Tampilkan postingan dengan label Minyak dan Anggur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minyak dan Anggur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 November 2012

Kuasa Minyak dan Anggur

Ditulis oleh : Samuel Sadusi

Minyak dan Anggur akhir-akhir ini menjadi seperti sebuah kontroversi dalam umat Kristen. Ada yang percaya akan Kuasanya dan banyak juga yang tidak percaya. Memang segala sesuatu tidak bisa dipaksakan kepada seseorang untuk dapat mempercayai hal-hal yang baru baginya, apalagi menyangkut soal IMAN. Iman seseorang bisa timbul setelah ia mendengar secara langsung, melihat, dan mengalami sendiri tentang hal tersebut. Seperti yang dikatakan dalam Roma 10:17 - "Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."

Sebenarnya sejak dulu minyak sudah sering digunakan untuk berbagai kalangan, termasuk kalangan gereja. Sebelum saya menjelaskan "Mengapa Ada Kuasa Dibalik Minyak dan Anggur", kita akan melihat kalangan orang-orang yang sudah menggunakan minyak sejak dahulu.  

Kalangan Suku Primitif

Masyarakat Aborigin di Australia percaya bahwa perbuatan baik dari seseorang yang terbunuh dapat dipindahkan kepada mereka yang masih hidup bila mereka menggosok diri mereka dengan lemak dari bagian perut si mati. 
Orang Arab di Afrika Timur meminyaki diri mereka dengan lemak singa untuk mendapatkan keberanian serta melahirkan rasa hormat di kalangan binatang terhadap diri mereka. Upacara-upacara ini seringkali disertai dengan memakan si korban sendiri yang kebaikannya diperebutkan. Lemak manusia mempunyai daya magis di seluruh dunia, karena, seperti dikatakan oleh R. Smith, setelah darah, lemak secara khusus diyakini sebagai perantara dan tempat kedudukan kehidupan.

Umat Hindu menganggap mentega yang dibuat dari susu sapi itu suci, binatang yang dianggap suci di kalangan umat Hindu. Mentega ini digunakan untuk meminyaki rumah yang baru dibangun, orang yang dikuasai oleh roh jahat disembuhkan dengan mengolesinya dengan mentega dari kepala hingga kaki. Mengolesi dengan minyak - dapat pula dengan darah - juga merupakan bagian dari ritual penobatan raja-raja Hindu.

Tradisi Dalam Alkitab

Bagi bangsa Ibrani, pengurapan dengan minyak adalah penting dalam pengudusan seseorang atau sesuatu untuk dipergunakan oleh Allah. Karena itu dilakukan upacara pengurapan imam agung (Keluaran 29:29; Imamat 4:3) dan bejana-bejana suci (Keluaran 30:26). Minyak dijadikan untuk pengobatan dan juga penguburan. Jika seseorang sedang sakit, minyak digunakan sebagai obat dengan diberikan kepada yang sakit, atau diolesi pada luka. (Mazmur 109:18; Yesaya 1:6; Markus 6:13; Yakobus 5:14).

Yesaya 21:5 menyebutkan sebuah ungkapan “mengurapi perisai", hal ini merujuk kepada upacara menggosokkan minyak pada kulit perisai untuk menjadikannya lentur dan layak digunakan dalam perang.

Mari kita perhatikan ayat yang tertulis dalam Markus 14:8 dan Lukas 23:56 :

Markus 14:8 : "Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku".

Lukas 23:56 : "Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat."

Dari kedua ayat diatas dapat kita lihat bahwa pada jaman itu, orang yang sedang sakit dan waktunya sudah tidak lama lagi, mungkin karena sakit keras atau mungkin karena usia yang sudah tua, dioleskan minyak. Hal ini dapat kita lihat ketika Tuhan Yesus berkata dalam Markus 14:8, "Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku". Selain itu, kebiasaan orang-orang Yahudi kala itu adalah mengurapi atau meminyaki jenazah orang yang meninggal (Lukas 23:56).


Meminyaki juga merupakan sebuah tindakan untuk menunjukkan sikap ramah tamah, dapat kita lihat dalam Lukas 7:38, ketika Yesus diminyaki di rumah orang Farisi.

Kebiasaan di kalangan orang Yahudi untuk meminyaki diri mereka dengan minyak juga sebagai cara untuk menyegarkan tubuh mereka (Ulangan 28:40; Rut 3:3; 2 Samuel 14:2; Mazmur 104:15, dll.).

