan dalam PL, namun ketika perjamuan kawin sudah siap, Mesias sudah datang, mereka (terus menerus) menolak untuk datang, menolak untuk percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang diutus Allah, Anak Allah , Firman Allah yang telah menjadi manusia (Yoh 1:1,14), baca Matius 23: 37-38.

2. Tidak Peduli Dengan Hal Rohani Kerajaan Surga 

Perhatikan ayat 4-5 : Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, .... 

Dari ayat 4-5 kita bisa lihat, sang raja menyuruh hamba-hambanya untuk mengundang mereka lagi, namun mereka juga menolak undangan kedua ini, orang-orang ini tidak mengindahkannya, menganggap Kerajaan Surga itu tidak penting, hal yang rohani yang berhubungan dengan keselamatan setelah mati tidak penting, mereka lebih mementingkan ladangnya, usahanya (bisnis, dagang) yang sifatnya sementara.


3. Memberontak Dengan Kekerasan

Perhatikan ayat 6 : dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.

Undangan kedua dari raja ini melalui hamba-hambanya kepada orang Israel malah dibalas dengan kekerasan, mereka menangkap hamba-hamba tersebut, menyiksa, dan membunuh mereka. Bandingkan perlakukan orang Yahudi terhadap Yohanes pembaptis (Matius 21:25), Stefanus (Kisah 7:59), Yakobus (Kisah 12:2) bahkan terhadap Tuhan Yesus sendiri, disalibkan sampai mati. Yesus mengecam pemberontakan Israel ini dalam Mat 23: 33-34.

Akibat dari penolakan, ketidak pedulian bahkan pemberontakan dengan kekerasan dari Israel, yang adalah umat pilihan Allah maka pada Ayat 7, raja itu murka, dan memerintahkan pembinasaan kota mereka. Banyak penafsir mengatakan ini adalah sebuah nubuat tentang penghancuran Yerusalem pada tahun 70 Masehi. Tentara Roma dibawah pimpinan Jenderal Titus didalam perumpamaan ini dianggap sebagai alat Allah (pasukanNya). 

4. Menerima Undangan Tapi Tidak Bertanggung Jawab

Perhatikan ayat 8-10 : Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.

Pada ayat 8-10, Raja itu memerintahkan hamba-hambanya utuk pergi ke persimpangan-persimpangan jalan (undangan ketiga). Pada umumnya yang dimaksudkan disini adalah pemberitaan Injil Kerajaan Allah bagi orang-orang non-Yahudi, tidak eksklusif lagi kepada bangsa Yahudi tetapi semua suku bangsa di undang (Mat 28: 19-20) yang tampaknya jelas, demikian juga dalam Lukas 14:23).

Masalahnya walaupun Allah meluaskan undangan ANUGERAH KESELAMATAN dari Kerajaan Surga melalui Yesus Kristus kepada semua suku bangsa secara universal, tidak eksklusif kepada bangsa Yahudi, di dalam Yesus Kristus tidak ada etnocentris dalam Kerajaan Surga, bukan berarti undangan anugerah itu meniadakan tanggung jawab moral dan etika dan syarat-syarat kebenaran untuk menjadi warga Kerajaan Sorga.

Kita lihat pada ayat 11, ketika raja itu masuk bertemu dengan tamu-tamu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Hai, saudara, bagaimana engkau masuk kemari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. 

Saudara-saudara, kalau di gereja orang-orang Kristen yang sudah menerima anugerah keselamatan dan hanya diajarkan “sekali selamat tetap selamat”, “once saved is always saved”, ( Perseverence of the Saints), mengabaikan tanggung jawab untuk menjaga kekudusan, hidup dalam kekudusan oleh Roh Kudus (Progressif Sanctification), membenci dosa, tidak hanya menekankan satu sisi dari koin, yaitu posisi kekudusan dalam Kristus, pembenaran dalam Kristus, akibatnya orang-orang ini masih bisa berdalih, mencari-cari alasan. 
  • Mengapa tidak pergi ibadah? Sibuk.
  • Mengapa mabuk-mabukan? Biar aliran darah lancar.
  • Mengapa berjinah? “Kan roh penurut daging lemah”.
  • Mengapa berkata-kata kotor? Cuma bercanda.
  • Mengapa berkelahi? Dia lebih dulu yang salah.
  • Mengapa nonton pornografi? “Kan hiburan sekali-sekali”
  • Atau memakai alasan doktrin teologis “Sekali Selamat Tetap Selamat” walaupun hidupnya ”seperti pakaian compang-camping”.
Orang-orang seperti ini harus di ingatkan ayat ini : “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya” Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci (1 Yoh 3:3) atau ayat ini “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan (Ibrani 12 : 14). 

Ketika nanti kita akan bertemu dengan Sang Raja dari segala raja dan Dia bertanya tentang tanggung jawab kita selama di dunia, masih bisakah kita berdalih? Mengerikan sekali kalau kita berpikir kita sudah siap masuk surga tapi ditolak oleh Tuhan, …ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu kedalam kegelapan yang paling gelap, disanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Neraka itu nyata! Tidak hanya sorga itu nyata. 

