Tampilkan postingan dengan label Artikel Kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kristen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juni 2018

JATUH KE DALAM LUBANG YANG SAMA

Ayat Alkitab : "Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi!" (1 Korintus 15:34)



Mungkin Saudara pernah mendengarkan peribahasa: ”Keledai tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.” Artinya: orang yang bodoh tidak akan berbuat kesalahan yang sama.
Kalimat ini berarti bahwa keledai sendiri belajar dari pengalaman. Pengalaman hidup di masa lampau. Saya rasa di sinilah kita perlu belajar dari keledai, yang senantiasa belajar dari pengalaman.
Tapi kenyataannya, berapa sering kita jatuh ke dalam lubang yang sama? Kerapkali manusia mudah jatuh mengulangi kesalahan yang pernah mereka perbuat sebelumnya, dan biasanya dilakukan tanpa sadar.

Menyesal, tapi jatuh lagi, begitu berulang-ulang. Biasanya kita mengarah kepada sifat atau kebiasaan yang sepertinya sulit untuk dirubah.

Jika demikian, tentu kesadaran memegang peranan penting agar kita tidak terus-terusan jatuh ke dalam jebakan yang sama. Tidak sadar atau sedikit saja lengah bisa membawa banyak kerugian baik bagi hidup kita maupun bagi perkembangan iman kita menuju keselamatan yang kekal.
Kesadaran itu sangatlah penting. Firman Tuhan berkata: "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8).

Ayat ini dengan jelas mengatakan bahwa iblis hanya bisa mencari orang yang dapat ditelannya. Iblis tidak bisa serta merta mempengaruhi kita apabila tidak ada celah yang terbuka untuk dia masuki. Tanpa adanya celah, iblis hanya bisa berputar-putar di luar saja. Apabila roh kita lemah, kita rentan untuk diserang oleh berbagai macam jebakan.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk senantiasa berjaga-jaga dan berdoa. "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah." (Matius 26:41, Markus 14:38).

Berjaga-jaga tidak akan bisa dilakukan oleh orang yang setengah sadar. Orang yang setengah sadar biasanya lengah. Lewat Paulus kita diingatkan seperti ini: "Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi!" (1 Korintus 15:34).

Perhatikan bahwa kita di ingatkan bukan hanya sekedar sadar, bukan setengah sadar, bukan pula pura-pura sadar, tetapi sadar dengan sebaik-baiknya. Itulah akan menutup segala celah sehingga kita tidak terus menerus jatuh ke dalam lubang dosa yang sama.

Kita seharusnya sadar hakekat diri kita saat ini yang sudah ditebus, "yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." (Efesus 4:22-24).

Kita juga diingatkan agar selalu mampu "menanggalkan semua beban dosa yang begitu merintangi kita dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita." (Ibrani 12:1).
Setiap saat dosa bisa memperlambat atau bahkan menghentikan langkah kita. Iblis selalu siap menjebak kita masuk ke dalam jeratnya kapan, dimana dan bagaimanapun.

Hanya dengan kesadaran yang sebaik-baiknyalah kita bisa terhindar dari itu semua. Sulit? Tentu saja, sebab kedagingan kita yang lemah bisa membuat kita tergoda terhadap berbagai bentuk dosa terutama yang sudah pernah atau dulu sering kita lakukan.

Tapi ingatlah bahwa kita bukan bergantung pada kekuatan kita sendiri, tapi Roh Allah-lah yang akan memampukan kita. Namun itu akan sulit terjadi apabila kita belum sadar sepenuhnya mengenai siapa sejatinya diri kita hari ini dan bagaimana seharusnya kita hidup dalam sebagai manusia yang baru.
Kesadaran yang bukan ala kadarnya tapi sebaik-baiknya mutlak kita jaga agar bisa waspada dari berbagai jebakan dosa termasuk kebiasaan-kebiasaan lama yang kerap menggiring kita kembali kesana.

Sadarilah baik-baik bahwa kita sudah ditebus dan dianugerahkan kedudukan tinggi sebagai anak-anak Allah. Itu tidak akan pernah sebanding dengan berbagai kenikmatan sementara yang mengandung banyak kecemaran. Jadi kita harus benar-benar sadar sepenuhnya, sebaik-baiknya dan tidak berbuat dosa lagi.

Miliki tekad hari ini untuk berjalan dalam kesadaran penuh sesuai kedudukan kita yang benar di hadapan Allah. Jika anda merasa khawatir dengan kemampuan anda untuk mencegah kembalinya dosa-dosa lama, Firman Tuhan berkata: "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." (1 Petrus 5:7).

Hendaklah kita semua sadar,dengan sebaik-baiknya agar kita bisa menerima berkat Tuhan sepenuhnya tanpa halangan dan terhindar dari resiko buruk bagi masa depan kita.

Jangan sadar sekedarnya tapi sadarlah sepenuhnya.

GOD BLESS...



Jumat, 22 Desember 2017

KISAH AKHIR HIDUP PARA RASUL


BERIKUT INI KISAH AKHIR HIDUP PARA RASUL KRISTUS.

1.MATIUS.

Matius meninggal dunia karena disiksa dan di bunuh dengan pedang di Ethiopia .

2. MARKUS.

Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir) setelah badannya di seret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya .

3. LUKAS.

Lukas meninggal dunia di gantung di Yunani setelah ia berkhotbah kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan .

4. YOHANES.

Yohanes digoreng dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih lanjut, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng hidup-hidup, ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan di asingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara . Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis kitab WAHYU. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali menjadi uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yang bisa mencapai lanjut usia dan meninggal dengan tenang.

5. PETRUS.

Petrus telah di salib dengan kepala di bawah dan kaki diatas. Ia merasa tidak layak untuk mati dan di salib seperti Tuhan Yesus.

6. YAKOBUS.

Yakobus saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, di lempar kebawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yang sama di mana setan membawa Yesus untuk dicobai. Ia meninggal dunia setelah di lempar dari tempat tersebut .

7. YAKOBUS ANAK ZEBEDEUS.

Yakobus anak Zebedeus adalah nelayan dan murid pertama Yesus yg dipanggil, kepalanya dipenggal di Yerussalem. Pada saat-saat disiksapun, ia tidak pernah menyangkal Tuhan Yesus, bahkan ia berusaha berkhotbah terus bukan hanya kepada tawanan lainnya saja bahkan kepada orang yang menghukum dan meyiksa dia dengan kejamnya sehingga akhirnya orang Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia dihukum penggal, bukan sekedar hanya untuk menyaksikan, melainkan juga untuk turut di hukum dan di penggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doanya yg terakhir sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus sebagai orang Kristen.

8. BARTOLOMEUS.

Bartolomeus yang lebih dikenal sebagai Natanael, ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman cambuk sehingga semua kulitnya menjadi hancur dan terlepas .

9. ANDREAS.

Andreas juga disalib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum meninggal, ia disiksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan di ikat disalib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yg turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah di ucapkan oleh Andreas sebelum meninggal dunia : “Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul, dimana saya bisa turut merasakan saat-saat disiksa dan disalib seperti Yesus”. Pada saat dicambuk ia tidak henti-hentinya berkhotbah terus hingga ajal.

10. THOMAS.

Thomas dilempar ke dalam perapian, tetapi karena masih tetap hidup, ia dihujani dengan tombak hingga mati. Dia mati di India.

11. YUDAS.

Yudas saudaranya Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.

12. MATIAS.

Matias adalah Rasul pengganti Yudas Iskariot. Matias mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.

13. PAULUS. 

Paulus disiksa degan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaisar Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah yang paling lama mengalami masa siksaan di penjara. Kebanyakan suratnya dibuat dan dikirim dari penjara.

#RenunganHarianKristen

Rabu, 05 Juli 2017

Cara Berdoa Menurut Alkitab

Cara Berdoa Menurut Perintah Tuhan Yesus dalam Alkitab.

1. Berdoalah Dengan Tekun.

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Matius 7:7).

Mari kita lihat Lukas 18:1-7

Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.

Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.

Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."

Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama,... (Kisah Para Rasul 1:14)

2. Berdoalah Secara Tersembunyi

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:6)

3. Berdoalah Dengan Tidak Bertele-tele

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. (Matius 6:7).

4. Berdoalah Dalam Nama Yesus

”... dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." (Yohanes 14:13-14)

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. (Yohanes 15:7)

5. Berdoalah Dengan Iman dan Keyakinan Bahwa Doamu Sedang Dikabulkan

Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. (Markus 11:24).

6. Berdoalah Menurut Pola ”Doa Bapa Kami”

Karena itu berdoalah demikian:
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] (Matius 6:9-13)

7. Berdoalah Dengan Hati Mengampuni

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5:44).

Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; (Lukas 6:27)

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6:14-15)

Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Markus 11:25)

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu..” (Matius 5:23-25)

8. Berdoalah Dengan Rendah Hati dan Dengan Pertobatan

”...dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;” (Matius 6:12).

Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
(Lukas 18:13).

Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."
(Lukas 22:40).

9. Berdoalah Untuk Kuasa Dari Roh Kudus

”Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Lukas 11:13)

”Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." (Lukas 24:49)
”Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8).

10. Berdoalah Untuk Pekerjaan Tuhan

”Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." (Matius 9:38).

Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Lukas 10:2)

#RenunganHarianKristen

Sorga atau Neraka ???

Akhir dunia ini hanya ada DUA : SORGA atau NERAKA.

Semua orang PASTI mau Masuk Sorga, tapi seringkali Kelakuan kita TIDAK SESUAI DENGAN SYARAT untuk menjadi WARGA SORGA.

MENCURI bukan syarat untuk menuju Sorga, tapi banyak yang mengambil dan merampas yang bukan haknya.

MENGHAKIMI bukan syarat untuk menuju Sorga, tapi banyak yang bertindak seolah-olah dirinya paling benar.

MEMBUNUH bukan syarat untuk menuju Sorga, tapi banyak yang mengakhiri Nafas Hidup orang lain yang diberikan oleh Tuhan.

SOMBONG bukan syarat untuk menuju Sorga, tapi banyak yang menyombongkan diri.

BERZINAH bukan syarat untuk menuju Sorga, tapi banyak yang melakukannya.

CINTA UANG bukan syarat untuk menuju Sorga, tapi banyak yang rela mengorbankan segalanya demi mendapatkan uang.

MEMBENCI SESAMA bukan syarat untuk menuju Sorga, tapi banyak yang membenci sesamanya hanya karena merasa tidak sejalan dengan apa yang dia inginkan, bahkan tanpa alasan yang jelas.

FITNAH bukan syarat untuk menuju Sorga, tapi banyak yang melakukannya meskipun dia tau fakta yang sebenarnya.
..................
Secara lahiriah banyak orang yang menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. (2 Timotius 3:5).

"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (Matius 21:7).
...................

