Tampilkan postingan dengan label KHOTBAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KHOTBAH. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juni 2018

JATUH KE DALAM LUBANG YANG SAMA

Ayat Alkitab : "Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi!" (1 Korintus 15:34)



Mungkin Saudara pernah mendengarkan peribahasa: ”Keledai tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.” Artinya: orang yang bodoh tidak akan berbuat kesalahan yang sama.
Kalimat ini berarti bahwa keledai sendiri belajar dari pengalaman. Pengalaman hidup di masa lampau. Saya rasa di sinilah kita perlu belajar dari keledai, yang senantiasa belajar dari pengalaman.
Tapi kenyataannya, berapa sering kita jatuh ke dalam lubang yang sama? Kerapkali manusia mudah jatuh mengulangi kesalahan yang pernah mereka perbuat sebelumnya, dan biasanya dilakukan tanpa sadar.

Menyesal, tapi jatuh lagi, begitu berulang-ulang. Biasanya kita mengarah kepada sifat atau kebiasaan yang sepertinya sulit untuk dirubah.

Jika demikian, tentu kesadaran memegang peranan penting agar kita tidak terus-terusan jatuh ke dalam jebakan yang sama. Tidak sadar atau sedikit saja lengah bisa membawa banyak kerugian baik bagi hidup kita maupun bagi perkembangan iman kita menuju keselamatan yang kekal.
Kesadaran itu sangatlah penting. Firman Tuhan berkata: "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8).

Ayat ini dengan jelas mengatakan bahwa iblis hanya bisa mencari orang yang dapat ditelannya. Iblis tidak bisa serta merta mempengaruhi kita apabila tidak ada celah yang terbuka untuk dia masuki. Tanpa adanya celah, iblis hanya bisa berputar-putar di luar saja. Apabila roh kita lemah, kita rentan untuk diserang oleh berbagai macam jebakan.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk senantiasa berjaga-jaga dan berdoa. "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah." (Matius 26:41, Markus 14:38).

Berjaga-jaga tidak akan bisa dilakukan oleh orang yang setengah sadar. Orang yang setengah sadar biasanya lengah. Lewat Paulus kita diingatkan seperti ini: "Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi!" (1 Korintus 15:34).

Perhatikan bahwa kita di ingatkan bukan hanya sekedar sadar, bukan setengah sadar, bukan pula pura-pura sadar, tetapi sadar dengan sebaik-baiknya. Itulah akan menutup segala celah sehingga kita tidak terus menerus jatuh ke dalam lubang dosa yang sama.

Kita seharusnya sadar hakekat diri kita saat ini yang sudah ditebus, "yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." (Efesus 4:22-24).

Kita juga diingatkan agar selalu mampu "menanggalkan semua beban dosa yang begitu merintangi kita dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita." (Ibrani 12:1).
Setiap saat dosa bisa memperlambat atau bahkan menghentikan langkah kita. Iblis selalu siap menjebak kita masuk ke dalam jeratnya kapan, dimana dan bagaimanapun.

Hanya dengan kesadaran yang sebaik-baiknyalah kita bisa terhindar dari itu semua. Sulit? Tentu saja, sebab kedagingan kita yang lemah bisa membuat kita tergoda terhadap berbagai bentuk dosa terutama yang sudah pernah atau dulu sering kita lakukan.

Tapi ingatlah bahwa kita bukan bergantung pada kekuatan kita sendiri, tapi Roh Allah-lah yang akan memampukan kita. Namun itu akan sulit terjadi apabila kita belum sadar sepenuhnya mengenai siapa sejatinya diri kita hari ini dan bagaimana seharusnya kita hidup dalam sebagai manusia yang baru.
Kesadaran yang bukan ala kadarnya tapi sebaik-baiknya mutlak kita jaga agar bisa waspada dari berbagai jebakan dosa termasuk kebiasaan-kebiasaan lama yang kerap menggiring kita kembali kesana.

Sadarilah baik-baik bahwa kita sudah ditebus dan dianugerahkan kedudukan tinggi sebagai anak-anak Allah. Itu tidak akan pernah sebanding dengan berbagai kenikmatan sementara yang mengandung banyak kecemaran. Jadi kita harus benar-benar sadar sepenuhnya, sebaik-baiknya dan tidak berbuat dosa lagi.

Miliki tekad hari ini untuk berjalan dalam kesadaran penuh sesuai kedudukan kita yang benar di hadapan Allah. Jika anda merasa khawatir dengan kemampuan anda untuk mencegah kembalinya dosa-dosa lama, Firman Tuhan berkata: "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." (1 Petrus 5:7).