Bangsa Yunani kuno juga mempunyai kebiasaan yang serupa. Kebiasaan ini berlanjut di kalangan bangsa Arab hingga sekarang ini.

Mesias

Dalam Perjanjian Lama, Sang Penebus dua kali disebut sebagai "Yang Diurapi" atau Moshiach (Mazmur 2:2; Daniel 9:25, 26), karena ia diurapi dengan Roh Kudus (Yesaya 61:1) yang dalam teksnya, merupakan ungkapan kebangsawanan dan kebesaran. Yesus dari Nazaret adalah Yang Diurapi, Moshiach dari Tanakh (Yohanes 1:41; Kisah 9:22; 17:2, 3; 18:5, 28). Kata Kristus adalah sebuah gelar yang berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu Christos, yang berarti "YANG DIURAPI" (lebih tepat diterjemahkan yang penuh dengan minyak).


Para Imam dan Raja

Imam Agung dan raja kadang-kadang disebut sebagai "yang diurapi" (Imamat 4:3,5,16; 6:20; Mazmur 132:10). Para nabi juga diurapi (1 Raja-raja 19:16; 1 Tawarikh 16:22; Mazmur 105:15).

Mengurapi raja sama dengan menobatkannya. Di Israel raja tidak membutuhkan mahkota (1 Samuel 16:13; 2 Samuel 2:4, dll.). Jadi Daud diurapi sebagai raja oleh nabi Samuel:

Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama. - 1 Samuel 16:13.

Raja-raja Perancis mengenakan fleur-de-lis sebagai lambang baptisan kemurnian ketika Raja Frankia Clovis I memeluk agama Kristen pada 493.



Di jaman Kisah Para Rasul, orang sakit diminyak agar menjadi sembuh.

Yakobus 5:14-15

14 - "Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan."

15 - "Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni."

Gereja Katolik Roma dan Ortodoks Timur

Di kalangan Gereja Katolik Roma dan Ortodoks Timur, minyak adalah bagian dari sakramen dari Pengurapan orang sakit. Minyak yang telah dikuduskan juga digunakan dalam upacara penguatan, atau seperti yang kadang-kadang disebut (khususnya di kalangan Gereja-gereja Ortodoks Timur dan Katolik Ritus Timur), krisma, dari kata bahasa Yunani krisma (χρίσμα), yang artinya sarana dan tindakan perminyakan. Gereja-gereja Timur melaksanakan sakramen krisma langsung setelah sakramen baptisan dalam upacara yang sama. Orang Kristen Ortodoks dapat meminta krisma ulangan kapan saja, tetapi biasanya hal ini dilakukan pada masa Minggu Palmarum.

Penyucian minyak di kalangan Gereja Ortodoks

Di antara Gereja-gereja Ortodoks Timur, Myron (Μύρον, minyak suci) untuk pengurapan dipersiapkan secara teratur oleh Patriarkhat Ortodoks (seperti misalnya Gereja Konstantinopel dan oleh berbagai pemimpin administrasi otosefalus (mis. Gereja Ortodoks di Amerika). Penyucian minyaknya dilakukan pada Minggu Palmarum, dan setelah itu, minyaknya didistribusikan ke Gereja-gereja Ortodoks di lingkungan wilayah administrasinya. Myron dibuat dari minyak zaitun dan resep pengharumnya (myra) yang dirahasiakan yang dicampurkan ke dalamnya.


Kata "pengurapan" banyak digunakan di kalangan orang-orang Kristen Pentakosta untuk merujuk kepada kuasa Allah atau Roh Allah yang tinggal di dalam diri seorang Kristen. Penggunaan ini juga terjadi dari waktu ke waktu dalam Alkitab (mis. dalam 1 Yohanes 2:20). Suatu ungkapan yang populer khususnya adalah "pengurapan yang mematahkan kuk", yang diambil dari Yesaya 10:27:

Pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakkan mereka atas tengkukmu akan lenyap.

NIV menerjemahkan ayat ini demikian, "the yoke will be broken because you have grown so fat" (“beban akan dipatahkan karena engkau telah menjadi begitu gemuk”).

Konteks ayat ini merujuk kepada beban Sanherib, dan bagaimana penindasannya dipatahkan oleh sifat Hizkia yang dikatakan lembut seperti minyak.