Bertobatlah sebelum terlambat! Yesus memperingatkan: “Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih! Ini adalah maksud utama dari perumpamaan ini, (bandingkan dengan Mat 20:16, orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yg terakhir).

Karena Yesus sendiri sudah memperingatkan walaupun banyak yang diundang, banyak yang dipanggil, bangsa Yahudi sekalipun, yang adalah bangsa pilihan Allah, bisa ditolak, tidak dipilh, karena respon mereka yang salah terhadap Yesus, Mesias yang mereka nanti-nantikan, begitu juga kita jangan sampai kita menolak untuk datang kepada Yesus, tidak peduli dengan Yesus, berontak kepada Yesus, dan tidak bertanggung jawab sebagai orang Kristen yang sudah menerima anugerah penebusan, akibatnya adalah kita bisa tidak dipilih untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.
 

Jumat, 14 Desember 2012

KONDISI PERNIKAHAN DI AKHIR ZAMAN

Jika kita melihat keadaan dunia saat ini yang super canggih dan super instant, mustahil rasanya kehidupan yang akan datang menjadi super susah dan super hancur. Bagaimana tidak, kemajuan teknologi dunia yang begitu membawa banyak manfaat dan meringankan pekerjaan bagi umat manusia. Selain sisi positifnya, kemajuan teknologi juga membawa dampak negatif bagi kehidupan manusia. Segala informasi dapat dengan dengan mudah di akses saat ini. Komunikasi dengan orang lain juga sangat mudah dengan adanya handphone, jejaring sosial, email, blackberry, dan lain sebagainya.

Namun dengan kemudahan dan kecanggihan teknologi saat ini, seringkali dimanfaatkan untuk melakukan dosa. Tidak jarang kita mendengar berita di televisi atau media elektronik lainnya tentang pemerkosaan,  penculikan, dan penipuan melalui SMS, BBM, Facebook, dan yang lainnya. Semua itu terjadi dan dilakukan oleh orang-orang yang memanfaatkan kecanggihan teknologi secara negatif. Mungkin bagi mereka yang melakukan hal itu adalah suatu hal yang wajar dan biasa, karena memang mereka tidak perduli dengan dosa.

Ternyata kemajuan teknologi tidak menjamin dapat menghentikan pertumbuhan dosa yang begitu dahsyat penyebarannya. Segala nafsu jahat dan kotor di dalam hati manusia tidak dapat dihentikan, bahkan justru kemajuan teknologi itu mempercepat laju kebejatan manusia. Kita ambil beberapa contoh dari perkembangan teknologi saat ini yang dimanfaatkan sebagai "pengaman" untuk melakukan dosa. Alat kontrasepsi dan peralatan KB lainnya dibuat dengan teknologi yang canggih, tujuannya untuk menolong banyak umat manusia. Namun bagi mereka yang moralnya rusak dan tidak perduli dengan dosa akan semakin “aman” dan semakin ganas. Tidak ada yang dapat menghentikan orang-orang yang memang dipenuhi oleh nafsu-nafsu seperti itu, kecuali penyakit yang menimpa mereka.

APA KATA ALKITAB ???

Mungkin jarang kita memperhatikan nubuatan-nubuatan yang ada dalam Alkitab tentang kondisi pernikahan di akhir zaman. Namun jika kita selidiki lebih dalam lagi, ternyata ada banyak nubuat dalam Alkitab yang menceritakan bagaimana bejatnya manusia di akhir zaman. Semua itu dituliskan untuk mengingatkan kita sebagai orang yang benar-benar menjadi Pengikut Kristus (Kristen) dan benar-benar percaya kepada Yesus, agar senantiasa berjaga-jaga dan tidak mengikuti segala perbuatan dosa yang dilakukan oleh orang-orang dunia, khususnya di akhir zaman ini.

Kejadian 6:1-2. "Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka." 

Ayat diatas adalah keadaan pada zaman Nuh, dan ini akan terulang lagi pada akhir zaman ini. Perhatikan kalimat terakhir pada ayat diatas : "..... lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka." 

Melihat keadaan seperti itu, apakah TUHAN hanya diam saja ? Tentu tidak. TUHAN melihat semua perbuatan manusia itu dan bahkan Allah sangat menyesal telah menciptakan manusia. Semua itu dituliskan dalam ayat berikutnya :

Kejadian 6:5-6. "Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya."

Dengan penyesalan itu, maka TUHAN membinasakan seluruh manusia yang ada di muka bumi pada saat itu dengan mendatangkan air bah. Seperti kita ketahui, dari sekian banyaknya manusia pada zaman itu, hanya Nuh yang selamat beserta istri, tiga orang anaknya dan tiga menantunya, keseluruhannya berjumlah delapan orang. Luar biasa bukan ??? Alkitab tidak tidak menuliskan jumlah manusia secara spesifik pada zaman itu, tapi yang jelas jumlahnya sudah sangat banyak (Kejadian 6:1), namun yang selamat hanya 8 orang saja. Mereka yang tidak mau mendengarkan Firman TUHAN semuanya binasa karena kekerasan hati mereka.  