#RenunganHarianKristen

Banyak Yang Dipanggil Tetapi Sedikit Yang Dipilih

Bertobatlah sebelum terlambat.
Yesus memperingatkan: "BANYAK yang DIPANGGIL, tetapi SEDIKIT yang DIPILIH.

Ketika nanti kita akan bertemu dengan Sang Raja dari segala raja dan Dia bertanya tentang TANGGUNG JAWAB kita selama di dunia, masih bisakah kita berdalih?

Sungguh sangat MENGERIKAN sekali jika kita berpikir bahwa kita sudah SIAP MASUK SORGA tapi ditolak oleh Tuhan.

Beritakan Injil kepada orang-orang di sekitarmu. Biarkan Roh Kudus yang bekerja bagi setiap orang yang sudah mendengarkan Berita Keselamatan, TIDAK PERLU DIPERDEBATKAN dan TIDAK PERLU DIPAKSAKAN.

Tanpa Roh Kudus, tidak ada satupun manusia di dunia yang DAPAT MENGAKU dan PERCAYA bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Jauhi segala yang jahat, hiduplah Kudus.
Tidak mencuri, tidak berdusta, tidak berzinah, dan menjauhi semua yang dilarang oleh Tuhan.

#RenunganHarianKristen

Hal Pengajaran Sesat

HAL PENGAJARAN SESAT

Mungkin banyak di antara kita yang sering BINGUNG dengan ayat yang tertulis pada Matius 7:21-23, untuk siapakah ayat ini ???

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Tuhan Yesus sudah memperingatkan kita agar selalu WASPADA terhadap NABI-NABI PALSU. NABI PALSU adalah SERIGALA yang buas tapi mereka akan datang MENYAMAR seperti DOMBA.

Sangat jelas bahwa Tuhan Yesus memberikan peringatan kepada murid-muridnya, bahwa nanti akan ada orang-orang yang melakukan penyesatan terhadap pengajaran Tuhan yang sebenarnya, mereka ini bertindak seolah-olah sebagai nabi/ pengajar tetapi sesungguhnya mereka ini adalah penyesat-penyesat.

Dijelaskan pula dalam pasal yang lain, Tuhan Yesus memperingatkan kembali adanya nabi palsu/penyesat-penyesat dalam Matius 24:3-5,10-11.

24:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"

24:4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!

24:5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.

24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.

Seperti beberapa kali kita temukan, memang ada orang-orang yang mengklaim diri mereka itu seolah-olah nabi dan berbicara atas nama Tuhan, tetapi ajaran mereka ini sesat.

Contohnya David Koresh yang dikenal dengan "sekte Davidian Clan", Jim Jones "Sekte Jones", Marshall Applewhite "Sekte Heaven’s Gate”, Luc-Jorret “Sekte Solar Temple”, dll.

Nabi-nabi palsu diatas, berbicara atas nama Tuhan, melakukan segala sesuatu seolah-oleh demi nama Tuhan. Kegiatan inilah yang dimaksud dalam Matius 7:22-23, bahwa mereka ini berteriak Tuhan, Tuhan tetapi sebanarnya mereka ini para pelaku kejahatan.

Tuhan Yesus memberikan petunjuk bagaimana mengenali ajaran-ajaran sesat yang dilakukan nabi palsu yang tertulis dalam Matius 7:16-20 : "Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka." Tuhan Yesus memberikan perumpamaan yang baik sekali.

Kita diberitahu untuk selalu waspada terhadap pengajar-pengajar sesat, dan mengenali mereka dari "buahnya", artinya dari hasil-hasil yang mereka dapatkan dan tunjukkan.

Misalnya Sekte Children of God yang juga pernah dilarang di Indonesia ini, David Moses, orang yang di-nabi-kan di sekte itu, melakukan penyesatan dengan pengajaran "FREE SEX" dalam ibadah-ibadah mereka.

Padahal jelas sekali hal itu merupakan dosa, kebiasaan mereka ini justru bukan mencerminkan Kasih Kristus, melainkan kasih hawa nafsu. Maka untuk pengajaran tersebut dengan mudah kita menilai bahwa mereka adalah sesat/ bidat.

Berseru-seru kepada Tuhan tidak selalu dibarengi dengan iman; percaya dan hormat kepada Allah. Melainkan seringkali manusia hanya mengucapkan seruan kepada Allah secara verbally; tetapi tanpa iman dan hormat; dengan tujuan-tujuan tertentu.

Misalnya ingin mendapat pujian bahwa dia adalah orang saleh, karena tuntutan profesi karena dia adalah seorang pekerja di ladang Tuhan. Tetapi tidak sungguh- sungguh beribadah dengan iman kepada Tuhan.

Maka jelaslah Matius 7:22-23 bukan ditujukan kepada murid-murid Yesus yang setia dan menjalankan kehendakNya, tetapi kepada penyesat-penyesat yang berbicara atas nama Tuhan.
Untuk mereka ini Tuhan Yesus akan mengenyahkan mereka pada saat penghakiman nanti dengan mengatakan "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!

#RenunganHarianKristen

Minggu, 28 Mei 2017

BUKTI YESUS ADALAH TUHAN

  • Apakah Yesus adalah Tuhan?
  • Apa buktinya? 
  • Mana ayatnya?
  • Tunjukkan bahwa Yesus pernah menyuruh murid-murid Nya untuk menyembah Dia.
Kita seringkali mendengar dan membaca pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Banyak orang yang selalu mencari-cari kesalahan dan celah tentang Ke-Tuhanan Yesus. Bagi pengikut Kristus, bukti ini tidak diperlukan karena kita percaya meskipun tidak melihat.

Dalam sebuah kerajaan, seorang raja tidak harus mengucapkan dengan mulutnya bahwa dirinya adalah raja. Karena tanpa diucapkan olehnya, semua rakyat sudah mengetahui siapa rajanya.

Meskipun banyak rakyat dalam kerajaan tersebut tidak pernah melihat secara langsung sang raja, tetapi mereka percaya bahwa sang raja itu ada di dalam istana, dan yang pasti rakyat mengetahui nama sang raja tersebut.

Dengan tindakan, peraturan, dan keamanan yang ada di negerinya, itu adalah sebagai bukti bahwa itu semua adalah perintah dan kebijakan dari sang raja, dan rakyat pasti percaya meskipun rakyat tidak bertemu secara langsung dengan sang raja.

Demikian juga halnya dengan Yesus, kita yakin dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Raja kita, karena banyak bukti yang menjelaskannya.

BUKTI-BUKTI  KETUHANAN  YESUS KRISTUS

1. Kristus memiliki dan menunjukkan sifat-sifat Keilahian-Nya. Kristus berdasarkan pengakuan-Nya sendiri memiliki sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh Allah, yaitu: 
  1. Kekekalan : Ia mengaku sudah ada sejak kekal (Yohanes 8:58; 17:5).
  2. Mahahadir : Ia mengaku hadir di mana-mana (Matius 18:20; 28:20).
  3. Mahatahu : Ia memperlihatkan pengetahuan tentang hal-hal yang hanya dapat diketahui jika Ia Mahatahu (Matius16:21; Lukas 6:8; 11:7; Yohanes 4:29).
  4. Mahakuasa : Ia memperagakan dan menyatakan kekuasaan satu Pribadi yang Mahakuasa (Matius 28:20; Markus 5:11-15; Yohanes 11:38-44).
Sifat-sifat Ilahi yang lain dinyatakan bagi diri-Nya oleh orang lain (misal "Tak Berubah" -- Ibrani 13:5), tetapi apa yang dikutip di atas tadi adalah apa yang diakui oleh-Nya bagi diri-Nya sendiri.

2. Kristus melakukan tindakan-tindakan yang hanya dilakukan oleh Allah. Perhatikanlah perkerjaan dan tindakan yang dilakukan oleh Kristus berikut ini: 
  1. Pengampunan : Ia mengampuni dosa selama-lamanya. Manusia mungkin dapat melakukannya untuk sementara,namun Kristus memberikan pengampunan kekal (Markus 2:1-12).
  2. Kehidupan : Ia memberikan kehidupan rohani kepada barang siapa yang dihendaki-Nya (Yohanes 5:21); 
  3. Kebangkitan : Ia akan membangkitkan orang mati (Yohanes 11:43).
  4. Penghakiman : Ia akan menghakimi semua orang (Yohanes 5:22, 27).
Lagi-lagi, semua contoh di atas adalah hal-hal yang Ia lakukan atau pengakuan yang diucapkan-Nya sendiri, bukan orang lain.

3. Kristus diberi Nama-nama dan Gelar-gelar Ke-Allahan.

3a. Anak Allah 

Tuhan kita mempergunakan gelar bagi diri-Nya (meskipun hanya kadang-kadang, Yohanes 10:36), dan Ia mengakui kebenarannya ketika dipergunakan oleh orang lain untuk menunjuk kepada-Nya (Matius 26:63- 64). Apakah artinya? Meskipun frase "anak dari" dapat berarti "keturunan dari", hal ini juga mengandung arti "dari kaum". 

Jadi, dalam Perjanjian Lama "anak- anak para nabi" berarti dari kaum nabi (1 Raja-raja 20:35), dan “anak- anak penyanyi” berarti kaum penyanyi (Nehemia 12:28). Petunjuk "Anak Allah" apabila dipergunakan untuk Tuhan kita, berarti dari “kaum Allah dan merupakan suatu klaim yang kuat dan jelas untuk Keallahan yang penuh”. 

Dalam penggunaan di antara orang Yahudi, perkataan "Anak (dari)..." umumnya tidak berarti suatu pembawahan, tetapi lebih kepada persamaan dan jati diri hakikat. Contoh, nama “anak penghiburan” (Kisah Para Rasul 4:36) tak pelak lagi berarti, “si penghibur”. "Anak-anak guruh” (Markus 3:17) mungkin sekali berarti “penggeledek”. 

“Anak Manusia”, terutama sebagaimana berlaku untuk Kristus dalam Daniel 7:13 dan selalu dalam Perjanjian Baru, hakikatnya berarti "Orang yang Mewakili". Jadi, bagi Kristus untuk mengatakan, “Akulah Anak Allah” (Yohanes 10:36) dianggap oleh orang-orang pada masa-Nya sebagai memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah, sejajar dengan Bapa, yang menurut mereka tidak layak.

3b. Tuhan dan Allah 

Yesus disebut Yahweh dalam Perjanjian Baru. Hal ini menunjukkan Ke-Allahan-Nya yang penuh (bandingkan Lukas 1:76 dengan Maleakhi 3:1 dan Amsal 10:13 dengan Yoel 2:32). Ia juga disebut Allah (Yohanes 1:1; 20:28; Ibrani 1:8), Tuhan (Matius 22:43-45), dan Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuan (Wahyu 19:16).