Minggu, 01 Januari 2012

Perjamuan Kudus dan Minyak Urapan

Mengapa harus Perjamuan Kudus dan Minyak Urapan ? Pertanyaan ini seringkali ditanyakan. Dalam kesempatan ini, saya akan mencoba memaparkan sesuai dengan pandangan Alkitab. Pada tulisan kali ini, kita akan mempelajari apa yang diberikan kepada Adam sesuai Firmannya.
Dalam Kejadian 1:26-28 dikatakan :
Ayat 26 - Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Ayat 27 - Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Ayat 28 - Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
Dari ayat di atas, apa yang terjadi akibat dosa ?

Ayat 26 : Berfirmanlah Allah : “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa :
  • atas ikan-ikan di laut
  • dan burung – burung di udara
  • dan atas ternak
  • dan atas seluruh bumi
  • dan atas segala binatang melata yang merayap
Pada kenyataan sekarang ini dapat kita lihat akibat dari dosa  :
  • Manusia banyak yang alergi kepada ikan laut
  • Manusia banyak yang mati karena flu burung
  • Manusia mengalami berbagai penyakit karena ternak
  • Manusia banyak mengalami kematian akibat alam
  • Manusia dikalahkan setan-setan, ular melata gambaran setan
Ayat 27 : “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.


Dari ayat di atas, akibat dosa sekarang ini :
  • Banyak orang Kristen hidup sebagai Lesbian dan Gay, maupun penyimpangan sexual.
  • Banyak orang Kristen terikat Narkoba, drugs, nikotin, maupun alkohol
  • Banyak orang Kristen yang kehidupannya hancur dalam kehidupan yang rusak, dan banyak perkawinan yang hancur dan keluarga yang porak-poranda
Ayat 28 : Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka :
  • Beranakcuculah dan bertambah banyak
  • Penuhilah bumi dan taklukkanlah itu
  • Berkuasalah atas ikan-ikan di laut
  • Dan burung-burung di udara
  • Dan atas segala binatang yang merayap di bumi
Pada kenyataan sekarang ini dapat kita lihat akibat dari dosa  :
  • Banyak manusia mandul dan mengalami keguguran
  • Banyak anak-anak yang mati karena penyakit
  • Banyak yang mengembara tidak memiliki tanah di bumi
  • Banyak manusia dikalahkan penyakit dan dikalahkan setan
Sesungguhnya adalah kehendak BAPA di Sorga sejak awal dunia manusia diciptakan untuk : berkuasa, untuk memerintah, untuk berdaulat, untuk menguasai, untuk menjadi tuan atas semua ciptaan di bumi, untuk menjadi raja atas kerajaan Tuhan di bumi.

Pada awalnya, tujuan Tuhan Yang Maha Pencipta, manusia dan keturunannya berada di bumi sebagai perpanjangan kuasa Bapa Sorgawi di bumi. Manusia adalah manusia Sorgawi yang berkuasa dan memerintah di bumi sebagai milik dari Bapa di Sorga, manusia menjadi perwakilan Tuhan di bumi, manusia menjadi tuhan yang natural di bumi dari Tuhan yang Supranatural yang terlihat di Sorga. Manusia adalah perwakilan dari Tuhan yang Supranatural yang tidak kelihatan di dunia fisik yang natural yang kelihatan.

Akibat dosa, kenyataan sekarang ini : manusia dalam berbagai penderitaan di akhir jaman ini, bahkan banyak orang yang sekalipun percaya Tuhan Yesus sebagai Tuhan, hidup dalam penderitaan dan sakit penyakit serta mengembara, terikat berbagai kuasa kegelapan dan merana. Tidak semua orang benar-benar menyadari akan hal tersebut diatas, itu sebabnya mereka melakukan hal-hal yang baik dan rohani tetapi tidak dapat menggenapi kehendak Bapa di Sorga sebagai akibatnya :

Banyak orang yang sibuk mencari Tuhan bahkan banyak pengajaran tentang mencari Tuhan padahal Tuhan tidak pernah hilang dari kehidupan manusia, tetapi kemuliaanNya yang tidak ada lagi dalam kehidupan manusia, manusia yang berdosa tidak lagi dapat menyatakan kemuliaan-Nya dalam kehidupan di bumi.

Apa yang sesungguhnya Hilang ketika Adam jatuh dosa?