Lalu bagaimana dengan zaman akhir ? Apakah hal itu akan terulang kembali ? Ya, semua itu akan terulang kembali. Namun TUHAN membinasakan manusia bukan lagi dengan AIR BAH, karena TUHAN sudah berjanji tidak akan mendatangkan air bah kembali di muka bumi. Hal ini dibuktikan dengan adanya BUSUR TUHAN atau yang lebih kita kenal dengan PELANGI. (Kejadian 9:1-17). Lalu dengan bagaimana kelak kesudahan manusia ? Kesudahannya adalah Sorga atau Neraka. Bumi dan segala isinya akan hilang lenyap, yang ada hanyalah Bumi yang Baru. (Wahyu 21:1).
    
Matius 24:37-39. “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia."

Sebelum TUHAN mendatangkan air bah, kehidupan manusia pada saat itu sangatlah bebas. Pikiran manusia hanya penuh dengan makanan dan minuman yang enak, kehidupan mewah dan sex. Mereka tidak memperdulikan dan tidak menghormati TUHAN. Semuanya berbuat sesuai kehendaknya masing-masing. Dan semua itu berakhir setelah Nuh dan keluarganya masuk ke dalam bahtera, dan air bah membinasakan mereka.

Hal ini pun sudah kembali terulang pada zaman sekarang. Banyak orang yang tidak percaya kepaya YESUS, tidak mendengarkan Firman-Nya, tidak melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya, berbuat sekehendak hatinya, tidak mengasihi sesama, melakukan perzinahan, menjadi hamba uang, dan berbagai kehidupan duniawi lainnya. Namun bagi yang percaya kepada Tuhan Yesus dan melakukan kehendak-NYA akan masuk ke dalam "Bahtera Sorgawi", yaitu Kerajaan Allah yang Kudus dan Kekal.

Saat ini banyak orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus dan tidak melakukan kehendak-Nya, dan mereka menutup hati, mata, dan telinga mereka terhadap Firman Tuhan, dan itu membuat mereka tidak tahu akan sesuatu, seperti yang dilakukan oleh manusia pada zaman Nuh (Matius 24:39), sampai air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua. Dan nanti bukan lagi yang air bah yang akan datang, melainkan Tuhan Yesus sendiri yang akan datang. Dan DIA lah nanti yang akan membinasakan orang-orang yang tidak percaya kepada-Nya.

Dalam Kitab Daniel diceritakan nubuatan tentang jeleknya moral manusia di akhir zaman ini. Kitab Daniel menggambarkan perilaku manusia di akhir zaman ini seperti perilaku binatang yang selalu menuruti nafsunya.

Daniel 7:5. "Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak."

Seperti kita ketahui bahwa beruang adalah binatang yang sangat buas, kebuasan dan kejahatannya sama dengan singa. (1 Samuel 17:34; Ratapan 3:10; Hosea 13:7-8; Ams 28:15).

Daniel 7:17. "Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi;"

Pengertian ayat diatas adalah "raja-raja dosa" yang hidupnya seperti binatang buas, jahat, keji seperti beruang. Manusia-manusia yang melakukan dosa akan sangat bebas melakukan dosa dan menuruti hawa nafsunya.  Segala jenis dosa yang sangat menjijikkan akan diperbuat olehnya, diantaranya :

- Dosa kedagingan dan hawa nafsu (2 Petrus 2:10; 3:3).
- Tidak ada rasa takut akan Allah dalam matanya (Mazmur 36:1)
- Durhaka, tidak mau tunduk, tidak mau diperintah (1Timotius 1:9)
- Menyesatkan dan menjatuhkan orang beriman ke dalam dosa (1 Petrus 2:18, 5:8).

Siapapun orang-orang yang bergaul dengannya akan terpengaruh dan akan merusak rohaninya, seperti orang yang dirobek-robek oleh singa yang buas sebagai mangsanya sehingga hancur berantakan kehidupan rumah tangganya (Titus 1:11).

Dan lebih hebatnya lagi, jumlah orang-orang yang melakukan dosa seperti ini akan sangat banyak pada akhir zaman, dan orang-orang beriman yang tidak berjaga-jaga akan diseret dalam segala kenajisan dosanya.

Jika kita perhatikan dalam Wahyu 13, sifat ke empat binatang ini terkumpul dalam binatang Antikris, namun  dalam Daniel 7 diuraikan dalam 4 binatang, sehingga kita lebih mudah mengikuti perkembangannya.

Sebelum antikris muncul, orang-orang yang seperti raja-raja dalam dosa ini akan limpah bermunculan dan Antikris adalah puncaknya.