4. Kristus Mengakui diri-Nya sebagai Allah. 

Mungkin peristiwa yang paling kuat dan jelas tentang pengakuan ini, terjadi pada waktu hari raya pentahbisan Bait Allah di Yerusalem, ketika Ia berkata, "Aku dan Bapa adalah satu" (Yoh. 10:30).

Kata "satu" di sini bukan berarti Ia dan Bapa merupakan satu Pribadi melainkan bahwa mereka merupakan kesatuan dalam sifat dan kegiatannya, suatu fakta yang benar, hanya jika Ia sama Ke-Allahan-Nya dengan Bapa.

Orang-orang yang mendengar pengakuan ini memahaminya demikian karena itu mereka segera berupaya merajam-Nya dengan alasan penghujatan karena Ia menyatakan diri-Nya sebagai Allah (Ayub 33). 

Bagaimana seseorang dapat mengatakan bahwa Yesus dari Nazaret sendiri tak pernah mengaku sebagai Allah? Dan bahwa pengikut-Nya lah yang menyatakan demi Dia? Kebanyakan dari kutipan diatas berasal dari kata-kata Kristus Sendiri.

Karena itu, kita haruslah menghadapi satu-satunya pilihan: apakah yang diakui-Nya itu memang benar ataukah Ia seorang pembohong. Dan apa yang diakui-Nya itu merupakan Ke-Allahan yang penuh dan sempurna - tak ada yang kurang atau dikurangkan semasa hidup-Nya di bumi.

5. Kristus Menyatakan Mempunyai Penghormatan yang Sama dengan Allah

Dalam Yohanes 5:23 berkata: "Supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia". 

Dalam ayat ini, Yesus menyatakan dengan jelas bahwa manusia akan menghormati Dia sebagaimana mereka menghormati Bapa. 

Jika Anda mulai membaca dari ayat 16, Anda akan menemukan bahwa orang-orang Yahudi mau membunuh Yesus. Orang-orang Yahudi berkata bahwa Yesus telah mengajar bahwa Dia sama dengan Allah (ayat 18).

Jika Yesus tidak menjadi sama dengan Allah, Dia sudah tentu akan membenarkan mereka. Dia akan membuat itu jelas bagi mereka bahwa Ia tidak sama dengan Allah. Apakah Dia melakukan ini? Tidak. Malahan Yesus memberitahukan kepada mereka bahwa "Semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa." 

Perhatikan dalam Filipi 2:6, "yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan

Ayat ini menceritakan bahwa Yesus telah menjadi Allah sebelum Ia datang di dunia. Yesus tidak pernah berpikir bahwa Dia merampas hak Allah dengan menjadi sejajar dengan Allah, melainkan Ia sedang menyatakan sejajar dengan Allah karena Ia adalah Allah itu sendiri. 

6. Ke-Ilahian Kristus berdasarkan kesatuannya dalam Trinitas.  

Dalam Matius 28:19 dikatakan “dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus”. 
Secara khusus, frase Yunani yang tertulis di Matius 28:19 yaitu “Baptizontes autous eis to onoma tou patros kai tou iliou kai tou agiou pneumatos” yang diterjemahkan menjadi “Baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus”, dimana hal yang menarik adalah bahwa sekalipun di sini disebutkan tiga buah nama yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus, tetapi kata kata Yunani “eis to onoma” yang diterjemahkan “dalam nama” adalah nominatif singular (bentuk tunggal, bukan bentuk jamak)!

Bentuk jamak dari kata Yunani “onoma (nama)” adalah “onomata”.
Dalam bahasa Inggris diterjemahkan name (bentuk tunggal), bukan names (bentuk jamak). Karena itu ayat ini bukan hanya menunjukkan bahwa ketiga Pribadi itu setara, tetapi juga menunjukkan bahwa ketiga Pribadi itu adalah satu atau esa.

Kata “Esa” yang digunakan dalam Ulangan 6:4 dalam bahasa Ibraninya adalah “Ekhad” yang menunjuk kepada “satu kesatuan yang mengandung makna kejamakan; dan bukan satu yang mutlak”.

Jika yang dimaksud “satu-satunya; atau satu yang mutlak” maka dalam bahasa Ibrani yang digunakan adalah “Yakhid”.

Ada banyak bukti yang mengungkapkan pernyataan Yesus mengenai keilahiannya, yaitu :
A. Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Jehovah (Tuhan dalam Perjanjian Lama).
B. Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Mesias.
C. Yesus menerima penyembahan.
D. Otoritas perkataan-perkataan Yesus.
E. Yesus memerintahkan berdoa dalam nama-Nya
 

Dalam Perjanjian Lama, Tuhan menyatakan nama-Nya sebagai JHWH atau Jehovah
Dalam bahasa Indonesia ditulis sebagai TUHAN (kata 'tuhan' dengan huruf besar semua).

Misal dalam Keluaran 6:2-3 -- Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN.
Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri"
.

Orang Yahudi menganggap nama Jehovah (TUHAN) begitu suci, sehingga mereka tidak berani mengucapkannya. Jehovah adalah satu-satunya Tuhan, selain dari itu adalah berhala atau tuhan yang palsu.

Jehovah adalah Tuhan yang cemburu, yang tidak akan membagikan nama maupun kemulian-Nya kepada yang lain.

Yesaya menulis : Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku." (Yesaya 44:6).

"Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung." (Yesaya 42:8).

"Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain". (Yesaya 48:11).

TUHAN (Jehovah) tidak akan membagikan nama, hormat dan kemuliaan-Nya kepada yang lain. Yang menarik adalah perkataan-perkataan Yesus dan tindakan-tindakan-Nya membuat orang Yahudi abad pertama mengambil batu dan menuduh Yesus menghujat karena menyamakan diri-Nya dengan TUHAN.

Beberapa perkataan Yesus yang menarik dipelajari:

a. YESUS ADALAH GEMBALA YANG BAIK

  • Yesus mengatakan : 'Akulah gembala yang baik' (Yohanes 10:11).
  • Perjanjian Lama mengatakan : 'TUHAN adalah gembalaku' (Mazmur 23:1). 
  • YESUS = TUHAN

b. YESUS ADALAH HAKIM SEGALA BANGSA 
  • Yesus menyatakan Dia adalah hakim atas segala bangsa (Yohanes 5:27; Matius 25:31),
  • Perjanjian Lama mengatakan TUHAN adalah hakim segala bangsa (Yoel 3:12).  
  • YESUS = TUHAN 
c. YESUS ADALAH TERANG DUNIA
  • Yesus mengatakan, 'Akulah terang dunia' (Yohanes 8:12).
  • Perjanjian Lama mengatakan ''TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu" (Yesaya 60:19).
  • YESUS = TUHAN 
d. YESUS ADALAH YANG PERTAMA DAN YANG TERAKHIR
  • Yesus mengatakan Dia adalah yang pertama dan yang akhir (Wahyu 1:17).
  • Perjanjian Lama mengatakan : TUHAN adalah yang terdahulu dan yang terkemudian.(Yesaya 44:6). 
  • YESUS = TUHAN
e. YESUS BERDOA BERBAGI KEMULIAAN YANG DIMILIKI-NYA DI SORGA SEBELUM DUNIA ADA


  • Yesus berdoa kepada Bapa untuk berbagi kemuliaan kekal-Nya, "Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada" (Yohanes 17:5).
f. YESUS SUDAH ADA SEBELUM ABRAHAM ADA 
  • Pernyataan ke-Ilahian Yesus sangat jelas di Yohanes 8:58, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada" (Yohanes 8:58).
Orang Yahudi tanpa ragu-ragu mengerti maksud perkataan ini . Mereka tahu bahwa Yesus tidak hanya menyatakan keberadaan-Nya sebelum Abraham, tetapi Yesus juga menyatakan sama dengan Tuhan.

Ini menyebabkan mereka mengambil batu hendak melempari Yesus. Dalam beberapa peristiwa Yesus menyatakan diri-Nya sama dengan Tuhan dengan cara yang lain misal dalam memberikan pengampunan dosa, suatu pekerjaan yang hanya bisa dilakukan Tuhan.

Dalam Markus 2:10-11, Yesus melakukan mujizat sekaligus memberikan pengampunan dosa:
"Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa".

Yesus juga menyatakan bahwa Dia mempunya kuasa kehidupan, kuasa yang hanya dimiliki TUHAN saja.

"Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya" (Yohanes 5:21).
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup" (Yohanes 5:25).

Yesus mengatakan bahwa 'supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa' (Yohanes 5:23).

Dalam kategori yang sama Yesus mendorong murid-murid-Nya, 'percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku' (Yohanes 14:1).

Yesus tanpa meninggalkan keraguan, menyatakan diri-Nya sejajar dengan Allah. 

Bukti-Bukti tentang KEILAHIAN atau KETUHANAN  YESUS KRISTUS.

Ke-Tuhanan atau Ke-Ilahian Yesus Kristus dibuktikan dalam:
  • Penggenapan Nubuatan Mengenai Mesias di Perjanjian Lama.
  • Ketidakberdosaan Yesus.
  • Mujizat-mujizat Yesus.
  • Kebangkitan Yesus dari Kematian
A. PENGGENAPAN NUBUATAN MENGENAI MESIAS