  1. Kemuliaan Tuhan – Bukan – Tuhan
  2. Persekutuan dengan Tuhan – Bukan – Agama
  3. Kuasa dan Berkat – Bukan – Usaha dan Pekerjaan
  4. Kehidupan Spritual – Bukan – Kehdupan Jasmani
  5. Damai Sejahtera dan Kesehatan – Bukan – Kesenangan
  6. Rumah di bumi – Bukan – Rumah di Sorga

Manusia perlu pengurapan dari Tuhan Yesus untuk kembali memiliki kemuliaanNya.
DENGAN MINYAK URAPAN DAN PERJAMUAN KUDUS YANG BENAR, MAKA MANUSIA KEMBALI MENERIMA KEMULIAAN YESUS KRISTUS.


Hakim 9:9,13

Ayat 9 - Tetapi jawab pohon zaitun itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?

Ayat 13 - Tetapi jawab pohon anggur itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?


Yohannes 17:22-23

Ayat 22 - Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Ayat 23 - Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Ketika Tuhan Yesus disalib, Ia disalibkan dalam keadaan telanjang artinya tidak ada kemuliaan, tetapi sesungguhnya tubuh-Nya berlumuran darah yang begitu hebat dari ujung kepala sampai ke kaki.

DARAH ! Bahkan kitab Yesaya menggambarkan bahwa orang tidak ingin memandang rupa-Nya lagi, di kitab Mazmur 22 dikatakan tulang-Nya dapat dihitung, tubuh-Nya tercabik-cabik. Jadi, saat Tuhan Yesus diatas kayu salib menyerahkan nyawa-Nya, Ia tidak telanjang lagi tetapi tubuh-Nya tertutup DARAH-NYA YANG KUDUS!

Diatas kayu salib, Yesus menanggung kehinaan, tetapi DARAH-NYA yang MULIA menutupi ketelanjangan manusia. HANYA DENGAN DARAHNYA, HANYA DENGAN KUASA PERJAMUAN KUDUS MANUSIA MULIA BEBAS DARI KETELANJANGAN! PERJAMUAN KUDUS MENGEMBALIKAN KEMULIAAN TUHAN DALAM HIDUP MANUSIA.

Banyak orang sibuk terus mempermasalahkan tentang agama yang baik, agama yang tidak percaya Yesus maupun agama yang percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juru Slamat. Namun sesungguhnya manusia tidak pernah kehilangan agama, sejak Adam dosa manusia sudah kehilangan persekutuan dengan BAPA dipulihkan hanya dengan DARAH YESUS ada pendamaian dengan BAPA di Sorga.

Tuhan Yesus memerintahkan Pdt. Yesaya Pariadji untuk mengembalikan Kuasa Perjamuan Kudus, agar Persekutuan dengan Bapa dipulihkan. Dengan Kuasa Perjamuan Kudus kita dengan Tuhan Yesus diperdamaikan menjadi satu, sempurna menjadi satu.

Yohannes 6:55:56

Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia tinggal di dalam AKU dan AKU tinggal dalam dia.

Yohannes 17:21,23

Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku, Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Kolose 1:20
Dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di Sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

Banyak orang terus hidup dalam tekanan stress dan depresi karena kebangkrutan usaha dan kehilangan pekerjaan, juga orang-orang yang menyatakan diri sebagai anak-anak Tuhan berada dalam keadaan stress dan depresi karena kebangkrutan dan pengangguran. Mereka sama-sama mencari usaha baru dan mencari pekerjaan. Tetapi sesungguhnya yang dibutuhkan manusia adalah Kuasa dan Berkat, bukan usaha, pekerjaannya, atau memiliki usaha dan pekerjaan tetapi mereka harus bekerja keras dan membawa hasil yang kurang.

Dengan Minyak dan Anggur Tuhan menjanjikan tidak akan lapar, bahkan Tuhan menyediakan sarapan bagi murid-murid. Dengan Minyak Anggur kita dibebaskan dari kutuk kerja keras.

Yohannes 21:12-13

Kata Yesus kepada mereka : “Marilah kita sarapan” Tidak ada diantara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu bahwa Dia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.

Wahyu 6:6-8

Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengan keempat makhluk itu berkata : “Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan Minyak dan Anggur itu.” Dan ketika anak Domba itu membuka materai yang ke empat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata : “Mari!” dan aku melihat : sesungguhnya ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya adalah bernama maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.

Di dalam Perjamuan Kudus ada kuasa yang lebih dari roti manna. Tuhan Yesus berkata : “Akulah Roti Hidup!”, jika roti manna memberkati bangsa Israel setiap hari, Kita Perlu Perjamuan Kudus setiap hari untuk bebas dari bangkrut, miskin, pengangguran, kutuk kerja keras, bahkan bebas sakit penyakit.