Seperti yang dijelaskan dalam Wahyu 13:2, kaki binatang Antikris itu disebutkan seperti kaki beruang. Jadi sifat-sifat beruang yang dipakai di sini yang terutama adalah kakinya. Mengapa harus kaki beruang ? Ya, salah satu fungsi kaki adalah untuk memikul berat badan dan untuk berjalan. Ia memikul beban beruang, artinya "beban hawa nafsu". Seluruh hidupnya untuk hawa nafsu atau kedagingan saja.

Tujuan hidupnya hanya untuk bersenang-senang, makan minum, kawin, berkelahi, memuaskan nafsunya dan sebagainya. Tidak peduli lagi itu dosa atau tidak, yang penting hatinya puas. Jumlah mereka semakin bertambah-tambah terus di dalam dosa sampai hukuman jatuh atasnya, baru mereka terpaksa berhenti menuruti hawa nafsunya.

Semua itu mereka lakukan karena mereka buta dan sesat. Penyebabnya adalah :
  • Mereka mengira bahwa inilah jalan yang menyenangkan, tetapi sesungguhnya ini jalan kematian. Bukan jalan sejahtera (Roma 3:17). Dalam Amsal 14:12-13 dikatakan : "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut. Di dalam tertawapun hati dapat merana, dan kesukaan dapat berakhir dengan kedukaan." Mereka akan berduyun-duyun berjalan dalam jalan lebar yang ramai ini, tetapi akhirnya kebinasaan. Matius 7:13-14 mengatakan : "Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."
  • Mereka mengira bahwa cara hidup demikian ini dari kehendak dirinya sendiri, keinginannya sendiri, tetapi sebetulnya mereka “diperbudak” dan "diperhamba" oleh setan. (Roma 7:18, Galatia 5:17, Yohanes 8:34). Namun bagi kita yang mengerti akan kebenaran. jangan lagi mau diperbudak oleh setan. Sudah seharusnya setiap orang Kristen bebas dari perhambaan setan dan menang di dalam Kristus. Tuhan Yesus telah menang untuk kita, terimalah kemenangan atas dosa dengan iman. Keinginan daging harus disalibkan dan dimatikan (Galatia 5:24; Kolose 3:5) dan dengan sukacita mau tunduk dan taat dipimpin oleh Roh Kudus seperti Paulus. Janganlah berjalan dalam cara hidup seperti beruang ini (1 Petrus 4:2). Orang yang berjalan menuruti hawa nafsunya akan masuk jerat iblis yang lebih dalam (Luk 21:34).
Mari kita perhatikan lagi Daniel 7:5. "Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak."

Perhatikan kalimat "berdiri pada satu sisi", hal ini mempunyai makna "pincang",  tidak lurus, tidak jujur. Karena orang yang berjalan menuruti hawa nafsunya itu tidak akan berjalan jujur, tetapi hidupnya bengkok (Filipi 2:15). Hawa nafsu itu tidak tahu aturan dan tidak jujur, selalu berdusta asal dapat menuruti kehendak dagingnya. Inilah ciri-ciri raja dosa, selalu berdusta, sombong dan lain-lain. Semua dosa itu sejenis, yaitu gelap dan tiap-tiap dosa akan beranakkan dosa- dosa yang lain lagi.

Pada ayat diatas juga disebutkan "tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya". Rusuk adalah gambaran seorang istri. Karena memang Tuhan menjadikan Hawa dari tulang rusuknya Adam sebagai pendampingnya. (Kejadian 2:22). Kita semua tentu setuju bahwa rusuk seharusnya ada di bagian dada, karena memang demikianlah adanya, bukan digigit dalam mulut. Digigit dalam mulut berarti mencerminkan kehidupan penikahan yang rusak, yang tidak wajar, dan tidak seperti yang seharusnya.

Binatang ini adalah binatang nubuatan di akhir zaman. Inilah ciri-ciri kerusakan kehidupan pernikahan di akhir zaman. Adapun kerusakan-kerusakan kehidupan pernikahan itu adalah :

1. MEMPUNYAI ISTRI LEBIH DARI SATU

Pernikahan dalam Kristen hanya memperbolehkan satu suami atau satu istri. Dalam Matius 19:6 dikatakan : "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." Ayat ini dengan jelas mengatakan "dua menjadi satu", bukan "tiga menjadi satu" atau "empat menjadi satu". Dan dalam Ibrani 13:4 dengan jelas mengatakan "Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah." 

Namun di akhir zaman, bagi orang-orang yang tidak percaya dan tidak memperdulikan Firman Tuhan, semua itu akan dilanggar. Artinya mereka akan mempunyai pasangan lebih dari satu, terlebih-lebih bagi seorang laki-laki akan memiliki istri lebih dari satu (Kejadian 6:2). Mereka kawin dan mengawinkan seperti binatang, lebih dari satu, dengan siapa saja yang disukainya, baik dalam pikiran dan dalam perbuatan.

Raja-raja dalam dosa ini penuh dengan kenajisan semacam ini. Dalam masyarakat umum, kebebasan dan kesempatan untuk mengulurkan hawa nafsu perzinahan seperti ini akan makin banyak, sehingga hampir semua rumah tangga terkena racunnya. Di mana-mana kehidupan pernikahan menjadi retak, pecah, cerai bahkan hancur berantakan.