Ada banyak PENGGENAPAN NUBUATAN mengenai Mesias di Perjanjian Lama bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Berikut adalah nubuat-nubuat yang secara jelas berbicara tentang kedatangan Mesias:
1. Mesias akan lahir dari seorang perempuan
  • Nubuat : Kejadian 3:15.
  • Penggenapan : Galatia 4:4.
2. Mesias akan dilahirkan dari seorang perawan
  • Nubuat : Yesaya 7:14.
  • Penggenapan : Matius 1:18-25.
3. Mesias merupakan keturunan Abraham
  • Nubuat : Kejadian 12:1-3; Kejadian 22:18.
  • Penggenapan : Matius 1:1; Galatia 3:16.
4. Mesias dari suku Yehuda
  • Nubuat : Kejadian 49:10.
  • Penggenapan : Lukas 3:23,33; Ibrani 7:14.
5. Mesias merupakan keturunan Daud
  • Nubuat : 2 Samuel 7:12.
  • Penggenapan : Matius 1:1,6   
6. Mesias akan lahir di Betlehem
  • Nubuat : Mikha 5:1-2.
  • Penggenapan : Matius 2:1; Lukas 2:4-7.   
7. Mesias akan diurapi oleh Roh Kudus
  • Nubuat : Yesaya 11:1-2.
  • Penggenapan : Matius 3:16,17.   
8. Ada yang mempersiapkan jalan bagi Mesias
  • Nubuat : Yesaya 40:3; Maleakhi 3:1.
  • Penggenapan : Matius 3:1-3.   
9. Mesias akan mengadakan mujizat-mujizat
  • Nubuat : Yesaya 35:5,6.
  • Penggenapan : Matius 9:35   
10. Mesias akan ditolak oleh orang Yahudi
  • Nubuat : Mazmur 118:22.
  • Penggenapan : I Petrus 2:7   
11.  Mesias akan ditolak oleh kerabat-Nya sendiri
  • Nubuat : Yesaya 53:3.
  • Penggenapan : Yohanes 1:10,11; Yohanes 7:5,48   
12. Mesias akan dielu-elukan waktu menunggang keledai memasuki Yerusalem
  • Nubuat : Zakharia 9:9.
  • Penggenapan : Matius 21:1-7   
13. Mesias akan mati dengan kematian yang mengenaskan
  • Nubuat : Mazmur 22; Yesaya 53.
  • Penggenapan : Matius 27.       
14. Diam dihadapan penuduh-Nya
  • Nubuat : Yesaya 53:7.
  • Penggenapan : Matius 27:12-14       
15. Mesias Dihina
  • Nubuat : Mazmur 22:7,8.
  • Penggenapan : Matius 27:31.       
16. Dipaku tangan dan kaki-Nya
  • Nubuat : Mazmur 22:17. 
  • Penggenapan: Lukas 23:33.       
17. Disalib di antara penjahat-penjahat
  • Nubuat : Yesaya 53:12.
  • Penggenapan : Matius 27:38       
18. Lambung-Nya ditikam
  • Nubuat : Zakaria 12:10.
  • Penggenapan : Yohanes 19:34       
19. Tak ada tulang yang dipatahkan
  • Nubuat : Keluaran 12:46.
  • Penggenapan : Yohanes 19:36       
20. Jubah-Nya akan diundi
  • Nubuat : Mazmur 22:18.
  • Penggenapan : Yohanes 19:23,24       
21. Mesias menderita karena dosa kita
  • Nubuat : Yesaya 53:5-6.
  • Penggenapan : 1 Petrus 2:24   
22. Mesias akan bangkit dari kematian
  • Nubuat : Mazmur 16:10.
  • Penggenapan : Kisah Para Rasul 2:31; Markus 16:6.
23. Mesias akan naik ke surga
  • Nubuat : Mazmur 68:19. 
  • Penggenapan: Kisah Para Rasul 1:9.
24. Mesias akan duduk di sebelah kanan Allah Bapa
  • Nubuat : Mazmur 110:1.
  • Penggenapan : Ibrani 1:3.

Nubuat-nubuat ini ditulis ratusan tahun sebelum Yesus lahir ke dalam dunia. Tidak ada alasan bahwa nubuat-nubuat itu adalah 'tebakan yang sangat cerdas', atau 'merupakan trend kecenderungan sejarah', atau 'pikiran kreatif pembaca Alkitab'. Bahkan para kritikus sendiri mengakui bahwa nubuat-nubuat tersebut  selesai ditulis lengkap 400 tahun sebelum  Yesus lahir.  Nubuat-nubuat tersebut secara sempurna digenapkan  oleh Yesus.

Tuhan tidak pernah membuat kesalahan. Tuhan mengendalikan sejarah dan jika Tuhan membuat nubuat/ramalan lebih dari 400 tahun sebelumnya mengenai rencana keselamatan bagi manusia maka tidak ada penggenapan yang terjadi secara kebetulan, semua penggenapan yang dilakukan terjadi karena kedaulatan-Nya atas sejarah umat manusia.

Jika Yesus, yang menyatakan bahwa Dia menggenapkan apa yang tertulis ratusan tahun sebelum kelahiran-Nya,  dan benar-benar Yesus menggenapinya, maka diambil kesimpulan bahwa Yesus adalah Mesias, Yesus adalah Tuhan.

B. KETIDAKBERDOSAAN YESUS

Yesus tidak membawa sifat dosa dari manusia. Hal ini sebagai bukti atau alasan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Ilahi adanya.

Semua orang berdosa, Tuhan dan kita mengetahui hal ini. Jika seseorang hidupnya sangat baik, sempurna,  berusaha tidak berdosa sebisa mungkin, tidak membuktikan ia Tuhan.

Tetapi kalau seseorang melakukan 2 hal tersebut yakni mengakui dirinya Tuhan kemudian menawarkan hidupnya yang tanpa dosa sebagai bukti, kita harus serius memperhatikannya.
  • Saat Pilatus mengadili Yesus, Pilatus menyimpulkan, 'Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini' (Lukas 23:4).  
  • Kepala pasukan yang melihat penyaliban Yesus mengatakan, 'Sungguh, Orang ini adalah orang benar!' (Lukas 23:47).
  • Penjahat yang disalib bersama Yesus mengatakan, 'Orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah' (Lukas 23:41).
Kesaksian yang paling penting terhadap karakter seseorang adalah dari orang terdekat.
  • Petrus,  murid yang paling dekat dengan Yesus mengatakan bahwa Kristus tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. (1 Petrus 2:22).
  • Yohanes berkata 'Kristus adalah benar' (1 Yohanes 3:7). 
  • Rasul Paulus mengatakan 'Dia tidak mengenal dosa' (2 Korintus 5:21).
  • Penulis kitab Ibrani berkata 'Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa' (Ibrani 4:15).
Yesus sendiri memberikan tantangan kepada lawan-lawan-Nya, 'Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?' (Yohanes 8:46). Yesus menyatakan diri-Nya Tuhan dan membuktikannya dengan kehidupannya yang tanpa dosa, memberikan kesimpulan bahwa Yesus benar-benar Tuhan.

C. MUJIZAT-MUJIZAT YESUS

Hidup Yesus penuh mujizat sejak awal dia berada di bumi.  Dia lahir dari seorang perawan (Matius 1:18,20-21). 
  1. Yesus mengubah air menjadi anggur (Yohanes 2:1-11)
  2. Berjalan di atas air (Matius 14:25). 
  3. Melipat gandakan roti (Yohanes 6:11). 
  4. Memelekkan mata orang buta (Yohanes 9:7).
  5. Membuat orang lumpuh bisa berjalan (Markus 2:1-12).
  6. Mengusir setan (Markus 5:1-20).
  7. Menyembuhkan berbagai penyakit (Matius 9:35).
  8. Dan beberapa kali membangkitkan orang dari kematian (Matius 9:23-26; Lukas 7:11-17; Yohanes 11:38-44).
Ketika murid-murid Yohanes Pembaptis menanyakan kepada-Nya apakah Dia Mesias, Yesus menjawab Mujizat-Nya sebagai bukti bahwa Dia Mesias: 'Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.' (Matius 11:4,5).

Mujizat-mujizat seperti ini merupakan tanda adanya persetujuan Tuhan kepada orang yang melakukan mujizat. Mujizat-mujizat ini merupakan penggenapan dari apa yang ditulis Yesaya 700 tahun sebelum Yesus lahir ke bumi: 'Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai.' (Yesaya 35:5,6).

Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya." (Yohanes 3:1-2).

Pada waktu Yesus dibaptis, muncul suatu suara dari sorga 'Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.' (Matius 3:17). Ini merupakan tanda dukungan Allah Bapa terhadap pekerjaan dan keilahian Yesus.

Mujizat adalah suatu bentuk konfirmasi/persetujuan Ilahi atas suatu kebenaran/pekerjaan yang dikerjakan seseorang yang diutus Tuhan. Mujizat yang dihubungkan dengan pernyataan Yesus tentang keilahian diri-Nya, mengkonfirmasi bahwa Dia benar-benar Tuhan.

D. KEBANGKITAN YESUS DARI KEMATIAN

Hanya Tuhan yang memberi kehidupan (Ulangan 32:39; 1 Samuel 2:6).
Di sini kebangkitan Yesus dari kematian merupakan bukti adanya persetujuan dari Tuhan terhadap siapa yang diutus-Nya.

Perjanjian Lama dan Yesus sendiri menubuatkan kebangkitan-Nya.
Mazmur 16:10 berbicara tentang kebangkitan mesias.

Perjanjian Lama menubuatkan bahwa :
  1. Mesias akan datang dan mati (Yesaya 53; Mazmur 22).
  2. Mesias akan memerintah selamanya (Yesaya 9:6; Daniel 2:44;).
Satu-satunya jalan supaya Mesias bisa memenuhi keduanya adalah mati kemudian bangkit.
Yesus sejak awal pelayanan-Nya telah menubuatkan kebangkitan-Nya sendiri. (Yohanes 2:19,21).
Setelah pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias, Yesus berkata : 'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.' (Markus 8:31).

Yesus mengulangi perkataan ini saat dalam perjalanan melewati Galilea (Markus 9:30-31), dan dalam perjalanan ke Yerusalem (Markus 10:32-34).

Yesus juga mengatakan 'Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali.' (Yohanes 10:18).

** Kematian dan Kebangkitan Yesus ** 
  • Yesus mati, dan Dia mempunyai 5 luka dan berada di atas kayu salib  mulai  jam  9 pagi (Markus 15:25) hingga jam 3 sore (Markus 15:42).
  • Yesus menyerahkan nyawa-Nya (Yohanes 19:30).
  • Ketika lambung-Nya ditusuk tombak keluar darah dan air (Yohanes 19:34). Secara medis membuktikan bahwa Yesus sudah mati.
  • Tentara Roma yang berpengalaman dalam menangani kematian menyatakan Yesus mati (Yohanes 19:33).
  • Pilatus memastikan bahwa Yesus mati sebelum mayat-Nya diserahkan kepada Yusuf dari Arimatea.(Markus 15:42-47).
  • Mayat Yesus dikafani dengan kain lenan dan dibubuhi dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. (Yohanes 19:40).
  • Hari Minggu kubur Yesus kosong, Yesus telah bangkit (Matius 28; Markus 16; Lukas 24; Yohanes 20, 21).  
** Penampakan Yesus Setelah Kebangkitan **
  • Kepada Maria Magdalena (Markus 16:9; Yohanes 20:11-14).
  • Kepada perempuan sekembalinya dari kubur (Matius 28:9,10).
  • Kepada Petrus (Lukas 24:34; 1 Korintus 15:5).
  • Kepada murid-murid di Emaus (Lukas 24:13-32).
  • Kepada rasul-rasul kecuali Tomas (Lukas 24:36-43;Yohanes 20:19-24).
  • Kepada rasul-rasul, Tomas hadir (Yohanes 20:26-29).
  • Kepada 7 orang di danau Tiberias (Yohanes 21:1-23).
  • Kepada lebih dari 500 orang percaya di bukit Galilea (1 Korintus 15:6).
  • Kepada Yakobus (1 Korintus 15:7).
  • Kepada murid-murid (Matius 28:16-20; Lukas 24:33-52; Kisah Para Rasul 1:3-12).
  • Saat kenaikan Yesus ke surga (Kisah Para rasul 1:3-12).
  • Kepada Stefanus (Kisah Para Rasul 7:55).
  • Kepada Paulus (Kisah Para Rasul 9:3-6; 1 Korintus 15:8).
  • Kepada Paulus saat di Bait Allah (Kisah Para Rasul 22:17-21;23:11).
  • Kepada Yohanes di pulau Patmos (Wahyu 1:9-20). 
  • Kebangkitan Yesus secara tubuh fisik dibuktikan bahwa setelah kebangkitannya Yesus dilihat lebih dari 500 orang (1 Korintus 15:6), Yesus menyatakan mempunyai daging dan tulang (Lukas 24:39).
  • Yesus makan ikan (Lukas 24:42,43).
Bagi yang meragukan kebangkitan-Nya secara fisik,  Yesus menantang: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah" (Yohanes 20:27).