Hendaklah kita semua sadar,dengan sebaik-baiknya agar kita bisa menerima berkat Tuhan sepenuhnya tanpa halangan dan terhindar dari resiko buruk bagi masa depan kita.

Jangan sadar sekedarnya tapi sadarlah sepenuhnya.

GOD BLESS...



Kamis, 19 November 2015

Mengapa Banyak Yang Dipanggil Tetapi Sedikit Yang Dipilih ?


Ayat Alkitab : Matius 22:1-14
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.(Matius 22:14).

Kenapa dipanggil tapi tidak dipilih? Mungkin pertanyaan ini sering kita dengar atau bahkan kita sendiri pernah menanyakannya.

Jika kita mau sedikit lebih mengerti tentang kehendak Tuhan, kita akan mengerti arti kalimat diatas.
Seperti kita ketahui bahwa YESUS sering memakai perumpamaan dalam pengajaran-Nya untuk menggambarkan seperti apakah Kerajaan Sorga itu. Lebih dari sepertiga pengajaran Yesus di Injil dalam bentuk perumpamaan. 

Perumpamaan adalah pengajaran dalam bentuk cerita–cerita yang bermaksud untuk menjelaskan hal-hal yang tersembunyi, khususnya cerita-cerita yang mengandung hal-hal yang nyata dalam kehidupan manusia sehari-hari-hari. 

Sekarang mari kita pelajari perumpamaan Tuhan Yesus yang tertulis dalam Matius 22:1-14.  Ada beberapa respon dari orang-orang yang diundang untuk datang masuk Kerajaan Sorga yaitu :

1. Tidak Mau Datang 

Banyak yang diundang tapi mereka menolak untuk datang (Matius 22:1-3). Berita tentang Kerajaan Sorga pertama kali ditujukan kepada orang-orang Yahudi, bangsa pilihan Allah. Mereka adalah orang-orang yang telah diundang, tetapi mereka menolak dan tidak mau datang. 

Perhatikan ayat 3 : Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang

Apa maksud “memanggil orang-orang yang telah diundang”? Ini adalah kebiasaan Timur yang terdiri atas undangan pertama dan undangan kedua pada saat perayaan. Orang-orang yang diundang, jelas disini adalah orang-orang Israel, namun tidak ada yang mau datang. Tamu-tamu yang istimewa ini adalah bangsa Israel yang menantikan Mesias seperti yang dinubuatkan dalam PL, namun ketika perjamuan kawin sudah siap, Mesias sudah datang, mereka (terus menerus) menolak untuk datang, menolak untuk percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang diutus Allah, Anak Allah , Firman Allah yang telah menjadi manusia (Yoh 1:1,14), baca Matius 23: 37-38.

2. Tidak Peduli Dengan Hal Rohani Kerajaan Surga 

Perhatikan ayat 4-5 : Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, .... 

Dari ayat 4-5 kita bisa lihat, sang raja menyuruh hamba-hambanya untuk mengundang mereka lagi, namun mereka juga menolak undangan kedua ini, orang-orang ini tidak mengindahkannya, menganggap Kerajaan Surga itu tidak penting, hal yang rohani yang berhubungan dengan keselamatan setelah mati tidak penting, mereka lebih mementingkan ladangnya, usahanya (bisnis, dagang) yang sifatnya sementara.


3. Memberontak Dengan Kekerasan

Perhatikan ayat 6 : dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.

Undangan kedua dari raja ini melalui hamba-hambanya kepada orang Israel malah dibalas dengan kekerasan, mereka menangkap hamba-hamba tersebut, menyiksa, dan membunuh mereka. Bandingkan perlakukan orang Yahudi terhadap Yohanes pembaptis (Matius 21:25), Stefanus (Kisah 7:59), Yakobus (Kisah 12:2) bahkan terhadap Tuhan Yesus sendiri, disalibkan sampai mati. Yesus mengecam pemberontakan Israel ini dalam Mat 23: 33-34.

Akibat dari penolakan, ketidak pedulian bahkan pemberontakan dengan kekerasan dari Israel, yang adalah umat pilihan Allah maka pada Ayat 7, raja itu murka, dan memerintahkan pembinasaan kota mereka. Banyak penafsir mengatakan ini adalah sebuah nubuat tentang penghancuran Yerusalem pada tahun 70 Masehi. Tentara Roma dibawah pimpinan Jenderal Titus didalam perumpamaan ini dianggap sebagai alat Allah (pasukanNya). 

4. Menerima Undangan Tapi Tidak Bertanggung Jawab

Perhatikan ayat 8-10 : Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.