Dalam rumah tangga Kristen, hal itu juga bisa terjadi jika tidak berdiri di dalam kebenaran Firman Tuhan, yaitu percaya dan sungguh-sungguh memegang rumus Firman Tuhan : “2 menjadi 1″ (Matius 19:6), tidak penuh dengan kuasa Roh Kudus, yang tidak dapat bertahan dalam zaman yang semakin rusak ini dan akhirnya ikut hancur.

Peganglah prinsip nikah ini dengan banyak berdoa dalam Roh, kalau tidak rumah tangga akan hanyut dalam arus perzinahan ini dan hancur, rohani hancur, akhirnya neraka yang menjadi tempatnya.

2. MENGUTAMAKAN NAFSU DAN KENIKMATAN

Dalam Daniel 7:5 dikatakan "...... dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak."

Mulut berfungsi untuk merasakan dan menikmati. Mereka mengambil istri hanya untuk dirasakan dengan hawa nafsunya saja, sebagai mangsa atau akibat perbudakan hawa nafsunya belaka. Sebab itu hidup nikah seperti ini tidak tahan lama, hanya sebentar saja, sebab nafsu itu cepat bosan. Rumah tangga menjadi tawar, rusak dan berantakan. Nafsu itu tidak stabil, tidak setia, tidak tetap, dapat cepat berubah. Baca 2 Samuel 13:15, habis manis sepah dibuang.

Nafsu itu seringkali tidak mengandung kasih. Nafsu dan Kasih itu tidak sama. Ingatlah akan laba-laba betina yang besar nafsunya tetapi tiada kasih. Ada sejenis binatang dari golongan laba-laba yang mempunyai naluri sex yang kuat, tetapi tidak mempunyai kasih. Laba-laba betinanya sangat kuat dan sangat besar dibandingkan dengan yang jantan (yang sangat kecil).

Pada waktu musim kawin, laba-laba jantan mendatangi sang betina; tetapi segera selesai, si jantan langsung melompat lari secepat kilat! Mengapa? Sebab kalau si jantan tidak lari, ia akan dibunuh dan dimakan oleh sang betina “kekasihnya” yang sangat lapar! Ada naluri sex (bahkan sangat besar) tetapi tidak ada kasih.

Definisi Kasih menurut dunia dan menurut Alkitab itu lain. Dunia sulit membedakan antara nafsu dan kasih. Tetapi Firman Tuhan memberikan definisi yang jelas tentang kasih/cinta ini (1 Korintus 13). Nafsu itu tidak dapat menunggu, egoistis, tidak berani korban, suka mencuri, tidak berjalan dalam terang, tidak tahu aturan dan seterusnya. Jangan hidup menuruti nafsu saja seperti beruang ini. Jangan meniru cara raja-raja dosa ini, kawin hanya berdasar- kan hawa nafsunya saja, sehingga lekas bosan lalu kawin berulang-ulang dan bersundal tanpa batas dan tanpa malu. Semua orang-orang yang akan menikah hendaknya memilih istri dalam hal yang kudus dan hormat (1 Tesalonika 4:4).

3. TERJADI PERCERAIAN

Dalam ayat yang sama, yaitu Daniel 7:5 dikatakan  ""...... dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya." Seperti yang sudah dijelaskan diatas, tulang rusuk adalah gambaran seorang istri. Istri itu untuk dicintai dan dilindungi (Efesus 5:28-29), bukan untuk digigit. Istri bukan untuk digigit dan sewaktu-waktu diludahkan keluar. Istri itu seperti badan/tubuh bagi suami (yang menjadi kepala dari tubuh tersebut).

Kalau “kepala” dan “tubuh” dipisah, maka ia akan mati. Firman Tuhan tidak mengizinkan perceraian dengan alasan apapun juga (Matius 19:6). Perceraian itu dosa perzinahan dan jahat. Niat ceraipun tidak boleh, itu merusak keharmonisan dan ketenangan rumah tangga. Kalau hati sesudah penuh dengan dosa, lebih-lebih dosa perzinahan, maka kasih suami istri menjadi tawar. Dengan istri sendiri tidak cinta, tetapi “cinta” (=bernafsu) dengan perempuan lain. Kalau tidak ada kasih, tetapi dekat terus satu sama lain, maka akan timbul kebosanan, mudah salah faham, mudah berkelahi kemudian benci sehingga niat perceraianpun tumbuh makin kuat. Suami atau istri yang mempunyai niat cerai, (sebab dosa-dosa zinah sudah masuk), akan saling bergigit-gigitan terus, dan saling telan menelan.

Galatia 5:15. "Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan."