Yesus menyatakan diri-Nya Tuhan. Yesus bangkit dari kematian, ini menggenapi apa yang Dia dan Perjanjian Lama katakan. Yesus benar-benar Tuhan.

Senin, 15 Mei 2017

TUHAN MEMAKAI ORANG BIASA

Tuhan itu benar-benar Maha Adil, berikut ini adalah kisah seorang pria bernama Nick Vijicic. Nick Vijicic terlahir tanpa tangan dan kaki namun ia berhasil menjadi inspirasi bagi banyak orang di dunia.

Nick Vujicic lahir di Kota Melbourne pada tanggal 4 Desember 1982. Kedua orangtuanya sangat terkejut ketika melihat keadaan putra mereka yang lahir tanpa dua lengan dan dua kaki. Menurut dokter yang menanganginya, Nick terkena penyakit Tetra-amelia yang sangat langka. Kondisi ini kontan membuat ayah Nick (seorang pemuka agama dan programmer komputer) dan ibu Nick (seorang perawat) bertanya-tanya dalam hati, kesalahan besar apa yang telah mereka perbuat hingga putranya terlahir tanpa anggota-anggota tubuh.

Seringkali mereka menyalahkan diri sendiri atas keadaan Nick. Namun, hal ini tidak berlangsung lama. Ayah dan ibu Nick melihat putranya, biarpun cacat tubuh, tetap tumbuh kuat, sehat, dan ceria, sama seperti anak-anak lainnya yang terlihat begitu tampan serta menggemaskan! Matanya pun sangat indah dan menawan. Mereka mulai bisa menerima keadaan putranya, mensyukuri keberadaannya, dan segera mengajarinya untuk hidup mandiri.

Nick memiliki sebuah telapak kaki kecil di dekat pinggul kirinya. Sang ayah membimbingnya untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, dan berenang sejak Nick berusia 18 bulan. Kemudian, dengan tekun dan sabar, sejak usia 6 tahun, Nick belajar menggunakan jari-jari kakinya untuk menulis, mengambil barang, dan mengetik. Kini, Nick menyebut telapak kakinya yang berharga itu sebagai "My Chicken Drumstick."
Agar bisa hidup lebih mandiri, kuat secara mental, dan bisa bergaul dengan luwes, ibu Nick memasukkan putranya ke sekolah biasa. Segera saja, Nick menyadari bahwa keadaannya sangat berbeda dengan anak-anak lainnya. Ia juga mengalami berbagai penolakan, ejekan, dan gertakan dari teman-teman sekolahnya. Hal ini membuatnya merasa begitu sedih dan putus asa. Pada usia 8 tahun, Nick sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun, kasih dan dukungan orangtuanya, serta hiburan dari para sahabatnya, mampu membuat Nick mengenyahkan pikiran tersebut. Ia menjadi lebih bijaksana dan berani dalam menjalani kehidupan.

Pada suatu pagi, saat usia 12 tahun, Nick mendapat pengalaman tak terlupakan. Saat bangun dan membuka matanya, tiba-tiba saja ia menyadari betapa beruntungnya dirinya. Ia sehat, serta punya keluarga dan para sahabat yang menyayanginya. Ia juga hidup dalam keluarga yang berkecukupan.

Setahun kemudian, ketika membaca surat kabar, Nick dan ibunya menemukan sebuah artikel yang sangat menggugah jiwanya. Artikel itu, berkisah tentang seorang pria cacat tubuh yang mampu melakukan hal-hal hebat, termasuk menolong banyak orang.

Untuk meraih mimpinya, Nick belajar dengan giat. Otak yang encer, membantunya untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan pada usia 21 tahun. Setelah itu, ia mengembangkan lembaga Non-Profit ‘Life Without Limbs' (Hidup Tanpa Anggota-Anggota Tubuh), yang didirikannya pada usia 17 tahun, untuk membantunya berkarya dalam bidang motivasi.

Kini, Nick Vujicic adalah motivator/pembicara internasional yang gilang-gemilang. Ia sudah berkeliling ke lebih dari 24 negara di empat benua (termasuk Indonesia), untuk memotivasi lebih dari 2 juta orang, khususnya kaum muda. Berkali-kali, ia diwawancarai oleh stasiun televisi dengan jangkauan internasional, seperti ABC (pada 28 Maret 2008). Produknya yang terkenal adalah DVD motivasi "Life's Greater Purpose", "No Arms, No Legs, No Worries", serta film "The Butterfly Circus."

"Pada saat itulah, saya menyadari bahwa Tuhan memang menciptakan kita untuk berguna bagi orang lain. Saya memutuskan untuk bersyukur, bukannya marah, atas keadaan diri sendiri! Saya juga berharap, suatu saat bisa menjadi seperti pria luar biasa itu-yakni bisa menolong dan menginspirasi banyak orang!", demikian ujar Nick, dalam sebuah wawancara.

Nick menikah dengan seorang wanita keturunan Jepang bernama Kanae Miyahara pada tanggal 12 Februari 2012. Kanae Miyahara bertemu dengan Nick Vujicic ketika Nick berada di Texas pada tahun 2008 ketika mengisi sebuah acara dimana ia sebagai pembicara. Dari pernikahannya tersebut, ia kemudian dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Kiyoshi James Vujicic.

Mungkin sosok Nick bisa kita jadikan sebagai inspirasi, dengan keterbatasan diri mulai dari lahir banyak sekali kesuksesan dah hal yang bisa dia perbuat untuk pencerahan ribuan orang yang dia berikan motivasi. Tidak kah kita tergerak untuk melakukan lebih karena Tuhan menciptakan kita sebaik mungkin?

Bila kita belum bisa memahami makna pemberian dan karunia dari Tuhan Sang Pencipta Alam, mungkin kita akan berprasangka buruk pada-Nya, kenapa kok ada yang terlahir ke dunia tidak sempurna selayaknya manusia lain, apakah Tuhan tidak adil?

Bila kita beriman kepada-Nya kita tetap akan mengatakan Tuhan Maha Adil dan yang paling adil. Semua hal apapun tidak mungkin terjadi tanpa sepengetahuan dan kehendak Tuhan.

Tuhan Maha Mengerti apa yang terbaik bagi umat-Nya, oleh karena itu apa yang kita miliki, apapun kondisinya, itulah yang terbaik bagi kita saat ini.






Rabu, 26 April 2017

SORGA


SORGA...

Sorga adalah tempat yang sangat indah lebih dari yang mampu kita bayangkan. Surga adalah tempat yang penuh dengan sukacita dan keindahan, kedamaian dan kegembiraan yang tidak akan berakhir. Karena sorga juga adalah tempat dimana tidak ada dosa atau penderitaan, dukacita dan sakit.
Tempat di mana tidak ada perselisihan atau pertentangan atau airmata, karena di sana tidak akan ada yang menjadikan kita sedih, dan di sorga kita tidak akan melakukan apapun yang mendukakan Tuhan.

Kebanyakan orang mengerti bahwa melakukan hal jahat menjauhkan kita dari surga.
Tetapi Alkitab juga berkata bahwa melakukan hal baik juga tidak membuat kita masuk surga.
Tidak ada satupun dari kita yang pantas untuk berhak masuk sorga, kita semua berdosa.

Standar Tuhan sama sekali sempurna, Yesus berkata “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari hidup keagamaan ahli-ahli taurat dan orang farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga” (Mat 5:20).

Tuhan menambahkan “Karena itu haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu yang di Sorga adalah sempurna".

Tetapi BERITA BAIKNYA adalah Tuhan menyediakan jalan agar kita terbebas dari rasa bersalah akan dosa.

Apakah yang sudah dilakukan Tuhan agar saya terbebas dari dosa dan dapat pergi ke surga?
Ketika Allah mengampuni, Dia tidak hanya memaafkan dosa. Penebusan atas dosa pasti sudah terjadi untuk semua dosa kita.

Kematian Kristus menjadikan penebusan penuh bagi orang yang percaya kepada-Nya.
Jika kita percaya pada-Nya, kematian-Nya membayar penuh dosa-dosa kita.

Alkitab berkata “Darah Yesus menyucikan kita dari segala dosa” (1Yoh 1:7).
Hanya MELALUI DARAH YESUS kita akan bersih dan terbebas dari dosa, tetapi itu hanya menghapus dosa-dosa kita, kita tetap harus melakukan kebenaran agar bisa masuk ke dalam kerajaan sorga (Mat 5:20).

#RenunganHarianKristen

Jumat, 27 November 2015

Bukan Agama Yang Menyelamatkan

KESELAMATAN bukan karena kita Kristen.
Keselamatan ada karena Yesus yang sudah berkuasa atas dunia. Maka agama tidak menyelamatkan tetapi Kristus menyelamatkan kita.

Agama tidak bisa berbuat apa-apa, Yesus berbuat bagi kita. Kristus berkata Akulah kebenaran, yang membenarkan, sehingga manusia berdosa menjadi benar di hadapan Allah Bapa dan bisa mendapat keselamatan.

Jadi kita BENAR bukan karena kita benar. Kita benar karena kita DIBENARKAN oleh Kristus. Kalau pun kita ke sorga karena benar, itu karena SUDAH DIBENARKAN OLEH YESUS.

Mestinya kita ke NERAKA, Yesus menggantikan kita.
Jadi Dia yang dihukum disalib. 


Mestinya kita yang MATI, tetapi Dia yang mati.
Ini kekuatan dalam kekristenan.

Mestinya darah kita yang TERTUMPAH, tetapi darah-Nya tertumpah supaya kita benar di dalam percaya kepada Dia.

Itu sebabnya jangan pernah menepuk dada, merasa hebat hanya karena melayani Dia. Apa pun yang kita lakukan, tidak ada apa-apanya dibandingkan Dia yang sudah membenarkan kita.

Maka bersyukurlah jika Dia membenarkan kita: Aku kebenaran yang membenarkan engkau, BUKAN KARENA ENGKAU LAYAK DIBENARKAN tetapi karena KASIH KARUNIA.

HALELUYA...

Kamis, 19 November 2015

Mengapa Banyak Yang Dipanggil Tetapi Sedikit Yang Dipilih ?


Ayat Alkitab : Matius 22:1-14
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.(Matius 22:14).