Pada ayat 8-10, Raja itu memerintahkan hamba-hambanya utuk pergi ke persimpangan-persimpangan jalan (undangan ketiga). Pada umumnya yang dimaksudkan disini adalah pemberitaan Injil Kerajaan Allah bagi orang-orang non-Yahudi, tidak eksklusif lagi kepada bangsa Yahudi tetapi semua suku bangsa di undang (Mat 28: 19-20) yang tampaknya jelas, demikian juga dalam Lukas 14:23).

Masalahnya walaupun Allah meluaskan undangan ANUGERAH KESELAMATAN dari Kerajaan Surga melalui Yesus Kristus kepada semua suku bangsa secara universal, tidak eksklusif kepada bangsa Yahudi, di dalam Yesus Kristus tidak ada etnocentris dalam Kerajaan Surga, bukan berarti undangan anugerah itu meniadakan tanggung jawab moral dan etika dan syarat-syarat kebenaran untuk menjadi warga Kerajaan Sorga.

Kita lihat pada ayat 11, ketika raja itu masuk bertemu dengan tamu-tamu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Hai, saudara, bagaimana engkau masuk kemari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. 

Saudara-saudara, kalau di gereja orang-orang Kristen yang sudah menerima anugerah keselamatan dan hanya diajarkan “sekali selamat tetap selamat”, “once saved is always saved”, ( Perseverence of the Saints), mengabaikan tanggung jawab untuk menjaga kekudusan, hidup dalam kekudusan oleh Roh Kudus (Progressif Sanctification), membenci dosa, tidak hanya menekankan satu sisi dari koin, yaitu posisi kekudusan dalam Kristus, pembenaran dalam Kristus, akibatnya orang-orang ini masih bisa berdalih, mencari-cari alasan. 
  • Mengapa tidak pergi ibadah? Sibuk.
  • Mengapa mabuk-mabukan? Biar aliran darah lancar.
  • Mengapa berjinah? “Kan roh penurut daging lemah”.
  • Mengapa berkata-kata kotor? Cuma bercanda.
  • Mengapa berkelahi? Dia lebih dulu yang salah.
  • Mengapa nonton pornografi? “Kan hiburan sekali-sekali”
  • Atau memakai alasan doktrin teologis “Sekali Selamat Tetap Selamat” walaupun hidupnya ”seperti pakaian compang-camping”.
Orang-orang seperti ini harus di ingatkan ayat ini : “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya” Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci (1 Yoh 3:3) atau ayat ini “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan (Ibrani 12 : 14). 

Ketika nanti kita akan bertemu dengan Sang Raja dari segala raja dan Dia bertanya tentang tanggung jawab kita selama di dunia, masih bisakah kita berdalih? Mengerikan sekali kalau kita berpikir kita sudah siap masuk surga tapi ditolak oleh Tuhan, …ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu kedalam kegelapan yang paling gelap, disanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Neraka itu nyata! Tidak hanya sorga itu nyata. 

Bertobatlah sebelum terlambat! Yesus memperingatkan: “Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih! Ini adalah maksud utama dari perumpamaan ini, (bandingkan dengan Mat 20:16, orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yg terakhir).

Karena Yesus sendiri sudah memperingatkan walaupun banyak yang diundang, banyak yang dipanggil, bangsa Yahudi sekalipun, yang adalah bangsa pilihan Allah, bisa ditolak, tidak dipilh, karena respon mereka yang salah terhadap Yesus, Mesias yang mereka nanti-nantikan, begitu juga kita jangan sampai kita menolak untuk datang kepada Yesus, tidak peduli dengan Yesus, berontak kepada Yesus, dan tidak bertanggung jawab sebagai orang Kristen yang sudah menerima anugerah penebusan, akibatnya adalah kita bisa tidak dipilih untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.
 

Kamis, 10 September 2009

KHOTBAH

KUMPULAN KHOTBAH

  • KHOTBAH 1
  • KHOTBAH 2
  • KHOTBAH 3
  • KHOTBAH 4
  • KHOTBAH 5
  • KHOTBAH 6
  • KHOTBAH 7
  • KHOTBAH 8
  • KHOTBAH 9
  • KHOTBAH 10
  • KHOTBAH 11
  • KHOTBAH 12
  • KHOTBAH 13
  • KHOTBAH 14
  • KHOTBAH 15
  • KHOTBAH 16
  • KHOTBAH 17
  • KHOTBAH 18
  • KHOTBAH 19
  • KHOTBAH 20
  • KHOTBAH 21
  • KHOTBAH 22
  • KHOTBAH 23
  • KHOTBAH 24
  • KHOTBAH 25
  • KHOTBAH 26
  • KHOTBAH 27
  • KHOTBAH 28
  • KHOTBAH 29
  • KHOTBAH 30