Percekcokan dalam rumah tangga adalah hal yang biasa jika hanya sebatas perselisihan kecil dan kesalahpahaman, dan tidak menjadi pemicu rusaknya keharmonisan rumah tangga atau pemicu terjadinya perceraian. Ayat diatas dengan jelas mengatakan bahwa akan ada percekcokan, tidak ada damai, selalu ribut dan berkelahi, saling menyakiti, seperti tulang-tulang rusuk yang digigit beruang ini, dan bahkan saling membunuh dan membinasakan. Ini keadaan yang tidak baik dan merupakan kehidupan pernikahan yang rusak.

Jangan saling menggigit, tapi saling mengasihi. Orang yang rusak kehidupan pernikahannya juga rusak hidup rohaninya. Dan ini kerusakan yang berat, sebab ini erat hubungannya dengan kerusakan hidup kekalnya.

Zinah itu dosa yang lain dari pada yang lain (1 Korintus 6:18, 2 Korintus 7:1), itu merusak rencana Allah yang indah dalam hidup seseorang (Kejadian 49:1-4; Matius 1:25). Taburlah hidup ini dalam kesucian, baik waktu bujang juga waktu sudah menikah, maka kita akan heran dan penuh syukur melihat penuaian yang indah dari Tuhan (Galatia 6:7-8).

Di akhir zaman, hal perzinahan sudah menjadi umum dan menjadi "kebudayaan baru”, yaitu kebudayaan hawa nafsu, kebudayaan porno, kebudayaan daging. Akan ada banyak kesempatan untuk menuruti hawa nafsu, sebab ini sudah menjadi kebudayaannya bahkan menjadi kemuliaannya (Filipi 3:19). Kalau tidak di rem oleh Allah (dengan penyakit-penyakit yang hebat seperti AIDS, Hepatitis-B dan lain-lain, sesuai dengan nubuatan Firman Tuhan dalam Wahyu 2:22, maka lebih banyak lagi orang-orang beriman yang gugur dalam kebudayaan dosa yang hebat di akhir zaman ini.

Wahyu 2:22. "Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu."

Bagi kita yang sudah mengerti kebenaran Firman Tuhan, jangan lagi mengikuti orang-orang yang melakukan dosa, seperti yang dikatakan dalam Keluaran 23:2a "Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan." Keluarlah dari segala kebudayaan yang bejat ini, supaya jangan terkena hukumannya bersama-sama dengan mereka yang melakukannya.

Wahyu 18:4. "Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya."

Dari ayat diatas, Tuhan dengan jelas memberikan perintah kepada kita agar kita tidak mengambil bagian dalam dosa-dosa itu, agar kita tidak terkena hukuman dan malapetaka. Jangan pernah sekalipun menjamah, mencoba atau mencicipi dosa itu, karena nanti akan terjerat di dalamnya, tidak dapat lepas lagi dan itu berarti binasa selama-lamanya.

Memang tidak mudah hidup melawan arus. Ikan yang hidup yang mempunyai sirip dan sisik (Imamat 11) dapat hidup melawan arus, tetapi ikan yang mati akan hanyut terbawa arus. Begitu juga orang-orang yang rohaninya mati (sekalipun masih mengaku Kristus) akan hanyut dalam arus kebudayaan dosa yang bejat ini, hanyut dan binasa. Tetapi orang-orang beriman yang dipimpin Roh, ia dapat hidup melawan arus dunia yang najis ini.

4. MENGIKUTI ARUS DUNIAWI

Masih dalam Daniel 7:5 "...... Ayo, makanlah daging banyak-banyak." Perhatikan perkataan "Ayo" pada ayat diatas. Ini adalah perkataan ajakan untuk mengikuti dosa. Dan dorongan itu akan makin bertambah-tambah kuat di mana- mana di seluruh dunia, dalam segala segi hidup.

Saat ini banyak sekali rangsangan dan godaan hawa nafsu yang nyata-nyata dan tidak malu-malu. Gambar-gambar, film-film, video, percakapan dan pergaulan porno, semua penuh dengan perangsangan-perangsangan. Hampir kebanyakan rekreasi dan hiburan dalam dunia ini “bernafas porno” sehingga di mana-mana orang dirangsang terus menerus. Apalagi manusia itu lemah, tidak mempunyai cukup kemampuan untuk menguasai hawa nafsunya sendiri, bahkan manusia itu budak hawa nafsunya. Tidak heran kalau semua orang rusak, juga orang-orang Kristen yang “mati”.

5. HIDUP DALAM KEDAGINGAN

Slogan orang-orang akhir zaman, melahap daging sebanyak-banyaknya, terus menerus menuruti daging dan nafsunya dengan rakus. Mereka selalu dipimpin oleh hawa nafsunya, baik dalam berkata-kata dan bersikap, baik dalam bekerja dan berpikir, dalam rencana dan angan- angannya, bahkan dalam segala perbuatannya. Apalagi iblis sudah membuka jalan sehingga ada kesempatan yang limpah untuk hidup dalam kedagingan. Segala macam dosa dilegalisir, diizinkan, diresmikan, bahkan orang berlomba-lomba merebutnya menjadi kemuliaannya (Filipi 3:19) sehingga kesempatan untuk hidup sebagai binatang makin terbuka amat luas.