Kenapa dipanggil tapi tidak dipilih? Mungkin pertanyaan ini sering kita dengar atau bahkan kita sendiri pernah menanyakannya.

Jika kita mau sedikit lebih mengerti tentang kehendak Tuhan, kita akan mengerti arti kalimat diatas.
Seperti kita ketahui bahwa YESUS sering memakai perumpamaan dalam pengajaran-Nya untuk menggambarkan seperti apakah Kerajaan Sorga itu. Lebih dari sepertiga pengajaran Yesus di Injil dalam bentuk perumpamaan. 

Perumpamaan adalah pengajaran dalam bentuk cerita–cerita yang bermaksud untuk menjelaskan hal-hal yang tersembunyi, khususnya cerita-cerita yang mengandung hal-hal yang nyata dalam kehidupan manusia sehari-hari-hari. 

Sekarang mari kita pelajari perumpamaan Tuhan Yesus yang tertulis dalam Matius 22:1-14.  Ada beberapa respon dari orang-orang yang diundang untuk datang masuk Kerajaan Sorga yaitu :

1. Tidak Mau Datang 

Banyak yang diundang tapi mereka menolak untuk datang (Matius 22:1-3). Berita tentang Kerajaan Sorga pertama kali ditujukan kepada orang-orang Yahudi, bangsa pilihan Allah. Mereka adalah orang-orang yang telah diundang, tetapi mereka menolak dan tidak mau datang. 

Perhatikan ayat 3 : Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang

Apa maksud “memanggil orang-orang yang telah diundang”? Ini adalah kebiasaan Timur yang terdiri atas undangan pertama dan undangan kedua pada saat perayaan. Orang-orang yang diundang, jelas disini adalah orang-orang Israel, namun tidak ada yang mau datang. Tamu-tamu yang istimewa ini adalah bangsa Israel yang menantikan Mesias seperti yang dinubuatkan dalam PL, namun ketika perjamuan kawin sudah siap, Mesias sudah datang, mereka (terus menerus) menolak untuk datang, menolak untuk percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang diutus Allah, Anak Allah , Firman Allah yang telah menjadi manusia (Yoh 1:1,14), baca Matius 23: 37-38.

2. Tidak Peduli Dengan Hal Rohani Kerajaan Surga 

Perhatikan ayat 4-5 : Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, .... 

Dari ayat 4-5 kita bisa lihat, sang raja menyuruh hamba-hambanya untuk mengundang mereka lagi, namun mereka juga menolak undangan kedua ini, orang-orang ini tidak mengindahkannya, menganggap Kerajaan Surga itu tidak penting, hal yang rohani yang berhubungan dengan keselamatan setelah mati tidak penting, mereka lebih mementingkan ladangnya, usahanya (bisnis, dagang) yang sifatnya sementara.


3. Memberontak Dengan Kekerasan

Perhatikan ayat 6 : dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.

Undangan kedua dari raja ini melalui hamba-hambanya kepada orang Israel malah dibalas dengan kekerasan, mereka menangkap hamba-hamba tersebut, menyiksa, dan membunuh mereka. Bandingkan perlakukan orang Yahudi terhadap Yohanes pembaptis (Matius 21:25), Stefanus (Kisah 7:59), Yakobus (Kisah 12:2) bahkan terhadap Tuhan Yesus sendiri, disalibkan sampai mati. Yesus mengecam pemberontakan Israel ini dalam Mat 23: 33-34.

Akibat dari penolakan, ketidak pedulian bahkan pemberontakan dengan kekerasan dari Israel, yang adalah umat pilihan Allah maka pada Ayat 7, raja itu murka, dan memerintahkan pembinasaan kota mereka. Banyak penafsir mengatakan ini adalah sebuah nubuat tentang penghancuran Yerusalem pada tahun 70 Masehi. Tentara Roma dibawah pimpinan Jenderal Titus didalam perumpamaan ini dianggap sebagai alat Allah (pasukanNya). 

4. Menerima Undangan Tapi Tidak Bertanggung Jawab

Perhatikan ayat 8-10 : Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.

Pada ayat 8-10, Raja itu memerintahkan hamba-hambanya utuk pergi ke persimpangan-persimpangan jalan (undangan ketiga). Pada umumnya yang dimaksudkan disini adalah pemberitaan Injil Kerajaan Allah bagi orang-orang non-Yahudi, tidak eksklusif lagi kepada bangsa Yahudi tetapi semua suku bangsa di undang (Mat 28: 19-20) yang tampaknya jelas, demikian juga dalam Lukas 14:23).

Masalahnya walaupun Allah meluaskan undangan ANUGERAH KESELAMATAN dari Kerajaan Surga melalui Yesus Kristus kepada semua suku bangsa secara universal, tidak eksklusif kepada bangsa Yahudi, di dalam Yesus Kristus tidak ada etnocentris dalam Kerajaan Surga, bukan berarti undangan anugerah itu meniadakan tanggung jawab moral dan etika dan syarat-syarat kebenaran untuk menjadi warga Kerajaan Sorga.

Kita lihat pada ayat 11, ketika raja itu masuk bertemu dengan tamu-tamu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Hai, saudara, bagaimana engkau masuk kemari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. 

Saudara-saudara, kalau di gereja orang-orang Kristen yang sudah menerima anugerah keselamatan dan hanya diajarkan “sekali selamat tetap selamat”, “once saved is always saved”, ( Perseverence of the Saints), mengabaikan tanggung jawab untuk menjaga kekudusan, hidup dalam kekudusan oleh Roh Kudus (Progressif Sanctification), membenci dosa, tidak hanya menekankan satu sisi dari koin, yaitu posisi kekudusan dalam Kristus, pembenaran dalam Kristus, akibatnya orang-orang ini masih bisa berdalih, mencari-cari alasan. 
  • Mengapa tidak pergi ibadah? Sibuk.
  • Mengapa mabuk-mabukan? Biar aliran darah lancar.
  • Mengapa berjinah? “Kan roh penurut daging lemah”.
  • Mengapa berkata-kata kotor? Cuma bercanda.
  • Mengapa berkelahi? Dia lebih dulu yang salah.
  • Mengapa nonton pornografi? “Kan hiburan sekali-sekali”
  • Atau memakai alasan doktrin teologis “Sekali Selamat Tetap Selamat” walaupun hidupnya ”seperti pakaian compang-camping”.
Orang-orang seperti ini harus di ingatkan ayat ini : “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya” Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci (1 Yoh 3:3) atau ayat ini “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan (Ibrani 12 : 14). 

Ketika nanti kita akan bertemu dengan Sang Raja dari segala raja dan Dia bertanya tentang tanggung jawab kita selama di dunia, masih bisakah kita berdalih? Mengerikan sekali kalau kita berpikir kita sudah siap masuk surga tapi ditolak oleh Tuhan, …ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu kedalam kegelapan yang paling gelap, disanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Neraka itu nyata! Tidak hanya sorga itu nyata. 

Bertobatlah sebelum terlambat! Yesus memperingatkan: “Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih! Ini adalah maksud utama dari perumpamaan ini, (bandingkan dengan Mat 20:16, orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yg terakhir).

Karena Yesus sendiri sudah memperingatkan walaupun banyak yang diundang, banyak yang dipanggil, bangsa Yahudi sekalipun, yang adalah bangsa pilihan Allah, bisa ditolak, tidak dipilh, karena respon mereka yang salah terhadap Yesus, Mesias yang mereka nanti-nantikan, begitu juga kita jangan sampai kita menolak untuk datang kepada Yesus, tidak peduli dengan Yesus, berontak kepada Yesus, dan tidak bertanggung jawab sebagai orang Kristen yang sudah menerima anugerah penebusan, akibatnya adalah kita bisa tidak dipilih untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.
 

Selasa, 06 Mei 2014

Tetap Percaya Bahwa Yesus adalah Tuhan

Banyak cara yang dilakukan oleh orang-orang dunia untuk menyangkal Yesus. Mereka mencari kesalahan-kesalahan tentang Yesus, mulai dari perkataan-perkataaan Yesus sampai ayat-ayat yang dianggap tidak relevan.

Tapi semua itu memang harus terjadi, bahkan ketika Yesus masih di dunia ini 2000 tahun yang lalu, banyak yang menyangkal dan membenci Yesus, dan diserahkan ke pengadilan untuk dihukum.

Jika kita lihat di jaman sekarang, tidak jauh berbeda dengan jaman Yesus 2000 tahun lalu, dan bahkan lebih terbuka dan terang-terangan.

Dalam 2 Petrus 3:3 dikatakan : "Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya."

Ayat diatas dengan sangat jelas mengatakan bahwa pada akhir zaman akan banyak orang yang saling ejek, saling serang dengan kata-kata yang menyakitkan dan bahkan dapat menggoncangkan iman.

Semua itu harus terjadi agar semakin NYATA perbedaan ORANG BENAR dan ORANG JAHAT. Dan pada akhirnya nanti akan ada tempat bagi setiap orang yang melakukan kejahatan dan kebenaran.

Dalam Matius 13:49 dikatakan sangat jelas : "Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."

Itu sebabnya, bagi sahabat2ku yang saat ini PERCAYA KEPADA YESUS sebagai Tuhan dan Juruselamat, tidak perlu kuatir akan perkataan-perkataan yang menghina dan mengejek orang-orang Kristen, doakan saja mereka.

Tuhan itu bukanlah Tuhan yang perlu dibela oleh manusia. Justru Tuhan lah yang membela manusia, Tuhan lah yang menolong manusia, dan Tuhan lah yang menyelamatkan manusia. Dalam Yohanes 15:16a dikatakan demikian : "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu...."

Kita hanya perlu PERCAYA dan berpegang teguh pada yang kita PERCAYA, bahwa YESUS adalah Tuhan dan Juruselamat. Jangan sampai iman kita tergoncang hanya karena mendengar ejekan-ejekan mereka.

JADILAH PERCAYA dan TETAP PERCAYA...
Kasih Karunia dari Yesus Kristus menyertai kita semua.

Kamis, 17 April 2014

BUKTI YESUS MATI


Alkitab mengatakan bahwa Allah datang ke dunia sebagai manusia untuk membayar hukuman mati bagi dosa dunia (Yohanes 1:1-29; Roma 6:23). Alkitab juga mengatakan bahwa apabila Yesus tidak berkuasa atas kematian dan keluar dari kubur batu yang dingin itu, Dia tidak dapat memberikan kemenangan atas kematian bagi kita (1 Korintus 15:12-19).

Pertanyaannya, apakah Yesus benar-benar mati?