Yohannes 6:48-51

Akulah roti Hidup. Nenek moyang mu telah makan manna di adang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari Sorga : Barang siapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari Sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan kuberikan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Dengan Minyak urapan Kutuk dihancurkan dan kuk dipatahkan. Dengan pengurapan dari Tuhan Yesus yaitu Minyak Urapan manusia dilepaskan dari kutuk dan kuk perhambaan.

Yesaya 10:27

Pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakkan mereka atas tengkukmu akan lenyap oleh Minyak Urapan.”

Upah Dosa adalah maut tetapi Adam masih hidup 930 tahun sesudah Ia jatuh dosa. Jadi sesungguhnya yang Tuhan maksudkan dengan maut adalah keterpisahan manusia dengan Tuhan. Jadi yang disebut maut sesungguhnya adalah kematian spiritual. Juga Tuhan maksudkan kebangkitan orang mati pada akhir zaman juga adalah kebangkitan rohani. Jadi sekarang ini banyak orang yang hidup bahkan percaya kepada Tuhan Yesus tetapi rohani / spiritnya mati.

Yohanes 6:54

Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku Ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.

Dengan Perjamuan Kudus yang benar, Tuhan Yesus memberikan kuasa atas maut dan kuasa kebangkitan di akhir zaman, termasuk Kita yang percaya Kuasa Miyak Urapan dan Anggur. Kita diberi kuasa bangkit pada akhir zaman ini. Artinya orang-orang yang memiliki kehidupan secara roh karena memiliki persekutuan dengan Tuhan Yesus melalui perjamuan kudus.

Manusia mencari kesenangan dalam hidup, untuk memenuhi kehidupannya yang hampa, yang penuh tantangan dan penderitaan, namun tidak memiliki damai sejahtera. Tetapi sesudah kesenangan itu berakhir mereka tetap hidup dalam penderitaan dan sakit-penyakit.

Yohanes 14:27

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera kuberikan padamu, dan apa yang kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Yohannes 16:33

Semua itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku.
Dalam dunia menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Hanya dengan Kuasa Darah-Nya kita memperoleh damai sejahtera dan kesembuhan yang sempurna. Melalui Perjamuan Kudus yang benar Tuhan Yesus memberi damai sejatera-Nya dan menyatakan bahwa dunia telah dikalahkan, ayat-ayat dalam Yohannes 14 dan 16, Tuhan Yesus sesudah melakukan Perjamuan Kudus dengan murid-muridNya. Oleh Kuasa darah Yesus yang mengalir dari TubuhNya yang hancur kita memperoleh damai sejahtera di dalam terjemahan NKJV dikatakan “The Chastisement for our peace was upon Him”, artinya cambukan di tubuh Yesus untuk mendatangkan damai sejahtera bagi kita, dan oleh bilur-bilur-Nya kita telah disembuhkan.

Firman Tuhan kepada Adam untuk menguasai bumi bukan menguasai Sorga, Adam diusir dari Taman Eden kehilangan rumah di bumi, Tuhan menjanjikan Abraham memiliki Tanah Perjanjian bukan Sorga, Tuhan mengutus Musa untuk memimpin umat-Nya Israel untuk masuk ke tanah Perjanjian, doa Yesus sendiri mengajarkan murid-murid berdoa supaya datanglah Kerajaan Sorga di bumi seperti di Sorga. Manusia fokus tentang Sorga, Tetapi Sesungguhnya Tuhan Fokus tentang manusia dan tentang bumi.

Dengan Kuasa Darah Yesus kita telah dibebaskan dari segala kutuk dan diberi kemenangan. Melalui Perjamuan Kudus kita menerima perjanjian yang baru yang dimateraikan di dalam Darah-Nya.
Yosua 5:13-15 “Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya kepadaya : “Kawankah Engkau atau lawan?” Jawabnya : “Bukan, tatapi akulah panglima Balatentara Tuhan. Sekarang aku datang.” Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya : “Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?” dan panglima Balatentara Tuhan itu berkata kepada Yosua “Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus.” Dan Yosua berbuat demikian.

Panglima Bala Tentara Tuhan datang menyertai Yosua untuk menaklukkan seluruh Tanah Perjanjian sesudah Yosua merayakan Paskah dan melakukan sunat.

Dengan Kuasa Perjamuan Kudus setiap jengkal tanah yang kita injak dengan telapak kaki kita diberikan Tuhan kepada kita. Karena dengan Perjamuan Kudus kita masuk ke dalam semua perjanjianNya dan Tuhan Yesus memberi jaminan kemenangan, Panglima Bala Tentara Sorga yaitu Tuhan Yesus sendiri hadir memberkati kita dimanapun kita berada.