Hanya hidup yang beralas dalam Firman Tuhan serta doa dalam Roh dan kebenaran yang dapat menyelamatkan kita dari kejatuhan. Nuh taat kepada Firman Tuhan dengan segenap hatinya, sebab itu ia sekeluarga terpelihara (Kejadian 6:22). Tetapi hidup seperti ini bagi ukuran orang pada zamannya dianggap seperti orang gila; sehari-harian hanya membangun kapal untuk bahaya yang tidak tampak.

Begitu juga dengan orang-orang beriman pada akhir zaman ini, hidupnya penuh dengan usaha membangun kapal rohani untuk kehidupan kekal yang belum kelihatan secara kasat mata. Hanya orang-orang semacam ini yang dapat lepas dari pengaruh dunia yang jahat. Orang yang tidak mau menjadi “gila” seperti Nuh akan menjadi gila dalam dosa-dosa orang dunia. Betapa sukarnya bertahan dalam masa- masa yang jahat ini, bagi orang yang hanya “asal selamat”. Sebab mereka hanya membangun hidup jasmaninya dan tidak mau membangun kapal rohaninya seperti Nuh (Matius 19:23).

Jangan ikut cara hidup “melahap daging sebanyak-banyaknya”, nanti mabuk, pasti jatuh dan binasa. Jangan ingin, jangan dijamah, larilah daripadanya dan masuklah dalam kesu- kaan anggur yang baru dari Rohkudus dan FirmanNya (1 Tesalonika 5:22, 2 Korintus 6:17).


Bagaimana caranya kita menghadapi hari-hari yang akan datang yang jenuh dengan segala macam dosa, termasuk dosa-dosa sex ini. Kita akan melihat ada 2 golongan yang dapat menjadi contoh bagi kita, yaitu:

  1. Golongan yang tetap mau menuruti hawa nafsunya dan melawan Allah, akhirnya akan binasa dan dibuang ke Neraka kekal.
  2. Golongan yang lain, yiatu yang tetap memelihara kesuciannya sehingga tumbuh dalam rencana Allah yang indah-indah. Juga termasuk orang-orang yang rusak tetapi mau sungguh-sungguh bertobat sehingga hidupnya yang luka dan rusak diperbaiki dan ia masih dapat menikmati hidup yang bahagia di dalam Tuhan sampai kekal selama-lamanya di dalam Kerajaan Sorga.

A. KERAS HATI DI DALAM HAWA NAFSUNYA

Markus 6:17. "Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri."


Herodias adalah seorang perempuan yang cantik, genit dan jahat, penuh dengan ketamakan yang keji. Herodes adalah raja yang jaya, besar dan berkuasa, tetapi sangat bengis. Mula-mula Herodiah adalah istri Filipus, yaitu saudara Herodes. Tetapi Herodias yang tamak yakin kalau ia menjadi istri Herodes (yang lebih besar dari suaminya yang sekarang, yaitu saudara Herodes) dan ia akan lebih senang. Memang orang berdosa itu selalu kena tipu oleh setan. Mereka mengira dengan banyak uang dan kuasa ia akan menjadi lebih bahagia sekalipun harus menempuh jalan maksiat. Sebab itu Herodias “pindah” dengan begitu gampang, dari Filipus kepada Herodes. Memang perasaan hatinya sudah rusak, asal senang, semua jalan dihalalkan, inilah kesesatan orang yang gila hormat, gila kedudukan, gila kekayaan (gila = ikatan !!!).

Yohanes Pembaptis datang menegur dan Herodes yang jahat itu mulai gelisah, tetapi Herodias sama sekali tidak peduli, bahkan ia memaksa Herodes untuk menangkap Yohanes. Lalu Herodias mencari jalan untuk membunuh Yohanes dan akhirnya ia berhasil mendapatkan kepala Yohanes di atas baki (hanya kepala, tanpa tubuh, kaki dan tangan!).

Ini orang yang gelap mata,  sebab menuruti hawa nafsunya, jadi begitu kejam. Ingin harta, ingin kuasa dan kedudukan, ingin kemewahan lalu menjual diri, selagi masih laku, sebelum layu. Memang manusia diciptakan sebagai mahluk yang bebas, boleh berbuat sesuka hatinya, tetapi satu kali kelak ia harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di hadapan pengadilan Allah untuk kekal!

Orang-orang di dunia saat ini semakin banyak yang seperti Herodes dan Herodias ini, sebab mereka tidak mau berhenti menuruti hawa nafsunya, seperti binatang yang tidak tahu malu dan tidak tahu batas. Banyak orang mengira bahwa dirinya bukan seperti itu. Tetapi makin lama akan ternyata bahwa benih-benih Herodes dan Herodias itu ada dalam tabiat manusia!

Memang tumbuhnya tidak sama, tetapi kalau tumbuh terus, semua akan menjadi gelap mata, atau “gila” seperti Herodes dan Herodias!