Kita harus memulainya dengan kabar buruk. Perseteruan antara Yesus dan para pemimpin agama Israel harus dibayar dengan hidup-Nya. Tatkala tubuh-Nya diturunkan dari kayu salib di Golgota, Dia telah mati. Kebenaran tentang kebangkitan itu benar-benar bergantung pada fakta ini.
Jika Yesus memang pingsan seperti yang dikatakan oleh beberapa pengkritik, maka tidak perlu ada kebangkitan. Untuk mengalami kebangkitan, seseorang harus mati terlebih dahulu. Menolak kematian Kristus berarti menghapus semua kemungkinan kebangkitan. Namun, Alkitab mengajarkan bahwa Dia sungguh-sungguh mati.

Dalam terjemahan New International Version (NIV), catatan keempat Injil tentang penyaliban Kristus mengungkapkan kematian-Nya dalam dua istilah yang berbeda. Dalam Matius 27:50 dan Yohanes 19:30, kedua penulis mengatakan bahwa Dia "menyerahkan" Roh-Nya. Sedangkan, Markus 15:37 dan Lukas 23:46 mencatat bahwa Dia "menghentikan napas-Nya" yang terakhir.

Sesungguhnya Matius, Markus, dan Lukas mencatat suatu peristiwa yang terjadi dalam waktu yang sama, tidak jauh dari Kalvari. Mereka menuliskan bahwa ketika Yesus mati, "tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah" (Markus 15:38). Mukjizat ini menandai berakhirnya era keterbatasan hubungan dengan Allah dan dihentikannya pengorbanan hewan seperti dalam Perjanjian Lama. 

Namun, bukan hanya itu. Mukjizat itu juga membuktikan kematian Yesus karena kematian-Nya memperlihatkan bahwa pengurbanan-Nya yang sempurna sesuai dengan kehendak Allah. Selama berabad-abad, Allah meminta hewan korban yang tidak bercacat cela sebagai penebus dosa. Kristus sebagai Domba Allah yang tidak bercacat cela telah menjadi kurban yang terakhir. Tabir tidak lagi dibutuhkan karena jalan masuk kepada Allah telah terbuka bagi orang yang percaya kepada-Nya.
Beberapa peristiwa yang terjadi di sekitar penyaliban membuktikan bahwa Yesus telah mati.
  • Para prajurit Romawi tidak mematahkan kaki Yesus karena mereka melihat bahwa "Ia telah mati" (Yohanes 19:33).
  • Para prajurit menikam lambung Yesus dengan tombak dan dari dalam lambungnya keluar air dan darah (Yohanes 19:34). Para ahli kedokteran mengatakan bahwa apabila Dia belum mati saat itu, maka tindakan ini benar-benar akan mengambil nyawanya. Sebagian orang yang lain menyimpulkan bahwa mengalirnya air dan darah dari lambung-Nya membuktikan bahwa Yesus benar-benar sudah mati.
  • Tatkala Yusuf dari Arimatea meminta tubuh Kristus sehingga ia dan Nikodemus dapat mengubur-Nya, Pontius Pilatus memerintahkan seorang kepala pasukan untuk membuktikan bahwa Yesus telah mati (Markus 15:43-45). Gubernur Romawi tidak akan memberikan tubuh itu kepada Yusuf sebelum kepala pasukan itu yakin bahwa sudah tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan pada tubuh Yesus. Anda boleh yakin bahwa seorang pejabat militer Romawi tidak mungkin melakukan kesalahan dalam hal sepenting ini, yang harus ia laporkan kepada pejabat yang lebih tinggi, seperti Pilatus.
  • Yusuf dan Nikodemus mempersiapkan penguburan bagi jasad tersebut secara adat Yahudi, termasuk mengafani-Nya dengan "kain lenan yang putih bersih" (Matius 15:46), mengurapi Tubuh itu dengan "campuran minyak mur dengan minyak gaharu" (Yohanes 19:39), dan membaringkan-Nya "di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu" (Markus 15:46). Sudah jelas di sini bahwa teman-teman yang merasa kehilangan sudah memeriksa semua tanda-tanda kehidupan yang mungkin masih ada. Mereka tentu saja tidak akan menguburkan Yesus yang masih hidup.
  • Kaum Farisi dan para pemuka agama bertemu dengan Pilatus untuk membicarakan peristiwa yang telah terjadi. Mereka ingat akan ucapan Yesus "sewaktu hidup-Nya" (Matius 27:63), dan mereka memerintahkan para prajurit untuk mengamankan kubur, yaitu menutupnya dengan batu. Tidak hanya itu, mereka juga lebih mengetatkan penjagaan dengan mengutus beberapa prajurit untuk mencegah para murid "mencuri-Nya (Matius 27:64). Tidak diragukan lagi, mereka juga tahu bahwa sesungguhnya Yesus telah mati.
Ignatius, seorang sejarawan abad ke-2 mengatakan, "Yesus disalibkan dan mati di bawah pemerintahan Pontius Pilatus. Dia sungguh-sungguh dan bukan sekadar kelihatan -- disalibkan, mati, disaksikan oleh seluruh makhluk di surga dan di bumi, serta di bawah bumi. Dia juga bangkit kembali pada hari yang ketiga."

 

Jumat, 11 April 2014

Benarkah Singkatan "LOL" Berhubungan Dengan Setan ?

Pernahkah Anda melihat atau bahkan menggunakan istilah-istilah untuk Facebook, Twitter, dan media sosial lainnya ? 
Istilah-istilah dalam media sosial memang sangat banyak yang berupa singkatan sebuah kata-kata. Akronim merupakan kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata. Anda pasti sering melihat istilah-istilah seperti LOL, ROFL, BRB, BTW, YOLO dan akronim lainnya. Singkatan kata yang digunakan seseorang saat menggunakan situs jejaring sosial memang lucu-lucu.

Bahkan belum lama ini, remaja Indonesia juga digemparkan dengan kata “ciyus” dan “miapah”. Kedua singkatan kata tersebut sempat menjadi heboh di kalangan media sosial, bahkan media elektronik, seperti televisi dan radio. Kabarnya, kedua singkatan itu memang berasal dari situs jejaring sosial.

Namun, ada kabar bahwa akronim-akronim tersebut merupakan singkatan yang berhubungan dengan setan. Apakah itu benar?

Akronim OMG, LOL, BRB, ROFL, dan lain sebagainya itu memang sering digunakan oleh para pengguna situs jejaring sosial, seperti Twitter, Facebook, Instagram, Path, dan situs jejaring sosial lainnya. Namun, kabar yang didapat dari livescience.com, akronim itu dianggap kerap digunakan oleh para pemuja setan.

Akronim LOL = Laughing Out Loud dan ROFL = Rolling On the Floor Laughing memang kerap dgunakan oleh para pengguna situs jejaring sosial. Kedua akronim tersebut untuk mengekspresikan tertawa terbahak-bahak.

Namun, ada pula yang mengartikan bahwa LOL merupakan singkatan dari Lucifer Our Lord. Istilah itu biasanya digunakan untuk pemujaan yang dilakukan para pemuja Lucifer. Lucifer merupakan nama yang seringkali diberikan kepada iblis dalam keyakinan Kristen karena penafsiran tertentu atas sebuah ayat dalam Kitab Yesaya.

Selain itu, ada juga yang memparodikan ROFL menjadi Rise Our Father, Lucifer yang memang terdengar kalimat untuk memuja setan.  
BRB yang artinya Be Right Back atau akan segera kembali juga diparodikan menjadi Beelzebul Rules Below. Beelzebul merupakan nama yang dipercaya bangsa Yahudi kuno sebagai dewa di kota Ekron, di Philistines, nama kuno untuk wilayah yang sekarang dikenal dengan sebutan Palestina. Selain itu, ada juga yang menyebut Beelzebul sebagai perwujudan setan. 
Kata YOLO juga sering kita lihat, singkatan sebenarnya adalah You Only Live Once. Namun istilah YOLO ini juga sering diartikan dengan Youth Obeying Lucifer's Orders. Kalimat ini seperti pesanan Lucifer berupa pemuda yang patuh.

Dilansir sumber yang sama, sebuah kelompok yang menamakan dirinya Westboro Baptist Church menyarankan kepada pengguna internet agar tidak lagi menggunakan istilah-istilah, seperti LOL, BRB, dan lain sebagainya karena akronim tersebut merupakan kata lain dari penyembahan setan.

Pro dan kontra akan arti akronim tersebut memang kerap muncul hingga saat ini. Pada tahun 2008, Katherine Barber, Chief Editor dari Canadian Oxford Dictionary menjelaskan bahwa akronim-akronim tersebut memang mirip dengan apa yang digunakan telegraf pada zaman dahulu.

Selain itu, Barber juga menjelaskan bahwa menggunakan akronim-akronim tersebut bukanlah suatu hal yang tidak sopan. Pemakaian singkatan kata tersebut berfungsi sebagai pemendek kata atau kalimat dengan penggabungan huruf kapital dan angka.

Dilansir dari Mashable.com, penggunaan akronim tersebut sebenarnya tergantung situasi dan siapa yang menggunakannya. Misalnya, LOL dalam terminologi dunia kesehatan memiliki arti Little Old Lady atau nenek-nenek bungkuk. 
Jadi, bisa ditarik kesimpulannya bahwa pengguna akronim-akronim tersebut di internet tergantung siapa yang memakainya, untuk apa, dan dalam kondisi atau konteks apa.

Jumat, 04 April 2014

Bukti Bahwa Yesus Adalah Tuhan






Apakah Yesus benar-benar Tuhan ?

Pertanyaan ini sangat sering kita dengar. Banyak yang ragu dan bahkan tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Pada tulisan sebelumnya sudah pernah dibahas tentang Bukti Yesus Menyatakan Dirinya Adalah Tuhan. Namun pada kesempatan ini tidak ada salahnya kita kupas lagi secara mendalam.

Jika kita mendalami Alkitab lebih jauh, akan sangat banyak bukti yang mengungkapkan pernyataan bahwa Yesus adalah Tuhan dan mengenai ke-Ilahian-Nya. Pernyataan-pernyataan ini bisa kita jumpai dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. 

Dalam Perjanjian Lama, Tuhan menyatakan nama-Nya sebagai JHWH atau Jehovah. Dalam bahasa Indonesia ditulis sebagai TUHAN (semua huruf besar). Dalam Keluaran 6: 2-3 dikatakan : "Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN. Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri".
Perhatikan kalimat terakhir pada ayat diatas, "... tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri". Pada ayat tersebut, TUHAN memberitahukan bahwa DIA belum menyatakan diri. Semua ini digenapi ketika Yesus lahir ke dunia.

Bagi orang Yahudi, nama Jehovah (TUHAN) dianggap begitu suci, sehingga mereka tidak berani mengucapkannya. Jehovah adalah satu-satunya Tuhan, selain nama Jehovah, mereka anggap sebagai berhala atau tuhan yang palsu. Jehovah adalah Tuhan yang cemburu, yang tidak akan membagikan nama maupun kemulian-Nya kepada yang lain.