Semua manusia berharap mati masuk Sorga, pengajar-pengajar ke kristenan mengajarkan keselamatan di dalam Kristus memberi kita hidup kekal masuk Sorga ketika kita mati. Tetapi kehendak BAPA di Sorga kita yang diselamatkan bukan hanya mati masuk sorga saja, tetapi hidup di bumi sebagai warga kerajaan sorga yang berbuah banyak. Jadi kuasa kerajaan sorga dinyatakan dalam kehidupan kita sehari-hari, yaitu kehidupan yang penuh kuasa dan kemuliaan menyatakan kuasa dan kemuliaan Tuhan Yesus di bumi seperti di sorga.

Wahyu 1:5-6

”Dan dari Yesus Kristus, saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya dan yang telah membuat kita menjadi satu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, bagi Dialah kemuliaan dan Kuasa sampai selama-lamanya. Amin.”

Wahyu 5:9-10

”Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya : “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka materai-materai-nya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Nya Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.

Oleh Kuasa Darah Yesus kita telah ditebus dan dibeli dan membuat kita menjadi suatu Kerajaan dan menjadi imam-imam bagi Tuhan kita dan memerintah sebagai raja di bumi. Melalui Perjamuan Kudus kita menerima kembali kerajaan yang telah hilang dari Adam. Adam yang menjadi raja di Taman Eden tetapi Firman Allah telah memeteraikan kita untuk memerintah bersama Tuhan Yesus sebagai raja dan imam-imam-Nya di bumi. HALELUYA!

Matius 12:28
”Tetapi jika Aku mengusir setan dengan Kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.”

Markus 6:12-13
”Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.”

Wahyu 12:10-11
”Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata : “sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut”

Dengan Miyak Urapan setan-setan dikalahkan, penyakit-penyakit disembuhkan sebagai tanda Kerajaan Sorga telah datang. Dan Tuhan menyatakan pemerintahan-Nya melalui orang yang diurapi-Nya, dan oleh Kuasa Darah-Nya.

Dengan Miyak Urapan dan Anggur Tuhan Yesus menyatakan kuasa Kerajaan Sorga di bumi. HALELUYA!


Sejak awal dunia, kehendak BAPA di Sorga bahwa manusia hidup di dalam Kuasa-Nya. Adam tidak memenuhi kehendak BAPA! Ia jatuh ke dalam dosa, akibat dosa Adam tidak mati secara fisik, Adam mati secara rohani namun saat itu manusia mengenal penderitaan, sakit-penyakit dan kerja keras untuk mempertahankan hidup di dunia, mulai saat itu manusia tidak lagi memiliki kemuliaan yang dari Tuhan Yesus semua manusia kehilangan kemuliaan-Nya.

Sekarang ini di akhir zaman Tuhan Yesus telah memberi kepada kita pengurapan-Nya dan Tubuh serta Darah-Nya yang penuh Kuasa melalui Miyak Urapan dan Anggur Perjamuan Kudus.
Tuhan Yesus Kristus telah memerintahkan kepada Pdt. Yesaya Pariadji untuk mengembalikan kuasa dibalik Miyak Urapan dan Perjamuan Kudus.

Tidak semua orang percaya akan kuasa Miyak Urapan dan Anggur walaupun mereka percaya kepada Tuhan Yesus, TETAPI SESUAI FIRMAN ALLAH BAHWA SEMUA YANG PERCAYA YANG MENERIMA MIYAK URAPAN DAN ANGGUR DI AKHIR ZAMAN TIDAK DIRUSAKKAN! HALELUYA!


Kesimpulan :
  1. Dengan Minyak dan Anggur, kita menerima kembali kemuliaan Yesus.
  2. Dengan Minyak dan Anggur, kita memperoleh pendamaian dan persekutuan di dalam Tuhan Yesus bahkan tty sendiri katankan sempurna menjadi Satu
  3. Dengan Miyak Urapan dan Anggur, kita menerima kuasa dan berkat, dibebaskan dari kemiskinan, dibebaskan dari kutuk kebangkrutandan dilepaskan dari kutuk kerja keras
  4. Dengan Miyak Urapan dan Anggur, kita menerima kebangkitan roh di dalam Kristus.
  5. Dengan Miyak Urapan dan Anggur kita menerima damai sejahtera dan sukacita sorgawi.