Justru di akhir zaman ini, dengan teknologi yang canggih, kemakmuran yang meningkat dengan liburan setiap Sabtu Minggu dan dengan segala perangsangan dan dorongan dosa yang kuat, hampir semua orang akan terjerumus ke jalan Herodes dan Herodias. Kecuali kalau ia mau percaya kepada Tuhan Yesus, maka ia akan bebas dari segala pengaruh jahat ini.

Percayalah kepada Tuhan Yesus, maka kita akan disucikan sehingga terlepas dari hidup yang pahit, menderita dan tersiksa seperti orang-orang “binatang” yang dipimpin hawa nafsunya ini. Hidup seperti binatang ini bukanlah hidup yang bahagia. Sesungguhnya hidup dalam dosa seperti ini adalah hidup yang menderita, gelisah dan tiada damai yang sesungguhnya, sebab api neraka sudah pasti baginya, belum lagi hukuman Allah selama di dunia seperti Kanker dan AIDS, mati mendadak dan dibunuh orang!

Hidup seperti Herodes dan Herodias sekalipun mewah, itu tidak akan bahagia. Percayalah akan Tuhan Yesus maka hidup kita akan menang atas dosa dan hawa nafsu, sehingga tidak dirusakkan pengaruh dosa yang limpah ini dan tetap bahagia sampai sesudah matipun, di Surga yang indah dan kekal selama-lamanya.

B. BAHAGIA DAN SUCI DI DALAM TUHAN

Ada orang yang luka dan rusak hidupnya, tetapi sebab mau bertobat dan percaya kepada Tuhan, Tuhan menyembuhkannya dan ia masih dapat berbahagia di dunia dan di Surga. Salah satu contoh orang semacam itu ialah raja Daud.

Mula-mula matanya tidak pernah puas melihat dan menuruti nafsunya, sebab itu hidup dan rumah tangganya rusak. Anak dengan anak memperkosa, berbunuh-bunuhan, tidak terdidik, kacau balau sehingga seluruh kerajaan juga kacau balau sebab keluarga Daud sendiri kacau akibat terlalu banyak mengejar perempuan.

Semua ini karena nafsunya yang terus dituruti. tetapi sesudah ditegur nabi Natan, ia sadar dan sungguh- sungguh bertobat.

2 Samuel 12:13-14. "Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati."

Sesudah bertobat ia mulai memakai imannya untuk mengalahkan nafsunya, sehingga hidup yang suci dan bahagia mulai bersemi lagi, dan luka-lukanya mulai sembuh, bahkan tabiatnya yang rusak berubah menjadi baru. Memang kerusakan dosa yang berat seringkali menghancurkan rencana Allah yang indah-indah di dalam kehidupan anak-anak Allah, sehingga masa depannya rusak sama sekali.

Ada seorang penderita AIDS yang bertobat sungguh-sungguh, tetapi Tuhan membiarkannya mati sebab waktu dan kesempatannya sudah diobral habis dalam nafsu-nafsu dosanya. Meskipun ia mati, dosanya sudah diampuni dan jiwanya selamat. Kalau waktunya masih ada, Tuhan akan dan sanggup menyembuhkan sekalipun dari maut (1 Petrus 2:24).

Bertobatlah dan percayalah kepada Tuhan sebelum habis waktu dan kesempatan kita. Bawa semua luka-luka dan kerusakan hidup saudara kepada Tuhan, ia penuh kasih dan pengampunan, asalkan kita mau bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus dengan sungguh- sungguh.

Pemuda-pemudi yang sudah salah jalan, bertobatlah kepada Tuhan, percayalah kepada Tuhan Yesus, supaya jangan seluruh masa depan saudara rusak total. Bertobatlah sekarang sebelum hati saudara menjadi keras oleh tipu daya kemanisan racun dosa. Tuhan masih akan membuat suatu hidup yang baik dan Ia akan memberkati bahkan sampai kekal di Surga. Rumah tangga yang rusak, penuh kebencian, tidak dapat mengampuni satu sama lain, sudah hampir mau bercerai atau sudah bercerai, bertobatlah. Jangan terus dengan hidup yang pahit di dalam dosa. Percayalah pada Tuhan Yesus, Dia sanggup memperbaharui hidup yang rusak. Kalau kita masih hidup, itu berarti masih ada kesempatan untuk bertobat dan mengalami kasih Allah yang luarbiasa!


Percayalah akan Tuhan Yesus, maka Tuhan akan mengubah hidup kita menjadi baru, bebas dari dosa dan nafsu-nafsunya, lalu Tuhan akan membangun kembali hidup kita di atas puing-puing yang berserakkan ini. Sesudah percaya, datanglah ke Gereja yang benar, yang melepaskan orang dari dosa dan mengajarkan segenap kebenaran Allah.

Bergabunglah dengan orang-orang yang sudah dilepaskan oleh Tuhan Yesus supaya saling menguatkan dan hidup ini akan menjadi bahagia! Saudara yang sunggug-sungguh mau percaya kepada Tuhan Yesus, berdoalah dengan segenap hati.