Mari kita perhatikan beberapa ayat yang ditulis dalam Kitab Yesaya : 

Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku." (Yesaya 44:6).

"Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung." (Yesaya 42:8).

"Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain". (Yesaya 48:11).

Dari ayat-ayat diatas dapat kita simpulkan bahwa TUHAN (Jehovah) tidak akan memberikan nama, hormat dan kemuliaan-Nya kepada yang lain. Ini salah satu yang menjadi pertanyaan bagi banyak orang, sudah jelas-jelas dikatakan bahwa TUHAN tidak akan memberikan nama, hormat, dan kemuliaan-Nya, tapi mengapa semua itu ada pada Yesus ?

Semakin menarik ya pembahasan kita kali ini. Jangankan bagi kita yang hidup di jaman sekarang, orang-orang Yahudi yang hidup ketika Yesus di dunia sangat geram ketika Yesus mengatakan beberapa hal tentang diri-Nya, dan juga melalui tindakan-tindakan-Nya. Hal ini juga yang membuat orang Yahudi abad pertama mengambil batu dan ingin melempari-Nya. Mereka menuduh Yesus menghujat karena menyamakan diri-Nya dengan TUHAN. 

Dalam Injil Yohanes dikatakan : "Pada mulanya adalah Firman (Yesus Kristus); Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu (Yesus Kristus) adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan." (Yohanes 1:1-3).

Mungkin ada yang mengatakan bahwa itu adalah perkataan Yohanes, bukan perkataan Yesus. Namun Yesus mengatakan bahwa Dia adalah kekal, Dia sudah ada sebelum Abraham ada (Yohanes 8:58).

Paulus juga mengatakan bahwa Yesus Kristus ke-Ilahian-Nya  setara dengan Allah. "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (Filipi 2:5-8).

Pada ayat diatas Paulus sudah sangat jelas mengatakan bahwa Yesus Kristus setara/sama dengan Allah. Seperti biasanya, diantara kita pasti ada yang bertanya : "Itu kan kata Paulus, bukan kata Yesus?".  Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sangat sering dilontarkan, semua itu karena tidak memberikan hatinya untuk percaya. Iman Kristen adalah iman tanpa melihat. Tapi tidak ada salahnya kita menjawab pertanyaan tersebut. Dalam hal menjawab, alangkah lebih baiknya kita mempunyai patokan kepada Alkitab. Biarlah Alkitab yang menjawab Alkitab.

Setara dengan Allah berarti sama dengan Allah. Dalam Yohanes 10:30 dikatakan : "Aku dan Bapa adalah satu." Itu artinya sama dan setara, karena Yesus di dalam Allah dan Allah di dalam Dia. "Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;..." (Yohanes 14:11).

Dalam pembicaraan dengan murid-Nya, Yesus berkata bahwa jika murid mengenal Yesus Kristus, itu berarti mereka mengenal Allah. "Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia. Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri." (Yohanes 14:7-11)

Ternyata, para murid, yang rasul itu, juga tak mudah untuk mengenal Yesus Kristus dengan benar. Maka tak heran, jika manusia masa kini juga mengalami kebingungan dengan ke-Tuhanan Yesus Kristus.

Sekarang kita perhatikan dialog langsung Tuhan Yesus dengan murid-murid-Nya tentang siapa Dia. Ini dicatat oleh Matius dalam pasal 16:13-16. Tuhan Yesus bertanya kepada murid Nya, kata orang siapakah Dia? Beruntun jawabannya, ada yang berkata Yesus adalah Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia, atau salah seorang dari para nabi. Bayangkan betapa beraneka ragamnya pendapat orang tentang Tuhan Yesus pada jamannya. Bisa dibayangkan di jaman ini.

Ketika Tuhan Yesus bertanya, menurut kalian siapakah Aku ini? Maka Petrus menjawab: Engkaulah Mesias Anak Allah yang hidup. Dan, Tuhan Yesus berkata kepada Petrus: Berbahagialah engkau Petrus. Jelas Tuhan Yesus tak menyanggah bahwa Dia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Memang Dia tak mengucapkannya sendiri, tetapi pengakuan Petrus diresponNya dengan jelas, dengan menyebut Petrus berbahagia. Tapi mungkin, akan ada yang berkata, itukan tidak menunjukkan bahwa Dia Tuhan, melainkan Mesias! Sekalipun mengenai Mesias sangat jelas dalam PL, bahwa Dia adalah Yang Diurapi, Sang Kekal. Tapi baiklah, kita menerima keberatan itu. Sekalipun, sekali lagi, data-data di atas yang dikatakan Yohanes, Paulus, jelas menunjukkan ke-Tuhanan Yesus Kristus.  

Dan, ini adalah peristiwa setelah kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, Dia menampakkan diri kepada para murid. Di sana ada Thomas yang belum bertemu Tuhan Yesus setelah kebangkitan-Nya. Thomas tidak percaya kepada cerita para murid tentang kebangkitan, dan butuh pembuktian rasional (Yohanes 20:24-29). Di pertemuan itu, Thomas sangat terpana dengan realita yang ada. Yesus Kristus sungguh bangkit dari kematian. Ketika Yesus Kristus menyapa Thomas, dia tak berani menerima tantangan Yesus Kristus untuk meneliti diriNya. Thomas berseru dengan jelas: Ya Tuhanku dan Allah! Kalimat syahadat (pengakuan iman) Thomas tentang ke-Illahian. Jelas sekali, Yesus Kristus, disebut Tuhan (Kurios) dan Allah (Theos). Lalu apa reaksi Tuhan Yesus? Juga sangat jelas sekali: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang percaya sekalipun tidak melihat.” Yesus tak membantah bahwa Dia adalah Tuhan, Allah, bahkan mengiyakan pengakuan Thomas, yang agak terlambat itu. Tidakkah semua fakta ini lebih dari cukup untuk menjadi kesaksian bahwa Alkitab mencatat dengan jelas ke Illahian Yesus Kristus, bahkan sejak PL?

Dalam Matius 8:28-32, dengan jelas dikisahkan, bagaimana setan dengan jelas bisa mengenali Tuhan Yesus Kristus, sebagai anak Allah yang hidup, dan menjadi ketakutan. Agak aneh juga, karena setan dengan segera bisa mengenali Yesus dan memohon belas kasihan, sementara manusia, justru gagal total dan menyalibkan Dia. Hanya saja, setan memang tak pernah mempercayakan diri kepada Tuhan melainkan memberontak. Karena itu setan giat untuk mencari pengikut dengan memperdaya sebanyak mungkin orang untuk tak percaya kepada Tuhan Yesus, yang setan sendiri takuti.

Yakobus 2:19 juga mencatat tentang setan yang juga percaya bahwa Allah itu ada, dan gemetar, namun seperti yang disebut di atas, tak pernah menaklukkan diri. Coba pikirkan, jika setan saja mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan memohon belas kasihan, ketakutan. Mengapa? Karena setan memang dulu adalah penghuni surga yang diusir dari surga, karena pemberontakannya yang ingin sama dengan Allah. Dan, ide yang sama juga ditawarkannya kepada Hawa dan Adam. Celakanya, Hawa dan Adam memakan umpan setan sehingga juga menjadi terhukum.

Sementara, seorang serdadu Roma (kafir), pemimpin pasukan (terdidik), terpana dengan peristiwa di penyaliban Yesus Kristus, dan berkata dengan jelas: Sungguh Dia ini adalah Anak Allah (Matius 27:54). Luar biasa, kesaksian tentang Yesus Kristus; Mesias, Anak Allah, Tuhan dan Allah, terdapat di mana-mana di dalam Alkitab, dan keluar dari berbagai mulut, bahkan hingga setan sekalipun.  

Jika kita meneliti Alkitab, dan bersyukurlah bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang hidup. Dia tak mengucapkan itu dari mulut-Nya  sendiri, tetapi sebaliknya datang dari berbagai mulut (kesaksian yang mengiyakan), bahwa Dia adalah Yesus Kristus Tuhan.

Mari kita lihat beberapa perkataan Yesus yang menarik untuk dipelajari:

Yesus mengatakan : "Akulah gembala yang baik..." (Yohanes 10:11)
Perjanjian Lama mengatakan : "TUHAN adalah gembalaku." (Mazmur 23:1).

Yesus menyatakan bahwa Dia adalah hakim atas segala bangsa (Yohanes 5:27; Matius 25:31). 
Perjanjian Lama mengatakan : TUHAN adalah hakim segala bangsa. (Yoel 3:12).

Yesus mengatakan : "Akulah terang dunia" (Yohanes 8:12)
Perjanjian Lama mengatakan : ''TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu". (Yesaya 60:19).

Yesus berdoa kepada Bapa agar dipermuliakan dengan kemuliaan-Nya yang sudah ada sebelum dunia ada :"Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada". (Yohanes 17:5).
Perjanjian Lama mengatakan : "Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain". (Yesaya 48:11). Artinya kemuliaan Yesus sudah ada sebelum dunia ada, dan kemuliaan itu tidak akan pernah diberikan kepada yang lain.

Yesus mengatakan : "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa. (Wahyu 1:8). "...Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,..." (Wahyu 1:17)
Perjanjian Lama mengatakan : "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku." (Yesaya 44:6).

Dari ayat-ayat diatas dapat kita simpulkan bahwa Yesus adalah TUHAN. Yesus adalah terang, Yesus adalah hakim, Yesus adalah yang awal dan yang akhir, Yesus adalah gembala, dan kemuliaan-Nya sudah ada sebelum dunia ada.

Pernyataan keilahian Yesus yang sangat jelas terdapat di Yohanes 8:58 ~ "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada". Orang Yahudi tanpa ragu-ragu mengerti maksud perkataan ini. Mereka tahu bahwa Yesus tidak hanya menyatakan keberadaan-Nya sebelum Abraham, tetapi Yesus juga menyatakan diri-Nya sama dengan Tuhan. Ini yang menyebabkan mereka mengambil batu hendak melempari Yesus. 

Selain itu, dalam beberapa peristiwa, Yesus juga menyatakan diri-Nya adalah Tuhan dengan cara yang lain, antara lain dalam hal memberikan pengampunan dosa. Sudah tentu ini adalah suatu pekerjaan yang hanya bisa dilakukan Tuhan. 

Dalam Markus 2:10-11, Yesus melakukan mujizat sekaligus memberikan pengampunan dosa: "Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--: Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"


Yesus juga menyatakan bahwa Dia mempunya kuasa kehidupan, kuasa yang hanya dimiliki TUHAN saja :
 "Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya." (Yohanes 5:21).

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup." (Yohanes 5:25).


Yesus mengatakan bahwa 'supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.' (Yohanes 5:23)

Dalam kategori yang sama Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, "...percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku." (Yohanes 14:1)

Tanpa ada keraguan sedikitpun, Yesus telah menyatakan diri-Nya sejajar dengan Allah.